Nampak seorang namja kini tengah menikmati keindahan pantai Hokaido dan berkutat dengan laptop mungil dihadapannya. Selagi dia berlibur ke Jepang, dia juga tetap memantau kehidupan sang ketua. Tidak – tidak, dia tidak akan mau ikut campur maupun berurusan dengan namja manis itu. Akan tetapi, dia tidak punya pilihan lain karena dia merasa janggal dengan pernikahan sang ketua tersebut.

"Info apa yang kau dapatkan?"tanya seorang namja yang kini tampak sangat cantik dengan balutan kemeja putih dengan kedua kancing atas terbuka dengan celana kain selutut yang membalut paha rampingnya.

"Tidak ada, hanya saja aku sedang mencari informasi keluarga suami 大哥?"jawab namja yang tengah serius membaca barisan demi barisan dari sebuah artikel.

"Apa yang salah? Kenapa kau begitu ingin tahu urusan keluarga 大哥?"sindir namja cantik tersebut.

"Anhi, hanya saja aku penasaran dengan sifat 大哥 yang berubah drastis sebelum dia dipanggil pulang oleh sang presdir. Apa kau tidak merasa janggal atau aneh? Kenapa 大哥 tidak bisa menolak perjodohan itu? Kenapa dia meminta kita untuk tetap bersembunyi? Dan entah kenapa ada sesuatu dibalik semua itu."ucap namja tampan yang tengah mengawasi artikel dengan sesekali menatap sang namja cantik disebelahnya.

"Kalau dipikir – pikir benar juga. Kenapa kita harus bersembunyi, apalagi kenapa dia menyuruh kita untuk diam ditempat?"tanya sang namja cantik itu sembari berfikir matang.

"Apa kau ingat? Kejadian dua belas tahun yang lalu?"ucap sang namja tampan itu.

"Kejadian? Apa? Kenapa aku tidak pernah dengar?"tanya sang namja cantik itu terlihat mulai antusias dengan bahan pembicaraan ini.

"Hanya beberapa orang yang tahu, atau mungkin memang 大哥 menyembunyikan masalah ini untuk dirinya sendiri."ucap sang namja tampan ini tanpa mengalihkan pandangannya dari alat elektronik persegi empat itu.

"Maksudmu apa?"tanya sang namja cantik itu makin penasaran.

"Aku pernah mendengar jika 大哥 pernah mempunyai namja bernama Choi Sungjoon yang meninggalkannya di Korea karena mengejar impiannya di Italy. Saat mengantar kepergian kekasihnya dibandara, menurutku 大哥 berpapasan dengan Kyuhyun."ucap namja tampan tanpa mengalihkan pandangannya.

"真的吗?(Benarkah?)"teriak sang namja cantik itu sepontan.

"Ssstttttttt! Kita dalam penyamaran kau ingat?"ucap sang namja tampan sembari mendeathgalre partner kerjanya itu.

"Ehehehe, Sumimasen,, aku kelepasan."ucap sang namja cantik itu sedikit tersenyum sadis.

"Kau pasti bertanya kenapa aku bisa menyimpulkan kalau 大哥 bertemu dengan Kyuhyun?"tanya sang namja tampan itu sembari membuka beberapa folder dalam laptop miliknya.

"….."namja cantik itu terdiam dan mengangguk.

"Saat itu, 大哥 tidak begitu memperdulikan pandangan Kyuhyun. Dia masih larut dalam kesedihan ditinggal oleh sang kekasih. Tapi saat itu Kyuhyun terus menatapnya."ucap sang namja tampan itu sembari memperlihatkan sebuah foto pada sang namja cantik disampingnya.

"I-Ini?!"ucap sang namja cantik itu sembari menutup mulutnya takut kelepasan seperti tadi.

"Ya, ini adalah foto 大哥 yang tengah ditatap oleh Kyuhyun. Meski jarak mereka jauh dan terlihat samar. Kita pasti tahu bahwa itu adalah Kyuhyun. aku mendapatkan foto ini ketika mencari informasi tentang 大哥 bulan lalu. Ini dimuat disalah satu majalah bisnis ternama Korea."ucap sang namja tampan sembari mencari kembali informasi tentang sang ketua.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?"tanya sang namja cantik itu menatap lekat manik partner kerjanya itu.

"Jika memang benar Kyuhyun adalah laki-laki yang ada didalam foto itu, maka tidak salah lagi jika selama dua belas tahun yang lalu yang mencari 大哥 adalah Kyuhyun. Kau pernah dengar bukan? Jika setelah kepergian kekasihnya ke Iltaly membuat大哥 sedikit murung. Dan setelah beberapa hari setelah kepergian sang kekasih, 大哥 pindah ke Jepang selama 7 tahun dan meneruskan pendidikannya disini. Setelah itu大哥 pindah ke Chinese dan bertemu dengan kita disana. Setelah itu sudah tahu kejadiannya bukan?"tanya sang namja tampan itu terlihat serius membaca data yang masuk kedalam emailnya.

"Ya, kita berenam aku, kau, Kangin, Leeteuk hyung, Henry, dan Zoumi diangkat menjadi adiknya. Dan kita dilatih berbagai macam bela diri oleh大哥 sendiri."ucap sang namja cantik itu mengingat kenangannya bersama adik-adik manisnya.

"Dari Aikido, Judo, Jiu Jitsu, Karate, Kempo, sampai Kendo. Kita diajarkan semua itu oleh大哥 dan大哥 mendirikan kelompok ini yang hanya terdiri dari enam orang dan jika ditambah dengan大哥 berarti jumlahnya hanya tujuh."ucap namja tampan itu nampak tenang.

"Selain itu, 大哥 juga memfasilitasi semua pendidikan kita, kau ahli IT atau hacker dan perencana yang handal, aku ahli penyamaran dan taktik sama sepertimu, Leeteuk hyung ahli mempengaruhi orang lain, Kangin ahli capoera dan snipper, Henry ahli alat musik, dan Zhoumi ahli keuangan dan manupulasi. Kurasa itu sudah cukup untuk membentuk sebuah kelompok."ucap sang namja cantik itu bangga.

"Tapi apakah kau tahu keahlian yang membuatku terpana pada sosok大哥? Karena selain dia orang yang pandai dalam segi apapun, dia adalah orang yang mampu membawa dirinya tenang dalam keadaan apapun. Kau ingat ketika大哥 pernah datang membantu kita memberantas musuh besar kita di wilayah utara? Saat itu大哥 sudah sangat letih dan mungkin sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri. Namun apa yang dia lakukan sungguh membuatku terpesona."ucap namja tampan mengalihkan pandangannya ke arah partnernya itu.

