Hai minna-san..
I'm come back..
Setelah insiden penganiayaan chap 1, aku sudah menyewa seorang bodyguard untuk melindungiku -ngelirik kenpachi sambil tersenyum ala devil-. Dan terimakasih atas reviewnya. Maaf banget kalo ada banyak kesalahan, soalnya aku lupa -lebih tepatnya ga ngerti- ngeedit ficku. Tapi, sekarang aku akan berusaha 2 x lipat biar engga ada kesalahan TYPO atau apapun juga.
DISCLAIMER : BLEACH uda pasti punya om TITE KUBO –ngalah dulu, nanti kalo om TITE KUBO nangis engga ada balon lagi-
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
Asap dari ledakan itu sedikit demi sedikit sudah mulai menipis. Semua shinigami dan Vaizard terkejut melihat kedatangan mereka. Sedangkan Aizen, hanya tersenyum saja.
" Moshi-moshi minna-san, gomen ne kami datang terlambat. Karena ada beberapa urusan yang harus kami kerjakan dulu " Ujar seorang pria yang menutupi setengah mukanya dengan kipas .
" Sudahlah Kisuke, kita tidak perlu berbasa-basi. Kita ini sudah datang terlambat malah membuat keributan seperti ini " terang seorang wanita.
" Hehehe… Anggap saja ini permintaan maaf dariku karena aku datang terlambat " ucap Urahara yang diakhiri dengan gelengan kepala Yoruichi dan tatapan aneh dari para shinigami dan vaizard. Bagaimana tidak, datang tiba-tiba dengan cara seperti itu. Orang mana yang tidak kaget dengan cara seperti itu, dan yang lebih anehnya lagi ia dengan entengnya menjawab INI PERMINTAAN MAAF DARIKU.
" Dia sama sekali tidak pernah berubah ya? Masih Urahara yang bloon dan bodoh seperti dulu " ucap Hirako yang dibalas dengan anggukan dan tawa kecil dari para vaizard.
" Tapi ……" Hirako menghentikan ucapannya sambil melirik pria yang ada disamping Urahara. Pria yang menggunakan penutup muka yang hampir menutupi mukanya, menggunakan baju shinigami tetapi dipedangnya terdapat rantai sebagai pengganti sabuk pedang dan rantai itu bukanlah sembarangan rantai. Rantai itu adalah symbol bahwa dia adalah pasukan pengawal RAJA soul society. " Kenapa DIA ada disini? Bukankah DIA harusnya menjaga ITU, apakah DIA sudah berhasil menyembunyikannya? " batin Hirako.
Laki-laki disamping Urahara hanya memandang kearah Rukia dan Toushiro. Sesekali memandang kearah Ichigo dengan tatapan khawatir. Setelah selesai menatap mereka, shinigami itu mulai menatap tajam kearah Aizen.
" Aku tidak menyangka kamu akan datang kesini. Setelah kepergianmu dari soul society 200 tahun yang lalu, benarkan Mamoru-sama? " ucap Aizen kepada DIA.
" Hee?? Apa benar aku pergi dari soul society selama itu yaa? terimakasih Aizen. Berkat kamu, aku dapat mengingat dengan jelas kapan aku pergi dari soul society " ucap Mamoru sambil tertawa.
" Tapi, untuk apa kamu muncul kembali? apa kamu ingin menjadi pahlawan, Mamoru-sama? " Tanya Aizen dengan senyum sinisnya.
" Apa maksudmu ?"
