MAAP KELAMAAN!!!!!!!!!

Baru beres pra ulum nieh^^

Bales repiu^^ (K NEJI!!!!!!!!!!!! DIMANAKAH ENGKAU!!!! *menyandra Neji*)

AeroRange-TCE

Kejamnya engkau mengatakan Sinsin Pelo TT_TT
Tapi bener Sinsin seneng ma namamu^^
Maafkan Sinsin yang memisah Namamu T_T
Chapter ini dag cukup panjang kan?

Hitawari Nana-chan.7ven

Thanks repiunya, eh Nana, yakin ga mau ganti OC noel2, kalo mau jadi mamanya Neji bilang aja.

L_i_a

Iya, kemaren emang kependekan tuh , map ya, thanks repiunya^^

Mikazuki Chizuka

Maafkan Sinsin tidak menyadari kecerobohan itu TT_TT, chapter ini dah diganti ko penulisan gwnya^^ makasih dah repiu^^

Aika Uchiha

Thanks^^ Sahabatnya Sasu? Tapidah Sinsin tulis jadi saudaranya Sasu kemaren, gpp ya?

Nana, ddku tcinta (hoek~)

KYAAAAA!!!!! *penyuk2 Nana sampe pengep*
Makacih repiunya^^ Kk juga seneng ko ada kamu di cerita kk^^

Dani Scarlet

Emang, neji mesum! –Di tendang Neji- oke deh Sinsin ganti Butler

Yuuzu-chan

Thanks juga dah mau jadi OC^^ Thak buat repiumu juga^^

Alluka Niero

Ini emang grene humor ko^^ Thanks buat repiunya yagh^^

Sasuke Lover

Heh kamu! Seenaknya saja meninggalkan Sinsin dan pergi ke Amerika! Sekarang juga cepet ganti email yang kamu pake buat penpik ini jadi pake email mu! Thanks 4 ur repiu anyway.

Katana

Cup cup cup, jangan nagis lagi, yang ini ga gitu pendek khan?

()

Thanks repiunya^^ ga gitu lama kan Hiatusnya?

NakamaLuna

Nih dah bener kan Namanya? Thanks buat repiumu yagh^^

Haruhi Kaoru

Di chapter ini dah diubah ko^^ gw- gua^^ thanks sarannya yagh^^.

LIc!!!!!!!!!!!!!!!

*penyuk2 lic ampe pengep* makacih repiunya^^ huhuhu – nangis lebay-

Aoi no Tsuki

OK! Dah di updated kan? (pertanyaan retoris, kalo ga diupdated, gimana bisa bls ni repiu?)

De'malz Cenpay

Namamu cute^^ Thanks ya buat repiumu^^ Nanti repiulagi yagh (ditendang)

Oke segitu aja lagi males ngebacot di awal langsung ke cerita^^


Hyuuga vs Uchiha

Chapter 3

Hakar4s1n^^


"HYUUGA GILA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Sasuke sambil menjatuhkan diri di bantal supaya suaranya teredam.

"Ouch…" Neji mengelus-ngelus batang hidungnya yang terkena lantai. Ia lalu kembali ke kamarnya.

Beberapa hari sudah dilewati, Sasuke dan Neji perlahan-lahan semakin akrab, Kedatangan sepupu Neji di tunda seminggu kemudian yang kalo dari hari ini berarti besok.

Di kamar Sasuke malam hari.

Sasuke menghela nafas berat.

Sasuke membalikkan badannya di tempat tidur. Matanya menatap sekelilingnya untuk mengamati kamar barunya, mulai dari lantai, dinding, langit-langit, jendela, meja belajar, lemari pakaian yang masih kosong menunggu untuk diisi, kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Ukuran kamar itu memang tidak jauh berbeda dengan kamarnya di kediaman Uchiha, tapi yang membuat suasananya berbeda adalah penampakan kamar tersebut yang rata-ratanya bernuansa putih. Ia lalu berdiri dari tidurnya lalu beranjak menuju tas ranselnya. Buku-buku pelajarannya ia tata dengan rapi di meja belajar barunya, begitu juga dengan baju-bajunya, Sasuke memindahkan baju-baju itu dari tas ke lemarinya.

Tiba-tiba matanya terhenti pada sebuah benda yang ia simpan tadi pagi di tasnya, sebuah kotak musik berwarna coklat kayu, desain dan ukirannya terlihat sangat klasik. Tatapannya melembut ketika melihat kotak musik itu. Tak lama kemudian tangannya tergerak untuk meraih benda tersebut dari tasnya. Ia duduk di depan meja belajarnya, menaruh kotak musik itu di depannya, kemudian perlahan membukanya.

