HWUAAAAAA……..

Akhirnya ngupdet fic ini juga deh..

Ok, balasan review yang dichap 2, aku bales disini yaa… ^^

Maaf kalo chap ini gaje banget dan bikin kalian bingung. Aku membuat chap ini pada saat aku sedang pergi keluar kota, dan jadilah fic abalku ini. Jadi, silahkan nikmatin fic nan ancurku ini.

Disclaimer : BLEACH punya aku.. *digampar*

Author note : coba deh,kalian baca nii fic sambil dengerin lagu yell-nya ikimono gakari yang aku tandai, soalnya aku ngebikin fic ini sambil dengerin lagu yell.

RUKIA POV

Aku berada dilapangan yang luas, disana-sini banyak rumput dan bunga yang layu. Entah kenapa, tempat ini terasa menyeramkan. Tapi, aku sepertinya mengenal tempat ini. Aku terus berjalan tanpa arah, entah sudah berapa kali aku datang ketempat yang sama. Karena lelah, aku pun beristirahat dan duduk dibatu besar yang bentuknya seperti batu kali. Disaat aku sedang istirahat, aku melihat seseorang berjalan kesini. Aku pun segera memperjelas pandanganku, dan aku sadar bahwa orang itu adalah perempuan. Semakin lama dia semakin mendekat, aku yang penasaran pun langsung berjalan menghampirinya, entah kenapa aku seperti mengenal orang itu. Akhirnya, kami pun berhadapan satu sama lain, aku berdetak kagum melihat penampilannya yang amat sangat cantik dan elegan. Rambutnya yang indah dan panjang itu berwarna coklat keunguan, matanya yang amat sangat menawan itu berwarna biru es, lalu kimono putih bermotif kelopak sakura yang amat sangat indah. Aku terpana melihat sosok tersebut, sosok perempuan yang amat sangat cantik dan elegan. Tanpa sadar, tanganku mengelus wajahnya yang cantik itu. Jujur, aku merindukan perempuan ini. Tapi,aku merasa tidak pernah mengenalannya.

" Apakah kita sebelumnya pernah bertemu?" tanyaku kepada perempuan itu. Bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah memelukku. Dan anehnya, aku tidak memberontak malah aku membalas pelukannya. Hening, diantara kami tidak ada yang berbicara.

" Rukia " ucap perempuan itu. Aku kaget sekaligus terkejut, kenapa dia tahu namaku? Padahal aku tidak mengetahui namanya.

" Siapa kamu? "

" Namaku Hikari " ucap perempuan itu,yang ternyata bernama Hikari.

" Hikari? apakah kita pernah bertemu sebelumnya? " tanyaku dengan bingung.

" Ya, dulu sekali. pada saat kamu masih menjadi keluarga raja " ucapnya dengan tenang.

" AAAPPPAA???? Aku adalah keluarga kerajaan?? Tidak mungkin, itu pasti bohong !!! " ucapku dengan terkejut, kaget, dan schock.

Hikari yang melihat reaksi Rukia, hanya diam dan menghela nafas.

" Kenapa? Kenapa kamu malah diam? Jawab aku " ucap Rukia dengan nada memaksa.

" Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, Rukia " ucap Hikari.

#.FLASHBACK .#

Kerajaan Society, adalah kerajaan yang didirikan oleh raja Hotaru. Raja Hotaru bisa dibilang sebagai orang yang menciptakan Soul Society, Seiretei, dan Hueco Mundo.

Raja mempunyai 3 orang anak, yaitu Hisana, Toushiro, dan Rukia. Kerajaan Society hidup dalam kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian. Mungkin, bisa dibilang bahwa kerajaan Society adalah surga. Semua penduduknya, mau rakyat kecil ataupun pejabat kerajaan hidup berkecukupan dan bahagia. Tapi, surga itu tak lama kemudian akan berubah menjadi neraka.

Serangan itu terjadi pada malam hari dan sangatlah mendadak, semuanya hancur berantakan. Banyak orang tak bersalah, terlibat dalam pertempuran itu. Tidak sampai disitu, raja dikejutkan dengan pernyataan para tentaranya bahwa yang menyerang kerajaan ini adalah SEORANG PEREMPUAN. Raja pun langsung turun ke medan perang, dan langsung berhadapan dengan perempuan tersebut.

" siapa namamu? Kenapa kamu melakukan ini semua? " Tanya raja, sambil menangkis serangan perempuan itu.

" Namaku adalah Hikari Toga, kamu mau tahu kenapa aku melakukan ini? Karena aku dendam denganmu. Kamu tidak bisa adil dengan kaumku, maka dari itu aku ingin kamu merasakan apa yang kaumku rasakan " teriak perempuan itu.

