Violet Hill Chapter 2
Fandom : Naruto
Story by : Yuuri Uchiha-Namikaze
Pairing:
SasuXfemNaru, ItaXfemDei, slight ShikaXTem, SaiXSaku
Rate : ….T..?(^_^;)
Disclaimer:
Naruto punya…*ngelirik mbah kishi* PUNYA DIA TUH!!*nunjuk-nujuk gak sopan*
Warning:
OOCness(maybe), GAJEness, GARINGness!! Bagi yang tidak suka warning tersebut, TINGGALKAN PAGE INI DENGAN MENEKAN 'BACK'!!!
Characters:
femNaru, Sasu, Shika, Saku, Tem, Sai dll : 16th
femDei, Ita dll : 18th
have a nice read!^.^
0o0o0o00o0o0o0o0o0o0o0o0oo0o0o0o0o0o0o0o0o0o
"WHAAAAAAAAATT??!! Kenapa dia ada di si-hmmmph!!" mulut Naruto langsung dibekep ama Deidara. Malu dong teriak-teriak di dalam.
"Naru-chaaaaan… jaim dikit napa sih?! Kita itu di tempat umum tau! Nyadar doooong!! Nanti kita diliatin orang! Kan kita juga yang kena getahnya kalau kamu teriak kayak orang gila gitu!!" desis Sakura.
'Cih! Daripada aku harus mendengar suaranya yang bikin aku naik darah, mending aku keluar deh! Gak papa dingin, daripada aku tambah panas di sini.' gerutu Naruto dalam hati. Kemudian langsung melesat keluar.
"Kamu mau kemana, Naru-chan?" tanya Deidara. Khawatir sama adiknya yang agak ceroboh itu. Maka saljunya masih turun lagi. Kalau adiknya kena longsor trus ketimbun salju kan dia juga yang berabe. Trus kalau adiknya kena demam, dia juga yang ngurusin.'haaaah… repotnya jadi kakak kalau adiknya begini.' Batin Deidara.
"Mau keluar, nee-chan. Sumpek lama-lama di sini!" gerutu Naruto. Tapi, tangannya ditarik oleh Deidara, tanda bahwa sang kakak tidak mengijinkan adiknya keluar seenaknya. "Naru gak kemana-mana kok, nee-chan. Cuma mau ke teras aja." Kata Naruto lembut. Gak tega marah-marah sama kakaknya cuma gara-gara si Teme itu.
"Tapi diluar kan dingin, Naru-chan. Nanti kamu demam. Katanya besok mau main ski bareng." Kata Sakura ikut mendukung tindakan Deidara. Dia juga gak tega kalau sampai temannya itu sakit dan gak bisa seneng-seneng kayak yang direncanain.
"Tapi kalau kamu gak mau kuajarin main ski sih gak papa. Keluar sana." Kata Temari agak nyucuk di hati. Tapi si Naruto gak peduli. Tinggal minta diajarin nee-chan aja kan beres. Yah walaupun gak bisa cepet lancar. Kalau sama Temari, sehari aja pasti udah bisa main dan lumayan mahir pastinya. Terbukti! Sakura, Deidara dan temen-temen yang lain pada mahir main ski gara-gara diajarin ama Temari. Bener-bener cewek tangguh deh!
"Au ah gelap!" kata Naruto sambil melesat keluar setelah berhasil lepas dari 'cengkraman' sang kakak. Naruto emang masih sebel sama Sasuke(akhirnya nyebutin nama yang bener juga!) dan butuh penenangan diri. Begitu sampai di luar, dia menghirup oksigen banyak-banyak dan mengeluarkannya dengan kasar. Jaketnya juga semakin dia rapatkan untuk menghangatkan tubuhnya. 'dingin banget' pikir Naruto. Yaiyalah dingin!! Musim salju gitu loh!
Sasuke yang melihat Naruto keluar langsung memberi tanda pada sepupunya, Sai untuk melanjutkan tugasnya bernyanyi. Setelah disetujui oleh Sai, Sasuke pun turun panggung, ngambil jaket dan langsung melesat keluar. Menyusul Naruto.
'Cih... dasar Dobe! Pergi kemana dia?' tanya Sasuke dalam hati dan tentu tidak bisa dijawab siapa-siapa.
"Huuuh… dingin…" bingo!! Itu dia si dobe! Pikir Sasuke. Cepat-cepat dia berjalan kearah Naruto. Yang dihampiri mah gak ngerasa. Dia lebih fokus sama dinginnya salju yang membuatnya hampir beku.
"Dasar Dobe…" kata Sasuke lembut begitu dia berada di dekat Naruto dan menyelimuti Naruto dengan jaketnya agar lebih hangat. Trus si Sasuke? Cuma pake baju hangat aja. Naruto yang kaget dengan perlakuan yang dia terima langsung berbalik dan kaget melihat ternyata yang ada di situ adalah si Teme yang berusaha dia hindari itu.
