Part 6

Tittle : "1st Love"

Author : Song Haru

Main Cast :

- Do Kyungsoo ( Girl )

- Kim Jongin / Kai

-Wu Kris

-Xi Luhan ( Girl )

-Byun Baekhyun, and other

Genre : School, Romance

Rate : T

Disclaimer : Semua cast adalah milik Tuhan, SMent, dan juga orangtua mereka. Tapi Jongin adalah laki Author #Dilemparpisau#

GENDERSWITCH !

TYPO BERTEBARAN !

PLEASE ENJOY !

HAPPY READING ^^

^^ X.O.X.O ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

4 bulan kemudian …

"Sayang, ini mirip lapangan golf."

"Dan kau akan menjadi bolanya yang kupukul sampai Afrika jika dalam 5 menit aku melihat piringmu itu masih ada isinya."

"Tapi kambing pun makan lebih baik dari ini."

"Kalau begitu kau jadi kambing saja, perbanyak makanmu dan akan kusembelih kau pada waktunya," gerutu Nyonya Do Minseok sambil meletakkan menu terakhir di atas meja. "Jangan menyalahkanku jika aku buru – buru membuka lowongan untuk mencari suami baru begitu dokter memvonis jantungmu hancur lebur karena gagal diet, Jongdae."

Minseok kemudian melirik anak gadisnya, Kyungsoo. "Makanlah yang banyak, sayang. Jangan lihat perut Appamu. Nanti selera makanmu hilang."

Kyungsoo tertawa kecil. Hanya orangtuanya yang bisa membuatnya begitu. Appa dengan perut gendut yang isinya sekelompok orchestra kelaparan dan Eomma yang selalu cerewet tentang pola makan yang sehat.

"Bagaimana sekolahmu, Soo ?" tanya Minseok.

"Baik."

"Baik apanya," sindir Jongdae, "Setiap hari anak lain ke mall dan salon, tapi yang kau lakukan hanya membantu Eommamu masak dan belajar trigonometri. Itu tidak baik, Soo. Itu mem-bo-san-kan."

Kyungsoo mengacak – acak makanannya dengan lesu. "Aku tidak bosan kok."

Minseok memukul bahu Jongdae dengan jengkel.

"Arghh ! Itu sakit, Sayang !"

"Bakalan lebih sakit lagi jika mulut embermu itu tidak bisa di rem."

Sebelum sempat mendengarkan pertengkaran orangtuanya lagi, Kyungsoo lebih dulu dikejutkan oleh dering telpon yang kedengaran nyaring. "Biar aku saja yang angkat," tawarnya.

Kyungsoo : Halo ?

Kris : Halo ? Kyung, ini aku.

Kyungsoo : Oh … hai. Kalau kau menelponku cuma untuk menanyakan nomor ponsel cewek pindahan baru dikelasku, aku tidak tahu.

Kris : Ya ampun, Kyung … Kau pikir aku segenit itu ?

Kyungsoo : Begitulah. Pokoknya kalau otakmu dibuka, isinya paling cuma kondom dan film porno.

Kris : Hei hei hei … Kenapa kau jadi memojokkanku sih ? Aku menelpon untuk memberitahukanmu kalau Baekhyun sudah punya pacar.

Kyungsoo : Benarkah ?

Kris : Iya, Kyung, dan rencananya malam minggu besok dia mau mengenalkan pacarnya pada kita. Jadi aku akan menjemputmu jam 8. Dandannya jangan lama ya. Ah ngomong – ngomong Kyung … siapa nama cewek baru di kelasmu tadi ?

TUUUUUUUUUUUTTTTTTTTT. Telpon ditutup.

.

.

.

.

Malam Minggu . . .

Malam itu club ramai sekali. Bahkan sejujurnya Kyungsoo tidak pernah melihat jumlah pengunjung yang begitu banyaknya. Ini pertama kalinya dia datang ke sebuah night club dan sungguh rasanya aneh. Semuanya gelap dan orang – orang berkumpul di tengah ruangan sambil dance. Cahaya lampu warna – warni dan musik yang kelewat kencang membuat Kyungsoo merasa pusing, sementara Kris justru kegirangan melihat banyaknya pengunjung yeoja dengan rok mini.

Pasti namjachingu Baekhyun benar – benar kaya sesuai dengan omongan Kris. Baekhyun adalah sobat lama Kyungsoo, selama Kris dan juga Luhan. Saat liburan dulu dia tidak bisa ikut karena terjangkit cacar air. Bisa dibilang dia perpaduan antara Kris dan Luhan ; setengah anggun dan setengah bawel.

Sejak pulang liburan, Kyungsoo memang jarang berkumpul dengan teman – teman lamanya. Dia menghabiskan waktunya di kamar untuk belajar dan hanya sesekali menyapa mereka di sekolah. Entah mengapa, tapi dia merasa … ada yang hilang.

