Author :Hiaaaahhhhh sekarang udah chapter ke-3!! Tengkyu buat yang udah ripyu yaaaa… di chapter ini ada sasuke. Ngapain? Numpang lewat? Nggak… Nggakk… Warning : Sasuke disini nyebelin. Bwt yang kasian ama Shiro-chan… Ntar aq certain dikit tentang dia. Wokeh? Kita mulai aja d coy… Warning : Sasuke OOC
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Chapter 3 : I'm Unworthy for Friends
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di Kediaman Uchiha…
Uchiha Itachi baru saja akan melangkahkan kaki kanannya melewati pintu masuk kediaman Uchiha saat ia mendengar suara adiknya memanggil namanya.
" Itachi nii-san!! Anikii…," ujar Sasuke. Itachi menghela nafas kecil sebelum berbalik menghadap adiknya yang berumur 6 tahun itu.
" Hnn…," gumamnya dengan wajah datar. Sasuke berdiri di depannya dengan wajah memelas gaya seorang Uchiha sambil memegang beberapa buah kunai.
" Aniki… Ajari aku cara melempar beberapa kunai sekaligus…," katanya.
" Hnn…," sahut Itachi agak enggan.
" Ayolah aniki… Beberapa hari ini aniki tidak pernah mengajariku lagi… Aniki selalu bilang sibuk…," kata Sasuke lagi. Itachi terdiam sejenak mendengarnya. Memang akhir-akhir ini ia tidak pernah mengajari Sasuke lagi. Tetapi bukan karena misi, melainkan karena ia terlalu sibuk mengajari Naruto. Diam-diam ia merasa kasihan juga kepada adiknya yang terlupakan.
" Hnn…," katanya lagi. Orang-orang yang tidak mengenalnya tidak akan bisa mengartikan apa yang dikatakannya tetapi Sasuke dapat mengerti artinya.
" Yeah!!," ujarnya. Itachi mengajak Sasuke menuju ke tempat latihan yang biasa ia gunakan dengan Naruto. Sasuke berjalan riang di belakangnya namun pandangannya mencari-cari Naruto yang biasanya selalu latihan di sini setiap hari. Tetapi nihil… tidak ada tanda-tanda kehadiran Naruto disana.
Sekali lagi ia menghela nafas sebelum berbalik dan mengajari adiknya yang terbukti lebih sulit diajari daripada Naruto. Tiga kali ia memperagakan kepada Sasuke cara melempar lima sasaran sekaligus sembari melompat dan berputar di udara. Setelah merasa Sasuke cukup mengerti, ia mundur dan menonton Sasuke mempraktekan apa yang ia ajari. Namun ia hanya melihat Sasuke terjatuh tersungkur dengan kepala terlebih dahulu. Kalau saja ia bukan Itachi Uchiha, ia akan tertawa. Namun, tentu saja ia tidak melakukannya.
" Foolish Little brother…," gumamnya. Sasuke memelototinya setengah hati sebelum berbalik untuk mencoba lagi. Sasuke baru saja akan mengangkat kunainya saat ia mendengap bunyi 'Pop' yang sudah sangat dikenalnya. Sasuke menoleh dan mendapati seorang Anbu muncul disebelah kakaknya. Kakaknya dan Anbu itu berbicara pelan sejenak hingga Anbu itu menghilang dengan bunyi 'Pop' lagi.
" Sasuke, latihan sendiri dulu…," kata Itachi. Setelah itu ia menghilang dalam bunyi 'Pop' yang sama dengan Anbu tadi. Kini giliran Sasuke yang menghela nafas. Akhirnya ia harus latihan sendiri lagi.
Satu jam ia lalui dengan mencoba berlatih sendirian. Namun tetap saja hasilnya sama. Entah ia jatuh, kunainya meleset atau kepalanya terbentur. Bodoh… masa seorang Uchiha tidak bisa melakukan hal yang mudah seperti ini. Latihan terus ia jalani dengan kesal dan mulut cemberut.
Trrk.
Suara ranting terinjak membuyarkan konsentrasinya. Berharap itu Itachi, Sasuke membalikkan badannya dengan semangat. Namun pemikirannya salah. Itu bukan Itachi. Dalam sekejap senyuman yang tadinya dilayangkannya menghilang dari wajahnya. Dipincingkan matanya memandang bocah lelaki seumurnya bahkan lebih muda darinya yang berdiri di sela-sela pepohonan. Ia berambut pirang dengan tiga goresan dimasing-masing pipinya seperti rubah atau serigala. Tiba-tiba bocah itu memandang ke arahnya hingga mereka bertemu mata. Segera Sasuke memberinya pandangan marah.
