" Terkadang orang yang dulu membuatmu menangis adalah orang yang akan membuatmu tersenyum dimasa depan. ~ Joonie Kim "
Title :
' In Your Arm To Night '
Paired :
Kyuhyun x Yesung [ Kyusung ] slight Kyuhyun x someone
Rating :
T
Genre :
Hurt/Comfort
Angst
Author :
Kim Rae Joon { Joonie Kim }
Disclaimer :
In Your Arm To Night [ Voltage ; Otome Game ]
Super Junior
Character :
Yesung Super Junior
Kyuhyun Super Junior
Choi Sungjoon
Super Junior Member
SM Town Family
Warning :
Typho
18+
Attention :
Cerita ini berbau YAOI [Boy's Lover] content, jika tidak menyukainya silakan pergi. Karena cerita ini hanyalah cerita fiksi buatan fans untuk mencintai dan mensupport couple yang telah tertera namanya diatas.
' Don't Blame It If You Have Another Pair. '
~ Joonie Kim ~
~ Preview Last Chapter ~
"Hey! Hey! Lihat. Bukankah dia pemain sepak bola ternama itu?"ucap seseorang yang agak jauh dari tempat duduk mereka.
"Kenapa dia ada disini? Bukankah dia seharusnya ada di Italy."ucap temannya.
Dari remang malam yang menggelayuti. Yesung mulai melihat siapa yang tengah dibicarakan oleh teman-temannya itu. Menampilkan sosok yang selama ini masih terekam jelas diingatannya. Choi Sungjoon.
'Sungjoonie', batin Yesung bersuara.
"Lama tak jumpa kawan."ucap Sungjoon.
"Kau tampak sehat dan berisi wakil ketua kelas."ejek seseorang yang agag jauh dari tempat mereka.
"Hahahaha, jelas. Stamina tubuh harus terjaga jika ingin sehat."ucap Sungjoon lagi.
"Bukankah itu cinta pertamamu Yesungie hyung?"tanya Ryeowook.
"…."
"Hyung~."panggil Ryeowook lagi.
"N-ne?,, aahh mian~, aku tidak mendengarmu."ucap Yesung salah tingkah.
"Bukankah dia Choi Sungjoon. Cinta pertamamu?"ulang Ryeowook.
"N-Ne.."jawab Yesung gugup.
'Kenapa dia ada disini?'tanya Yesung dalam hati.
"Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana dengan studymu disana?"tanya ketua kelas.
"Aku datang kemari untuk mengikuti pemilihan pemain Timnas sepak bola yang akan mengikuti ajang piala dunia."ucap Sungjoon tenang.
"Heeee~ kau berambisi sekali Sungjoon-ah."teriak teman yang lain.
"Tapi bukan hanya itu saja tujuanku kemari."ucap Sungjoon dan menatap lurus kearah Yesung dan teman – temannya.
Semua mata menatap kearah Yesung dan kawan – kawan. Semua seisi kelas juga sudah tahu tentang hubungan mereka berdua dimasa lalu. Tapi mereka juga tahu jika Yesung sudah menikah tiga bulan yang lalu.
'W-wae? Waegeurae.'batin Yesung bertanya – tanya.
"Aku datang kemari untuk pemilihan pemain timnas sepak bola Korea dan juga bertemu denganmu Kim Jongwoon."ucap Sungjoon.
"Tapi kau telat Joon-ah. Yesung hyung telah menikah tiga bulan yang lalu."timpal Ryeowook.
"…."
"M-Mwoo? Yang benar saja. Bagaimana itu bisa terjadi?"tanya Sungjoon.
"Yesung hyung sudah menikah tiga bulan lalu. Menikah karena dijodohkan orang tua."ucap Donghae.
"…."
"M-Mwo?"gumam Sungjoon tidak percaya.
"Andai saja kau datang lebih awal mungkin kau bisa mendapatkannya."ucap Eunhyuk.
"….."
"Yaahhh, mau bagaimana lagi? Tapi apapun itu aku harus mendapatkan apa yang aku mau."ucap Sungjoon.
"…."
"Bukan cuma posisi di timnas yang harus aku dapatkan. Tapi wanita yang aku inginkan juga harus aku miliki."ucap Sungjoon.
"Kau selalu saja berambisi eoh?"tanya sang ketua kelas.
"Hahahahaahahahaha,"tawa Sungjoon.
"…."
~ Lets Begin ~
" Ya! Sungjoon-ah."panggil sang ketua kelas.
"Ne,,"jawab Sungjoon yang mulai mengalihkan pandangannya dari Yesung.
