I'm over here doing what I like

Miku hanya melakukan apa yang ia sukai contohnya sekarang ia tak tentu arah kemana setelah minum minum dengan temannya yang bernama panggung meiko juga seorang artist terkenal dan terpopuler sama dengan miku ahkirnya ia memutuskan untuk pulang menyiapkan energi untuk besok.

I'm over here workin' day and night

Alasan Miku pergi kepub itu karena pemikirannya sedang gelisah tidak tenang dengan beberapa bir bir yang kadarnya tinggi ia teguk agar beban berat dan pemikirannya yang menumpuknya hilang mulai dari perkerjaannya yang sangat banyak karena kini memasukki musim dingin yang tinggal 2 hari lagi sampai cara menjatuhkan seorang Nitizen yang menganggunya beberapa hari belakangan ini menantangnya.

Bukannya miku tidak bisa menjatuhkannya tetapi dia harus menjaga imagenya sebagai artist terpopuler tambah omongan maneger yang menyakitkan telinga menuntutnya masih bagus televisi kakek miku dulu yang hanya menyiarkan acara semut semut berjalan.

Title : Focus On Me

Author : Nana Luna or Diana032

Cast : Miku Hatsune

Kaito Shion

Warning (s) :OOC, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le

Rated : T

Pair(s): this is MiKai

Leght : Oneshoot

D isclaimer : All Characters belong to god, their parents and anime agency :v . But this fanfic belong to me and for Beruang nee-chan

Present

~Focus on Me~

Kini miku sedang dalam perjalanan untuk mendatangi studio seorang netizen tersebut selalu mengetahui seorang anggota keluarga shion setelah Len memberi tahunya kemarin riwayat hidup pemuda itu sangat lengkap sampai Miku butuh seharian membacanya.

Mobil sport nan mewah bermerek Lamborgini berwarna Biru dark berhenti tepat didepan halaman studio tersebut. Miku pun memakirkan mobilnya itu ditempat pakiran umunnya mobil dari karyawan atau bosnya sendiri mungkin dari studio tersebut. Terlihat Miku dengan rambut dikuncir ponny tail dengan pipi terpasang kacamata hitamnya. Ia pun mendongak kepalanya ke atas dan terlihat nama bangunan tersebut

"melodi? Itu menjijikkan cih"ujar miku berdecih karena ia merasa geli membaca papan nama studio tersebut sebenarnya Miku hanya kesal dengan pemilik bangunan tersebut. Miku pun berjalan dengan anggun ia melangkahkan kaki rampingnya memasukki halaman menelusuri halaman depan studio yang agak luas.

Lalu ia memasukki pintu studio dan melihat orang penjaga disana. Miku pun menghampiri mereka dan bertanya ruang bos studio tersebut. Setelah jelas miku pun meninggalkan mereka dan melanjutkan perjalanan.

Sekarang Miku sedang mematung didepan pintu ruangan yang diketahui itu adalah ruangan pemimpin studio –setelah ia yakin-. Tidak sengaja beberapa foto foto pemilik studio itu terlintas di benaknya membuat Miku gerogi dan ekhm gugugp. Entah mengapa kekesalan Miku hilang dan menjadi kebingungan untuk apa ia disini.

"ekhm"deheman tepat dibelakang Miku membuyarkan lamunan terkejut dan sontak berbalik badannya melihat siapa berdeheman dibelakangnya.

So go ahead and talk ya talk

"Eh anda seseorang Penyanyi yang dijadikan boneka yang melantunkan lagu aneh itu ya? dan juga boneka yang sebagai pemuas bos bos sana haha ya kan Bitch?"tanya pemuda bersurai dark blue dengan lensa ocean yang tidak terlalu memakai pakaian formal bergaya dengan tangan bertolak pinggang. Ia pun mendekati Miku yang hanya menatapnya intens

Cause I won't take the bait!

Tetapi Miku tidak perduli karena Miku tahu itu hanya bentuk pemancing atau merendahkan dirinya ia hanya diam tanpa suara dan tetap menunjukkan respon negatif sedikitpun tetapi masih menatap manik pemuda itu lekat dengan kesan tajam bukan bearti miku tidak marah kau tahukan hanya menjaga image sebagai orang golongan tertentu.

"Hei manis jangan begitu atau kau menyukaiku"ujar pemuda itu bernama lengkap shion kaito. Ia mengangkat dagu Miku paksa agar dekat dengannya. Terlihat bulu mata lentik miku menghiasi rupawannya nan imut bak malaikat jangan lupakan pipi chubbynya yang tampak mengemaskan walau pun terlapisi make up dan bibir cherry yang membuat kaito berfantasi buruk jika –Tidak usah dilanjutkan-

"pantas kau cocok jadi boneka. Kau hanya diam saja saat dipegang pegang ya kan nona bitch Hatsune"tanya sambil menyungging senyum setengah dengan raut wajah angkuh sambil mengelus salah satu Twins tail panjang miku yang terasa lembut ditangannya.