"Ya, dengan senyuman setan yang dimilikinya, dia tidak akan pernah membiarkan orang lain melihatnya lemah kecuali itu benar – benar dari orang yang telah mengisi hatinya. Dia dengan lantangnya memanggil sang ketua mafia tersebut dan mengintimidasi sampai sang boss mafia itu tidak berkutik bahkan untuk bernafaspun terasa sangat sulit. Bahkan diwaktu itu aku sulit sekali membedakan anatar Angel dan Devil dalam diri大哥. Tapi kurasa aku sudah bisa melihat 'pawang' yang mampu membuat大哥 diam ditempat seperti ini."ucap namja cantik itu mengingat dimana dia pernah dikalahkan dan hampir mati jika sang大哥 tidak datang menyelamatkan mereka.

""Aku telah mendedikasikan hidupku untuk mereka. Mereka adalah harta berhargaku. Jika aku harus mati saat ini, maka di neraka aku akan dengan senang hati menjelma menjadi malaikat penjabut nyawamu dan memakan jiwamu agar dibumi ini aku tidak lagi melihat orang sepicik dirimu yang menggunakan tangan orang lain untuk merebut kekuasaan orang – orangku."Itu adalah kata – kata yang tidak bisa aku lupakan dari sosok大- tunggu, APA – APAAN INI?!"ucap sang namja itu sembari maniknya membola.

"Ada apa?!"tanya namja cantik yang kini beranjak untuk melihat laptop mini sang namja tampan itu.

"Disini tertulis jika namja bernama Lee Sungmin telah menghidupkan kembali mafia yang telah kita habisi didataran Chinese."ucap namja tampan itu.

"A – APA?!"pekik sang namja cantik itu dengan ekspresi sama terkejutnya dengan namja disampingnya.

"Aku meminta Shindong untuk mencari tahu apa yang terjadi beberapa minggu lalu didataran utara. Apa yang sebenarnya terjadi didataran itu membuatku penasaran. Akhirnya aku meminta tangan kananku itu untuk menyelidiki. Lee Sungmin keparat!"umpat namja itu dan kemudia dia teringat sesuatu yang lebih penting.

"大-大哥, kita harus cepat memberitahunya."ucap sang namja tampan itu sembari mengeluarkan ponsel 'terlarangnya'.

"Kau sudah gila?! Jangan membuat kekacauan disini. Besok kita pulang ke Chinese dan memberitahu yang lain untuk bersiaga. Berita itu pun juga masih belum jelas. Sekarang yang harus kita lakukan adalah mengumpulkan informasi lebih banyak lagi. Kalau kita gegabah, nyawa大哥 jadi taruhannya."ucap namja cantik itu memicingkan maniknya yang berarti dia harus menyusun rencana.

"Kalau besok terlalu lama. Kita kembali hari ini juga. Ayo, kita harus bersiap-siap."ucap namja tampan sembari menutup laptopnya dan kembali kekamar VVIP miliknya.

In Your Arm To Night

Part 6

Pairing :

Kyusung

Disclaimer :

Super Junior Member

Author :

Joonie Kim

Genre :

Romance

Slight

Hurt Comfort

Ratting :

T – M (untuk berjaga-jaga)

Warning :

Yaoi Content

Typho

Inspiration :

In Your Arm To Night ~ Otome Game ( Voltage )

Aku akan menjadi lebih kuat dari siapapun. Lalu aku akan melindungi orang yang aku sayangi. Dan aku tidak akan kehilangan orang yang berharga dalam hidupku lagi. Karena aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Yesung masih terdiam memandang foto pernikahannya dengan Kyuhyun. Ada perasaan perih meski Yesung menyembunyikan perasaannya. Yesung menyayangi Kyuhyun sebagaimana dia menyayangi kedua orang tuanya. Tapi sikap dingin Kyuhyun membuatnya berfikir ulang. Apa yang harus dilakukannya pun dia tidak mengerti. Yesung terdiam dalam lamunannya, sampai benda persegi panjang membuyarkan lamunannya.

Ajik giyeok haneunji neomani jeonbu in nal mineunji

Eonjekkaji ni gyeote naldulsu ineun geonji

~ Taemin's Calling ~

"Yeoboseyo,"jawab Yesung dengan nada tidak ingin diganggu.

"Aku menemukan orang-orang yang membuntutimu selama ini, hyung."ucap Taemin sembari masuk kedalam mobil Yesung dan memeriksa semua yang ada dalam mobil lamborgini itu.

"Apa yang au dapatkan?"tanya Yesung yang kini tengah mengganti pakaiannya dengan pakaian pride seorang anak bangsawan atau bisa dikatakan anak dari seorang presiden direktur.

"Mereka adalah mafia dari dataran Chinese utara yang beberapa tahun yang lalu pernah hyung kalahkan dan membunuh sang boss mafia."ucap Taemin yang kini terlihat serius.

"Apa yang kau katakan heum?"tanya Yesung sedikit berteriak menahan gejolak emosinya.

Tjih,, ternyata aku melewatkan orang penting dalam mafia itu

Umpat Yesung dengan perasaan kesal pada dirinya sendiri karena membebaskan orang penting.

"Mereka adalah E.X.O. Karena hanya mereka yang memakai tattoo – tattoo seperti itu. Aku yakin Minho hyung pasti akan menemukan lebih."ucap Taemin dengan raut muka awas meski dia terlihat tenang.

"Baiklah, kita akan pergi sebentar lagi, tunggu aku di lobby."titah Yesung.

Yesung kini mengambil koper kantornya yang diisi dengan pakaian santai Kyuhyun dan beberapa berkas yang akan dia letakkan diatas meja sang ayah. Yesung kini tidak akan segan lagi dengan orang – orang yang mengganggu kehidupannya. Mungkin satu – dua bulan dia bisa diam. Tapi jika semua itu adalah utusan dari si keparat keriput itu, dia tidak akan segan lagi untuk bertindak.

Aku pasti akan membunuhmu, meski Sungjoon harus membenciku. Jika memang semua ini ada hubungannya antara ayah Sungjoon dan keluarga Lee. Jika yang kau incar adalah Kyuhyun maka kau salah memilih musuh. Secuil kau melukai Kyuhyun, nyawamu akan melayang ditanganku. Camkan itu,,

Choi Youngmin dan Lee Sooman

batin Yesung menggeram menahan amarah yang sudah merasukinya.

Beberapa saat setelah Yesung keluar dari apartemennya, terlihat beberapa orang bodyguard mengikutinya menuju loby dan terkesan seperti sasaeng. Yesung melihat Taemin di lobby yang langsung memberi hormat kepadanya. Setelah itu Yesung memberi kode Taemin untuk melihat dibelakangnya yang ternyata ada tiga orang yang tengah memperhatikan mereka.

Dengan sikap biasa, Yesung dan Taemin pergi dari lobby dan menuju tempat parkir baseman apartemen tersebut. Dengan secarik kertas Yesung menulisan sesuatu dan memberikannya pada Taemin. Dan dibalas dengan anggukan oleh Taemin yang kini tengah membukakan pintu mobil itu untuk Yesung. Sesegera mungkin Taemin mengendarai mobil tersebut untuk keluar dari basement.

