BinBin : Kyaaaa… Akhirnya bisa update!!! Susah banget nyari waktu buat ngetik. Hiks..Hiks.. banyak tugas neh, apalagi ntar ada ujian nyanyi lagu jepang.

Mayen : Alaaahhh, alesan!! Bukannya lo pacaran mulu beberapa hari ini.

BinBin : *Blushing* Ihh… Ga kok!! Oh ya, makasih atas reviewnya!! Ga nyangka bakal dapet review yang banyak, makasih ya… *meluk yang uda review*. Nah ayo balas review!!

Rukia : Pertama dari Tako-agni, Hahaha.. kocak ya, makasih atas pembenarannya, nie author ngetiknya tengah malem mulu sih.

BinBin : Ya gimana, ide w muncul saat tengah malem. Kedua dari Beby-chan, yupz bener!! Itu Ichigo, kenapa ngaku jadi papa Rukia? Hohoo ntar dijelasin kok sabar ya. Gag, Ibu Rukia ga meninggal, dia kabur ga bertanggung jawab banget ya!

Hisana : Enak aja!! Kan lo yang bikin w jadi kea gitu! Ketiga dari Yumemiru Reirin, maap banget ga bisa update cepet. Iya ini udah apdet, maap ya.

Ichigo : Terus dari Ruki_ya_cH, hahaa.. menderita yak Rukia ku tersayang *meluk Rukia*

Byakuya : *ngeluarin Senbonzakura nodong ke Ichigo* Lepaskan ade kesayangan gw!! Ehem.. next dari Heri the Weird, jangankan tante-tante, Ichigo mah sama nenek-nenek juga demen.

Ichigo : *ga brani ngomong lagi*

Renji : Dari Chizu Michiyo, tau ya? Nie author geblek aja baru baca yang vol 1.

Mayen : Dari Raiko Azawa, Jiahh.. lucu ye kalo Ichi punya anak segede Rukia. Cocoknya jadi pasangan suami istri ye. *Ichiruki mode on*

BinBin : Next dari Yuinayuki-chan, Iya itu Ichi!! *sebel karena dipaksa*, hohoho.. gw juga mau punya papi muda!! Byakkun, jadi papi ku ya…

Hisana : Cih, kalo Byakuya-sama jadi papi lo artinya gw mami lo? Ga sudi w punya anak kaya lo! Selanjtnya dari Ami Uzuki, author, ada yang suka Suju juga neh!!

BinBin : What?! Suka juga! Sama!!! Gw suka Donghae ma Kangin loh!!! *semangat 45 kalo masalah Suju*

Hitsugaya : Dasar E.L.F sejati nie author. Dari Shirayuki Haruna, Hisana merencanakan sesuatu.. Hmm.. kita lihat saja nanti apa yang di pikirin nie author.

Rukia : Dari Rin Primula Bernkastel, wahh.. jangan muntah donk!!

BinBin : Emm.. Bales reviewnya nyambung di bawah ya!! Mohon maap banget karena lama update!!!

Mayen : Makanya jangan pacaran mulu Bin! *noyor BinBin*. Jangan lupa Reviewnya!!!!!

Disclaimer : Bleach punya Om Tite Kubo dan Spring punya Lee Young-you. Cuma ide doank kok dari komik Spring.


My Father?!

Chapter 2 : This Feeling

Genre : Romance/Humor (mungkin)


"Papaku katamu?" Rukia tertegun memandang cowok di depannya.

"Ya, nama ku Kurosaki Ichigo. Ayo kita masuk ke rumah!" seru cowok berambut orange itu sambil menarik tangan Rukia dan memasuki rumah (baca:gubuk).

Rukia masih terdiam, dia terlalu shock mendengar perkataan Ichigo.

'Apa yang terjadi? Kenapa hidup ku malah bertambah rumit begini sih,' Keluh Rukia dalam hati.

"Ukhh.. Berantakan sekali, kau ini cewe apa bukan sih bisa-bisanya punya rumah seperti ini," celoteh Ichigo sambil memandangi isi rumah Rukia yang sangat berantakan dan di penuhi dengan boneka Chappy yang setengah jadi.

"Diam kau jeruk! Kau tidak mengerti betapa sulitnya hidupku," kata Rukia dengan wajah sendu hingga membuat Ichigo jadi tidak enak.

"Ya, maafkan aku putriku," Kata Ichigo sambil menggaruk kepalanya.

"Aku masih tidak bisa percaya kalau kau papaku!!" kata Rukia sambil menunjuk-nunjuk wajah Ichigo.

"Hisana ibumu kan? Dia menikah lagi dengan ku," Balas Ichigo santai sambil memakan keripik di depannya.

"Menikah lagi dengan mu?!!!" Rukia terperanjat.

"Ya," jawab Ichigo sambil tersenyum berseri-seri.

