Kini disebuah ruangan perusahaan yang tengah berkembang dengan seorang sajangnim dan asisten miliknya tengah mengadakan rapat dengan klient. Dengan bahasa seperti biasanya, sang pemimpin rapat tersebut menerangkan masalah yang sedang dihadapinya. Meski sebenarnya itu bukanlah tanggung jawab miliknya.

"Kurasa kita harus berhenti disini. Ketika seseorang yang tahu dan menyusun project ini tengah sakit."ucap sang klient.

"Maafkan aku Saeun, aku mendapatkan surat dokter Yesung kemarin siang setelah aku dan Yesung menemuimu. Jadi aku memberikan cuti satu minggu pada Yesung."ucap Siwon menyesal meski dalam hati dia ingin sekali bertemu dengan Yesung.

"Sudahlah, aku tahu kalau dia sakit. Tapi aku harap project ini segera terlaksana."ucap Saeun bijaksana.

"Gamsahamnida Saeun-ssi. Kami janji, setelah Yesung-ssi sembuh, kami akan mengantarkan project ini pada anda."ucap Kibum yang kini sedang membungkuk hormat pada klient.

"Baiklah kita tutup rapat ini. Kibum tolong ambilkan mocca latte untukku dan…"ucap Siwon sembari menatap Saeun.

"Blue Milkshake."ucap Saeun singkat.

"Blue Milkshake untuk Saeun."ucap Siwon yang kini menatap Kibum.

"Ne, sajangnim."ucap Kibum yang kini telah keluar dari ruangan Siwon.

Setelah kepergian Kibum, Siwon duduk di sofa depan Saeun dengan pandangan menyelidik. Ditatapnya Saeun dari atas sampai bawah mencari sesuatu yang ganjal yang ada didalam diri yeoja teman semasa SMA yang dikenal dengan orang yang tidak mau tahu dan tidak mau menunda – nuda sesuatu. Fokus manik Siwon kini terlintas pada perut Saeun yang mulai memperlihatkan ada sebuah kehidupan disana.

"Kau menatapku sudah lebih dari lima menit tanpa berkedip. Choi Siwon."ucap Saeun membuyarkan fokus pikiran Siwon.

"Ahahaha, mian. Aku hanya sedikit heran dengan tingkahmu."ucap Siwon.

"Tingkahku?"ulang Saeun yang kini tengah menatap Siwon balik.

"Kau ingat? Kau dulu adalah yeoja yang tidak mau menunda – nunda pekerjaan. Kau ingat? Kau juga pernah mendampratku karena telat satu hari mengumpulkan angket milikku."ucap Siwon memandang lembut yeoja yang pernah dikaguminya dulu itu.

"Aku masih ingat kau juga menyebutku sebagai yeoja angkuh dan terlalu menyia – nyiakan hidupku jika aku berpaut pada peraturan."ucap Seun sedikit terkikik melihat semburat merah dipipi Siwon.

"Kau? Sudah jangan membuatku malu dengan menyebutkan kekurangajaran kelakuanku semasa SMA."ucap Siwon malu setengah mati.

"Apa kau menyesal menjadi pangeran seseorang yang sangat dipuja semua yeoja sekolah? Baik itu kelas satu, kelas dua, maupun kelas tiga dengan tingkah playboymu itu?"tanya Saeun lagi.

"Tidak, tentu tidak. Saat itu hanya satu orang yang menolakku. Dan aku dibuat penasaran kenapa yeoja itu menolak pesonaku."ucap Siwon membanggakan dirinya.

"Karena aku tidak tertarik dengan statusmu. Aku lebih tertarik dengan jabatanku sebagai ketua osis."ucap Saeun dengan pandangan melembut mengingkat dirinya dulu.

"Baiklah, kita kembali kepokok pembahasan. Kenapa kau menunda project ini? Bukankah kau paling tidak suka dengan orang yang menunda – nunda pekerjaan seperti ini."tanya Siwon.

"Mungkin sama seperti alasan milikmu, kenapa kau memberikan cuti secepat itu terlebih pada pekerjamu yang baru saja di pindahkan kemari dari pusat?"tanya Saeun balik.

"Kim Yesung?"ucap Siwon tiba – tiba.

"Tepat."ucap Saeun sembari memberikan senyuman terbaiknya.

"Jadi, kau mengenal Kim Yesung dan menerima konsep miliknya karena kau kenal Yesung?"tanya Siwon menyelidik.