"oh,terima kasih atas sanjungan anda tuan brengsek Shion saya sangat tersangjung atas kata sapaan anda yang sangat tidak bermoral"balas miku mulai jengkel sambil menarik paksa Tangan kaito hingga tidak memegang rambutnya lagi . Mikupun memberi jarak antara dirinya dan kaito miku merasa risih wajah ditatap dengan tatapan aneh dan rambutnya dielus elud

"Jadi ada urusan apa Nona-sama?"dengan intonasi mengejek saat kata sama terlontar dari mulut kaito. Miku perlahan terpancing dengan kata kata kaito yang mengejeknya.

"hanya untuk menutup mulut brengsek seorang tak tahu diri dengan gaya brengseknya memegang rambutku yang bersih bebas noda sebelum tangan sialan mu menyentuhnya.

Langsung saja keinti . . menyerahlah dan katakaan maaf ke entertaiment kami atas kritikkan kurang bermutu mu itu yang membuat komposer kami sakit hati sialan"ucap miku panjang dengan satu tarikan nafas. Ia risih ditatap oleh kaito dengan tatapan aneh, pria itu membuka pintu studio tersebut Miku pun mengikutinya.

"Hmn"jawab kaito dengan gumahan tidak jelas. Kaito menghempas pantatnya disalah satu sofa empuk yang tersedia diruangan tersebut. Lalu ia meraih sebuah gitar yang tepat disebelahnya.

"jadi kau akan pergi jika aku minta maaf? Tidak ada lain"tanya Kaito ragu sambil metik satu senar gitar yang ia tempatkan di pangkuannya.

"syarat yang lain kau harus menghilang dari 'daerah'ku"ujar Miku tenang yang bersender di dinding sambil mendekap tangannya ia tidak menrilik sekalipun lelaki didepannya walau kenyataannya Miku merasa bagaimana mengatakannya ya? Tertarik atau terpesona dengan lelaki tersebut namun Miku menempis kuat kenyataan tersebut karena ia merasa itu memalukan.

Ayolah belum beberapa jam Miku disini telah merasakan ingin keluar dari tempat ini yang Miku cap kubangan iblis tentu saja termasuk pemuda didepannya ini.

"permisi,Kaito-sama ada beberapa Artist menunggu untuk meminta beberapa saran"ujar sesorang wanita dengan sopan masuk menghampiri ruangan yang Miku dan Kaito tempati dengan memakai pakaian formal dengan kemeja putih tentunya dan rok diatas lutut dengan kedua kaki dilapisi kaus kaki dan platform yang melapisi kaki jenjangnya.

Entah mengapa wanita itu terlihat seperti model dengan tubuh yang pas dan jangan lupakan bagian tubuhnya yang lain yang terlihat sangat sangat cantik entah mengapa Miku merasa tersaingin atau cemburu-kalau satu ini Miku sangat menepis opsi ini-

"baik sayang i'm coming and Nyonya Bitch Hatsune aku pergi dulu lain kali aja kita bahasnya"ujar Kaito enteng dengan senyuman menurut Miku menghinanya itu sangat memuakkan dimata miku ditambah geraknya yang juga sama mejijikkan dengan senyumnya.

~o~

Bruk

Setibanya Miku dirumahnya bisa disebut masion keluarga Hatsune ia menghempas dirinya diatas ranjang yang empuk. Kepalanya masih pusing memikirkan si shion brengsek kaito yang beberapa menit lalu ia bertemu.

Drrt drrt

Smartphone miku bergetar menandakan ada pesan baru, dengan gerak malas miku meraih tas tangannya yang ia letak tadi dinakas sebelah tempat tidurnya.

From : IA

To : Miku

Hei miku aku dengar otousan mu menyuruh seorang utusan manager pelatih mu karena Rin sedang sakit apa kau sudah tahu kabar ini Mi?

'Hah? Seseorang' batin miku terkejut dengan lincah tangannya memencet layar keyboard tersebut.

From : Miku

To : IA

Dimana lu tahu bahwa Otousanku menganti Rin dengan orang lain?

