Chapter 3

SEMUA TOKOH,LAGU(KALO ADA)TIDAK PUNYA AUTHOR SAYA CUMA MAKAI DARI PENGARANG ASLI .

KALO ADA SALAH MAKLUM AUTHOR JUUUGA MANUSIA

Angin dingin khas gurun tidak bisa memadamkan kehangatan yang terjadi di suna malam ini, Suna terlihat lebih hidub dengan adanya acara pameran pedang hasil buatan dari para pembuatpedang dari 5 negara elemental yang berkumpul selain itu ini dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran informasi terbaru yang terjadi sampai hal yang tak penting.

"sudah 2 tahun tidak bertemu ichigo."

"aku juga,lama tidak ketemu"

Kini mereka berada di kedai kopi menikmati malam di suna, setelah kejadian gulat beberapa saat yang lalu mereka memutuskan berbicara santai ke kedai yang ada di sekitar situ ya jadi sekarang di kedai itu terisi 2 pria dan 2 wanita, dimana Hinata duduk di samping Naruto sedangkan Ichigo tentu di samping sang istri.

"jadi,bagai mana keadaanmu Naruto-kun?"

Kini giliran Orihime inoe yang sekarang menjadi Kurosaki inoe setelah resmi menjadi istri Ichigo.

"seperti biasa baik,hm bagai mana kabar yang lainya?"

"Naruto-kun,tampaknya kau sudah menemukan kekasihya wah cantiknya."

Inoe berasil membuat Naruto tersedak kopi sedangkan Hinata sama karena kaget dia tersedak tea setelah batuk beberapa saat akirnya Naruto berkoar.

"aku masih sendiri,mentang-mentang sudaah menikah."

"ho,lebih baik yang disampingmu jadikan kekasih"

Kata Ichigo sedangkan Naruto hanya bersemu Hinata, jangan ditanya dia sudah bersemu sedaritadi karena dia dipilih Naruto untuk mengawalnya.

"sudah!.apa yang lain juga di suna?"

"hm..yang kesini ada Yamamoto jiji, Soi Fong, Unohana, Kuchiki Byakuya itu yang kutau."

"ho jadi begitu rupanya,jadi bagai mana ada berita apa"

Kata Naruto sedangkan Hinata yang mendengar nada asing dari perkataanya menjadi penasaran karena, itu nada khas pemimpin yang menanyakan laporan setaunya Naruto takpernah menggunakan nada seperti itu.

"mereka seperti kabar yang beredar,sudah melakukan aksinya ucapanmu waktu itu benar " kata Ichigo.

"ada yang sudah kena?"

"belum,sejauh ini kita masih bisa menjaganya apa kau punya prediksi siapa selanjutnya yang akan diserang?"

"ada,tapi kali ini bila benar terjadi aku sendiri yang turuntangan."

Naruto lalu meminum kopinya dia sadar Hinata tidak begitu paham lalu mengakiri percakapan ini,mengingat waktu yang mulai larut walaupun Hinata adalah prajurit tetap dia adalah anak gadis Naruto takmau membuatnya keluar terlalu malam.

"baiklah aku mau kembali ke penginapan dahulu,dan aku merasa hal kurang enak sampai jumpa Ichigo dan suruh kapten terdekat menjada tuan satu."

Dengan itu pasangan NaruHina itu pergi meninggalkan kedai kopi itu kembali ke penginapan, dalam perjalanan tak ada yang berbicara Hinata hanya menatab punggung Naruto yang entah kenapa dia tampak lebih berkarisma dari pada hari-hari sebelumnya.

"Naruto-kun sebelumnya,kau belum menjawab pertanyaanku."

"tentang apa?"

Kata Hinata memecah kesunyian karena dia penasaran,tentang hal yang dirasakan Naruto karena dia kemarin tidak di beritau apa dan kenapa hal itu selalu di ucap oleh Naruto dan kini dia sudah sangat penasaran percakapan perpisahan dengan temanya tadi juga menyenggol hal ini.

"sedari kemarin,kau selalu merasa hal buruk ceritakanlah apa masalahmu Naruto-kun."

Pinta Hinata kini dengan Nada lembut,Naruto berhenti berjalan dia memandang langit dan menarik nafas lalu menghembuskannya ia berbalik menghadap Hinata tanpa ada aba aba dia menggandeng Hinata untuk berjalan sang wanita tentu saja kaget ia sudah merona.