Nada-nada lembut dari lagu Kiss Me Good Bye milik Angela Aki terdengar sangat lembut dan memilukan di telinga Sasuke.. Gadis catik berambut hitam itu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Nada-nada itu terus menerus mengalun lembut di telinganya mengisi hati dan pikirannya, namun seakan hati dan pikirannya tak sanggup untuk menampung seluruh nada-nada dan kenangan yang pernah ada , nada-nada dan kenangan tersebut tumpah keluar dari matanya dalam wujud air hangat yang bening bagaikan Kristal murni yang belum pernah tersentuh oleh apapun.

Tok..tok…tok…

Sasuke sedikit terlonjak kaget mendengar pintu di ketuk, ia segera menghapus air matanya.

"Sasuke-san, tuan dan yang lainnya menunggumu di bawah untuk makan malam!"

"I…iya."

Sasuke membuka pintu dan melihat wanita berambut aquamarine panajang yang tadi ia lihat saat datang ke kediaman Hyuuga.

"Ayo Sasuke-san, saya antar, o, iya, perkenalkan nama saya Mikata Zuki, boleh panggil Zuki kalau ada apa-apa silahkan hubungi saya di nomor 08123456789, kalau tidak bisa lewat e-mail saya di .com, atau lewat facebook juga boleh!" Kata Zuki sambil tersenyum ramah.

"He??!!!!" Sasuke sweatdrop. 'Buset dah, Keren amat ni babu…..' batin Sasuke.

"Tuan Muda Neji?" Zuki menoleh kebelakang.

"Oh, hai Zuki-san, oh Sasuke-chan.." Sinar mata Neji langsung berubah menjadi menggoda ketika melihat Sasuke. Sasuke menjauh tiga langkah.

"Tuan Muda, Tuan memanggilmu untuk makan malam di bawah. Mereka sudah ada di bawah. Ayo Sasuke saya antar ke ruang makan" Zuki tersenyum ramah.

"I…iya, Zuki nee-san"

"Ga usah, biar sama saya aja sekalian saya juga mau langsung ke sana ko" Neji tiba-tiba nyeletuk.

"Baiklah Tuan Muda"

Inner Sasuke,'TIDAK!!!!!!!!'

"Ayo Sasuke-chan"

Sasuke masih membatu.

"Kenapa, mau aku gendong lagi?" seringai nakal kembali lagi untuk menghiasi wajah Neji.

"GA! Udah cepet jalan, gw ikutin dari belakang, biar A-M-A-N, bahaya tau deket-deket ma orang kaya lu!"

"Gitu? Ya uuuuudah" Sasuke tidak memperhatikan Neji sempat tersenyum licik sebelum berbalik badan. Sasuke menjaga jarak kurang lebih sejauh lima meter dari Neji, matanya tak lepas dari gerak-gerik Neji. Rasanya ia sudah siap untuk semua kejahilan Neji yang berikutnya. Namun kesiapannya itu hilang ketika ia melihat Neji berbelok di lorong depan lalu tiba-tiba sosok Neji lenyap begitu saja.

Dengan cepat Sasuke segera berlari kecil menyusul Neji.

'Dasar itu orang seenaknya saja! Ga tau apa aku ketakutan ditinggal sendiri di lorong yang gayanya agak klasik gini, kaya di film horror tau, mana agak gelap lagi! Ada lampu kenapa ga dinyalain coba? Tapi mana mungkin aku ngaku sama Neji kalo aku takut? Bisa-bisa tiap hari aku dekerjain.'

Sampai di depan lorong tiba-tiba, ada tangan seseorang yang menariknya,

"A-Mpff!" kalau saja mulutnya tidak dibekap, ia pasti sudah menjerit sekuat tenaga. Badannya meronta-ronta, otaknya sudah tidak mampu untuk berfikir lagi.

"Wah, wah, Nona, ternyata tenagamu seperti banteng ya?"

Suara itu sangat familiar di telinga Sasuke, suara si tuan menyebalkan, Neji. "Kilatan marah langsung merasuki mata Sasuke."

"LEM-PHAF-FIN!"

"Ngomong apa, suaramu tidak jelas?"

"LEFF-PHAS!!!!!!!!!!!"