"Jangan bercanda, Mama tidak mungkin menikah dengan daun muda seperti mu," Rukia masih belum percaya pada kata-kata Ichigo.

Ichigo tersenyum lalu mengambil sebuah benda dari tasnya.

"Kalau tidak percaya, coba dengarkan ini," Ichigo menyerahkan sebuah kaset pada Rukia.

"Ehh.. Kaset apa ini? Kok tulisannya aneh," Heran Rukia melihat tulisan 'Poco-poco bersama' pada label kaset itu.

"Karena ga punya uang buat beli kaset baru, jadinya aku make kaset bekas," Jelas Ichigo.

"Dasar ga modal," Rukia memasukkan kaset itu ke dalam tape di sebelahnya.

Rukia menunggu dengan penasaran ingin tahu apa isi kaset itu. Sudah 2 menit berlalu tapi kaset itu belum berbunyi apapun.

"Hoi jeruk, mana suaranya?" tanya Rukia yang sudah mulai bosan menunggu.

"Tidak sopan, panggil aku Papa! Tunggu sebentar lagi," jawab Ichigo sambil mengamati ruangan kumuh tempat dia berada.

"Ahh.. sudah terekam dari tadi ya. Eh, Rukia-chan? Ini Mama," Rukia langsung memandang tape itu.

"Rukia-chan baik-baik saja? Mama sangat mengkhawatir mu, oh iya, Rukia-chan sudah bertemu dengan Ichigo kan? Dia lah yang menolong Mama sangat tersesat di hutan, Mama jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Ichigo itu sangat baik, Ichigo selalu menerangi Mama…"

Klik… Rukia yang jengkel mendengar rekaman itu mematikan tapenya.

"Dalam kegelapan, Ichigo selalu hadir saat Mama membutuhkannya.."

'Sialan!! Apa tape ini rusak, padahal tadi sudah kumatikan tapi kenapa masih bunyi!!' geram Rukia dalam hati sambil terus memencet tombol Off pada tape itu.

"Cinta..Cinta.. Ahh.. Maafkan aku suami ku yang ada di surga.. Rukia-chan, Ichigo adalah Papamu yang baru. Selama Mama mengumpulkan uang tinggalah bersamanya ya.."

BRAAAKKK…..

Rukia membanting lalu menginjak-injak tape itu hingga tape yang malang itu sekarang hanya tinggal puing-puing reruntuhan (?).

"Apa sih yang dipikirkan Mama!! Wanita gila itu…" gumam Rukia sambil terus menginjak-nginjak tape yang baginya sialan itu.

"Groooookkk…." Rukia menatap tajam pada Ichigo yang tertidur lelap di tumpukan boneka Chappy setengah jadi itu.

"Aku bisa makin stres kalau seperti ini!!!!!" jerit Rukia kesal.

'Mustahil aku akan tinggal dengan cowok jeruk itu!!!' gumam Rukia sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.

"Hei putriku yang pendek, kau bisa tambah bodoh kalau memukuli kepala mu sendiri seperti itu," tiba-tiba tangan Ichigo menggenggam tangan mungil Rukia yang sedang memukuli kepanya sendiri.

"Lepaskan tangan ku! Dan jangan panggil aku putrimu, itu menjijikkan. Bukannya kau tadi tertidur lelap kenapa bisa bangun secepat itu?" kata Rukia sambil berusaha melepaskan tanggannya yang masih di genggam Ichigo.

Ichigo mendorong Rukia hingga Rukia terpojok di dinding. Rukia tidak bisa melawan karena kedua tangannya di genggam Ichigo. Kini Ichigo dan Rukia saling berhadapan, tubuh Rukia yang memang pendek hanya sabanding dengan dada Ichigo.

"A-apa yang mau kau lakukan!" Wajah Rukia berubah menjadi sedikit takut dan memerah.

"Mana ada orang yang bisa tidur setelah mendengarmu berteriak hah," kata Ichigo sambil menatap mata violet Rukia dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rukia.

"CEPAT KELUAR DARI RUMAHKU!!!!" teriak Rukia tepat di hadapan Ichigo sambil mendorong tubuh Ichigo.

Ngiiiiiingg….

Telinga Ichigo langsung berdenging bahkan hampir mengeluarkan darah saking kerasnya teriakan Rukia itu.

"Apa yang kau lakukan, gendang telingaku hampir pecah tau!!!" protes Ichigo memegangi telinganya.

"Cowok mesum! Keluar dari rumahku!!" Rukia menyeret Ichigo keluar dari rumahnya.

"Putriku jangan kasar begitu," kata Ichigo dengan wajah innocentnya.

"Siapa yang putrimu, umur kita ga beda jauh tauk!" balas Rukia sambil masih menyeret Ichigo menuju ke depan pagar rumahnya.