Raja yang mendengarnya, hanya menghela nafas. " Aku memasukkan mereka ke Hueco Mundo, karena dosa yang mereka lakukan didunia nyata. Bukankah itu adil dengan perlakuan mereka? "

Hikari yang mendengarnya, hanya mengigit bibirnya dan mulai menyerang raja. Ia tahu, apa yang dikatakan raja amatlah sangat benar. Tapi, ia tidak ingin mengakuinya.

Petarungan sengit pun terjadi, petarungan yang terjadi selama 7 hari 7 malam itu pun terhenti dengan kekalahan Hikari. Ia mendapatkan luka yang teramat sangat parah dan pada saat dia ingin dilenyapkan oleh raja, Hikari sempat melarikan diri. Walaupun keadaan sudah aman, tapi kondisi kerajaan sangat mengenaskan, apalagi raja terluka parah setelah pertempuran itu.

Memperburuklah kondisi kerajaaan. Kestabilan kerajaan Society, Soul Society dan Hueco Mundo menjadi terganggu. Banyak Hollow keluar dari Hueco Mundo dan menyerang dunia nyata dan Soul Society. Membuat hari-hari itu berjalan dengan amat sangat menakutkan.

Walaupun Hikari kalah, dia tidak mati. Ia terdampar di lembah So'an, yaitu taman keluarga raja. Hikari yang bersembunyi didalam goa, hanya pasrah jika ajal menjemputnya. Bagaimana tidak, luka yang dideritanya sangatlah parah. Sedangkan kekuatan Hikari semakin lama semakin lemah, membuat ia tidak bisa menyembuhkan lukanya. Hikari yang sudah lemah dan lelah, serta menahan rasa sakitnya itupun akhirnya tertidur.

Pada saat dia terbangun, Hikari terkejut dengan pemandangan didepannya. Ada anak kecil, sedang duduk sambil memandang cemas dirinya. Hikari yang memandang wajah anak itu dengan wajah bingung, hanya dibalas dengan teriakan dan wajah ceria oleh anak itu.

"Kyaaaaa…. Akhirnya Onee-chan sadar " seru gadis itu.

" Siapa kamu? " Tanya Hikari dengan lemas.

" Namaku Rukia " ucap gadis itu sambil tersenyum.


4 Bulan kemudian…

" Rukia, dasar bodoh. Aku kan sudah bilang, jangan pernah kesini. Kenapa kamu tetap datang? " ucap Hikari sewot.

" Aku kan mencemaskanmu nee-chan, lagian nee-chan juga belum sembuh total " ucap Rukia tak kalah sewot.

" Kamu ini tidak bisa dibilangin ya, nanti jika kamu ada apa-apa gimana? "

" Kan onee-chan sudah mengajarkan aku ilmu bela diri " jawab Rukia polos. Melihat wajah Rukia yang polos dan imut, membuat Hikari tertawa. Sedangkan orang bersangkutan, ngambek karena ditertawakan.

" Huuuu… Kenapa nee-chan tertawa?? Apakah aku segitu lucunya? Sampai membuatmu tertawa? " Tanya Rukia dengan wajah cemberut. Hikari yang melihat itu, hanya mengelus kepala Rukia dengan lembut. Terlihat dengan jelas, pancaran mata Hikari dan tatapannya memandang Rukia adalah tatapan kasih sayang. Walaupun, ia terlalu keras kepala untuk mengutarakan secara langsung. Hikari tidak menyadari, bahwa ada seseorang yang mengawasinya. Orang itupun langsung pergi, meninggalkan sejuta pertanyaan dan rahasia.

Malam itu, terjadi badai yang sangat dahsyat. Rukia yang cemas dan khawatir dengan keadaan Hikari, kabur dari istana. Raja yang mengetahui ini, sangatlah khawatir begitu pula kedua saudaranya itu.

" kak Hisana, apakah Rukia ketempat itu? " Tanya Toushiro dengan wajah khawatir.

" Kakak pikir pun juga seperti itu, semoga saja ayah tidak curiga " ucap Hisana tak kalah khawatir

Hanya Hisana dan Toushiro yang mengetahui rahasia Rukia. Awalnya mereka terkejut mengetahui kenyataan itu, dan berencana memberitahu raja. Tapi, Rukia menangis dan memohon kepada mereka untuk tidak memberitahukannya. Hisana dan Toushiro yang tidak tega melihat Rukia seperti itu, akhirnya mengurunkan niatnya dan menjaga rahasia Rukia. Merekalah yang sering membantu Rukia, dalam mencari alas an untuk keluar dari istana. Terkadang, mereka juga sering memberikan obat-obatan kepada Rukia untuk menyembuhkan Hikari. Ketukan suara pintu, membuat Hisana dan Toushiro terbangun dari lamunannya.