"Bukan, aku suka sifatnya yang penuh kejutan. Aku yakin saat dia bersamamu untuk menemuiku waktu itu dia tidaklah tahu dengan apa yang terjadi. Aku yakin dia hanya diberitahukan untuk menemuimu dikafe tempat kita bertemu."ucap Saeun menatap Siwon.

"Ya kau benar. Karena aku mengajaknya untuk observasi dan melihat kemampuannya. Meski aku tahu dia lulusan dari Beijing University."ucap Siwon membenarkan perkataan Saeun.

"Aku memang pernah bertemu dengan Yesung sekali sebelum denganmu waktu itu. Aku bisa melihat semua dari sorot matanya yang tajam dan lembut ketika menjelaskan sesuatu yang faktual. Itulah mengapa aku menerima argument miliknya, bukan karena aku mengenalnya."ucap Saeun menjelaskan kenapa dia menerima opini Yesung.

"Lalu, yang membuatmu menerima untuk menunda – nunda project kali ini. Kau tidak bilang jika kau menyukai Yesung bukan?"tanya Siwon setengah tidak terima dengan opininya membuatnya seperti terbakar api cemburu.

_BLEETTHAAKKK_

"Ya,, Appeu.."ucap Siwon ketika sebuah buku tebal dimeja miliknya telah mendarat mulus dikepala miliknya.

"Apa yang kau pikirkan heum?"sungut Saeun.

"Kau orang yang sangat angkuh, jadi kupikir seseorang yang istimewa yang dapat mengubah pendirianmu."ucap Siwon sembari mengelus-elus kepala miliknya dan menatap Saeun penuh dendam.

"Yesung memang istimewa Wonnie, akan tetapi bukan itu yang terjadi."ucap Saeun menunduk ada raut kegetiran yang terlihat diekor mata Siwon.

"Ada apa? Apa ada masalah?"tanya Siwon.

"Aku rasa, aku pernah punya kesalahan yang fatal yang mungkin tidak bisa termaafkan. Dengan mengubah diriku menjadi lebih baik dan terbuka pada orang lain bisa meringankan bebanku."ucap Saeun sembari tersenyum paksa kearah Siwon.

Siwon menatap dalam kearah Saeun, tidak biasanya yeoja itu memendam kepedihannya. Saeun adalah sahabat pertama yang dimilikinya selama ini. Meski dulu Siwon pernah meminta Saeun untuk menjadi kekasihnya namun Saeun menolaknya dengan mutlak dan malah memintanya untuk menjadi sahabat pertamanya.

Saat Siwon ingin mengatakan sesuatu, Kibum datang dengan pesanan darinya. Kibum meletakkan menuman yang dipesannya tadi kemeja ruangan Siwon. Saat ini mereka kembali bercengkrama dengan Siwon yang menjadi pembahasan utamanya.

Meski dalam pembicaraan itu sangat ramai dan penuh dengan tawa. Namun Kibum lebih terlihat seperti orang yang tengah kehilangan nyawanya. Pikirannya melayang jauh saat dia membeli mocca latte. Dia melihat Yesung, namun dia tidak berani memanggilnya karena dia tengah dijemput oleh limosin perusahaan appanya. Yang ada didalam pikirannya saat ini adalah apa yang terjadi dengan Yesung.

"…Bummie.. Kibummie,,"panggil Siwon.

"N-ne, sajangnim."ucap Kibum sedikit kaget dengan panggilan Siwon.

"Neol Gwaencanha? Apa yang terjadi?"tanya Siwon lagi.

"Aku tak apa Wonnie, hanya saja aku kurang enak badan."ucap Kibum.

"Kau tidak sedang berbohongkan?"tanya Siwon lagi.

"B-buat apa aku berbohong, Wonnie."ucap Kibum mengelak.

"Ka-

"Apa yang kau pikirkan tentang Kim Yesung, Bummie?"tanya Saeun menatap dalam manik Kibum.

"Ye?!"gumam Kibum.

"Apa kau menyukai Kim Yesung?"tanya Saeun lagi.

"?!"ucapan Saeun barusan membuat Siwon kaget.

Jangan katakan kalau selama ini Kibum menyukai Yesung, terlebih mereka ada di satu bangunan apartemen yang sama.

Batin Siwon menduga – duga.

"Maksudmu apa nuna?"tanya Kibum sedikit tidak suka dengan pertanyaan Saeun.

"Tidak ada, aku hanya ingin bilang jika Yesung sudah menikah. Dan itu juga untukmu presdir."ucap Saeun pada Siwon.

"Ehm, aku tahu."ucap Siwon meski sedikit tidak rela.