"baik akan kujawab,sebenarnya aku merasa akan ada yang mengusik ketenangan 'monster' yang tertidur dan membuatnya marah semoga saja hal ini tidak terjadi "

Kata Naruto mempererat gengaman tangan dan memberi Hinata senyum simpul yang menawan.

"semoga saja Naruto-kun."

"dan andai terjadi kuharap kau yang menidurkanya lagi Hinata-chan"

Kuharap ini kenyataan itu yang di pikir Hinata malam ini,mendapat perlakuan ini kan di jadikan kenangan terindah bagi hinata tanpa disadar mereka sudah sampai penginapan nampaknya rekan tim Hinata sudah lebih dahulu tidur.

"baik selamat malam,Hime-sama"

Kata Naruto sebelum masuk kekamarnya,yakin Naruto tak keluarlagi dia mulai melompat kegirangan menuju kamar miliknya, pagi pun datang kini mereka mulai bersiap untuk kembali dan entah kenapa perasaan Naruto semakin tak enak saat sampai digerbang dia melihat sesuatu yang akan membawa dia dan tim 8 ke konoha lebih cepat.

"oe kemari... dacho"

Naruto memanggil burung unta yang memiliki dasi kupu-kupu berwarna ping itu,burung itu dan kawananya mendatangi Naruto sedangkan yang lain Cuma memandang Naruto.

"ada apa Naruto?"

"kami butuh bantuanmu."

Kata Naruto sambil tersenyum,dan ini jadinya mereka menaiki burung unta itu Naruto bersama Hinata menungangi dacho,sedangkan yang lain dengan angota kelompok dacho burung unta ini bukan burung biasa mereka adalah burung khusus yang memiliki kecepataan berlari yang sangat cepat,buktinya perjalanan yang harusnya 2 hari kini menjadi setengah hari.

"ini sangat,luarbiasa Naruto-kun"

"hahaha"

Mereka memutuskan berhenti kira-kira 2 km dari gerbang desa,alasanya adalah mereka tau diri takmau lebih merepotkan dan melihat kondisi Kiba yang sudah lemas dia di bawa oleh Shino dan saat ini ketika berhenti perasaan Naruto semakin buruk.

"Kurenai-sensei,bisa kita lebih cepat kembali kedesa."

"bisa,memangnya ada apa Naruto-kun?"

"lebih baik cepat."

Mereka kini berada kira-kira 900 meter dari gerbang desa namun mereka merasakan kejanggalan,di depan mereka ada katak besar merah dengan bekas luka dimata tampak kesakitan,mereka lalu menghampiri mahluk itu Naruto tau siapa katak ini.

"Bunta apa yang terjadi?"

Kata Naruto dengan Nada panik sedangkan yang ditanya ,mencoba menjawab tapi rasa sakit di sekujur tubuh sedikit menyusahkanya untuk menjawab.

"Konoha diserang uh,jubah awan merah"

Bagai disambar petir,mereka terkejut bukan main apa lagi Naruto dia tau siapa yang menyerang tanpa aba aba dia lalu melesat menuju konoha dengan kecepatan gila dalam pikiranya adalah orang tuanya terutama sang ibu.

'kaa-san, too-san semoga kalian tak apa apa.'

Beberapa waktu yang lalu di konoha dimulai saat laporan penyusub dan dilanjutkekacauan yang terjadi di beberapa titik,Minato langsung memperinthkan evakuasi penduduk sipil laporan yang kurang jelas menjadi fakor penghambat dalam menentukan strategi.

"Min-kun,apa yang terjadi?"

Kata Kushina yang sudah memakai pakaian Jonninnya dengan pedang berwarna merah ,pedang yang membuat dia mendapat salah satu julukan yaitu red angel, kini dia bisa melihat suaminya dengan mode serius setelah sekian lama tak melihat tapi yang lebih penting sekarang KONOHA.

"invansi,namun jumplah musuh masih belum jelas."

Kata Minato tak berselang lama anbu bermasker musang datang memberi laporan.

"Hokage-sama , jumplah musuh ada 6 orang namum dari pengamatan kerusakan yang bisa dibuat mencapai 1 peleton per orang."

"baik,percepat evakuasi penduduk."

Setelah menjawab anbu itu lalu meninggalkan ruangan,kini Minato dan Kushina berada di atap ternyata disana sudah ada Jiraiya dan Tsunade sedang memandang tajam seorang sosok laki-laki berambut seperti jeruk dengan wajah penuh tidik.

"jinchuriki kyuby,menyerahlah atau kau akan merasakan kekuatan dewa"

"jangan harap."