'Cowok ini berat sekali sih!' keluh Rukia dalam hati. Tentu saja tubuh mungil Rukia pasti sulit untuk menyeret Ichigo yang badannya lumayan kekar.

"Menyebalkan, kalau saja bukan karena janji itu aku tidak akan mau tinggal di rumah kumuh seperti itu," Kata Ichigo.

Rukia berhenti menyeret Ichigo. "Janji? Apa maksudmu?" tanya Rukia heran.

"Bukan apa-apa, lupakan," Ichigo berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor.

Rukia melompat lalu menjembak rambut Ichigo.

"Bodoh, apa yang kau lakukan!!" jerit Ichigo.

"Ini balasan karena kau bilang rumahku kumuh!!" kata Rukia sambil terus menjambakn rambut Ichigo.

"Memang kumuh kan!! Bahkan kacau balau!!"

"Ku botaki kau jeruk sialan!!!" Rukia semakin ganas menjambak rambut Ichigo.

Melihat keributan Rukia dan Ichigo seluruh tetangga terdekat pun mengerubungi mereka.

"Wahh, pertengkaran pasangan baru tuh," Kata ibu-ibu sambil menggendong anak perempuannya yang masih bayi.

"Anak muda jaman sekarang mengerikan ya," kata ibu-ibu lainnya yang memakai celemek masak.


Rukia berjalan memasuki Karakura High School denga perasaan kesal.

"Cowok jeruk itu menyebalkan sekali!! Siapa ya namanya.. Ah ya.. Ichigo, namanya saja sangat memalukan seperti itu!" kata Rukia sambil memasuki pntu gerbang Karakura High School.

DUUAKKK..

Tubuh Rukia terhempas, saking kesalnya dia tidak melihat kalau di depannya ada orang.

"Kau lagi!!" kata orang yang ternyata Renji itu.

"Ahh… Maafkan aku Tuan muda Renji!" kata Rukia membungkuk

"Kau tidak apa-apa, Rukia?" tanya Renji sambil memakan pisang.

"Tidak.. Eh, darimana tau namaku??" Rukia memandang Renji dengan heran.

"Tentu saja, aku tau semua tentangmu," jawab Renji sambil tersenyum. Semua cowok di sana langsung mau muntah melihat senyuman Baboon satu ini.

"Kira ayo kita pergi," kata Renji pada bodyguard nya yang berpakaian rapi di sampingnya.

Mereka berjalan menjauh dari Rukia.

"Kira, bagaimana gaya ku tadi keren tidak?" tanya Renji pada Kira.

"Sip, anda keren sekali Tuan muda!" jawab Kira mengacungkan kedua jempolnya dengan penuh semangat.

Rukia sedang berjalan di lorong kelas sambil membersihkan roknya yang berdebu karena terjatuh tadi.

"Rukiaaaaaaaaaaaa…….!!!!" Rukia belum sempat menghindar tapi Rangiku sudah memeluk (baca: mencekik) nya.

"R-Rangiku… O-k-s-i-g-e-n..!!!" Rukia berusaha keras melepaskan pelukan maut Rangiku itu tapi tidak berhasil.

"Rangiku, apa kau mau membunuh Rukia?" tanya Momo.

"Ahh.. Maaf ya Rukia, habisnya kau selalu manis, bikin aku gemes aja," kata Rangiku yang akhirnya melepaskan Rukia dari ancaman kematian itu (?).

Rukia langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya. Mukanya memerah karena sesak napas.

"Sudahlah.. Ayo kita ke kelas, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi," kata Momo lalu menarik tangan Rukia dan Rangiku masuk ke dalam kelas.

TENGG….TENGG….

Tidak berapa lama mereka masuk kelas bel pun berbunyi. Lagi-lagi pelajaran pertama hari ini adalah Matematika dan yang pasti Hitsugaya-sensei akan muncul kembali ke hadapan Rukia.

"Hinamori kerjakan soal nomor 3," perintah Hitsugaya-sensei pada Momo yang daritadi Cuma memandangi Hitsugaya-sensei, guru tercintanya itu.

"Uhh..Anuu.. Saya ga tau jawabannya sensei," kata Momo sambil nyengir innocent.

"Ya sudah, kalau begitu biar Kuchiki saja. Ayo kerjakan!" kata Hitsugaya-sensei.

"Apa?! Kok saya lagi sih, saya juga ga tau jawabannya sensei!" Protes Rukia kesal sambil menggebrak mejanya.

"Kuchiki pel lorong kelas mulai dari kelas 2-1 sampai 2-7 SEKARANG JUGA!!!" perintah Hitsugaya-sensei dengan wajah yang sudah seperti monster. *dibantai Hitsugaya Fc*

'Guru boncel sialan!!!!' gumam Rukia sambil mengepel lantai lorong kelas yang panjangnya sampai 100 meter itu.

Rukia melihat Inoue beserta genknya sedang berbincang sambil cekikikan di ujung lorong.