"Hah~ kau sahabatku Siwon, aku tidak ingin kau salah langkah. Apa kau tidak pergi menjemput Yoona?"ucap Saeun mengingatkan Siwon.

"Ehm, kau benar, kami berencana untuk kepemakaman Seohyun. Kau akan ikut?"tanya Siwon.

"Tentu, Seohyun adalah sahabatku,"ucap Saeun sembari berdiri dan beranjak pergi disusul dengan Siwon.

"Bummie, kau tunggu disini. Kalau ada apa – apa hubungi aku, aku pergi dulu."ucap Siwon lalu beranjak pergi menyusul Saeun.

Kini tinggalah Kibum sendiri merenungi apa yang disampaikan oleh Saeun, sunbae universitasnya. Kibum sadar jika Yesung sudah memiliki keluarga, atau bisa dikatakan baru saja menikah. Tapi dia juga tidak dapat mengingkari jika dia ada rasa dengan Yesung. Kibum juga sadar jika kedekatannya dengan Yesung beberapa waktu yang lalu hanya sebatas sebagai teman kerja.

In Your Arm To Night

Part 8

Pairing :

Kyusung

Disclaimer :

Super Junior Member

Shinee Member

EXO Member

Author :

Joonie Kim

Genre :

Romance

Slight

Hurt Comfort

Slight

Action

Slight

Crime

Ratting :

T (Always)

Warning :

Yaoi Content

Typho

Inspiration :

In Your Arm To Night ~ Otome Game ( Voltage )

VCR ~ Don't Don ~ Sushow 2 at Japan

~ Enam Hari sebelum Saeun datang ke kantor Siwon ~

"Yeoboseyo,"ucap Kyuhyun menerima telepon dari Changmin.

"Aku harap aku tidak mengganggu acaramu dengan Yesung, Kyu~,"ucap Changmin.

"T-tentu tidak."ucap Kyuhyun gugup.

"Ah sudahlah, aku hanya ingin mengatakan jika villa yang dulu aku duga tempat penyekapan Ahra nuna sekarang rata dengan tanah."ucap Changmin membuat Kyuhyun melebarkan matanya.

Kemarin setelah dia sadar, dia mendapat kabar dari Changmin jika dia tahu tempat penyekapan kakaknya. Namun, apa yang dia dengar saat ini sungguh membuatnya tidak tahu harus berbuat apa. Kyuhyun hanya bisa berharap jika sang kakak baik – baik saja.

"K-kau bilang apa? Kalau kau sedang bercanda itu tidak lucu Changmin."ucap Kyuhyun sedikit meninggi.

"Jika kau tidak percaya, lihatlah ditelevisi, beritanya sudah diudarakan sejak sepuluh menit yang lalu."ucap Changmin membuat Kyuhyun langsung menyalakan benda elektronik persegi panjang di dinding kamar rahasia Yesung.

-ru saja terjadi ledakan besar di area villa daerah pulau Jeju di bagian barat. Penyebab ledakan diperkirakan dari gas villa dan bom. Sampai saat ini pemilik dari villa tersebut yakni Presiden Direktur Lee Sungmin enggan berkomentar tentang ledakan ini. Selain itu juga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemilik villa juga tidak melaporkan ke pihak berwajib jika ini adalah pengeboman.

_DHEG_

'I-inikan?'

Batin Yesung kaget mendengar berita yang sedang ditonton Kyuhyun.

Yesung yang mendengar berita tersebut mencoba untuk menetralkan deru jantungnya yang berpacu cepat. Inilah alasannya kenapa dia tidak ingin membumi – hanguskan bangunan itu. Yesung menatap Kyuhyun yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Shock? Itu sudah pasti, akan tetapi apa yang harus dia perbuat sekarang, dia tidak tahu.

"Baiklah Changmin, besok aku akan ke Red Cassie untuk membicarakan hal ini."ucap Kyuhyun sembari menutup teleponnya.

'Changmin?'

Batin Yesung sedikit tidak suka jika Kyuhyun terlalu dekat dengan namja itu.

Berusaha untuk bersikap biasa saja dan mengenyahkan perasaan cemburu, Yesung mencoba untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Apa hubungannya dengan bangunan atau bisa dibilang Villa tersebut. Selain itu dia juga harus menghubungi Changmin dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kyuhyun-nee."panggil Yesung.

"…."

"Kyuhyun-nee, kau melamun?"tanya Yesung sedikit menggerakkan bahu Kyuhyun.

"Ye-Yesung. Ada apa?"tanya Kyuhyun balik.