Kata Minato dia tau apa artinya bila dia menyerahkan sang istri,mendengar itu peria itu lalu terbang keangkasa takberselanglama ada tekanan besar yang meluluntahkan desa sampai menyebabkan desa menjadi seberti cekungan,setelah itu sosok yang dikenal dengan nama Pain itu mendarat ditengah kawah bersama 6 sosok yang lainya.

"beraninya kalian."

Dengan itu Jiraiya memanggil 3 katak berukuran Titan, bersama tiga mahluk itu dan Minato maju menyerang salah satu pain lebih tepatnya wanita dari 6 sosok itu melakukan hal yang sama tapi badak dan banteng dengan mata seperti riak air,dua katak menahan mahluk panggilan itu sedangkan Minato dan Jiraiya maju langsung kearah pria yang menyebabkan kekacauan ini tapi dihadang oleh orang botak yang tiba tiba tanganya berubah menjadi misil.

"menghindar"

Namun mereka sedikit terlambat walau tak terkena langsung efek ledakan masih cukup kuat membuat mereka terpental,reflek minato melempar pedangnya dan dia langsung hilang dengan kilat kuning kebelakang salah satu tubuh Pain saat medebas berasil dihindari padahal,itu titik buta kaget bukan main selain menghindar dia melakukan serangan tanpa melihat,sedangkan Jiraiya yang dibantu Tsunade juga melawan dua tubuhlain.

"sial,ini menyusahkan"

Kini mereka berkumpul kembali melihat 6 orang di depanya,mereka kelelahan karena chakera akibat melakukan Kinjutsu elemental yang tak mempan Minato nampak paling kelelahan karena Hiraishin selain chakra butuh juga stamina yang besar,selain itu tiga katak tadi setelah selesai mengatasi panggilan yang lain maju menyerang pain tapi .

"shinra tensei"

Tiga katak itu lalu terpental keluar dari konoha,salahsatunya sampai danau,menabrak tebing dan berhenti di hutan dengan sisa tenaga mereka mencoba untuk berdiri sedari tadi Kushina tak mengeluarjan kekuatan kyuby karena akan menyebabkan kerugian yang besar.

"Jiraiya,kuat sekali mereka uh."

Pada ahkir kata Tsunade salah satu pain lalu menyerang yang menyerang adalah tubuh yang bisa menyerang misil,saat mereka bersiap menerima serangan tiba-tiba tubuh yang mau menyerang mereka hancur karena hantaman tangan seorang peria ber jubah putih bermotif api hitam.

"kalian semua tidak apa-apa?"

Ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangan pada 5 tubuh yang tersisa,tatapan tajam di berikan pada sumber masalah pada desa hari ini sedangkan orang tua beserta dua sannin konoha itu bagai mendapat hadiah utama dari suatu kontes,bagaimana tak terkejut orang yang di kenal selama ini sebagai anak yang ceria selalu memberi hawa positif berubah menjadi memiliki aura sebagai prajurit dan berhasil mengalahkan musuh yang membuat mereka seperti ini dengan mudahnya.

"apa yang kau lakukan disini Naru."

"..."

"cepat pergi dan mengungsi ini urusan kami."

"..."

"apa kau mendengar kami Naru,cepat pergi ini sudah tugas kami."

Tanpa memperdulihkan ucapan mereka dia lalu merentangkan tangan kanannya kedepan,lalu muncul pedang berwarna biru gelap bermotif garis seperti angin berwarna putih dia menoleh kebelakang dan mulai merespon.

"sudah?,kalian istirahat saja biarkan aku yang melawan tak seharusnya musuh seperti ini Hokage turuntangan."

Kata Naruto seketika itu tubuh Minato dan lainnya,sudah berada di kubah berwarna biru buatan Naruto.

"sudah tugas kage u-"

"tujuan utama adalah kaa-san,maaf saja nyonya sembilan dalam pengawasanku nanti saja penjelasanya."

Dengan itu dia maju dan dihadang oleh anjing bersayap yang dipanggil oleh pain perempuan,pedang Naruto di selimuti angin lalu menebas anjing itu dan langsung diserang oleh pain yang bisa menyerap chakra tapi berasil dihindari,dari belakang adalah pain utama dengan besi hitam mencoba menusuk Naruto tapi berasil di tangkis.

"jangan mengganggu kami."

"Nagato,hentikan dan mundurlah kau hanya di manfaatkan dengarkan peringatanku ini atau kau akan menyesal."

"jangan banyak bicara,orang yang tak tau rasa sakit lebih baik diam."