Kyungsoo melepas jaketnya, berjalan agak cepat menghampiri meja yang sudah dipenuhi oleh teman – temannya. Kris menarik kursi untuknya, sementara Baekhyun langsung berdiri sambil tertawa senang melihat gadis itu. "Akhirnya ! Kupu – kupu kita sudah lepas dari kepompongnya !"

"Hai, Baek, " sapa Kyungsoo mencium pipinya.

"Kukira kau tidak datang, Kyung."

"Dan melewatkan saat – saat kau memamerkan pacar barumu ? Aku tidak sekejam itu kan."

Baekhyun tertawa kecil dan menarik lengan namja disebelahnya untuk berdiri. Namja tinggi berambut perak itu mengulurkan tangan ramah. "Chanyeol."

Kyungsoo tersenyum lebar, menjabatnya ramah. "Kyungsoo."

"Ah, itu Luhan !" seru Kris sambil melambaikan tangannya ke arah seorang yeoja tinggi berambut model bob yang membawa nampan berisi gelas – gelas minuman.

Luhan masih secantik biasanya. Jarang bertemu membuat Kyungsoo pangling memandangnya. Dia merubah tatanan rambutnya dan mengalami banyak perubahan drastis pada bentuk fisiknya meski baru kelas 1 SHS sama seperti Kyungsoo.

Luhan menatap Kyungsoo begitu sampai di meja, memperhatikannya tanpa kedip mulai dari rambut yang agak memanjang dan wajahnya yang sedikit mulai memakai make up.

"Cantik sekali malam ini, Kyung," pujinya, mencium pipi Kyungsoo senang. "Tapi jujur saja menurutku bandanamu agak sedikit kuno."

Kyungsoo tersenyum, menyadari Luhan tidak berubah sama sekali. Mereka berempat berkumpul lagi dan tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini.

Empat bulan.

Apa sudah bisa disebut reuni ?

Untukku empat bulan lumayan lama. Melalui hari – hari membosankan di sekolah dan di rumah. Aku tidak bisa berhenti mengingat saat – saat liburan dulu. Apalagi, melihat Luhan didepanku saja sudah bisa membuatku ingat pada seseorang …

Seseorang yang dulu biasa berjalan di sebelah Luhan, tapi dengan mata yang terus menatapku judes. Kira – kira dimana dia sekarang ? Apa dagunya sudah jenggotan ? Apa kulitnya masih hitam ? Apa …

"Kyung, kau melamun terus sih," senggol Baekhyun membuyarkan lamunan Kyungsoo saat mereka berdua jalan pulang bersama. "Aku menemani kau pulang dan merelakan AC di mobil Chanyeol bukannya tidak ada alasan. Aku ingin tahu apa yang membuatmu sangat berubah sejak liburan kelulusan dulu. " Celoteh Baekhyun , masih menggandeng lengan si gadis bermata bulat menyusuri jalanan.

"Lihat kan, kau melamun lagi," tegur Baekhyun jengkel.

Kyungsoo menolehh salah tingkah, secepatnya menggeleng. "Tidak Baek, aku dengar kok."

"Kalau begitu coba kau ulangi apa yang tadi kukatakan."

"Tadi … tadi, kau cerita tentang pertama kali bertemu namjachingumu kan ?"

"Lalu apalagi ?"

Kyungsoo terdiam. Baekhyun jelas tahu bagaimana cara memojokkannya. "Kalian … Ehm … begitu ketemu langsung sama – sama suka. Dia namja yang tinggi dan agak kurus. Matanya tajam dan …"

Mata bulat Kyungsoo menatap trotoar sementara bibirnya terus bicara dengan niat mengulangi apa yang diceritakan Baekhyun tadi. "Rambutnya hitam tebal, sebenarnya bisa sangat bagus jika ditata rapi tapi dia jarang menyisir rambutnya jadinya berantakan. Sifatnya sedikit pemarah tapi hanya yang benar – benar bisa mengerti dirinya yang akan tahu jika dia kalem."

"Hei hei ! Kau ini ngomongin siapa sih ?" sahut Baekhyun memotong omongan Kyungsoo. Dia langsung melipat tangannya memprotes. "Chanyeol itu tidak pemarah, rambutnya juga disemir warna perak bukannya hitam. Sebenarnya kau ini ceritain namja mana sih ? Atau … jangan – jangan … kau sembunyi - sembunyi sudah punya pacar ya ?"

Kyungsoo buru – buru menggeleng, melanjutkan jalannya sebelum Baekhyun mendesak. Selain mahir menyanyi, ada satu lagi keahlian Baekhyun yaitu mendesak orang sampai mereka tidak bisa bernapas. Dia punya penampilan sempurna untuk bakatnya yang satu ini, mata sipit yang saat tersenyum akan membentuk bulan sabit indah dan bibir tipis cerewetnya.

"Ayo, Kyung, masa kau tidak mau cerita ?"

"Tidak ada yang perlu diceritakan, Baek," sanggah Kyungsoo.

Baekhyun setengah berlari mengejarnya. "Apa namja ini ganteng ?"