" Apa yang kau lakukan disini?!," bentaknya. Suaranya yang keras membuat bocah berambut pirang itu terlonjak tetapi bentakannya malah dibalas senyuman.
" Untuk latihan, maaf kalau aku mengganggu…," jawabnya. Sasuke menatapnya sejenak sebelum bicara lagi.
" Ini tempat latihanku, pergi!," bentaknya lagi. Akan tetapi bocah aneh itu tetap tersenyum. Dalam hati Sasuke bertanya-tanya apakah bocah di depannya ini gila.
" Oh… tapi maaf… Aku sering latihan disini dan tidak pernah melihatmu…," jawabnya.
" Ini tempatku sekarang! Sudah sering latihan disini?!Kau kira kau hebat apa?! Coba buktikan! Coba lempar kunai-kunai ini tepat sasaran!," desaknya. Bocah aneh itu hanya mengangguk sembari berjalan mendekat ke arahnya. Sasuke menyodorkan kunai-kunai yang dipakainya dengan kasar.
" Ayo!," desaknya. Bocah itu hanya menatapnya sejenak. Kemudian ia berbalik dan mengambil posisi melempar. Saat ia melompat, Sasuke berharap ia akan jatuh atau terbentur. Tetapi ia salah. Benar-benar salah. Bocah itu melakukan putaran persis seperti yang dilakukan Itachi. Gerakannya lembut tetapi sempurna. Sasuke terkesima melihat gerakan bocah itu. Saat ia melompat dam memuta di udara sembari melempar kunainya, ada aura di sekelilingnya yang membuatnya tampak kuat. Bocah itu mendarat dengan sempurna dan berbalik memandang Sasuke yang sekarang cemberut melihat semua kunainya tertancap tepat disasaran.
" Heh bocah! Siapa nama kamu?!," tanyanya sedikit kasar. Tetapi seberapa kasar pun ia berbuat, bocah ini sama sekali tidak protes.
" Naruto. Uzumaki Naruto," sahutnya. Sejenak pikiran Sasuke melayang mencari-cari nama Naruto dari otak dan ingatannya. Nihil. Tidak ada yang ia ketahui.
" Ha! Aku sama sekali tidak tahu nama itu. Kau pasti dari keluarga tidak terkenal. Aku Uchiha Sasuke. Tapi jangan berani-berani panggil aku Sasuke. Kau bukan siapa-siapa." Sasuke membalas dengan hambar.
" Kemari! Ajari aku!," perintahnya. Dua jam kemudian dihabiskan Naruto dengan mengajari Sasuke. Sesekali ia benar-benar tersenyum melihat kelakuan Sasuke. Atau melihat posisi jatuh Sasuke yang cukup unik. Dengan kepala di bawah dan kakinya yang tersangkut di batang pohon. Ya, kali ini ia benar-benar tersenyum.
" Hey! Jangan senyum-senyum begitu! Bantu aku sini!," perintah Sasuke. Naruto yang membantu Sasuke berdiri susah payah menahan tawanya melihat Sasuke menggerutu karena rambutnya jadi mencuat kemana-mana.
" Ughh!! Pohon sialan!," gerutunya sembari berusaha merapikan rambutnya. Naruto benar-benar tersenyum gembira. Mungkin akhirnya ia mendapatkan apa yang ia impikan sejak dahulu. Seorang teman.
xxxxxxxxxxxxx
Sasuke akhirnya sudah bisa melempar kunai-kunai tersebut dengan tepat. Ia dan Naruto terus berlatih sembari tertawa-tawa. Hingga Sasuke mendengar suara 'pop' pelan dari belakangnya. Ia segera menoleh dan melihat Itachi dari kejauhan sedang berjalan kearahnya. Naruto yang melihat arah pandangan Sasuke pun mengikuti pandangannya.
Tiba-tiba tangannya ditarik kasar oleh Sasuke. Sasuke menggenggam tangan Naruto erat sembari berbisik dingin ditelinganya.
" Jangan katakan apa-apa…," bisiknya dengan nada rendah menyeramkan.