Dengan itu 3 tubuh paling depan maju menyerang Naruto cara untuk menghadapi mereka adalah lumpuhkan satu-persatu,dengan kecepatan yang agak sulit di lihat oleh mata legendaris itu Naruto maju menyerang pertama adalah jalan hewan,dia mengarahkan pedang kearahnya lalu menebasnya walaupun tidak kena di daerah itu di tutupi kubah hitam Naruto mulai menyerang dalam kegelapan ayunan pedang Naruto seperti lampu saat menebas saat kubah lenyap tubuh jalan hewan sudah hancur,namaun belum selesai dia melemparkan bola energi seperti shuriken.

"rasen shuriken"

Bola chakra yang dilempar ke arah kelompok pain itu membesar dan mengenai jalan manusia ,sedangkan orang yang di dalam kubah alias orang tua Naruto terkakum melihat kemampuan sang anak dia yang selama ini dikenal mereka sudah berubah jauh.

"hebat,apa dia Naru yang selama ini kita kenal Mina-kun?"

"entah,aku tidak tau."

Semua jalan pain maju menyerang Naruto kecuali jalan Deva karena kekuatan miliknya belum kembali seutuhnya,dengan susahpayah Naruto berhasil mengatainya dia kini terengah engah mulai kehabisan tenaga dengan tumpuan pedang dia mencoba tetap berdiri.

"menyerahlah,jangan halangi jalan kami."kata Pain.

"jangan bercanda,sebenarnya apa yang organisasi kalian pikirkan hah." Kata Naruto.

"kedamaian yang sesungguhnya,yang sekarang adalah palsu dengan mengumpulkan kesembilan biju akan kami buat perdamaian yang nyata."

Nyata,dia benar benar gila pikir naruto apa dia tidak tau apa yang muncul nanti.

"sudah cukup kau bicara,kedamaian sejati adalah dimana anak-anak generasi masa depan bisa Hidup tanpa ada mimpi buruk bernama perang meraunglah ARASHI"

Ucap Naruto dia menyerang matanya kini berubah,pupil merah dengan sisi putih yang berubah Hitam pedangnya kini di selimuti angin yang meraung seperti badai pertarungan terjadi sengit Naruto terkena Shinra tense dan terpental ke daerah kubah pelindung yang dia buat untuk melindungi orang tuanya namun Pain sudah ada disana dengan cepat dia menusuk Naruto.

"NARUTO"

Teriak mereka Horor,tapi dia masih bertahan dengan chakra yang berkobar dia menebas tubuh pain kini kehilangan tangan kirinya tak sampai disitu dia maju menyerang dengan gesit dia mencabut salahsatu besi di tubuhnya,dia lalu mengirim chakra pada orang yang mengendalikan 6 mayat hidup ini dan yang bersembunyi ini mengalami gangguan chakra hebat, tubuh pain yang tersisa kini sudah tak bisa di gunakan lagi tapi masih terhubung dengan Nagato yang kini sudah muntah darah di suatu tempat,kini pedang milik Naruto sudah di selimuti chakra penghancur siap untuk serangan terahir.

"mati kau."

Saat mengayunkan tiba-tiba dia terhenti karena merasakan ada yang memeluknya dari belakang ,rasa tenang kini melandanya perasaan ingin membunuh kini hilang seketika saat merasakan pelukan lembut dari seorang wanita yang di kenalnya.

"sudah cukup,ini sudah berahir kembalilah seperti semula Naruto-kun."

Walaupun masih ada rasa Haus darah tapi kini sudah sangat mereda,dan dia melihat tubuh pain yang sudah tidak bisa bergerak ini dia tau yang mengendalikan tubuh ini pasti sudah di manipulasi oleh seseorang dia mendekat dan mengucapkan suatu kalimat.

"aku tau Nagato kau disuatu tempat,ingat ini kurasa ini bukan salahmu kuyakin kau disana dimanfaatkan oleh seseorang beristirahatlah dengan tenang"

Kata Naruto karena dia tadi mengirim chakra penghancur pada besi tindikan itu,bila mana masuk ketubuh seseorang akan berakibat fatal dalam beberapa menit dia berbalik dan membalas pelukan tersebut kubah pelindung untuk orang tuanya dan ke2 sannin konoha runtuh mereka lalu bergegas kearah naruto.

"Naruto-kun."

Ucap Hinata saat Naruto pingsan dalam pelukanya,dia melihat pendarahan di tubuhnya dan dia mulai panik.

...tbc...

Yahaa aku kembali semoga suka dengan cerita gj ini

by