"Aku bertanya padamu malah kau bertanya balik, lalu aku harus bertanya kepada siapa heum?"tanya Yesung sedikit ingin mencairkan suasana tegang diruangan tersebut.

"Mian, kau tadi bertanya apa?"tanya Kyuhyun lagi yang kini mencoba untuk mengambil berkas perusahaannya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau tampak shock dengan berita di televisi barusan. Apa ada masalah?"tanya Yesung sedikit merendahkan rasa egonya.

"Tidak ada apa – apa,"ucap Kyuhyun cepat.

"Benarkah? Kau tidak membohongiku kan?"tanya Yesung memojokkan Kyuhyun.

"Belum saatnya kau tahu Yesung."ucap Kyuhyun dingin kembali ke sifat awalnya.

"Baiklah, jika kau tidak ingin dibantu."ucap Yesung yang kini mulai memilih baju santainya kembali.

Kyuhyun hanya memandang Yesung yang tengah memilih baju didepannya. Jujur, sebenarnya Kyuhyun ingin memberitahu Yesung dengan semua kejadian yang menimpa keluarganya. Namun, pilihan tetaplah pilihan, Kyuhyun tidak ingin urusan keluarganya membuat masalah bagi keluarga Yesung.

'Mianhae'

Batin Kyuhyun merintih sakit.

Saat Kyuhyun tengah asyik – asyiknya memikirkan tentang masalah keluarganya. Yesung menatap tatapan Kyuhyun yang tampak tertekan dan sakit. Dengan menghela nafas panjang Yesung mencoba untuk memberikan sebuah celetukan yang mungkin membuat Kyuhyun terasa tercekik.

"Kyu~ sudah lama aku tidak melihat Ahra noona konser? Bukankah seharusnya semalam seharusnya dia konser di London? Apa terjadi sesuatu?"tanya Yesung yang langsung mampu membuat tubuh Kyuhyun membeku.

"A-aku tidak tahu. Mungkin Ahra noona sakit."ucap Kyuhyun sekenanya.

"Kalau dia sakit, pasti abeoji dan eommanim tahu kemana Ahra noona pergi. Apa kalian benar – benar tidak ingin aku mengetahui sesuatu?"tanya Yesung sembari menatap manik Kyuhyun yang tampak gelisah.

"A-aku bilang Ahra noona mungkin sakit. Bukankah Ahra noona tipe orang yang tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir."ucap Kyuhyun membuat alasan konyol.

Setelah memakai sweeter merah maroon kesukaannya dan celana skinny jeans cream Yesung melangkahkan kakinya menuju loker samping tempat tidur. Yesung mengambil sebuah amplop besar serta dompet dan kunci mobilnya. Setelah mengambil amplop coklat besar Yesung menyerahkan amplop tersebut. Dengan tampang innocent Kyuhyun menerima amplop tersebut tanpa membukanya.

"Bukalah, apa yang kau ingin tutupi dariku ada disitu semuanya."ucap Yesung sembari keluar kamar.

"?!"

"Aku menemukan amplop tersebut di rumah kemarin siang. Aku pergi, ada yang ingin aku kerjakan."ucap Yesung yang kini ada diambang pintu kamar dan kini menutup pintu tersebut.

Kyuhyun perlahan membuka amplop coklat tersebut dengan hati – hati, meski terlihat amplop tersebut sudah dibuka segelnya. Dengan wajah tak percaya, Kyuhyun menatap foto yang ada di amplop tersebut dengan melebarkan bola matanya. Kyuhyun juga menemukan sebuah surat didalam amplop tersebut.

Kau memang namja yang penurut sekali Kyu~

Karena itulah aku semakin mencintaimu, maka dengan ini aku berikan hadiah untuk kekasih tercintaku. Foto kakak perempuan tercintamu. Tenang saja aku tidak akan menyakitinya asalkan kau menuruti semua keinginanku seperti yang aku minta.

Love you~

Lee Sungmin

Yesung kini melangkahkan kakinya menuju basement tempat parkirnya. Dengan gerak cepat Yesung masuk mobilnya dan segera melajukan mobilnya untuk pergi menuju basecamp dan bertemu dengan Ahra. Yesung melihat jika Kyuhyun berada tak jauh dari arah mobilnya. Meski begitu dengan cepat Yesung melajukan mobilnya menuju ketempat yang sudah ditentukannya dari awal.

Dengan gerakan cepat, Yesung melajukan mobilnya membelah kota Seoul yang tampak lenggang. Yesung meminta Minho untuk menemui Kyuhyun dan memberikan makan malam untuk Kyuhyun. Dan Yesung berpesan jika dia tidak akan pulang malam ini.

