Part 7

Tittle : "1st Love"

Author : Song Haru

Main Cast :

- Do Kyungsoo ( Girl )

- Kim Jongin / Kai

-Wu Kris

-Xi Luhan ( Girl )

-Byun Baekhyun ( Girl ), Park Chanyeol and other

Genre : School, Romance

Rate : T

Disclaimer : Semua cast adalah milik Tuhan, SMent, dan juga orangtua mereka. Tapi Jongin adalah laki Author #Dilemparpisau#

GENDERSWITCH !

TYPO BERTEBARAN !

PLEASE ENJOY !

HAPPY READING ^^

^^ X.O.X.O ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

Gadis itu menekan bel sebuah rumah besar berwarna peach terang, sedikit gugup mengatur nafas saat sadar hanya perlu beberapa menit sampai pintunya di buka dari dalam. Seorang wanita setengah baya berambut keriting kemudian muncul dengan senyum lebarnya. "Kyungsoo ?"

Kyungsoo melambaikan tangan ramah. "Pagi, Ahjumma," Sapanya.

Wanita itu kontan tersenyum lebar mengamati penampilan si gadis mulai dari sweater abu – abunya hingga rok jeans selutut dan sneakersnya.

"Empat bulan tidak pernah bermain kesini kau bisa membuat Ahjumma pangling, sayang. Makin besar kau semakin cantik seperti Eommamu."

Kyungsoo tertawa kecil. "Gomawo, Ahjumma. Ngg … Apa Baekhyun ada ?"

"Sebentar lagi dia turun. Sepertinya ada janji dengan Chanyeol."

"Oh …" gumam Kyungsoo mengeluh. Tapi sebelum dia sempat bertanya lagi Baekhyun sudah kelihatan turun dari anak tangga dan jalan menghampiri mereka. Nyonya Byun meninggalkan keduanya. Kacamata dan catatan keuangan ditangannya cukup membuat kesimpulan bahwa tadi dia meninggalkan pekerjaannya untuk membuka pintu.

Eomma Baekhyun memang wanita karir hebat, dia seorang penyiar berita sore. Ratingnya lumayan, itu menjelaskan alasan Baekhyun bisa gampang gonta – ganti baju baru setiap minggunya.

"Kyungsoo ? Kenapa kau tidak memberitahuku dulu kalau mau datang ?"

Kyungsoo mengernyit. "Iya, mian, Baek, aku tahu kau sedang menunggu namjachingumu. Aku juga tidak akan lama kok, hanya kebetulan lewat dan ingin mampir."

"Kebetulan lewat ? Memang ada urusan apa jam 10 pagi begini ?"

"Hanya jalan – jalan"

"Dengan rambut yang seperti habis di smoothing dan boot itu ? Kyung, kau mungkin bisa menipu FBI tapi tidak denganku. Kau pasti bakal ketemu dengan seseorang yang penting di daerah sini. Siapa ?"

"Bu … Bukan siapa – siapa. Jangan asal tebak." Sanggah Kyungsoo. Dia merasa jika Tuhan masih menyelamatkannya karena tidak lama kemudian terlihat sebuah mobil menepi di trotoar depan rumah Baekhyun. Pemiliknya melambaikan tangan dari dalam.

"Itu Chanyeol," kata Baekhyun dengan semangat. "Kau mau ikut Kyung ?"

"Dan merelakan air liurku menetes melihat kalian berduaan ? No way."

"Hari ini Chanyeol ada pertandingan sepak bola dengan kelas Jongin. Sekalian nanti kita menyapa anak hitam itu. Bukankah kemarin kau bertanya tentang dia ?"

Kyungsoo menoleh dengan kaget. "Mwo ? Ja … Jadi maksudmu Chanyeol dan Jongin satu sekolah ?"

"Iya"

"Kenapa kau tidak bilang Baek ?"

"Kau kan tidak tanya Kyung. Lagipula untuk apa aku bilang ? Apa pentingnya ? Kau mau ikut tidak ?"

"Tidak"

"Baiklah. Aku pergi dulu ya !" pamit Baekhyun sambil berlari meninggalkan teman bermata besarnya.

Kyungsoo hanya bisa memandanginya dengan agak lama. Pikirannya tidak pernah sekacau pagi ini. Jelas – jelas dia sengaja memakai pakaian rapi dan datang ke rumah Baekhyun dengan harapan bisa bertemu Jongin., tapi sekarang kesempatan sudah di depan mata dia justru takut.

