Sekali-kali aku mau buat cerita yang sedikit dark.. dan sekarang aku tuangkan di chapter ini.. untuk Sebastian fans gak usah liat chapter ini gak apa-apa kug.. ato setelah liad silahkan gebukin saya.. *brb ngumpet* Enjoy it..~
Summary: Apa jadinya kalau Earl of Millenium melirik Sebastian dan memanfaatkannya? Akhirnya Earl Ciel Phantomhive harus bergabung dengan exorcist Black Order untuk menyelesaikan semuanya. DGMxkuroshitsuji .. R&R please!
Rated: T+ mungkin M..
Warning: Bondage, torture, dark-Tyki, Tyki's torture style..
Disclaimer : I don't own-man or kuroshitsuji.. kalo aku punya DGM, aku gak mau buat cerita kalau ternyata "that person" yang Kanda cari-cari selama ini adalah kekasihnya atau wanita. Tidak!! The worst nightmare! (maklum, Kanda fans..)
Mohon maap, penyakit curhat-colongan-disclaimer-ku kumat lagi.. kalo kalian ngerasa itu gak penting, lupakan saja.. m.(V.V).m
The Black Butterfly
Mereka semua yang ada di dalam ruangan Komui langsung berlari ke science department. Dari dalam ruangan itu terdengar tawa mengerikan yang khas. Tak lain dan tak bukan milik Earl of Millenium..
Dari layar salah satu komputer, wajah Earl terlihat. Entah bagaimana cara mereka menyusup komputer HQ untuk menghubungi Komui. "Kobanwa.. ups.. ohayou? Maaf mengganggu anda semua pagi-pagi buta begini.."
"Earl of Millenium, apa mau anda menghubungi kami seperti ini?!", Komui telah sampai di ruangan science department.
"Hoo.. lama tak jumpa superviser Komui.. Anda benar-benar telah banyak merepotkan saya ya? Oh, maksudnya saya telah banyak merepotkan anda.. Ngomong-ngomong saya menghubungi anda untuk melanjutkan perundingan dengan Earl Ciel Phantomhive..", kata Earl of millenium sambil melirik Ciel.
"Duke Millenium, tolong kembalikan saja Sebastian kepada saya. Tak ada gunanya melakukan perundingan.", kata Ciel.
"Hohohohohohohoho.. ~ tentu saja berguna.. Karena saya akan menukar Sebastian dengan.. Allen Walker..", Earl of Millenium menyeringai..
Nama Allen Walker membuat semua orang kaget. Bahkan pemilik nama tersebut sampai merinding mendengar namanya di sebut. Tak ada yang menyangka akan jadi seperti ini.
"Allen Walker?? Kenapa dia?", Ciel bingung dengan penawaran Earl.
"Hoho, Earl Ciel, anda tidak tau betapa berharganya Allen Walker. Sebagai exorcist.. dan musician.. ", tawa Earl..
"Kau tau bahwa Allen Walker berharga bagi kami! Sebagai exorcist! Sebagai musician! Dan teman kami! Apa yang membuatmu berpikir bahwa kami akan melepaskannya begitu saja?!", Komui sedikit berteriak. Sekarang perasaannya campur aduk mendengar penawaran Earl, bingung apa yang harus diputuskan. Sementara Allen hanya bisa tersenyum lemah.
"The fourthteen.. Jika Allen Walker ada bersama kami, kalian tidak perlu takut tentang dia yang akan menyerang balik kalian.. Lagipula jika Sebastian menjadi Noah, bukannya itu akan jadi masalah buat kalian? Apa kalian tidak kasian dengan anak kecil itu.. Dia masih membutuhkan butlernya..", kata Earl. Ya, inilah yang membuat Komui bimbang. Sangat berbahaya sekali jika Sebastian menjadi seorang Noah dan Komui mempunyai tanggung jawab terhadap Ciel, namun dia tak mungkin menyerahkan Allen! Bagaimana ini?!
"Ya! Kami tidak perlu takut soal fourthteen karena kamu akan membunuh Allen kan?!", Komui benar-benar berteriak sekarang.
