XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Yeahhh!!!! Akhirnya UAS selesai!!!!

Maap ya! Updatenya lama. Makasih juga review nya...... (^_^)

Owh ya selamat untuk yang terpilih jadi OC. Yang gak kepilih saya harap jangan kecewa ya........

Yak... ini dia.... para OC yang terpilih :

- Kakaknya Tsunade : Yuki-chan

- Temannya Akari Haruno (ce 3 org) : Nakamura Riyuki, Shazanami Miyu, Hanna Cross

- Temannya Akari + Itachi (co 2 orang) : Arana Yazuchi, Hoshi Sagaraku

- Penjaga asrama putri sekaligus sahabat kakaknya Tsunade (ce 1 orang) : Aozora

- Penjaga menara timur (2 orang ce n co) : Anggaara Uchiha (co), Luina Fujiwara (ce)

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

~ HORROR IN THE SCHOOL ~

(Chapter 4)

By : Yuuka Akanaru

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

'Dimana aku?' Aku berada di sebuah ruangan. Udaranya terasa dingin dan lembab. Dindingnya berdebu dan agak kehitaman. Kusen jendelanya lapuk. Lantainya terbuat dari batu.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya seseorang dari belakangku. Saat ku menoleh, aku melihat seorang gadis sebayaku. Ia mengenakan seragam sekolah yang sama denganku. Rambutnya coklat terurai sebahu. Kulitnya putih pucat. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena ia menunduk.

"Si... siapa kamu?" aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.

"Aku yang bertanya padamu......." ujar gadis itu. Wajahnya masih tetap tertunduk. Tiba-tiba sebuah lemari besar yang berada disampingnya roboh.

"AWAAAAASSS..!!!" aku berteriak mengingatkannya. Tetapi lemari itu sudah terlanjur menimpa tubuhnya.

'Oh, terlambat... maafkan aku.' Darah mengalir dari arah lemari itu. Membasahi sepatuku. Aku berteriak dan berusaha keluar dari ruangan itu. Aku melihat sebuah pintu besar. Aku langsung berlari dan menuju kearahnya.... tapi....

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"KYAAAAAAAA.....!!!!" Aku berteriak sejadi-jadinya.

"Sakura!" aku mendengar seseorang memanggilku. 'Kakak!' . Mimpi. Kakakku menyodorkan gelas berisi air kepadaku. Aku meminumnya.

"Sakura......" Hinata masih di sampingku bersama kakakku, Itachi, dan seorang perempuan yang tak ku kenal dengan rambut hitam sebahu mengenakan jubah hitam yang panjang menjuntai sampai ke lantai.

'BRRAAAKKK!!!!'Pintu ruangan dibuka secara kasar. Tiba-tiba dua orang gadis berambut pirang berkucir dan berambut coklat dicepol, Ino dan Tenten datang setengah berlari. Wajah mereka terlihat ketakutan.

"Aozora-sama!" Ino memanggil perempuan berjubah itu dengan sedikit terisak. Wajahnya masih menampakkan ketakutan.

"Ada apa Ino?" Tanya orang yang dipanggil dengan sebutan 'Aozora-sama' dengan wajah tenang.

"Aozora-sama, Temari.... Temari...!" Tenten berteriak histeris lalu menangis.

"Ada dengan Temari?" wajahnya terlihat cemas.

"Temari... Temari... Dia ditemukan tergantung di pohon depan jendela ruang pertemuan asrama!" Ino menangis ketakutan. 'Apa? Temari?'

"Kami menemukan ini ditempat tidurnya." Tenten menyerahkan sebuah surat kepada Aozora-sama. Lalu ia membaca surat itu dengan seksama dan wajahnya terlihat pucat.

"Di mana Temari? Tunjukkan padaku!" pintanya. 'Ada apa?'. Lalu ia berjalan meninggalkan ruangan ini dengan tergesa-gesa mengikuti kedua temanku.

"Aku ikut!" aku langsung lompat dari tempat tidurku.

