Part 8

Tittle : "1st Love"

Author : Song Haru

Main Cast :

- Do Kyungsoo ( Girl )

- Kim Jongin / Kai

-Wu Kris

-Xi Luhan ( Girl )

-Byun Baekhyun ( Girl ), Park Chanyeol and other

Genre : School, Romance

Rate : T

Disclaimer : Semua cast adalah milik Tuhan, SMent, dan juga orangtua mereka. Tapi Jongin adalah laki Author #Dilemparpisau#

GENDERSWITCH !

TYPO BERTEBARAN !

PLEASE ENJOY !

HAPPY READING ^^

^^ X.O.X.O ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

Begitu pulang, Baekhyun yang bercita – cita menjadi jurnalis itu langsung saja memeras otak, memikirkan apa yang dirahasiakan teman – temannya selama liburan dulu. Cara jitu pertama adalah dengan mengorek informasi dari satu – satunya pihak yang ada di lokasi tapi tidak terkait sama sekali. Pihak yang tahu semua kejadian, tapi kelewat bodoh untuk menjaga rahasia.

.

.

.

"Hai, Kris," sapa Baekhyun, melambai ke Kris yang baru saja masuk ke dalam café.

Kris melepas jaket dan dengan semangat langsung duduk di depan Baekhyun. Dia kelihatan sangat mencolok dengan baju kaos dan celana serba putih mirip member sebuah boy group. Sambil melirik ke seluruh pelayan yeoja manis, mulutnya langsung mengoceh.

"Kau mentraktirku, apa penduduk bumi sudah berencana pindah ke Jupiter ?"

"Belum, sebelum kau menghabiskan makanmu dan memberitahuku tentang sesuatu."

"Sesuatu ?" tanya Kris.

"Ya, sesuatu yang sebenarnya tidak seberapa penting."

Kris terkekeh dengan alis terangkat. "Seorang Byun Baekhyun menghubungi Kris Wu untuk sesuatu yang tidak seberapa penting ? Apa ? Nomor lotere yang keluar bulan ini atau siapa sebenarnya yang membunuh Marylin Monroe ?"

Baekhyun cemberut dengan manja. "Kris, apa aku kelihatan sebegitu liciknya ?"

Sebuah pizza macaroni ukuran besar, dua porsi buttermilk pancake, dua gelas Americano, dan soft drink dengan ukuran jumbo, membuat dua bola mata Kris melotot. Jujur saja, dia memang sudah kelaparan sejak pagi dan meski hanya pizza pun sudah cukup untuk mengganjal perutnya.

"Afa yang ihin kau tahu … " Kris makan dengan lahap, bicara seenaknya. "Kahakan saha …"

"Tidak banyak. Aku hanya ingin kau menceritakan tentang liburan kelulusan kemarin."

"Ah itu. Villanya besar, yeoja – yeoja disana lumayan cantik, Baek. Apalagi pantainya i … "

Baekhyun mendesis menanggapi tololnya Kris.

"Kau kira wajahku mirip orang yang rela mentraktir hanya untuk tahu tempat rekreasi disana ? Kalau itu lihat peta dan browsing juga bisa, pabo. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi pada Jongin, Luhan, dan Kyungsoo."

Kris diam, otomatis terbatuk – batuk dan nyaris tersedak karena kaget oleh pertanyaan Baekhyun. Dia memukul – mukul dadanya dulu sampai kunyahannya tertelan.

"Apa benar Kyungsoo mendapatkan ciuman pertamanya disana ? Apa alasan putusnya Luhan dan Jongin ? Kenapa Kyungsoo sangat gugup saat mau bertemu dengan Jongin ? Apa semuanya berkaitan ?" tanya Baekhyun beruntun, sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Kris untuk menyela.

Kris meletakkan kembali pizzanya. "Kalau yang ingin kau ketahui sebanyak itu, berarti kau menyepelekan harga sebuah informasi. Pizza tidak bisa membantuku membuka mulut, Aku ini blasteran China – Kanada yang punya harga diri tinggi, Baek."

"Kita ini sahabat, Kris. Kenapa segalanya harus menjadi rahasia ? Aku merasa dicurangi."