"Neol?! Michigeseo? Yesung itu Namja, sekali lagi NAMJA! NAM – JA,, bukan yeoja."ejek sang ketua kelas.
"Ahh,, benar juga."ucap Sungjoon dan mulai tertawa.
"Ahahha,,, babonikka? Hahahahaha,"semua orang tertawa kecuali Yesung, Donghae, Eunhyuk, dan Ryeowook.
"Geundae, aku jauh – jauh datang ke Korea hanya untukmu Yesung."ucap Sungjoon
"?!" Yesung terlihat kaget dengan ucapan Sungjoon.
"Ouch Mianhae,,, Tapi itu tidak akan berhasil, Sungjoon-ah."ucap Eunhyuk yang kini mengulangi apa yang telah diucapkan oleh Ryeowook.
"Tapi, ini tidak seperti yang aku inginkan."ucap Sungjoon pura-pura kecewa.
"Jika saja kau datang lebih awal."ucap Ryeowook yang mengulang perkataan Eunhyuk.
"Meski begitu, ketika aku menginginkan sesuatu, entah itu sebagai striker di timnas Korea, ataupun juga namja yang ingin ku miliki. Aku pasti akan memilikinya."ucap Sungjoon mempertegas ucapannya yang tadi.
'Tidak,,, ini hanya lelucon… omo! Kenapa wajahku memerah seperti ini?'batin Yesung menyalahkan dirinya sendiri.
Dengan pernyataan seperti itu, didepan teman – teman sekelasnya pula. Apakah hal itu dapat dikatan Romantis? Apakah itu bisa dikategorikan hal yang memalukan. Namun dengan pernyataan itulah yang membuat Sungjoon mengulum senyum tulus didepan Yesung. Senyuman yang hanya milik Yesung dan hanya untuknya,,,, dulu~
"Marilah kita bersulang,,, KANPAI!"teriak sang ketua kelas.
Sedikit melupakan kejadian tadi, Yesung dan kawan – kawan masih memikirkan lagi kemana arah pembicaraan yang dilakukan Sungjoon. Mungkin sedikit berpaling akan membuat kita merasa senang dan melupakan rasa sakit yang tengah diderita.
Setelah perbincangan itu, Sungjoon memilih untuk pergi ketempat sang Ketua kelas dan teman – teman,,, ehm,,, mungkin bisa disebut dengan sahabatnya ketika mereka duduk di bangku SMA. Sungjoon juga tidak pernah lagi melihat kearah Yesung, seolah perbincangan yang dilakukannya tadi tidak pernah ada.
"Ouchh,, itu Romantis sekali. Aku berharap ada orang yang mengatakan hal itu padaku."ucap Donghae.
"Hyung, Sungjoon masih mengharapkanmu."ucap Eunhyuk.
"Apa yang akan kau lakukan hyung? Kenapa kau hanya diam saja sejak Sungjoon datang?"tanya Donghae.
"Sudahlah, tak apa – apa. toh aku sudah menikah. Kau lupa?"tanya Yesung pada Donghae.
"Cinta itu bebas memilih hyung. Banyak orang yang mengatakan jika cinta bisa mempertemukan kita dengan jodoh yang tak terlihat meski kita telah menikah."ucap Eunhyuk.
"Hey sudah hentikan… Itu namanya kau selingkuh! Itu tidak adil kau sadar? Jangan dengarkan manusia monyet ini hyung."sanggah Ryeowook.
"Tidak adil? Ouch ayolah,, bukankah setiap manusia berhak untuk mencintai? Meski dia telah menikah, tidak ada yang menyalahkan hal itu."ucap Eunhyuk yang masih keukeuh dengan pendapatnya.
"Ya! Neol michigeseo!"geram Ryeowook.
"Aku hanya menyuarakan pendapatku."ucap Eunhyuk sembari mempoutkan bibirnya.
"Itulah kenapa kau selalu gagal Hyukie."ucap Donghae.
"Jangan khawatir, aku tidak akan 'bermain kotor' seperti itu. Disamping itu, lihatlah, Sungjoon hanya membullyku."ucap Yesung tenang sembari melihat sekilas kearah Sungjoon dan kawan – kawan.
"Omo!"gumam Ryeowook.
"Jeongmal?"tanya Eunhyuk tidak percaya.
"Buktinya sudah jelas bukan? Jika Sungjoon tidak pernah melihat atau bergabung dengan kita. Dan hanya membicarakan kekasih sejatinya yaitu sepak bola seperti sekarang ini."ucap Donghae sembari melihat kearah Sungjoon.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, secepat ucapan Sungjoon yang telah dilupakan oleh Eunhyuk dan Ryeowook. Mereka semua menikmati kebersamaan yang mereka jalin kali ini. Reuni yang diadakan satu tahun sekali setelah mereka lulus Perguruan Tinggi. Bukankah banyak hal yang seharusnya diungkapkan selain mengungkap masa lalu?