"Ng..ngapain ka..kamu ke sini??" tanya Naruto gemetar. Mungkin karena kedinginan atau ada Teme didekatnya. Hanya Kami-sama yang tau.
"Hhhh… dasar kamu ini…" kata Sasuke sambil menjitak ringan kepala Naruto. dia tidak ingin kalau Naruto beku di tempat. Naruto cuma bisa cengo mendapat perlakuan dari Sasuke. Setelah beberapa detik Naruto langsung sadar apa yang dilakukan Sasuke barusan.
"DASAR TEMEEEEEEEEE!!! MAUMU ITU APA SIH!!??" teriak Naruto suuuuuuper kesal. Yang diteriakin cuma senyum dan pastinya sambil nutupin telinganya.
'Aku mau kamu, Dobe..' jawab Sasuke dalam hati. Luarnya dia cuma memandang Naruto. Ia menikmati sensasi aneh ketika mata biru langit itu menatap matanya. Gak peduli ama Naruto yang lagi badmood.
"Naru-chaaaaan!! Ayo kita pulang! Udah larut niih!"panggil Sakura. Tiba-tiba dia kaget melihat Naruto berduaan dengan Sasuke (ingat!! Para cewek dan cowok belum saling mengenal nama!!) habis itu langsung senyum-senyum gaje."Naru-chan katanya benciiii~ tapi kok…" kata-kata Sakura langsung terhenti karena dibekep sama Naruto. Merekapun langsung ngacir meninggalkan Sasuke sendirian. Eh.., gak sendirian ding! Temen-temennya pada nongol tuh! Termasuk Itachi. Kayaknya mereka udah selesai dengan acara ngebandnya.
"Kamu naksir dia, otouto?" tanya Itachi, to the point.
"Hn, mungkin.." jawab Sasuke.
"Menurutku kemungkinan kamu naksir sama anak itu sekitar100% deh, Sas" kata Sai sambil tersenyum.
"Hehe.. kemungkinan besar, ya." Jawab Sasuke lagi. Kali ini sambil tersenyum
"Akhirnya ngaku juga lo,Sas! Jarang-jarang kamu naksir sama cewek. Atau ini yang pertama kalinya ya, Sas. Habis itu apa yang ada di otak jenius lo, heh?" tanya Shikamaru. Tumben-tumben dia ngomong panjang lebar. Yang lain cuma bisa cengo ngeliatnya. Kayaknya Shikamaru tertarik dengan topik obrolan kali ini.
"Tumben lo ikut nimbrung, Shika. Biasanya lo cuma nguap aja kalau kita lagi ngomong" kata Sai membuyarkan kecengoan tadi disertai dengan tatapan pingin tau dari yang lainnya.
"Soalnya gue tertarik sama temennya itu. Yang rambutnya diikat empat. Mungkin kita bisa kerja sama, Sas." Jawab Shikamaru. Rasa kantuknya sudah hilang untuk kali ini.
"waah kalau mau kerja sama, gue ikutan dong!! Gue juga lagi naksir sama temennya yang berambut pink itu. Dia manis banget sih." Kata Sai sambil menepuk pundak Sasuke.
"Aku juga ikutan dong!" kata Itachi. Temen-temennya memasang wajah horror yang seakan mengatakan jangan-bilang-lo-ngincer-inceran-gue."Woi!! Tenang aja kali! Gue naksir yang satunya lagi, y'know? Yang rambutnya pirang diikat ekor kuda itu!" jawab Itachi setelah menyadari tatapan temen-temennya itu. Yang lainnya kemudian memasang expresi lega. Seneng bukan incarannya yang ditaksir sama Itachi. Mereka malas kalau harus bersaing dengan teman sendiri.
"Oke! Kita bakalan kerja sama (mungkin) buat mendapatkan incaran kita masing-masing. Setuju?" tanya Sasuke yang langsung dijawab dengan anggukan semangat dari temen-temennya. Setelah itu, Shikamaru langsung memasang tampang ngantuknya. Kayaknya rasa kantuknya mulai muncul kembali begitu pembicaraan selesai. Setelah itu mereka pulang ke tempat mereka masing-masing.
----------------------------
"Naru-chan, tadi kamu ngapain aja sama cowok yang kamu panggil 'teme' itu??" tanya Sakura di perjalanan pulang. Deidara dan Temari ikut mendengarkan. 'Gosip baru nih!' pikir mereka-minus Naruto-.
"Sakuraaaaa!! Udah kubilang kan kalau aku ama dia itu gak ngapa-ngapain!!" jawab Naruto disertai dengan tatapan gak percaya dari yang lainnya. "Iiiihh..! Beneran kok! Suer!!" lanjut Naruto sambil membentuk huruf V dengan jarinya.
