Hiaaa... chap terakhir! Maaf semaaf maafnya karena udah telat, gaje, OOC lagi! maaf ya.. =.=

ok, ga mau omong banyak lagi, langsung baca aja!

Disclaimer (perasaan baru chap ini ya yang pake disclaimer): BLEACH punya Oom Kubo Tite! bukan saia! udah tau kan?

S U M M E R

Chap 5; epilog

"Kenapa?"

Gadis berkulit hitam itu melirik lelaki yang menyapanya dari sudut mata. Wajahnya tertutup rambut ungunya walau hanya sepanjang leher.

"Jangan dekati aku!" serunya, walaupun suaranya agak serak.

Lelaki itu berjongkok, melirik perempuan berambut berantakan yang berdiri di dekat pintu. Perempuan itu mengangguk.

"Jangan bohong, Yoruichi. Kau…."

"Ya! Aku tahu ini sangat penting Kukaku dan kau! Lalu apa arti hubungan kita selama ini? Hanya cover depan saja? Kalian tak pernah memperdulikanku!" bentak gadis itu, mengeluarkan mukanya yang berantakan. Lelaki dan perempuan tadi tak pernah melihat mukanya seberantakan itu.

"Hhh…," perempuan di dekat pintu tadi ikut berjongkok di sebelah lelaki itu dan si gadis.

"Kami tetap sahabatmu,Yoruichi…."

Tetapi gadis itu tetap tak mau dengar. Ia berteriak menyuruh mereka pergi.

"PER—!!"

"YORUICHI!!" seru perempuan tadi lebih keras. Ia meletakkan tangan gadis hitam itu ke dada kanannya, "aku berjanji; aku akan terus bersahabat bersama kalian berdua sampai mati nanti."

Gadis itu mengadah, menatap perempuan itu terkejut. Lelaki itu ikut merebut tangan si gadis, menaruhnya di dada kanannya, "aku berjanji; aku akan terus bersahabat dengan kalian sampai aku sembuh nanti."

Lelaki dan perempuan itu berdiri, mengulurkan tangan mereka. "Kau?"

Gadis itu menyeka air matanya, menaruh tangannya di dadanya sendiri, "a-aku berjanji; akan bersahabat dengan kalian berdua sampai kalian mati."

Lelaki dan perempuan itu saling berpandangan tersenyum. Si perempuan menyerahkan selebar kertas pada si gadis. Gadis itu menangkapnya, namun, sedetik kemudian ia terkejut.

"???"

"Hh… makanya dengerin dulu orang ngomong," keluh si perempuan. Sementara lelaki itu hanya tertawa santai. Muka si gadis kini memerah malu. Ia mengambil silet di meja sebelahnya dan menggoreskan silet itu ke jempolnya. Silet itu ia taruh kembali di meja.

"Uhh…. Berjanjilah!!" serunya menyodorkan jempolnya yang berdarah. Lelaki dan perempuan itu saling melirik. Mereka berdua mengambil silet di meja dalam diam lalu menggoreskannya di jempol mereka.

"Kami berjanji," kata mereka saling menempelkan jempol mereka yag berdarah.

5 tahun kemudian, disebuah dojo

"Hahaha…, bertapa dulu seribu tahun, baru bisa mengalahkanku!" ejek Yoruichi. Rambut ungu panjangnya berkelebat muncul-timbul saking cepatnya. Yang ia lawan adalah Byakuya, muridnya yang bersabuk cokelat, putra pewaris Kuchiki Corp. sekaligus kebanggan dojo ini.

"Ugh…," Byakuya melawan Yoruichi dalam diam, walaupun hatinya geram.

"Heaaatt!!" seru Byakuya menyerang Yoruichi.

"Eits!" Yoruichi berkelit, menghindar, "oouupss!"

Sekali pukulan, Yoruichi merobohkan Byakuya.

"Yoruichi-sensei!! Byakuya-senpai!!" seru murid-murid yang lain menonton pertarungan seru tadi.

"Hei, sudah-sudah!" Kukaku muncul. "Ayo kembali latihan!"

Anak-anak dari berbagai sabuk itu kembali ke barisan masing-masing. Yoruichi mendesah, menuju ruang staf, tempat tas gembelnya bersemayam. Sesampainya di ruang staf, ia disambut Unohana.

"Yoruichi, handphonemu bunyi dari tadi. Sepertinya ada sms," kata Unohana.