"Iya-iya, tapi habis aku lepasin jangan hajar aku ya?"

"EMH!!!!!!!!!!!" kepala Sasuke menggeleng kuat.

"Ya udah….. ga bakal dilepasin nih…"

Sasuke akhirnya tenang. Neji pun melepaskan Sasuke. Seringai puas Nampak di wajah Neji. Sasuke segera mengambil udara untuk bernafas.

"Lo mau bunuh gua ya????!!!" kata Sasuke setengah berteriak.

"Ga kok, mana mungkin aku mau liat Sasuke-chan–ku mati?" agaknya Sasuke tidak memperhatikan kata-kata ku di akhir kata Sasuke.

"Terus ngapail lo ngebekep mulut gua hah!?"

"Soalnya gw Cuma mau-"

Tampa peringatan wajah Neji mendekati pipi Sasuke seperti hendak menciumnya. Sontak Sasuke kaget dan langsung memejamkan matanya seerat mungkin. Setelah beberapa Saat ia tidak juga merasakan ada yang menyentuh pipinya. Ia alhirnya memutuskan untuk membuka matanya, yang pertama kali ia tangkap dengan matanya adalah di depannya tidak ada siapapun. Yang kedua adalah sosok Neji yang berjalan santai menuju tangga.

"…" Sasuke berusaha meredam emosinya.

Satu detik…

Dua detik…

Lima detik…

Sabar Sasuke, sabar…..

10 Detik….

"Ayo ke ruang makan" kata Neji cuek sambil terus jalan.

Sasuke masih menehan emosi ditempat.

"Mau sampe kapan kamu disana Sasuke? Ayo cepetan!"

Muncul simpang tiga berwarna merah di kepala Sasuke.

"Dasar boyot!"

Baiklah Sasuke, sekarang kau sudah cukup bersabar…

Tiga…

Dua…

Satu…

"NEEEJIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Kaca di kediaman Hyuuga pecah semua. Hiashi yang hendak meminum kopi dari cangkirnya malah tersiram kopi panas karena cangkirnya hancur berkeping-keping. Lampu yang sedang dibersihkan Zuki pecah. Salah satu earphone yang baru dipasang Dani di telinganya untuk menemaninya bekerja langsung copot lagi, tiba-tiba terdengar suara bayi menangis, owwww, rupanya Hanabi yang tadi tertidur pulas bangun karena kaget mendengar suara teriakan Sasuke.

Di ruang makan.

Ayah dan Ibu Neji langsung menoleh ke sumber suara.

Dzing…

Mereka langsung memicingkan mata, lalu dengan tetap menahan otot matanya untuk tetap memicingkan mata mereka menuju ke sumber suara. Sampai di sumber suara pun tetap memicingkan mata sambil menatap dengan aura membunuh kea rah Neji dan Sasuke.

"Ma…maaf…" iris mereka Neji dan Sasuke bersamaan.

"Neji, apa yang kamu lakukan pada Sasuke?!" Tanya ayah dan ibu Neji bersamaan.

"Ga ngapa-ngapain ko.. Bener…" Jawab Neji, tampangnya berubah jadi Innocent.

"Kalo ga ngapa-ngapain kenapa Sasuke teriak sekenceng itu?" kali ini Ibunya Neji.

"Bener…"

"Bener apa?" Ibunya Neji lagi.

"bener ga…"

"Ayo serius!" Ibunya lagi.

".."

"Ayo!" Ibu lagi.

"…"

"Jawab!" Ibu lagi.

"…"

"Ayo jawab!"Ibu lagi.

Hiashi noel-noel bahu istrinya," APA!? Eh salah… Apa sayang?" Nadanya berubah lembut. Sasuke sama Neji cengok.

"Hiashi juga mau marahin Neji dunks…." Pinta Hiashi memelas pada istrinya tercinta. Sasuke sama Neji menghilangkan ekspresi cengoknya lalu sweatdrop.

"Oke deh, Neji sini kamu!"

"I-iya"

"Nih Nejinya Hiashi cayank…." Kata Istrinya Hiashi pada Hiashi.

"Yei, mami baik!" tampang Neji seperti anak yang baru dibeliin permen sama mami tercintanya.

"Iya dong, siapa dulu! Mami gitu low!"

"Oh, mami engkau memang matahariku, tampamu aku gelap gulita…."