Aku tidak tahu jika selama ini aku dibuntuti seperti ini. Jika masih ada yang mengikuti kita ketika kita sudah pergi dari basement, bereskan. Aku sudah memberi tahu Onew untuk datang bersama Jonghyun diSPBU depan districk. Aku sudah meminta Jonghyun untuk menyamar menjadi diriku. Dan kau akan kekantor dengan Jonghyun, aku akan menjemput Kyuhyun ditempat Changmin. Bereskan kamarku, dan aku harap semuanya sesuai seperti yang aku minta.

Seperti dugaan Yesung, mobilnya masih diikuti oleh beberapa mobil yang tengah menyamar. Kini Yesung tengah pergi ketoilet dengan cara berlari untuk mendahului orang – orang tersebut yang terlihat mengikutinya dengan jelas. Sepertinya dewi fortuna tengah memihak kepadanya. Sehingga dia masuk ketoilet sebelum diketahui para bodyguard tersebut.

Kini Jonghyun yang menyamar sebagai Yesung menjalankan aksinya dengan masuk kedalam mobil Yesung. Dan mereka tengah menuju perusahaan, sedangkan Yesung kini telah masuk kedalam mobil Onew dan meminta Onew untuk mengantarnya ke club Changmin didistrick Red Cassie. Namun, ditengah perjalanan Yesung mendapatkan ide yang cemerlang.

"Onew, mana ponselmu?"tanya Yesung.

"Ini hyung,"ucap Onew sembari memberikan ponselnya pada Yesung.

To : Jonghyun

Bawa mata – mata itu digudang bawah tanah basement kantor. Aku ingin sedikit memberikan hadiah kepada mereka.

~ Kim Jongwoon ~

Setelah selesai mengirim pesan pada Jonghyun, Yesung kini mendial nomor Changmin. Dengan perasaan khawatir yang disembunyikannya dia mencoba untuk tidak terlihat mencolok dengan kekhawatirannya itu.

"Yeoboseyo,"jawab Changmin.

"Yeoboseyo, Changmin, ini aku Yesung."ucap Yesung.

"Oh, ne Yesung-ssi. Ada yang bisa saya bantu?"tanya Changmin diseberang telepon.

"Aku sudah berada di depan bar milikmu. Bisakah kita bertemu empat mata dalam mobilku?"tanya Yesung lagi.

"Ne, algaesumnida."ucap Changmin sembari keluar bar.

"Kau dimana?"tanya Yesung lagi.

"Aku sudah ada diluar bar, anda dimana?"tanya Changmin sopan.

"Onew didepan, namja itu. Changmin ada mobil merah yang sedang menuju kearahmu, masuklah. Aku ada didalam."titah Yesung pada Onew dan menjawab pertanyaan Changmin.

Setelah mobil itu berhenti, Changmin masuk dengan perasaan kagum dan takut bersamaan. Meski dia juga anak konglomerat akan tetapi kekayaan keluarganya masih dikatakan jauh dari Yesung dan Kyuhyun. Setelah Changmin masuk dan duduk disebelah Onew barulah Yesung menitahkan pada Onew untuk berjalan kearah Sunghai Han.

"Y-Yesung-ss-

"Panggil aku Yesung hyung. Kau tidak usah sungkan, aku juga adalah 'pasangan hidup' sahabat karibmu."ucap Yesung sedikit ambigu.

"B-baiklah, Yesung hyung."ucap Changmin sedikit takut meski pandangannya tertuju didepan.

"Apa yang ingin kau ceritakan padaku Changmin?"tanya Yesung sembari menatap ponselnya sekilas.

"I-itu soal beberapa malam yang lalu. Aku secara tidak sengaja melihat hyung ada disupermarket sebelah taman dekat dengan rumah hyung dan Kyuhyun."ucap Changmin yang mampu menghentikan gerak tangan Yesung yang sedang memindahkan data – data penting dari ponsel ke memori miliknya.

"Apa kau bilang?"tanya Yesung sekali lagi sembari menatap kearah Changmin.

"S-saat itu aku ingin menemui Kyuhyun karena tidak tahan dengan anak itu yang beberapa bulan terkahir kunjungannya ke Bar milikku terlalu sering. Hampir setiap hari dia datang dan minum, kebiasaan konyolnya yang sudah hilang kini kambuh lagi."ucap Changmin sembari menatap lurus jalan didepannya.

"…."

"Saat itu aku tahu jika itu sudah terlalu larut malam untuk berkunjung. Namun aku memaksakan diriku untuk datang. Saat berada ditaman aku melihat Kyuhyun dan Sungmin… berciuman…. Dan setelah itu aku melihat ada sesorang yang menjatuhkan kantong belanjaannya yang tidak lain dan bukan adalah hyung sendiri. Hyung terlihat shock dengan kejadian itu dan setelah itu ada seseorang yang memeluk hyung. Setelah itu aku memutuskan untuk pulang."ucap Changmin.

"Jadi kau hanya ingin menceritakan beberapa hari yang lalu itu denganku?"tanya Yesung terlihat meremas kuat ponsel ditangannya menahan emosi.

"Aku hanya ingin menjelaskan, jika yang hyung lihat tidaklah seperti yang ada dalam bayangan hyung. Aku kenal Kyuhyun lebih dari apapun, melihat Kyuhyun seperti ini aku tidak bisa tinggal diam."ucap Changmin sembari mengepalkan tangannya erat sampai ruas jari – jari miliknya memutih.

"….."

"Kyuhyun sudah menyukai hyung dalam waktu yang lama. Meski otaknya jenius, tapi dia tidak peka dengan orang sekitarnya. Dia adalah manusia anti sosial, hanya beberapa orang yang menjadi temannya."ucap Changmin.

"Apa maksud perkataanmu, jika Kyuhyun menyukaiku?"tanya Yesung yang kini terlihat lebih tenang dan kembali berkutat dengan ponsel miliknya.

"Dua belas tahun yang lalu, di bandara Incheon. Saat itu Kyuhyun baru saja datang dari London dari acara liburannya. Disaat itu Kyuhyun berpapasan dengan hyung, sejak saat itulah Kyuhyun mulai mencari keberadaan hyung."ucap Changmin.

"Hyung, kita sudah sampai."ucap Onew yang tengah memarkirkan mobilnya di pinggiran sungai han.

"Kau bisa keluar dan berjaga diluar."ucap Yesung yang dijawab dengan anggukan oleh Onew.

"Saat itulah Sungmin mulai menyelidiki kenapa Kyuhyun menjauh darinya. Dan dia menemukan jika Kyuhyun telah jatuh hati pada hyung. Meski Kyuhyun dan Sungmin kehilangan jejak hyung. Itu tidak pernah menyurutkan niat Kyuhyun untuk mencari tahu tentangmu. Sampai Kyuhyun diambang batasannya dan menyerah pada nasib. Kyuhyun akhirnya dengan tidak berdaya menerima saja perjodohan orang tuanya. Dan sepertinya dewi fortuna sangat menyayangi kalian, saat itu Kyuhyun bertemu denganmu hyung, sebagai calon tunangannya."ucap Changmin.