"Haha.. Liat saja kau," Tiba-tiba muncul ide jahil di kepala Rukia.

Rukia berjalan mendekati Inoue dan genknya sambil menyeret pel lantai yang amat sangat kotor.

"Inoue, sepatu baru mu bagus sekali ya," Kata salah satu teman genk Inoue.

"Tentu saja, ini aku beli dari Paris loh kalian tidak mungkin bisa membelinya," Bangga Inoue.

Sreeeett….

Rukia dengan wajah iblisnya sukses menggilas sepatu baru Inoue dengan pel lantai itu.

"Ahh… Maaf Inoue, aku ga liat ada kakimu di situ, gimana ya aku mau mencuci tapi aku takut kalau sepatu mahalmu itu jadi rusak," Kata Rukia dengan wajah innocent lalu meninggalkan Inoue dan genknya.

"Astaga, dia pasti sengaja tu,." Kata salah satu teman Inoue.

"Biarkan saja, dia akan tau akibatnya," Kata Inoue.

'Dasar cewek jorok sialan!!" geram Inoue dalam hati.


"Ahahaa.. Puasnya sudah menjahili Inoue itu," Kata Rukia sambil berlari kecil menuju rumah gubuknya.

"Ini pasti rumah Hisana," Rukia berhenti melihat dua orang ibu-ibu sedang berdiri di hadapan rumahnya dengan membawa beberapa preman.

"Me-mereka kan.." kata Rukia pelan dan mulai berjalan mundur ingin kabur.

"Hei kau.. Ini rumahmu kan!" kata Ibu-ibu gendut itu.

"Kau pasti anaknya Hisana kan?" tanya Ibu-ibu gendut yang satunya.

"Pasti, wajahnya saja mirip sekali! Kalian cepat tangkap anak itu!" kata Ibu-ibu disebelahnya menyuruh preman yang mereka bawa.

Preman-preman itu langsung menangkap Rukia, Rukia tidak bisa melawang karena badannya kecil.

"A-apa mau kalian?!" tanya Rukia sambil tangannya masih di pegangi preman-preman itu.

"Cepat katakan pada kami dimana Hisana!!" kata Ibu-ibu itu sambil memegang kepala Rukia.

"Aku tidak tauu..!!" jerit Rukia. Sebenarnya dia merasa kesakitan dengan perbuatan mereka.

"Kau tau ibumu itu penipu jangan coba-coba menyembunyikannya!!"

"Gara-gara minum obat diet dari ibu mu itu mukaku jadi melebar begini!" protes Ibu-ibu itu.

Para tetangga sudah mengerubungin dan berbisik-bisik tentang Rukia.

"Ohh, jadi dia anak wanita penipu yang sering di beritakan itu," Kata seorang bapak tua berjenggot.

Wajah Rukia memerah malu karena perkataan orang-orang itu.

'Mama… Semua orang menertawaiku. Kenapa aku harus mengalami ini? Aku tidak bersalah.. Mama, bolehkah aku tidak menjadi anakmu untuk sementara. Aku terlalu malu untuk jadi anakmu,' kata Rukia dalam hati.

"Pukul dia sampai mengaku dimana Hisana!" perintah Ibu-ibu itu.

Salah satu preman itu sudah bersiap ingin menampar Rukia tapi ada sebuah tangan menahannya.

"Apa yang mau kau lakukan pada putriku?" kata Ichigo.

'Ichigo?! Dia masih ada disini?'

"Siapa kau?" tanya Preman itu.

Ichigo hanya tersenyum dan langsung memukuli semua preman yang memegangi Rukia.

"Jangan sentuh putriku!" Ichigo terus memukuli semua preman itu.

"Ayo kita pergi saja," Ibu-ibu itu melarikan diri karena takut.

"Kita juga pergi," Preman-preman yang babak belur itu juga ikut melarikan diri.

Rukia cengo melihat semua preman itu babak belur di hajar Ichigo.

"Huhh.. Capenya.." Ichigo langsung terduduk karena kelelahan memukili preman itu.

"Kau tidak apa-apa kan?" tanya Rukia sedikit khawatir melihat bibir Ichigo yang berdarah.

"Kalau Cuma segini sih tidak apa-apa," Jawab Ichigo sambil tersenyum.

Rukia balas tersenyum melihat Ichigo.

"Aku lapar putriku yang pendek, minta makan donk," kata Ichigo membuat Rukia kembali kesal.

Rukia berjalan meninggalkan Ichigo yang masih terduduk sambil tersenyum gaje.

'Orang yang tidak bisa di duga, aku jadi ingin tau sedikit lebih banyak tentang jeruk itu,' gumam Rukia sambil berjalan memasuki rumah gubuknya.

Malam tiba, Rukia mengambil beberapa kardus bekas susu dari gudang.

Bruuukkkk…

Kardus-kardus itu ia letakkan membentuk garis pembatas.