Kyuhyun yang tadi sempat mencoba untuk mengejar Yesung, kini telah kembali ke ruangan rahasia mereka. Setelah lima menit berlalu, pintu ruangan Yesung terbuka dan memperlihatkan Minho membawakan makan malam untuk tuan muda Cho.

"Makan malam saya taruh di meja tuan muda. Saya pamit untuk undur diri."ucap Minho sembari melangkah untuk pergi.

"Kau Minho bukan?"tanya Kyuhyun menatap Minho.

"Ne, Tuan Muda. Adakah yang bisa saya bantu?"tanya Minho.

"Apa kau yang mengambil amplop ini dari apartementku?"tanya Kyuhyun menatap Minho sembari menunjuk sebuah amplop.

"Ne, Tuan muda Yesung ingin aku mengambilnya kemarin."ucap Minho tenang.

"Kenapa kau tidak memberikannya padaku? Bukankah ini surat unt-

"Maafkan saya jika saya lancang tuan muda. Saya hanya ditugaskan untuk mengambil amplop itu oleh Tuan Muda Yesung yang telah meletakkan kamera cctv di depan pintu apartemen tuan muda Kyuhyun dan tuan muda Yesung. Selain itu, saya minta maaf jika saya sangat lancang, karena diamplop tersebut tidak ada nama pengirim dan nama penerima. Disana hanya tertulis untuk Cho Family. Karena itu saya menyerahkannya pada tuan muda Yesung."jelas Minho panjang lebar.

"Baiklah,, kau boleh pergi."ucap Kyuhyun yang kini menatap kosong amplop tersebut.

"Ne, tuan muda selamat malam."ucap Minho undur diri.

"Ohya, kau tahu kemana Yesung pergi?"tanya Kyuhyun.

"Jeosonghamnida, saya tidak tahu kemana tuan muda Yesung pergi. Hanya saja tuan muda Yesung bilang jika dia tidak akan pulang malam ini. Saya permisi."ucap Minho kini menutup pintunya dan bergegas untuk menyusul Yesung ke basecamp.

"Marah kah kau padaku? Yesungee?"gumam Kyuhyun lirih.

Kini Yesung telah memarkirkan mobilnya disebuah bangunan kawasan elit didaerah Busan. Yesung dengan segera keluar dari mobil dan menemui adik – adik tercintanya. Sambutan meriah didapatkan Yesung karena sang adik – adiknya bisa bersama sang hyung lagi.

"Hyung kau sudah datang?"ucap Henry.

"Hyung kau ingin makan apa?"tanya Hangeng.

"Hyung apa yang kau minta aku sudah mempersiapkannya."ucap Heechul.

"Leeteuk hyung eoddi?"tanya Yesung singkat.

"Dia ada diruangan Cho Ahra di kamar atas paling ujung."jawab Zhoumi.

"Bagaimana dengan anak buah kita yang lain?"tanya Yesung pada Kangin.

"Mereka sudah bisa diajak 'war' lagi hyung."ucap Kangin.

"Baguslah. Namun, setidaknya aku ingin kalian beristirahat dan menjaga stamina kalian."ucap Yesung yang kini tengah naik tangga.

"Siap, hyung!"jawab Hanggeng, Heechul, Henry, Zhoumi, dan Kangin bersamaan.

Lorong demi lorong Yesung lewati untuk menuju kamar Cho Ahra, sang kakak perempuan iparnya. Setelah sampai, Yesung lalu membuka pintu kamar tersebut dan mendapati Leeteuk baru saja memeriksa keadaan Cho Ahra.

"Bagaimana keadaanmu noona?"tanya Yesung ketika melihat Ahra yang tersenyum bahagia melihat Yesung.

"Aku baik – baik saja, hanya saja Leeteuk uisanim memintaku untuk tidur. Aku kan bosan dan lelah."ucap Ahra sedikit tidak terima jika dirinya hanya boleh ada didalam kamar.

"Turutilah yang mereka katakan noona, aku yakin noona akan bersama abeoji dan eommanim."ucap Yesung tersenyum lembut.

"Aku rasa, jika kau melakukan penerbangan sekarang pasti tidaklah sulit. Kesehatanmu sudah mulai stabil, hanya saja depresimu selama ini yang membuat tubuh terlihat sangat kurus."ucap Leeteuk memberi arahan pada sang pasien.

"Aku tidak kurus!Uisanim."ucap Ahra membuat Yesung sedikit terkikik senang.

"Baiklah, aku tunggu dibawah."ucap Yesung seakan memberi arti pada Leeteuk untuk menidurkan Ahra.

