Menangis adalah bahasa tubuh yang kita miliki ketika bibir sudah tak mampu berucap dan menjelaskan luka yang tengah kita alami.

~ Joonie Kim ~

Title :

' In Your Arm To Night '

Part Three

Paired :

Kyuhyun x Yesung [ Kyusung ] slight Sungjoon x Yesung

Rating :

T

Genre :

Hurt/Comfort

Angst

Author :

Kim Rae Joon { Joonie Kim }

Disclaimer :

In Your Arm To Night [ Voltage ; Otome Game ]

Super Junior

Character :

Yesung Super Junior

Kyuhyun Super Junior

Choi Sungjoon

Super Junior Member

SM Town Family

Warning :

Typho

18+

Attention :

' Don't Blame It If You Have Another Pair. '

~ Joonie Kim ~

Yay~ selesai dalam waktu lima jam,,

Sekedar jawaban Review didua chapter sebelumnya.

Kemarin ada yang tanya tuh di review chap 1,, Sungjoon itu masuk dalam group band mana.. menurut Joonie,, karena udah browsing kemana – kemana,, Choi Sungjoon itu adalah teman Yesung, dia seorang actor yang biasa dipanggil Tornado,,, Tornado oppa lebih tepatnya..

Apa yesung menyukai atau mencintai Kyuhyun… jawabannya masih belum tentu,,, disini Yesung hanya saja masih mencoba untuk menerima status barunya menjadi seorang istri yang baik. Untuk perasaannya pada Sungjoon sudah dijabarkan dichapter ini.

Apa Kyuhyun tidak mencintai Yesung? Fufufu #evil smirk kita lihat saja nanti,,, perjalanannya masih panjaaaaanggggg…

Siapa namja yang bersama kyuhyun? jawabannya ada di beberapa chapter berikutnya.. jadi pantengin teruss,,, jangan berpindah kelain hati….

Masih bingung jalan ceritanya,,, okey,,, joonie jelasin dengan singkat. Kyuhyun dan yesung menikah karena perjodohan orang tua mereka. Yesung dulunya punya pacar namanya Sungjoon yang sudah tidak ada kabar selama dua belas tahun. Dan yesung bertemu dengan sungjoon waktu reuni SMA, dan yesung telah menikah. Sepulang reuni yesung melihat kyuhyun berselingkuh, dan itu membuat yesung kecewa dan ingin menceraikan kyuhyun meski dalam hatinya dia ingin mempertahankan pernikahannya. Dikantor, yesung ditaksir oleh siwon sebagai atasannya dan asisten siwon namanya kibum. Yang ternyata kibum adalah tetangga di apartemennya. Suatu hari kyuhyun melihat yesung tengah berpelukan dengan seorang namja didepan apartemen mereka. Sedikit bocoran kyuhyun merasa marah melihat yesung dalam pelukan orang lain selain dirinya. Untuk sementara itu dulu,,,, fufufu~ #evilsmirk..

Nah,,, selamat membaca dan jangan lupa berikan jejak kalian untukku ne… gamsahamnidaa~

Annyeong~ #bungkukin badan… #bowf…

Big Thanks For:

Ryani Clouds, Jeremy Kim84, anaknyachanbaek92, cho sung yeon, hyejoon, harpaairiry, sukayesunguke, ifakyusung134wonhaesung love, jy, kim, little kyung kyung, , cassandraelf, kim yehyun, ajib4ff, devilcute, babykyusung, 13, , yeshasparkclouds, , yesung ukeku, shinkwangyun, , alinzajazky,

Last Chapter

"Aku masih belum bisa lepas darimu. Dari sosokmu dua belas tahun yang lalu. Jebal, kau bisa meluapkan semuanya padaku. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi, Yesungie."ucap namja itu lirih sembari memeluk Yesung dalam rengkuhannya lembut.

Lets Begin

"Ku mohon, lepaskan aku."ucap Yesung lirih.

"Tidak akan, tidak akan pernah lagi."ucap seorang namja yang kini memeluknya lebih erat.

"Lepaskan atau aku akan berteriak."ucap Yesung penuh dengan ancaman.

Perlahan tapi pasti, pelukan itu mulai melonggar dan membuat ruang antara namja itu dengan yesung. Dengan secepat kilat Yesung mengambali jarak antara dirinya dan namja itu. Namja yang pernah mengisi hatinya, namja yang pernah meninggalkannya dulu.