"Putriku yang pendek, untuk apa kardus-kardus ini?" tanya Ichigo heran.

"Tempatmu tidur tidak boleh melewati batas ini, nggak boleh ngintip saat aku ganti baju!" kata Rukia sambil berkacak pinggang.

"Cihh… Siapa juga yang mau mengintip cewek berbadan rata sepertimu." Gumam Ichigo pelan.

"Apa kau bilang?!!" Rukia mengirim death glare ke Ichigo.

"Aku matikan lampu dulu." Kata Ichigo.

Mereka berdua merebahkan diri Rukia di futon bercorak Chappy sedangkan Ichigo hanya tidur beralaskan lantai tapi posisi mereka bersebelahan.

"Jeruk, kenapa kau menikah dengan Mama?" tanya Rukia dalam gelap.

"Dia pandai masak, sejak aku bersamanya aku jadi sering makan tiap hari," Jawab Ichigo.

"Tapi dia kan seorang penipu, orang yang tidak bertanggung jawab. Apa bagusnya kalau Cuma bisa memasak," Rukia menarik selimutnya hingga hampir menutupi seluruh tubuhnya.

"Hisana bukan seorang penipu, dia orang baik dan aku juga senang punya anak perempuan. Apalagi itu anaknya Hisana," Kata Ichigo.

Rukia terdiam. Ia marik selimutnya sampai menutupi kepalanya.

'Benarkah? Aku bahkan tidak pernah berpikiran seperti itu,' Gumam Rukia dalam hati.


"Tuan muda bangun, pelajaran sudah selesai," Kira membangunkan Renji yang sepanjang pelajaran hanya tidur di antara tumpukan kulit pisang yang dia makan.

Renji mengucek matanya, sedangkan semua murid cewe di kelasnya memandanginya dengan kagum.

"Manusia makin lemah pada materi, apa kalau aku bukan anak keluarga Abarai mereka akan menatapku kagum seperti itu," kata Renji sambil berjalan melewati lorong kelas.

"Tidak, Tuan muda sendiri memang benar-berar bersinar kok!!" kata Kira dengan mata berbinar-binar.

"Hmm.. Benarkah," Renji mengambil sepuntung rokok dari dalam saku seragamnya.

"Tuan muda, jangan merokok di sembarang tempat," kata Kira sambil mengipas-ngipas wajahnya karena kena asap rokok Renji.

Renji dan Kira sampai di taman sekolah. Mata Renji langsung bisa menangkap radar kehadiran Rukia di sekitar situ.

"Ahh.. Itu Rukia," kata Renji memperhatikan Rukia diam-diam sambil bersembunyi dalam semak-semak di belakang Rukia.

"Terima kasih sudah membantuku, Rangiku," kata Rukia sambil membawa ember berisi piring kotor.

"Iya, jangan dipikirkan. Dunia ini beragam ya, ada orang sepertimu dan juga ada orang seperti Pangeran Baboon itu," Telinga Renji langsung membesar mendengar gelarnya disebut-sebut,

"Baboon itu hanya bisa berlagak dengan uang dan kartu-kartu emasnya itu, kekanak-kanakan sekali," Kata Rangiku. Renji yang mendengarnya langsung ingin menghajar cewek seksi itu.

"Eh, tapi aku suka tuan muda loh," kata Rukia membuat Renji yang tadinya naik darah jadi terharu.

"Kau menemukan sesuatu yang bagus dari Baboon itu?" tanya Rangiku.

"Begitulah…" Rukia tersenyum manis sekali hingga membuat wajah Renji yang menguping pembicaraan dua sahabat itu memerah.

'Rukia.. Tidak hanya cantik dan manis, dia baik hati..' gumam Renji kesenengan.

"Dia kan banyak uang!!" sambung Rukia dengan semangat.

Tubuh Renji seakan tertusuk dari belakang.

"Mau bagaimana pun penampilannya, tapi dia kan banyak uang," Kata Rukia.

'Rukiaaaaaa teganya kau……' jerit Renji dalam hati, dia langsung nangis gaje.

"Tu-tuan muda.. Anda tidak apa-apa?" tanya Kira yang ga tau mau ngapain lagi.


Rukia berjalan menelusuri lorong kelas sambil membawa ember berisi air kotor bekas mencuci piring.

'Huh.. Berat sekali. Apa tidak ada yang mau membantu ku seperti waktu itu,' gumam Rukia dalam hati.

"Ahh.. Tuan muda Renji," sapa Rukia sambil tersenyum saat ia melihat Renji di depannya namun Renji hanya diam lalu kakinya sengaja mengait kaki Rukia.

Blusssshhh….

Rukia terjatuh dan semua air kotor dalam ember itu membasahi tubuhnya. Renji menatap Rukia lalu menghamburkan banyak uang di hadapan Rukia.

