Title : Focus On Me

Author : Nana Luna or Diana032

Cast : Miku Hatsune

Kaito Shion

Warning (s) :OOC, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le

Rated : T

Pair(s): this is MiKai

Leght : sepanjang jalan kenangan :3

D isclaimer : All Characters belong to god, their parents and anime agency :v . But this fanfic belong to me and Beruang nee-chan

:v Happy Reading :v

Miku menghembus nafas kasar, ia pun menjatuhkan dirinya diatas lantai. Rasa aneh dingin menyapa kulitnya saat lantai bersentuhan dengan kulit Miku membuat rasa menyenangkan, apalagi, ia sudah membakar seluruh energinya hanya menyanyi, dan beberapa gerakkan untuk ia tunjukkan ke Kaito.

"Miku"panggil seseorang

"hn"sahut Miku masih mengatur nafasnya. Kaito masuk keruangan tersebut. Lalu ia berjongkok melihat wajah Miku terlihat manis. Kaito pun mendekatkan wajahnya kewajah Miku. Miku yang mengaturkan nafas pun terbelalakan matanya tapi tangan kaito bertengger dipucuk kepalanya. Kaito mendekat wajah ke telinga Miku.

Miku yang terbaring dibawah tiba tiba merasa ada sesuatu yang membuat darahnya berdesir, jantung berpacu begitu kencang ditambah aroma maskulin Kaito yang brengseknya membuat miku mabuk akan aroma tersebut.

"Miku.."panggilnya dengan lembut lengkap suara berat nan sexynya membuat muka Miku tambah merona parah.

"menyerahlah"lanjutnya membuat kepala Miku berdenyut. Dengan cepat ia bangkit lalu mendorongkan kasar tubuh kaito. Kaito kembali berjongkok dengan Miku yang duduk didepannya.

"menyerahlah manis"ulangnya lagi sambil mengedipkan matanya. "maka kau akan berhenti menjadi artis"

"maksudnya?"tanya Miku bingung dan menatap Kaito tajam.

"kau tahu tentang tantangan yang kubuat beberapa hari lalukan?"tanya dengan nada jahil dan seringai yang terpatri diwajah tampannya membuat Miku mengalihkan pandangannya agar rona merah diwajah tak kelihatan.

"aku membuat kesepakatan dengan Mr Hatsune"lanjut berdiri sambil mendekat kearah kaca. Kaca itu biasanya digunakan miku untuk melatih dirinya dalam masalah dance. Miku menatap tajam kepantulan cermin. Kaito terkekeh pelan melihat raut muka Miku yang tak senang.

"kau tahu kita sama sama keras kepala, tapi disini kau lah yang lebih keras kepala"jelas diselingi kekehan ringan yang membuat Miku jijik.

"langsung saja keinti pembahasannya tuan shion, aku benci dengan tampangmu"tukas Miku.

"aku setuju ketika mr hatsune berkata bahwa jika kau gagal kau akan segera dinikahkan" jedahnya sambil berbalikkan badannya.

"APA?"tanya Miku membulatkan matanya semakin terkejutnya, kaito kembali terkekeh ringan. "itu tak mungkin tuan Shion" remehnya.

"kau perlu bukti? Silahkan bertanya dengan Mr Hatsune"tantangnya. Dengan cepat Miku bergegas berdiri merongoh tasnya.

Miku pun mendekatkan smartphonenya ketelinga lalu melirik kaito sembentar

"moshi moshi, otousan"

"ada apa sayang?"tanya ayahnya

"apakah kau membuat perjanjian dengan anak sialan ini"

"siapa kau maksud mi-chan?"tanya ayahnya bingung

"Shion Kaito"ujarnya dengan berat hati. Kaito melihat ekpresi miku yang kesel mediktekan namanya langsung menahan tawanya.

"iya"jawab ayah tanpa ragu.

Miku pun membulatkan matanya menatap Kaito, kaito hanya menaik turunkan alisnya.

"dan otousan setuju dengan usulan kaa-sanmu yang akan segera menikahkan mu jika kau gagal" lanjutnya. Dengan raut masih shock miku memutuskan sambungan teleponnya.

