Di chapter ini aku pengen coba Ciel x everyone.. Pasti asik yah kalo Ciel di bagi-bagi sama semua.. aku juga mau.. khu khu khu.. tapi gak rated M loh! Sucikan pikiran anda .. Oh ya, kalo ada yang tanya di mana Link, anggap aja dia lagi di buat Link Fans.. Enjoy it..~
Summary: Apa jadinya kalau Earl of Millenium melirik Sebastian dan memanfaatkannya? Akhirnya Earl Ciel Phantomhive harus bergabung dengan exorcist Black Order untuk menyelesaikan semuanya. DGMxkuroshitsuji .. R&R please!
Disclaimer: i don't own-man or kuroshitsuji.. kalo aku punya kuroshitsuji, aku bakal buat gamenya kuroshitsuji terus di publish sampai ke Indonesia! T_T
Mohon maap, penyakit curhat-colongan-disclaimer-ku kumat lagi.. kalo kalian ngerasa itu gak penting, lupakan saja.. m.(V.V).m
The Plan
Di sisi lain dunia..
Di Headquarter..
Ciel Phantomhive bangun dari tidurnya. Memandang ruangan yang jelas tidak semahal kamarnya. Ya, sudah beberapa hari dia tinggal di HQ. Kalau bukan karena Earl of Millenium brengsek itu, dia pasti sudah di bangunkan Sebastian dan minum teh kesukaannya seperti biasa. Ciel harus bersabar.
Setelah mandi dan berusaha pakai pakaian sendiri (A/N: biasanya dipakein Sebastian loh..), dia keluar dari kamarnya mencari udara segar. Tentu saja sambil dikawal dua orang finder.
Ciel berjalan-jalan di dalam HQ dan berhenti di depan cafetaria, yang pasti dia lapar. Akhirnya dia masuk kedalam ruangan yang ramai itu.
"Ciel-chan..!! Ciel-chan..! sini..", si rambut merah atau mari kita sebut usagi atau panggil saja alias ke-49 nya, Lavi, memanggil Ciel dari jauh. Yang dipanggil gak noleh sedikitpun, bikin yang manggil sebel banget.
"Tolong siapkan..", kata Ciel ke findernya.
"Si-siap Earl Ciel..!!", kedua finder itu tiba-tiba lari ke dalam dapur. Lavi, Allen, dan Lenalee yang melihat dari jauh merasa heran. Apa yang Ciel minta siapkan? Tak lama kemudian, pertanyaan mereka terjawab..
Finder itu kembali dengan sebuah meja ukir dan dua kursi merah yang nampak empuk. Mereka menaruh meja dan kursi itu di pojok ruangan. Lalu mereka menaruh taplak meja diatasnya. Taplak itu berenda dan tampak mahal. Setelah selesai dengan taplak, mereka menambahkan bunga krisan dan lavender di dalam vas. Mereka kembali lagi ke dapur, lalu membawa satu set teh Assam dan kue scone yang di susun bertingkat di tempat kue khusus, tidak lupa selai mawar dan selai vanilla untuk isinya.
Mereka yang melihat dari jauh cuma bisa bengong.. Di sisi lain cafetaria telah di sulap menjadi tempat makan super mahal nan mewah.. bikin ngiler..
"Hwe.. Ciel-chan.. Enak banget.. Eng, semua ini bisa semahal Champagne-champagne nya jendral Cross.. ", kata Lavi sambil mendekati Ciel.
"Champagne? Cross.. Utang.. Setan merah dengan utang..", entah kenapa setelah Allen ikut mendekat, dia jadi mundur lagi mendengar kata-kata Lavi.
"Ini emang gayaku sarapan.. Kenapa? Mau? Jangan mimpi.", kata Ciel dingin.
"Ugh.. ni anak minta di bantai..", muka Lavi hampir semerah rambutnya.
"Earl Ciel.. Aku bole ikut duduk tidak?", tiba-tiba Lenalee bertanya dengan imutnya. (A/N: uhuk.. -_-")
"Silahkan.."
"Ciel!! Kenapa Lenalee boleh?!", Lavi dan Allen sama-sama teriak.
"Kurasa kalau wanita bisa lebih sopan di banding cowo berantakan kaya kalian.."
"Berantakan?!! Bilang aja lo mau sama cewe!!", Lavi sama Allen bener-bener meledak.
†+++++++†
Sarapan sudah selesai. Ciel beranjak dari kursinya dan mulai berjalan-jalan lagi mengitari HQ.. Sesekali dia berhenti memperhatikan lukisan yang terpasang di dinding lorong. Kalau tidak, dia berhenti di salah satu jendela dan memandang laut di samping HQ.. Karena merasa bosan, dia bertanya kepada findernya dimana perpustakaan..
