Nana : oky seperti biasa ^.^
.
Present
.
Title : Focus On Me 6
Author : Nana Luna or Diana032
Cast : Miku Hatsune
Kaito Shion
Other cast : Luka MeguRine
Warning (s) :OOC, typos bertebar ria, Gaje, abal de le le
Rated : T
Pair(s): this is MiKai
Leght : sepanjang jalan lintas kereta api
D isclaimer : All Characters belong to god, their parents and anime agency :v . But this fanfic belong to me and Beruang nee-chan
.
.
Happy reading
.
Just enjoy okay ;)
.
Setelah beberapa hari latihan, mereka bertiga berhasil dan lancar dalam bagian mereka –Miku, Kaito dan Luka-. Mereka latihan sangat bagus, Rin saja diam diam mengangumi kekompakkan mereka.
kini mereka sudah memasukki minggu ketiga dan 6 hari lagi adalah jadwal Miku come back untuk perayaan ahkir tahun 2015, tambah lagi banyak yang harus dilakukan.
Miku mengikat rambutnya bergaya pony tail, dengan baju kaos oblong berwarna putih cream dan celana trainning. Ia sudah sampai duluan ditempat latihan, tiba tiba smartphone di saku celana bergetar menandakan ada pesan masuk.
Miku mengechek smartphonenya, ada email dari Rin. " 'Mi-can maaf aku tak bisa datang' " bacanya setelah itu mengembus nafas kasar lalu melihat sekitar. Sepi itu yang mengisi ruangan latihan itu. Miku yang tidak tahu apa yang harus ia kerjakan langsung merongoh smartphone. memilih memainkan game di smartphonenya sampai menunggu Kaito dan Luka datang.
"apa yang kau lakukan?"tanya Kaito tepat ditelinga Miku, membuat Miku terlonjak kaget. Hampir saja smartphonenya jatuh kalau saja Tangannya tak sigap menangkapnya. Sensasi aroma maskulin menyapa di indra penciuman Miku membuat Miku hampir mabuk ditambah Miku dan Kaito dengan minim jarak membuat Jantung berpacu cepar. Perlahan rona merah muda bersemu di pipi chubbynya.
"menjaulah dariku"desis Miku, membuat Kaito memberi jarak antara Kaito dengan Miku. Miku mencoba menetralkan detak jantungnya yang melaju kencang. Kaito tersenyum dibelakang Miku, senyum tanpa paksaan dan tampan membuat wajah terlihat tampan untung saja Miku tak melirik kebelakang.
Miku tak sadar diRinya sudah terjatuh kedalam friksi cinta, dan itu tidak akan ditepis kuat Miku.
"Luka tak akan datang. ia sakit"ujar singkat berjalan ke arah DVD. "oh" balas Miku tak kalah singkat ,Miku mengikuti Kaito. Tak tahu kah Kaito ? Miku tersenyum dalam diam, manis dan menunjukkan kecantikkannya. Matanya setia melihat gerak gerik Kaito, entah mengapa dimatanya Kaito terlihat begitu bercahaya. Tanpa Miku sadari ia mengharapkan lebih. Lebih didalam arti yang berbeda.
.
Setelah beberapa Jam latihan, Miku oleng karena tenaga tubuhnya banyak terkikis dengan mengeluarkan suara nan merdu itu. Ia tiba tiba tak sengaja menyenggol pundak Kaito yang berada di dekatnya, dengan sigap Kaito menangkap tubuh Miku. Ia meletakkan kedua tangannya disisi pinggang ramping Miku. Miku meRingis sedikit, lalu saat merasa bisa menahan rasa sakitnya, ia mengangkat wajahnya. Kedua manik itu ketemu, saling menyelami satu sama lain namun berahkir saat hitungan detik berikutnya.
Blush
Tiba tiba rona merah mewarnai mukanya. Posisinya mereka tadi dimana Miku mengalungkan tangannya dileher Kaito, sedangkan Kaito memegang kedua sisi pinggangnya yang ramping.
"T-Terima Kasih"ujar Miku menunduk malu, dengan pelan Kaito mendudukkan Miku. Ia menatap Miku sedikit khawatir "kau tidak apa?"tanya sambil menatap lembut manik Miku. "tak apa, hanya saja-"
Kruuuuk
Omongannya terputus akibat suara gaje terdengar dari perutnya,sontak wajah Miku merona merah padam ralat malu dengan Kaito terkejut. Beberapa menit kemudian Kaito terkekeh kecil dan Ringan.
"kau ingin mati?"tanyanya membuat Kaito menutup mulutnya rapat rapat untuk menahan tawanya lagi kala melihat wajah Miku mengembung dan melotot marah. Itu sangat menyenangkan.