Ja-jadi Kyuhyun adalah stalker waktu dibandara dua belas tahun lalu?!

Batin Yesung kaget menerima kenyataan itu. Sekarang dia tahu arti dari perkataan Saeun tadi pagi.

"Aku tahu jika selama ini Kyuhyun selalu bersikap dingin dan tidak adil padamu hyung. Ta-

"Apa hubungan Kyuhyun dengan Sungmin?"tanya Yesung.

"Ye?!gumam Changmin kaget.

"Apa yang membuat Kyuhyun tidak bisa menolak permintaan Sungmin? Bukankah dia anak yang tangguh? Kenapa dia mengiyakan permintaan Sungmin jika benar dia mencintaiku?"tanya Yesung.

"Aku menduga ada permainan yang terjadi didalam hyung. Dulu Kyuhyun pernah mengatakan jika ada skandal terberat yang membuat keluarga Kyuhyun harus jatuh bangun. Hyung masih ingat dengan nama Cho Ahra?"tanya Changmin.

"Bukankah dia pemain Stardivarius Modern? Tapi beberapa tahun terakhir aku tidak mendengar kabarnya. Bahkan sebuah artikel mengatakan jika dia tengah diculik."ucap Yesung lagi.

"Dia adalah kakak perempuan Kyuhyun yang menjadi tawanan keluarga Sungmin tiga bulan yang lalu."ucap Changmin dengan tenang meski gejolak amarah terlontar dari kerasnya suara yang dikeluarkannya.

"M-Mwo?"gumam Yesung sedikit terkejut dengan ucapan Changmin.

"Ahra nonna ditawan setelah menghadiri pernikahan kalian. Kyuhyun mengetahui berita itu beberapa sebulan yang lalu."ucap Changmin.

"…."

"Yesung hyung. Tolong bantu Kyuh-

"Kau tidak perlu khawatir Changmin, aku sudah mengetahui semuanya kecuali Cho Ahra ada ditangan Sungmin. Sekarang kita harus kembali ke bar milikmu."ucap Yesung menatap Changmin lembut.

"Gamsahamnida hyung."ucap Changmin membalas tatapan Yesung dengan senyuman.

"Onew kita kembali ke bar lewat jalan belakang dan Changmin, tolong kasih tahu Yunho untuk membawa Kyuhyun ke belakang rumah. Karena aku akan membawanya."ucap Yesung sembari memberi titah ke dua adiknya itu.

"Ne, hyung."ucap Onew dan Changmin.

Kini Yesung, Changmin, dan Onew telah sampai di belakang bar milik Changmin. Dengan bantuan Changmin dan Onew, Kyuhyun berhasil masuk kedalam mobil milik Yesung. Saat ini Kyuhyun masihlah belum sepenuhnya sadar meski alkohol yang diminumnya sudah berulang kali dimuntahkannya. Kodisi yang lemah membuat Kyuhyun berada diambang sadar dan tidak. Kini Yesung menumpukan tubuh Kyuhyun didadanya.

"Onew, kita berangkat ke perusahaan,"ucap Yesung.

"Ne, hyung."ucap Onew.

"Aku pergi dulu, nanti aku hubungi lagi."ucap Yesung menatap Changmin yang menatap khawatir Kyuhyun.

"Ne, hyung."ucap Changmin sembari membungkuk hormat pada Yesung.

Selama diperjalanan Yesung selalu mengusap keringat Kyuhyun dan menyelimuti tubuh Kyuhyun dengan selimut yang tadi dibawa Changmin. Suhu badan Kyuhyun kini mulai tinggi, membuat Yesung semakin khawatir dengan keadaan sang suaminya. Meski dilanda panik, kini Yesung memilih untuk tenang dan tengah memikirkan sesuatu cara untuk menyelamatkan kakak Kyuhyun.

"Nggghhhh~,"lenguh Kyuhyun yang kini mulai menampilkan manik caramel meski terpancar sorot kelelahan disana.

"Kau sudah bangun Kyu?! Syukurlah."ucap Yesung sembari mengusap pelan kening Kyuhyun.

"Yesung-ee."ucap Kyuhyun sembari menatap wajah kabur Yesung.

"Ne,,"jawab Yesung sembari tersenyum lembut.

"Aku masih bermimpikan? Tidak mungkin aku sedekat itu denganmu."ucap Kyuhyun terlihat sangat sangsi dengan kedekatannya bersama Yesung.

"Ne, kau sedang bermimpi, jadi tidu-

Chuup~

"Kalau aku sedang bermimpi berarti tidak apa – apa jika aku menciummu. Karena jika didunia nyata aku harus menjauhimu."ucap Kyuhyun dengan nada kegetiran disana.

"…" Yesung hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Kyuhyun.

"Saranghamnida Kim Jongwoon~."desah Kyuhyun yang kini terlelap lagi dalam tidurnya. Menampilkan sebuah wajah yang polos dan tampan yang menampilkan sosok asli Kyuhyun pda Yesung.

Sebenarnya apa yang kau pikirkan, Mesum?! Mencium orang ditengah mabuk seperti ini. Sial, sebenarnya kau minum berapa botol sich!

Umpat batin Yesung yang meski tidak dapat dipungkiri jika semburat merah kini menghiasi pipinya.

Kini Onew dan Yesung telah sampai dikantor milik ayah Yesung. Dengan segera Yesung meminta Onew untuk memanggil Key dan membantunya membawa Kyuhyun keruangannya dengan lift khusus untuk petinggi perusahaan. Setelah membutuhkan waktu beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai di ruangan Yesung yang sudah ditungggu oleh Taemin dan Minho. Yesung menyuruh Onew dan Key untuk membaringkan Kyuhyun di ruangan rahasia dibalik tembok kamarnya yang kedap suara.

"Kau sudah membersihkan ruanganku?"tanya Yesung pada Taemin.

"Sudah hyung, aku juga sudah mempersiapkan air kelapa dan kompres untuk tuan muda Kyuhyun. Selain itu kamu juga sudah menangkap mata – mata hyung."ucap Taemin.

"Apa yang kau dapatkan Minho?"tanya Yesung sekarang menatap Minho.

"Menurut yang saya dengar dengan microfon milik Onew dan Taemin. Semua ini ada hubungannya dengan pertarungan hyung di dataran Chinese utara. Meski tidak ada yang mengetahui jika itu adalah hyung, tapi ada seseorang yang mencoba untuk menghancurkan keluarga tuan muda Kyuhyun."ucap Minho fasih sembari memberikan berkas – berkas itu ke tangan Yesung.

"Baiklah, Taemin kau kembali ke posisimu. Jangan lupa untuk memberi mereka makan, karena aku tidak ingin mereka mati sebelum aku menemui mereka."ucap Yesung yang kini menatap Taemin.

