Disebuah kamar dipantai terkecil pulau Jeju, seorang yeoja tengah duduk di sebuah kursi. Yeoja itu nampak lelah dengan semua yang dialaminya. Meski dia mendapatkan makan tiga kali sehari dan membuatnya tidak melakukan apapun adalah hal paling menyebalkan yang dia alami.

Dia tahu jika dia menjadi tawanan keluarga Lee, Lee Sungmin yang telah dianggapnya sebagai adiknya sendiri telah membawanya jauh dari keluarga hangatnya. Sungmin yang dianggapnya adik itu menjabarkan bahwa dia kecewa dengan pernikahan yang dilakoni Kyuhyun. Dia tidak tahu harus bagaimana dengan semua ini, dia benar – benar menyalahkan dirinya sendiri.

"Makanlah, ini jatahmu malam ini. Cho Ahra."ucap salah seorang bodyguard membuka pintu kamar dan menaruh nampan berisi makanan dimeja samping pintu.

"…."yeoja itu hanya bisa menatap tajam dengan obsidan miliknya.

Dengan segera sang bodyguard itu menutup dan kembali mengunci yeoja itu didalam kamar. Bukan dia tidak mau melawan dan bukan dia tidak berusaha untuk melarikan diri. Akan tetapi semua itu hasilnya akan percuma, dia sudah berulang kali mencobanya, dan pada akhirnya dia akan kembali kekamar itu lagi dengan luka memar ditubuhnya.

Ahra dengan perlahan berjalan menghampiri nampan berisi makan malamnya tersebut. Dengan gerakan perlahan dia mulai memakan jatah makannya tersebut. Ahra tidak ingin mati konyol ditempat laknat seperti ini. Dia ingin pulang dan membuat keluarganya tersenyum dengan kepulangannya.

Beberapa saat setelah Ahra mulai memakan makanannya dia mendengar suara kegaduhan divilla tempatnya disekap. Namun yang dilakukanan hanyalah acuh dan membiarkannya. Ahra melanjutkan acara makannya yang tadi sempat terhenti ketika kegaduhan itu itu terjadi.

_BRAAAKK_

Ketika keadaan sudah mulai hening, tiba – tiba pintu kamarnya terdobrak dan menampilkan seorang namja dengan setelas jas yang terlepas dari kancingnya. Dengan pistol yang berada dalam genggamannya namja itu memilih sikap waspada jika didalam kamar itu masih terdapat bogyguard.

Setelah dikiranya aman dengan dia menurunkan pistol dan membungkuk hormat pda Ahra.

"Ahra-ssi, saya Minho dari Shinee. Datang atas perintah Tuan Muda Yesung untuk menyelamatkan anda."ucap Minho sembari menatap Ahra dengan kewaspadaan.

"Ye-Yesung?!"ucap Ahra yang kini menjatuhkan sendok yang dipegangnya.

"Ne, kami harap anda bersedia untuk bersama kami saat ini. Saya takutkan jika keadaan Villa ini akan ada bantuan dari perusahaan pusat."ucap Minho.

"Ne, Arraseo."ucap Ahra sembari mengambil cardigan di kursi dan berlari kearah Minho dan yang lain.

Saat ini Minho dan Ahra mencoba untuk meloloskan diri dari villa tersebut dengan pasukan miliknya. Dengan berbekal kondisi dan tata letak villa tersebut Minho dan yang lain berhasil membobol benteng villa tersebut dengan sangat mudah. Dengan membawa serta member Super Junior membuatnya cukup mudah untuk masuk dan menghabisi anak buah Sungmin.

Kini Ahra dan Minho telah sampai di mobil yang telah lama menunggu mereka. Dengan sigap mereka meledakkan villa tersebut dengan bom buatan Key sang ahli senjata. Dengan seringaian mengerikan mereka melihat kobaran api yang melahap villa tersebut dan membuatnya rata dengan tanah.

Kemenangan tersebut dengan segera disampaikan pada seorang namja yang duduk dengan angkuh dimeja kantornya. Dengan seringaian devil yang dimilikinya membuat beberapa orang didepannya tersenyum bahagia. Sebuah kalimat yang membuat mereka sedikit bernafas lega dan akan membalas balik serangan kepada perusahaan tersebut. Sebuah kalimat yang menjadi pijakan dasar baginya yang akan menjadi sejarah bagi hidupnya.