"Ah, Hiashi, engkau juga rembulan di malam ku sendiri… tampamu aku selalu kesepian"

"Oh, mami, engkaulah hariku…"

"oh, Hiashi, engkaulah malam indahku.."

"Engkaulah matahariku…"

"Engkaulah bulanku…."

"Dengarlah matahariku, suara.. tangis tawaku.. kubersedih karna panah.. cinta menusuk jantungkuuuuuuuuuuuuuuuuu…. uu…. uuuuuuu " nyanyian Hiashi membuat kaca yang tersisa pecah.

"Ambilkan bulanbu… ambilkan bulanbu.. yang s'lalu bersinar di laaaaangiiiiiiiit, di langittttttttt bulannnnnnnnnnnnn berderanggggggggggg cah'yanya sampaiiiiiiiiiiiiiiii ke bintanggggggggggggg…." Nyanyian istri Hiashi membuat semua perabotan yang tersisa hancur berkeping-keping.

"Mami….."

"Hiashi…." Mata mereka baerdua berkaca-kaca… lalu merekapun berpelukan dengan background ombak membelah lautan dan matahari terbenam…. Mau tanya Sasuke dan Neji sedang apa? Tentu saja mereka sedang menganga ria memperhatikan dua sejoli, ehem, suami istri yang falling in love for entah-ke-berapa-time. Betapa indahnya cinta yang murni.. Dunia serasa milik berdua.. Bagai dua pasang burung yang beterbangan ria di udara merasakan lembutnya semilir angin diantara helaian bulu sayapnya, contohnya saja sepasang Hyuuga yang tidak menyadari kalau tindak tanduk mereka bisa merusak otak daridua anak muda yang tengah menyaksikan pertunjukan telenovela gratis sambil makan popcorn dan duduk di sofa yang entah dari mana datangnya.

"Ayo kita kembali ke ruang makan." Ajak istri Hiashi.

"Ayo sayang" Lalu sepasang Hyuuga itu menghilang dari hadapan dua remaja yang sempat menonton pertunjukan telenovela GRATIS! TIDAK DIPUNGUT BIAYA! (Kakuzu joget-joget sambil bawa pom-pom)

Tiba-tiba Hiashi tampa istrinya dengan keadaan memicingkan mata pada Neji dan Sasuke.

"Dan kalian.. sekarang bereskan kekacauan di rumah ini, termasuk menidurkan Hanabi kebali!" Hiashi berbalik sebentar,"ah, Hanabi, bayi kecilku yang manis!" matanya berbinar-binar. Dari bawah terdengar teriakan " kita! Bukan hanya milikmu!". Hiashi berbalik lagi dan melanjutkan,"daaaan, bila kalian belum selesai, KALIAN TIDAK BOLEH MAKAN!" Kata Hiashisadis namun kejam.(?) Dalam sekejap, ia pun menghilang meninggalkan Neji dan Sasuke yang cengok di tempat.

"Neji…" suara Sasuke memecah keheningan.

"Iya…"

"Tadi itu… ibumu… kan?"

"Iya…"

Hening lagi…

"Sasuke…" kali ini suara Neji.

"Iya…"

"Tadi itu… Ayahku.. kan?"

"Iya…"

Mereka berdua lalu sama-sama geleng-geleng untuk menghilangkan fenomena aneh di kepala mereka. Setelah sedikit mendapatkan pencerahan, mareka menghela nafas berat (sama-sama lagi).

WAKTUNYA BERES2…..^^

"Kalau kamu tadi tidak berteriak sekencang itu, kita tidak akan dapat masalah seperti ini, Sasuke.." kata Neji sambil membereskan pecahan kaca yang berserakan.

"Siapa suruh kamu menggodaku seperti itu! Huh, dasar!" Sasuke yang tadinya udah tenang jadi merajuk lagi.

"Tapi setidaknya kamukan tidak perlu berteriak sekencang itu." Neji menaruh pecahan kaca tersebut di tong sampah.

"Salahmu jugakan?"

Lalu mereka sama-sama menghela nafas berat.

"Neji…" Suara Sasuke memecah keheningan.

"Hm? Apa?"

"Boleh aku tanya sesuatu?" Sasuke meghentikan acara bersih-bersihnya.

"Tentu saja" Neji juga memberhentikan acaranya.

"Jawab dengan jujur ya?"

"Hn"

"Kenapa kamu senang sekali menjahiliku? Padahal bila kamu cuma jail kecil, aku tidak akan mengejar-ngejarmu dan minta pertanggung jawabanmu seperti waktu kamu mengambil justomatku itu, apa kamu tidak bosan?"