" Apa perlu aku jelaskan sejarahmu Mamoro-sama? Kamu shinigami yang paling hebat yang pernah ada di Soul Society, bahkan kekuatanmu itu melebihi Yamamoto-soutaicho. Tidak heran kamu terpilih menjadi salah satu pengawal RAJA soul society. Tapi, kehormatan dan status yang sudah kamu gapai dengan susah payah, kamu buang manakala kamu mencintai seorang manusia. Pada saat RAJA tahu, bahwa kamu mencintai seorang manusia, RAJA membuangmu kedunia manusia dan menyegel kekuatanmu. Maka dari itu, jika kamu berhasil mengalahkanku dan menyelamatkan dunia ini, maka kamu akan menjadi pahlawan besar bagi soul society dan RAJA pasti akan mengampunimu bukan?. Apakah itu tujuanmu? "
Mamoru yang mendengar ucapan Aizen hanyalah tersenyum. " Aku datang kesini bukan untuk menjadi pahlawan bagi siapa pun, aku datang kesini karena aku masih punya 2 urusan yang harus aku selesaikan. Lagipula, aku tidak pernah menyesal sudah dibuang oleh RAJA kedunia manusia, aku malah bersyukur. Karena, didunia manusia aku bisa mendapatkan arti hidup yang sesungguhnya. "
Aizen yang mendengar ucapan Mamoru hanya tertawa, sedangkan para shinigami dan vaizard yang baru mengetahui kenyataanya –kecuali Yamamoto, Urahara, Yoruichi dan Hirako yang sudah mengetahuinya- hanya melongo dan tidak percaya sama sekali dengan apa yang mereka dengar.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
INOUE 'S POV
Inoue yang mendengar ucapan Mamoru hanya melongo dan bergumam " hanya demi CINTA, orang itu berani meninggalkan semua yang dia miliki. Cinta yang dimiliki oleh orang yang bernama Mamoru-sama sangatlah indah. Sedangkan cinta yang aku miliki sangatlah suram dan tak berarti . " Inoue langsung menundukkan wajahnya dan terlihatlah wajah Rukia. Entah kenapa, pada saat Inoue melihat wajah Rukia, perasaanya menjadi sangat kacau. Rasa cemburu, iri, kecewa berkecamuk didalam hatinya. Wajah Rukia terlihat pucat tapi tetap cantik, dia kuat, tegar, dan selalu berada disamping Ichigo. Tidak mungkin jika Ichigo tidak menggangap Rukia sebagai orang yang berharga baginya. Lagi-lagi air mata jatuh dari matanya, Inoue sangat membenci dirinya yang cengeng dan hanya bisa dilindungi oleh orang lain. Ia ingin menjadi Rukia yang kuat dan tegar. Tidak seperti dirinya.
ICHIGO'S POV
Ichigo hanya tersenyum mendengar ucapan Mamoru, entah kenapa setiap kata yang diucapkan oleh Mamoru mengingatkan dia kepada ayahnya. Ichigo juga merasa aneh kepada dirinya, walaupun baru pertama kali bertemu dengan Mamoru, Ichigo seperti sudah lama mengenalnya. " Mungkin karena cara berfikir dan berbicara dia mirip dengan ayah, walaupun aneh bin ajaib seperti itu ayah selalu memberikan nasehat yang sangat berguna bagi ia, Karin, dan Yuzu. Dan mungkin karena cara bicara orang ini mirip dengan waktu ayah memberi nasehat, mungkin itulah yang membuat aku berfikir sudah lama mengenalnya " batin Ichigo. Walaupun begitu, Ichigo masih bingung dengan kata-kata yang diucapkan Aizen sebelumnya. Entah mengapa, perasaan Ichigo tidak enak. Seakan-akan, mereka sudah dalam jebakan Aizen. Dan hal yang dipikirkan Ichigo ternyata benar-benar akan terjadi.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
Aizen tersenyum. Tiba-tiba ia memberikan kode kepada Ichimaru dan Tousen. Para shinigami dan vaizard yang melihatnya langsung waspada. Aizen yang melihat mereka seperti itu hanya mengucapkan hal yang sama sekali tidak masuk akal. " Apapun yang kalian lakukan tidak akan berguna, karena kalian akan mati dibunuh oleh teman kalian sendiri. "
Setelah mengucapkan itu, tiba-tiba saja kekkai pengobatan Inoue rusak oleh serangan shinkai Ichimaru dan Tousen. Ishida yang berada disamping Inoue langsung bershunpo menjauhi tempat itu, sedangkan Inoue hanya meneriakkan nama Rukia sambil menangis. Ichigo dan para shinigami yang melihat hal itu langsung berlari kearah Rukia. Tapi sayang, mereka semua dihadang oleh kumpulan hollow yang dipanggil oleh ke-3 espada itu.
" Aizen, apa yang kamu lakukan kepada Rukia? " teriak Ichigo dengan amat sangat marah.
Aizen yang hanya diam dan mengacuhkan pertanyaan Ichigo, menatap Rukia yang sekarang sudah mulai kesakitan. " Aku hanya ingin membangkitkan DIA " itulah jawaban Aizen yang membuat semua orang yang berada disitu kaget dan bingung. Mamoru, Yamamoto, Hirako, dan Urahara yang mendengar hal itu menjadi terkejut. Tidak mungkin Aizen ingin memanfaatkan Rukia untuk mengeluarkan ITU.
" Aizen, jangan-jangan kamu …." Ucap Mamoru dengan harapan bahwa Aizen tidak akan melakukannya.
" Ya, kamu benar Mamoru. Aku akan melakukannya."
Saat mendengar ucapan terakhir Aizen, Yamamoto langsung mengeluarkan Kidou spesialnya, yaitu penjara api. Dan dalam sekejap saja, Aizen beserta anak buahnya sudah ada dalam penjara itu. " Sekarang kamu sudah tidak bisa kemana-mana, Aizen " ucap Yamamoto dengan geram.