"Untuk apa kau kemari?"ucap Yesung sembari mengusap airmata yang dikeluarkan oleh kedua manik miliknya untuk pertama kali.

"Apakah itu yang kau sebut dengan suami?"tanya Sungjoon mengindahkan pertanyaan Yesung.

"Jawab pertanyaanku."ucap Yesung sembari menatap intens namja didepannya.

"Kau masih pemaksa sekali. Ini pakailah ini untuk menghilangkan airmatamu yang masih bisa terlihat."ucap Sungjoon sembari memberikan saputangan miliknya ke Yesung.

"Ehm,,,"gumam Yesung sembari menerima saputangan Sungjoon.

"Jebal, jangan menangis untuk namja seperti itu, meski itu suamimu."ucap Sungjoon sembari memberikan tatapan terluka.

"Itu bukan urusanmu kau tahu?"ucap Yesung sembari menhan airmatanya mengalir kembali.

Hey,, teringat kejadian itu membuat siapapun akan tersakiti,,,

"Jika kau tak sanggup untuk berdiri, aku bisa menjadi bentengmu."ucap Sungjoon lagi.

"…."

"Apa kau mendengarkanku? Aku mencoba untuk menolongmu disini."ucap Sungjoon lagi.

"Tak apa, nan gwaencanha. Mianhae, aku harus pulang. Dan lagi, maaf sudah merepotkanmu."ucap Yesung sembari mengambil kantong belanjaannya yang berantakan.

"Tapi semua ini tidak gratis Yesung."ucap Sungjoon lagi.

"Mwo?!"gumam Yesung kaget.

"Kau alasanku ada disini. Kau ingat?"tanya Sungjoon.

"Sudahlah hentikan Sungjoonie, aku harus pulang."ucap Yesung lagi dan mulai beranjak dari tempat itu.

"Tunggu, dapatkah kitabertemu lagi?"tanya Sungjoon yang tengah memegang pergelangan tangan Yesung.

"Nan Molla."ucap Yesung sembari melepaskan pegangan tangan Sunjoon dan bergegas kembali ke mobilnya.

"Yesungie~"panggil Sungjoon.

"Selamat Malam,"ucap Yesung berdiri dan tak lupa mengembalikan saputangan milik Sungjoon.

Yesung beranjak menuju mobilnya dan mengindahkan panggilan Sungjoon padanya. Yesung sudah melepaskan semuanya ketika dia memilih untuk menerima lamaran sahabat ayah. Tak boleh lagi dia berperilaku layaknya dia masih lajang. Dia sudah bersuami, itulah yang selama ini ditekankan pada dirinya sendiri.

Ku Mohon Tuhan, Biarkan semua ini hanya dalam mimpi…..

Aku akan terbangun esok pagi dengan perasaan yang lebih baik dari sekarang….

Batin Yesung menangis.

Kini Yesung memasuki tempat parkir apartemen miliknya dengan sang suami. Dengan langkah pasti dia kembali ke apartemennya, meski ada jejak – jejak keraguan yang menggantung di bawah telapak sepatunya. Setelah memasukan password PIN rumahnya, Yesung kini meletakkan kantong belanjaannya ke dapur. setelah mempersiapkan dan membuang bahan – bahan yang tidak terpakai akhirnya Yesung kembali kekamarnya dan mencoba untuk memejamkan matanya yang mulai berair lagi.

Kyuhyun mencium seorang namja,,,

Dan mereka tampak serasi jika bersama,,,

Kyuhyun tampan,,,

Namja itu juga cantik,,,

Lalu, apa yang kurang?

Apakah aku penghalang mereka berdua bersama?

Batin yesung berspekulai hal yang bodoh.

Pagi kini mulai menyingsing di Negara gingseng, membuat siapapun akan terbangun dari mimpi indah mereka dan mulai untuk beraktivitas kembali. Yesung terbangun lalu mempersiapkan semua kebutuhannya. Setelah selesai dia pergi mandi dan mempersiapkan sarapan untuk sang suami.

Kyuhyun berselingkuh,,,,

Batin Yesung seakan mengingat sesuatu,

Adegan selamam kini terputar kembali dikepala Yesung dan memenuhi pikirannya. Sampai dia tidak sadar jika Kyuhyun kini telah berada di meja makan dan akan memulai acara sarapannya.

"…"

"Ada masalah?"tanya Kyuhyun ketika melihat Yesung yang terlihat murung.

