Together
Generation of Miracle; Kuroko Tetsuya; Kagami Taiga.
Disclaimer
Kuroko No Basuke belongs to Tadatoshi Fujimaki-sensei and story belongs to Kiriko Saki.
Genre
Humor and Friendship
Warns
OOC's, typo(s), absurd, amberegul, membingungkan, Shonen-ai, pair terselubung(?), etc
DLDR!
.
.
"Siapa mereka?"
Itu adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh Aomine pertama kali saat melihat bahwa yang masuk kelas untuk memulai pelajaran pertama bukanlah guru laki-laki botak yang kepalanya pernah dipegang oleh Kagami itu.
"Katanya mereka itu mahasiswa yang sedang mengadakan kunjungan ke Seirin." Celetuk Kuroko yang duduk disebelahnya.
Seperti biasa, Aomine bagaikan tersengat listrik–terkejut bukan main, perasaan yang duduk disebelahnya itu adalah si model kuning cerewetnya nggak main-main, bukan di manusia pengguna misdirection ini.
"Oi, teme! Jangan seenaknya muncul disebelahku."
Kuroko pura-pura tak mendengar ucapan kesal Aomine, ia lebih memilih memperhatikan dua mahasiswa/i yang sedang sibuk dengan lembaran-lembaran kertas entah apa itu.
Salah satu mahasiswi maju selangkah, "Ohayou, minna-saaannnn~" sapanya dengan semangat 45.
"Ohayou gozaimasu~" sapa balik sekelas, mereka mengucapkannya dengan nada malas, tak bersemangat.
"Perkenalkan nama saya, Kigari Mio dan dia adalah Tamaka Ryuu. Kita dari Universitas Waseda, mengambil jurusan kedokteran. Kita disini ingin meminta bantuan dari teman-teman sekalian untuk mengisi angket yang terlah kami persiapkan."
Mahasiswi yang diketahui bernama Mio tersebut sedikit mundur dan bergantian berbicara dengan mahasiswa bernama Ryuu.
"Kalian harus mengisi 3 pertanyaan yang tertera dalam angket tersebut dengan bolpen. Jangan lupa isi identitas, untuk bagian nama, kalian dapat mengisikan nama panggilan kalian, nama lengkap, nama hitz, inisial atau apapun itu." Jelas Ryuu.
Sekelas manggut-manggut ngerti.
Kedua mahasiswa/i mulai membagikan angket tersebut dengan senyum nista merekah dibibir mereka dan seisi kelas jadi curiga dengan pertanyaan angketnya.
"Muka mahasiswanya najis gitu ya.." bisik Kagami pada Aomine, dan lagi-lagi Aomine bagaikan tersengat listrik 1000 volt–lebih kaget dari pada yang tadi.
"Kampret, sejak kapan lu disebelah gua?!" Aomine kesalnya bukan main, baru pagi-pagi gini, jantungnya olah raga aja.
"Dari tadi sih," Kagami menatap Aomine dengan wajah innocent, "Kita berdua lagi latihan misdirection over-flow di kelas, keren, kan ya."
Semprul, keren dari mananya, yang ada gila iya.
Aomine sudah malas dengan Kagami, gara-gara kebanyakan bergaul sama si bayangan, Kagami jadi ketularan hawa tipisnya.
"Tolong diisi ya.." Mahasiswi tersebut meletakkan 2 lembar angket terakhir di meja Aomine-Kagami (ceritanya mereka duduk didepan pojok kiri.)
Sekelas mulai berkutat dengan angket masing-masing, Kagami mulai menghayati soal demi soal, Midorima mulai menuliskan identitas, Kise mulai membaca soalnya, Akashi mulai mengasah gunting, Murasakibara mulai menghayati tubuh si maiubou, Kuroko mulai mengantri membeli milkshake di pitsa hat sebelah Seirin –katanya, dia lagi bosen milkshake di Maji Burger– dan yang terakhir, Aomine sibuk ngerautin pensilnya.
"Maaf, dik. Bisa pakai bolpen saja?"
"Ga bisa, lagi tanggal tua, tinta bolpen tinggal dikit, belum kuat belinya, diawet-awetin buat ulangan."
Astaga, bolpen 1000 rupiah aja ga kuat beli, gimana kalau mau beli hatinya Kise–eh, keceplosan.
.
Pertanyaan pertama.
