Disclaimer :
Naruto dan seluruh chara Akatsuki itu saya yang punya ( di tendang Masashi Kishimoto ) bohong, yang punya Masashi Kishimoto.
Summary :
Sama kayak chapter 1.
Baca aja sendiri!
Warning :
OOC, Gaje, Bisa menyebabkan anda sesat, DLL.
Setelah perjuangan sampai titik darah penghabisan, mari kita mulai fic ini dengan membaca basmalah. *?* ( kayak membuka acara aja ) ^_^
Saya juga berterima kasih pada semua yang semua yang me-review saya mengucapkan thank you thank you very much. * di keroyok readers karena kebanyakan bacot *
Ya udah fic ini sekarang dimulai!
Don't like don't read
VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV
Chapter 2
Sekarang sudah satu hari sejak perdebatan gaje para makhluk dari Akatsuki karena Hidan yang mengajak para anggota Akatsuki masuk aliran DJ ( Dewa Jashin ), apakah yang akan dilakukan para anggota Akatsuki di hari yang suram *?* ini? Ayo kita liput satu persatu dari anggota Akatsuki di kamarnya masing-masing. ( maksudnya cabang goa ).
Pertama kita lihat Itachi memulai paginya sebelum melaksanakan rencana Hidan.
Dia adalah anggota Akatsuki yang paling pertama mandi dan sekarang sudah selesai lalu dia berjalan ke sebuah meja dengan cermin 32 inch ( kayak tipi aja ), rexona, ponds, berbagai macam krim anti keriput yang mahal! ( padahal Cuma barang murahan soalnya bendaharanya kan si Kakuzu ) * di iket Kakuzu *
"Hehehe dengan krim anti keriput ini pasti keriputku berkurang," kata Itachi sambil ngoles-ngoles keriputnya yang ada sejak dia lahir.
"Hmmmmmm…," gumam Itachi sambil melihat-lihat cermin yang memantulkan wajahnya yang keriputan kayak kakek-kakek. * di jewer Itachi *
"Aneh juga ya kok Sasuke gak keriput kayak gue," kata Itachi yang iri dengan adiknya yang gak keriputan kayak dia.
Ayo sekarang kita lihat apa yang di lakukan Deidara di kamarnya. Terlihat seekor makhluk yang nggak jelas gendernya sedang tidur dan beberapa meter di sebelah nya ada jam beker. Apa jam beker itu di beli? Tentu tidak karena bendahara super pelit dari Akatsuki a.k.a Kakuzu tidak akan membuang uang hanya untuk jam beker. Itu adalah jam beker buatannya sendiri dari tanah liat peledak sebentar lagi jam itu akan meledak dan….
DUAR! begitulah suara yang terdengar dan membuat sang banci* di geplak Deidara* terbangun dari peristirahatannya karena terjatuh dari kasur bekas penuh tambalan. ( soalnya Kakuzu kan pelit jadi dia ngambil kasur bekas di tempat pembuangan akhir dan di tambalnya )
"Sudah pagi ya un. Mau siap-siap dulu ah un," kata Deidara yang bersiap-siap untuk pergi ke ruang tengah Akatsuki.
Sekarang kita lihat Sasori yang memulai harinya. Ternyata dia masih tidur dan sedang meluk boneka Teddy Bear miliknya. Tapi tiba-tiba dia terbangun karena dia mimpi buruk di kejar-kejar boneka Barbie miliknya yang sudah di gundul olehnya. Di mimpi itu boneka Barbie miliknya itu membawa golok dengan wajah sangar. *?*
"Untung aja gue bangun! Kalau enggak, bisa di mutilasi gue ama tuh boneka Barbie," kata Sasori yang ngos-ngosan karena di mimpinya itu dia lari sekuat tenaga bahkan dia tersandung karung berisi uang *?* yang di ketahui milik rentenir bercadar kita. * di bogem Kakuzu *
Sementara itu Tobi…..
"Tobi anak baeeeeeeeek!," teriak seorang yang memiliki jiwa muda dan semangat berkobar sambil lari-lari kayak anak kecil lagi main kejar-kejaran ama preman. *?*
Tentu saja itu bikin para Akatsuki's members yang masih ngorok langsung bangun dan shock. Para Akatsuki's members yang udah bangun ( Deidara, Itachi, dan Sasori minus tobi ) cuma berbincang-bincang masalah mengenai aliran DJ yang nanti akan mereka anut.
"Kerja bagus Tobi jadi kami gak perlu bangunin lagi leader dan yang lainnya," kata Itachi yang lagi meminum air putih. ( maklum Akatsuki itu kan organisasi kriminal yang paling kere ) * di rajam Akatsuki *
"Ini cuma masalah kecil senpai!," kata Tobi sambil menunjukkan jempol kakinya ke arah Itachi.