"MISSION CLEAR."ucap Yesung dengan nada intimidasi yang kental

In Your Arm To Night

Part 7

Pairing :

Kyusung

Disclaimer :

Super Junior Member

Author :

Joonie Kim

Genre :

Romance

Slight

Hurt Comfort

Slight

Action

Slight

Crime

Ratting :

T

Warning :

Yaoi Content

Typho

Inspiration :

In Your Arm To Night ~ Otome Game ( Voltage )

VCR ~ Don't Don ~ Sushow 2 at Japan

Umur Chara Member Super Junior :

Leeteuk : 31 tahun. Satu bulan lebih tua dari pada Yesung.

Heechul : 28 tahun.

Kangin : 28 tahun. Beda satu bulan lebih muda dengan Heechul.

Hangeng : 28 tahun. Beda tiga bulan lebih muda dengan Heechul.

Zhoumi : 26 tahun.

Henry : 25 tahun.

Umur Chara Member Shinee :

Minho : 25 tahun.

Key : 25 tahun. Beda satu bulan dengan Minho.

Onew : 24 tahun.

Jonghyun : 24 tahun. Beda dua bulan dengan Onew.

Taemin : 23 tahun.

" Kau tahu bagaimana rasanya mengalami mimpi buruk? Dimana kau merasa bahwa ada sesuatu yang sangat penting dan telah kau cari – cari yang kau tahu memang ada disana, tetapi selalu berada di luar jangkauanmu."

~ Sherlock Holmes ~

~ Let's Begin the Fiction ~

Beberapa hari sebelum penyergapan SHINEE

Kini Yesung dan member Super Junior tengah berkumpul disebuah tempat yang rahasia. Bisa dikatakan jika itu adalah tempat basecame milik mereka. Disebuah ruangan dengan meja bundar mirip sebuah ruang rapat, mereka tengah mengadakan pertemuan. Penemuan yang telah dilakukan oleh orang – orang miliknya yang telah menyelinap di perusahaan Sungmin membuat Yesung sedikit bisa bernafas lega. Bukan hanya member Super Junior namun juga member Shinee ikut dalam rapat tersebut.

"Menurut orang – orang Minho, Cho Ahra disekap disebuah villa dibagian barat pulau Jeju. Sekarang rencana seperti apa yang akan dijalankan oleh Shinee, Heechul?"tanya Yesung sebagai pimpinan rapat.

"Rencananya seperti ini hyung,"ucap Heechul sembari membagikan rencananya pada semua pengunjung rapat.

"…"

"Halaman pertama, aku meminta bantuan Hangeng untuk meng-hack keamanan dan CCTV yang tersambung dengan perangkat LAN yang telah dipasang dalam villa tersebut. Sehingga perusahaan Lee tidak mengetahui jika villa tersebut sedang dalam penyerangan."ucap Heechul.

"Itu mudah untukku. Bagaimana hyung?"tanya Hangeng dengan percaya diri.

"Right, Decision taken."ucap Yesung langsung.

"Halaman kedua, aku juga meminta bantuan Kangin untuk menjaga Shinee ketika rencana ini bocor atau ketika kita tengah dikejar. Selain itu, ketika Shinee sudah mendapatkan Cho Ahra, bantu mereka dari belakang karena mereka tidak mungkin bisa meng-cover ketika mereka sedang membawa orang."ujar Heechul.

"Bagaimana Kangin?"tanya Yesung langsung menatap Kangin.

"Decision Taken."ucap Kangin mantap.

"Halaman ketiga, permulaan setelah Hangeng meng-hack semua keamanan dalam villa tersebut. Member Shinee dan beberapa orang anak buah kita akan masuk kedalam dan mulai menghajar para bogyguard villa tersebut. Selama ini, informasi yang aku dapatkan villa tersebut terbagi menjadi lima bagian."jelas Heechul.

"Halaman keempat, bagian pertama adalah kamar utama dan ruang keluarga dilantai dua sebelah kanan, bagian itu akan dipimpin oleh Minho sebagai ketua Shinee sekaligus mendapatkan tugas tambahan menyelamatkan Cho Ahra. Dan dihalaman ini sudah terdapat denah ruangannya."ucap Heechul.

"Baik, hyung."ucap Minho.