Send

Miku mengerutkan wajah nya ia sedang menerka nerka siapa yang akan mengganti Rin ? menurut Miku, Rin berkerja cukup baik malah lebih baik karena alasan apa ayah Miku mengganti Rin dengan orang lain? Dan kenapa tidak minta persetujuan Miku terlebih dahulu/

Tiba tiba smartphone Miku bergetar menandakan balasan IA

From : IA

To : Miku

Kudengar seseorang lelaki yang aku tidak tahu tampangnya menurutku di ekhm seksi dan tampan ^/^ kau sangat beruntung sekali Miku-chan aku sampai iri ~(-.-)~ you know .. oh ya aku harus pergi dulu karena oukasan ku sedang ceramah akbar kalau aku tidak turun sekarang juga jadi,see you later

Miku semakin besar tanda tanya di kepala miku. Siapa kira kira lelaki yang dikatakan sahabatnya itu sehingga temannya juga mengakuinya karena IA sangat jarang mengakui seorang pria tampan apalagi seksi pasti lelaki itu sangat sempurna.

Miku pun mencoba membayangkan lelaki berbadan sixpack layaknya seorang pangeran berkuda putih berjubah biru menjeputnya entah kenapa terlintas bayang kaito dengan tidak elitnya.

'Kok aku membayangi sibrengsek itu ya?'sesalnya dalam hati karena masih kesal terhadap pemuda berambut dark blue tersebut. Ia berguling guling gak jelas diatas ranjangnya yang empuk sehingga sepray diatas ranjang tidak berbentuk lagi sakin ia gelisah dan penasaran.

Tok Tok

"Oujo-sama, oujo sama, anda dipanggil tuan sama"panggil seseorang maid diluar kamar.

"Ha'i"dengan malas ia beranjak dari tempat tidurnya sambil memasang sendal rumah sembarangan. Ia pun membuka korse pintu dan terlihat maid yang memaggilnya tadi sedang membungkuk hormat keMiku.

"dimana Otousan?"tanya Miku sambil mengucek matanya agar fokus dengan penglihatannya.

"Tuan-sama sedang menunggu oujo-sama diruang keluarga bersama nyonya"jelas Maid tersebut.

"oh"sahut Miku pendek berjalan meninggalkan maid tersebut.

Memang ada apa sehingga outosannya yang sangat super duper sibuk itu bisa ada dijam jam segini biasanya outosannya akan pulang sekitar lima sampai tujuh bulan sekali hanya untuk menjenguk dan memastikan keadaan Miku. Miku sebenarnya tidak peduli orang tuanya nak pulang atau tidak pulang lagi ia sudah lelah menunggu outosan maupun oukasannya pulang dan menarik Miku kedalam dekapan hangar seperti keluarga yang lainnya tetapi kini Miku dikasih sayang dengan uang yang dikumpulkan dibank bank bahkan tidak terhitung jumlahnya.

Tanpa Miku sudah berada didepan pintu ruangan keluarga. Ia pun menghela nafas sebentar lalu memutar kenop pintu yang terukir indah dengan gaya khas eropa tersebut. Setelah Miku masuk ia memerhatikan dua orang tua yang sudah berkeriput yang orang tua yang wanita masih tampil elegan ia dikenal dan sebelahnya sedang membaca koran karena ia menyadari kedatangan Miku ia pun menghentikan kegiatannya dan menatap miku

"Miku kemarilah"titahnya tanpa basa basi sedikit pun. Miku pun menurutinya dengan menudukkan dirinya disalah satu sofa yang tak jauh dari mereka.

"ada apa outosan?"tanya Miku langsung keinti tanpa basa basi sedikit pun ke orang tuanya yang lah lama tidak menginjakkan kaki di tokyo ini seakan ini bukan rumah mereka.

"salah satu sekretarisku mengatakan album mu itu tidak bagus dan tidak enak didengar karena kelalaian rin ayah megantinya dan mengganti dengan manager yang baru yang lebih propesional dari pada Rin yang masih bau kencur tersebut ia kini sedang terkenal dikalangan para artist"jelas Mr Hatsune dengan satu tarikkan nafas lalu ia menghembuskan asap rokok keudara.

"aku tidak setuju outosan,Rin sudah bagus aku tidak mau yang lain"tolak Miku mentah mentah.

"keputusan Outosan sudah bulat dan kau harus mengikutinya atau tidak kau keluar dari keluarga Hatsune,Miku"ujar ayahnya tak terbantahkan sedikit pun bahkan Miku tak berkutik lagi.

"tuan ada seorang pemuda menunggu mu diluar katanya ia manager baru anak anda"ujar seorang butler membuka pintu diikuti seorang pemuda dibelakangnya.

"hm,persilahkan ia masuk"

"baik"lalu butler tersebut mempersilahkan seseorang itu masuk. Miku dengan malas ia menoleh kesosok tersebut dan deg

"KAU"tunjuknya dengan mata membola