"Sakura!" kakakku memanggilku. Tetapi, akhirnya merekapun mengikutiku juga.

Kami sampai di ruang pertemuan asrama. Aku kaget saat mendapati Temari tergantung di pohon tepat di jendela ruang pertemuan. Ino dan Tenten menangis berpelukan. Aozora-sama sedang sibuk bersama Kushina-sama dan beberapa orang penjaga asrama lainnya. Sementara di sudut lain, Ino dan Tenten tak hentinya menangis.

"Rinmaru, panggilkan Minato!" kata Kushina-sama kepada seorang penjaga asrama berambut kuning terang, bermata hijau, dan berkulit putih pucat. Orang itu segera pergi meninggalkan Kushina. Tak lama kemudian ia kembali lagi dengan dua orang pria berambut pirang yang bernama Minato dan satu orang lagi wajahnya penuh dengan pierching bernama Pein. Mereka mengenakan jubah hitam yang dilapis dengan jas hitam.

Minato dan Pein menurunkan tubuh Temari yang sudah tak bernyawa di lantai ruang pertemuan. Temari masih mengenakan seragam Norx East yang kini warnanya agak kemerahan karena darah dari bekas tusukan pisau yang masih ada di perutnya. Bgian kerah dan bahunya sedikit tersobek karena ia tergantung di atas pohon.

Saat itu juga, aku merasa seperti ada orang yang sedang memperhatikanku. Lalu aku menoleh ke arah pintu kayu besar di ruangan ini. 'Ah, gadis itu!' batinku. Ya, Dia gadis berambut coklat sebahu dengat kulitnya yang sangat pucat yang ada dimimpiku barusan. Wajahnya masih tertunduk. Ia juga mengenakan seragam Norx East yang sama denganku. Tiba-tiba ia berbalik meninggalkan ruangan pertemuan. Karena penasaran, aku segera mengikutinya walaupun hatiku tak menginginkannya.

"Sakura! Tunggu!" kata Hinata dari belakangku.

"Kau mau ke mana?" kata kakakku. Aku tidak menggubrisnya. Tubuhku berlari meninggalkan mereka, padahal aku tidak mau berlari. Lalu aku mendengar langkah mereka mengejarku.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Samar-samar aku mendengar suara langkah kaki mereka berhenti. Sepertinya mereka lelah untuk terus mengejarku. Nafasku tersengal-sengal. Aku belum pernah berlari sejauh ini sebelumnya. Tapi satu pertanyaan yang tidak terjawab di kepalaku. 'Aku di mana?'. Aku tidak tahu jalan yang baru saja ku lalui. Aku hanya mengikuti gerak tubuhku yang membawaku ke sini.

Tempat ini gelap. Aku tidak bisa melihat apapun. Tetapi aku merasa aku berada di sebuah ruangan yang sangat besar. Lalu aku mencoba meraba lantai yang saat ini ku pijak. Dingin dan lembab. Aku terus melangkah perlahan dengan hati-hati mencari jalan keluar. Tetapi tidak kutemukan pintunya. Aku merasa takut dan gelisah. Tiba-tiba hawa dingin menyelimutiku dan aku merasa kakiku menginjak seseuatu. Aku membungkuk, mencoba meraihnya. 'Dapat!' pikirku. Aku merasa dinginnya benda itu menyentuh kulitku. Aku tidak peduli, benda apapun itu, langsung saja kumasukkan ke dalam saku jubahku.

Tidak lama setelah itu aku merasa sebuah tangan dingin menyentuh pundakku. Tangan itu berusaha untuk mencekikku.

"ARRGGHH!!!! Siapa kau!? Lepaskan! Lepaskan aku!" Aku terjatuh. Nafasku sesak. Aku berusaha menarik tangan itu dari leherku. Tetapi semakin kutarik, cengkeramannya malah semakin kencang.

"Tolong! Tolong!" aku ingin berteriak, tetapi suaraku sulit untuk dikeluarkan. Tiba-tiba aku melihat seberkas sinar putih terang di ujung sana. Aku mendengar suara seseorang meneriakkanku. Lalu aku tidak merasakan apapun lagi. Kupikir aku sudah mati.....