"ayo kita membeli sesuatu yang dapat dimakan"ajaknya sambil menyodorkan tangannya, dengan lembut Miku menerimanya. Mereka keluar dengan bergandengan tangan. Miku diam diam menyukai perlakuan Kaito dari dalam tadi, entah mengapa terasa berbeda. Apa karena ia merasa dengan cintakah?
.
"pelan pelan Miku, lihat tuh berlepotan. Anak kecil saja tak separah itu"Sindir Kaito kalem, melihat Miku menyuap ice cream asal asalan. Kaito heran, apakah orang sekaya Miku tak makan ?
Slep
Seketika Miku berhenti membeku, saat kejadian sangat tiba tiba dan singkat. Ia memegang pipi kiRinya yang dijilat Kaito. "cuman ice cream Miku"ujarnya santai. Tidak tahukah Kaito, Miku semakin terjatuh kedalam cinta. Miku mengalihkan wajahnya agar Kaito tak melihat muka meronanya, uh pasti memalukan.
Miku telah menyadari dia telah terjatuh dalam pesona Kaito. Ia sudah meyakinkan diRinya, bahwa ia mulai mencintai Kaito dengan segala tindak tanduknya yang membuat kesal dan jengkel, namun tak terduga seperti sekarang. Sekarang, Miku menyuap ice crea itu pelan pelan.
"tunggu sebentar, biar aku yang membayar semua ini"ucap Kaito lalu pergi ke kasir yang tak jauh dari meja mereka berada.
'tenangkan dirimu Miku'batinnya. Bayang Kaito tadi menghantuinya, membuat pipi merona kembali padahal beberapa menit yang lalu ia bisa menetralkannya. Dengan pelan ia meletakkan sendok ice cream.
"Miku"panggil Kaito membuyarkan lamunan Miku, Miku menoleh lalu mengangguk Ringan. Kaito mengajaknya pulang
.
Setelah itu, Miku menjadi canggung sendiri berdekatan dengan bahkan diam saat Kaito mengantarnya sampai di mashion keluarga Hatsune. Tanpa Miku sadari, ia tersenyum bahagia. Para pelayan kaget perubahan nona mudanya yang tiba tiba. "aku senang Miku, kau sudah berubah"ujar Len tersenyum bangga, sebagai butler terpecaya keluarga Hatsune.
.
Besoknya Miku mejadi salah tingkah ketika bertemu dengan Kaito, hingga ia dan Kaito hampir saat berciuman, karena kaki Miku tersandung sesuatu dan Kaito yang menangkapnya.
"ehkm" tegur seseorang membuat mereka –read : Kaito dan Miku- sontak menoleh kesumber suara, Luka berdiri tak jauh dari sana. Luka menatap mereka gantian. Dengan cepat Kaito menjauhkan diri dari Miku, "apa kau melanggar peraturannya, Kaito-Kun"ujar luka Dingin menatap obsidian Kaito tajam. Membuat Kaito meneguk ludah kasar, Miku bingung yang dimaksu mereka apa
"tidak Mungkin, Luka-can"elak Kaito. Kaito berjalan mendekat ke luka sedang Miku melihat mereka dalam diam. Mereka pun berjalan berdua kesudut ruang menjaga jarak dengan Miku.
'kenapa kau begitu jauh sehingga sulit ku gapai?'tanya Miku dalam hati. Miku segera menegakkan diRinya.
Brak
"minna,maaf aku terlambat. Tadi aku ada urusan sebentar"ujar Rin sambil mengatur nafasnya. "daijoubu, sa hajimari o"ujar Luka sambil tersenyum, sedangkan Rin masih mengumamkan maaf berkali kali seraya menundukkan badannya.
"baiklah ayo kita latihan!"
"HA'I"teriak mereka serempak.
~0~
Beberapa hari telah berlalu kini mereka bertiga sedang bersiap siap diruang rias.
"Miku-san, kau awali pembukaan acaranya ya"ujar seorang pengurus panggung. "ha'i"
"tolong ya"
.
Telihat para penonton memanggil nama Miku dengan semangat sambil menatap Miku yang melantunkan lagu elektrik Angel
"...
ANATA to irareru soredake de
WATASHI no sekai, hirogaru no
Maru de tenshi no hane mitai ni
WATASHI no KOKORO, habataku no?"
Miku bernyanyi dengan serius dan tenang terlihat sangat anggun dan mempesona.
Dia tak ingin dia dan Kaito berahkir, tidak. sampai ia mengatakan keinginannya.
.