"Lihatlah, kau suka uang kan? Itu untuk bayar laundry, sisanya ambil saja untukmu," kata Renji meninggalkan Rukia yang masih termenung.

"Kenapa kau diam saja padahal Tuan Renji sengaja mengaitmu, apa kau bungkam karena uangnya?" Inoue tersenyum puas setelah mengatakan itu pada Rukia.

Rukia terdiam, entah mengapa ia tidak bisa berucap apa-apa sekarang.


"Sepertinya tadi anda sengaja," kata Kira.

"Bu-bukan kok!" balas Renji sambil duduk di kursi taman lalu mengupas kulit pisang yang akan dia makan.

'Bukan disengaja, entah kenapa saat melihat senyum manisnya, saat melihat wajahnya yang selalu secerah fajar menahan kesedihan, hinaan, apa wajah itu adalah tipuan?' gumam Renji dalam hati.

"Tuam muda Renji," Renji kaget, ia berpaling pada orang yang memanggilnya.

"Rukia? Sedang apa kau disini, apa uang yang aku kasih tadi kurang?" tanya Renji salting.

"Bukan begitu. Aku mau mengembalikan uangnya, aku tidak bisa menerima uang sebanyak ini. Lagipula seragamku sudah kering," Rukia menyerahkan semua uang yang ia terima dari Renji sambil tersenyum.

Renji tercengang, ia begitu terpesona dengan sikap Rukia.

"Aku permisi dulu," pamit Rukia lalu berlari kecil ke arah Rangiku yang sudah menunggunya.

"Cewek itu benar-benar merebut hati ku yang sedingin salju gunung Himalaya," kata Renji pelan sambil memeluk uang yang dikembalikan Rukia.

"Hiks… Tuan muda sudah beranjak dewasa," kata Kira yang nangis gaje sambil guling-gulingan.

"Rukia, kau tidaka menyesal mengembalikan uang itu?" Rukia dan Rangiku berjalan bersama menuju gerbang sekolah.

"Ya, sebenarnya sayang sih tapi harga diriku tidak bisa dibeli dengan uang," jawab Rukia.

Rangiku tersenyum melihat sahabatnya yang sepertinya sudah tobat dari kematreannya itu.

"Rukia, kau mau ku antar pulang?" tawar Rangiku sambil memasuki mobil Volvo merahnya.

"Tidak usah, aku ada kerja sampingan di café hari ini," jawab Rukia.

"Yasudah, sampai ketemu besok ya!!" kata Rangiku melambaikan tangannya pada Rukia lalu pergi dengan mobilnya itu.

Rukia berjalan menuju café yang memang jaraknya hanya 200 meter dari sekolahnya itu. Sesampainya di café itu ia langsung berganti baju memakai pakaian khas pelayan yang manis sekali.

"Huaaaatchhiii… Huaaatchhiii…." Rukia terkena flu gara-gara tersiaram air kotor tadi siang tapi dia tetap memaksakan diri untuk bekerja.

"Rukia-chan sebaiknya kau pulang saja, kondisi mu terlihat buruk," kata pemilik café bernama Urahara itu khawatir melihat Rukia yang dari tadi bersin-bersin.

"Tidak perlu, kalau aku tidak bekerja malam ini aku tidak bisa makan," kata Rukia tersenyum pada Urahara.

Setelah 2 jam bekerja di café itu akhirnya Rukia pulang. Saat ia hendak keluar dari café itu ternyata butiran hujan telah turun deras membasahi bumi.

'Kepala ku pusing, aku harus pulang sekarang,' Rukia dengan nekat menerobos hujan dan berlari menuju rumahnya.

"Hosh..Hosh.." napas Rukia memburu ketika sampai di depan rumah gubuknya.

Ichigo membuka pintu dengan wajah berseri-seri.

"Jeruk, apa bonekanya sudah kau antar semu.." Rukia jatuh tepat di pelukan Ichigo.

"Rukia, kau kenapa?! Mukamu merah sekali!!" Ichigo panik melihat wajah Rukia yang memerah sedangkan Rukia sudah tidak bisa bergerak dari pelukan Ichigo karena lemas.

'Tumben dia memanggilku Rukia, pelukan ini.. Entah kenapa aku merasa sangat nyaman,' gumam Rukia.

Ichigo langsung menggendong Rukia menuju ke kamar. Deg..deg..deg.. Jantung Rukia berdebar sangat cepat.

'Hei, kenapa jantungku berdebar saat di dekat cowok ini,"

Ichigo meletakkan Rukia ke atas futon Chappy lalu beranjak pergi ke dapur untuk mengambil kompres.

'Kenapa wajahnya kusut begitu, aku tidak suka di khawatirkan,' gumam Rukia saat Ichigo kembali dengan membawa kompres dan es yang wajahnya berubah menjadi panik.