"Haih..haih.. repot yah.. ternyata Sebastian belum cukup.. Baiklah.. ", Earl berpikir sejenak dan membuat suasana tegang.."Ratu Victoria.. nampaknya mudah jika kita menyusup ke sana dan membunuhnya.. Oh.. atau dengan kekuatan Noah of Dream-nya Road, kita bisa mengendalikan Ratu, hehe.."
Ancaman Earl membuat mereka terdiam. Masing-masing dari mereka shock mendengar Earl, "Haloo? Kenapa kalian diam?? Masih belum cukup?? Baiklah, mari saya tambahkan dengan nyawa Earl Ciel Phantomhive, apa masih belum seimbang harganya??.
Komui kaget mendengar kata-kata Earl dan langsung marah besar."CUKUP!! Earl of Millenium tolong hubungi kami seminggu lagi! Biarkan kami berpikir dulu!"
"Aha..~ akhirnya.. baiklah, Sebastian, Queen Victoria, dan Earl Ciel Phantomhive ditukar dengan Allen Walker.. Janne~", Earl tersenyum lebar sebelum mematikan komunikasinya.
Puluhan ilmuwan disana ikut terdiam bersama Komui, Ciel, dan ketiga exorcist. Keringat mengalir dari dahi Komui.. Matanya masih terbuka lebar sebagai tanda shock yang luar biasa. Ciel tak sanggup berkomentar. Sementara Allen membisu di pojok ruangan.
"Kalian berempat, tolong ikut ke ruanganku.", Ciel, Allen, Lavi, dan Kanda mengangguk.
†+++++++†
"Sebenarnya siapa Allen Walker ini? Sampai seharga dengan nyawaku, Sebastian, bahkan penguasa Inggris?!", Ciel setengah emosi saat menanyakan hal itu.
"Tolong tenang dulu Earl Ciel, memang untuk Earl of Millenium, Allen Walker cukup berharga, karena..", Komui membetulkan posisi kacamatanya."Di dalam otak Allen, di tanamkan ingatan seorang Noah bernama fourthteen.. Noah ini memiliki kemampuan untuk menggunakan Noah Ark, sebuah alat transportasi antar dimensi. Suatu hari fourthteen mengkhianati Earl dan Earl membunuhnya, namun fourthteen menanamkan ingatannya ke Allen, dan suatu hari dia akan mengambil alih tubuh Allen untuk balas dendam ke Earl of Millenium. Dan Noah Ark ini cukup penting untuk Earl, tapi terima kasih untuk Allen, kami bisa memanfaatkan Noah Ark itu.."(A/N: aku jelasinnya terlalu rumit ya? Tap harusnya kalian udah tau kan?)
"Cuma itu?", tanya Ciel dingin..
"Eh?", Lavi yang berdiri di samping Ciel kaget.
"Che, tak berharga! Bagaimana bisa dia di samakan dengan nyawa Ratu penguasa Inggris yang mempunyai pengaruh hampir ke seluruh dunia?! Belum cukup nyawa Ratu, Duke Millenium brengsek itu menambahkan dengan nyawaku, kepala keluarga Phantomhive. Keluarga bangsawan yang mampu menggerakan dunia di balik layar lewat ratu.. Di bandingkan dengan ini, yang lain hanya sampah!", entah kenapa, Ciel terlihat benar-benar marah.
"Apa maksudmu?! Dia teman kami yang berharga!", teriak Lavi.
"Hah! Apa itu yang pantas di ucapkan oleh penerus bookman?! Lagipula ini perang! Sudah pasti akan berjatuhan korban! Nyawa mereka yang berharga.. bisa melayang.. kapan saja..", tiba-tiba Ciel terdiam dan tampak begitu muram. Akhirnya dia beranjak dari kursinya lalu keluar dari ruangan Komui.
"Ciel..", Lavi merasa bersalah karena meneriaki Ciel.
