Title : Focus On Me 5
Author : Nana Luna or Diana032
Cast : Miku Hatsune
Kaito Shion
Other cast : Luka Megurine
Warning (s) :OOC, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le
Rated : T
Pair(s): this is MiKai
Leght : sepanjang jalan lintas
D isclaimer : All Characters belong to god, their parents and anime agency :v . But this fanfic belong to me and Beruang nee-chan
.
.
Happy reading
.
Just enjoy oky ;)
.
Miku dan kaito menghadap satu sama lain, kedua manik matanya saling menatap tajam. Mereka tak mau mengalah sedikitpun, padahal ini adalah sesi latihan pertama tetapi kedua belah pihak sudah panas.
Luka hanya berdiam melihat manager dan Miku saling bertatapan itu.
"sudahlah kalian berdua, berhenti bersikap seperti itu"relai Luka sambil menarik jaket putih Kaito. Kaito pun menoleh, "baiklah"ujarnya lembut yang membuat miku ingin sekali mencekik leher Kaito.
"rin-can kau bisa memulainya"pinta miku ke rin yang mulai menghidupkan intrumental lagu yang akan mereka tampilkan.
tsumetai heya o yureugoku kanjou
surudoku eguru nureta hokosaki
hanabi no you ni moeagaru shunkan
tagai o kogashi yakeato o nameau
yasashiku
.
Mereka pun menyanyikan part itu dengan serempak, mereka memanglah profesional tak halnya jika mereka bisa langsung menyusaikan.
.
kono mama de ii to omotte'ta
nigedashita yoru no naka de
amaoto ga mado o uchinarasu
koukai ni sainamareta
.
Kaito pun menyanyikan partnya dengan tenang, sedangkan luka dan Miku diam. Sedangkan rin tercengang dengan kekompakkan mereka, tapi disini belum ada tantangan lagu jadi rin menjadi was was.
.
watashi dake o mite ...
.
Namun, Miku berhenti sejenak melupakan lirik lagu yang akan dinyanyikannya. Rin pun memencet tombol pause. Kaito pun menatap miku dengan muka meremehkan.
"sudah kukata, kau tidaklah cocok menjadi artis lebih baik kau berhenti dan berlajar menjadi ibu rumah tangga yang baik"ujarnya dengan nada yang sangat kental menyindir Miku. Miku pun menatap kaito sangar.
"aku tak akan menyerah"ujar dengan binar bersemangat, entah mengapa kaito tertegun dengan semangat Miku.
"karena aku tak mau menikah"lanjutnya. Membuat Kaito harus berpoker face dan menatap datar miku.
"lalu mati"lanjut kaito sangat datar. "ya sudah itu aku mati"kata miku membenarkan kata kata Kaito sambil mengangguk sok paham, namun, beberapa menit matanya melotot kearah Kaito "tidak lah!"serunya yang baru menyadari kata kata kaito.
Luka dan rin tergelak melihat tingkah miku yang sangat imut. Rin menatap miku dengan penuh arti 'dia mulai berubah'batinnya.
"baiklah bagaimana kita berlatih lagi?"ajak Luka mendekati Miku dan Kaito.
Setelah lima jam berlalu, kini mereka sedang mengistirahatkan diri dan mengisi tenaga.
"kurasa kau mulai kompak, Miku-san"puji Luka ke Miku yang duduk disampingnya. "arigatto" balas miku tersenyum.
"apanya yang kompak. Dia saja bernyanyi cepat dan tak mengikuti mu"tolak kaito sambil mejentik kening Miku. "sialan"umpat Miku sambil mengelus keningnya yang diberi tanda dengan Kaito.
"ohya Luka ? bagaimana kita makan malam serempak di kafe fav kita? Kau tak punya kegiatankan setelalh ini?"tanya kaito bertubi tubi, kearah Luka. Luka pun mengangguk sejenak disambut senyum simple dengan kaito –tidak lebar dan tidak kecil-
Entah mengapa miku merasakan gejolak aneh, bukan terasa kupu berterbangan diperutnya melainkan rasa sakit didalam hatinya. Padahal ia sudah mengunci bagian terlemah dirinya dalam dalam tetapi kenapa percakapa Luka dan Kaito membuatnya 'cemburu'?
"ohya miku-san aku dan kaito pergi dulu"pamit Luka yang telah berdiri disebalah kaito. Kaito dan luka pun keluar dari ruangan dengan beriringan.
"Mi-can"panggil Rin namun diabaikan begitu saja dengan Miku.
.
Kini miku berada di rumahnya, ia sudah membersihkan diri sambil memberishkan perasaan aneh itu dikamar mandi tetapi masih juga terpikiran sampai sekarang.
'hah~' helanya yang keberapa kali setelah ia dan kaito berpisah diruangan latihan.
'siapa kaito? Kenapa berani beraninya membuat hatiku menjadi kacau balau? Dan menghantuiku?' tanya sambil menatap langit langit kamarnya yang sebenarnya tidak ada apa apa diatas sana.
