Chapter 4
SEMUA TOKOH,LAGU(KALO ADA)TIDAK PUNYA AUTHOR SAYA CUMA MAKAI DARI PENGARANG ASLI .
KALO ADA SALAH MAKLUM AUTHOR JUUUGA MANUSIA
Suara detitan dari monitor dan suara tarikan Nafas lewat masker oksigen, Bagai pemecah hening dari ruangan bercat putih itu di ranjang terlihat sosok berambut pirang cerah sedang berbaring dengan alat alat di tubuhnya, Dia seperti ini karena pertarungan kemarin akibat luka tusukan yang melukai arterinya sehingga seperti inilah kondisinya, Sedangkan di pintu lewat jendela kaca terlihat seorang berambut indigo sedang memandang kedalam pada sosok yang berbaring, Sorot matanya memancarkan kesedihan dan masih banyak lagi.
"Hinata-chan,sebaiknya kau istirahat."
Suara dari seorang wanita membuyarkan lamunan Hinata,Saat berbalik dia memandang sosok berambut merah sedang tersenyum bersama sosok yang hampir sama seperti dirinya.
"Kushina-sama,Kaa-san."
"sayang istirahatlah,kuyakin kau pasti lelah biarkan kami yang menjaganya."
Dengan sedikit paksaan dari sang ibu Hinata ahkirnya mau menurut,kini di ruangan itu tinggal Kushina dan Hitomi yang menjaga Naruto kini wajah tegar Kushina sudah runtuh orang tua mana yang tidak teriris batinya melihat buah hatinya dalam kondisi keritis ini.
"jangan kuatir,aku yakin anakmu pasti bisa melewati masa ini."
"iya."
Sedangkan diluar Konoha mulai berbenah akibat serangan tempo hari penduduk saling gotong royong membangun kembali konoha,Kabar Naruto yang berhasil mengalahkan musuh yang menyerang desa menyebar bagai api yang membakar Minyak rasa sukur mereke tidak terlepas juga dari kerja Hokage ke 4 mereka.
"tidak kusangka,Naruto hebat juga bisa mengalahkan musuh desa seorang diri."
"ya tapi harus di bayar mahal,kini dia berbaring keritis di rumah sakit."
Kata Lee yang dibalas oleh Neji kini mereka membantu pembangunan bersama para Roki yang lain Minus Hinata, Mereka tau bagai mana perasaanya saat ini dan memutuskan memberikan waktu untuk sendiri.
"teman-teman,Bagai mana kalo kita pergi menjenguknya."kata Choji.
"boleh juga,ayo cepat selesaikan tugaskita" balas Shikamaru.
Mengabaikan didunia luar kini dalam alam bawahsadar Naruto,Ia sedang terlibat pembicaraan dengan sosok laki laki perambut putih memiliki tanduk di kepala sosok yang menjadi legenda di dunia samurai yah ,Rikudo sannin sekaligus sang guru dari dirinya.
"lama tak bertemu,Naruto"ucap pria itu
"iya,sudah lama Jiji."
Perbincangan santai itu seketika berubah saat sang legenda menunjukan raut serius, Mengetahui hal ini sikap Naruto berubah ikut serius pembicaraan mulai memasuki masalah Inti.
"Naruto dengar,selain kalian harus menjaga ke '9 kunci' yang lain, kau Juga harus menjaga reingkarnasi Istrimu dari kehidupan yang lalu."
Kata Hagoromo,dan butuh beberapa saat untuk Naruto memperoses info baru ini tepatnya pada bagian Istri.
"eh. Maksutnya ?"
Hai ini di maklumi oleh Hagoromo,dia menghela nafas untuk menjelaskannya.
"kau pasti sudah tau Jubi kan,Selain itu adalagi istri dari Ashura wanita itu tak kalah kuatnya dari sang suami."
"lalu apa hubunganya?"
"dulu ada yang mengendalikanya,lebih tepatnya terkena ilusi dari juby saat kami bertarung Ashura memisahkan diri dia lebih memilih melawan sang istri percayalah pertarungan itu tak kalah menyusahkannya dari pertarungan melawan 10 ekor."
"lalu siapa reingkarnasi dari istri Ashura dan siapa Namanya?"