Luka yang melihat di backstage pun menukik alisnya. Dengan cepat ia pergi ke tempat ruang istirahat Miku. Diam diam ia memerhatikan untuk memastikan ruangan itu kosong. Dengan lihai ia masuk dan mencari minuman yang disediakan perusahaan untuk Miku.
Ia tersenyum penuh makna saat ia memasukkan bubuk putih kedalam minuman itu.
'semoga kau menikmatinya, Mi-can'batinnya.
Kemudian, ia mengunci dan membersihkan kerjanya lalu berjalan keluar seperti tak terjadi apa apa.
.
Miku berjalan letih ketempat istirahatnya di back stage, untung saja IA datang tepat waktu mengisi acara. Dengan malas ia masuk dan meminum air minum itu.
'hah~ setelah ini aku dengan Kaito dan Luka, gambatte'batinnya menyemangati diRinya.
Ceklek.
"Miku-can siap siap ya, selamat berjuang"ujar Rin tiba tiba memasukki ruangannya. Miku tersenyum lembut. "ha'i"
.
Setelah beberapa menit ahkir IA selesai menyanyikan lagu Lost Memory-nya, kini giliran Miku, Luka, dan Kaito untuk tampil sebagai acara inti dan bagi Miku penentuan.
Saat Miku berada diback stage tadi, tenggorokannya terasa sakit yang sangat hebat membuatnya meRingis pelan. sedang Luka tersenyum penuh makna di belakang Miku.
"baiklah nyan, kita sudah memasukki acara puncak dimana Luka-san.."ujar Mc itu menjeda.
"hai minna"sapanya Luka menaikki panggung.
"..Kaito, dan.."Mc menjeda lagi. Lalu Kaito masuk kepanggung dengan gaya cool.
"Miku"ahkirnya diselingi Miku masuk dengan melambaikan tangan
.
tsumetai heya o yureugoku kanjou
surudoku eguru nureta hokosaki
hanabi no you ni moeagaru shunkan
tagai o kogashi yakeato o nameau
yasashiku
.
Dibagian ini tidak kesulitan, ia berpura pura menyanyi. Suaranya sebenarnya tidak keluar akibat tenggorokkannya sakit tadi. Ia menatap Kaito sendu, 'apakah ahkirnya aku tak bisa disisi Kaito ?' batinnya melihat Kaito bernyanyi.
amaoto ga mado o uchinarasu
koukai ni sainamareta
Miku tersenyum lirih, sedangkan fansnya mengira itu termasuk penjiwaan dilagu Acute ini. Tidak ada seorang yang tahu Miku tak benyanyi, kecuali Luka yang meliriknya dari sudut matannya saat bernyanyi.
watashi dake o mite hoshii nante
sunao ni ieru wake mo nai
yuganda ai no ketsumatsu ni wa
namun di part selanjutnya hanya Luka bernyanyi tanpa Miku membuat Miku semakin bersalah. Fans menatap ke arah Miku membuat Miku sedikit demi sedikit mundur.
Miku tak tahan lagi, semua ini diluar nalarnya. Kenapa apa ini ? kenapa Miku tak bisa bernyanyi.
Luka menatap Miku seperti reaksi para fans, walau hanya pura pura. Kaito juga sama reaksinya tak jauh berbeda. Luka tersenyum 'let's play'
Tanpa aba aba Miku pergi berlari turun dari panggung, ia tak tahan lagi.
Ia mengabaikan suara kecewa dari penonton dan Mc. Ia berlari kuat sambil menitikkan matanya dicela cela pelupuk indahnya, tak peduli sudah beberapa orang yang ia tabrak dan umpatan mereka. Hatinya mencelos sedih. Harapannya sudah berahkir.. sudah
Baru sekali Miku menikmati first love yang manis dan berahkir pahit.
Rin yang dilewati Miku menatap Miku sedih, "Mi-can"ujarnya sendu, ia tahu pasti terjadi sesuatu.
Brak
Dengan kencang ia membanting pintu tempat ia istirahat dengan keras.
Ia menangis.
Selama ini apa yang Miku mau akan selalu Miku dapat, tapi kini ia tak mendapatkannya.
Padahal ia hanya mengharap dekat dengan Kaito, sungguh. Ia menjambakki rambut toskanya yang terkucir rapi dan cantik menjadi kusut.
'hahaha, aku memang bodoh. Kenapa aku membuka hatiku kalau yang kudapatkan tak seberapa?'ujarnya tertawa lirih baru tahu berapa lemahnya diRinya. 'apa yang harus kulakukan?' tanya ia sudah terlanjur, air mata berpelahan bertambah banyak.