"Eh tunggu !" teriaknya memanggil Baekhyun, membuat sepasang kekasih di dalam mobil menoleh memandangnya yang kemudian berlari kearah mereka. "Aku ikut."

Kyungsoo langsung masuk begitu saja di jok belakang dan duduk menatap Chanyeol yang ketawa cekikikan melihat tingkahnya.

"Kau lucu sekali. Segitu paniknya seperti akan bertemu artis saja."

Jantung Kyungsoo berdegup kencang, perutnya seperti mual. Dia menjadi seperti orang hamil yang bisa muntah di sembarang tempat. Dia sangat gugup. Ketakutan menyadari semakin lama jarak ke lapangan sepak bola makin dekat. Dan saat Chanyeol memarkirkan mobilnya, jantung Kyungsoo seakan copot.

"A… Apa … Ki… Kita sudah sampai ?" tanya Kyungsoo terbata – bata, tidak bisa menggerakkkan kakinya karena seluruh tubuhnya otomatis mati rasa melihat Baekhyun dan Chanyeol keluar. Tidak lama, mereka memandangi Kyungsoo yang masih di dalam mobil. "Kau ikut tidak ? Pertandingannya akan segera di mulai, Kyung."

"Ramai tidak ?"

"Kau sebenarnya tinggal di kota ini tidak sih ? Semua orang juga tahu kalau sebulan sekali SMA Hannyoung bertanding, jadi biasanya orang – orang bolos kerja dan menonton. Aku bahkan tidak heran kalau nanti kita bertemu Appamu sedang membeli odeng dan duduk di barisan paling depan."

Sesaat Kyungsoo mencoba menarik nafas dan menghembuskannya lagi. Jika penontonnya ramai, pasti Jongin tidak akan melihatnya disana, resikonya jadi lebih ringan. Iya kan ?

Kyungsoo menundukkan kepala dan berjalan di balik punggung Baekhyun, berusaha tidak perduli dengan cekikikan Chanyeol melihat tingkah anehnya. Kyungsoo lebih perduli kalau bertemu dengan Jongin, Chanyeol pasti akan tertawa keras yang lebih mengejek. Menuduhnya sengaja datang hanya untuk melihat dia bertanding.

"Kalian duduk saja dulu. Aku harus ke ruang ganti," ujar Chanyeol, menunjukkan dua bangku kosong di deretan bangku penonton nomor tujuh dari bawah. Baekhyun memberinya sebuah ciuaman manis di pipi sebelum mereka berpisah, membisikkan beberapa kata keberuntungan untuk kemenangan pacarnya. Kyungsoo merasa sedikit iri melihat kemesraan mereka. Dari dulu dia hanya bisa melihat orang lain disekitarnya melakukan hal – hal itu. Seperti dulu saat melihat Luhan bersandar di bahu Jongin, atau yeoja – yeoja yang berdansa dengan Kris. Haaahhh …

Sementara penonton lain sudah ramai dengan atribut dukungan mereka, Kyungsoo justru sibuk menyembunyikan diri dibalik kotak popcorn yang dibelikan Baekhyun untuknya.

"Eh lihat, tim Chanyeol masuk ke lapangan !" seru Baekhyun menunjuk lapangan sebelah kanan, searah dengan sederetan anak – anak SMA berseragam sepak bola warna kuning yang berlari kecil memasuki tengah lapangan. Mereka semua melambaikan tangan kearah penonton, yang dibalas dengan teriakan memberi semangat yang sangat riuh.

"Itu tim mantannya Luhan, Kyung !" pekik Baekhyun, menyenggol sahabatnya.

Kyungsoo sampai harus mendongak, setengah berdiri agar bisa melihat lebih jelas kearah tim lawan Chanyeol yang berlari memasuki lapangan. Mereka memakai seragam warna putih hitam dan menutupi wajah mereka dengan lambaian tangan yang tinggi. Kyungsoo terus mencari satu demi satu dan … Dan, ketemu !

Matanya yang besar tidak mungkin salah. Jongin berlari di baris nomor enam, melambaikan tangan tinggi dengan senyum lebar pada penonton. Kyungsoo merasa ingin berteriak keras, memberitahu namja itu jika selama empat bulan berlalu dan dia ada disini sekarang, menontonnya berlari ke tengah lapangan bersama teman – teman setimnya. Jongin mungkin sudah sepenuhnya lupa dengannya, bahkan katanya dia sudah punya pacar. Tapi buat Kyungsoo ? Instingnya mengatakan … bakalan sulit sekali untuk melupakan namja itu.