"Ciel Phantomhive, di balik tembok esnya itu, sebenarnya dia adalah anak kecil yang menanggung beban dan derita di masa lalu. Melihat seseorang yang dekat dengannya menghilang dari sisinya, walaupun itu demon, pasti cukup berat untuknya..", kata Komui. Lalu tiba-tiba dia menelepon seseorang."Reever, tolong cari Earl Ciel. Aku yakin di masih ada didalam HQ. Lalu beri dia kamar. Untuk sementara dia akan tinggal disini, mengingat kalau Earl of Millenium juga mengincar nyawanya. Jangan lupa tugaskan dua finder untuk mengawasinya."
†+++++++†
"Huamh.. selamat pagi.."
"Road-tama, selamat pagi, lero~", Lero menghampiri Road yang masih mengantuk.
"Ah? Semua sudah ada disini.. Sarapan yuk.. laper.. ", Road duduk diseberang Tyki yang sedang menggaruk-garuk kepalanya. Pelayan-pelayan keluarga Noah datang membawakan "nasyi goreng" untuk mereka makan. (A/N: Allen bener-bener pernah pesan nasyi goreng a.k.a nasi goreng ke Jerry-pon loh?? Keren yag.. XD)
Seperti biasa Jasdebi dan Devitto bermain dengan makanannya. Tyki makan dengan tenang dan Road.. hari ini Road melototin Tyki sampai yang dilihatin ngeluarin keringet dingin.
"Nee.. Tyki.. tadi malem kamu sama Earl kemana?", Road bertanya sambil menggigit sendoknya. Tyki hampir kesedak mendengar Road.
"Jalan-jalan.. Bukan sesuatu yang penting kok..", sebisa mungkin, Tyki ingin menyembunyikan keberadaan Sebastian yang disekap di mashion ini. Kalo Road tau, bisa gawat. Bisa-bisa Sebastian mati gara-gara jadi mainannya Road.
"Setelah pulang dari jalan-jalan, kalian bawa temen terus di sekap di basement yah? Kasian temennya..", Road nyengir ngeliatin Tyki yang rada panik.
"Hohoho.. Tyki-pon, sudahlah.. tak apa diberitahu. Road, kita kedatangan orang baru yang mungkin akan jadi keluarga kita.."
"Oh?? Jadi Noah ya?", Jasdevi tiba-tiba nempel di mukanya Earl.
"Hmm.. yah.. kalau dia tidak jadi di tukarkan dengan Allen Walker, berarti dia akan jadi milik kita..", kata Earl sambil nelen tabasco(?).
"Allen?! Kyaa..~ mau!! Tapi apa mereka mau menukarkan Allen?", Road bertanya-tanya.
"Khu khu.. selain peria bernama Sebastian yang kita sekap, aku juga mengancam nyawa Ratu Victoria dan Earl Ciel Phantohive..", Earl senyum-senyum kepedesan.
"Hee?? si Ciel?! Aih.. aku mau loh jadiin dia bonekaku.. Abis dia manis banget..(A/N: Asli! emang manis bgdh! XD~) Jangan-jangan yang kita sekap ini Sebastian si Demon Butler punyanya Ciel?? Ahh.. kita mesti nyiapin nama Noah buat dia.. Gimana kalo Noah of Doll??", kata Road kegirangan.
"Bleh!! Jelek banget! Noah of Skull aja!!", Devitto mengusulkan nama yang sudah pasti ditolak.
"Noah of Golden hair!", Jasdebi ikut-ikutan
"Noah of Pony? Noah of Marshmallow? Noah of Sugar? Noah of Fools.. hahahaha..", Road ketawa sampai matanya berair.
"Ahh.. Noah of Sweets!", teriak kedua anak kembar itu.
"Sweets? Itu lebih cocok buat Skinn..", kata Road. Tiba-tiba suasana menjadi suram. Tyki mengambil kesempatan ini untuk menyelinap keluar dari ruang makan.
†+++++++†
Setelah keluar dari ruang makan, Tyki turun melewati tangga, terus turun kebawah.. Akhirnya dia sampai di basment. Lorong-lorong nya begitu sunyi dan suram. Di ujung lorong terdapat sebuah pintu kayu. Tyki membuka pintu itu perlahan..