Setelah Yesung keluar, Ahra terlihat mulai tertidur dengan obat tidur yang diberikan oleh Leeteuk. Yesung dan Leeteuk kini menuruni tangga tempat itu, dan masuk kedalam sebuah ruangan khusus. Ruangan yang tidak akan pernah bisa dibobol dan tidak akan ada yang mengetahui apapun yang dibicarakan. Yup, kedap suara lebih tepatnya, karena mereka adalah mafia tertinggi asia.

Setelah Minho datang, semua member Shinee dan Super Junior diperintahkan untuk memasuki ruang rapat. Mereka akan mendiskusikan atau membuat strategi untuk 'war' yang telah mereka sepakati bersama Lee Sungmin dan EXO.

"Apa semua member sudah lengkap Shinee?"tanya Yesung menatap Minho.

"Sudah hyung."ucap Minho.

"Super Junior?"tanya Yesung tanpa mengalihkan pandangannya pada kamera cctv yang disambungkan di laptop miliknya.

"Kami lengkap hyung."ucap Hangeng.

"Baiklah, untuk permulaan aku mendapat surat ini dari Sungmin tadi di perusahaan."ucap Yesung sembari menampilkan slide atau hasil scan surat kaleng yang diterimanya meski dipojok kiri atas adalah tampilan mini cctv rumah rahasianya.

Kau memang bajingan Yesung!

AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!

Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku, karena kau telah membunuh ketua EXO. Dan sekarang, aku telah menghidupkan kembali kelompok yang selama ini hancur karena ulahmu. Aku tidak akan pernah bisa menerima orang sepertimu lah yang telah menghancurkan EXO.

Aku yakin Sungjoon akan menutut balas dengan kematian ayah kandungnya. Kau pikir kau bisa lolos? EXO kini lebih besar daripada yang kau bayangkan dan kau kalahkan dulu. Sampai mati pun aku akan mengejarmu ke neraka.

Tujuh hari lagi, aku akan mengirim surat kepadamu.

Kita akan selesaikan masalahku denganmu dan membunuhmu, agar aku bisa merebut kembali apa yang dulu aku miliki.

~ Lee Sungmin ~

"Keparat!"geram Heechul.

"Apa yang akan kau lakukan Yesung?"tanya Leeteuk.

"Tidak ada hyung, aku hanya meminta kalian untuk lebih berhati – hati. Selain itu jaga stamina kalian, aku tidak ingin pengawasan kalian selama ini kendor dan lawan mendapatkan celah dengan mudah."ucap Yesung.

"Baiklah, aku akan mengurusi kondisi anak buah kita."ucap Leeteuk.

"Heechul, bacakan informasi yang kau dapatkan."ucap Yesung.

"EXO saat ini merupakan mafia yang merangkak naik dengan pasokan dana dari Choi Sungjoon dan Lee Sungmin. Selain itu aku perkirakan agen inti mereka berjumlah dua belas orang yang masing – masing memiliki kemampuan special sendiri – sendiri."ucap Heechul.

"Kemampuan? Kemampuan seperti apa?"tanya Yesung sedikit menyela pernyataan Heechul.

"Member mereka dari Korea adalah Kay, Baekhyun, Kyungsoo [D.O], Chanyeol, Suho dan Sehun. Member mereka dari Chinese adalah Luhan, Xiumin, Chen, Kris, Tao dan Lay."ucap Heechul lagi sedikit menghiraukan perkataan Yesung.

"…"

"Member mereka dari Korea adalah ahli IT dan member dari Chinese adalah ahli Bela Diri Chinese. Selain itu mereka juga dibekali dengan bela diri masing – masing Negara. Tapi juga tidak menutup kemungkinan mereka mencampurkan seni bela diri Korea dan Chinese."ucap Hangeng.

"…."

"Kay Hacker, Baekhyun Spy, Kyungsoo [D.O] Source, Chanyeol Disguise, Suho Recruitment Member, Sehun Ahli Strategy, Luhan Ahli Strategy, Xiumin Ahli Strategy, Chen Ahli Strategy, Kris Material Art, Tao Wushu, dan Lay Kungfu."ucap Heechul yang kini menjawab pertanyaan Yesung.

"Wait a second, do they haven't a sniper?"tanya Yesung.

"They have, but it's yours exboyfriend."ucap Kangin.

"Sungjoon?"gumam Yesung.