"Trus itu jaketnya siapa, Naru-chaaaaan??" tanya Sakura gemas sambil nunjuk-nunjuk jaket yang Naruto kenakan berwarna biru tua itu. Dia pingin tau informasi tentang temannya itu.
"Eh, ini kan jaket si teme itu!" kata Naruto kaget. Dia gak sadar ternyata jaket Sasuke yang kegedean itu masih nempel di badannya Naruto yang mungil.
"Cieeee~ Naru-chan lagi naksir cowok nih ye.." kata Sakura sambil nyenggol-nyenggol pundak Naruto.
"Naru-chaaaaan, kita kan temenan. Kok kamu gak mau ngasih tau siiih? Nanti kuajarin main ski deh.." kata Temari sedikit memelas. Membuat yang lainnya sweatdrop.
"Kan sudah ku bilang!! AKU SAMA DIA GAK NGAPA-NGAPAIN!!" Teriak Naruto sambil menggembungkan pipinya, membuat siapa aja gemas.
"Udahlah, Tem-chan, Saku-chan, sekarang dia lagi butuh penenangan diri." Kata Deidara disertai anggukan setuju adiknya dan tatapan tidak setuju dari Temari dan Sakura. "Kalau udah tenang, baru deh kita tanyain!! Hwahahaha..!!" kata Deidara semangat disertai anggukan setuju dari Temari dan Sakura dan juga gerutuan gaje dari Naruto.
'Nyesel aku keluar tadi. Coba aku gak keluar, mungkin aja dia gak deketin aku. Cih..!! Baka teme!!' gerutu batin Naruto. Rasa-rasanya dia pingin menonjok muka si teme itu. 'Nee-chan juga gak ada ngebelain aku lagi buat menghindar dari para biang gosip! Hhhh… jadi orang terkenal emang susah…' lanjut Naruto dengan sedikit (baca: sangat) narsis.
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-
Keesokkan harinya…
"Yuhuuuuuuuuuu…!! Sekarang aku siap!! Ayo, nee-chan! Ajari aku main ski!!" pinta Naruto dengan semangatnya yang biasa untuk ukuran seorang Naruto. Dia sekarang mengenakan jaket tebal berwarna orange dan training orange yang tak kalah tebalnya. Gak lupa jaketnya Sasuke yang dia bawa buat dikembalikan sama empunya. Jaket yang kebesaran itu dia ikat di pinggangnya yang mungil, membuat orang-orang sangat gemas terhadapnya. Temen-temen dan kakaknya juga bajunya rada mirip sama Naruto-minus jaket Sasuke-. Kalau Deidara memakai baju yang berwarna coklat tanah, Sakura memakai yang berwarna pink dan ada tulisan 'Moment in the heavens of my heart' berwarna putih di bagian depan, dan kalau Temari memakai yang berwarna putih gading.
"Ya udah, kan Naru-chan masih pemula, jadi kita latihan di deket kereta gantung aja ya. Di sana gak terlalu terjal." Kata Deidara. Kemudian dia dan adiknya pergi ke tempat yang mereka hendaki, meninggalkan Sakura dan Temari yang bingung mesti kemana.
"Emmm… aku ke kereta gantung aja deh. Temari-chan mau ikut?" ajak Sakura.
"Aku di sini aja deh, Sakura-chan. Lagi males ngapa-ngapain." Jawab Temari.
"Ya udah kalau gitu. Aku tinggal ya! Hati-hati siapa tau ada stalker!" seru Sakura memperingatkan. Sebenarnya ada nada bercanda di dalamnya.
"Kalau dia ketahuan, dia akan langsung menerima tendanganku supaya dia flying without wings sampai ke Oto biar dia ketemu sama si bakoro. Tenang aja!" kata Temari. Sadis banget yah..? tapi kekuatan tendangan Temari emang gak bisa diremehkan. Kekuatannya sejajar dengan 500 tenaga kuda bo'!! Doi juga nguasain aliran bela diri macam taekwondo, kendo, aikido, karate, dan lain-lain yang berbau bela diri. Tapi ekskulnya malah menari. Agak jauh emang dari keahliannya yang bisa dibilang cukup 'ganas' tersebut. Kalau Naruto dan Deidara ekskulnya adalah bermain alat musik macam piano dan biola. Kadang mereka juga ikut nyanyi dengan peserta paduan suara. Dan kalau ekskulnya Sakura adalah tata rias. Biasanya dia disuruh buat dandanin para peserta drama yang bakal manggung. Dia juga sering dimintain tolong sama teman-temannya buat bantuin dandanin mereka. Oh, ya. Ngomong-ngomong Orochimaru itu adalah guru kimia di sekolah mereka. Dibilang bakoro karena cara ngajarnya yang gak jelas, bikin murid-muridnya pusing. Tapi dia lumayan terkenal loh!! Dia juga seorang pengusaha kayak Minato, cuman dia gak sesukses Minato. Yang bikin dia terkenal itu adalah karena restaurant masakan ularnya yang cukup unik dan tampangnya yang… tau sendiri lah gimana..