Pertandingan sepak bola itu berlangsung hampir dua jam lamanya, dengan banyak waktu istirahat dan iklan – iklan lokal. Kyungsoo terus saja memandangi Jongin, sama sekali tak membuatnya bosa n, dan jantungnya tidak bisa berhenti berdetak gugup melihat namja berkulit tan itu berlarian kesana kemari.

Kyungsoo tidak pernah melihatnya begitu bersemangat melakukan sesuatu. Sejak dulu dia memang tidak pernah menghargainya. Dipuaskannya matanya memandangi Jongin sampai akhirnya dia memutuskan beranjak berdiri dari bangku. "Baekhyun-ah, aku pulang duluan ya."

Baekhyun menoleh padanya dengan kerutan heran. "Pertandingannya kan belum selesai."

"Aku lupa ada janji. Salam saja untuk Chanyeol ya ?"

"Untuk Jongin juga ?"

"Jangan," cegah Kyungsoo cepat. "Ma … Maksudku, aku kan tidak seberapa kenal dengannya, Baek. Kau juga tahu kan kami sering bertengkar, nanti malah dia berpikir yang tidak – tidak. Ah, terima kasih sudah mengajakku ya. Bye, Baekhyun."

Baekhyun membalas lambaian sahabat mungilnya lalu beberapa detik kemudian sudah kembali asyik menonton. Tapi setelah Kyungsoo benar – benar pergi, dia mulai bingung dengan ucapan sahabatnya tadi. Jongin berpikir yang tidak – tidak ? Maksudnya tidak – tidak yang bagaimana ?

.

"Aaa ! Selamat ya sayang !"

Baekhyun berlari cepat menghambur memeluk Chanyeol yang berjalan lamban, pisah dari teman – teman setimnya keluar lapangan. Meski membalas pelukan manja yeojachingunya, tapi Chanyeol juga sedikit malas menanggapi keceriaannya. "Skornya seri, selamat apanya."

"Daripada kalah."

"Kau kan tahu aku tidak suka dengan hal yang tidak jelas seperti ini."

Baekhyun memicingkan matanya sebal melihat sikap perfeksionis Chanyeol. Tapi sebelum sempat memberi komentar lagi, dia mengalihkan perhatiannya karena melihat seorang namja tim lawan yang terlihat berjalan sama lambannya seperti pacarnya tadi saat keluar lapangan.

Namja berambut acak – acakan dengan kulit tan itu berjalan dengan seorang yeoja yang sama mencoloknya, yang lengket sekali menggandeng tangan si namja, mirip lem pipa. Tanpa banyak pikir, Baekhyun langsung saja teriak. "Ya ! Kim Jongin !"

Jongin menoleh, memandang Baekhyun dari kejauhan yang antara asing dan tidak. Yeoja disebelahnya ikutan menoleh, menyenggol bahu Jongin dengan kerutan kening bingung.

"Siapa dia ?"

"Teman lama, acuhkan saja."

"Tapi dia semangat sekali menyapamu. Ayo kita temui saja." Dan si yeoja pun mendesak manja. Yeoja cantik dengan rambut panjang indahnya itu memaksa Jongin berjalan menghampiri Baekhyun yang menunggu di samping mobil Chanyeol. Jongin dengan malas – malasan tersenyum.

"Apa kabar, Baek." Tanya Jongin tidak dengan nada tanya.

Baekhyun tersenyum. "Baik. Oh iya, kenalkan ini Chanyeol."

Chanyeol mengulurkan tangan dan Jongin mennyambutnya lebih baik daripada saat dia melihat Baekhyun. "Tendanganmu boleh juga untuk ukuran anak SMA."

"Thanks, kau juga. Sayang sekali bulan depan harus bertanding dengan tim lain."

"Bukan berarti kita tidak bisa bertanding secara pribadi kan ?"

Chanyeol terkekeh ringan. "Kau menantang taruhan perkelas ?"

Jongin mencibir. "Timku akan setuju. Kau tenang saja. Bagaimana ?"

