Eyeshield 21© Yusuke Murata & Inagaki Riichiro

Winter and Spring© Me
For Eyeshield 21 Award September: Season

WARNING: Gaje, abal, norak, sok romance, maksain humor, bahasa gaul nyelip, tema dimasuk-masukin, typo nggak jamin, paragraf berantakan, super OOC, dan segalanya yang nista.

Don't Like? Don't Read!


.

.

Kalau salju mencair, jadi apa?

Tentu saja air.

Salah! Jadi musim semi!

.

.

Percakapan yang terjadi kemarin terus mendengung di telinga Shin. Sulit dilupakan—bukan karena kejeniusan otaknya dikalahkan oleh pernyataan nonscience Wakana, tapi karena pertama kalinya sebuah pertanyaan membangunkan musim semi di hatinya yang dingin dihembus salju abadi.

"Shin!" Ootawara memanggilnya di ujung lorong.

"Ada apa?" sahutnya dengan dingin.

"Hiii, kau dingin sekali sih! Seperti musim dingin, saja!" Ootawara memukul punggungnya dengan segenap kekuatan yang ada—namun tidak masalah karena bench-press mereka nyaris serupa. "Senyum sedikit, dong!" Ootawara menarik dua sisi pipi Shin yang dingin secara brutal sehingga terbentuklah tampang yang mengerikan.

"Ootawara!" Takami menepis tangan kanan besar Ootawara yang sedang asyik 'memijit' pipi Shin. Semata-mata untuk melindungi nyawanya. "Shin, kamu dipanggil pelatih, tuh." Kata sang Quarterback berkacamata itu pada Shin.

Shin hanya mengganggukkan kepalanya, lalu pergi dari hadapan dua orang sahabat baik itu. "Baik."

'Tadi Ootawara bilang "seperti musim dingin" ya?,' batin Shin. Seraya menggosok pipinya yang melar.

.

.

"Jogging mulai subuh?"

"Memang terdengar nekad, tapi mulai besok kuminta kau pergi jogging mulai subuh setiap hari," pelatih Shogun menjelaskan.

"Bukankah itu―"

"Menyakiti darah memang―" pelatih memotong perkataan Shin, "―tapi itu efektif untuk kekebalan dan meng-'adatapsi' kedua kakimu terhadap hawa dingin," pelatih kembali menjelaskan. Memang ada benarnya kalau kekebalan-dan-meng-'adatapsi'-blablabla nya sama dengan bunuh diri.

"….." Shin diam seribu bahasa. Meski begitu dalam batin ia berkata, 'Tak bisakah pelatih memilih musim yang tepat?'

"Kau sanggup?" tanyanya.

"Tentu saja."

Selesai pembicaraan, Shin pergi keluar dari ruang guru.

KREK

"Wuah!" teriak seseorang dari balik pintu. Ternyata Wakana, "Eh, Shin. Sedang apa diruang guru?" tanyanya.

"Dipanggil pelatih," jawabnya singkat. "Kau sendiri?"

"Ah, aku mau ke ruang guru, menyumpulkan tugas. Shin dipanggil kenapa?"

"Dipanggil pelatih, katanya besok pagi-pagi buta aku akan jogging."

BRUK

Buku-buku yang sedang dijinjing Wakana berjatuhan ke lantai, saking kagetnya.

"Yang benar? Itu 'kan berlebihan! Pagi-pagi 'kan pasti dingin sekali…!" protes Wakana sambil mengumpulkan bukunya yang berserakan dibantu Shin.

"Akan kulakukan apapun untuk menang...," ujar Shin. Kini giliran Wakana yang memandanginya heran.

"Shin benar-benar seperti musim dingin…," kata Wakana pelan.

"Apa?"

"Aah! Tidak! Tidak apa-apa, kok!" jawab Wakana penuh kepanikan seraya mengibas-ngibaskan tangannya.

"Kau bilang, "Shin benar-benar seperti musim dingin", 'kan?"

"Euh―iya…"

Shin memalingkan wajahnya, terdiam. Wakana meneguk ludah. Kalau dipandangi dengan tajam, ada seberkas rona merah sebesar amoeba di pipi Shin. Wakana mengangkat alis kanannya, heran.

"…AAAH! Ti-tidak kok, Shin! Walaupun aku bilang "Shin seperti musim dingin" aku nggak berpikir Shin LUCU kok!" tepis Wakana panik dengan wajah memerah.

Hening.

'Ka-Kalau tidak salah…kemarin aku juga pernah bilang aku suka musim dingin 'kan..?' Wajah gadis berkuncir kuda ini kembali merah padam. "A-Aku kembali ke kelas dulu ya, Shin!" Wakana berlari meninggalkan Shin karena rasa malunya yang tidak bisa dibendung lagi.

Shin memandanginya sambil kembali terdiam. "Bukannya tadi dia bilang mau ke ruang guru…?"

'Satu-satunya hal yang membuatku berpikir kau mirip musim dingin, karena… kau selalu berjuang gigih kapan pun sampai tujuanmu tercapai. Seperti musim dingin, selama apapun, sedingin apapun, sebeku apapun musim dingin, musim semi pasti datang sebagai hasil,' batin Wakana sambil berlari di koridor.


A/N: Beuh, Shinnya talkactive DX Lagi-lagi saya nyolong kata-kata dari manga Fruits Basket.. yang sedingin apapun, selama apapun, blablabla itu..XD

Mind to Review sebelum baca chapter selanjutnya? *dibakar rame-rame*
For next chapter -}