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"Uh..." 'Dimana aku?' pikirku. 'Apa aku di surga?'.

"Kau sudah sadar ya?" Aku mendengar seseorang bicara di sebelahku. Pandanganku masih kabur. Lalu aku berusaha memicingkan mataku.

"Aozora-sama......." Perempuan itu tersenyum.

"Oh iya, Dia Uchiha Anggaara." Aozora-sama menunjuk seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya.

"Hai." Kata laki-laki berambut hitam emo, dia memiliki kuncir yang sama dengan Itachi, Dan bagian belakangrambutnya seperti Sasuke. Dia tersenyum padaku. Sepertinya ia orang yang ramah.

"Lalu... Ini Fujiwara Luina." Tunjuk Aozora-sama kepada seorang perempuan berambut silver sepinggang kurang, Bagian bawahnya sedikit ikal. Ia berkulit putih dan bola matanya berwarna merah.

"Mereka ini penjaga menara timur." Jelas Aozora-sama. Ya, mereka memakai seragam yang berbeda. Tidak seperti para penjaga asrama, mereka memakai jubah berwarna merah marun. Dengan bordir keemasan di bagian leher, ujung lengan, dan pinggiran kancing jubah. Mereka memakai kalung berwarna perak dengan liontin batu berwarna merah bening pada Luina-sama dan Anggaara-sama berwarna biru laut.

"Yah... baiklah... bagaimana kalau langsung saja?" tanya Anggaara-sama.

"Eh..?" 'Apa maksudnya?', pikirku. Aku bingung. Aozora-sama hanya tersenyum.

"Jadi... apa yang kau lakukan di sana?" tanyanya. Ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin.

"Hah? Di mana?"

"Di ruangan itu. Di menara timur. Kupikir kau sudah tahu kalau itu adalah tempat terlarang untuk para murid. Apa kau tidak pernah membaca petanya?" Anggaara-sama seperti sedang mengintrogasiku.

"Eh... itu... aku tidak tahu... ruangan di sekelilingku gelap, jadi aku tidak bisa melihat apapun." Kataku.

"Hmm... begitu?" Bola mata Luina-sama yang merah menatapku lekat, seolah ingin menelanku hidup-hidup.

"Kalau begitu aku sarankan padamu..... Jangan pernah mendatangi tempat itu lagi kalau kau masih sayang nyawamu!" Kata Luina-sama, ia membalikkan badan meninggalkan kami diikuti oleh Anggaara-sama.

'BLAM!' pintu tertutup.

"Apa yang kau lakukan di menara timur?" tanya Aozora-sama lembut, setelah mereka meninggalkan ruangan. Aku hanya terdiam.

"Sakura?" panggilnya.

"Aku tidak tahu. Aku hanya mengikuti gerak tubuhku yang berlari. Aku tidak bisa melihat apapun! Sekitarku...gelap...." kataku.

"Jadi... kau tidak tahu kalau kau.... Sakura, ada apa?" Pembicaraannya terputus saat ia melihatku menutup kedua telingaku. Suara itu kembali menggangguku.

"Sa.. Sakura!?" wajahnya terlihat bingung.

"Aozora-sama! To.. tolong aku! Suara itu.... AAARRRGGGHHHH!!!!!!"

Aku tidak mau! Ku mohon, tolong jangan hantui aku lagi, jangan ganggu aku lagi! Cukup sudah dengan semuanya!

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"Jadi... ceritakanlah padaku... semuanya." Kata Aozora-sama setelah menenangkaku. Lalu aku menceritakan semuanya, dari awal. Saat aku baru datang di sekolah ini, tentang suara-suara aneh yang selalu menggangguku, koridor di lantai enam, pintu pagar besi yang sudah berkarat, hingga waktu aku berada di ruangan itu.

"Hmm... berapa umurmu?" tanyanya.

"Sekarang lima belas tahun." jawabku.