"Hei bodoh, kalau kau sakit kenapa ga beli obat di apotik dulu tadi, tidak kusangka kau bisa sakit juga." Kata Ichigo sambil mengompres dahi Rukia dengan air es.

'Dasar bodoh, aku sangat mengkhawatirkan mu tau!' gumam Ichigo dalam hati.

"Coba saja kau tersiram air kotor lalu menerobos hujan," kata Rukia dengan suara yang sangat lemah.

Ichigo memasang tampang heran mendengar kata-kata Rukia.

"Air kotor? Kok bisa? Kau dijahili? Katakana padaku siapa yang menjahili mu, biar ku hajar dia," celoteh Ichigo sambil bergaya sok jagoan.

Rukia tersenyum, baru pertama kali ini sejak ibunya meninggalkannya dia bisa tersenyum seperti ini. Ichigo yang melihat senyuman Rukia langsung memerah.

"Sudahlah, tadi Cuma tidak sengaja kok," kata Rukia.

"Putriku yang pendek, aku beli obat dulu ya.." Ichigo langsung memakai jaket Adidas nya dan beranjak pergi.

"Bodoh, sekarang kan masih hujan," kata Rukia.

"Kita kan punya payung putriku, payung," balas Ichigo sambil mengangkat tinggi-tinggi payung yang ia pegang lalu keluar dari rumah.

Rukia mengerutkan alisnya. "Dari mana dia dapatkan payung itu?" kata Rukia pelan.


Inoue sedang bersantai di kamarnya yang berinterior mewah ala barat itu sambil mencat kuku-kuku nya dengan kutex warna pink saat adiknya masuk dalam kamarnya.

"Kakak.. Semua kalung sudah terkumpul," kata gadis kecil itu.

"Bagus, nih belilah kue Ururu," kata Inoue sambil memberikan sebuah amplop pada adiknya itu.

"Asyik bisa buat beli kue.." seru Ururu kesenangan.

BRAAKKKKK…

Seseorang membuka pintu kamar Inoue dengan kasar.

"Inoue!! Dasar kau, selalu saja menyuruh-nyuruh adikmu!!" kata seorang wanita tua memakai celemek lusuh.

"Ahh.. Ibu, seperti biasa kau selalu lusuh," komentar Inoue.

"Dasar anak pemalas!! Ayo cepat jaga toko sekarang!" perintah wanita yang ternyata ibu Inoue itu.

Dengan malas-malasan Inoue keluar dari kamarnya yang super mewah itu. Terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara kamar Inoue dengan ruangan di luar kamarnya.

"Menyebalkan! Kenapa sih aku harus tinggal di rumah kumuh seperti ini!" gerutu Inoue sambil berjalan menuju ruangan apotik kecil peninggalan ayahnya itu.

***

Ichigo berlari menerobos hujan menuju sebuah apotik kecil, payung yang ia bawa tadi sudah terbang terbawa angin hingga akhirnya dia terpaksa berhujan untuk membeli obat untuk Rukia. Sepanjang jalan ia terus memikirkan Rukia.

'Ternyata dia sangat manis jika dalam keadaan lemah seperti itu," gumam Ichigo sambil terus berlari.

"Tolong obat penurun panasnya," pinta Ichigo pada penjaga apotik berambut orange kecoklatan itu.

Cewek penjaga apotik itu tidak bergeming, dia masih duduk meringkuk memeluk kedua kakinya.

"Hei, aku mau beli obat penurun panas!!" kata Ichigo yang mulai kesal.

"Iya-iya tunggu sebentar.. Nih obat…" Cewek yang ternyata Inoue itu langsung terpesona pada ketampanan Ichigo.

'Busett.. Cakep banget nih orang,' gumam Inoue.

Ichigo langsung mengambil obat itu dan meletakkan sebuah kartu di meja apotik itu karena tidak mau menunggu Inoue yang masih belum sadar dari terpesonanya.

"Kartu kredit??" tanya Inoue heran memandang kartu yang diletakkan Ichigo tadi.

"Orang kaya ya…" kata Inoue pelan dengan tersenyum iblis memandang Ichigo yang lari menerobos hujan.

"Sial, kenapa cewek itu memandangi ku dengan bengong begitu sih! Gara-gara itu aku jadi meninggalkan kartu kredit ku, aku harus mengambilnya besok," gerutu Ichigo sambil membuka pintu rumah gubuk itu.

"Ichigo, kenapa kau basah-basah begitu?" tanya Rukia yang sedang menjahit boneka Chappy yang akan di jual besok.

"Aku kehujanan, payung yang kubawa tadi terbang tertiup angin. Hei sedang apa kau?!" Ichigo sedikit marah melihat Rukia menjahit boneka itu.

"Tentu saja sedang bekerja, semua boneka ini harus di serahkan besok ta.." Ichigo langsung menggendong Rukia.