"Ya ampun… kasian banget yang jadi stalkermu… Aku pergi dulu ya! Jaa~!" kata Sakura sambil pergi meninggalkan Temari menuju ke tempat masuk kereta gantung. Temari yang merasa bosan langsung duduk di kursi terdekat.
"Naru-chan!! Kakinya yang bener dong! Jangan lupa jaga keseimbangannya!" perintah Deidara pada adiknya. Latihan pertama, dia mengajari Naruto posisi-posisi yang benar. Trus cara-cara mendarat kalau dia jatuh supaya nggak cedera dan lain-lain.
"Iya-iya, nee-chan! Sabar dong! Naru kan masih pemula!" jawab Naruto sambil membenarkan posisinya. "Yep! Udah bener kan??" tanya Naruto yakin dan dijawab dengan anggukan Deidara.
"Bagus, Naru-chan!! Sekarang kita coba meluncur ya!! Pelan-pelan aja!" kata Deidara. "Siap ya! 1..2..3!!" seru Deidara sambil meluncur. Diikuti Naruto yang masih canggung.
"Tunggu aku, nee-chan!!" tereak Naruto dan langsung meluncur mengejar kakaknya.
-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-
Di tempat deket lokasi Deidara dan Naruto terakhir terlihat dan diwaktu yang sama…
"Ayo otouto!! Kita tanding! Siapa yang duluan sampai ke pohon cemara yang itu, dia yang menang." Tantang Itachi kepada Sasuke sambil menunjuk kearah pohon cemara yang gedenya naujubile min jalik itu.
"Heh..! emangnya aniki kira gue bakal takut apa?!" jawab Sasuke menyetujui tantangan Itachi. Yang nantang cuma nyengir-nyengir gaje. "Oke, ayo kita mulai, aniki!!" lanjut Sasuke sambil mengambil ancang-ancang buat meluncur.
"Siap? 1..2..3..MULAI!!!" tereak Itachi yang langsung meluncur kemudian disusul Sasuke. "Yuhuuuuuuuu!!!" seru Itachi kegirangan sambil merasakan sensasi angin dingin yang menyentuh wajahnya dan menyibakkan rambutnya yang agak panjang dan halus itu.
"Cih! Awas kau, aniki!!" seru Sasuke. Kemudian dalam sekejap dia sudah berada di depan anikinya.
"NEE-CHAAAAAAAN!!! KOK GAK MAU BERHENTI SIIIH!!! GIMANA NIIIIIIH!!!??"tereak Naruto panik. Alat skinya gak bisa berhenti! "GYAAAAAAAA!! KAMI-SAMA, NARU BELUM SIAP MATIIIII!!!!" lanjutnya lagi sampe nangis-nangis.
"NARU-CHAAAAAAAN!!! SESEORANG TOLONGIN NARU-CHAN DONG!!!" tereak Deidara. Berhubung Deidara anaknya agak pendiam, suaranya gak terlalu nyaring kayak milik Naruto.
Sasuke dan Itachi yang mendengar teriakan dari pujaan hati mereka itu langsung nengok dengan slow motion dan memperlambat jalan ski mereka. "AWAAAAAAAAAAAAAAAAAASS!!!! Tereak Naruto histeris. Tapi, entah untung atau sial buat Sasuke, dia dan Naruto TABRAKAN dengan kecepatan yang sangat tinggi dari Naruto. Kontan aja tubuh mereka guling-guling kayak dadar guling. Sasuke refleks langsung merengkuh tubuh mungil Naruto agar si Naruto gak lepas dari dia. Kalau lepas dan jatuh kemana-mana kan berabe! Sekaligus juga buat ngelindungi Naruto dari batu-batu yang ada dan dari hawa dingin. Acara guling-guling itu diakhiri dengan benturan super keras. BRUAAGH!! Begitulah kira-kira bunyinya. Suara itu membuat burung-burung berlari-atau terbang- meninggalkan sumber dentuman itu. Dari manakah suara itu berasal?
'Nnnng..? kok hangat?' tanya Naruto dalam hati sambil menikmati kehangatan yang entah-dari-mana itu. 'Rasanya hangat, nyaman…' lanjut batin Naruto. Lama-lama ia merasa ada sesuatu yang memeluknya erat. Ia mengira itulah yang membuatnya hangat. Ia mendongak, ingin tau siapa yang merengkuh tubuhnya, dan ternyata…
"Hei, dobe… bangun…" kata Sasuke agak parau. Apakah harus saya beri tau bahwa yang menyebakan dentuman keras itu adalah tubuh Sasuke dengan pohon cemara yang dia dan Itachi jadikan sebagai garis finish pertandingan ski mereka itu? Tentu saja menyebabkan sakit yang amat sangat pada tubuh Sasuke, terlebih pada punggungnya yang langsung 'bersentuhan' dengan pohon cemara itu. Si pohon aja sampe bergoyang. Kalau pohon cemara biasa sih pasti udah tumbang sampe ke akar-akarnya.(emang bisa?)