"Halaman kelima, bagian kedua adalah ruang kosong dan gudang yang ada dilantai dua sebelah kiri, bagian itu akan dipimpin oleh Jonghyun. Begitu pun sudah tergambar denah ruangannya."ucap Heechul lagi.

"Baik, hyung."ucap Jonghyun.

"Halaman keenam, bagian ketiga adalah kamar tidur tamu pertama dan dapur dilantai satu sebelah kiri, bagian itu akan dipimpin oleh Onew. Disinipun sudah ada denah bagian miliknya."ucap Heechul.

"Baik, hyung." Ucap Onew.

"Halaman ketujuh, bagian keempat adalah kamar tidur dan ruangan santai dilantai satu bagian belakang, bagian ini akan dipimpin oleh Key. Dihalaman ini ada denah bagimana kau akan menyerang."ucap Heechul sembari memandang Key.

"Baik, hyung."ucap Key.

"Selain itu, dalam halaman itu sudah aku tandai tempat tempat dimana kau harus meningkatkan kewaspadaanmu."ucap Heechul lagi memberikan sedikit bocoran.

"Gamsahamnida, hyung." Ucap Key.

"Halaman kedelapan, bagian yang terakhir adalah kamar dan ruang tamu dilantai satu sebelah kanan dan depan, bagian itu akan dipimpin oleh Taemin. Dan kau sudah lihat denahnya bukan?"tanya Heechul memandang Taemin.

"Sudah hyung, akan aku laksanakan."ucap Taemin.

"Halaman kesembilan, ini adalah denah villa tersebut seperti pada halaman ketiga. Akan tetapi dalam halaman ini ada tanda silang merah. Apakah ada yang tahu maksudnya?"tanya Heechul sembari menatap peserta rapat.

"Changkaman, kau tidak berniat menghancurkan villa itukan Heechul?"tanya Leeteuk menatap manik ruby Heechul.

"Sayangnya aku harus mengatakan iya hyung."ucap Heechul.

"Apa maksud semua ini Heechul?"tanya Yesung sedikit kurang suka dengan rencana yang terakhir.

"Ada salah satu mata – mata yang aku pasangkan di kediaman Sungmin. Dia mengatakan jika villa tersebut akan dijadikan tempat persembunyian EXO. Dan akan dijadikan sebagai tempat pertemuan antara keluarga Lee dan Keluarga Choi. Yang lebih parahnya lagi, tempat itu adalah gudang persenjataan EXO."ucap Hangeng sedikit membuat Heechul senyuman miring diwajahnya.

"Jadi tempat itu akan dijadikan tempat pertemuan kedua keluarga yang akan menyiksa Cho Ahra?"ucap Yesung dengan suara yang sedikit meninggi.

"Bisa dibilang seperti itu."ucap Heechul melengkapi pernyataan Hangeng.

"Keparat."geram Yesung.

"Baiklah aku lanjutkan. Tanda silang merah dalam halaman ini adalah tanda dimana kalian akan memasangkan bom plastik yang akan dibuat oleh Key. Namun itu bukanlah bom waktu seperti yang kau buat, akan tetapi sebuah bom dengan pemicu yang akan aku bawa. Aku akan meledakkan villa tersebut ketika semua member dan 'target' sudah dalam jangkauan aman."ucap Heechul.

"Sempurna."ucap Hangeng.

"Bagaimana Key? Kau bisa membuatnya kan?"tanya Heechul yang kini menatap Key.

"Serahkan padaku hyung."ucap Key.

"Selain itu aku dan Leeteuk hyung akan menjadi driver kalian dalam misi ini dan akan menjadi dokter dengan kemampuan kedokteran miliknya. Ada masalah?"tanya Heechul sembari menatap Leeteuk.

"Decision Taken. Aku akan membawa peralatanku nanti."ucap Leeteuk sembari memberikan seringaian miliknya.

"Bagaimana jika kalian dikejar ketika melarikan diri? Bukankah itu akan membahayakan jika memakai dua mobil?"tanya Yesung.

"Tidak hyung, jika kami hanya memakai satu mobil, itu akan terlihat mencolok. Untuk masalah kita dikejar, tidakkah kau lupa hyung? Leeteuk hyung telah belajar menjadi sniper dari Kangin. Mobil pertama ada Kangin dan Hangeng. Sedangkan mobil kedua ada aku dan Leeteuk. Mobil pertama adalah mobil member Shinee dan 'target'. Mobil kedua adalah anak buah yang lain dan tempat perlengkapan serta pertolongan jika ada orang – orang kita yang terluka."ucap Heechul menjelaskan rencananya lagi.