"tampaknya ini sudah jelas, jadi nona Hatsune bye bye"senyumnya licik.

Hening diruang itu setelah kaito meninggalkan Miku yang masih shock.

"TIDAAAAAAK"pekiknya kemenit selanjutnya.

"huhuhu IA help me out from Mynightmare huhu" tangis Miku sambil berguling guling diatas kasur IA yang menjadi kusut ulah Miku. IA yang melihat sikap abnormal teman karibnya pun membuang nafasnya kasar.

"makanya kau harus giat latihan, Mi-can"nasehat IA.

"tapi jika ku gagal aku akan dinikah dengan seseorang yang tak kukenal, dan kalau ku berhasil aku dididik ama Shion-brengsek-Kaito"keluhnya. "tapi minggu lalu kau bilang kau menang?"tanya IA bingung sambil duduk diranjang. "aku tidak memikirkan secara matang maksud sibrengsek itu."lirihnya

"itulah sifat ambisimu terlalu tinggi sampai lupa tujuan yang sebenarnya yang kau inginkan"

" dia hanya mengapus komentarnya di YT dan meminta maaf namun itu tidak menghentikan ia menjadi manejerku"ujarnya dengan muka cemberut. "bagaimana kita ke Pub nico nico malam ini"tawar ia dengan Wink manisnya. "baiklah, mungkin kepala bisa ringan sedikit jika disana" terimanya. Lalu mereka mengambil coat dan kunci mobil.

Tok tok tok

"nona Miku"panggil butler membuat mata miku terbuka secara terpaksa. Dengan rambut kusut kusut bahkan ilernya masih ada ia melangkahkan kakinya kepintu.

"ha'i?"ujar sambil membuka pintu. Oh ternyata Len.

Len yang terkejut segera menarik miku masuk kedalam kamarnya lalu ke kamar mandi. Dengan telanten jari lentiknya menyuci wajah Miku dengan lembut dan kasih sayang. Miku yang sadar 100% persen pun menatap Len.

"ada apa?"tanya

"nyonya besar ingin nona mengikutinya"ujarnya dengan sopan sambil mengucapka beberapa deret kata dengan formal.

"untuk?"tanya Miku lagi.

"hamba kurang tahu secara detailnya tetapi nona harus turun sekarang" dengan nafas berat Miku menganggukkan kepalanya.

"mama"panggilnya memasukki ruang santai dengan penampilan lebih rapi dan manis saat ia bangun tidur tadi.

"mama ingin mengajak anak mama kebutik"ujarnya tersenyum anggun. Kepala miku pun merasa ada yang aneh. Tumben seorang mamanya yang jadwalnya sangat padat menyempatkan diri mengajak anaknya kebutik.

"jangan bingung. Mama hanya ingin membantu memilihkan gaun pengantin yang cantik dan manis" jelasnya sambil meminum teh.

"uhuk" entah kenapa Miku tersendak ludahnya sendiri.

'kenapa aku jadi begini ya tuhan'ringisnya dalam hati.

"tapi kan ma, itu akan terjadi jika Mi-can tidak berhasil"elaknya berusaha membela dirinya.

"jika tak berhasil besok kita buat pesta. Ah~ rasanya mama pingin mengundang semua teman teman mama"ujar Mrs Hatsune berbunga bunga. Miku pun menekukkan mukanya asam lalu berjalan meninggalkan ruang santai setelah ia mengatakan;

"maaf ya ma, Aku pasti menang"

.

'ya benar saja'keluhnya. 'bagaiman laki laki jelek, iiih~' batinnya jijik membayangkan dirinya mendapat cowo tak sesuai keinginannya. 'coba saja cowo itu kaito eh apa yang kupikirkan' runtuknya memegang kepalanya. 'ini semua salah sibrengsek itu, huh awas saja cowo sialan'

.

TBC

Yeay fast update :'3 ini udah author usahakan Aria-can, maaf ya ffnya pendek plus mengecewakan :'vdan kak fuyu-can sebenarnya nana lagi diteror ff Focus On Me ini sampai dimimpi kan nana tatut :v helep me T.T

Oky, see you next chapter ^.^)/