"Te..Teme!! Lepasin aku!" perintah Naruto sambil memukul-mukul pelan dada bidang Sasuke.
"Aduh… dobe… sakit tau.." kata Sasuke lemas dan kesakitan. Tentu saja dia kesakitan bukan karena pukulan pelan Naruto.
"Teme!! Aku punya nama tau!! Jangan pernah panggil aku dobe, baka teme!!" seru Naruto tapi masih dalam rengkuhan Sasuke.
'cheee… kena kau..' batin Sasuke kegirangan. Diam-diam Sasuke memfokuskan indra pendengarannya agar bisa mendengar nama gadis yang disayanginya itu dengan jelas. "Emangnya namamu siapa?? Tessy, Tukiyem, atau Inem??" tanya Sasuke. Padahal dalam hatinya berkata 'Jangan sampe dah namanya kayak gitu. Amit-amit kalau aku punya pacar namanya jadul gitu!'
"Enak aja!! Namaku itu bagus tau! Namaku Namikaze Naruto!! Udah tau kan?! Jangan pernah manggil aku dobe lagi! Awas kau, teme!" kata Naruto yang secara tidak sadar memberitaukan namanya kepada orang yang amat dia benci itu. Dan tentu saja dia gak tau kalau namanya itu sudah dicatat di otak dan terukir di hati Sasuke.
"Heh.. selama kamu memanggilku dengan sebutan 'teme', aku juga akan tetap memanggilmu dengan sebutan 'dobe'. Lagian namamu kok nama makanan gitu? Kayak nama cowok pula. Dan juga, dobe, namaku bukan teme. Namaku itu Uchiha Sasuke dan jangan sekali-sekali kamu manggil aku dengan teme." Kata Sasuke dengan kul, padahal di hatinya dia masih kegirangan karena udah kenalan. Tinggal pedekate! Saking senangnya dia sampai lupa sama rasa sakit di punggungnya.
"Oke, Sasuke-teme, sudah habis waktu berkenalannya. Dan sekarang..LEPASKAN AKU ATAU KAMU MAU BERCIUMAN DENGAN TINJUKU!!!" ancam Naruto dan sudah pasti dia gak sungguh-sungguh. Tinjunya kan gak kayak Temari yang super-duper keras itu.
Begitu mendengar kata 'berciuman', otaknya yang pervert itu langsung membayangkan hal-hal yang pervert pula. Dan hanya Kami-sama yang tau seperti apa jelasnya yang sedang dibayangkan oleh bocah pervert itu.
"Otouto!! Kamu gak apa-apa??" tanya Itachi khawatir, tetapi pertanyaannya tidak ditanggapi oleh adiknya yang masih saja melamun. "Woi! Are you oke, bro?" tanya Itachi lagi dan masih belum menerima respon dari adiknya. Naruto yang masih tetap berada di pelukan Sasuke cuma bisa cengo melihat Sasuke yang gak sadar-sadar. 'Sabar Itachi. Tarik napas, kemudian hembuskan perlahan. Meladeni adikmu memang butuh kesabaran yang melebihi manusia biasa. Itachi, sabar..' batin Itachi menghibur dirinya sendiri dan detik berikutnya ia mengambil napas banyak-banyak kemudian… "BANGUN, MY PERVERT BAKA OTOUTO!! SINGKIRKAN SEBENTAR PIKIRAN PERVERTMU ITU!!!" tereak Itachi sekuat tenaga yang sukses membuat adiknya kembali dari alam mimpinya dan membuat Naruto dan Deidara-yang mengikuti Itachi- menutup telinga mereka rapat-rapat.
"Anikii… berisik…" kata Sasuke masih lemas.
"Itu gara-gara kamu gak nyadar-nyadar tau!!" gerutu Itachi kesal. Tapi mendengar suara adiknya yang lemas gitu, si kakak langsung khawatir. "Kamu gak papa? Sakit? Yang mana yang sakit? Sakit banget gak??" tanya Itachi bertubi-tubi dengan nada yang khawatir.
"Gak papa gimana?? Sakit tau!! Apalagi di punggung… remuk dah tulang gue…" jawab Sasuke sedikit kesal. Udah tau adiknya ketabrak pohon gede, malah nanya yang gak mungkin.
"Naru-chan, kamu gak papa?" tanya Deidara gak kalah khawatir kepada imuotonya.
"Naru gak papa kok, nee-chan…" jawab Naruto tanpa menatap wajah kakaknya. Sedikitnya dia khawatir juga sama Sasuke yang udah ngelindungi dia dari resiko remuk tulang.
