Khu khu khu.. almost.. almost there..

Summary: Apa jadinya kalau Earl of Millenium melirik Sebastian dan memanfaatkannya? Akhirnya Earl Ciel Phantomhive harus bergabung dengan exorcist Black Order untuk menyelesaikan semuanya. DGMxkuroshitsuji .. R&R please!

Disclaimer: I don't own-man or kuroshitsuji.. Kalau aku punya -man, aku bakal ngebiarin pernik-pernik nya DGM kejual bebas di Indo! Mau legal ato ilegal terserah!!

Bagi kalian yang pernah baca Blame On Him, aku udah post sequel-nya di rated M.. Judulnya Sweet Punishment.. Aku pengen bilang makasih sama orang-orang yang memberi ide rape waktu ku tanya.. *grin* Bagi yang tidak ingin mati.. silahkan tak usah baca..


So Easy

"Kamu tau dimana Tyki??", Allen benar-benar kaget. Tidak ada angin atau hujan, tiba-tiba Ciel mengatakan hal tersebut."Jadi dimana dia..?"

"Buckingham Palace.."

"Hah? Buckingham? Gimana kamu bisa bilang kaya gitu??", Allen tak menyangka bahwa tempat itu akan disebutkan.

"Angka satu, tujuh, kosong, tiga.. maksudnya adalah tahun. Dan Buckingham Palace dibangun pada tahun 1703 oleh Edward Blore.."

"Ah?! Marianne Blore.. mungking Tyki mau menyinggung soal Edward Blore.. Jadi itu petunjuknya!", sekarang semua sudah masuk akal.

Tempat sudah diketahui, jadi.. apa lagi?

"Ciel, ayo.."

"Ya..", mereka menerobos kegelapan malam dan menuju Buckingham palace.

†+++++++†

Mereka sudah sampai di depan sebuah istana megah, Buckingham Palace, tempat ratu penguasa Inggris tinggal. Namun hari ini, istana tampak begitu gelap dan tak berpenghuni. Tempat ini semakin mencurigakan.

Tanpa ragu, Allen dan Ciel memasuki Hall utama istana. Hall-nya tampak begitu gelap dan luas. Setiap derap sepatu menggema ke seluruh ruangan. Dimana orang-orang??

"Oi Ciel.. bukannya Buckingham Palace tempat ratu tinggal?", Allen memandang ke seluruh ruangan.

"Haha.. Allen, harusnya kamu seneng. Karena sepi seperti ini kemungkinan besar Tyki Mikk ada di sini.", Ciel nyengir ke Allen yang nyengir. "Nah, masalahnya dimana Tyki sekarang?"

"Tempat yang bisa menampung empat orang buat di sekap, plus tempat yang cukup luas buat bertarung.."

"Ballroom..", tanpa ragu, mereka menuju ke sana.

Mereka sampai di pintu besar yang elegan. Kayunya begitu mengkilap, ukirannya begitu menawan memantulkan cahaya bulan. Mereka membuka pintu ruangan itu.

Begitu luas.. Satu hal yang terlihat pertama kali adalah ruangan itu sangat luas dan kosong. Atapnya begitu cantik penuh ukiran. Pilarnya menjulang begitu tinggi. Jendela-jendela raksasa mempersilahkan cahaya bulan masuk, menerangi ruangan itu. Tapi tak ada waktu untuk kagum..

".. Tyki Mikk! Keluarlah! Aku tau kamu disana..", Allen merasakan hawa pembunuh Tyki.

Tak ada jawaban. Apa dia tidak ada disini?

"Disana dimana? Aku dari tadi disini loh.. ", suara elegan yang khas membisiki telinga Allen dari kegelapan."..shounen"

Seketika itu Allen langsung mengakitfkan crown clown-nya. Tyki langsung mundur beberapa langkah.

"Hoo.. kalian berhasil menemukanku ya.. lama banget..", mata emas Tyki berkilau di bawah sinar bulan. Tatapannya tak sanggup ditebak. Antara senang, bosan, dan nafsu membunuh.

"Kita udah nemuin kamu! Sekarang dimana mereka?! Kembalikan!", teriak Ciel.

"Mereka disini..", tiba-tiba muncul dadu besar transparan. Disana nampak Lavi, Kanda, Sebastian, dan Miranda. Nampaknya mereka baik-baik saja. "Tapi.. aku gak bisa balikin sekarang.."

"Hah! Apa maksudmu?! Kita udah nemuin kamu! Sesuai janji, kembalikan mereka.", Allen menatap Tyki tajam.

"Fufufu.. apa kamu lupa, shounen? Temukan dan tangkap Jack the Ripper, setelah itu kalian bebas..", Tyki menyeringai dan langsung menyerang Allen.

Allen menahan serangan Tyki dengan pedangnya. Namun dia tetap terdesak dan terus mundur ke belakang. Tease berterbangan ke seluruh ruangan, menambah keanggunan dan eksotis ruangan itu dengan darah. Ruangan yang seharusnya untuk berdansa dan menikmati tawa, digantikan dengan dengan ledakan dan detingan khas dari besi yang membentur.

'Allen tak akan bertahan lama, bagaimana sebaiknya?!', Ciel terus berpikir bagaimana caranya membantu Allen.'Ah! Miranda..'