Sampai di perpus, Ciel masuk kedalam ruangan yang luas itu. Dia melihat si usagi duduk di pojok ruangan. Lavi terlihat begitu serius dan membuat Ciel penasaran. Lalu dia menghampirinya..
"Baca apa? Serius banget.."
"Oh Ciel-chan.. Gak serius banget ah.. Penerus Bookman memang harus gini kali? Aku lagi baca mitologi jawa, tentang Anoman.. Dia adalah..", jawab Lavi, namun tiba-tiba dia dipotong Ciel.
".. Manusia yang dikutuk menjadi kera. Anoman ini adalah penguasa gua Kiskendo dan setia terhadap Rama dan Sinta. Bahkan Anoman juga membantu Rama saat Sinta di culik Rahwana.", jelas Ciel sambil duduk di samping Lavi.
"Aa.. Eng.. iya.. Bener benget. Terus aku juga baca soal Punakawan..", lagi-lagi Lavi dipotong oleh Ciel.
".. Punakawan adalah asisten dari Arjuna. Terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Semar adalah ayah dari ketiga anak itu. Biasanya dalam pewayangan, mereka dijadikan tokoh yang lucu..", jelas Ciel lagi..
"Eww.. kamu juga tau ya..? Eng, terus aku juga baca mitologi Yunani tentang the Golden Ap-..", bahkan sebelum Lavi menyebutkan judulnya, Ciel sudah memotong Lavi..
"The Golden Apple. Menceritakan tentang Zeus yang harus memilih antara Athena, Aphrodite, dan... Yang terpilih akan mendapatkan apel emas. Jika Athena dipilih, dia akan menjanjikan kemenangan perang. Jika Aphrodite dipilih, dia akan menjanjikan wanita tercantik di dunia. Dan jika ... dipilih, dia akan menjanjikan ... Akhirnya yang terpilih adalah Aphrodite. Namun, Athena tak terima dan dia mengobarkan perang di dunia. ", dengan santai Ciel menjelaskan mitologi itu.
"Huwaa.. ampun... kamu kok bisa tau semuanya sih?", Lavi kagum.
"Ini kan cuma pengetahuan dasar. Pasti kecil buatmu.. Tinggal di baca langsung bisa tau kan.."
"Gya..~ kamu udah imut.. pinter yah..", Lavi meluk Ciel sampai nempel-nempelin mukanya.
"Ahh !! lepasin! Huh! Bosen.. mau olahraga.."
"He? Olahraga? Etho.. kalo gitu, ke ruang latihan yuk? ", Lavi dan Ciel keluar dari perpustakaan.. Entah apa ini ide yang bagus untuk membawa seorang bangsawan ke ruang latihan exorcist..
†+++++++†
Begitu sampai di ruangan itu, mereka di sapa Allen yang sedang latihan."Hai.. ngapain kalian disini?"
"Ai Moyashi-chan, ni loh, Ciel-chan mau latihan..", Lavi menjelaskan.
"Ciel latihan? Latihan apa??", Allen mencoba bertanya pada Ciel. Namun Ciel mengacuhkannya dan malah memperhatikan Kanda. Kanda sedang berlatih dengan pedang bambunya, dia bertelanjang dada dan membiarkan rambutnya tak terikat, membiarkan rambut lembutnya berayun. Perlahan keringat mengalir dari dadanya yang terbentuk. Kanda yang sedang latihan menarik perhatian Ciel.
"Huh.. Gak menarik..", itulah komentar dingin Ciel bahkan setelah authornya menggambarkan Kanda sekeren mungkin!
Ternyata komentar Ciel sampai di telinga Kanda yang tajam, membuatnya berhenti bergerak.
"Oi, anak kecil, bilang apa kamu?", Kanda memberi sorotan mata membunuh kepada Ciel dan Ciel pun tak mau kalah. Mungkin Allen dan Lavi bisa melihat Aura hitam di punggung dua orang itu.
"Apa maksudmu gak menarik hah?", ada bayangan Oni di samping Kanda.
"Gak ada asiknya latihan sama pedang bambu!", ada bayangan Seiren* di samping Ciel.
"Hoo? Jadi kamu punya yang lebih menarik??", Oni-nya Kanda menyeringai.
"Ayo kita main Anggar..", Seiren-nya Ciel ikut menyeringai. Tanpa pikir panjang, Kanda menyetujui tantangan Ciel. Namun apakan pria Jepang ini tau tentang anggar?