"Omo,, ini sudah jam sebelas lewat. Aku harus pulang."ucap Ryeowook.
"Sepertinya aku juga harus pulang. Aku tidak ingin terlambat kekantor ketika aku dipindahkan ke divisi yang aku suka."ucap Yesung.
"Baiklah, hati – hati hyung. Aku akan tetap disini sebentar lagi."ucap Donghae.
"Aku juga. Hati – hati dijalan hyung."ucap Eunhyuk.
"Baiklah kalau begitu, Hae-ah,, Hyukie,, aku pulang dulu."ucap Yesung.
"Ne hyung."ucap Donghae dan Eunhyuk.
"Jalja."ucap Yesung dan Ryeowook bersamaan sembari mengambil tas selempangan mereka.
Ketika Yesung berada diambang pintu, dia sekilas melirik kearah Sungjoon. Sedangkan yang dilirik tengah asyik berbincang dengan sahabatnya. Seakan Sungjoon lupa tengah membuat perasaan Yesung tengah tercampur aduk antar senang dan harus apa.
'Jadi semua itu hanya lelucon, heum?,'batin Yesung berspekulasi.
Yesung keluar kafe tersebut dengan perasaan yang bisa dibilang sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Antara bahagia dan kecewa disaat yang bersamaan. Akhirnya Yesung dan Ryeowook telah sampai di tempat parkir, saat itulah mereka berpisah.
"Hyung aku duluan, jalja. Hati-hati dijalan."ucap Ryeowook sembari melajukan mobilnya untuk pulang.
'Ini sudah malam, sebaiknya aku telephon Kyuhyun.'batin Yesung membuat keputusan.
Yesung mencoba untuk menghubungi Kyuhyun, panggilan itu tersambung. Tapi meski tersambung, tidak ada jawaban dari sang empunya ponsel. Kalau ditelephon gak diangkat seperti itu, bukankah sebaiknya ponsel itu dijual saja. Author-nim! Oops,, mian,, kelepasan.
'Apa dia sedang mandi?'tanya batin Yesung.
Setelah sekian lama memanggil tidak dijawab juga akhirnya Yesung menyerah. Namun disaat terakhir Yesung akan memutuskan sambungan telephon itu, Kyuhyun mengangkat tele[hon darinya.
"Yeoboseyo."jawab Kyuhyun datar.
"Owh, Kyuhyun, ini aku Yesung. Mianhae aku telat pulang. Sekarang aku sedang perjalanan pulang."ucap Yesung sembari masuk kedalam mobilnya.
"Ne,, arraseo.. Aku sedang mengerjakan laporan perusahaan. Hati – hati dijalan."ucap Kyuhyun.
"Kyuhyun, hari ini aku dipindah tugaskan ke bagian design pemasaran. Aku sangat senang hari ini."ucap Yesung.
"…"
"Aku sudah tidak sabar untuk memulai kerjaku besok. Aku memimpikan bekerja dibagian ini. Aku sangat exited. Aku tidak menyangka akan dipindahkan ke bagian ini. Yach, meski kemarin aku sudah bilang jika aku akan dipindahkan ke bagian ini pada app-
"Yesung."panggil Kyuhyun dingin.
"Ne,,"jawab Yesung sedikit gugup.
"Aku sedang mengerjakan laporanku. Kau lupa?"tanya Kyuhyun dengan nada arogansinya.
"Ahh~ mianhae."ucap Yesung.
"Ya sudah kalau begitu. Sampai jumpa nanti."ucap Kyuhyun sembari menutup telephonnya secara sepihak.
"Kurasa aku sudah membuatnya moodnya memburuk. Yesung ingatkah kau jika suamimu sedang bekerja"ucap Yesung.
"Suamikah?"gumam Yesung tidak jelas.
"Ahh,, mungkin lebih baik aku menyiapkan bahan untuk membuat sarapan besok. Kurasa Omelet tidaklah buruk."ucap Yesung sembari menjalankan mobilnya.
Yesung menyusuri daerah Seoul dengan senyuman yang dipaksakan. Yesung akhirnya memarkirkan mobil miliknya ke supermarket dekat taman kota. Yesung mulai belanja bahan – bahan yang diperlukannya. Dan setelah lima belas menit kemudian dia keluar supermarket dengan kantong belanjaan yang penuh dengan bahan – bahan untuk membuat sarapan besok.
