Jika Aku Menjadi---

By Sapphire Akaba

Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

Summary :

Permainan psikologis yang ditemukan Koutarou di Internet

Warning :

Gaje

Aneh

Errr sedikit konten yaoi eksplisit yang tidak bermaksud menyinggung AkaKota (_ _) hanya pelengkap cerita dan tak perlu dimasukkan ke hati dan jangan terlalu dipikirkan *apaan sih nih, gaje ah*

.

.

.

Kotarou duduk di depan komputer sambil memainkan sisirnya. Di jam istirahat ini, secara tidak biasa dia menghabiskan waktu di Lab Komputer. Sudah seminggu sejak peristiwa 'Diculik ke Bali' yang dilakukan Akaba. Beruntung akhirnya Kotarou memenangkan Turnamen Takraw Api itu, sehingga mereka berdua masih bisa menampakkan diri di sekolah.

Tapi gara-gara insiden itulah, Koutarou jadi jaga jarak dengan Akaba. Cukup satu minggu aku menghabiskan waktu 24 jam tiap hari yang sangat tidak smart bersamanya, selama seminggu ini aku akan menjauhinya. Harus!! Dia lebih sinting dari yang kukira selama ini. Batin Koutarou kesal.

"Ah, bosan." Gumamnya seraya menyisir. Karena sudah bertekad untuk menjauhi Akaba selama seminggu ini, maka otomatis Kotarou tidak bisa berlatih American Football di lapangan—karena sudah pasti ada Akaba disitu. Jadilah dengan sangat-tidak-smart Kotarou menghabiskan jam istirahat di Lab Komputer. Tempat berkumpulnya anak-anak klub komputer.

Sudah bosan membuka Facebook, Kotarou dengan asal membuka situs lainnya. Lalu matanya tertuju pada layar di depannya yang menampakkan tulisan besar.

"Jika aku menjadi---"

Permainan psikologi sederhana, dimana kamu akan ditanyakan beberapa pertanyaan, seandainya kau menjadi---. Dan harus kau jawab sejujur-jujur nya, karena di akhir permainan akan ada penilainan dari admin.

Register

"Hm, sepertinya menarik." Ujarnya sambil mengklik icon 'register' yang berwarna hijau itu. Kotarou kemudian mengisi data seperlunya. Setelah itu muncul icon lain.

Kocok pertanyaan

Kotarou mengklik icon itu. Lalu setelah beberapa saat, pertanyaannya muncul.

Jika aku menjadi yaoi, siapa yang akan kupilih untuk menjadi pasanganku?

Kotarou melongi sesaat. "WHAT THE--- PERTANYAAN APAAN NIH???" Teriaknya. Beberapa orang yang juga berada di Lab melirik ke arahnya.

"Astaga. Tidak smart, tidak smart, tidak smart!!! Bukan pertanyaan yang pantas untuk kujawab. Aku ini straight!! Julie lah cinta ku satu-satunya." Kotarou menyakinkan dirinya dengan mantap.

Setelah beberapa saat, mendadak muncul tulisan kecil di layar.

Hanya pengecut yang tidak mau menjawab pertanyaan ini.

Kotarou menjadi panas melihat tulisan itu. "Aku bukan pengecut!! Aku ini smart!!!" Teriaknya lagi. Eguchi Tappei, ketua Klub Komputer berkali-kali melirik tajam padanya.

Berisik sekali sih, bocah sok smart satu ini. Batin Tappei.

Kotarou menggaruk kepalanya, bingung. Dia tidak pernah sekalipun berpikir menjadi yaoi, tak satupun nama pria yang terlintas di kepalanya yang ingin di tulisnya di pertanyaan ini. Oh God, cobaan apa lagi ini. Setelah terkatung-katung di Bali selama seminggu, sekarang aku di beri pertanyaan gila dan harus menjawabnya. Argh!!

Fokus Kotarou, fokus. Batinnya. Pikirkanlah nama pria siapa saja—Brad Pitt, Hugh Jackman, Robert Pattinson, siapa kek—lalu tinggal tulis. Gampang kan? Setelah berpikir beberapa saat, Kotarou tetap tidak tau harus menulis apa. Argh, tak semudah itu, ini kan masalah pasangan, tak mungkin bisa asal pilih.

Lalu terbersit satu nama di kepalanya.

Si rambut merah itu.

Si guitar freak itu.

Akaba.