" Siapa? " ucap Toushiro.

" Ini saya, Mamoru. Ingin memberitahukan sesuatu kepada anda berdua " ucap Mamoru. Hisana dan Toushiro hanya saling berpandangan, lalu mereka pun mempersilahkan masuk Mamoru.

" Apa ada berita tentang Rukia, mamoru-san? " ucap Hisana.

Mamoru hanya diam mendengar pertanyaan Hisana, ia bingung ingin menjawab apa.

" Ada apa Mamoru-san? Sepertinya ada yang kau rahasiakan dari kami " selidik Toushiro.

Mamoru yang hanya diam, membuat Toushiro kesal dan naik darah. " Kenapa kamu diam saja ? cepat jawab., !! " ucap Toushiro dengan nada marah.

Mamoru pun mau tidak mau menjawab pertanyaan Toushiro, " Belum ada kabar tentang Rukia-chan. Dan, aku waktu itu pernah mengikuti Rukia-chan pergi ke lembah So'an " ucap Mamoru diikutin tatapan terkejut dan kaget dari Hisana dan Toushiro.

" Aku terkejut, melihat orang yang berada disamping Rukia-chan. Awalnya aku ingin membunuhnya, Tapi aku merasa ada yang lain darinya. Akhirnya, aku membatalkan niatku dan kembali kekerajaan " Mamoru menyelesaikan cerita ini, diakhiri dengan tatapan tak percaya dari Hisana dan Toushiro.

" Dilihat dari sikap dan keterkejutan kalian, sepertinya kalian juga sudah mengetahuinya bukan? " selidik Mamoru yang diakhiri anggukan oleh mereka berdua.

Hening. Mereka bertiga mulai memasukin alam pikirannya masing-masing. Keheningan itu akhirnya pecah, karena ada sebuah pemberitahuan darurat dari pengawal.

" Mamoru-sama, posisi Rukia-hime sudah ditemukan. Raja beserta seluruh pengawalnya sudah menuju posisi itu " ucap pengawal itu, diakhiri dengan wajah terkejut dari mereka bertiga. Hisana yang memiliki perasaan tidak enak, langsung lari dan menuju taman latihan kerajaan untuk mengambil kuda. Begitu pula Toushiro, ia langsung menaikki kudanya dan bersama Hisana langsung menuju kelembah So'an. Mamoru yang melihat hal tersebut,langsug bershunpo mendahului kedua kakak beradik itu.

Hujan pun mulai membasahi lembah So'an, tapi tetap tidak menyurutkan niat kedua saudara itu. Didalam hati, mereka mendoakan keselamatan Rukia. Tapi, sayang sepertinya doa mereka kali ini tidak berhasil. Pada saat mereka tiba dilembah So'an, mereka melihat bercak darah dimana-mana. Mereka pun akhirnya melihat bayangan Mamoru, dan segera menuju kearahnya. Tapi, langkah mereka terhenti pada saat melihat tubuh yang sudah tak bernyawa itu.

" RUKIAAAAA…… " teriak Hisana dan Toushiro.

Hisana dan Toushiro langsung turun dari kudanya dan langsung berlari kearah Rukia. Hisana terus menangisi kepergian adiknya, sedangkan Toushiro hanya memandang wajah ayahnya dengan tata;an benci.

" KENAPA KAMU TEGA MEMBUNUH ANAKMU SENDIRI HAH?? KENAPA??? JAWAB AKU TOO-SAN !!!! " teriak Toushiro sambil menahan tangis. Sedangkan ayahnya, hanya diam.

" JAWAB AKU….!!!!!!!!! " teriak Toushiro.

" Maafkan aku nak, tapi ini demi kebikan umat manusia " setelah mengucapkan hal itu, raja langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas Toushiro.

" Ke..na..pa.. To..o..sa..n…?? " ucap Toushiro sambil menangis.

" TOUSHIROOOO… !!!! " Teriak Hisana, ia tidak percaya dengan perbuatan ayahnya. Sedangkan, ayahnya membalikkan badannya dan langsung menebas Hisana.