"Itu ya? Hmph…." Neji memasang tampang Conan sedang berpikir.

"…"

"Bagaimana ya?" Neji mulai menggoda Sasuke lagi.

"Ayolah Neji, aku serius, jangan menggodaku seperti itu."

"Kalau kau mau tau tangkap aku!" Neji langsung berlari.

"Oke, siapa takut!" Sasuke mengejar Neji.

Jadilah mereka kejar-kejaran sambil tertawa dan saling melempar senyum, jarang sekali mereka bisa seakrab ini biasanya setiap kali ketemu sudah seperti anjing dan kucing, keadaan ini tidak disia-siakan oleh Neji.

Hosh…hosh..

"Aku capek…" Sasuke duduk bersandar ke dinding terdekat.

"Sama…" Neji duduk di sebelah Sasuke.

Sasuke menjauh sedikit agar tubuhnya tidak terlalu dekat dengan tubuh Neji. Neji mengeluarkan hp-nya dari saku celana kemudian mengetik sms, kemudian menyimpannya kembali, lalu geser sedikit mendekati Sasuke.

Sasuke menjauh lagi," Tadi sms siapa?"

Neji geser lagi,"Dani dan Zuki."

Sasuke menjauh lagi,"Buat apa?"

Neji geser lagi,"Nyuruh mereka bantuin beresin nih rumah"

Sasuke menjauh lagi,"Oh…"

Neji geser lagi.

Sasuke menjauh.

Neji geser.

Sasuke menjauh.

Neji geser

Menjauh.

Geser.

Menjauh.

Geser.

Menjauh

Geser.

Bingo! Sasuke diapit oleh tembok dan Neji.

"Neji, menjauhlah sedikit."

"Oke-oke…"

-

-

-

-

-

TBC…


Hua ampuni Sinsin!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jujur Sinsin merasa kurang puas sama fic satu ini. Rasanya kestressan habis pra ulum menumpuk di kepala Sinsin, mana ada rem mat lagi, ini disebabkan gara-gara selama pengerjaan soal pra ulum Sinsin ga bisa konsentrasi sama sekali akibat dari sks (sistem kerja semalam). Kenapa bisa sks? Curhat dikit, sebelum pra ulum ini, errrr… a lot of things happened lah sampe-sampe Sinsin ga mau belajar, bayangin bahan-bahan dari awal semester 2 harus diberesin dalam satu malam? Mau tanya mengapa bisa begitu? Selama dari tengah semester satu, eh nga, dari akhir kelas tujuh malah, Sinsin kalo ada apapun yang berhubungan dengan yang namanya tes GA PERNAH BELAJAR SEDIKITPUN!!!!!!!!!! Cuma ngandelin apa yang didenger! Dan mau tau kerjaan di kelas ngapain? Yang pasti maen2 ga jelas, walaupun baca ataupun dengerin guru itu tuh dikit banget yang keserap. Ga tau kenapa masih bisa lolos sampai sekarang ini, dan yang rem ga banyak2 bgt, palingan cuma satu dua mata pelajaran. Itu masih bisa dipertanggungjawabkan dengan mengikuti remedial. Tapi tetep aja, beda bgt sama Sinsin pas masih SD yang sering dapet nilai bagus (PAMER !), kalo ditanya ada niat buat belajar apa ga, jawabannya GA ADA! Walaupun mencoba konsentrasi tetep ga bisa, pikiran sering kosong, melamun terus, kadang-kadang nangis sendiri di kamar, banyak lagi,pokoknya parah bgt lah! Sinsin rasa sekarang Sinsin sedang menghadapi masa-masa terhancur dalam kehidupan Sinsin yang udah berjalan selama 13 apa 14 tahun, -baru tiga belas apa 14 tahun tahun- (ini umur Sinsin sekarang^^ kelas 2 SMP^^ bener Sinsin ga inget umur Sinsin sekarang 14 apa 13 taun^^). Aduh malah jadi curhat kepanjangan kaya gini.

Mohon maaf kalau ada typo, hari ini Sinsin g abaca ulang^^

Ga macem2 lagi langsung ke dua inti terakhir.

Yang pertama, ada yang tau nama mamanya Hinata?

Yang kedua,

Mohon kesediaan anda sekalian untuk mereview. Bagi yang bersedia silahkan klik tombol hijau di bawah ini ^^