Part 2

Tittle : "1st Love"

Author : Song Haru

Main Cast :

- Do Kyungsoo ( Girl )

- Kim Jongin / Kai

-Wu Kris

-Xi Luhan ( Girl )

-And other

Genre : School, Romance

Rate : T

Disclaimer : Semua cast adalah milik Tuhan, SMent, dan juga orangtua mereka. Tapi Jongin adalah laki Author #Dilemparpisau#

GENDERSWITCH !

TYPO BERTEBARAN !

PLEASE ENJOY !

HAPPY READING ^^

^^ X.O.X.O ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari kedua liburan. Tepatnya hari dimana Kyungsoo, yeoja bermata bulat itu mencoba sebisa mungkin menghindar dari Jongin. Dia sengaja bangun lebih pagi, minta izin pada Kris untuk meminjam salah satu sepeda milik keluarganya dan berkeliling di sekitar lokasi villa. Sebenarnya jauh – jauh hari mereka sudah merencanakan jika di hari kedua akan pergi belanja souvenir. Tapi karena kejadian kemarin, Kyungsoo mengubah jadwalnya sendiri.

Dia memilih sepeda merah muda berkeranjang di depannya yang disimpan di garasi dan mengayuhnya keluar dari villa Kris yang mewah. Dia berhenti di sebuah mini market dan mengambil minuman dari salah satu mesin pendingin. Setelah membayar pada kasir dan keluar untuk melanjutkan berkeliling tanpa tujuannya tiba – tiba saja seseorang menegurnya.

"Kyungsoo ?" Dia pun menoleh setelah menaruh minumannya di keranjang sepedanya.

Kyungsoo langsung tersenyum lebar begitu tahu siapa yang menyapanya. Itu Myungsoo yang baru saja turun dari mobilnya. Dia memakai hoodie berwarna merah dan celana pendek yang membuatnya lebih tampan dari apapun di mata Kyungsoo saat ini. Bahkan seorang Kim Jongin yang menyebalkan sekalipun. Apa ? Kyungsoo menggelengkan kepalanya cepat berusaha menghapus pikirannya tentang parasit itu.

"Kebetulan sekali kita bertemu disini. Apakah ini bisa disebut jodoh ?" Myungsoo tertawa. "Mana teman – temanmu ?"

"Ah, m-mereka mungkin sedang mencari souvenir. K-kau sendirian juga ?" tanya Kyungsoo gugup.

Myungsoo mengangguk. "Semua sedang sibuk menyiapkan pesta besok malam. Bisakah kau datang ? Kalau kau mau, kau bisa mengajak namjachingumu yang galak itu juga, Kyungsoo-ya."

"Namjachingu ?" sahut Kyungsoo kaget, lalu sedetik kemudian dia tersenyum geli. "Jongin bahkan lebih cocok disebut parasit, meski tidak kuinginkan tetap saja dia selalu mengganggu. Menyebalkan."

Myungsoo terkekeh. "Bagus kalau begitu. Berarti aku masih ada kesempatan."

Mendengar ucapannya, Kyungsoo tersenyum sendiri. Apa ini artinya Myungsoo berminat jadi pacarku ? Ah, ternyata berjauhan dari Jongin ada untungnya juga …

Setelah cukup lama mengobrol dengan Myungsoo, akhirnya Kyungsoo pun memutuskan untuk kembali ke villa ketika hari sudah cukup sore. Begitu masuk, dari pintu Kris menyambutnya. Namja setengah bule itu langsung memeluknya erat – erat. "Ah, aku dapat kenalan yeoja seksi, Kyung !"

Kyungsoo hanya terkekeh. "Yang lain mana ?"

"Luhan sedang mencoba baju barunya di kamar, dan Jongin sibuk melaporkan hilangnya dirimu di pos security depan. Takut bocah kelewat polos sepertimu diculik ahjusshi mesum …" gurau Kris sambil merangkul leher Kyungsoo, menemaninya berjalan masuk. "Oh ya, Kyung, kenalanku tadi ukurannya 36B ! That's so damn hot !"

Kyungsoo mengernyit. "Bukankah kau sudah punya pacar di Seoul ?"

"Ya ampun, Kyungsoo … Kita masih muda. Punya pacar 10 pun itu sah – sah saja," keluh Kris.