Aku harus menanyakannya,,,

"A-ada yang ingin aku tanyakan padamu."ucap Yesung.

"…."

"Sema-

"Yesung-ah mian, tapi aku tidak punya waktu sekarang,"ucap Kyuhyun sembari mengakhiri acara makannya.

"Tapi,,,"gumam Yesung melihat Kyuhyun yang telah berdiri dari tempatnya.

"Aku harus berangkat sekarang. Aku tidak ingin terlambat."ucap Kyuhyun sembari melangkah pergi.

"Geurae… Pulanglah dengan selamat."ucap Yesung sembari melihat jam dipergelangan tangannya.

06.15,,

Kau menghindari pertanyaanku kan?

Batin Yesung meringis sakit.

Yesung pun meneruskan acara makannya yang tertunda dan berangkat untuk kekantor. Semua berjalan dengan lancar sepertinya Yesung mulai dari mana dia akan mulai bereksperimen. Kibum sangat membantu pembelajarannya. Tak disangka sang boss juga mulai menyukai pekerjaan ringan yang diberikan kepadanya.

"Okay, Finish."ucap Kibum.

"Eodde?"tanya Yesung.

"Lumayan untuk pemula sepertimu. Siwon juga menyukai pekerjaanmu."puji Kibum.

"Syukurlah kalau begitu,"ucap Yesung.

"Oh iya, aku dengar dari Wookie kau sudah menikah?"tanya Kibum.

"Ne, tiga bulan yang lalu."ucap Yesung sembari tersenyum formal.

"Yah, kupikir kau masih lajang, padahal aku ingin mengajakmu untuk berkencan."ucap Kibum.

"?! Ye?"gumam Yesung kaget dengan assisten bosnya itu.

"Jangan kaget seperti itu, aku hanya bercanda. Aku dengar kau tinggal di apartemen distrik tiga belas Seoul?"tanya Kibum lagi.

"Ne, hanya lima belas menit dari kantor ini."ucap Yesung.

"Kau ada dilantai berapa? Aku juga tinggal di apartemen itu."tanya Kibum.

"Aku ada di lantai dua puluh empat."ucap Yesung lagi.

"Wow,,,"gumam Kibum kaget.

"Waegeuraeyo?"tanya Yesung.

"Kau tahu, lantai dua puluh empat adalah lantai VVIP, di apartemen itu hanya ada lima orang yang tinggal. Dan kau salah satu dari mereka."ucap Kibum terkagum.

"Ahahaha,"tawa Yesung garing.

"Kapan – kapan kau boleh mampir ketempatku, aku tinggal di lantai dua puluh satu nomor delapan."ucap Kibum.

"Apartemenmu bukankah juga VIP?"tanya Yesung.

"Ne, tapi masih sangat jauh dengan milikmu."ucap Kibum.

"Jangan terlalu meninggikan sesuatu Kibum-ah.."ucap Yesung sembari tersenyum simpul.

"Oh iya, ini untukmu."ucap Kibum sembari memberikan Yesung sebuah bunga.

"Untukku? Kau pikir aku yeoja?"tanya Yesung lagi sedikit merengut karena dia diberi seikat bunga.

"B-Bukan seperti itu. Karena kemarin aku begitu sibuk jadi anggap saja ini sebagai pesta penyambutanmu didivisi ini."ucap Kibum yang terlihat semburat merah menghiasi wajahnya.

"Gerbera Flowers, langbang dari harapan dan kesuksesan."gumam Yesung lagi sembari menerima bunga dari Kibum.

"Ne, Gerbera Flowers."ucap Kibum lagi.

"Gomawo Kibum-ah,,"ucap Yesung uang kini tengah menaruh bunga – bunga dari Kibum tersebut menggantikan bunga yang ada di vas meja kerjanya.

"Aahh~ ne, cheonman..hehehe."cengir Kibum menyembunyikan rasa senangnya.

"Baiklah, aku harus bertemu dengan Siwon dan menyerahkan ini. Sampai jumpa lagi.."ucap Kibum yang kini beranjak dan pergi dari tempat kerjanya.

Perasaan Yesung sedikit membaik karena 'kado' dari Kibum yang ternyata adalah tetangganya itu. Kejadian yang menyita pikiran dan perasaannya itu sedikit terlupakan olehnya. Dengan senyum yang merekah, Yesung kembali mengerjakan pekerjaan dan belajarnya seperti instruksi Kibum sebelumnya.