Inginnya Kyungsoo menutup telinga dan menghindar, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Entah mengapa dia justru tersenyum kecil dengan pipi merah. Dan saat Baekhyun menarik lengannya agar bisa digandengnya lagi dengan paksa, Kyungsoo akhirnya menoleh dan membuka mulut. "Dia … ciuman pertamaku."

"Waaaahhh ! Ayo katakan siapa orangnya ? Apa aku mengenalnya ?"

"Ti-tidak, Baek. Maaf," jawab Kyungsoo gugup. "Aku tidak bisa bilang siapa."

"Wae ? Apa setelah memberitahukan namanya padaku lalu mendadak besok kiamat ?"

"Lebih parah," Kyungsoo tetap mempertahankan pendiriannya untuk tidak memberitahu Baekhyun tentang Jongin, meski dia tahu benar bagaimana sifat temannya satu ini. Kalau tidak bisa tahu sekarang, pasti dia akan terus bertanya sampai orang itu gila karena stress.

Baekhyun merengut masam. "Ini seperti saat Luhan tidak mau bercerita alasan putusnya dia dengan Jongin dulu. Kenapa sih sejak liburan itu kalian main rahasia – rahasiaan dariku ?" protesnya tanpa sadar membuat Kyungsoo menoleh kaget begitu mendengar omongannya. Kyungsoo lupa kalau Baekhyun juga mengenal Jongin. Baginya Jongin mungkin hanya mantan namjachingu Luhan. Baekhyun tidak boleh tahu yang sebenarnya ! Tidak boleh !

Baekhyun kelihatan lesu, mirip vampire yang gagal mendapatkan darah.

"Luhan putus dan kau mendapat ciuman pertamamu, kalau aku tahu bakal seru seperti ini aku rela pergi liburan dengan cacar air di kulitku dulu. Aku sih sering ketemu Jongin, Cuma aku juga tahu kalau dia tidak bakalan mau buka mulut jika aku tanya macam – macam. Kau kan tahu Jongin anaknya pemarah."

Sejenak Kyungsoo terdiam, nama yang disebut Baekhyun barusan membuat jantungnya seolah berhenti berdetak dan nafasnya seketika memberat. "Kau … sering bertemu Jongin ?"

Baekhyun mengangguk santai. "Dia sekolah dekat rumahku, aku sering melihatnya pulang pergi dengan tim sepak bolanya. Libur pun jam sepuluhan dia masih tetap latihan."

"Dia … ikut sepak bola ?" tanya Kyungsoo mulai bersemangat membayangkan bagaimana cerianya hidup Jongin sekarang. "Bagaimana dia sekarang ? Apa masih seperti dulu ?"

Baekhyun memiringkan kepalanya mencoba mengingat. "Sama kok. Masih ganteng dan kasar banget, hanya saja pacarnya ganti lagi, Kyung. Anak cheer loh."

Wajah Kyungsoo sedikit membeku lesu. "Dia sudah punya pacar ?"

"Hem, iya. Seleranya sama seperti biasanya, seksi dan liar." Jawab Baekhyun sambil mengerutkan kening menatap si gadis bermata bulat. "Kenapa jadi membicarakan anak itu ? Kau mencoba mengalihkan topik ya ? Tidak bisa, pokoknya besok kau harus cerita tentang ciuman pertamamu itu, oke ? Mau tidak mau !"

.

.

.

.

Omongan Baekhyun tidak gampang terhapus dari kepalanya, begitu pulang Kyungsoo langsung memikirkannya panjang sambil mengurung dirinya di dalam selimut seperti biasa. Insomnianya pasti bakal kambuh lagi malam ini. Setiap berurusan dengan nama Kim Jongin, tidurnya memang tidak pernah bisa nyenyak. Biasanya ditinggal melamun sebentar, langsung ada suara – suara aneh yang mengiung – ngiung di telinganya mirip seperti suara sirine ambulance …

Aku tahu ini pasti ajaran novel – novel picisanmu itu kan ? Pacar pertama, ciuman pertama dan semuanya. Selama liburan ini kau mencari itu teruskan ? Jika sudah dapat, apa sifat bodohmu itu bisa hilang ?!

Kenyataan … bahwa aku menyesal kenapa tidak lebih dulu bertemu denganmu daripada Luhan … Kenyataan bahwa aku … ingin sekali menjadi namjachingumu yang pertama, agar kau bisa lupa tentang semua teori – teori bodohmu itu …

"Tidaaaaaaaaakkkkkk !" teriak Kyungsoo panjang sambil menarik selimut. Otaknya selalu terprogram otomatis mengingat wajah Jongin, cara namja itu memandangnya, marah dengannya, atau ketika tertawa manis didepannya. Tidak boleh ! Kyungsoo harus mengingat janjinya pada Luhan !

Lagipula dia dan Jongin tidak akan bertemu lagi. Iya kan ?

.

.

.

Tbc

Oke, buntu again. Wkwkw

Masih ada yang nungguin ff ini ?

Ini pendek dan aneh, tapi dinikmati aja ya

Dan review ^^

*Kiss&Hug*