"Boleh juga," gumam Chanyeol, tanpa sadar menciptakan percakapan sendiri yang membuat mood berkompetisinya kembali naik. "Kau dan Baekhyun teman lama ?"

Jongin menggeleng. "Hanya kebetulan kenal."

"Annyeong, aku Soojung." Tiba – tiba saja yeoja disamping Jongin menyela omongan mereka, langsung mengulurkan tangan pada Baekhyun dan Chanyeol secara bergantian. "Yeojachingu Kai, ah, maksudku Jongin."

Mengenalkan diri secara langsung, memonopoli sekali, pikir Baekhyun dalam hati begitu pertama kali melihat tindakan Soojung. Tapi harus diakuinya jika yeoja ini cantik sekali, dengan badan seksi dan juga senyum satu miliarnya.

"Sayang sekali, kalau saja teman Baekhyun tidak buru – buru pulang, pasti ini bisa menjadi reuni singkat," ujar Chanyeol, menoleh lagi pada Jongin. "Kau mengenal Kyungsoo kan ?"

Belum sempat Baekhyun mencegah pacarnya berbicara, Chanyeol lebih dulu kelepasan bertanya. Dan jongin sontak menoleh dengan pandangan kaget bercampur heran mendengarnya. "Kyungsoo ada disini ?"

Baekhyun tersenyum asal – asalan. "Ta … tadi. Ah, ngomong – ngomong apa kalian bawa mobil sendiri ? Atau mau minum dulu dengan kami ?"

"Apa dia menonton pertandingan tadi ?" tanya Jongin, menghiraukan ucapan Baekhyun yang sengaja mengalihkan topik. Padahal Baekhyun sudah di pesan untuk tidak mengatakan apa – apa pada Jongin, tapi tetap saja situasi merubah niatnya. "Apa dia kesini bersama kalian ?"

Chanyeol mengangguk. "Wah, kelihatannya kau memang sangat kenal baik dengannya ya."

"Apa … dia baik – baik saja ?"

"Tadi sih saat pertama datang, katanya kakinya mendadak kram, tapi tidak apa – apa kok, " jawab Chanyeol tanpa dosa, membuat Jongin semakin penasaran. Reaksi wajahnya tidak bisa menipu kalau dia haus akan informasi mengenai Kyungsoo.

"Ah … Baiklah. Aku harus pergi. Kapan – kapan kita mengobrol lagi." Jongin langsung berjalan pergi tanpa basa – basi, begitu saja meninggalkan pasangan ChanBaek yang menatap keheranan dengan tingkah namja itu. Soojung menyusul belakangan mirip bebek nyasar. "Sayang tunggu aku !"

.

Chanyeol membukakan pintu mobil untuk yeojachingunya.

"Apa semua temanmu punya hobi datang dan kabur semau mereka ?"

"Tidak, Chan."

"Apa Jongin dan Kyungsoo dulunya pacaran ?"

"Tidak. Tentu saja tidak. Justru Jongin itu mantan namjachingu Luhan."

"Aneh sekali," gumam Chanyeol, duduk dan mulai menghidupkan mesin. "Sikap mereka saat mendengar nama satu sama lain, mirip pacar yang sudah putus lama. Lihat saja bagaimana Jongin menanyakan kesehatan Kyungsoo. Pertanyaan sepanik itu hanya ditanyakan mantan pacar yang lama tidak bertemu."

Baekhyun diam, memandangi Chanyeol yang sedang menyetir. Tatapannya agak kosong. Perkataan Chanyeol ada benarnya juga. Baekhyun merasa banyak hal aneh tentang hubungan teman – temannya belakangan ini, dan otaknya berusaha keras membuat kesimpulan.

"Chan, kapan timmu akan bertanding dengan tim Jongin lagi ?"

Chanyeol menoleh. "Kenapa ?"

"Tidak. Hanya saja kali ini aku punya rencana tambahan untuk pertandingan ulangmu."

Dan Baekhyun menyeringai tipis.

.

.

.

Tbc

Maaf karena update nya terlalu lama.

Bukan di sengaja, tapi terlalu sibuk :D

Semoga nggak bosan dengan ff jaman batu ini

Diusahakan next chap update cepat. Karna sepertinya Kaisoo bakal ketemu ^^

Dan jangan lupa review ya .. ( Aku minta maaf karna nggak pernah balas review, next chap review nya bakal aku balas :D )

*Kiss&Hug*