"Benarkah itu Leeteuk hyung?"tanya Yesung seakan sangsi dengan ucapan Heechul.

"Apa kau meragukanku,,, Ketua?"tanya Leeteuk sembari menyeringai menantang sang ketua.

"Tidak, aku tidak ingin pulang dengan bubuk mesiu yang tercium dari tubuhku. Itu akan mencurigakan, kalian tahu bukankah selama ini aku mendirikan Super Junior dan Shinee secara diam – diam. Aku tidak ingin siapapun tahu, meskipun itu Kyuhyun."ucap Yesung tegas.

"Tetapi kurasa, suatu saat Kyuhyun hyung akan tahu identitasmu sebenarnya hyung. Karena Kyuhyun hyung bukanlah namja yang dengan segera menelan pernyataan orang lain."ucap Zhoumi.

"Ya, aku tahu. Aku akan berhati – hati."ucap Yesung.

"Bagiamana rencana ini hyung? Decision Taken?"tanya Heechul dengan wajah poker miliknya.

"DECISION TAKEN. Namun, jangan lupa kalaian pakai baju anti peluru. Dan,,,,"ucap Yesung sedikit menggantung dengan nada rendah dan dingin menunjukkan Pride seorang pemimpin.

"Dan?"koor para peserta rapat.

"Jaga diri kalian, selain itu cepat kabari aku. Dan mungkin untuk aku akan menambahkan sedikit rencana untuk kalian."ucap Yesung menampilkan seringaian devil yang mengerikan.

"Yes, decision taken."ucap seluruh peserta rapat kecuali Yesung.

"MISSION START"

Kini Yesung dan yang lain tengah mempersiapkan segalanya. Penyergapan itu akan dilakukan beberapa hari lagi. Yesung kini tengah mengurusi segala keperluan liburan yang dilakukan keluarga Cho kecuali Kyuhyun yang tidak akan pernah mau meninggalkan perusahaannya.

Setelah orang suruhannya datang dan mengantarkan pesanan miliknya, Yesung kini telah tersenyum lembut menatap foto keluarga besarnya. Yesung bersumpah akan membalas semua perbuatan yang dilakukan Sungmin pada keluarganya terutama suaminya. Kini Yesung menyimpan beberapa lembar tiket liburan ke Jepang. Lebih tepatnya kerumah tinggalnya dulu, untuk sementara waktu dan meminta kepala keluarga Cho untuk tidak memberitahu Kyuhyun keadaan keluarga mereka.

Di districk lain dari kantor Yesung, seorang namja tengah meremas sebuah kertas dari anak buahnya. Geram kemarahan menggema dalam kantor tersebut. Membuat beberapa orang didalam ruangan itu sedikit menaikkan alisnya. Mereka tidak pernah melihat sosok Sungmin yang semarah itu.

"Cepat obati Baekhyun dan Chanyeol."ucap Sungmin menatap Kay tajam.

"Ne, hyung."ucap Kay sembari memberi isyarat pada temannya untuk membantu Baekhyun dan Chanyeol mendapatkan perawatan.

Setelah Kay dan beberapa orang membawa anak buah mereka yang terluka dan menutup pintu kantor, Sungmin menggebrak meja meluapkan kemarahannya.

"BRENGSEKK!"umpat Sungmin.

"Ada apa hyung?"tanya salah satu dari mereka.

"Bacalah."ucap Sungmin sembari memberikan kertas Note yang telah diremasnya tadi pada salah seorang dari orang – orangnya.

Orang tersebut kini membaca kertas tersebut dengan seksama dan menampilkan kerutan amarah didahinya. Dan kertas itu kemudian diberikan kepada semua orang yang ada disana secara estafet. Dan akhirnya semua orang yang ada disana kini menahan amarah mereka.

Bagaimana hadiah tahun baru dariku Lee Sungmin? Apa itu hadiah terbaik yang kau dapatkan dihari seperti ini?aku harap hadiah dariku tidak membuatmu kecewa.

Sedikit aku mengerti apa yang membuatmu memata – mataiku, kau cemburu aku menikah dengan Kyuhyun? Kau sangat cemburu hingga kau ingin menyingkarku dari sisi Kyuhyun.