Sore kini telah menyapa, namun hujan deras kini mengguyur kota itu tanpa ampun padahal sebentar lagi adalah waktunya kantor dikunci. Semakin lama, guyuran hujan itu semakin mengerikan, petir menyambar dan membuat listrik di kantornya padam. Tadi sebenarnya Ryeowook dan Kibum telah memberinya tumpangan, tapi entah kenapa Yesung menolaknya.

Kalau seperti ini, mungkin lebih baik, tadi aku menerima tawaran Ryeowook.

Batin Yesung menyesali penolakannya.

Penyesalan selalu ada diakhir cerita, kalau sudah terjadi pasti akan membuat semuanya menjadi lebih buruk. Tapi, menyesali semua yang telah terjadi juga percuma bukan? Bukan waktunya untuk mengeluh pada keadaan. Menyesal tidak membawa mobil hari ini adalah hal yang membuatnya terlihat mengenaskan.

Apa boleh buat?

Batin Yesung pasrah menerima keadaan.

Yesung kini berlari sembari melepas jas yang dikenakannya untuk menutupi kepalanya dari guyuran hujan yang kian deras. Yesung berlari dari toko satu ke toko lain, dari teras ke teras, sampai akhirnya dia mencoba untuk berhenti disebuah toko buku yang sudah tutup untuk mengambil nafas.

Tubuh Yesung basah kuyup, hawa dingin kini mulai menusuk tulangnya. Sekali lagi, dia menyesal tidak membawa mobil hari ini. Ceroboh? Sangat,, Sangat ceroboh hingga dia hanya bisa menyesali kecerobohannya itu.

Tiba – tiba ada orang yang melemparkan handuk kearah kepalanya.

"Whoaa~,, i-ige mwoya?"pekiknya.

Handuk Gym?!

Batin Yesung bertanya – tanya.

"Itu milikku."ucap seseorang didepan Yesung.

Suara ini?

Batin Yesung kaget.

"Sungjoonie~"gumam Yesung kelepasan.

"Aku melihatmu ketika sedang berlari dari toko ke toko di gedung lantai dua seberang."ucap Sungjoon seakan melihat pertanyaan yang tercetak dari kerutan dahi Yesung.

Aku tak percaya dia melihatku, aku pasti terlihat buruk sekali saat ini. Bodoh!

Batin yesung menyalahkan dirinya sendiri.

"Apa yang sedang kau lakukan disini Sungjoon-ah?"tanya Yesung mencoba untuk mencairkan suasana.

"Aku sedang latihan kebugaran di tempat gym lantau dua gedung itu. Kau sendiri?"tanya Sungjoon.

"Aku hanya akan pulang dari tempat kerja, beberapa blok dari sini."ucap yesung.

"Mobilmu?"tanya Sungjoon lagi.

"Aku menaruhnya di parkir apartement."ucap Yesung sedikit malu.

"Ceroboh!"gumam Sungjoon tapi masih bisa didengar Yesung.

"Mworago?"tanya Yesung sekali lagi.

"kau ini ceroboh, sudah tahu musim seperti ini mlah tidak bawa mobil. Kalau bukan ceroboh namanya apa?"ejek Sungjoon.

"Diam kau!"bentak Yesung yang malah membuat Sungjoon tertawa.

"Ahahahaha,"tawa Sungjoon semakin menjadi.

Orang ini,,,

Batin Yesung menggeram marah

"Aku rasa ini adalah jalan tuhan mempertemukan kita lagi. Kurasa ini bukan kebetulan semata."ucap Sungjoon.

"Ye?!"

"Aku akan mandi sebentar, kau tunggu disini. Aku akan mengantarkanmu pulang."ucap Sungjoon.

"Anhi, Anhi,,, nan gwaencanha,,, aku tidak ingin merepotkanmu."ucap Yesung segera menolak tawaran Sungjoon halus.

"Tidak apa, aku tidak merasa direpotkan."ucap Sungjoon lagi.

"Geundae…."

"Apa kau berani untuk melawan hujan lebat ini? Rasanya tuhan sedang marah sekarang."ucap Sungjoon mendramatisir.

"Kurasa,,, tidak."ucap Yesung sedikit ragu.

"See? Tunggulah disini, arraseo?"ucap Sungjoon berlari menuju tempat gym.