Para shinigami dan vaizard yang melihat Aizen terkurung merasa cukup lega, kecuali Mamoru dan Ichigo.
" RUKIA……….." teriak Ichigo dan Ichigo pun segera ber-shunpo ketempat Rukia. Tapi………….
" ZRRRRRRRAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK " tiba-tiba Ichigo terpental pada saat ingin ketempat Rukia. Semua yang melihat Ichigo menjadi bingung. Otak mereka sepertinya belum bisa mencerna dangan jelas apa yang telah terjadi.
" Percuma saja, kalian sudah lihatkan bahwa kalian tidak akan bisa ketempat Kuchiki. Karena, disekelilingnya sudah kami pasang segel. Dan tak akan mudah dihancurkan" terang Aizen dengan senyum sinisnya.
" Apa yang mau kamu lakukan kepada Kuchiki-san? " teriak Inoue yang sudah amat sangat khawatir melihat tubuh Rukia yang terkena shinkai tadi.
" Apa yang aku lakukan katamu? Yang sedang aku lakukan adalah……" Sambil menutup mata, Aizen sudah merasakan suatu gerakan. Dan sambil menghela nafas, Aizen membuka mata. Pada saat Aizen ingin menjawab pertanyaan Inoue.
" DDDDDDDDDDDDUUUUUUUUUUUUAAAAAARRRRRRRRRR"
Ledakan ke-2 ini lebih besar daripada yang tadi. Hampir seperempat kota Karakura tertutup oleh asap tebal itu. Para shinigami dan vaizard yang melihatnya hanya terkejut. Pada saat angin meniupkan asap tersebut, terlihat sosok seseorang yang mereka kenal. Mereka tersenyum dan bergembira pada saat mengetahui sosok itu adalah Rukia. Tapi, senyum dan kegembiraan mereka memudar, bahkan sekarang sudah tergantikan dengan wajah kagetan dan kebingungan yang luar biasa pada saat mereka melihat Rukia.
Aizen hanya tersenyum pada saat melihat sosok Rukia. Dan melanjutkan ucapannya yang tadi sempat terputus.
" Yang ingin kulakukan pada Rukia adalah MENYURUH RUKIA UNTUK MEMBUKA PINTU RAJA DAN MEMBUNUH KALIAN SEMUANYA. " Ucap Aizen yang langsung disambut dengan tawa sinis dari seluruh anak buahnya.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
Huehehehe.. Maaf kalo ficku ini hancur lebur. Tapi, aku berusaha keras untuk mengurangi kesalahan seperti chap 1..Dan sebagai permintaan maaf, aku sudah ngeupdet cepet nii fic. Sekalian tanggal 13 uda masuk school jadi Minggu depan mungkin updetnya lama * digebukin readers *
Dan maaf banget kalo ada yang ngerasa ficku ini mirip sama fic para Author-senpai. Tapi sumpah, aku engga bermaksud nge-copy atau apapun juga. Aku juga Cuma ngambil beberapa bagian dari chap BLEACH yang aslinya *digebukin sama Kubo-sensei*
Dan makasih banget atas Reviewnya yang membuat aku menangis, sumpah aku engga nyangka kalo ficku ini ada yang review * nangis dipelukan Rukia* .
Dan ini balasan Reviewnya :
Fujishiro Minami : iya, soalnya aku lupa ngeedit ficku. Dan inti dari ceritanya baru ada dichap 3 atau 4…makasii yaa uda ngereview.
Himeka Kinoshita : Gomen ne..aku tadinya mo ngehapus nii fic. Tapi sumpah, engga ngerti sama sekali. Mogha-mogha aja dichap ke-2 ini bisa lebih baik.
Yumemiru Reirin : Arigato.. Maaf yaa kalo para readers jadi susah ngebacanya..
Mss dhytha : Arigato ne.. Gapapa kok, mo saran, flame juga boleh ^^
Yuinayuki-chan : Pasti selamat, tapi berhubungan di fic ini aku pengen bikin Rukia aga jahat dan menderita * dikejar fans Rukia * dulu. Sekali-kali kan, Rukia jadi antagonis dikit. DIA disini ada 2,yaitu Mamoru dan ….. Tapi, yang lebih lengkapnya lagi dichap 3
Red-deimon beta : iya..maaf kalo gaje,gimana dengan chap 2 nii? Lebih bagus atau lebih jelek?
Makasii yang uda ngereview.. Maaf banget kalo dichap 2 makin gaje, dan aku butuh banget saran dan flame kalian jadi REVIEW TERUS YAAA…..^o^