"Ya, aku mendapat informasi jika setelah kematian Choi Youngmin, dia belajar menjadi seorang sniper di Italy dan itu berkat rekomendasi dari Lee Sooman yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang tua yang telah kita kira mati di Chinese. Selain itu Heechul juga pernah memberitahumu kalau Sungjoon juga mengajari mereka Capoera."ucap Hangeng.

"Ahh~ orang tua itu.,"gumam Yesung.

"Hyung mengingatnya?"tanya Henry.

"Sedikit."ucap Yesung.

"Dialah orang yang kita kira sudah mati ketika kau tembakkan pelurumu ketika menyerbu tempat mereka Sungie. Dan aku dengar dia sudah meninggal sekitar 10 tahun yang lalu karena serpihan peluru milikmu yang masih tersisa di otaknya. Maka dari itu dia menjadi buta."ucap Leeteuk.

"Jadi orang tua itu sudah meninggal?"tanya Yesung menatap Leeteuk.

"Ya, penderitaan itu dibawa dan diceritakannya pada Sungmin dan Sungjoon. Spekulasi seperti itulah yang menguasai kepalaku saat ini."ucap Heechul.

"Ohya Kanginnee, aku sudah mengajari mereka Capeora?"tanya Yesung pada Kangin.

"Sudah hyung."ucap Kangin.

"Bagus, kalau begitu tugas kalian akan aku bagi."ucap Yesung.

"Kangin tetap ajari mereka Capoera entah itu yang seni maupun untuk bertarung."ucap Yesung.

"Decision Taken."ucap Kangin.

"Hangeng, kau telusuri sumber dana mereka dan informasi apapun mengenai pergerakan mereka."ucap Yesung.

"Decision Taken,"ucap Hangeng.

"Heechul, kau bantu Hangeng. Dan lagi jangan lupa bantu Kangin untuk tetap mempertahankan stamina member lain termasuk Shinee."ucap Yesung.

"Decision Taken."ucap Heechul.

"Leeteuk, kau ajari mereka pertolongan pertama terhadap luka – luka ringan."ucap Leeteuk.

"Decision Taken."ucap Leeteuk.

"Henry, kemampuan hipnotismu dengan music masih bisa diandalkan?"tanya Yesung.

"Tentu."ucap Henry bangga.

"Perkuat mental anak buah kita."ucap Yesung.

"Decision Taken."ucap Henry.

"Zhoumi, kau bantu aku untuk mendata semua keperluan anak buah kita selama satu minggu kedepan. Selain itu kau juga bantu aku untuk memperbaiki keuangan perusahaan Cho."ucap Zhoumi.

"Decision Taken."ucap Zhoumi.

"Bagianku dengan kalian sudah selesai. Lakukan apa yang aku perintahkan. Sekarang!"ucap Yesung tegas.

"Ha'i!"ucap semua member Super Junior dengan logat Jepang.

Semua member Super Junior kini telah pergi meninggalkan ruang rapat. Kini dalam ruangan itu hanya terdapat semua member Shinee dan Yesung. Yesung kini menatap Minho yang ingin menyampaikan sebuah berita.

"Apa yang ingin kau sampaikan Minho?"tanya Yesung to the point.

"Tuan muda Kyuhyun menanyakan keberadaanmu hyung."ucap Minho.

"Lalu apa yang kau sampaikan padanya?"tanya Yesung balik.

"Aku hanya mengatakan jika hyung tidak akan pulang malam ini. Seperti yang hyung minta dan sampaikan padaku."ucap Minho.

"Bagus,"ucap Yesung sedikit menghilangkan nada kecewanya.

"Tapi menurutku, tuan muda Kyuhyun sedikit merasa bersalah dengan hyung. Meski pride seorang 'Kyuhyun' tidak hilang dari dirinya."ucap Minho sedikit menunjukkan smirknya.

"Begitukah? Lalu apa yang aku harus lakukan pada mata – mata di perusahaan 'suamiku'?"ucap Yesung sedikit menekankan kedudukakannya.

"Mian jika aku sedikit mencela hyung."ucap Onew.

"Ada apa Onew?"tanya Yesung sembari menatap Onew.

"Aku rasa tuan muda Cho, sudah mulai curiga dengan kembalinya keuangan pabrik dinilai stabil. Selain itu, aku juga mendapat kabar jika mafia Red Cassie atau biasa disebut dengan TVXQ sedang keluar dari sarang."ucap Onew sembari menyerahkan sebuah hard file ke tangan Yesung.

"Apa itu sebuah ancaman untuk kita Onew?"tanya Yesung lagi.

"Aku rasa tidak hyung, karena mereka juga tengah menyelidiki EXO. Selain itu mereka juga sedang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan Cho."ucap Onew.