"Hari ulang tahunmu?" tanyanya lagi. 'Mengapa ia menanyakan hal itu?' tetapi aku tetap menjawabnya.

"10 Maret." Kataku. Mendadak, wajahnya terlihat pucat. Tangannya gemetar. Ia memandangiku.

"Aozora-sama?" tanyaku.

"Ah... tidak apa-apa. Istirahatlah, aku ingin keluar sebentar." Kata Aozora-sama. Ia keluar dari ruangan yang serba putih ini.

Aozora's POV

"Hmm... berapa umurmu?" tanyaku.

"Sekarang lima belas tahun." Jawabnya.

"Hari ulang tahunmu?" tanyaku lagi.

"10 Maret." Ia menjawab dengan tatapan bingung ke arahku.

"Aozora-sama?" tanyanya.

"Ah... tidak apa-apa. Istirahatlah, aku ingin keluar sebentar. Aku meninggalkannya sendirian di ruangan yang serba putih itu.

'Ah.... ke..kenapa? ini tidak mungkin terjadi kan?' ini semua terasa semakin aneh. Aku merogoh saku jubah hitamku dan meremas sepucuk surat yang kumasukkan di dalamnya. 'Apa aku hanya mimpi?' aku mencubit pipiku sendiri. Sakit. 'Mungkinkah ini nyata?'

'Kenapa ini harus terjadi? Kenapa?' aku menyandarkan tubuhku ke tembok. Tubuhku merosot ke bawah, duduk tertelungkup.

Xxxx To Be Continued xxxX

Untuk para readers saya mohon maaf karena keterlambatan update-nya fic ini. Akhir-akhir ini saya sedang sibuk jadi kelanjutan cerita dari fic ini terpaksa di tunda dulu. Untuk para OC yang belum muncul, jangan marah ya! Karena memang belum saatnya kalian muncul! Hehehe...

* Diceburin ke kolam hiu sama para OC *

Ya udah deh! Review yah! ^_^

Balasan Review:

- Mai Kuchiyose : Membingungkan bagaimana maksudnya? Tolong beritahu saya apabila ada kesalahan. Terima kasih reviewnya ya!

- Sabaku no Aozora :

- Quinsi Vinsis : Mungkin memang setting tempatnya saja! Ceritanya sangat jauh dari Harry Potter!

- ang-gaarakun : Eh? Maksudnya gimana? (untuk model rambut) gak ngerti... -_-'

- Rinmaru Hanamu : Hadowh... manggilnya jangan senpai dong..... saya juga author baru di sini... Salah tulisan yang benernya itu 'GHOSTBOOMS' (Kalo gak salah ya...) Hohoho... jadi kiamu menebaknya gitu ya??? Hehehe.... jauh! Baca lanjutanya aja deh!

- Uchiha Yuki-chan : Ahaha... benarkah? Tapi ceritanya jauh berbeda loh.... ini udah di update! Mau jadi apa aja? Rambutnya sebahu? Kalo warna rambutnya coklat gak pa pa kan? Mau pair sama Sasori? Boleh... boleh... tapi sifat humorisnya saya hilangkan gak pa pa kan?

- Shazanamikeza Mystica : Hmmm? Lumayan berisi itu maksudnya gendut ya? Hehehe.... *dihajar*

- Dar3 DeviL : Iya.. iya... Ok... ok....

- Vi-chan Uchiha : Boleh... boleh... tapi maaf saya gak bisa munculin Vi-chan di sini...

- Nana Yazuchi : 'Ce/ co gak masalah' bener nih???? Aku jadiin cowok ya!

- Luina Ren Michaelis : Udah di update nih! Gimana??? PUAS???? Pokoknya harus REVIEW! Kalo gak..... Nanti aku hantuin dengan kata2 'mana reviewnya.... hihihihi.... (ketawa ala kuntilanak)' Hehehe....

Lui-chan : Zetsu! Makan dia!

Zetsu : Ok!

Yuuka : GYAAAAAHHH!!!!

Ok deh! Di tunggu REVIEW-nya!!!!