"SHIT, kenapa malah terpikir dia?" Maki Kotarou, menyalahkan pikiran liarnya yang menghubungkannya dengan 'Dia yang namanya tidak boleh disebut' itu.

Oh ayolah, lalu siapa lagi Kotarou? Hati kecilnya bertanya. Pasangan itu kan harus orang yang benar-benar kau kenal bukan—walau pasangan yaoi sekalipun.

Dengan amat sangat terpaksa, akhirnya Kotarou menyerah dengan hati kecilnya dan mengetik nama itu.

Hayato Akaba

Agak merinding juga dia mengetik nama sang Lead Blocker itu. Astaga, ini gak smart sekali. Apa kata orang-orang kalau sampai melihat ini?

Next question

Setelah mengklik icon itu, muncul pertanyaan berikutnya.

Apa alasanku memilihnya untuk menjadi pasangan yaoi ku?

"FUCK!" Umpatnya secara reflex.

"Ehem-ehem." Tappei berdehem kencang, mencoba membuat Kotarou nyadar kalau dia gak Cuma sendirian di Lab ini, sehingga seharusnya gak mengumpat seenaknya.

Tapi deheman Tappei diacuhkan Kotarou, dia masih shock dengan pertanyaan selanjutnya. Damn, apa alasannya? Apa alasanku? Batinnya sambil mulai menyisir.

"Ck, ketik apa sajalah." Gumamnya sambil mulai mengetik.

Karena sebenarnya dia itu lumayan Smart

Kotarou memandang jawabannya. Mimpi apa dia sampai menulis kalau Akaba itu smart? Tapi itulah sejujurnya isi hati Kotarou.

Next question

Muncul pertanyaan berikutnya.

Apa saja yang akan aku lakukan ketika kencan bersamanya?

Kotarou merasa dia akan muntah detik itu juga. Kencan? Dengan Akaba pula. Sinting.

"Astaga, apa situs ini adalah situs untuk mempengaruhi seseorang untuk menjadi yaoi?" Tanyanya entah pada siapa.

Kotarou diam sebentar, mencoba membayangkan seandainya dia akan berkencan dengan Akaba. Huek, malah ingin muntah rasanya dia membayangkan yang seperti itu. Kotarou menyisir, berusaha berpikir jernih. Okay, anggap saja Akaba itu perempuan. Batinnya, lalu dia mulai berimajinasi. Huek, mana mungkin, sama sekali tak bisa kubayangkan. Kotarou geleng-geleng kepala. Okay, emm pikirkan sajalah hal menarik apa yang bisa kulakukan dengannya. Diam sejenak. Tidak ada. Kotarou sudah menemukan jawabannya.

Jauh di lubuk hatimu yang terdalam, kau tau jawabannya Kotarou. Suara hati kecilnya bicara lagi.

Kotarou memejamkan mata, mencoba konsentrasi. Lalu akhirnya dia mengetik juga jawabannya.

Kami akan bermain American Football, tentu saja. Lalu mungkin kami akan main gitar bersama, dia main gitar dan aku menyanyi. Setelah itu, kami bisa juga belanja bersama, mengingat kami orangnya fashionable.

Kotarou tak percaya dia bisa selancar itu mengetik jawabannya. Well, yeah menarik juga ternyata. Sudahlah, anggap saja ini sandiwara belaka. Aku bebas ngarang sepuas-puasnya. Batin Kotarou.

Next Question

Kata-kata apa yang aku pilih ketika menyatakan cintaku padanya?

Kotarou membeku. Damn, mengatakan pernyataan cinta pada Akaba? Lebih baik mati saja. Ukh, ingat, sandiwara saja. Mengarang sebebas-bebasnya saja. Kotarou mengingatkan. Dan tangannya mengetik cepat di komputer.

"Hei baka, kau adalah cowok paling tidak smart yang pernah kukenal seumur hidupku. Kau gila karena sudah menculikku seenaknya ke Bali. Tapi, yeah sejujurnya aku mencintaimu"

Sekarang Kotarou tertawa. Wah, lucu juga ternyata. Batinnya. Tapi tetap saja memalukan sekali jika sampai ada yang liat. Kotarou celingak-celinguk, memastikan orang-orang di Lab tidak sedang mengamatinya. Tappei sedang sibuk dengan komputernya sekarang. Kotarou menghela nafas lega.

Next question

Last question

Apakah aku menginginkan dia menjadi pasangan yaoi ku di dunia nyata?