"Kamu bisa berdiri??" tanya Itachi yang udah jelas tau jawabannya. Naruto baru mau melepaskan diri dari Sasuke tapi langsung ditarik oleh Sasuke dan jadilah Naruto meronta-ronta di pelukan sang Uchiha bungsu.
"Teme!! Lepasin!!" gerutu Naruto sambil terus meronta. Sasuke melepasnya dengan tidak ikhlas, tetapi tubuhnya sudah sangat lemas. Rasa salitpun masih ada dan belum juga reda.
"Oke otouto, kita balik ke villa aja. Kamu butuh istirahat." Kata Itachi tegas. Dia langsung menyambar tangan adiknya dan dikalungkan ke leher belakangnya. Lalu dia menatap Deidara. "Maaf ya udah nyusahin adikmu, err…"
"Deidara, Namikaze Deidara. Harusnya saya yang berterima kasih karena adik anda telah menyelamatkan adik saya yang ceroboh ini." Kata Deidara sambil menatap geli adiknya yang menggembungkan pipinya tanda kesal terhadap kata-kata kakaknya.
"Panggil aja aku Itachi. Gak usah seformal itu, Dei-chan." Kata Itachi dan berhasil membuat wajah cantik Deidara bersemu merah. Para adik-Naruto dan Sasuke- pada cengo melihat kejadian itu.
'Wow! Hebat banget aniki. Kalau kucontoh ampuh gak ya sama dia?' tanya batin Sasuke sambil mencuri-curi pandang ke Naruto.
'Cih! Gak adik gak kakak sama aja! Sama-sama teme!' batin Naruto kesal melihat wajah kakaknya yang bersemu merah itu. Bukannya dia cemburu atau semacamnya terhadap kakaknya, hanya saja baru kali ini dia melihat wajah kakaknya seperti itu. Tiba-tiba ia merasa diperhatikan. Tapi dia gak peduli. Malas bertengkar terus sama si teme. Cape' bo!
"Oke Dei-chan. Aku pergi dulu ya! Anterin baka otouto-ku dulu nih. Oh ya, kamu sekarang tinggal di mana? Boleh gak kapan-kapan aku mampir?" tanya Itachi. Ada sedikit nada memohon di sana. Dari raut wajahnya, kayaknya Deidara gak bakal nolak deh.
"Boleh aja kok. Sekarang aku nginap di villa yang deket sama kafe Kyuubi. Seminggu aja sih.." jawab Deidara, wajahnya masih merah tuh.
"Wah, deket dong! Aku juga nginap di villa yang deket daerah situ. Mungkin aku mampirnya besok aja. Kalau hari ini kagak bisa." Kata Itachi sambil meringis sedikit. Meratapi nasibnya yang harus merawat adiknya. 'Kalau aja aku gak mesti ngerawat otouto, aku pasti dah mampir ke sana. Hiks, tapi gak papa lah. Aku mesti berterima kasih sama otouto karena udah mempertemukanku dengan Dei-chan. Bisa mampir ke villanya pula. Asyik!!' batin Itachi kegirangan, tapi luarnya tetap kul.
"Baiklah. Aku tunggu besok ya." Kata Deidara sambil mengeluarkan senyumannya yang paling manis, membuat Itachi kerepotan menahan nosebleed-nya.
'Kami-sama… kupikir aku bakal meleleh…' batin Itachi masih kerepotan menahan nosebleed. Sasuke yang melihat gerak-gerik kakaknya cuma bisa sweatdrop.
"Anikii… kapan kita perginya… kalau… aniki pedekate mulu…" kata Sasuke makin lemes.
"iya, bentar otouto. Errr.. Dei-chan, boleh minta nomor hape gak?" pinta Itachi sambil nyodorin hapenya ke Deidara.
'Kurang ajar ini anak!! Lama banget sih!!' batin Naruto dan Sasuke hampir bersamaan.
"Boleh kok." Jawab Deidara sambil mengambil hape Itachi kemudian dengan cepat memasukkan nomor hapenya. Setelah selesai dia memberikannya lagi ke pemiliknya.(ya iyalah! Masa' dibawa lari?!) "Nih."
"Makasih ya, Dei-chan! Ayo otouto, kita pulang!!" kata Itachi. Keliatan banget deh dia bahagia sangat. Topeng Uchihanya hancur sudah. Itachi masih sempat dadah-dadah dan Deidara membalasnya.
"Ehem-ehem…!! Ada yang lagi falling-love nih! Jadi iri deh!" goda Naruto yang sukses membuat wajah Deidara kembali memerah.
"Na..Naru-chan kan juga! Jadi gak perlu iri kan?!" balas Deidara sambil menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya.
"HAH!!! Siapa bilang?!? Emang Naru sama siapa??" tanya Naruto sambil berpikir.