"Aku tidak ingin seperti itu, Kris. Aku hanya ingin satu pacar yang serius. Cinta pertamaku harus setia dan aku pasti bisa menemukannya di liburan kali ini."

Kris menghempaskan tubuhnya ke sofa sambil menghela nafas panjang. "Kyungsoo sayang, jika kalian sudah bertemu apa kau pikir dia hanya ingin menjadikanmu cinta pertama saja ?"

Kyungsoo mengerutkan keningnya bingung. "Apa maksudmu Kris ?"

"Maksudku namja itu punya pikiran sendiri. Mereka tidak bisa selalu mirip seperti tokoh di novel picisan yang kau baca. Setelah cinta pertama, mereka pasti ingin ciuman pertama, lalu seks pertama. Semua sudah digariskan Tuhan seperti itu. Sederhana tapi pasti. "

"Tidak," bantah Kyungsoo tegas, "Namjachinguku tidak akan sekurang ajar itu."

"Terserahlah. Sebagai sahabat yang dekat denganmu aku hanya memberimu masukan. Jangan bermimpi terlalu tinggi, jika suatu saat terjatuh akan terasa sakit sekali," ujar Kris santai, tidak perduli sama sekali bagaimana reaksi yeoja di depannya.

Kyungsoo terdiam, berjalan acuh meninggalkan Kris. Tidak semua namja itu sebejad Kris kan ? Pasti diluar sana Tuhan menyisakannya satu namja sempurna untuk jadi cinta pertamanya kan ? Ehm … Iya kan ?

.

.

.

Keesokan harinya …

Kris sudah merencanakan semuanya. Dia menjadwal kemana dan kapan mereka pergi seperti seorang Guide Tour. Di catatannya, selain menumpuk nama – nama yeoja seksi kenalannya, Kris juga menulis tempat – tempat mana yang akan mereka kunjungi selama liburan.

Hari ini giliran mereka berempat bermain – main ke pantai yang letaknya hanya sekilo dari villa. Pantai yang lumayan ramai, ombaknya bagus dan kebanyakan yang datang adalah turis asing. Kris langsung saja berlarian ke air pantai, menyerbu yeoja – yeoja seksi dengan baju renang yang sedang berendam di tepian. Dasar Kris ! Benda bergerak mana yang akan aman di dekat namja satu itu -_-

Beda dari kemarin, hari ini Kyungsoo lebih berani berhadapan dengan Jongin. Dia terus uring – uringan setelah Kyungsoo menceritakan masalah undangan Myungsoo ke pesta di villanya. Tapi Kyungsoo berusaha untuk tidak memperdulikannya karena konsentrasinya ada pada baju yang dia pakai pagi itu.

Sementara Jongin sibuk membeli minuman kaleng, Luhan baru saja selesai mengganti bajunya dengan baju renang dan berlari menghampiri Kyungsoo yang repot mengatur karpet dan payung pantai. Luhan berhenti, memakai sun blocknya dan melirik yeoja bermata bulat itu.

"Lepas dong Kyung handuknya ! Kau kesini bukan untuk bersemedi kan ?"

Kyungsoo hanya diam, langsung menjatuhkan pantatnya ke karpet dan memandanginya.

"Nanti saja," tolaknya, malah mempererat handuk berwarna hijau kelewat besar yang menutupi seluruh badan mungilnya dari leher hingga lutut.

Dia tidak percaya diri memakai baju renang di dekat Luhan. Luhan super cantik. Rambutnya panjang dicat berwarna cokelat bergelombang, dengan bibir tipis dan senyum genit yang tidak mungkin bisa ditolak namja. Badannya pun lebih tinggi daripada Kyungsoo yang mungil, lebih seksi, dan jauh lebih berpengalaman menggaet namja.

Tidak lama kemudian, Luhan berlari meninggalkan sahabatnya itu lagi ke arah air pantai untuk menebar pesona seksinya. Dibandingkan semua yeoja seksi di pantai pagi itu, Kyungsoo merasa dia tidak ada apa – apanya.