Yesung tak percaya jika kemeja yang dia kenakan saat ini sangat basah. Bahkan baju yang basah itu memperlihatkan lekuk tubuh ramping Yesung. Siapapun yang meilhatnya pasti akan merasa lapar.

Apa Sungjoon melihat ini semua?

Batin Yesung menggigit bibir malu

Yesung mulai mempererat pegangan handuk milik Sungjoon yang membungkus tubuh mungilnya. Beberapa saat kemudian Sungjoon datang dengan membawa mobilnya. Dia membukakan pintu mobilnya untuk Yesung.

"Silakan,"ucap Sungjoon ketika membukakan pintu.

"Gomawo,,"ucap Yesung dan dia rasa wajahnya kini bersemu merah.

Aku tak percaya berada dalam satu mobil dengan Sungjoon…

Aku sedikit mencui pandang kearah Sungjoon,,

Kini dia terlihat lebih tampan,,,

Tubuhnya pun terbentuk dan terlihat sangat manly,,,

Tunggu,, apa yang aku pikirkan?

Batin Yesung terpesona

Saat lampu merah menyala, Sungjoon melihat kearah Yesung yang ada di kursi sebelahnya. Yesung kini sedikit gugup dengan pandangan mata Sungjoon yang tidak lepas darinya. Dengan keberanian yang menipis, Yesung akhirnya bertanya pada sang namja itu.

"Wa-Waegeurae?"tanya Yesung.

Tanpa menjawab peratanyaan Yesung, Sungjoon meletakkan tangan besarnya diatas kepala Yesung. Jantung Yesung pun kian terpacu, dan penyesalan demi penyesalan menghantui otaknya. Dengan tiba – tiba Sungjoon menggoyangkan jemarinya perlahan. Perbuatan Sungjoon seperti mengacak rambut Yesung.

"?!"

"Ini masih sangat berair, Kau akan sakit jika membiarkannya basah."ucap Sungjoon terlihat khawatir.

"N-ne.."ucap Yesung menurut.

Yesung kembali mengeringkan rambutnya yang basah dari air hujan yang telah mengguyurnya. Perasaan bersalah kini mulai menyapa di hati Yesung. Dengan seenak kepalanya dia menuduh Sungjoon yang akan berbat macam – macam padanya. Padahal Sungjoon hanya ingin memberitahu jika rambutnya masih basah. Sungjoon kembali melajukan mobilnya karena lampu jalan telah berganti hijau.

"Kau terlihat tumbuh dengan baik Sungjoonie. Bahkan kau terlihat melebihi Park Ji Sung idolamu itu."ucap Yesung membuka pembicaraan.

"Heehhh,,, Seperti bukan kau saja. Tentu saja aku akan lebih baik dari PJS, karena aku lebih muda darinya. Tak ku sangka kau masih mengingat tentangku. Terima kasih Yesungie~"ucap Sungjoon terlihat tengah berjuang untuk menahan rasa sakit yang menyerang rongga – rongga dadanya.

"Kau sudah berubah,,, banyak,,, kau ingat? Kau tak pernah mengucapkan terima kasih meski itu padaku."ucap Yesung yang kini tengah menatap lurus kedepan seolah didepannya adalah film masalalunya.

"Well,,, semua orang pasti akan berubah Yesungie,, semua orang bisa berubah. Aku berumur tiga puluh tahun sekarang. Itu ketika aku masih gengsi dan egois dengan diriku sendiri. Dua belas tahun yang lalu, ketika aku masih SMA."ucap Sungjoon yang kini tengah mempererat pegangannya pada kendali mobil.

"Dua belas tahunkah? Itu terlihat sangat lamaa."ucap Yesung tanpa ia sadari.

Flashback ON

Saat ini yesung berada disebuah kelas dia salah satu ruangan milik SMA ternama Seoul. Waktu itu semuanya masih terlihat sangat klasik dan kuno. Jika jaman sekarang papan tulis sudah berubah menjadi putih, waktu itu papan tulis sekolah Yesung masih hijau dan menggunakan kapur putih. Saat ini para siswa telah pulang kerumah mereka masing – masing. Perpisahan telah berakhir sekitar sepuluh menit yang lalu.

Dikelas tersebut hanya ada Sungjoon dan Yesung yang tertinggal. Sudah menjadi rahasia umum jika Ysung dan Sungjoon adalah sepasang kekasih. Maka dari itu, sahabat – sahabt mereka meninggalkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalah mereka pribadi. Mereka tidak ingin mencampuri urusan 'pasangan suami – istri psling fenomenal' sekolah itu.