"Ne, hyung."ucap Taemin yang kini tengah berlari keluar ruangan dan meninggalkan Yesung dan Minho.

"Minho kau ikut keruanganku."ucap Yesung sembari melangkah keruangan rahasianya diikuti oleh Minho tanpa banyak bicara.

Ruangan rahasia milik Yesung adalah sebuah ruangan yang luas untuk sekedar kamar. Didalam kamar tersebut mirip sebuah hotel VVIP bintang lima. Didalam kamar tersebut terdapat ranjang ukuran king size dan beberapa interior yang senada dengan warna dinding kamar tersebut. Disana juga terdapat sofa lengkap dengan berbagai hiasan dinding lengkap dengan kamar mandi. Kamar itu adalah sebuah ruang rahasia yang ada dibalik dinding buku ruangan Yesung.

"Kau duduk dan tunggulah disini aku akan memeriksa keadaannya dulu."ucap Yesung yang terkesan acuh meski ada syarat kekhawatiran dalam suara yang dikeluarkannya.

"Ne, hyung."ucap Minho sembari mematuhi perintah Yesung dan sekilas melihat Yesung yang tengah berlalu.

Yesung kini tengah melepaskan jas yang dikenakan Kyuhyun. Melepaskan sepatu pantofel yang tengah dikenakannya dari kemarin. Dengan telaten Yesung melepaskan dan mengganti baju Kyuhyun dengan pakaian santai yang dibawanya tadi. Setelah selesai mengganti baju Kyuhyun yang mungkin telah dilihat oleh Minho, Yesung dengan telaten mengusap pelan kening Kyuhyun dan mulai mengompresnya.

Beberapa saat setelah dia meletakkan kain hangat itu, Yesung kembali duduk didepan Minho. Minho yang melihat itu hanya terlihat maklum, dia tahu bahwa hyung manisnya itu akan bersikap manis, manja, lemah, dan kekanakan hanya jika didepan orang yang disukainya.

"Apa hyung mencintainya? Mencintai seorang Cho Kyuhyun?"tanya Minho setelah melihat Yesung duduk tepat didepan.

"Apa salahnya dengan kata 'mencintai'?"tanya Yesung balik.

"Tidak ada hyung, hanya saja aku melihat jika kau terlalu mengkhawatirkan manusia angkuh itu."ucapan Minho pedas yang hanya ditanggapi senyuman manis yang tersungging dibibir Yesung.

"Mungkin,,, yang kau katakan adalah benar."ucap Yesung yang kini terlihat semburat merah dipipinya.

"Hyung, tapi kau tahu resikonya bukan?"tanya Minho lagi yang kini terlihat serius.

"Ya, aku tahu. Aku tahu, jika mungkin nyawaku akan jadi taruhannya berani mencintai namja ini. Lalu apa yang kau dapatkan lagi?"ucap Yesung sembari membaca baik – baik informasi yang didapatkan oleh Minho.

"Saat pertarungan SUPER JUNIOR melawan E.X.O beberapa tahun yang lalu didataran Chinese utara, ada yang sempat melarikan diri dari kobaran api yang membakar markas mereka saat itu. Meski pertarungan itu telah dimenangkan telak oleh SUPER JUNIOR yang ditunggangi oleh hyung sendiri. Dan itu membuat kami, SHINEE, selalu waspada pada pergerakan orang – orang tersebut. Namun akhirnya kami mulai mengetahui jika rencana mereka telah berubah sejak kekalahan telak mereka waktu itu. Mereka membangun lagi sisa – sisa kaki tangan mereka dan juga anak dari mafia yang sudah hyung bunuh saat itu untuk bergabung. Mereka mengincar keluarga tuan muda Kyuhyun yang saat ini tengah dilanda krisis."ucap Minho.

"Apa kau bilang?"bentak Yesung.

"Ini adalah buktinya jika perusahaan tuan muda Kyuhyun tengah mengalami inflasi, karena ada beberapa orang yang telah korupsi didalam pilar perusahaan tersebut."ucap Minho sembari memberikan datanya pada Yesung.

"Ti-tidak mungkin.."gumam Yesung melihat pergerakan statistic perusahaan keuangan keluarga Kyuhyun mulai menikuk turun dengan tajam.

"Kami sudah berusaha mengantisipasi semua ini dengan membuat perusahaan tuan muda berjalan ditempat. Meski kami sadar jika tuan muda Kyuhyun sudah mulai curiga dengan keberadaan orang – orang kita yang kini ada didalam perusahaannya."jawab Minho mulai terlihat sedikit khawatir.

"Baiklah, untuk saat ini aku akan memikirkan jalan keluarnya."ucap Yesung yang kini tengah membuka laptopnya untuk meretas beberapa dokumen yang mungkin akan membantunya menemukan keputusan.

"Ne, hyung. Aku akan kembali keruangan depan dan menghandel semuanya."ucap Minho.

"Sebelum itu, temukan keberadaan Cho Ahra. Dia tengah diculik oleh perusahaan Lee."ucap Yesung sembari memberikan sebuah foto Cho Ahra pada Minho tanpa mengindahkan pandangannya pada laptop miliknya.

"Yeoja ini, kami sudah menemukannya hyung."ucap Minho sedikit menyeringai.

"Sudah?"gumam Yesung yang kini langsung melihat kearah Minho tajam meminta penjelasan.

"Kami telah menemukan keberadaannya melalui beberapa orang yang menyusup di perusahaan Lee."ucap Minho memperlihatkan kilatan devil dimata obsidian miliknya.

"Bagus, temukan dan bawa dia, seta abeonim dan eommanim untuk berlibur ke Jepang. Aku yakin jika 'rumahku' disana akan sangat aman untuk bersembunyi."ucap Yesung yang kini tengah mengerti jika Minho sudah bisa mendapatkan Ahra kapanpun Yesung memberinya titah.

"Baiklah, hyung. Aku akan pergi."ucap Minho membungkuk memberi hormat sembari dia mengundurkan diri.

Yesung masih berkutat dengan laptopnya, dia mulai mencari tahu informasi apapun yang berhubungan dengan E.X.O. Sampai sebuah email membuatnya mengumpat keras.

From : Hankyung

To : 大哥

Subject : E.X.O mulai mengintai

Pesan :

大哥, aku mendapatkan informasi jika E.X.O telah dihidupkan kembali oleh penerusnya. Dia bekerja sama dengan perusahaan Lee untuk menghancurkan keluarga Kyuhyun. dan dalang dibalik semua ini adalah Lee Sungmin dan Choi Sungjoon. Mantan kekasihmu.

大哥, aku tidak tahu pastinya. Yang jelas, kita harus bergerak jika tidak kau pasti akan dalam bahaya. Menurut orang – orang milikku, Sungjoon menuntut balas akan kematian ayahnya yang bunuh diri tiga tahun lalu karena perusahaannya bangkrut yang disebabkan oleh kehancuran E.X.O. Yang jelas dia akan menuntut balas pada SUPER JUNIOR.