"Miku-dono?"panggil Len sambil mengetuk pintu kamar Miku, "buka saja len, tak dikunci kok"sahutnya malas beranjak dari ranjang mewahnya.
"anda baik baik saja?"tanya lembut dan sopan. Tersirat kecemasan tercampur takut di intonasi suara yang terlafalkan disetiap digit kata nan pendek yang melantun indah dari bibir tipis Len.
"tidak apa" Len mendekat untuk memastikan sendiri nona mudanya baik baik saja atau tidak. "kenapa nona tak makan malam? Nanti nona Miku bisa sakit"tutur Len. Len memang ditugaskan mengawasi, menjaga, membantu, dan merawat miku 24 jam non stop, len tidak pernah mengeluh akan itu.
"tidak ada"sahut miku tetap singkat seolah ia mengatakan jangan menganggu.
"maaf ya nona jika saya menganggu jadi saya permisi dulu"pamit Len sambil menundukkan kepalanya hormat.
"hn"sahutnya.
Ciklek
Pintu ditutup tapi hati miku tetap tak menentu. Miku menatap jalan didepannya jadi tidak fokus.
~,~
"Miku, oha"sapa Rin didepan rumah Miku. Sebenarnya miku meminta rin mengawaninya latihan lagi dengan si brengsek kaito dan luka.
"ohayo"balas miku berusaha tersenyum. "anu miku tidak usah tersenyum deh"pinta Rin melihat senyum horror miku. "baiklah ayo"ajaknya sambil menyeret lengan miku kearah mobil Miku.
'-'
Latihan kali ini miku tetap gagal mengserempakkan nyanyi denga Kaito, entah mengapa setiap ia menyanyi part dirinya dan kaito. Miku terhipnotis hingga kelabahan beberapa kata, bahkan yang kedua juga saat mereka berdua beradu pandang miku menjadi salting sendiri dan kelewatan bagiannya.
"sudah berapa kali kukatakan Miku jangan kelamaan"dengus Kaito sambil memijit keningnya sedikit pening melihat Miku. "aku tahu"sahut Miku.
"lalu kenapa?"tanya Kaito putus asa
"karena kau jelek"ungkapnya tanpa rasa bersalah. Luka dan rin tanpa terkecuali Kaito tersedak dengan ludah masing masing mendengar penuturan polos Miku.
Kaito yang mendengar itu pun shock.
"baiklah ayo kita latihan lagi"ujar Rin membuat kaito kembali fokus. Hingga bagian kaito feat Miku pun tiba dengan penuh hati hati Miku dan kaito bernyanyi berdua.
yami ga fukamari hanatareru yokubou
ima kono basho de kotaete hoshii
dareka no kage ga miekakure shite iru
obieru you ni sono mune ni karada o uzumete
.
Rin tersenyum puas ahkirnya miku dapat menguasainya. Tetapi luka tidak mengapresiasikan begitu, mukanya terlihat tak senang syarat akan sesuatu tanpa sepengetahuan Miku. Kaito dan Luka bertemu pandang. Luka mengirimkan bahasa isyarat ke Kaito akan sesuatu.
"tampaknya latihan kita sampai disini dulu"ujar Kaito singkat lalu berjalan tanpa melihat ekpresi Miku yang terkejut.
'hei kenapa ia pergi? Padahal mereka berhasil bukan?'
Setelah itu Luka mengikuti Kaito keluar.
Rin segera menghampiri miku sambil membawa handuk dan air mineral.
"daijoubu Mi-can?"tanya pelan sambil menghapus bulir keringat Miku. Miku mendongak lalu menampilkan senyuman manisnya.
"daijobu rin"ungkapnya. Ia pun bangkit dari duduknya dan tegak disamping Rin. "rin maukah kau mengawaniku menghajar ice cream?"tanya ke Rin tanpa menoleh ke Rin. Rin tersenyum lembut.
"tapi kau yang tetraktir ya Mi-can"ujarnya dengan nada usil
"memang kau ingin mengambisi beberapa mangkuk ice cream, huh?"tanya Miku. Mereka beringin berjalan keluar.
"kurasa sampai perutku penuh"jelas Rin sampai menepuk perutnya. "oky"
.
ToBe Continue
A/Nana : yeay nana kambek seperti biasa mengecewakan :v
To my lovely sweety buuny cookie kakak tercinta sejagat raya minus bumi kak Fuyu-can nyaw nyaw raw raw moo/?: Aku udah kambek QaQa dengan ff seperti biasa mengecewakan plus banyak typo :v jan todong nana dong. entar nana mati siapa yang lanjuti coba? Enggak ada yuuma, gumiya, gumo, kiyoteru, de le le. kalaupun ada cuman pemain numpang lewat doang :3 *didorong kejurang* lalu semangat ya Latihannya :*
Well, see you reader nyaw~