Pertanyaan dari Naruto tidak langsung dijawab melainkan mendapat senyuman dari orang di depanya itu, Hal ini tentu membuatnya kesal.
"namanya Hoshi,dan kau reingkarnasi Ashura pasti sudah merasakan siapa orangnya saat ada di dekatmu."
Berfikir sejenak dia memikirkan segala kemungkinan,saat tiba-tiba satu nama terlintas di benaknya.
"Hinata."
Dia memandang orang di depanya ini,Dia mengangguk tanda benar entah mengapa dia merasa senang karena dia adalah salah satu orang berharga dalam Hidupnya tanpa dia reingkarnasi dari siapa dia akan tetap di lindungi oleh Naruto.
"baik, kembalilah urusanmu di sini sudah selesai"
Kini dilorong rumah sakit terlihat segerombolan orang sedang menuju ketempat dimana Naruto dirawat,Mereka adalah teman teman Naruto ada rasa penyesalan bila ingin jujur saat ini menyesal kenapa tidak membantu dia waktu itu mereka sampai di mana tempat Naruto dirawat ternyata disana sudah ada Minato dan istri beserta Hiashi bersama sang istri.
"selamat sore,Hokage-sama Hiashi-sama."
Kata Shikamaru memberi salam pada pemimpin Konoha dan klan Hyuuga sekaligus membuka pembicaraan untuk mereka,mendengar ada yang memberi salam dua pemimpin itu menoleh beserta istri mereka.
"sore,Oh ternyata teman-teman Naru mau menjenguk?"
"iya,kami ingin menjenguk Naruto apa boleh"
"silahkan"
Saat mereka atau lebih tepatnya Hinata yang masuk duluan karena dia di paksa teman temannya yang kadang sifat usilnya kumat tak kenal kondisi masuk,Alangkah terkejutnya mereka saat diperlihatkan sosok bagai malaikat untuk para gadis bagaimana tidak,Di depan mereka sosok Naruto yang bertelanjang dada memperlihatkan tubuh berkulit tan berotot tapi ramping di tambah pencahayaan sinar mentari sore dia yang asik melepas perban di tangan menoleh dengan gaya cool,Kini gadis-gadis sudah tersipu berat dan berubah menjadi fansgirl dadakan.
"eh,Hinata wajahmu merah sekali dan oe kenapa kalian."
Tanya Naruto pada Hinata dan untuk teman wanitanya sudah seperti orang sakit jiwa,dia berjalan kearah Hinata sambil memakai kaus miliknya beserta menyambar jubah putih bermotif api hitam miliknya kejadian tidak jelas ini berahir karena mereka sadar bahwa naruto sudah siuman,Hinata dengan tangis lalu menghamburkan diri ke pelukan Naruto sambil menangis menumpahkan segala kehawatiran selama ini.
"BAKA...kau berhutang banyak penjelasan kepada kami HIK,jangang lakukan lagi."
Naruto mendengar hal ini hanya tersenyum dia lalu membelai surai panjang wanita yang memeluknya ini membalas pelukan menghadiahkan kecupan di kening,Bahkan dia melupakan satuhal lupa bahwa sang ayah dari gadis itu overprotektiv kini KI kuat di tunjukan pada Naruto itu dari sang ayah sang ibu Cuma tersenyum dan memeganggi sang suami,Orang tua Naruto? Tak usah dipikir orang tua yang kadang sifatnya error itu kini sedang cekikikan.
" baik,Hime-sama"
Adegan roman ini berahir karena Intrufsi dari seorang anbu yang berhasil menarik perhatian mereka,sang anbu bertopeng beruang memberikan sebuah gulungan pada Minato kini dia sedang membaca dengan teliti.
"ada apa Min-kun"
Tanya kushina pada Minato yang kini menggulung lagi gulungan itu,dari raut wajahnya isi gulungan mengenai suatu hal yang memilki sifat serius Minato lalu memandang sang istri sebelum menjawab.
"pertemuan 5 kage didaerah netral,Tapi perwakilan harus membawa 'kepala penjara' mereka"
Alis Kushina berserta Hiashi dan Hitomi di naikan sebelah,mendengar isi pesan ini mereka merasa janggal mereka tau apa yang dimaksut, Naruto yang sedang berbincang dengan teman-teman yang mendengar pembicaraan orang dewasa itu senyum tipis terpasang di bibirnya.