~ Super Junior Hangeng ~

P.S : Mantan kekasihmu itu tidak tahu jika kau adalah orang yang selama ini menunggangi SUPER JUNIOR. Kami disini sudah berkumpul dan menunggu perintah darimu.

"DAMN IT?!"umpat Yesung keras.

Dengan segera Yesung mengambil ponsel miliknya yang bertuliskan Super Junior Yesung dichassing luar ponsel tersebut. Dengan cepat dia mendial nomor orang yang baru saja mengiriminya email yang hanya diketahui oleh kelompok mereka. Beberapa saat kemudian panggilan itu diterima oleh orang tersebut.

"你好halo,大哥."jawab namja diseberang.

"你(kamu),, 韩庚(Hankyung),希澈(Heechul),英云(Kangin),利特(Leeteuk),周密(Zhoumi),先华(Henry), 明天你们去韩国(Besok kalian pergi ke Korea)."perintah Yesung mutlak.

"好的(Baik)."jawab namja bernama Hangeng.

"然后,用你们韩国的名字(Kemudian, pakai nama Korea kalian disini)."titah Yesung pada sang namja yang tidak lain adalah wakilnya itu.

"好,大哥(Baik, Kakak besar),"ucap Hankyung.

Yesung memutuskan sambungan teleponnya dan mencoba untuk mencari informasi lainnya tentang keberadaan mafia itu. Akan tetapi pekerjaan itu harus musnah dan terhenti ketika suara lenguhan Kyuhyun menghentikan gerak kursor laptop miliknta. Dengan segera Yesung beranjak dan berdiri menemui Kyuhyun yang tengah bermimpi.

"Eengghhh~"desah Kyuhyun samar.

"Kyu~ gwaencanha?"tanya Yesung sedikit khawatir.

"…."

Namun namja yang didepannya ini hanya membalas pertanyaan Yesung dengan dengkuran halus yang membuat Yesung mencibir.

S-sial,,,

Batin Yesung menyalahkan dirinya sendiri karena tertipu.

Namun saat Yesung mencoba berbalik arah untuk kembali mengerjakan tugasnya itu, Yesung mendapatkan ide yang sangat mujarap untuk bermain dengan 'suami'nya tersebut. Yesung lalu meneruskan jalannya dan meraih telepon kantor miliknya dan menelepon seseorang.

"Ne, Hyung,"ucap seseorang diseberang telepon.

"Jemput, SUPER JUNIOR, malam ini dan antarkan mereka keapartemen miliku. Dan lagi jangan sampai mereka ketahuan publik. Beritahu untuk menemuiku besok pagi dikantor. Aku akan bermalam disini."perintah Yesung.

"Ne, hyung."jawab Jonghyun tegas.

"Baiklah, kerjakan. Beritahu Minho untuk menyiapkan makan malam dan taruh di meja ruanganku."ucap Yesung sembari memutuskan sambungan teleponnya.

Setelah itu, Yesung mengirimkan sebuah e-mail pada wakilnya yang tengah melakukan perjalanan ke Korea dengan pesawat pribadi.

To : Hangeng

From : Yesung

Subject : Info

Pesan : Cari informasi tentang E.X.O sebanyak yang kau bisa dan berikan padaku lusa depan. Kau bisa tinggal diapartemen milikku. ASAL, jangan pernah menyentuh apapun yang berbau 'baby blue'. Kau pasti tahu akibatnya bukan?

~ Super Junior Yesung ~

Setelah itu Yesung keluar ruang rahasianya itu dengan Taemin yang sebelumnya sudah dipanggilnya terlebih dahulu. Kini Yesung dan Taemin tengah turun ke gudang untuk menemui mata – mata yang membuntutinya selama beberapa bulan terakhir.

Pintu lift terbuka, dan pandangan remang, gelap, dan lembab menyapu mata Onyx Yesung. Minho telah menunggu Yesung dan membukakan pintu gudang tersebut. Didalam gudang tersebut terdapat dua orang yang sudah kelelahan dan terikat dalam sebuah kursi dan dijaga oleh beberapa orang suruhan Minho. Mereka tidak akan bisa melihat siapapun yang datang karena mata mereka telah ditutup.

Dengan seringaian yang terpajang dari raut manis Yesung, Yesung mendekati orang – orang tersebut didampingi Minho dan Taemin.

"Apa yang kalian inginkan dariku?"tanya Yesung dengan nada rendah mengintimidasi.

"….."

"Apa yang kalian inginkan dariku?"bentak Yesung.

"…."

"APA YANG KALIAN INGINKAN DARIKU?"teriak Yesung lebih keras sehingga suaranya menggema di tempat parkir itu.

"Kami hanya disuruh untuk mengikuti and-

Sebelum salah seorang itu menyelesaikan ucapannya, Yesung terlebih dahulu memukulnya telak. Sehingga orang itu tersungkur dilantai dengan wajahnya yang terlihat membiru. Terdengar kursi yang patah akibat pukulan Yesung yang sangat kuat hingga membuatnya lepas kendali.

"Buka semua ikatan mereka?!"perintah Yesung menatap orang – orang miliknya.

"Hyung,, jangan bilang ka-

"Aku hanya ingin bersenang – senang Minho. Aku janji tidak akan membunuh mereka. Mereka umpan yang sangat berharga untukku."ucap Yesung menampilkan seringaiannya.

"Apa yang kau inginkan dari mahkluk lemah sepertiku?"tanya Yesung mulai menjalankan aksinya dengan sedikit memberi kesan jika dia adalah mahkluk lemah berdasarkan suaranya.

"Kami hanya disuruh untuk mengikuti dan mengintai pergerakan yang anda lakukan, tuan."ucap salah satu namja yang terlihat membantu temannya yang tersungkur dilantai.

"Siapa yang menyuruh kalian?"tanya Yesung menatap tajam orang yang menjawab pertanyaannya itu.

"I-Itu…"gumam namja itu ragu.

"CEPAT KATAKAN!"bentak Yesung.

"KAMI TIDAK AKAN MENGATAKANNYA!"teriak namja yang tadi dipukul Yesung.

Tipe pemberontak heuhh? Well… Let's begin our game.

Batin Yesung menyeringai menatap namja yang lebih tinggi dari namja yang ditatap tajam Yesung tadi.

"Baiklah, kau dan dia lawan aku. Kalau kalian menang, aku akan melepaskan kalian. Tapi kalau kalian kalah… kalian akan mati ditanganku."ucap Yesung menatap kedua namja itu menantang.

"BEDEBAHHH!"teriak namja yang pertama kali memukul Yesung namun dengan sigap Yesung menahannya.

"Lumayan."gumam Yesung dalam seriangaiannya.

"Brengsek!"gumam namja yang menyerang Yesung.