" Jangan bilang kalau kau yang mengajariku. Pura-pura bodoh… Tidak… jadilah orang bodoh… Makhluk tak berharga sepertimu tidak pantas untuk sok pintar…," desisnya. Nafas Naruto tertahan ditenggorokannya saat ia mendengar apa yang dikatakan Sasuke.
" Jangan berani sok pintar… Kau ini tidak pantas untuk bersikap seperti itu… Kau tahu… semua orang benci orang yang sok pintar namun tidak berharga sepertimu… Ingat kata-kataku…," desis Sasuke. Naruto mengangguk lemah sebelum tangannya dilepaskan oleh Sasuke. Perlahan-lahan air mata menggenang dimatanya. Tidak… Ia tidak akan menangis. Mantra ini terus terngiang dikepalanya. Jangan menangis, Naruto… Jangan menangis…. Yang dia katakana itu benar…
Akan tetapi, tetap saja hatinya sakit melihat sekali lagi impiannya hancur di depan matanya. Impiannya sejak ia lahir di dunia ini. Seorang teman…
Ia salah. Ia salah untuk berpikir Sasuke akan sudi menjadi temannya. Ia salah untuk berharap seorang teman. Lagipula, seorang monster tidak akan mempunyai teman bukan? Namun tetap saja pemikiran ini membuatnya menundukkan kepalanya menahan tangis.
Dari kejauhan Itachi memandangi Sasuke yang tiba-tiba menarik tangan Naruto kasar dan berbisik ditelinganya. Dipincingkan matanya karena curiga. Kecurigaannya bertambah begitu ia semakin dekat dan berhasil melihat ekspresi Naruto yang menunduk. Ia melihat dengan jelas kesedihan di mata Naruto yang biasanya tidak menampakkan apa-apa sebelum ditutupi dengan senyum bodohnya. Disebelahnya, Sasuke mengawasi semua sikap Naruto..
" Itachi nii-san!! Aku sudah bisa loh.Tidak seperti Naruto bodoh ini yang tidak bisa apa-apa! Aku dari tadi mengajarinya tapi sepertinya ia terlalu bodoh untuk mengerti apa yang kukatakan…," ujar Sasuke. Perkataan Sasuke membuat kecurigaan Itachi bertambah jelas.
Naruto? Tidak bisa melempar kunai? Tidak mungkin.
Ini membuat Itachi yakin kalau Sasuke berbohong dan menyuruh Naruto tutup mulut. Kecurigaannya semakin membesar begitu melihat Naruto yang berpura-pura bodoh dihadapannya. Berpura-pura jatuh, dengan sengaja melempar kunai meleset. Ia tidak mungkin salah. Ia sendiri yang mengajari Naruto. Ia tahu dengan jelas kemampuannya. Sesekali Naruto memandang Sasuke dengan sedih.Kepura-puraan Naruto berlanjut hingga akhirnya Itachi memerintahkan Sasuke untuk pulang.
Setelah Sasuke hilang dari pandangan, Itachi mendekati Naruto.
" Naruto, aku tahu kau tadi berbohong. Apa yang dikatakan Sasuke padamu? Seharusnya kau membiarkannya saja. Jangan terlalu diambil hati…," katanya lembut. Ia sendiri tertegun dengan seberapa panjang kata-kata yang ia keluarkan dan seberapa lembut ia mengucapkannya. Tetapi Naruto hanya memberikannya senyuman sedihnya lagi.
" Kenapa, ANBU-sama? Apapun yang dikatakan Sasuke itu benar. Aku salah. Aku lupa kalau aku ini seorang monster. Lagipula, monster yang pintar hanya akan dibenci orang-orang, bukan? Aku memang tidak pantas untuk pintar. Dan… ANBU-sama… Aku lupa… Aku lupa kalau monster itu tidak pantas untuk mempunyai teman. Iya, bukan?," jawab Naruto. Perkataannya Naruto ini membuat Itachi tidak sanggup berkata apa-apa.
Dan pada saat itu, sekeping kecil hatinya hancur. Lagi…
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author :
Yeaaah!! Akhirnya aku menyelesaikan chapter 3 fict ini!! Yeah!!
Maaf semuanya kalo lemot. Makanya, biar ga lemot updatenya, review yang banyaaaaaak!! Yang ga ripyu di sumpain pacarnya Kisame deh!Ayo sapa yang mau ama Kisame??
RIPYURIPYURIPYU