"ini bisa dipikir nanti yang lebih penting,Namikaze Naruto kau berhutang penjelasan pada kami."
Kini Minato sudah masuk ke Mode Hokage dia menuntut penjelasan atas perbuatan putranya itu,Para muda mudi yang asik berbincang kini memandang Minato terutama Naruto kalo boleh Jujur dia bingung bagai mana cara menjelaskan perbuatanya ini.
"eh,Penjelasan apa?"
Ucab Naruto dengan nada polos namun dia mendapat hadiah berupa tatapan mematikan dari sang ayah dengan helaan nafas dia,Kini Naruto juga sudah masuk mode serius.
"lebih baik anda menghadiri KTT itu,Hokage-sama semua akan menjadi jelas,Tentang alasan kenapa dan siapa aku yang sebenarnya "
"baik,akan kuhadiri namun kau juga harus ikut."
"tanpa anda ajak aku akan hadir,tapi biarkan aku membawa Hinata untuk kujadikan asistenku karena aku merasa akan ada hal merepotkan yang menimpaku disana."
Berpikir sebentar dia memandang Kushina dan Hiashi mereka mengangguk setuju.
"baik,besok siang kita akan berangkat."
Karena kondisi Naruto sudah membaik atau bisa di sebut ajaib sudah sembuh,Kini dia sudah di perbolehkan untuk pulang setelah berpisah dengan para Roky kini keluarga Namikaze dan Hyuga sudah berada di jalan menuju rumah masing-masing karena jalan pulang mereka sama,Generasi tua memandang Generasi muda yang berjalan di depan mereka merasakan bahwa mereka pasti akan meniupkan angin perubahan pandangan mereka terpecah saat melihat Naruto memasang kalung pada Hinata para orang tua memutuskan diam mendengar dan melihat.
"Hinata-chan,aku hampir lupa."
"ada apa,Naruto-kun"
Kini dia merogoh saku jubahnya mengeluarkan kalung sewarna dengan matanya kalung bermodel simpel dengan batu amestis segi6 dengan diapit dua magatama,Dia lalu memasangkan kalung itu di leher Hinata dia menerimanya.
"kumohon,jangan dilepas kau tambah cantik"
"terima kasih,atas kalung ini Naruto-kun"
Indahnya cinta masa muda mungkin itu yang ada dibenak orangtua ini yang ada dibelakang mereka,Ketenangan sebelum badai datang badai untuk menuju masa depan yang lebih baikatau lebih buruk tapsiran rasa yang di rasakan Naruto beserta ke 11 orang yang tersebar di suatu tempat.
"Hinata."
"ada apa Naruto-kun?"
"apa kau sudah tau nama pedangmu?, aku akan sedikit memberimu beberapa trik."
"belum,maaf"
"begitu,ini pasti menarik percayalah"
Dengan menghela Nafas panjang ini pasti akan menjadi pekerjaan merepotkan,Namun dia percaya Hinata pastibisa menguasainya dengan cepat ini untuk menghadapi badai yang akan datang,namun rasa yang paling besar adalah perasaan curiga untuk dua orang tua di belakang mereka dia yakin mereka merencanakan sesuatu yang merepotkan.
"kami rasa,Cuma dari sini kami mengantar sampai jumpa lagi Hiashi,Hitomi dan Hinata-chan"
Setelah memberi salam perpisahan keluarga Namikaze ini lalu memasuki rumah mereka,Baru beberapa langkah masuk dan menutub pintu Naruto lalu mendapat serangan godaan dari sang ibu tentang kejadian barusan.
"sudalah Kaa-san,berhenti itu Cuma hadiah."kata Naruto sedikit tersipu
"Apa benar hm"
"iya"
Kini giliran sang ayah yang ikut walaupun di luar dia memiliki kharisma sebagai pemimpin itu semua sudah hilang bila dirumah,bila diluar dia terkenal akan keberanianya dirumah taklebih dari suami takut istri jangan heran bahkan teman-teman seangkatanya yang lelaki sama.
"kau tau,hukum klan Hyuga bila sang pewaris perempuan mendapat hadiah dari laki-laki diluarklan dan menerima maka" kata Minato menggantung kalimatnya
"maka apa?" Kushina mulai cekikikan,Perasaan Naruto makin tak enak
"kau harus mengucapkan janji sehidup semati,Dengan kata lain kau tadi sudah hampir menyelesaikan upacara pernikahan klan Hyuga."