"B-bodoh, apa yang kau lakukan! Cepat turunkan aku!! Basah tauk!!" wajah Rukia langsung memerah, jantungnya berdegup dengan kencang sekali."

"Putriku, kau seharusnya istirahat. Biar Papa yang mengerjakan semuanya, apa kau tidak sadar mukamu itu sangat merah tauk. Kondisi mu sangat tidak baik," kata Ichigo sambil menggendong Rukia dengan 'bridal style'.

'Bodoh, mukaku memerah bukan karena sakit, tapi karena kau..' gumam Rukia.

"Cepat pejamkan matamu dan tidur!!" perintah Ichigo pada Rukia yang sudah berbaring di futonnya.

"Apa perlu aku menemai mu tidur putriku?" Ichigo sedikit menggoda Rukia.

"Dasar, mana ada Papa yang mesum seperti mu!!" Rukia langsung melempar salah satu boneka Chappy yang ada di sampingnya ke arah Ichigo.

"Hahaha… Semoga cepat sembuh ya putriku," Ichigo tersenyum memandang Rukia yang telah memejamkan matanya dan langsung tertidur pulas.

Oreta awai tsubasa kimi wa sukoshi aosugiru sora ni tsukareta dake sa..

Lagu Alones dari Aqua Timez mengalun dari handphone Ichigo. Dia langsung mengambil handphone Blackberry nya di dalam tasnya.

"Halo.." sapa Ichigo.

"Ahaa.. Ichigo, bagaimana keadaan mu dan Rukia?" balas orang yang menelpon itu.

"Sangat buruk!! Rukia sekarang demam tahu!!" bentak Ichigo.

"Fufufu.. Kedengerannya kau sangat mengkhawatirkannya.." goda orang di telpon itu.

"Hmm.. Begitulah.." balas Ichigo malu-malu.

"Jadi bagaimana? Kau mau kan?"

"Ya, aku sudah berjanji pada ibuku untuk melakukannya," Jawab Ichigo.

"Kau benar-benar anak yang patuh ya, aku ingin sekali punya anak sepertimu,"

"Dan.. Sepertinya aku mulai menyukai anak mu itu, Tante Hisana," kata Ichigo.

"Baguslah kalau begitu.."

---To Be Continued---


BinBin : Iyeii… Gimana? Gimana? Bagus ga, perlu tiga hari buat nyelesainnya loh.

Mayen : Lanjutin bales review!! Dari Rabichan kawaii na, wahahaa.. seneng banget kayanya lo. Wah, Inoue mau di bazooka? MANTEP!! HAHAHA

Inoue : What? Gw mau di Bazooka, sialan lo!! *nyekik Rabichan*. Next dari The Silver Ones, manggil author mah Binbin aja.

Rukia : Dari risa toushiro20, Wahh.. Ichigo lo di bilang setan tuh, eh Histugaya ada yang mau jadi kakak lo neh.

Ichigo :Apa! Setan? Enag aja gw yang ganteng gini di bilang setan!!
Hitsugaya : HAH?!! Mau jadi kakak gw!

Renji : Next dari Hikari kinomoto, Hahahaa… gw kan memang selalu keren!! Ehh?? Mau pair ByaRuki?

BinBin : Pair ByaRuki mah di fic w yang Sweet Senbonzakura itu. *promosi*

Byakuya : Dari Ni-chan d'sora Yuki, penasaran? Makanya ikuti terus ya.. *ngedipin mata*

BinBin + Mayen + Hisana : *Nosebleed-tepar*

BinBin : NaMie AmaLia, makasih uda di bilangin ya. Hah? Tunangan? Hmm.. boleh juga.. hohoho

Ichigo : Dari RieBazz Amerago, bisa aja donk kalo si author sarap ini mau. Ga rela Rukia sama Renji? Yaeyalah, Rukia tuh Cuma milik gw!!
Byakuya : Bisa-bisanya lo ngemenk gitu, Rukia itu cm punya gw!! Next The Great Kon-sama, Woii jangan pingsan donk!!!

Mayen : Lalu dari Sunako-chan, makasih ya udah review semua fic author yang gaje itu. Hoooo.. Tauk dah apa yang ada di pikiran Bin…

Rukia : Dari MayonAka-nO-shAdOw-GirL, ribet dah namanya, Yeah!! Gw ga akan kalah dari Inoue yang ternyata miskin ini!! Sok banget !!

Hitsugaya : Terakhir dari Hiru Shirosaki, uhh.. iya mentang-mentang badan gw boncel ni author bikin w mpe kaya gitu. Hohoo.. tebak aja dah.

BinBin : Makasih ya reviewnya!!! Ayo jangan lupa reviw lagi!!!!

All Character : Sampai jumpa di chapter 3!! *ngelambain tangan*

TEKAN IJO-IJO DIBAWAH DENGAN PENUH SEMANGAT!!!!!