"Pertama," Kris mendengus, "Sesama sahabat tidak akan menyebut sahabatnya pabo. Kedua, menceritakan sebuah rahasia padamu sama saja dengan memasang pengumuman bunuh diri."

"Dan apa menurutmu mempercayakan sebuah rahasia padamu itu aman ? Dasar namja kelebihan sperma. Oke, pizza selama setahun."

"Setidaknya dua tahun."

"Aku tidak sedang bernafsu untuk tawar menawar, Kris. Satu tahun setengah, plus salad."

Kris menggumam terpaksa. "Baiklah," ujarnya sambil menoleh kanan kiri. "Aku tidak tahu apa – apa masalah ciuman pertama Kyungsoo. Yang aku tahu hanya Jongin dan Kyungsoo pernah bertengkar hebat di restoran, bahkan Jongin sampai menarik tangannya. Keesokan harinya tiba – tiba saja mereka boncengan sepeda dan Luhan menjadi murka."

"Jadi itu yang membuat mereka putus ? Luhan cemburu ?"

"Tidak, tidak. Mereka sudah putus sebelum kejadian itu."

"Lalu apa hubungan Kyungsoo dengan putusnya mereka ?"

"Molla," sela Kris. "Padahal Kyungsoo dan Jongin selalu bertengkar."

Kris menyantap potongan pizza kedua. "Yang jelas setelah itu Luhan melarang Kyungsoo dekat dengan Jongin. Dia mengancam akan memutuskan persahabatan mereka kalau melihat Kyungsoo dan Jongin bersama."

"Apa ?! Itu tidak adil. Kyungsoo tidak mungkin menyakiti dia. Luhan tahu itu."

"Luhan memang agak paranoid disana, mungkin pengaruh perubahan cuaca. Padahal dia sendiri sudah selingkuh puluhan kali tapi tetap tidak rela mantannya dekat dengan sahabatnya sendiri. Kalau yeoja lain boleh."

"Lalu … Jongin dan Kyungsoo … "

"Setelah hari itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Jongin meninggalkan villa lebih dulu dan Kyungsoo terus menerus menjadi kutu buku untuk melupakan kejadian itu. Pokoknya kacau sekali. Tapi apa memang Kyungsoo cerita padamu tentang ciuman pertamanya ?"

Baekhyun mengangguk. "Ciri – ciri namja yang menciumnya mirip sekali dengan Kim Jongin."

Kris menenggak soft drink nya. "Mungkin saja memang Jongin," gumamnya agak tidak jelas. "Kau tahu sendiri Kyungsoo tidak pernah dekat dengan namja manapun."

Baekhyun terdiam sejenak, mengatur rencana lagi. "Kris, apa kau mau datang ke pesta di rumah Chanyeol minggu depan ?"

"Kenapa mendadak membicarakan masalah pesta ?"

"Karena setelah bertanding sepakbola, biasanya Chanyeol mengadakan pesta dirumahnya. Dan dia akan bertanding dengan tim Jongin empat hari lagi. Di pesta nanti, kita bisa mempertemukan Jongin dan Kyungsoo untuk pertama kalinya setelah liburan dulu. Pasti seru."

"Waah … sudah direncanakan matang – matang ya ? Kyungsoo bisa membunuhmu karena kejahatan ini."

"Mungkin," cibir Baekhyun yakin. "Tapi setelah kejadian itu, dia akan berterima kasih padaku."

"Baiklah. Ini bisa menjadi kegiatan yang menyehatkan untuk akhir minggu."

Jum'at malam …

Kris memaksa Kyungsoo berdandan malam itu. Mereka akan datang ke pesta Chanyeol dan Kyungsoo sendiri hanya di beritahu lewat telepon oleh Baekhyun. Beberapa hari semenjak datang ke pertandingan sepakbola Chanyeol dan melihat Jongin di kejauhan, Kyungsoo memang memutuskan tidak lagi berusaha terlalu dekat dengan Baekhyun atau terlebih lagi namjachingunya.