Apa istrimu yang cantik itu tidak bisa memuaskan hasrat terpendammu? Kau tahu jika aku adalah orang yang paling 'dinantikan' Kyuhyun. jadi dengan cara kotor kau mempengaruhinya. Benarkan? Sehingga kau menculik Cho Ahra untuk kepentinganmu dan kepentingan perusahaanmu.

Namun satu hal yang harus kau tahu, Sungminnie.

Kau salah memilih musuh, salah besar. Meski kau telah bersekongkol dengan Sungjoon, itu tidak akan membuatku untuk mundur. Karena orang yang selama ini kau cari, orang yang selama ini menjadi targetmu dan Sungjoon. Orang yang menjadi BLACKLIST pertamamu,,,

Adalah,,,,,

Diriku,,,

Kim Jong Woon

a.k.a

Kim Yesung.

Apa kau lupa penulisan namaku dalam hanja Sungminnie ?

K-I-M-Y-E-S-E-O-N-G

Dalam aksara Chinese

Jin Yixing

Sudah ingat dengan nama itu? Jin Yixing? Apa perlu aku memberitahumu juga?

Jin Yixing,

Ketua Mafia didataran Chinese

~ Super Junior ~

Salah Satu Ketua Mafia Ternama Korea

~ SHINEE ~

Sampai bertemu dalam tiga hari kedepan dengan upacara sambutan tantangan darimu,

Lee Sungmin!

Tertanda

Kim Yesung

"AARRGGHHHTTT DAMN IT!"teriak Sungmin mencoba meluapkan kekesalannya.

"Apa yang kan kau lakukan hyung?"tanya seseorang dari anak buahnya.

"Aku kan menyembunyikan informasi ini pada Sungjoon. Kau ingat perjanjianku denganya bukan?"tanya Sungmin menatap tajam bawahannya tersebut.

"Tentu. Kalian bersekutu dengan tujuan hancurnya perusahaan Cho dan Kyuhyun kembali padamu serta Yesung kembali ke pelukan Sungjoon hyung. Serta mencari orang yang telah membunuh ayah dari Sungjoon hyung."ucap salah satu dari mereka.

"Aku tidak menyangka jika musuhku adalah orang yang telah membunuh guruku. Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi. Kita berkumpul beberapa hari lagi di kantor, aku tidak ingin Saeun melihat kalian."ucap Sungmin dingin.

"Baik, hyung."ucap mereka semua serempak.

"Dan lagi, aku harap kalian mengawasi perkembangan Baekhyun dan Chanyeol. Aku ingin mereka segera pulih. Selain itu, aku ingin kalian tutup mulut dengan masalah ini."ucap Sungmin lagi.

"Baik, Hyung!"ucap mereka yang kini satu persatu mulai meninggalkan Sungmin dalam kantornya.

Beberapa hari setelah dua dari anak buah kesayangannya terluka. Kini berita tidak mengenakan kembali menghampiri Sungmin. Berita tentang villa tempatnya menyekap Cho Ahra dan gudang persenjataan miliknya kini rata dengan tanah. Membuatnya marah besar dan tidak bisa tinggal diam.

"AAARRRGGGHHHHH KAU MEMANG BRENGSEKKKKKK YESSUUNGGG!"teriak Sungmin dirumah miliknya.

"…."Saeun yang mendengar teriakan sang suami terlihat acuh dan lebih memilih untuk bermain dengan smartphone miliknya.

Kini berpindah lagi di ruangan pribadi Yesung yang ada diperusahaannya. Terlihat dua orang yang masih canggung dengan suasana seperti ini. Setelah Yesung bilang pada Kyuhyun ada orang yang mematai – matai rumah mereka, Kyuhyun setuju jika sementara mereka tinggal di perusahaan.

Ponsel Yesung berbunyi, dengan sigap Yesung mengambilnya dan berjalan keluar menuju ruang santai miliknya yang ada dibalkon kantor boleh dikatakan kantor dengan desain seperti apartemen ini memudahkannya untuk berkarya. Ini adalah kantor dengan didesain sendiri olehnya. Sang appa pun terlihat tidak keberatan jika beberapa ruangan kantor dipakai olehnya.