Kotarou sudah tau pasti apa yang akan dia jawab.

Tentu saja tidak!!!

Setelah men submit jawabannya, muncul tulisan di layar.

Harap tunggu, jawabanmu sedang di proses oleh admin. Hasil permainan psikologis ini akan muncul beberapa saat lagi

Kotarou dengan sabar menunggu. Hingga beberapa menit kemudian, hasilnya muncul.

Dear Kotarou

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu anda untuk mengikuti permainan ini.

Okay, pria bernama Akaba ini, tak diragukan adalah orang yang dekat denganmu bukan? Melihat dari jawaban yang kau tulis dari pernyataan cintamu padanya, kau pasti kurang menyukainya. Well, kasus benci tapi cinta itu banyak lho. Apa kau akan jadi salah satu dari itu? Entahlah. Kau pasti kebingungan setengah mati dalam menjawab, mengingat kau lama sekali dalam men submit jawabannya. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa kau malah memilih pria Akaba itu? Bukti kalau dia adalah pria terpenting di hatimu. Well, kau memang menjawab tidak dengan tegas ketika ditanya apa ingin menjdai pasangan di dunia nyata. Tapi, yeah, siapa yang tau? Jalan apapun yang kau plih, straight maupun yaoi. Semoga kau bahagia Sasaski koutarou

XO XO

Sign

Admin

Kotarou terpaku sejenak. Dia berpikir. Menjadi yaoi dengan Akaba? Oh totally no, not even in my wildest dream. Batinnya. Aku straight, cintaku hanya pada Julie.

Tiba-tiba terdengar pekikan kecil dari para cewek klub komputer yang sedang ada di Lab. Kotarou menoleh, mencari sumber kebisingan itu.

Di depan pintu lab, muncul 'Ksatria merah bergitar', alias Akaba. Panjang umur dia. Batin Koutarou. Akaba, si Mr. Popular berjalan mendekatinya, dengan iringan gaduh pekikan para cewek. Tappei sendiri melirik tajam ke Akaba, yang dianggapnya membuat suasana jadi rusuh.

Kotarou melengos begitu beradu pandang dengannya. Kembali ingat kalau dia sedang 'menjauhi' Akaba untuk seminggu ini.

"Fuu, aku mencarimu dari tadi Kotarou." Suara yang bagai alunan musik itu terdengar tanpa emosi. Datar-datar saja. "Aku tau kau menjauhiku sejak kepulangan kita ke Jepang. Tapi Bando Spiders harus latihan, dan kickernya---

"Yeah, aku tau. Ayo latihan kalau begitu. Dasar, apa sih yang kalian bisa lakukan tanpa aku." Gumam Kotarou sambil bangkit dari kursinya.

Akaba melepas kacamatanya dan memandang Kotarou bingung. "Hm, aneh. Harusnya kau tidak sudi bicara denganku kan?"

Kotarou menyisir sambil berjalan keluar. "Oh sudahlah guitar freak, ayo latihan."

Akaba diam sesaat menatap Kotarou yang sudah keluar. Lalu matanya tertuju pada layar komputer yang masih menampilkan halaman tadi. Akaba tersenyum membacanya. Lalu dia mematikan komputer itu.

"Fuu, ternyata dia ikut permainan ini juga." Akaba kembali mengenakan kacamatanya dan berjalan keluar sambil senyum tetap tersungging di bibirnya. Membuat cewek-cewek makin histeris, hingga Tappei kerepotan menenangkan mereka.

Akaba tak mempedulikan kegaduhan yang diakibatkan olehnya itu. Dia mengingat lagi hasil yang diterimanya dulu dari admin ketika mengikuti permainan itu, kurang lebih sama dengan yang diterima Kotarou.

.

.

Fin

Author : *pundung di wc* fic pertama yang bertema yaoi. God, hasilnya jelek dan aneh banget!!! Aku bikin fic ini bukan untuk membuat AkaKota jadi yaoi, AkaKota tetap straight kok. Kotarou kan sama Julie, dan Akaba sama aku *ditendang, kepedean bener nih author*. Ini Cuma untuk humor saja. Ah makin gaje aja nih cerita.

IKLAN LEWAT!!!

Kalau sempet review fic ku yang 'Viva La Vida' yoo di fandom naruto. crossover sama ES 21 dan sekalian isi lowongan OC nya ya^^