"Oh, thanks, Restu," jawab Yoruichi meminum minuman isotonic yang telah disediakan di meja, sambil mengambil hapenya. "Benar. Sms."

Yoruichi membuka sms itu. Matanya terbelalak senang. Ia tersenyum sendiri.

"Dari siapa?" tanya Unohana.

"Kisuke," jawab Yoruichi senang. Selamat ulang tahun, Yoruichi! Maaf tak bisa plg hr ini, tapi bsk aku plg naik pesawat paling pagi. Mau oleh2 apa? Sekalian kado. Mumpung blm brangkat… yg lain sdh nitip. Itu isinya. Yoruichi senyam-senyum. Ia ingat, tepat 7 tahun yang lalu, Urahara dan Kukaku seenaknya memberi tanggal ulang tahunnya. Tepat 7 tahun yang lalu, mereka bertiga berjanji akan terus bersahabat sampai mati nanti. Tepat 7 tahun yang lalu, Kukaku diangkat oleh Shiba-sensei—penanggung jawab eskul volinya—karena Shiba-sensei dan istrinya tak kunjung mendapatkan anak, walaupun kemarin istri Shiba-sensei baru melahirkan anak laki-laki. Tepat 7 tahun yang lalu ia menangis tersedu-sedu karena ia pikir Kukaku dan Urahara akan meninggalkannya. Tepat 7 tahun yang lalu ia diangkat oleh Dr. Shihouin sebagai anaknya. Tepat 7 yang lalu, ia mulai melupakan penyakitnya. Tepat 7 tahun yang lalu, Ia, Urahara, dan Kukaku mendirikan dojo ini dibantu sahabat-sahabat seangkatan mereka; Shinji, Kyouraku, Ukitake, Unohana, Hiyori dan tepat 6 tahun yang lalu, Urahara mulai aktif sebagai atlet nasional yang keliling dunia, ikut berbagai olimpiade dan kejuaraan. Dan dalam kurung waktu 6 tahun itu, baru 5 kali ia pulang, 6 kali ditambah besok.

Betapa kangennya Yoruichi pada sahabatnya itu. Betapa rindunya ia pada suara dan senyum anehnya.

"Kenapa kamu dan Urahara nggak pacaran aja?" tanya Unohana. Yoruichi terkejut. Ia terdiam sebentar, lalu tersenyum pede menatap Unohana.

"Apapun yang kau tanya soal hubunganku, Urahara, dan Kukaku, jawabannya hanya satu; sahabat. Kami adalah sahabat. Itu saja."

Unohana tersenyum puas mendengar jawaban itu. Bekali-kali Yoruichi berkata seperti itu pada semua orang. Bekali-kali Kukaku berkata hal yang sama pada masyarakat. Berkali-kali Urahara berkata persis seperti itu pada dunia.

Yoruichi mengetik sms cepat. Cukup mendali emas yg kemarin kau menangkan. Cepat pulang! Aku kerepotan mengurus dojo ini!

Sebenarnya ia tak sekerepotan itu. Ada Shinji, Hiyori, Kyouraku, Ukitake, dan teman-teman seangkatan lainnya yang tergabung dalam staf pengajar. Sementara Unohana magang disana, nyambi nyelesein kuliah kedokterannya, menjadi perawat, kalau ada yang luka-luka. Tessai sendiri tinggal di rumah Urahara—yang berhubungan langsung dengan dojo—sebagai pengurus Jinta dan Ururu (yang diangkat menjadi anak oleh Urahara) plus pengurus 'kantin dadakan' dojo. Dojo ini adalah impian Dr. Kisuke yang diteruskan oleh Yoruichi, Kukaku, dan Urahara beserta yang lain. Dojo ini tepat berada di atas puing-puing apartemen tua Urahara dulu. Karena apartemen itu sudah tua, pemerintah menghancurkannya dan langsung dibeli oleh Urahara yang baru gajian (baca: baru menang kejuaraan).

Piip-piip. Ponselnya berbunyi lagi. Baiklah kalau itu yang kau inginkan….

"Selamat ulang tahun, Yoruichi!" sapa seseorang mengalunginya dengan mendali emas mengilat. Yoruichi tertegun sesaat. Betapa familiarnya ia dengan suara itu. Ia segera menoleh. Tebakannya benar.