"Siapa lagi kalau bukan sama si Uchiha bungsu??" goda Deidara membalas Naruto. Sekarang gantian, wajah Naruto yang memerah.
"Iiih…kagak ya! Makasih!" kata Naruto sambil salah tingkah. Deidara maklum sama sifat adiknya ini. Memang sulit mengakuinya karena sepertinya Naruto udah nganggap Sasuke sebagai musuhnya.
'Hmm… sepertinya Uchiha bungsu juga suka sama Naru-chan. Apa aku bantu aja ya mereka?' batin Deidara. Seringaian licik muncul di wajah sang kakak yang cantik itu, membuat sang adik bergidik ngeri.
'Nee-chan kenapa??' batin Naruto.
"Udah dulu ya hari ini. Besok- eerrrr… lusa kita lanjut lagi." Kata Deidara.
"Nunggu kak Itachi ya??" tanya Naruto sambil memasang wajah sok innocent dan sekali lagi sukses membuat wajah Deidara memerah(lagi)
"U-udah ah!! Ayo kita pulang!" kata Deidara salah tingkah sekaligus mengundang tawa sang adik.
o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o
Di dalam villa…
"Tadaima..!!" kata Naruto dan Deidara.
"Okaeri!" jawab Sakura dan Temari. Kemudian mereka melanjutkan perbincangan mereka yang sedikit tertunda.
"Hei, kalian berdua lagi ngomongin apa??" tanya Deidara. Keliatan banget kalau dia juga pingin ikut nimbrung.
"Gini, tadi kita berdua masing-masing ketemu ama cowok. Walaupun gak sama-sama sih, soalnya tadi kita pisah." Jawab Sakura. Wajahnya menyiratkan dirinya yang sedang verygoodmood.
"Kalau Sakura ketemunya di kereta gantung. Kalau aku ketemunya di kursi taman." Lanjut Temari yang sepertinya mempunyai mood yang hampir sama dengan Sakura.
"Ceritain dong!! Detailnya! Detail!!" pinta Naruto.
"Sakura duluan aja deh!" kata Temari sambil nyenggol pundak Sakura.
"Oke deh. Gini ceritanya…" Mulai Sakura. Yang lain-minus Temari karena dia udah duluan denger- mendengarkan dengan seksama. Terkadang mereka ngegodain Sakura kalau lagi muji-muji si cowok. Nama cowok yang ditemuin Sakura bernama Uchiha Sai.
Mendengar marga Uchiha, Naruto langsung cengo. 'Nee-chan sama Sakura-chan pasangannya kok sama-sama Uchiha?? Memangnya Uchiha itu cakep ya??' batin Naruto. Kemudian dia langsung ingat wajah Sasuke dan dalam sekejap langsung blushing. 'Kalau dipikir-pikir, si teme itu cakep juga yah…' mengingat hal itu, wajah Naruto langsung merah padam, tanpa disadari sama temen-temen dan kakaknya.
"Trus kalau Temari gimana ceritanya??" tanya Deidara. Si Temari gak keberatan dan langsung menceritakan semua yang perlu diceritakan. Cowok yang dia temui bernama Nara Shikamaru. Pertama waktu ngeliat dia tertidur pulas, tapi begitu Temari duduk di sebelahnya, itu anak langsung melek. Hebat bener. Dan dimulailah pedekate Shikamaru dan Temari. Entah apa saja yang mereka omongkan, hanya Kami-sama yang tau persis.
"Katanya besok mereka mau datang ke sini." Kata Temari sekaligus mengakhiri ceritanya.
"Eeeehh… nee-chan juga bawa tamu besok. Wah, bakal banyak tamu nih!" kata Naruto.
"Loh, Dei-nee-chan ketemu cowok juga? Certain dong!!" pinta Sakura. Awalnya Deidara malu-malu gitu, beberapa lama kemudian lancar deh ngomongnya.
"Jadi nanti ada tiga cowok yang datang ya?" tanya Temari.
"Ada empat kok!! Satunya lagi Uchiha Sasuke, adiknya Itachi dan pasangannya Naru-chaaaaan lhoooo!!" jawab Deidara sambil menggoda adiknya yang langsung merah padam, entah marah atau malu.
"Nee-chaaaaaaaaan!!! Udah Naru bilang kan kalau Naru gak tertarik sama si teme!!" seru Naruto sambil mencubit kakaknya yang meringis.
"Aiiihh.. Naru-chan malu-malu deh! Kita maklum kok kalau kamu suka sama dia." Kata Sakura sambil menggoda Naruto. Ini anak memang lucu kalau sudah digoda.
"Oh ya Naru-chan, tadi kan kamu ketemu orangnya, kok jaketnya belum dikembaliin??" tanya Deidara begitu sadar kalau jaketnya Sasuke masih terikat manis dengan pinggang Naruto.
"Oh iya, Naru lupa… hehe…" jawab Naruto seadanya.