"Sungjoonie, apakah kau akan pergi ke Italy setelah ini?"tanya Yesung yang terlihat sangat cupu dan manis secara bersamaan.

"Tentu, aku ingin belajar lebih baik disana."ucap Sungjoon semangat.

"Ahh,, Gaeurae…"gumam Yesung.

"Aku ingin mengejar cita-citaku menjadi bagian inti di tim nasional sepak bola Korea. aku butuh melatih tubuhku lebih baik daripada ini untuk mendapatkan posisi Striker utama."ucap Sungjoon yang terlihat sangat kekanak – kanakan dengan bola mata yang berubah menjadi bintang dan blink – blink disekita tubuhnya yang mulai menyilaukan pandangan mata.

"Ehm,,, Kau yang terbaik. Aku percaya padamu."ucap Yesung tersenyum simpul melihat namjachingunya kini tengah berjuang untuk mendapatkan cita-citanya.

Apa yang bisa yesung perbuat selain mendukung Sungjoon dengan doanya? Tidak ada yang bisa Yesung perbuat selain mendukung dan menerima keputusan sang namjachingu. Yesung rasa dia akan menangis. Dengan segera dia membalikkan tubuhnya untuk menyembunyikan genangan air dipelupuk matanya.

"Sungjoonie, aku harus pulang. Ibuku telah menunggu dirumah. Jika kau sempat kirimi aku surat. Itupun jika kau tidak keberatan. Baiklah, aku pergi."ucap Yesung beranjak keluar dari kelas dan meloloskan airmata yang menggenang di pelupuk matanya.

Saat diambang pintu, Sungjoon memegang pergelangan tangan Yesung dan menarik Yesung kedalam pelukannya. Mendekapnya dengan hangat, membagi perasaan sayangnya pada namja yang tengah menangis dalam diam itu.

"Sungie~"panggil Sungjoon.

"…."

"Lihatlah aku,,,"pinta Sungjoon.

"….."Yesung hanya bisa menggeleng dalam dekapan Sungjoon dan membalas pelukan Sungjoon.

"Bisakah kau menunggu kepulanganku?"tanya SUngjoon penuh harap.

"…."

"Aku akan pulang dan kembali untukmu. Pegang janjiku."ucap Sungjoon memeluk tubuh mungil Yesung erat.

Sungjoon memeluk Yesung dengan sayang seakan tak ingin Yesung pergi dari sisinya. Tapi dia tidak punya pilihan lain jika dia ingin mengejar cita-citanya dia harus mengorbankan cintanya. Sedangkan Yesung hanya bisa terdiam dalam pelukan Sungjoon tanpa berkata apapun. Hatinya masih berkecamuk, bayangan Sungjoon akan pergi menghantui malam – malamnya selama beberapa hari ini.

Setelah tenang Sungjoon memegang tangan Yesung dan membuat tangan itu menyentuh dadanya.

"Sungie~"panggil Sungjoon sayang.

Dia tidak pernah memanggilku selembut ini

Batin Yesung tersipu malu

"Ku mohon, bertahanlah untukku."ucap Sungjoon sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Yesung.

_KISS_

Sungjoon mencium Yesung dengan lembut, tanpa ada lumatan atau apapun. Hanya ciuman kasih sayang yang malah terlihat seperti ciuman perpisahan karena ciuman yang mereka lakukan saat itu adalah ciuman pertama dan terakhir mereka berdua. Sebelum akhirnya Sungjoon pergi meninggalkan Korea tiga hari kemudian.

Flashback OFF

Yesung terdiam dengan ingatannya, film perpisahannya dengan Sungjoon terlihat seperti kaset rusak yang speednya melambat. Setiap ucapan dan perkataan yang terjadi waktu itu terekam jelas diingatannya. Membuat hatinya merintih sakit.

Ini terasa menyakitkan, ketika mengingat semua itu.

Batin Yesung merasa sakit.

"Aku tahu dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Tapi entah kenapa aku merasa kau masih menunggu kepulanganku untuk kembali."ucap Sungjoon terlihat sangat kecewa dan menyesal dengan apa yang telah dia alami sekarang ini.

"…"

Na eoddeogghae? Apa yang harus aku katakan jika kejadiannya seperti ini?