Bagai disambar petir,otaknya sudah macet bernafas mulai berat linglung terasa nyawa meninggalkan tubuhnya permohonanya adalah sang ayah bercanda Namun sudah kelewatan apa mereka tega untuk membiarkanya menikah dalam umur 21 tahun.
"tak kusangka kita sebentarlagi memiliki menantu Min-kun"
Sementara di lain tempat kejadian yang sama juga terjadi,Namun sang sasaran tak sekuat sang calon mempelai lelaki dia kini sudah pingsan tak kuat menahan Malu,Rasa bahagia semua bercampur menjadi satu Orang tuanya? Tak perlu dijelaskan,ditambah ucapat bahwa dua keluarga ini akan bertemu untuk menyelesaikan sesi pernikahan yang tak disengaja.
"Baik,Naru siapkan dirimu jam 8 kita mengunjungi istrimu."
"Tap-"
"tak ada tapi-tapian ini menyangkut harga diri dua keluarga dan klan besar,kau tau apa akibatnya yg bisa ditimbulkan"
Dia pasrah namun sangat jauh di dalam Hatinya dia tersenyum bahagia,waktu berkunjung pun telah tiba kini keluarga Namikaze menunggu di rumah utama selain mereka anggota klan Hyuga yang lain sudah berkumpul disana mereka memandang keluarga Namikaze atau lebih tepatnya Naruto bukan sorot mata yang negatif tapi ketertarikan bukan rahasia lagi Naruto memang memiliki sesuatu yang membuat seseorang ingin bersamanya.
"apa kau gugub Naru"
Bisik Kushina pada anaknya kini ibu berambut merah itu memakai kimono merah dengan motif bunga dengan obi yang berwarna kuning rambut panjangnya di sanggul dengan konde bunga mawar bertengger rapi di rambutnya, Dengan make up tipis istri Hokage ini sudah sangat cantik.
"tenang Naru ini hal wajar."
Tenang sang ayah yang kini menggenakan jas hitam dengan kemejan putih,ucapnya dengan senyum ramah dia tau kegugupanya karena dia dulu juga sama.
"sudah jangan mengajakku bicara."
Terang Naruto dia masih merasa kesal,Sedangkan kedua orang tuanya hanya tersenyum kini dia mengenakan kimono hitam khas mempelai jepang rambut durianya yang sedikit panjang dibiarkan saja,Saat mendapat intruksi dia kini sudah ada ditengah ruangan tak berselang lama Hinata keluar alangkah tertegunya melihat Hinata kini.
"baik,kita mulai acaranya silahkan ucapkan janji suci kalian"
Perkataan pendeta itu berahir,kini rasa gugup luarbiasa menyerang Naruto dia lebih memilih melawan pain kembali atau apalah keringat dingin karena gugub keluar dari tubuhnya dengan tarikan nafas dan dihembuskan kembali dia siap.
"Hinata istriku,aku berjanji akan selalu bersamamu sampai kapanpun dan apapun yang terjadi aku akan melindungimu."
Kini giliran Hinata.
"aku akan selalu setia bersamamu,sampai kapanpun naruto-kun suamiku."
Setelah pengucapan janji ini seluruh hadirin langsung memberi tepuk tangan,kini Naruto memberikan kecupan pada kening sang istri tanpa penolakan dia menerima ciuman kasih sayang namun suasana pesta berubah saat datangnya dua tamu yang tak terundang yang kini berada ditengah ruangan orang disana langsung masuk mode siaga kecuali seorang.
"yo,Soi-chan dan Thoshi lama tak bertemu"
Semua orang memandang heran,karena interaksi Naruto dengan dua orang asing ini kejadian tak jelas ini berahir karena tiba tiba suasana di dalam ruangan menjadi kurang nyaman karena hawa serius yang mengantikan suasana kebahagiaan.
"laporan terbaru,mereka kini memiliki sekitar 50000 dan semakin bertambah" kata soi fog
"kami sudah tau siapa,Dalang pengrusakan makam di 5 negara besar."kata peria kecil berambut putih itu.