Ia tengelam friksi sendiri melantunkan nada sedih, ia ingin sekali egois hanya memiliki Kaito seorang diri. Tapi hati seorang tak bisa dipaksakan bukan ? pertanyaan itu bagai cambuk yang melukai hati Miku
.
Miku adalah sesosok yang lemah dibalik keangkuhannya dan keegoisannya. Ia menutup sisi lemahnya, dan memilih menjauh dari gelombang dan friksi cinta. Ia tak ingin mengenali dan mengerti, namun Kaito datang mengacau nalarnya.
Setiap jengkal sosok Kaito begitu memengaruhi nalar Miku. Miku tidak mengerti tapi hanya satu kata.
Kaito yang membuat mengenal dan paham dengan cinta dan saling membutuhkan.
'Kucinta kamu ya kuncinta kamu'
Hanya itu yang ingin Miku sampaikan tapi Kaito terlalu jauh.
Drrt drrrt
Smartphonenya bergetar memecahkan alunan menyedihkan yang ciptakan Miku, Miku mengacuhkan saja ia membuat benteng hatinya yang rapuh ini. 'jika ia kalah berarti, ia akan dinikahkan bukan ? dan pergi dari kehidupan Kaito bukan ?'.
Miku kini merasa kejadian replay dimana ia membutuhkan perhatian malah tak mendapatkannya, kenapa ia bisa jatuh cinta denga Kaito juga karena ia merasa bahwa Kaito dapat memberi kasih sayang.
Miku adalah anak gadis biasa yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Namun, orang tuanya tak memberi Miku dua hal tersebut, malah memanjakan Miku dengan mainan yang belimpah dan mahal.
Lama lama hati Miku jadi kaku akan cinta, hingga musik menenangkan hatinya. Itulah mengapa Miku juga tak ingin berhenti sebagai artis.
Miku menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya sambil memeluk kaki mungilnya, meluapkan semua emosi negatif itu.
Tok tok tok
Rin mengetuk pintu itu dengan sabar untuk kesekian kalinya,
"Mi-can, aku bukan ingin mengacau ketenanganmu tapi Mr Hatsune menelponku untuk menyuruhmu pulang"ujar Rin yang ia tahu pasti Miku tak akan membalasnya. "cinta tidak saling memiliki Miku-can"ujarnya Lirih. Ia tahu Miku beberapa hari ini melihat Kaito sambil merona samar.
.
Miku menatap depan kosong, semua selesai.
Ya cinta tak harus memiliki
Miku mengusap pipi chubbynya kasar, menghapus linangan air dipelupuk matanya.
Cinta ini hanya sebuah kesalahan, ya keselahan yang sangat besar.
.
Ceklek
.
Tak sampai kaki Rin melangkah menjauh, Miku membuka pintu membuat Rin sedikit terkejut. Rin berbalik badan menghadap Miku, memerhatikannya dengan tatapan sendu dan khawatir. Mata memerah sembab karena sang pemilik mencurahkan isi hatinya, rambut yang kusut dan make up yang hancur.
"Miku sebaiknya kau mencuci mukamu dulu, bye"ujar Rin sebentar lalu berlalu pergi menjauh dan hilang dipembelokkan.
Miku menatap depan kosong, lalu mengeleng singkat.
'aku adalah Miku Hatsune, cinta tak akan membuatku lemah'batinnya menyemangati diRinya sendiri, lalu memasang kacamata hitamnya menyamarkan mukanya yang akan terlihat acak acakan akibat menangis. Persetanan dengan ucapan Rin tadi
.
.
:v END :v
.
A/N : yeay selesai *kabur dari Beruang neecan ngamuk serta membawa golok denga Ocnya ya bejibun* Romiyah lanjutkan teksnya yaa~ *menghilang*
Romiyah : hai,hai Romiyah here! salam kenal reader ^.^) , Menurut wasiat author gaje ini yang akan disampaikan ialah sebagai berikut :
ini puncak konflik dan belum End *Reader : APA?!*
2. Reader boleh menebak sendiri endingnya dan kamu juga kak fuyu *Reader : kok, perasaan ku ngak enak ya?*
3. Terima kasih telah membacanya I lup yu :*
4. kenapa ini lama kak fuyu, karena nana harus memerhatikan pemilihan kata yag tepat T.T.
.
Pesan to fuyu nee-saan : enggak lah kak, disini aja Len jadi servant*dibunuh* mana mungkin jadi penyanyi aneh aneh aja dan stupid love itu kapan kapan aja ya ^^ nana lagi malas ngetik :v *digiRing OC Fuyu Neecan kekuburan*
.
TBC
And see You ^.^)/
.