Sudah susah payah mencoba melupakan Jongin selama empat bulan, jadi Kyungsoo tidak akan melakukan hal bodoh lagi yang bisa membuatnya gagal. Dia mau saja datang karena dipaksa oleh Kris dan Baekhyun. Kata mereka Jongin tidak diundang dan kebetulan Luhan pun berhalangan datang karena sedang di hukum oleh Appanya. Jadi malam itu Kyungsoo merasa … aman.

Tuan Do mengantar Kyungsoo dan Kris ke depan sebuah rumah mewah yang tak lain adalah rumah Chanyeol, yang ramai oleh anak – anak remaja. Wajah Tuan Do kelihatan sangat cemas seperti seorang ayah pada umumnya saat di paksa melepas anak perawannya ke sebuah pesta bebas gender.

Setelah mendengarkan berbagai macam petuah untuk Kyungsoo dan ancaman untuk Kris, pria setengah baya tanpa rambut itu melambaikan tangannya. Sebelum dia melajukan mobilnya, terlebih dahulu dia kembali melirik Kris yang berdiri di sebelah Kyungsoo. "Heh Bule ! Jaga putriku baik – baik !"

"Jangan khawatir, Uncle ! Nyawa saya taruhannya !"

Kris Wu. Dasar pembohong besar.

Dia sudah berjanji pada Tuan Do untuk menjaga Kyungsoo dan tidak akan meninggalkannya sendirian. Kenyataannya bahkan belum sampai lima menit masuk ke pesta, namja jangkung itu mendadak menghilang begitu melihat jumlah yeoja di dalamnya. Untung saja Kyungsoo bertemu dengan Naekhyun yang kelihatan sedang repot di dapur pojok ruangan. Dia sedang sibuk mengatur gelas – gelas plastik untuk diangkat keluar.

"Perlu bantuan ?" tegur Kyungsoo, mengejutkan Baekhyun dengan tepukan bahu. Baekhyun secantik biasanya dengan tank top dan jeans hitam.

Baekhyun menoleh kaget. "Dasar. Si idiot Kris mana ?"

Kyungsoo mengangat bahu sambil cemberut. "Merayu setiap benda bernafas seperti biasa. Dia meninggalkanku sendiri begitu masuk kesini. Kau tahu kan aku tidak bisa berbaur dengan orang asing. Aku bersamamu saja ya, Baek ?"

"Kau kan bukan bayi lagi, Kyung." Sindir Baekhyun sambil menyerahkan senampan berisi minuman kaleng. "Tolong bantu bawa keluar ya."

Kyungsoo menganggukkan kepala, berjalan mengikuti Baekhyun keluar dapur.

Kyungsoo kewalahan karena banyak yang menabrak bahunya dengan acuh. Susah payah dia menerobos mereka. Lalu tiba – tiba saja terdengar suara Chanyeol memanggil kedua yeoja cantik itu di kejauhan. "Aha, ini mereka !" ujarnya seraya menarik tangan Baekhyun.

Kyungsoo datang belakangan. Dan saat dia berjalan mendekati Chanyeol, dia lebih dulu kaget memandang seseorang yang tidak disangkanya akan bertemu malam ini. Aku pasti sedang bermimpi,ini … tidak mungkin terjadi ... Baekhyun dan Kris bilang dia tidak diundang … lalu untuk apa dia ada disini ?

Di sebelah Chanyeol ada seorang namja yang berdiri memandang Kyungsoo sama kagetnya. Namja berkemeja biru tua dengan bola mata nya yang hitam kelam yang terus menatapnya tajam. Disebelahnya lagi, ada seorang yeoja yang bergelayut manja di lengan si namja dengan sangat mesra.

Kyungsoo hanya bisa terpaku melihat mereka. Jantung dan kakinya seketika berhenti bereaksi.

Chanyeol melambai meminta Kyungsoo mendekat. Dia lalu mengambil salah satu kaleng dari nampan di tangan si gadis bermata bulat itu. Kyungsoo memegang nampan sekuat mungkin karena mendadak saja lututnya terasa lemas.

Dia merasa kelenjar airmatanya perih dan secepatnya ingin lari menghindar dari namja yang tidak berkedip memandanginya itu. Karena orang itu bukan sembarang namja. Dia … Jongin.