Saat asyik melamun merendahkan dirinya sendiri, tiba – tiba saja Jongin datang dengan seplastik minuman kaleng. Dia duduk disebelah Kyungsoo dengan tubuh bagian atas yang tidak memakai baju, hanya memakai celana pantai hitam yang sangat cocok untuknya yang berkulit tan. Terus terang, sebenarnya … Kyungsoo merasa badan namja menyebalkan ini sangat bagus.

Tapi sebagus apapun, Kyungsoo tetap tidak suka. Cih.

"Jangan duduk disini. Pergi sana, yang jauh." Usir Kyungsoo ketus.

"Kenapa ? Apa duduk disini bisa kena rabies ?"

"Nanti semua orang mengira kau namjachinguku ! Sana berenang dengan Luhan saja !" Usir Kyungsoo sekali lagi.

"Malas." Jongin malah mulai tiduran di karpet.

"Tapi aku tidak bisa dapat pacar jika kau terus – terusan didekatku," rengek Kyungsoo.

"Kau mau dapat pacar dengan badan mirip guling seperti itu ?" Jongin terkekeh. "Kau menunggu natal pindah di bulan Maret ya ? Lagipula bocah sepertimu mana berani buka baju dan berenang seperti yeoja umur 17 tahun yang normal ? Paling – paling kau cocoknya ambil ember dan lomba membangun istana pasir bersama anak – anak TK disana." Tuding Jongin kearah sekumpulan anak kecil yang serius bermain pasir dengan sekop plastik mereka.

Kyungsoo melempar segenggam pasir ke badan Jongin. Sebelum Jongin marah dan membalas, yeoja itu langsung berdiri lebih dulu. Dia melepas handuknya dengan ragu – ragu dan meletakkannya begitu saja di karpet.

Jongin mendadak diam. Kemarahannya tertunda.

Kyungsoo bisa melihat pipi Jongin memerah parah saat melihat dirinya, entah karena panas atau emosi. Mata tajamnya melirik Kyungsoo mulai rambut panjangnya yang terurai sampai sebatas lengan, tanktop putih, dan hot pants jeansnya. Kyungsoo memakainya karena tidak percaya diri memakai bikini atau baju renang biasa. Sambil berkacak pinggang, Kyungsoo menatap Jongin. "Bagaimana ? Aku cukup berani kan ?"

Jongin berdehem gugup, membuang muka ke arah lain. "Ma .. ma-masa bodoh."

"Awas ya, jika aku sampai dapat pacar hari ini dan kau tidak bisa memindahkan Natal ke bulan Maret, kudoakan kau hitam tujuh turunan," ancam yeoja bermata bulat itu, membalikkan tubuhnya meninggalkan Jongin.

Masih malu – malu, Kyungsoo berjalan mendekati air. Dicelupkan satu kakinya di air pantai, tapi baru sedikit saja seluruh badannya sudah keburu menggigil. Dia pun berjalan malas – malasan kembali ke tempatnya menaruh barang ketika di tengah jalan mendadak ada tiga orang namja sebaya menghentikannya.

"Hai manis, mau bermain bersama kami ?" tegur salah satunya dengan nada menggoda yang sama sekali tidak enak di dengar. Kyungsoo menggelengkan kepalanya cepat.

"Mianhae, lain kali saja …"

"Wae ? Kami tidak menggigit kok, hanya ingin mengajakmu bermain volley saja. Anggotanya kurang tuh."

"A – aku tidak bisa volley … "

"Body sebagus dirimu tidak bisa volley ? Tidak mungkin. Ayolah, sebentar saja."

Salah satu dari mereka mulai memegang tangan Kyungsoo, membuatnya buru – buru menepisnya. Dia mulai takut dengan ketiganya tapi tidak tahu bagaimana cara menghindar.

Tiba – tiba saja entah dari arah mana sebuah tangan menariknya minggir.

Jongin mendadak saja muncul, maju dan mengangkat dagunya angkuh di depan mereka bertiga.

"Si body bagus ini sudah ada yang punya. Ada masalah ?" tanyanya sinis. Dibelakang punggungnya, Kyungsoo hanya bisa diam. Jongin bilang bodyku bagus, apa benar ? Apa wajahnya tadi memerah di karpet karena merasa bodyku bagus ? Jinjja ?