Yesung kini beranjak untuk kembali kemobilnya dan meneruskan perjalanannya untuk pulang ke apartemen miliknya dan Kyuhyun. Dengan senyuman ramah yang masih bertengger diwajah Yesung dia berjalan dengan anggun dan menunjukkan pridenya sebagai seorang anak seorang pengusaha ternama se Korea. Namun saat dia akan membuka pintu mobilnya, dia melihat Kyuhyun sekilas.
"Bukankah dia Kyuhyun?'gumam Yesung.
'Sedang apa dia disini?'batin Yesung bertanya.
Pandangan Yesung kali ini tengah mencari keberadaan Kyuhyun. setelah menemukan sosok suaminya, langkah Yesung kini tertuju pada sang suami. Namun sebuah suara tengah menginstruksi kegiatannya.
"Hyunnie, Tunggu.."ucap seorang namja yang kini ada dibelakang Kyuhyun yang tengah berada pinggiran taman.
Yesung menghentikan langkahnya ketika melihat seorang namja tengah berjalan kearah Kyuhyun. Secara reflek, Yesung mulai bersembunyi dibalik sebuah pohon maple didekatnya. Yesung bukan bermaksud untuk memata-matai, hanya saja dia penasaran siapa namja itu.
"Nugunde…"gumam Yesung.
Sekilas mereka tampak biasa saja, namun kejadian beberapa detik berikutnya mampu membuat jantung Yesung berhenti berdetak. Kyuhyun dan namja itu tengah berpelukan. Saling membagi kehangatan bersama lewat sebuah ciuman. Ciuman yang mungkin belum pernah dirasakan oleh Yesung. Lucu?! Tidak ini tidak lucu, hanya saja merasa dikhianati itu yang menghantui Yesung. Konyol?! Ya, mungkin pernikahan merekalah,,, salah,,, keputusan sepihak yang dibuat Kyuhyunlah yang terasa menyakitinya.
Yesung kini tengah shock dengan apa yang barusaja dilihatnya. Secara langsung kantong belanja Yesung jatuh ketanah dan membuat bahan – bahan yang tadi dibeli Yesung berhamburan ketanah. Begitu mengenaskan seperti telur yang kini telah pecah di tanah. Terlihat begitu menjijikkan.
Yesung tidak percaya jika suaminya kini tengah menaiki taksi dan duduk disamping namja yang bahkan dia tidak mengenal namja itu. Taksi itu meninggalkan taman dan membaur ke jalanan dengan arah yang menuju apartemen mereka.
Yesung terperosot ketanah, dia tidak tahu bagaimana diriya kini. Yang ia tahu hanya satu, didadanya kini terasa nyeri, sangat nyeri. Sendirian dalam gelapnya malam yang menyelubunginya. Manik onyx Yesung membola layaknya kuning telur yang jatuh berantakan ditanah. Dia bahkan tidak tahu haru apa, hanya rasa sakit yang menjalarinya masih setia mencemooh kepolosannya.
"Eotteogghe? Na eotteogghe? Eotteogghaji?"gumam Yesung yang masih saja syock atas kejadian yang menimpanya malam ini.
Tiba – tiba seseorang memeluknya erat, sangat erat membuatnya sulit untuk bernafas. Dadanya terasa kian sesak, dia memukul dada namja yang memeluknya itu. Dalam remang – remang lampu jalan, Yesung mulai melepaskan diri dari pelukan orang itu. Yesung melihatnya melihat orang yang telah memeluknya erat. Seakan jika dia tidak memeluk Yesung maka dengan sigap dia akan menghajar Kyuhyun yang membuat Yesung seperti ini.
"Neol-"
"Aku masih belum bisa lepas darimu. Dari sosokmu dua belas tahun yang lalu. Jebal, kau bisa meluapkan semuanya padaku. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi, Yesungie."ucap namja itu lirih sembari memeluk Yesung dalam rengkuhannya lembut.
~ To Be Continou ~
Yosh,,,,, Chapter dua Apdettt… jangan lupa review ne….
Terima kasih atas reviewnya,,, kalau review kan saya jadi semangat lagi….
Untuk yang review gamsahamnida~ #bungkukin badan 90 derajat
13, , shinkwangyun, kim yehyun, YeshaSparkClouds, alinzajazky, babykyusung, cloudsiwonest, casandraelf, yesung ukeku, ajib4ff, , zhixhun92, fazar648, , anaknyachanbaek92, mylovelyyeye, deraelf, kim, ika dyah, olla, , jy, wonhaesung love, sukayesunguke, kim2, akusukayesung.