"Apa kau punya alasan untuk ini Onew?"tanya Yesung.

"Spekulasi yang kami dapatkan adalah TVXQ adalah suruhan dari tuan muda Kyuhyun."ucap Minho.

"Kenapa bisa seperti itu?"tanya Yesung lagi.

"Karena salah satu member mereka adalah Shim Changmin, atau biasa dipanggil MAX. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat tuan muda Kyuhyun."ucap Onew.

"Lalu apa yang ingin dicari oleh Kyuhyun?"tanya Yesung.

"Aku tidak tahu hyung, kamu masih belum bisa mengarah kesana karena hanya orang – orang tertentu yang mengetahui tentang ini."ucap Onew.

"Baiklah, kau cari lebih lanjut tentang mereka. Dan minta tolong Hangeng kalau kau dapat kesulitan."ucap Yesung.

"Baik hyung, aku permisi."ucap Onew lalu beranjak pergi dari kursinya.

"Jonghyun, bagaimana persiapan dan penjagaan di 'rumahku'?"tanya Yesung.

"Kami masih mempersiapkan penjagaan yang lebih hyung. Karena tidak menutup kemungkinan jika 'musuh' kita telah mengambil inisiatif untuk menyerang keluarga Cho disana."ucap Jonghyun.

"Baiklah, tambah personil jika perlu, aku ingin sebelum 'war' kau sudah bereskan semuanya."ucap Yesung.

"Baik hyung, aku undur diri."ucap Jonghyun lalu pergi.

"Key, kau bantu Kangin dan Zhoumi untuk mempersiapkan semuanya."ucap Yesung menatap Key.

"Baik hyung, aku pergi."ucap Key sembari berlalu.

"Taemin, bagaimana passport mereka?"tanya Yesung.

"Aku sudah mempersiapkan semuanya hyung. Tinggal tiket, karena aku masih belum pasti kapan mereka akan berangkat."ucap Taemin.

"Abeoji dan eommanim sekarang ada dimana?"tanya Yesung.

"Mereka masih menunggu dirumah hyung, akan tetapi kami sudah menerjunkan personil untuk penjagaan dirumah mereka."ucap Taemin.

"Kau pimpin mereka, aku ingin mereka tetap aman. Tunggu kabar dariku."ucap Yesung.

"Baik hyung."ucap Taemin sembari berlalu meninggalkan Minho dan Yesung dalam ruangan itu.

"Minho, kau antar abeoji dan eommanim tiga hari lagi. Dan kau antar Ahra tujuh hari lagi."ucap Yesung menatap Minho yang tidak terima.

"Aku tidak bisa hyung, tidak mungkin aku membiarkan hyung bergerak sendiri seperti waktu itu."ucap Minho sedikiti tidak terima.

"Minho, tapi kau har-

"Aku sungguh tidak bisa hyung. Aku ingin berada disamping hyung ketika 'war' itu terjadi."ucap Minho sedikit menaikan nada bicaranya.

"Minho dengar! Ini perintah! Kau. Harus. Melakukan. Apapun. Yang. Aku. Katakan."ucap Yesung penuh dengan penekanan.

"Baik, hyung. Algaesubnida."ucap Minho sembari menahan emosinya untuk tidak meledak.

"Setelah kau tiba di Jepang, antar mereka sampai 'rumahku'. Setelah itu, aku menunggu kedatanganmu disana. Apapun yang terjadi, rahasiakan rencana 'war' ini. Karena aku memasangmu dibagian inti dari kelompok ini."ucap Yesung menatap Minho yang bingung.

"Maksud hyung?"tanya Minho mencoba mencerna pernyataan Yesung.

"Apapun yang terjadi nantinya ketika 'war' terlaksana. Aku harap, kau bisa datang dengan tenaga medis yang telah aku siapkan dari rumah sakit untuk menolong saudara kita yang lain."ucap Yesung tersenyum tipis.

"Baiklah hyung, akan aku laksanakan."ucap Minho sembari undur diri.

~ To Be Continou ~

Fyuuhhh akhirnya FF ini Update juga… haha mian jika yang kemarin ngegantung…

Aku update sekalian untuk memberi tahu jika aku telah kembali dan akan sebarin fanfic lanjutan dari semua FFku sebelumnya.

Maaf sudah menunggu lama, aku janji akan berikan yang terbaik…

Dan ini adalah sebagai pembuka fanficku.,,,

Bye bye…

See you in next Fiction.

Review please~…

Don't be silent reader okey,,

Saran dan kritik akan diterima