Semua persiapan selesai. Ciel telah memakai baju khusus anggar, namun tentu saja Kanda menolak memakainya. Entah kenapa, Kanda terus memandang aneh ke pedang asing yang diberikan kepadanya.
"Ready or die..", Ciel sudah siap.
"Bring your ass on..", Kanda nyengir.
Selama ini, tak ada yang mau meragukan kecepatan exorcist bernama Yuu Kanda. Secepat kilat dia sudah berada di depan Ciel. Tentu saja Ciel tak sempat menghindar dan dia bersiap menerima serangan penuh. Kanda mengayunkan pedangnya dari samping dan..
Takk.. !
Pedang Kanda patah.
"What the fuck?!", Kanda kaget ngeliat pedangnya tinggal setengah.
"Hahaha.. bego! Kalo kamu nerima tantanganku, kamu mesti tau apa itu anggar! Kamu gak bisa menyerang lawanmu dengan mengayunkan pedang secara horisontal..Poin penting dari anggar adalah menusuk lawanmu! Seperti ini.."
Tunyuk.. Tunyuk.. Tunyuk..
Tunyuk..
Brukk !
Kanda jatuh..
Kanda kalah..
Hore(?).. (A/N: mungkin lebih baik Kanda yang kalah. Kalo Ciel kalah, itu artinya mati..)
Lavi langsung menangkap Kanda yang mau mengamuk. Kanda bener-bener sebel. Dia marah banget abis dikerjain anak kecil. Atau mungkin ini memang salahnya? Soalnya dia memang gak tau apa itu anggar.
"Haha.. Ini bukan salahku kalo kamu gak tau peraturannya. Bego..", Ciel melepas baju anggarnya sambil nyengir senyengir-nyengirnya. Menikmati kemenangan yang indah.
"Heh! rese' lo anak kecil!!", Kanda mencoba lepas dari Lavi. Kanda melawan begitu kuat sampai Lavi kewalahan.
"Allen! Selamatkan nyawa Ciel-chan!! Bawa dia keluar!!", tanpa menunggu lagi, Allen menyeret Ciel keluar..
Begitu sampai diluar, Ciel menepis tangan Allen, menatapnya dingin, dan pergi tanpa sepatah kata pun.
"Ciel.."
"Moyashi? Ada apa? Mana Ciel-chan?", Lavi muncul dari belakang Allen.
"Ciel pergi gitu aja.. Kayaknya dia benar-benar membenciku.. Haha.. aku gak kaget sih..", kata Allen sedih.
"Sabar Allen.. Ini memang cukup berat buat dia. Aku yakin dia gak bermaksud jahat kok.."
"Hm ia.. makasih Lavi.."
†+++++++†
Malamnya..
"Laper...", malam sudah larut tapi exorcist barambut putih itu malah beranjak dari kasurnya. Dia menyusuri lorong HQ dan berharap tidak nyasar. Mudah-mudahan sampai di cafetaria..
Tapi ada yang menarik perhatian pemilik mata silver itu, Earl Ciel Phantomhive berdiri sendirian di balkon dan menatap bulan dalam-dalam. Cahaya malam memantul dari rambut birunya, matanya begitu tenang tenggelam dalam malam. Allen pun menghampiri Ciel.
"Malem Ciel.. Lagi apa di sini?", tanya Allen. Tapi Ciel tidak menjawab, apalagi menoleh.
"Ciel?", tetap tak ada respon.
"Ciel.. aku tau ini salahku.. Gara-gara aku, Earl of Millenium memanfaatkan Sebastian untuk mendapatkanku. Memang tak ada yang berharga dariku, dari kecil semua orang telah membuangku. Namun.. Mana pernah bilang padaku untuk terus maju. Jadi saat aku tertangkap mereka nanti, bagaimanapun juga aku bakal coba bertahan, hehe.. Jadi jangan khawatir, Sebastian pasti akan kembali kepadamu."
"Mana?", akhirnya Ciel merespon Allen.
"Ah iya.. Mana adalah ayah angkatku. Dia memungutku saat aku di buang. Dia merawatku dan mengajariku banyak hal.. Menunjukan bagaimana cinta dari seorang ayah..", Allen terdiam. Cinta? Apakah Mana benar-benar mencintaiku? Saat dia akan mati dan bilang "aku sayang kamu" , siapa yang dia lihat? Allen? Atau saudaranya, fourthteen?
"Enak ya.. Mana merawatmu karena dia sayang padamu. Kalau dia merawatku karena kontrak.. Mengajariku banyak hal.. Membantuku..Karena dia haus dengan jiwaku.. Ironis sekali.. Aku yakin Mana benar-benar mencintaimu.", kata-kata Ciel membuat pemilik mata silver itu kaget. Seakan dia tau dan menjawab kecemasan Allen.