Dua orang itu bukan semua orang yang ada diruangan memandang Naruto,setelah beberapa saat merenung kini sisi lain yang orang belum tau kembali keluar dia menghampiri dua orang tersebut,Kini entah kapan dia sudah berganti dari pakaian pernikahan menjadi jubah putih bermotif api hitam bertuliskan kanji MATAHARI .
"nampaknya aku harus menunda malam pertamaku,Hinata aku pergi dulu oto-san bisa berangkat duluan,tenang aku akan baik baik saja."
Kini dia sudah memegang pundak kedua orang itu.
"Tunggu kau mau kemana,Naruto-kun"
Tanya Hinata sorot ketidak relaan terpancar jelas di matanya.
"ada urusan,tenang saja aku pasti kembali baik kami pergi dulu."
Dengan angin kencang yang tiba-tiba masuk ruangan ketiga sosok tubuh itupun Hilang,hening ruangan itu menjadi hening takada yang berani membuka pembicaraan mekesampingkan situasi ini disuatu tempat terlihat 12 pedang menamcap mengelilingi danau kecil,bukanhanya pedang selang beberapa saat muncul 12 sosok pemilik pedang itu.
"langsung keintinyasaja,bagai mana perkembangannya."
Setelah menyelesaikan kalimat itu, sosok wanita yang tampak terlihat pendiam dingin maju kolam di depan mereka berubah menunjukan sosok mahluk tanaman berwarna putih.
"mereka adalah zetsu,kekuatan dan keahlian belum di ketahui yang pasti mereka dibuat dari sel hokage pertama" Kata Soi fong.
"masalah lainnya adalah ini."kata Toshiro Hitsugaya.
Kini gambar kolam berganti dengan rumusan kanji dari jurus,kening semua orang berkerut sosok berjubah putih motif api hitam melihat dengan seksama dia merasa kenal dengan rumusan itu.
"ini EDOTENSEI,jutsu pembangkit yang bisa mengendalikan orang mati sesuka pengguna."kata Toshiro Hitsugaya.
"jadi mereka berniat perang,hm Urahara apa kau punya mainan baru"kata Naruto.
"ya kupastikan siap saat pesta."
"Yamamoto jiji,bila benar ini akan terjadi bisa kau pastikan dari anggota kita yang bukan anak tunggal,tulang punggung keluarga."
Dan dijawab anggukan ,dari semua sosok di depannya yang menarik perhatianya adalah salah satu anggotanya yang terlihat menyeringai lebar dia menghela nafas sudah tau orang itu gila bertarung.
"baik,Semuanya dengar bila perang ini pecah,Selesaikan dengan cepat Kenpachi kau bisa menggila disana asal kau tak menyerang temanmu,Kembali ke tugas kalian masing masing"
"HAI"jawab mereka semua.
Dilain tempat kini terlihat sesosok wanita sedang berusaha untuk tidur,ya Hinata hyuga yang sekarang berganti menjadi Namikaze karena barusaja di nikahi beberapa jam lalu mencoba untuk tidur tapi sulit rasanya didalam kamar yang temaran dia memikirkan sang suami yang pergi saat pesta,Namun sorot mata dan perubahan sifat yang mendadak dia tau pasti dia menghadapi masalah penting mencoba untuk memaklumi.
"Naruto-kun,sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari kami?"
Malam semakin larut suara serangga malam bagai musik pengantar tidur,Bagi semua orang yang aktif pada siang hari angin malam mulai berhembus menggoyangkan dedaunan mata Hinata mulai mengantuk dia harus menyiapkan tenaga untuk mesok perlahan tapi pasti dia mulai tertidur.
"selamat malam Naruto-kun"
Kini dia terlelap tidur,namun tak berselang lama didekat Hinata sudah duduk pria berambut kuning dengan tiga garis di masing masing pipinya memandangnya dia lalu mengecub bibir Hinata,Hey ingat sudah sah karena dia sudah istrinya.
"selamat tidur Hime-sama"
Dengan itu Naruto sudah meghilang lagi bersama angin malam yang berhembus.
...tbc...
Helo kurama balik lagi,semoga suka dengan cap yang ini hehehe
Bagi yang sudah revieu terima kasih dan maaf bila ada yang tanya aku lebih suka langsung kujawab di cerita,maaf bila di cerita ini banyak kesalahan
See you next chapter heheh