Ketiga namja tadi saling berpandangan, menggerutu agak lama dan kemudian berjalan meninggalkan mereka. Kyungsoo menghela nafas lega karena sudah bebas, tapi kelihatannya itu belum cukup untuk Jongin. Dia tiba – tiba saja melebarkan handuk hijau Kyungsoo yang sejak tadi sengaja dibawanya, tanpa izin langsung saja menutupi tubuh yeoja itu. "Pakai ini saja."

Kyungsoo merengut cemberut. "Tapi kau bilang aku mirip guling."

Jongin mengeratkan handuk Kyungsoo. "Tidak, aku hanya bercanda."

"Tapi jika aku tidak seksi, tidak akan ada yang mau berkenalan denganku, Jongin."

"Ada," sahut Jongin, merapikan handuk Kyungsoo dan langsung menarik tangannya. Selalu seperti ini, Jongin selalu bisa memaksanya mengikuti kemauannya. Kali ini entah apalagi yang direncanakannya untuk mengejek Kyungsoo.

Jongin menghentikan langkahnya di depan anak – anak kecil yang sedang bermain istana pasir. Didorongnya Kyungsoo supaya bisa duduk jongkok di sebelah seorang anak yeoja kecil dengan rambut kunciran lucu.

Ditepuknya bahu anak kecil itu yang mungkin masih berumur 6 atau 7 tahun. "Adik kecil, tolong ajak Eonnie ini main bersama ya ?" pinta Jongin ramah. "Otaknya agak bodoh, jadi masih perlu baby sitter. Jika kamu bisa membantu Oppa untuk menjaga dia, nanti Oppa akan membelikanmu ice cream," rayunya.

"Jongin," tegur Kyungsoo mencoba menghentikan Jongin mempermalukannya, namun Jongin cuek saja.

Tidak seberapa lama si kecil tadi melirik Kyungsoo, mengamati wajahnya dengan detail dan kemudian tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang ompong. "Eonnie cantik banget, rambutnya panjang kayak Barbie."

Kyungsoo tersenyum lebar, tidak menyangka justru merasa nyaman di dekat anak sekecil ini daripada harus berenang dan pamer gaya dengan orang dewasa. "Kau sedang apa ?" tanyanya.

"Patung".

"Patung orang ? Ah, bagaimana jika kita membuat patung Oppa ini ?" tuding Kyungsoo penuh semangat ke arah Jongin yang semula hendak beranjak berdiri. "Kita buat dulu matanya dan bibirnya yang tebal, nanti di atas kepala besarnya kita beri tanduk mirip iblis. Bagaimana ?"

Si kecil pun kontan saja tertawa ngakak mendengar Kyungsoo menjelek – jelekkan Jongin.

Jongin menendang pasir ke tubuh Kyungsoo, membuatnya tertawa melihat dia jengkel. Namja berkulit tan dengan rambut acak – acakan itu lalu berjalan pergi untuk membeli ice cream, tapi sebelum terlalu jauh mendadak dia berhenti lagi. "Nona Do," panggilnya.

Kyungsoo berhenti menggali, sejenak menoleh. "Apa ?" tanyanya malas.

"Pakai terus handuk itu dan jangan dibuka – buka lagi. Mengerti ?!"

Kyungsoo diam, tidak tahu harus bereaksi seperti apa mendengar perkataan Jongin barusan. Satu – satunya hal yang dia lakukan adalah mengambil sekop kuning dan mulai membentuk gundukan patung. Kim Jongin, manusia yang super aneh. Kadang bisa membuatnya marah, tapi kadang bisa membuatnya senyum – senyum sendiri mirip orang tolol begini. Kyungsoo memandangi punggung namja itu yang semakin menjauh, merasa jika ini pertama kalinya mereka ternyata bisa akur juga.

.

.

.

.

.

Tbc

Sudah pada nonton Exo Next Door Eps 8 ?

O-em-ji, aku gak kuat mesti nonton yang eps 9 nanti huweeee

Ngiri abis sama Yeonhee *nangisgulingguling*

Untungnya sih itu CUMA DRAMA hahaha

Ingat, CUMA DRAMA, D-R-A-M-A

Gomawo untuk semua review, fav, dan follow nya

Part selanjutnya masalah bakal aku munculin ^^

Review nya lagi ya ^^