Pertarungan antara Yesung dan kedua mata – mata itu tak terelakkan. Bentrokan itu membuat kedua belah pihak merasakan nyeri. Yesung yang sedari tadi dengan segap menerima segala serangan mereka dengan segala tangkisan yang dia pelajari. Namun, sebuah peristiwa membuatnya sedikit meringis sakit. Yesung menerima sebuah pukulan tak berarti di pipinya, sehingga membuat bibirnya sedikit robek. Dengan sigap Yesung melawan dan memukul mereka telak hingga para pengintai itu kini telah tersungkur dilantai dengan ringisan kesakitan.

"HYUNG!"teriak Minho dan Taemin bersamaan sembari datang dan melihat keadaan Yesung.

"TUAN MUDA?!"teriak bawahannya yang tadi.

"Aku baik – baik saja."ucap Yesung sembari menjilat darah dari sudut bibirnya.

Pertarungan yang menarik, karena seorang Kim Yesung kini berani menunjukkan taringnya. Taring yang selama ini dia pendam setelah dia menikah. Melihat hasil 'karyanya' pada para pengintai itu membuat Yesung tersenyum puas. Mereka semua menerima patah tulang dikaki, tangan, dan tulang rusuk. Dengan senyum setannya, Yesung menatap kedua pengintainya itu tajam.

"Katakan pada boss kalian untuk membawakan seluruh anak buahnya. Untuk bertemu dan melakukan pertarungan denganku. "ucap Yesung menantang.

"…."

"Kita akan bertemu dengan kekuatan penuh yang kita miliki."ucap Yesung.

"….."

"Dan, katakan pada boss kecilmu itu. Aku tidak akan menyerahkan Kyuhyun pada namja beristri seperti dirinya."ucap Yesung sembari beranjak dari para pengintai itu.

"Kalian, antarkan mereka sebagai paket hadiah dariku. Taemin NOTE."ucap Yesung.

Yesung kini menuliskan beberapa hal yang ingin dia sampaikan pada Sungmin. Namja kelinci itu dan istrinya, mungkin dia akan dipecat dari tempat Siwon. Tapi apa boleh buat, Keluarga Kyuhyun sekarang dalam bahaya.

"S-siapa kau s-sebenarnya?"tanya namja yang kini telah kembali diikat oleh anak buahnya tersebut.

"Na?!"gumam Yesung sembari menatap tawanannya tersebut.

"Dia adalah hyungku. Kim Jongwoon. Dan dia adalah.."ucap Minho sembari menampilkan seriangiannya.

"Sepertinya kau salah orang tuan – tuan sekalian. Karena kalian akan mengetahuinya setelah kau bersama boss kecil kalian."ucap Taemin melihat Yesung yang tengah menyelipkan secarik note untuk boss mereka.

Setelah itu Yesung keluar dari gudang tersebut, kedua mata – mata itu dibuat pingsan oleh Minho dan Taemin. Dan Taemin meminta orang – orangnya untuk mengantarkan 'paket' khusus untuk perusahaan Lee. Meski sebenarnya Taemin sendiri yang ingin melihatnya sendiri bagaimana murkanya sang CEO perusahaan Lee tersebut.

Kini Yesung tengah menaiki lift dengan didampingi Minho yang selalu ada dibelakangnya. Minho sedikit khawatir dengan keadaan Yesung. Namun dia tidak bisa berbuat banyak jika semua itu adalah kemauan Yesung.

"Ambilkan aku obat untuk luka ini."ucap Yesung sembari menunjukkan lukanya.

"Akan aku ambilkan Es Batu, Alkohol, Betadin, dan Plester. Hyung tunggu dikamar hyung saja."ucap Minho menatap Yesung dengan tatapan, jangan membantahku hyung.

"Haaahhh~ baiklah, aku akan mandi kau letakkan obat serta makan malamku dimeja luar, nanti aku akan mengambilnya setelah mandi."ucap Yesung yang kini sudah masuk kedalam kamarnya.

Yesung kemudian melepaskan pakaian kotornya dan pergi mandi serta tak lupa dia membawa bathrope. Tiga puluh menit setelahnya Yesung keluar kamar mandi dan mengambil makan malam'nya' dan obat – obatan keruangan pribadinya itu. Dengan sedikit terdengar ringisan Yesung mengobati luka – lukanya. Namun, saat dia akan memberi plester dia melihat Kyuhyun tiba – tiba bangun dari tidurnya dan duduk diranjang kamar tersebut.

Kyuhyun terlihat celingukan melihat sekeliling, sepertinya dia sudah mulai sadar dari alkohol yang diminumnya. Kyuhyun melihat seluruh ruangan itu dengan seksama. Sampai dia melihat ada pandangan tajam tengah memperhatikan gerak – geriknya saat itu.

"Ye-Yesung."gumam Kyuhyun gugup.

Yesung saat ini terlihat sangat sexy, dilihat dari ujung rambut dan ujung kaki dia sangat sempurna. Saat ini Yesung tengah menggunakan boxer dan bathrope, Yesung menyilangkan kedua kakinya sehingga bathrope itu menyibak dan memperlihatkan paha mulus nan putih miliknya. Kyuhyun saat ini tengah menelan ludah dengan susah payah, bagaimana bisa Yesung ada didalam kamar ini serta hanya memakai bathrope.

"Puas menelanjangiku, Tuan muda Cho?"tanya Yesung sakartis menyembunyikan seringaian yang kini sedikit nampak dari wajah manisnya.

It's Show Time…..

Batin Yesung tertawa nista melihat kepanikan suaminya

"I-ini dimana? B-bagaimana bisa kau dan aku disin-

Kedua manik caramel Kyuhyun membulat sempurna, bagaimana tidak jika saat ini dia hanya memakai boxer saja. Pikiran Kyuhyun kini mulai berfikir tentang kejadian sebelumnya. Saat ini Kyuhyun tengah berfikir bahwa dia ada di club Changmin dan dia menghabiskan hampir lima botol wine. Setelah itu dia merasa semuanya berat dan dia hilang kesadaran.

"Ini dikamarku, kamar pribadi perusahaanku. Apa kau lupa?"bohong Yesung dengan sedikit merendahkan suaranya.

"L-lupa?"tanya Kyuhyun dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan dengan kata – kata.

"Kau dua malam ini sangat liar~."ucap Yesung dengan nada yang sangat manja membuat tubuh Kyuhyun menegang.

"Mw-mwo?!"ucap Kyuhyun kaget.

"…"

"Ja-jadi kau?! Bukan – bukan,, aku?! Maksudku ki-kita melakukan 'itu'?"ucap Kyuhyun melebarkan pandangannya.

"Kau melupakannya? Kau membuatku kecewa 'CHO-KYU-HYUN'"ucap Yesung penuh penekanan dengan nada yang dibuat marah.

"Tapi aku tidak me-

Ba-basah?!

Batin Kyuhyun kini mencelos setelah dia meraba bagian bawahnya yang basah.