1. Apakah anda suka menonton anime?
Midorima dengan gamblang mengisi nomer satu. "Suka, tetapi bukan berarti aku mengikuti anime musim ya, aku hanya sekedar suka-nanodayo." Kalimat tsundere-nya juga tidak kelupaan untuk dicantumkan dalam kolom jawaban.
.
Akashi tak perlu berpikir panjang dalam menjawab nomer satu. "Suka." hanya satu kata, ia terlalu sibuk membersihkan gunting coretnerakacoret merahnya.
.
Murasakibara menuliskan jawabannya. "Suka sih, cuma aku lebih suka dengan maiubou rasa duren bakar."
Buset, kaga ada yang tanya lu suka apaan, titan!
.
Kise berpikir sebentar lalu menuliskan jawabannya. "Suka sih, cuma tidak terlalu mengikuti karena jadwal aku padet binjit, masa abis pulang sekolah ini aku ada jadwal pemotretan di taman kanak-kanak, lalu abis itu aku harus interview terus abis itu aku harus belajar fisika, ekonomi, inggris, dan masih banyak lagi jadwalku hari ini, sumpah mereka tu ga pernah ngertiin aku, sakit kokoro ini."
Jangan curhat, Kise. Jangan nangis buaya juga.
.
Aomine mikir…
Ia berpikir hampir setengah jam. "Mmm, apa yaa.." dia masih berpikir ganteng-item gitu, dan pada akhirnya di menit ke 31 lebih 3 detik, tiba-tiba ilham datang menghampiri otaknya yang suram tersebut.
Aomine menuliskan jawabannya, "Suka, apalagi anime berunsur anu-anu dan iket-iketan."
Hentai!
.
Kagami menjawab pertanyaan pertama dengan mudah dan normal seperti sang ketua geng–eh. "Suka."
Ia pikir angket ini berisi soal-soal tentang kedokteran-kedokteran yang ribet bingungin, ternyata bukan.
Ternyata ini angket isinya pertanyaan yang normal-normal saja.
.
2. Sebutkan anime yang menggunakan kata 'no' pada judulnya!
.
Setelah membaca pertanyaan tersebut, Akashi meraih minumnya dan meminumnya dengan kalem ganteng, lalu ia segera menuliskan jawabannya.
"Akashi no Basuke. Bosen kalau Kuroko no Basuke mulu, lagian dia cuma bisa misdirection, kalau aku kan bisa banyak, bisa emperor eye, bisa mainin gunting, bisa ankle break, bisa ganteng juga."
Sebenarnya, tersirat kecemburuan dalam jawaban milik Akashi ini, Akashi juga mau namanya digunakan untuk judul anime, tapi sayangnya...
Akashi ngenes.
.
Murasakibara membuka bungkus kripik kentang rasa duren panggang merek kitela–
Ini anak makan mulu, ga ada kenyang-kenyangnya.
Ia membaca setiap kata dalam pertanyaan nomer dua tersebut sembari mengunyah kripik kentang rasa duren panggangnya, lalu tiba-tiba sebuah ide terbesit dalam otaknya.
"Kitela no Duren. Murasakibara no Cemilan. Murasakibara no Atsushi."
Ini lebih ga jelas daripada jawaban Akashi.
Murasakibara juga mau namanya ter-notice untuk dijadikan judul anime.
.
Kise tanpa berpikir panjang lebar kali tinggi–salah, ia langsung menulis jawabannya.
"Kuroko no Basuke, Owari no Seraph. Zankyou no Terror, eh di anime ini ada Midorimacchi yang abis ketumpahan cat rambut warna item dan mendadak pinter ngerakit bom. Sejak anime Kurobasu tamat, dia pindah kerja disana, dia dimana-mana jadi tsundere ber-megane juga, tapi sayang diakhir cerita dia harus mati gara-gara kepinteran–mungkin, ujung-ujungnya dia pengangguran lagi. Dia beda sama aku, kalau aku sih ga pernah nganggur, jadwal selalu padet dan itu buat kokoro aku sakit karena ga ada yang ngertiin aku."
Kise panjang lebar menjawab pertanyaan nomer dua ini, padahal perintahnya cuma disuruh sebutin doang, masa dia sampe jelasin kesitu-situ, mana ada curhatan yang sama kaya nomer satu lagi.
Kise memang suka curhat.
.
Kagami menarik nafasnya dan mulai membaca pertanyaan nomer dua, diejanya pelan-pelan, suku kata demi suku kata–
"S-E, se, B-U, bu, T, sebut, K-A, ka, N, kan, SEBUTKAN. A, a, N-I, ni, M-E, me, ANIME. Y-A, ya–"
BUG.