Ciel berlari kearah dadu itu dan memanggil-manggil Miranda."Nona Miranda! Tolong Allen! Gunakan time's out!!", teriak Ciel.

Miranda dari dalam dadu kaget dan akhirnya mengerti setelah di jelaskan oleh Lavi. Nampaknya suara dari dalam dadu tak bisa terdengar dari luar.

"Innocence activated.. Time record! Time's out!!"

Di sisi lain.. Allen benar-benar terdesak sampai dia jatuh ke tanah. Tyki mengambil kesempatan ini untuk memberi tusukan terakhir. Dengan cepat, dia maju untuk menusuk Allen. Dan..

Dakkk..!!

Kepalanya menabrak sesuatu. Dia mencoba mundur namun tetap tertahan. Dia terjebak.. di time's out milik Miranda.

"Kami menangkapmu, lord Tyki Mikk..", Ciel tersenyum penuh kemenangan.

Tyki hanya menunduk, namun tiba-tiba dia mengangkat wajahnya dan membuka mulutnya lebar-lebar. Nampaknya dia tertawa. Lalu tawa itu di akhiri dengan senyum ..

Tiba-tiba ruangan itu luntur. Allen,Ciel, dan mereka yang ada di dalam dadu jatuh ke dalam kegelapan..

†+++++++†

Allen membuka matanya perlahan..

Ngg..? putih.. disini surga ya.. apa aku uda mati? Tapi kalau surga kenapa bau alkohol?

"len.."

"Allen-k.."

"Allen-kun..", sekarang mata Allen terbuka lebar. Pertama kali yang dia lihat adalah wajah Komui.

"Ahh.. untung kamu uda sadar."

"Komui-san?? Ini dimana??"

"Tenang Allen.. di sini ruang perawatan black order. Kemarin malam, tiba-tiba kalian jatuh dari langit-langit ruang science department. Lalu kalian semua kami bawa ke sini."

"Gimana keadaan yang lain?"

"Mereka baik-baik aja.. gak ada luka serius.."

"Ah.. iya.. Kayanya aku mesti kasi laporan yang lengkap ke Komui-san.."

"Tak usah Allen.. Ciel sudah menceritakan semuanya ke aku.."

"Oh ya, diamana Ciel?"

"Hari ini dia pulang, mungkin masih ada di gerbang."

Tanpa pikir panjang, Allen langsung melompat keluar dari ranjangnya. Dia berlari melewati hall Black Order dan tak peduli pandangan orang terhadapnya. Begitu sampai di gerbang, dia melihat Lavi dan Kanda.

Dari balik punggung mereka Allen bertanya,"Lavi.. Kanda.. Ciel udah pulang ya?"

"Oi..", masih.. Ciel masih ada di situ. Memakai baju bangsawannya yang mewah, dan tak lupa dengan butlernya yang selalu setia berdiri di sampingnya.

"Ah Ciel.. kukira kamu udah pulang.."

"Belum.. tapi aku harus pulang sekarang.", Ciel tersenyum kecil setelah melihat Allen mengulurkan tangannya. Mereka berjabat tangan untuk yang terakhir kalinya.

"Saya, Ciel Phantomhive atas nama keluarga Phantomhive, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dari Black Order", Ciel terdiam sebentar, "Dan atas nama pribadi, aku mengucapkan terima kasih untuk kalian.."

"Tak apa Ciel.. sudah seharusnya kami membantu.", Lavi tersenyum lebar dan semanis-manisnya.

"Hmm.. Black Order pasti beruntung dibantu kecerdasan dari seorang bookman.", Lavi sudah hampir senyum-senyum mesum karena ke GR-an,"Walaupun berisik banget."

"Dan Allen, jaga dirimu.."

"Iya, terima kasih..Selamat jalan Ciel..", kata Allen sambil tersenyum lebar di bawah sinar matahari, membuatnya makin bersinar..

"Lain kali kuundang kalian buat acara minum teh di manshion-ku"

Siluet kereta kuda Ciel hilang di telan rimbunnya pepohonan. Ciel telah pulang..

"Fuh.. kemarin bener-bener asik banget!!", kata Lavi sambil merangkul leher Allen.

"Aw.. Lavi berat.. Anyway, ngapain Kanda disini kalo gak mau ngomong apa-apa ma Ciel? Setor muka?", Tanya Allen.

"Tch, baka usagi yang geret aku ke sini.."

"Boong tuh.. aslinya dia gak mau Ciel pergi.", Lavi nyengir ke Kanda.

"Maksud lo?!!", Dan mugen pun menyapa mereka.


Taraa~ The End..

Jadi? Gimana endingnya? Aneh? Maap kalo gak memuaskan, cz waktu aku buat ending ini udah mood-mood-an gitu.. hehe.. tolong tunyuk tombol ijo di bawah yag..

Ngomong" aku bakal buat sequelnya dengan pairing yang masih di rahasiakan (Alah.. bilang aja masih bingung) Terus aku bakal buat OC di sana.. Kalian tau tiga pembantu setia Ciel kan? Rencananya aku bakal ganti mereka dengan OC.. Chara yang digantikan adalah:

(maid)

(Gardener)

(chef)

Bagi yang berminat untuk menggantikan salah satu dari mereka alias jadi OC, tolong kirim via review dan sertakan alasan yah? ^_^

See ya on my next story!