Urahara Kisuke. Di belakangnya, bersama Kukaku dan staf pengajar yang lain. Yoruichi tersenyum bahagia.

"Kisuke!!" tanpa pikir panjang, Yoruichi memeluk sahabatnya itu.

"Tadaima," bisik Urahara di pelukan Yoruichi.

"Okareinasai," jawab Yoruichi dan Kukaku bersamaan. (A/N: bener ga tulisannya?)

*

Yoruichi memandangi murid-muridnya dari belakang. Mereka semua sudah pulang. Dojo pun sudah sepi. Para pengajar juga sudah pergi dari tadi. Tinggal ia, Kukaku, Urahara, Jinta, Ururu, dan Tessai (iyalah, kan Urahara, Jinta, Ururu, sama Tessai tinggal disitu!).

"Yoruichi," sapa Urahara.

"Dari mana saja kau?"

"Mandi," jawab Urahara mengeluarkan kipasnya. Yoruichi mengangkat sebelah alisnya.

"Sejak kapan selera berpakaianmu jadi seperti ini?" ejeknya. Urahara memakai hakama, topi dan kipas bermotid garis-garis putih-hijau.

"Ehehe… sejak kapan ya?" Urahara menggaruk-garuk belakang kepalanya. Yoruichi mencak-cak. Tiba-tiba Urahara menyentuh ujung rambut Yoruichi.

"Eh? Kenapa?" Yoruichi menoleh ke belakang. Urahara terus memlepas rambut Yoruichi dari tangannya. Itu membuat Yoruichi ingat apa alasannya memanjangkan rambut.

"Lihat, sudah kupanjangkan sesuai permintaanmu kan?" kata Yoruichi.

Urahara tertawa dibalik kipasnya. "Tidak gerah?"

Yoruichi mengerut. Tawa Urahara makin keras. Lelaki itu berbalik, melemparkan sebuah karet rambut pada Yoruichi. Yoruichi menangkapnya gesit.

"Karet rambut?" Yoruichi tertegun. Ia segera menguncir rambutnya menjadi kuncir kuda.

"Nah, gitu kan enak diliat," kata Kukaku yang mendadak muncul, menggendong adik angkatnya, Kaien. "Kisuke, Jinta sudah berteriak minta makan tuh."

"Kan ada Tessai."

"Katanya dia mau masakanmu…," omongan Kukaku terpotong teriakan Jinta.

"Pokoknya aku mau masakannya!! Buat apa punya ayah angkat pintar masak kalau yang masakin bukan diaa???!!!" seru Jinta dari dalam.

Urahara, Kukaku,dan Yoruichi geleng-geleng kepala.

"Iyaaa aku akan kesana!" balas Urahara berteriak. "Baru pulang sudah seperti ini…," keluhnya. Matanya tiba-tiba terpaku pada Kaien dalam gendongan Kukaku.

"Jadi ini adik angkatmu yang baru lahir?"Urahara mendekatkan wajahnya tersenyum pada Kaien. Kaien malah menangis keras. Yoruichi tertawa. Kukaku ngomel-ngomel. Urahara merebut Kaien dari gendongan Kukaku, melempar-lemparnya ke udara dan menangkapnya lagi.

"KI-KISUKEE!!!" seru Yoruichi dan Kukaku terbelalak ngeri. "Kalo Kaien jatoh gimana???!!"

"Ah?" Urahara menoleh pada Yoruichi dan Kukaku, membiarkan Kaien di udara. Mata Yoruichi dan Kukaku melotot.

"AWAASSS!!!"

"OWEEEEEEEE!!!"

"KI-SU-KEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Kau ingin bertanya soal kami. Soal hubungan kami, soal aku, soal dia, atau soal dia. Tunggu—jangan! Jangan, katakan pada kami apa yang ingin kau tanyakan. Tak usah mendengarkan pertanyaanmu, kami sudah tau jawabannya, walaupun kami belum tau apa pertanyaanmu. Jawaban, dari semua yang kau tanyakan soal kami, adalah sahabat. Kami adalah sahabat. Itu saja. Seperti musim panas. Apapun yang kau tanyakan soal panas, soal matahari, hanya ada satu jawabannya; Summer, musim panas.

E N D

Ditunggu repiunya... dan balesan repiu buat Ruki_ya: hehe.. makasih.. dan jawaban kamu benar! Yoruichi memanjangkan rambutnya! cihuy cihuy!

ayo repiu kawan2!!