Dia masuk ke dalam ruangan itu. Ruangan yang tidak terlalu luas dan sangat gelap. Hanya tedapat ventilasi kecil di langit-langit, cahaya yang masuk dari lubang kecil itu hanya tertawa melihat pria yang di sekap disana. Dia diikat membentuk huruf X, kedua tangannya di gantung sampai dia sedikit melayang. Kedua kakinya diberi pemberat. Dia bertelanjang dada dan hanya memakai celana panjang hitam. Siapa pria malang ini?
"Oi.. Sebastian..", Tyki mencoba memanggilnya namun tak ada jawaban. Akhirnya dia berjalan masuk ke dalam sambil membuang rokoknya. Tangannya mencoba mengangkat wajah Sebastian. Bersamaan wajah Sebastian yang terangkat, senyuman khasnya terlihat.
"Hha.. keras kepala.. Eng?", Tyki memperhatikan simbol kontrak yang ada di tangan kiri Sebastian."Udah kangen sama tuan kecilmu?"
"Tuanku gak suka dikangenin..", jawab Sebastian sambil masih menempelkan senyum khasnya.
"Hoo..gitu.. Hm, simbol ini menarik.. Boleh aku gambar simbolnya..", Tyki menelusuri perut Sebastian dengan telunjuknya dan berhenti di dada kiri."..disini?"
"Apa?!", Sebastian kaget karena tau tempat Tyki akan menggambar adalah dada kirinya.. kulitnya..
"Tease..", tiba-tiba bermunculan kupu-kupu hitam dari tangan Tyki, begitu banyak mengitari ruangan. Tyki mengambil salah satu kupu-kupunya dan mengubahnya menjadi pisau kecil.
"Kamu.. gak mungkin..", nampaknya Sebastian bisa menebak apa yang akan terjadi..
"Oh.. mungkin.. ", Tyki menusuk kulit Sebastian. Perlahan dia menarik garis.. Perlahan darah menetes ke lantai..
"Akh..!!", Sebastian bisa merasakan dada kirinya pedih sekali.. Pisau itu menari membentuk simbol kontrak yang sama seperti di tangan kirinya.. terus menerus merobek kulitnya..
"Yeah.. yeah.. berteriaklah..", Tyki semakin menusuk lebih dalam.. membuat darah Sebastian mengucur deras, membuatnya tak sanggup menahan erangan kesakitan. Namun Tyki memperhatikan sesuatu yang tak biasa, luka yang baru saja Tyki buat mulai menutup.
"Kamu.. bisa sembuh lebih cepat? Regenerasi cepat?", Tyki menaikan satu alisnya.
"Bagi Demon ini tak seberapa..", Sebastian nyengir ke Tyki.
"Hhi.. kemampuan yang merepotkan.. Hmm.. kamu ngingetin aku sama exorcist cowo cantik plus dinginnya selangit, ng.. Kanda ya namanya?", exorcist yang Tyki maksud memang bernama Kanda. "Jadi kalau luka kecil gak bisa yah?? Tease.."
Tiba-tiba puluhan kupu-kupu hitam milik Tyki berkumpul di punggung Sebastian."Tease.. bisa tolong lukiskan simbol seperti yang ada di tangan kirinya?", sesuai perintah Tyki, kupu-kupu itu mulai menusuk punggung Sebastian.. Melukiskan simbol itu sebesar punggungnya..
"Arghhhhhhhhh.....!!!", sekarang seluruh punggungnya terasa terbakar. Setiap sayatan terasa begitu perih. Setiap kulit yang tersayat.. Setiap daging yang terpotong.. Memaksa Sebastian untuk merintih.. Darah mewarnai punggungnya dan perlahan jatuh ke lantai. Rasa hangat dari darah yang mengalir membuat Sebastian merinding. Dia hanya bisa menutup matanya rapat-rapat..