"Yeoboseyo, ada apa Minho?"tanya Yesung sembari menatap kerlap kerlip lampu kota dimalam hari.

"Yeoboseyo hyung, saat ini kami sedang menuju basecame. Dan sepertinya aku harus meminta maaf kepadamu jika aku tidak sengaja memberitahukan identitas kami pada 'target'."ucap Minho sedikit takut.

"Mwo? Apa yang kau katakan Minho?"tanya Yesung dengan nada rendah.

"Aku hanya bilang jika kami Shinee, diperintahkan oleh Yesung untuk menyelamatkannya."ucap Minho.

"Aku rasa tidak apa, tanpa kau menyebut bahwa 'aku' adalah 'ketua' kalian."ucap Yesung dengan penuh penekanan.

"Laporan untuk misi kali ini. Ada beberapa orang kita yang tertembak dan terluka. Mereka sedang ditangani oleh Leeteuk hyung di mobil dua. Selain itu, Taemin mendapatkan luka dibahunya ketika melindungi 'target' saat kami turun dari tangga. Meski luka yang dialaminya tidaklah serius, akan tetapi itu bisa membahayakan dirinya. Sebagai ketua aku meminta maaf karena tidak bisa melindungi anggotaku."ucap Minho dengan nada khawatir.

"Tidak apa, biarkan Leeteuk hyung yang mengobatinya. Dan yang lain jika terluka parah, bawa mereka kerumah sakit milik keluarga Kim. Aku percayakan padamu semuanya. Setelah ini istirahatlah dan tunggu perintah dariku."ucap Yesung dengan nada khawatir yang ditahannya.

"Baik hyung, dimengerti."ucap Minho mantgap.

"Baiklah, besok aku akan kesana. Aku harap kalian bisa merawat 'target' dengan baik. Jangan lupa bilang pada Leeteuk hyung untuk mengobati Ahra setelah kalian sampai."ucap Yesung sembari melirik dan melihat Kyuhyun kini akan menghampirinya.

"Baiklah, jika ada apa – apa aku akan menghubungi hyung. Se-"ucap Minho terpotong ketika seseorang telah merebut pensel milik Minho.

"Yeoboseyo, Yesungie."ucap Ahra yang terlihat takut dan suaranya bergetar.

"Ne, noona. Gwaencanha?"tanya Yesung yang kini tersenyum lembut terpatri diwajahnya.

"Aku hanya sedikit takut. Apa kau tidak apa – apa meminta mafia ini untuk menyelamatkanku? Aku takut jika suatu saat nanti mereka akan menyerangmu."ucap Ahra dengan suara bergetar.

"Tidak ada yang perlu ditakutkan noona. Sudah ya, percayalah pada mereka. Dan satu hal lagi, aku mohon pada noona jangan beritahu apapun pada keluarga noona meskipun itu Kyuhyun."ucap Yesung.

"Waeyo?"tanya Ahra yang kini sedikit tidak terima.

"Aku janji akan mempertemukan noona dengan abeoji dan eommanim. Namun, ada satu hal yang harus aku lakukan sebelum Kyuhyun mengetahui semuanya. Bisakah kau menolongku?"tanya Yesung sedikit memelas.

"Ne,,,ne,, arraseo. Hwaigthing,, semoga usahamu mendapatkan hati Kyuhyun berhasil."ucap Ahra yang kini sedikit terkikik berhasil membuat sang adik iparnya yang manis itu sedikit menggerutu.

"Mengetahui apa Yesung?"tanya Kyuhyun yang kini ada dibelakangnya yang jaraknya hanya lima meter.

"Baiklah, besok akan aku telepon lagi."ucap Yesung yang kini menutup sambungan teleponnya dengan nada sedikit manja.

"Bukan apa – apa, kau ingin makan apa?"tanya Yesung yang mengalihkan pembicaraan.

"Jangan mengalihkan pembicaraan. Apa maksudnya dengan ' sebelum Kyuhyun mengetahui semuanya '. Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"tanya Kyuhyun dengan nada dingin sedikit mengintimidasi Yesung.

"Bukan apa – apa, hanya saja aku lihat abeoji dan eommanim sedikit depresi ringan. Makanya aku mengajak mereka untuk berlibur ke Jepang. Tapi sepertinya tugasku kian menumpuk dari perusahaan Choi, kau bisa menggantikan aku jika kau mau."ucap Yesung yang kini berjalan masuk kedalam kamarnya dan tak lupa dia menutup korden dan jendela kamar-rahasia-nya.