Allen berdiri disamping Ciel. Tanpa bertanya pun Allen tau, Ciel benar-benar kesepian."Maafin aku Ciel.. gara-gara aku.."
"Udahlah.. kamu gak salah. Bahkan disini kamu adalah korban. Aku agak kebawa emosi.. Maaf Allen..", Ciel tersenyum kecil untuk Allen, manis sekali.. Allen membalas dengan senyuman lebar khasnnya.
"Iya Ciel.. sama-sama.."
†+++++++†
Setelah malam yang damai, fajar menyapa HQ..
"Komui.. ada apa memanggil kami?", Ciel, Allen, Kanda, Lavi, dan anehnya Miranda, masuk ke dalam ruangan Komui.
"Oh.. masuklah dan silahkan duduk. Aku ingin membahas tentang pertukaran Earl..", mereka semua duduk dan mulai mendengarkan Komui. Suasana menjadi tegang.
"Baiklah..", Komui membetulkan kacamatanya dan tampak sangat serius. "Aku gak mungkin mengorbankan Allen. Jadi selama ini aku mencari cara bagaimana kalian semua selamat. Mungkin ini agak beresiko, tapi karena ini cara terakhir yang bisa aku pikirkan, jadi tolong dengarkan aku. Saat pertukaran nanti, pasti ada saat-saat dimana Allen dan Sebastian akan jalan berpapasan karena ditukar ke sisi lain. Aku mau saat itu Miranda memakai "Time's out" ke Noah yang ada di sana. Time's out milik Miranda memang untuk defanse, tapi orang yang ada di dalam Time's out tidak akan bisa keluar sebelum innocence-nya di non aktifkan. Nah, saat Noah-noah itu terperangkap, aku mau Allen membuat gate secepatnya dan kalian langsung masuk ke Noah ark. Dari situ, kalian semua termasuk Sebastian bisa pulang ke HQ..", jelas Komui panjang lebar.
Nampaknya mereka semua setuju, bahkan Miranda bilang akan berusaha demi Ciel.
"Tapi Komui..apa kamu tidak berpikir mereka tidak akan tinggal diam? Bisa saja setelah itu mereka akan membunuh ratu, aku, dan Sebastian seperti yang mereka janjikan..", Ciel agak ragu dengan rencana ini.
"Ya, aku sudah memikirkan soal itu. Nanti aku akan memeberikan masing-masing untuk kalian semacam barrier dan alarm. Jadi saat kalian di serang, kami akan tau dan secepat mungkin mengirimkan exorcist.", jawab Komui.
"Yaudah kalau begitu.. Head Comandder sudah memutuskan.. Mau apa lagi? Kita lakukan saja..", Akhirnya Ciel setuju dengan rencananya. Tinggal menunggu 3 hari lagi sampai Earl menghubungi HQ..
* Seiren adalah penyihir wanita jahat dari mitologi Yunani.
Eng.. seharusnya aku ngomong ini di chapter terakhir.. tapi berhubung aku digebukin ma sebby fans di ch.2, aku omongin sekarang.. Sebenrnya aku mau buat sequel dari cerita ini. tapi aku bingung ma pairingnya, kira-kira kalian mau pairingnya siapa? Sebenernya antara Ciel ma Sebastian siapa yang paling kalian suka??? ~_~ terus pasangan dari DGM yang cocok siapa? tolong kasi tau aku lewat review..
Waktu aku buat ini, aku masih liburan di tempat antah-berantah aka Irian. Internet aja gak ada !! Jadi waktu aku mau buat argumen antara Lavi dan Ciel soal mitologi, aku mikir keras.. enaknya apa yah?? Aku gak terlalu hapal mitologi Yunani.. tiba-tiba cliing..~ ngapain sampai Yunani?? Jawa juga ada! XD jadilah si Ciel berceloteh tentang punakawan dan Anoman.. wakakaka...
Kanda: "Setan lu anak kecil!"
Ciel: "Hah? Makan tuh setan.. salahnya sendiri sotoy!"
Kanda:"Masih berani cakap kau!" (loh kok jadi orang batak?)
Ciel: "Masih! Ngapa?!"
Kanda : *ngeluarin mugen* "Innocence activated!"
Allen&Lavi: "Ciel!! Selamatkan nyawamu!!" *lalu mereka melakukan peran masing-masing. Menahan dan menggeret.*
Ran: "Fiuh.. aku tau mereka susah buat akur.. setipe sih.. ~_~"
Find out what's next!