Batin Yesung bingung harus menjawab apa.

"Oh,, kita sudah sampai.."ucap Sungjoon tiba – tiba.

Yesung dan Sungjoon telah sampai di apartemen Yesung. Hujan juga terlihat sudah berhenti dari kemarahannya. Sekarang hanya sisa – sisa genangan air yang menjadi sadi derasnya hujan yang mengguyur kota itu. Yesung dan Sungjoon telah keluar dari mobil dan tengah berada tak jauh dari lobby.

"Gomawo sudah mengantarkan aku pulang. Tapi bagaimana kau tahu rumahku?"tanya Yesung.

"Ini kartu privasiku."ucap Sungjoon mengindahkan pertanyaan Yesung.

"Ne.."ucap Yesung sembari menerima kartu nama tersebut.

"Aku sudah mendapatkan nomor dan alamatmu dari acara Reuni kemarin. Ayo kita Dinner, aku akan meneleponmu."ucap Sungjoon lagi.

"Hmm…."gumam Yesung ragu.

"Aku akan menjemputmu minggu depan. Jika season telah dimulai aku tidak akan punya banyak waktu. Jadi aku kan menjemputmu minggu depan. Aku kan meneleponmu,"ucap Sungjoon.

"…."

"Kau tak ingin bertemu denganku?"tanya Sungjoon tepat sasaran.

"B-bukan seperti itu,,, hanya saja aku…."

Baru saja menikah….

Batin Yesung menyesal

"Jangan dianggap serius. Kau ini sangat pemikir. Aku tidak akan membuatmu 'menjadi millikku',"ucap Sungjoon penuh penekanan.

"Diam kau!"gumam Yesung sedikit ngambek dengan ejekan Sungjoon.

"Aku hanya ingin pergi denganmu. Tunggu telepon dariku."ucap Sungjoon lagi sembari menarik tangan Yesung dan memeluk tubuh mungilnya.

"?!"

"Yesungie~, Kim Yesungie~. Berbahagialah, karena itu adalah harapan dan permintaanku pada tuhan untukmu."ucap Sungjoon sembari memeluk Yesung erat sepertinya dia mencoba untuk melepaskan bebannya. Atau malah dia menyakiti dirinya sendiri.

"…."

"Meski kau telah bersamanya, aku tidak bisa melepaskanmu. Aku bisa diam saat kau pergi. Aku bisa diam saat kau melukaiku. Tapi, aku tidak bisa tinggal diam ketika dia menyakitimu."ucap Sungjoon sembari melepaskan pelukannya.

"…."

"Aku harus pulang, kau juga harus pulang dan mandi. Kau akan masuk angin jika seperti ini. Sampai jumpa."ucap Sungjoon sembari beranjak dan melajukan mobil sport miliknya meninggalkan pekarangan apartemen itu.

"…"

Dengan langkah yang berat Yesung mengangkat kakinya untuk berjalan dan menuju rumahnya. Seperti kata Sungjoon dia akan sakit jika memakai pakaian basah diwaktu yang lama. Namun saat akan memasuki lobby dia melihat Kyuhyun menatapnya dengan intens.

"Kyuhyun."ucap Yesung kaget melihat sang suami menatapnya tajam namun terkesan lembut.

"Selamat datang."ucap kyuhyun sembari tersenyum yang dipaksakan.

"Gomawo.."ucap Yesung sembari masuk lobby meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri tak jauh dari pintu lobby.

"Kau tidak masuk dan pulang?"tanya Yesung ketika melihat Kyuhyun yang tidak beranjak dari tempatnya.

"Kurasa ada sesuatu yang kau lupakan. Aku harus pergi."ucap Kyuhyun dingin.

"?!"

"Aku tidak tahu jam berapa akan pulang. Jadi kau tidurlah dulu. Tidak usah menunggu pulang."ucap Kyuhyun sembari beranjak menuju tempat pasrkir meninggalkan yesung yang mematung di depan pintu lobby.

Apa Kyuhyun melihatku dengan Sungjoon?

Apa Kyuhyun marah padaku?

Pertanyaan apa itu, tidak mungkin Kyuhyun marah. Nan babonikka.

Batin Yesung berfikir yang tidak – tidak.

Yesung melanjutkan perjalanannya yang tertunda, dan kembali ke apartementnya dan menuruti perkataan Sungjoon untuk segera mandi dan mengganti pakaian yang kering.

~ To Be Continou ~