"Kau tidak membohongiku kan?"tanya Kyuhyun yang kini memegang pergelangan tangan Yesung.

"Buat apa aku berbohong padamu?"tanya Yesung lagi dengan pandangan tajam yang tidak mempan pada Kyuhyun.

"Setidaknya sampai saat ini kau 'belum' membohongiku."ucap Kyuhyun sembari melepaskan genggamannya ditangan Yesung.

"Tck,, aku ingin mandi. Jangan mengintipku!"ucap Yesung yang kini berjalan kekamar mandi dengan cepat.

"Kenapa selalu seperti ini? Kenapa jantungku berdetak seakan aku lari marathon?"gumam Yesung yang kini telah ada didalam kamar mandi.

"Siapa yang ingin mengintip? Bu-bukankah aku sudah merasakan tubuhmu?"gumam Kyuhyun yang kini terlihat wajahnya mulai memerah.

"Tck! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun!"ucapnya pada diri sendiri.

Tiga puluh menit berlalu dan kini Yesung telah memakai bathrope dan beranjak ke arah lemari baju. Dengan tangan yang berada di dagu, Yesung memilih baju yang akan dikenakannya. Sedikit memakan waktu memang, akan tetapi Yesung adalah seorang perfectionist, begitu juga dengan Kyuhyun.

Saat ini Kyuhyun tengah berjalan kearah meja disamping lemari baju tersebut untuk mengambil berkas kantornya yang dia bawa kerumah. Entah karena ceroboh atau memang ada malaikat yang membisikkan kata – kata romantis ditelinga mereka. Kini kedua manusia tersebut tengah merasakan hal yang selama ini belum pernah mereka lakukan dengan pasangan resmi mereka saat ini.

Yesung yang tiba – tiba mundur beberapa langkah dan Kyuhyun yang berbalik arah secara tiba – tiba menghasilkan benturan yang tidak terlalu keras namun membuat pipi mereka berdua bersemua merah apel. Yesung jatuh terlentang di ranjang dan tertindih badan Kyuhyun. Oh,, jangan lupakan kedua bibir mereka telah menyatu dan bola mata mereka melebar dengan kecelakaan ciuman yang mereka dapatkan.

Sedikit melupakan waktu, mereka terlihat menikmati posisi mereka. Kyuhyun kini menatap dalam manik onyx milik Yesung yang sangat tajam namun terlihat lembut dan penuh kasih sayang. Sedangkan Yesung kini mencoba untuk menyelami manik caramel Kyuhyun dengan pandangan innocentnya.

Sayangnya, adegan itu terhenti ketika ponsel Kyuhyun berbunyi dan menyuarakan jika Changmin tengah meneleponnya. Membuat kedua manusia itu sadar keadaan dan mencoba untuk melepaskan diri dari ciuman itu. Dengan muka memerah karena malu Kyuhyun mengambil ponselnya dan beranjak keruang baca dan mengangkat telepon Changmin.

Sedangkan Yesung kini sibuk dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Yesung tahu itu bukan ciuman pertamanya, namun dia dapat merasakan sebuah kenyamanan didalam sentuhan Kyuhyun. Saat otaknya kembali berfikir tentang 'ciuman'nya dengan Kyuhyun membuat Yesung menggelengkan kepalanya dan mulai berpakaian dan makan malam.

~ To Be Continou ~

Hai – hai,,,, Joonie kembali datang…

Dengan keputusan yang bulat Joonie tambahkan dua genre di fiction ini. Terlalu berlebihan? Sepertinya tidak. Kekekeke..

Dan satu hal lagi,, Joonie minta maaf jika moment kyusung hanya bisa beberapa yang aku sampaikan di chap ini..

Sekali lagi terima kasih sudah melakukan review… tapi bisakah Joonie memintanya kembali?

Big Thank's for :

Alinzajazky, cassandraelf, anaknyachanbaek92, kara kyusung13, dewinyonyakang, kim yehyun, yeshasparkclouds, lyflink97, ajib4ff, babykyusung, oryza naranatha, Yesung ukeku, kim rose, rikarika, olla, caesar704, ziekyusung, harumi ryosei, jy, deraelf, cloud, kim, wonhaesung love.