"Berisik, setan! Dalam hati aja kalo mau ngeja!" Aomine memukul Kagami dengan buku kamus bahasa inggris, sedangkan Kagami menunduk ala kouhai lagi kena marah senpai galak.
Setelah mengeja selama 15 menit, akhirnya Kagami menangkap maksud dari pertanyaan nomer dua ini, dengan hati yang mantap, ia mulai menuliskan jawabannya.
"Aomine no Hitam."
"Lu ngapa nulis nama gua, Bakagami?!"
"Ah, nyontekan lu!"
"Setan!"
"Setanan juga lu, item!"
"Cabang diem."
Mereka berdebat tanpa henti hingga Akashi melemparkan death glare pada mereka, jadi perdebatan pun segera selesai.
.
Aomine dengan hitamnya mencoba berpikir tentang judul anime yang ada no-nya.
"Ikeh-Ikeh no Kimochi."
Hentai!
Memang benar apa kata netizen bahwa Aomine itu hitam dan hentai kuadrat, mungkin karena efek terlalu lama sendiri, ia jadi suka yang berbau anu-anuan gitu.
Istilahnya, ia menghibur diri sendiri.
.
Midorima menaikkan kacamatanya, "Anime…" ia berpikir, ia mencoba membuka ingatannya tentang judul-judul anime yang pernah ia lihat.
"Oha-asa no Ramalan."
Midorima diam sejenak untuk menarik nafas, lalu kembali menulis dengan kecepatan penuh.
"Itu anime paling hitz loh, anime yang berisi tentang ramalan berdasarkan zodiak, dijamin ramalannya tidak pernah salah, selalu benar–seperti Akashi. Anime sangat mendidik sekali bagi anak-anak, para remaja, dewasa, dan tetua. Anime yang selalu menyajikan hal-hal yang baik dan yang luar biasa menakjubkan serta menjauhkan anda sekalian dari kesialan. Setiap hari, setelah movie Ganteng-Ganteng Satpam, hanya di Tsundere.TV"
Yah, malah promosi.
.
3. Apa reaksi anda jika para waifu sejuta umat mengirimi anda sebuah surat pengakuan cinta mereka?
.
Akashi mengganti bolpennya, tadinya warna hitam sekarang jadi warna merah cabe.
"Aku akan memberikan hadiah terbesar yang pernah dia terima dalam hidupnya, yaitu gunting merah merek absolute."
Setelah menulis itu, Akashi segera menggambar gunting merah di bawah kolom jawabannya.
Gambar guntingnya gede, sekali.
.
Kagami berpikir sejenak, lalu kembali membaca pertanyaan tersebut lalu kembali berpikir lalu kembali lagi membaca pertanyaan tersebut lalu berpikir kembali lagi lalu membaca lagi lalu berpikir lagi lalu membaca lagi lalu berpikir lagi lalu membaca lagi lalu berpikir lagi...begitu terus sampai author masuk ICU karena terlalu banyak menulis kata yang berulang-ulang(?)
"Waifu itu apa?"
Setelah sekian lama ia berpikir sampai membuat author hampir mengakhiri hidupnya, ia hanya menjawab itu?
Hanya tiga kata?
–plus tanda tanya, deh.
Udah?
Astaga demi kancutnya sponbob warna biru bergambar bunga-bunga warna pink, author ingin sekali memenggal kepala Kagami. SEKARANG.
.
Midorima tiba-tiba merona setelah membayangkan pujaan hatinya yang sudah itu kode-kodein akhirnya peka juga dan mengakui cintanya.
Dunia menjadi penuh bunga-bunga..
"Akan kubalas..
Dear A–ekhm salah tulis,
I love you so much my baby..
Please be mine...-nodayo
..begitu"
Midorima tambah merona dan tersipu malu sendiri –dia seakan orang gila yang baru saja dapat uang receh.
Mukanya ganteng najis uke-seme gimana gitu.
.
Murasakibara diam.
".." masih diam.
".." dia masih dalam posisi diam 1000 kata.
SREK.
Murasakibara meraih sesuatu di laci mejanya, ternyata itu adalah...
Poki rasa jagung rebus.
Sembari memakan cemilannya yang kesekian ini, Murasakibara menulis jawabannya, tak butuh waktu satu menit untuk menulisnya, bahkan tak sampai 10 detik.