"Ahh~ sudahlah… itu juga hakmu untuk melupakannya."ucap Yesung menunjukkan nada kekecewaan sembari kembali mengobati wajahnya.

"Tu-tunggu."ucap Kyuhyun menghentikan gerakan tangan Yesung yang kini ingin mengobati wajahnya.

"Ada apa lagi?"tanya Yesung pura – pura jengah meski didalam hati….

Huahahahahahahaha,,, Cho Kyuhyun Bodoooohhhhhh,,, ahahhahahahahaha

Batin Yesung tertawa keras.

"Ada apa dengan wajahmu? Kenapa memar seperti ini?"tanya Kyuhyun dengan nada khawatir yang di samarkan.

"Apa kau lupa juga? Kau telah memukulku karena tidak melayanimu."ucap Yesung berlagak marah.

"Ye?!"gumam Kyuhyun.

"Sudahlah, pergi sana. Aku ingin mengobati in-

Kyuhyun dengan rasa bersalahnya kini melesat duduk disamping Yesung dan merebut plester dari tangan Yesung dan memasangkannya. Yesung sedikit meringis karena lukanya kini mulai berbaur dengan obat yang ada dplester yang ditempelkan Kyuhyun tadi.

"Sudah sana, bersihkan dirimu. Kau sangat lengket dan bau kau tahu!"ucap Yesung sembari beranjak pergi namun niatan itu terhenti ketika Kyuhyun memegang pergelangan tangannya.

"…."

"Ada apa?!"tanya Yesung dingin meski terselip perasaan gugup.

"Mi-mianhamnida."ucap Kyuhyun sembari menunduk dan mengucapkannya dengan perasaan sangat bersalah.

Kau memang benar – benar polos Kyu! Apa aku memang terlalu evil untuk mengerjaimu? Tapi lihatlah sekarang aku yang memenangkan pertandingan ini.

Batin Yesung bersorak.

"Buat apa meminta maaf? Bukankah kau adalah 'suami'ku? Sudah seharusnya aku melayanimu. Itu kewajibanku untuk memenuhi kebutuhan lahirmu."ucap Yesung dingin.

Yesung mencoba untuk melepaskan dirinya dari Kyuhyun namun Kyuhyun mencengkeram erat Yesung tangan Yesung yang menghasilkan ringisan Yesung. Tiba – tiba Kyuhyun menarik pergelangan tangan Yesung dan membuat Yesung terjerembab dalam pangkuan Kyuhyun. Meski jantung Yesung berdetak cepat berbeda dengan wajahnya yang masih mencoba untuk datar.

"Kau-mau-apa?"tanya Yesung penuh penekanan.

"Aku hanya ingin bilang kalau a-

Saranghamnida Kim Jongwoon~ Saranghamnida Kim Jongwoon~

Sebuah suara nan rendah dan manja milik Kyuhyun menggema diruangan itu menghentikan ucapan Kyuhyun. Sedang Yesung tengah memberontak dari pangkuan Kyuhyun dan berhasil. Dengan cepat Yesung mengambil ponselnya dan membuka e-mail tersebut.

To : 大哥

From : Heechuly

Subject : Kyuhyun dan E.X.O

Pesan : Hari ini tepat tanggal tiga februari suamimu tambah umur, aku ucapkan selamat. Untuk E.X.O aku mendedikasikan mereka diajari beladiri Brazil, Capoera.

Aku mendapat info setelah aku melihat foto mantan kekasihmu mengajari mereka melakukan gerakan capoera dari CCTV yang kupasang di salah satu markas mereka.

Kami menunggu kedatanganmu 'hyung'.

Malam ini kami akan bermalam di apartemenmu, besok pagi sekali kami akan pergi ke 'basecame'.

P.S : Leeteuk hyung ingin bertemu denganmu.

Segera Yesung membalas e-mail tersebut dan beranjak pergi dari tempatnya berdiri sekarang pekerjaan telah menunggu.

To : 大哥

From : Heechuly

Subject : Kyuhyun dan E.X.O

Pesan : Bilang pada Kangin untuk mengajari dasar – dasar capoera. Besok kita bertemu di basecame. Meski ada kemungkinan kita kalah jumlah, aku harap kita bisa menang. Tunjukan apa yang telah kalian pelajari selama kalian bersembunyi.

P.S : Sungjoon, biarkan saja. Aku tidak peduli. Selain itu, tetap awasi pergerakan mereka. Aku menunggu kabarmu.

Setelah mengiril e-mail tersebut, Yesung dengan sigap berjalan kedepan almari dan mencari baju yang ingin dikenakannya untuk makan malam yang telah disiapkan oleh keluarganya. Mungkin sedikit bocoran 'tambah umurnya' Kyuhyun dari Heechul berhasil membuat Yesung paham kenapa ibunya memaksakan untuk pergi makan malam bersama keluarga besar.

Gerakan tangan Yesung yang memilah – milah baju terhenti ketika sepasang lengan kekar tangah memeluknya dari belakang. Yesung tahu siapa yang berani memeluknya dari belakang, namun dia hanya diam dan meneruskan kegiatannya. Meski tidak dapat dipungkiri jika dirinya tengah menahan darah yang mendidih diwajahnya.

"Sepertinya aku memang tidak bisa membohongimu lagi, Sungie."ucap Kyuhyun sembari menyenderkan kepalanya diceruk leher Yesung.

"Sepertinya begitu."ucap Yesung yang masih memilah – milah baju dialmari depannya.

"Sungie bolehkah ak-

"Tidak, karena sebentar lagi kau dan aku akan makan malam bersama keluarga besar. Cepat mandi!"ucap Yesung sembari melepaskan pelukan Kyuhyun.

"Baiklah,"ucap Kyuhyun melepaskan Yesung dari pelukannya.

"Kyu.."panggil Yesung saat Kyuhyun berbalik badan.

"Ne,,"gumam Kyuhyun sembari menatap Yesung.

Chuuup~

"Saengil Chugghae Hamnida, Cho Kyuhyun."ucap Yesung setelah mencium bibir Kyuhyun sekilas dan beranjak ke ruang ganti.

"…" yang dicium Yesung kini hanya membatu dengan apa yang lakukan Yesung.

Kini Yesung telah masuk kedalam ruang ganti dan menguncinya, dari derap langkah Kyuhyun, Yesung tahu jika Kyuhyun tengah pergi mandi. Yesung tahu dia sangat bodoh mencium Kyuhyun. Dan kini salahkan perbuatannya yang membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

~ To Be Contiou ~

Mian, gag bisa review sekarang,,, kalau sempat lagi Joonie akan say hai lagi. Buat semuanya terima kasih. Sebenarnya mau posting semalam, akan tetapi aku ketiduran jadinya tercancel. Tapi sebagai permintaan maaf karena update telah di chap ini sudah aku perpanjang.

Sekali lagi aku minta review kalian,, terima kasih..