Mamoru hanya terkejut, gerakan raja sangatlah cepat. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan kesal dan marah. " Raja, kenapa anda melakukan ini semua? "

" Mamoru, kamu tadi melihatnya kan? kalau aku menyegel Hikari didalam tubuh Rukia. aku melakukannya, karena aku tahu akan ada bencana yang akan menyerang Soul Society. Maka dari itu, aku membunuh mereka untuk dapat hidup di Soul Society. Setidaknya, mereka pasti bisa menyelamatkan dunia ini. " ucap raja.

" Tapi, aku tidak setuju. Kenapa anda dengan tenang membunu.. " ucapan Mamoru terhenti saat melihat sesuatu dimuka raja. Yah, itu adalah air mata.

" Raja, anda menangis ? " tanya Mamoru.

" Tidak, ini adalah air hujan " ucap raja sambil meninggalkan Mamoru.

" Tidak raja, itu bukan air hujan. tapi, itu adalah airmatamu "


Rukia yang mendengar cerita Hikari, hanya diam. Matanya yang indah itu, tiba-tiba mengeluarkan air mata.

" Ekh, kenapa aku menangis ya? " ucap Rukia. Bukannya berhenti, air mata itu terus membanjiri wajah Rukia. Hikari yang melihatnya, memeluk Rukia.

" Jika kamu belum mengingat semua, tidak apa-apa. Tapi, aku senang bisa bertemu denganmu lagi " ucap Hikari.

" Hikari, apakah kamu mau membantuku? " Tanya Rukia yang sepertinya sudah tenang.

" Ya, apa yang bisa aku lakukan untukmu? " jawab Hikari.

" Tolong bunuh aku dan jadikan tubuhku ini sebagai mediumu. Lalu, tolong selamatkan teman-temanku yang lain " pinta Rukia. Hikari yang mendengarnya hanya mengangguk.

" Baiklah, jika itu keinginanmu Rukia. Tapi, tenang saja Rukia. Kamu tidak sendiri, aku pasti akan menemanimu " ucap Hikari.

" ya, terimakasih. Nee-chan " ucap Rukia.

" Dan selamat tinggal, minna " ucap Rukia dalam hati.


HWUAAAAAAAAAAAAAA…………………………

Maaf kalo gaje dan ngebingungin, aku benar-benar keabisan ide..

Tadinya aku mo bikin tamat dichap 4, tapi takut kalian gag ngerti..

Maaaf…… *nyembah para author dan readers*

Ok.. nii balasan review..

Chap 2 :

Mss Dhytha : hehhehehe…. Gimana,udah kejawab kan?? Ok mss Dhytha-chan ^^.. udah gag salah nulis kan?

Yuinayuki-chan : hehhehe..taw tu,bunuh aja Aizen.. *digampar aizen*

Yumemiru Reirin : hehhehhe… ^^ makacii yaa..

Agehanami-chan : hehehhe, makacii da direview.. hehhehe..ok, nanti bakalan rabi beneren lagi..

ruki hime : hehhe,… makaciii yaa, sekarang udah jadi member FFN blm?? Kl belom, Tanya lewat FB ku aja ya..^^ kl gag, lewat PM..

Koyuki suki : makaciiii yaaa… ok, aku bisa ngehubungin kamu dimana yaa??

Ryou irizaki : hehhehe…. Makaciiii yaaa… ^^

Chap 3 review :

Yuinayuki-chan : iyaa, lebih tepatnya mungkin keluarga raja. Rukia mati,karena ia ingin ngasih badannya untuk dijadiin hikari mediumnya.

Agehanami-chan : iya,. Rukiku mang keren.. *meluk rukia*.. yaps, Toushiro memang anggota kerajaan a.k.a keluarga kerajaan dan bersaudara dengan Ruki dan Hisana

Mss Dhytha : Hikari adalah eng..ing..eng.. silahkan baca dichap ini.. *digampar* , apakah sudah mengerti??

Yumemiru reiri : iyaa. Padahal cebol gitu..-dilempar- kok bisa yaa??

Rukia : lah, elo kan authornya. Elo yang biking w ma Hitsugaya-taicho jadi keluarga kerajaan kan??

Author : ooh iya yaa… * blush*

Hitsugaya : dasar author blo'on.. –ngelempar Hitsugaya pake semangka-

Chairot330 : hhehee.. makasii atas sarannya, ok boss.. ini udah apdet..

Yosh minna-san..

Makasii atas reviewnya..

Semoga kalian gag bosen sama ceritaku ini..

Aku janji, di chap 5 adalah Final..

Tolong review terus yaa.. kalo mo kasih flame juga boleh…

Silahkan pencet yang ijo-ijo ini dengan semangat 09, kalo perlu bom aja tu kotak..-dilempar-…