"Ilysm."
Wes, Murasakibara hitz sekali, dia nulis pake bahasa inggris yang disingkat, wah ini mungkin efek kebanyakan bergaul sama Himuro, dia jadi sedikit mengerti inggris.
Ya, walaupun Cuma ilysm doang.
Tapi ya, anggap itu kemajuan dari center kisedai.
.
Kise berpikir sebentar, ia memainkan imajinasinya. Ia berimajinasi bagaimana wajah bersemu milik si waifu saat menulis suratnya, bagaimana permainan kata yang digunakan oleh si waifu saat mengaku cintanya pada Kise, apa kertas yang digunakan untuk membungkus surat pegakuan cinta itu, dan masih banyak lagi.
Kise membayangkan semuanya secara detail sampai-sampai merek bolpen yang digunakan untuk menulis surat itu pun ia bayangkan.
Tangannya mulai bergerak menuliskan sesuatu diatas kertas tersebut.
"Aku akan segera mendatanginya dan melamarnya, aku akan melamarnya didepan warga sekampung kecamatan kelurahan, setelah itu kami akan menikah diatas tembok China, lalu sehabis itu kami akan punya anak banyak, 11 anak, lumayan biar bisa jadi kesebelasan gitu. Ah aku jadi ingin segera menikah."
Kise menghayalnya ketinggian ya.
.
Aomine menguap malas, "Bosann!" ia menatap pertanyaan terakhir pada angket tersebut, selang sepersekian detik setelah selesai membaca, ia pun segera tersenyum miring.
"Aku akan membuat dia panas, lalu aku akan mulai memasukkan mengeluarkan lalu menjilatnya dan awwwhhh rasanya pasti menyenangkan, desahan yang merdu keluar dari mulutnya–"
Ah, Aomine pikirannya kesitu mulu ah.
"–maksudku itu, kita berdua makan es krim setelah bermain basket berdua begitu, kan jadi enak."
Alibi lu mas Mine.
Selesai menulis itu Aomine tersenyum senang, sebenarnya sih dia pengen anu-anuin waifunya.
.
Setelah semua mengumpulkan hasil imajinasi dan jawaban asal mereka, kisedai baru sadar.
"Kuro-chin kemana sih?"
"Oh iya, Kurokocchi dari tadi ga ada ya-ssu."
Midorima membenarkan letak kacamatanya, "Dia sedang di pitsa hat, barusan apdet di peth-nanodayo."
"Tetsuya juga mengisi angket kok." Akashi memasukkan guntingnya kedalam sakunya, "Angket dari mbak-mbak pitsa hat."
"Parah, wahh.." Aomine geleng-geleng.
"Tak patut memang itu anak." Kagami melipat tangan didada, "bukannya ikut ngerjain angket absurd bin gaje ini, dia malah ke pitsa hat."
"Lama-lama tampang Kurokocchi jadi mirip milkshake-ssu."
"HHAHAH!"
Kagami tertawa puas bisa mengejek bayangannya itu, "Dia lebih mirip air bening gitu, kan dia ga keliatan."
"HAHAHA"
"Keren ya si Kuro-chin."
Murasakibara palinng tidak nyambung kalau diajak bercanda begini, tapi kalau ngomongin makanan, dia langsung konek.
Sedangkan yang sedang diomongkan hanya–
"UHUK.. UHUKK.. UHUKK..!"
Kuroko batuknya ga nyantai, "Ugh, aku merasa sedang di olok-olok oleh seseorang."
Bulu Kuroko meremang, "Wah, ada yang tidak beres disini." Seketika Kuroko menghilangkan diri dari hadapan mbak- mbak pitsa hat, mana dia belum bayar pitsa mitloper sama milkshake.
Enak juga, kalau punya misdirection, tiap hari bisa makan enak tanpa keluar uang. Setelah makan langsung kabur pakai misdirection kaya Kuroko gitu.
JANGAN DITIRU ADIK-ADIK SEKALIAN! ADEGAN DEWASA!(?)
.
.
TBC
.
Hahaha, maaf apdet lama, oh ya, maaf buat yang req ya, aku merubah genrenya, karena menurutku mereka lebih cocok di genre friendship. Maaf ya ya teman-teman, aku tak bermaksud mempermainkan kalian, aku memang sedang labil minggu ini.
Terimakasih sudah mau membaca,mereview, memfav dan memfollow.
Sampai ketemu di chap depan^^
Kiriko Saki~