"Lupa atau sengaja gak dikembaliin karena itu benda dari orang yang lagi ditaksir??" tanya Temari. Semuanya-minus Naruto- senyum- senyum gaje.
"Aaaaaaaaaargh!! Kok nggak ada yang percaya sama Naru sih?! Kuso!!" seru Naruto sebal dan langsung melesat menuju kamarnya, meninggalkan temen-temen dan kakaknya yang tertawa melihat tingkah Naruto.
-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-s-
Di villa Uchiha…
"Aduuuuh aniki!!!! SAKIT!!!" tereak Sasuke. Tubuhnya banyak diperban karena lukanya yang gak sembarangan. Banyak bin sakit bo!! Tapi untung gak ada tulang yang patah. Cuma remuk dikit yaitu di bagian punggung. Kata dokter kalau istirahat cukup, besoknya sembuh kok. Mendengar itu Itachi merasa lega karena adiknya gak sampe parah-parah amat.
"Iya bentar, dikit lagi.." kata Itachi sambil memerban lengan Sasuke. "Yosh! Udah selesai." Lanjut Itachi.
"Aniki, katanya besok aniki mau ke rumah Namikaze-san ya?" tanya Sasuke. Mendengar pertanyaan dari adiknya, Itachi senyum-senyum gaje.
"Ho-oh. Kamu mau ikut gak? Lumayan kan kamu bisa ketemu-eerrr… siapa namanya?" tanya Itachi balik.
"Namanya Naruto." Jawab Sasuke, singkat-cair-(a)gakjelas.
"Hey, Itachi, Sasuke, besok aku mau ke rumah incaranku nih, berdua sama Shika, kalian kami tinggal boleh kan?" tanya Sai, dateng-dateng langsur nyosor aja.
"Terserah kalian aja. Kami juga mau ke rumah incaran kami kok. Di sebelah villa lagi." Jawab Itachi dan langsung ditanggapi dengan muka kaget Sai dan Shikamaru-yang kebetulan ngikutin Sai-
"Berarti kita ke rumah yang sama dong! Yah, kok jadinya rame-rame sih? Padahal mau pedekate berduaan aja ama Sakura." Kata Sai sambil meringis. Shikamaru? Cuek aja! Wong dia udah duluan pedekate kok.
"Yah kita bikin rencana dong supaya yang lain bisa berduaan aja! Gimana sih?!" sahut Sasuke masih kesal karena rasa sakitnya masih ada.
"Tapi awas jangan pergi berduaan. Nenek bilang itu berbahaya hey, hey…HEY.." nyanyi Itachi dengan berbekal suara sumbang menyanyikan lagu 'marilah kemari' ciptaan…(siapa yah?? Maaf saya lupa) dan langsung kena tiga jitakan di kepala.
"Oke! Hari ini susun strategi. Besok, kita show!!" kata Sasuke semangat. Udah gak sabar pingin ketemu dobenya tersayang.
"YOSH!!" jawab yang lain serempak.
-
-
-
TBC…
Author's Note:
Saya akan banyak ngomong di sini, jadi bagi yang tidak ingin membaca disarankan untuk tidak membaca(ya iyalah!!)
1. saya ucapkan: TERIMA KASIH BANYAK!!! Bagi para pembaca yang bersedia membaca penpik saya, apalagi yang juga ngasih review, hiks*terharu*
2. saya mohon maaf karena adanya banyak kesalahan yang terjadi di chap ini dan PASTINYA juga di chap 1. oh ya, saya lupa mencantumkan disclaimer lagunya westlife yang dinyanyikan Sasuke di chap 1. juga kesalahan saya yang lupa menuliskan tanda tbc, jadinya ada beberapa yang nanya: nih masih lanjut, kan? Dan masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya karena keteledoran maupun kedobean saya. Di chap ini juga banyak kesalahannya, walaupun saya tidak tau pasti yang mana yang salah. Sepertinya typo juga masih banyak bertebaran, karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau penpik ini kurang memuaskan dan ada kata-kata yang tidak berkenan.
3. saran dari minna-san sangat membantu saya dalam membuat cerita ini. Dan saya masih tetap minta saran kepada minna-san kalau tidak keberatan.
4. harap jika anda ingin ngeflame disertai dengan alasan yang logis agar saya tidak bingung untuk memperbaikinya. Memang sampai sekarang belum ada dan saya harap tidak ada. Saran-saran juga diberi contoh agar saya dapat belajar dengan cepat, hehe..(Someone: udah minta, cerewet lagi!! Dasar Author gak tau terima kasih!!).
5. untuk yang merequest lagu(maaf saya lupa namanya), saya mohon maaf karena di chap ini tidak ada adegan Sasu lagi nyanyi. Di Chap depan akan saya usahakan ada adegan tersebut.
Itu saja yang saya sampaikan. Arigatou, Minna-saaaan!!!