"Cantik.. suara yang cantik.. teriak lagi!", Tyki kembali menggoreskan pisau kecilnya di luka yang tadi Tyki buat.. Luka yang tadi masih terbuka.. Membuat rasa perihnya bertambah..
"Akh! Akh! Arghhh.. !!", Sebastian tak sanggup menahan rasa sakitnya. Punggungnya terus terkoyak sementara luka di dada kirinya terus dibuka lebih dalam.. lebih menyakitkan.. Sebastian hampir kehabisan nafas..
"Ah.. hah.. hah.. Cu-.. Akhhhh !!", Tyki tak berhenti walaupun Sebastian berteriak merintih kesakitan.. Ah tidak.. memang ini yang Tyki inginkan.. Setiap rintihan yang keluar dari mulut Sebastian.. Memang itu yang Tyki ingin dengar.. Dia tak peduli seberapa banyak darah Sebastian yang telah menetes.
"Teriakanmu begitu cantik.. Bagaimana rasanya?", telunjuk Tyki menelusuri garis luka yang ada di dada kiri Sebastian.
"Che.. uhuk.. biasa aja..", kata-kata Sebastian membuat Tyki menyeringai..
"Kalo gitu kita coba yang gak biasa..Tease..", Tyki memerintahkan kupu-kupunya untuk berhenti melukis di punggung Sebastian.. Untuk beberapa saat, Sebastian bisa bernapas lega, namun nafasnya kembali tertahan saat dia melihat tangan Tyki menembus dada kirinya.
"Hahaha.. ekspresi itu.. cantik sekali.. Sebagai Noah of Pleasure, inilah kekuatanku yang sesungguhnya.. Aku bisa menyentuh apapun yang ada di dunia ini, kecuali innocence sih..", Tyki berhenti sejenak menikmati ekspresi kaget dari Sebastian."Kau tahu? Aku bisa menarik jantungmu tanpa membuat lubang kalau aku mau.."
Tyki mengarahkan tangannya ke jantung Sebastian, dia bisa merasakan jantung Sebastian yang berdegup kencang."Bagaimana rasanya saat menyapa kematian ha?"
Tyki menatap mata Sebastian.. Tapi apa yang dia dapat? Mata itu tak berubah.. tanpa rasa takut.."Hah? Hahahahaha...!! Cih, kamu ngingetin aku sama si rambut putih itu.. makasih.. sangat-menyebalkan-sekali!", tiba-tiba Tyki meremas jantung Sebastian.
"Akh! Arghh! Ohok...", Sebastian hanya bisa memuntahkan darah dari mulutnya.. Tyki menyeringai semakin lebar, nampaknya dia mau melakukan ide gila lainnya.
"Tyki.."
"Road?!", Tyki menoleh setelah namanya dipanggil dan kaget melihat siapa yang berdiri di belakangnya.
"Kapan kamu selesai?? Gantian dong..", Tyki terdiam sejenak, memandang Sebastian, lalu memanggil Tease kembali masuk ke tangannya. Dia berjalan keluar melewati Road
"Yaudah kalo kamu mau main.. tapi jangan buat dia mati ya? Dia tawanan yang penting.."
Huah.. serem yah chapter ini.. maaf kalau "siksaan"nya Tyki rada plain.. atau kurang hot. Aku ngerasa rada beda dari keinginanku. Untuk Sebastian fans, silahkan gebukin saia..Tapi yah.. silahkan dinikmati saja.. =D
Sebastian:"Uhh.. ngapain punggungku di robek-robek kupu-kupu? Ironis sekali.. Kupu-kupu kan cantik.."
Ran:"Tyki emang suka gitu.. sabar yah? Tapi.. Tyki jadi keliatan hot loh waktu dia aneh-aneh *blush*"
Tyki:"Oh thx, my lady.. Tapi kukira kamu fans nya Kanda?"
Ran:"etho.. emang.. Kanda still the best!~"
Ciel:"Sebastian.. Sebastian..! Teh darjeeling-ku mana?"
Sebastian:"Duh nasib.. nasib.. dimana-mana rasanya kesobek.."
Find out what's next!