"Woy Tobi kalau loe mau bangunin orang jangan teriak!," kata Pein yang marah plus sewot karena dia enak-enaknya mimpi di kerumunin cewek sexy di pantai tapi malah berubah jadi mimpi tsunami gara-gara Tobi teriak-teriak.
"Huaaah…. Ngapain sih loe bangunin kita-kita semua Tob," kata Konan yang sedikit kesal karena dia tadi mimpi jadi penyanyi keong racun *?* tapi malah terbangun gara-gara Tobi teriak gaje.
"Uwaa! Where is my money!," kata Kakuzu yang tadi mimpi jadi orang kaya raya dan lagi mandi uang receh dan pakai baju dari uang kertas yang ditempel-tempel. ( pasti bau badannya tuh )
"Demi DJ! Ya Jashin! Jangan bertengkar di pagi hari berbuat baiklah di pagi hari," kata Hidan yang meniru adegan dari iklan Axis.
"Salah elo semua pada tidur kayak kebo un! Gue Danna ama Itachi yang nyuruh si Tobi buat bangunin elo pada jelas un?," kata Deidara sangar kayak preman kampung berwajah banci taman lawang. ( di seruduk ama Deidara )
"Eh loe nantang gue hah!," kata Pein yang tersinggung dengan nada bicara Deidara dan gak kalah sangar.
"Udah-udah cukup! Jadi gak kita pergi," kata Hidan sambil melerai pertikaian antara Pein dan Deidara yang semakin memanas.
"Emang kita mau kemana senpai?," tanya Tobi yang lagi melahap lolipopnya dengan ganas.
"Masa lupa Tob. Kita kan mau pergi ke KUAK ( Kantor Urusan Agama Konoha )," kata Zetsu yang muncul tiba-tiba dan menjelaskan kepada Tobi kemana mereka mau pergi.
"Oooooooooooooooooooooooooh," kata Tobi ber oh ria.
Lalu mereka pun menuju desa Konohagakure tapi jalan mereka enggak mulus-mulus amat soalnya di tengah perjalanan dompet milik Kakuzu jatuh kelubang yang sangat dalam dan hal itu bikin Kakuzu nangis-nangis bombay ditempat kejadian dan membuat anggota Akatsuki yang lain kerepotan karena harus menghiburnya supaya berhenti nangis padahal sebenarnya uang yang ada di dompetnya Cuma 10 ryo aja. Lalu terjadi juga insiden yang menyebabkan Pein jatuh dengan wajah dibawah dan membuat semua anggota Akatsuki ketawa ngakak minus Pein setelah kejadian itu Pein ngambek dan dia menggembungkan pipinya dan tak mau bicara lagi. Akhirnya setelah melewati 99 halangan dan 10 rintangan *?* akhirnya semua anggota Akatsuki sampai di depan gerbang Konoha. Tapi tentu saja ini membuat dua penjaga gerbang Konoha aneh bernama Kotetsu dan Izumo ketakutan sampai-sampai mereka mau pipis di celana soalnya ada rombongan criminal yang udah terkenal sedunia ninja karena kejahatannya dan ke kereannya. * di kubur hidup-hidup ama Akatsuki *
"Eh! Kotetsu gawat ada Akatsuki! Bergerombol lagi," kata Izumo pada Kotetsu yang ada di sebelahnya.
"Iya bener bisa tepar kita di sini kalau bertarung lawan mereka. Kabur yuk," kata Kotetsu ke Izumo.
Mereka bersiap untuk kabur dengan diam-diam tapi mereka di tahan oleh Kakuzu yang memeluk *?* mereka erat-erat. Lalu dia menatap mereka dengan tatapan dingin sedingin es cendol. *?*
"Hayo mau kabur ya," kata Kakuzu yang masih memeluk mereka berdua erat-erat.
"Enggak mas aye mau makan soto di warung," kata Izumo dengan logat Betawinya.
"Mau makan soto ya berarti punya duit dong," kata Kakuzu lagi.
"Iya kalau gitu lepasin kami dong laper nih perut aye gak mau kompromi nih," kata Kotetsu.
"Gue mau lepasin elo pada asal beriin tuh duit kalian ke gue. Kalau nolak gue bantai kalian sampai wajah kalian bonyok kayak kaleng penyok," kata Kakuzu dan membuat mereka berdua merinding kayak handphone yang berdering. *?*
Akhirnya mereka berdua menyerahkan seluruh duit mereka pada Kakuzu tapi Kakuzu yang nggak percaya itu seluruh harta mereka langsung menggeledah mereka berdua untuk menemukan duit simpanan dan alhasil dia dapat lagi duit setelah menggeledah kolor milik Kotetsu dan Izumo. *?* Dan tiba-tiba Asuma muncul dari balik atap bak cicak. * di silet Asuma *
"Woi lepasin anak buah gue makhluk Arab dari akatsuki!," kata Asuma yang melihat Kakuzu yang baru mau melepaskan Kotetsu dan Izumo.
"Eh Zu lama banget. Ngapain lo," tanya Hidan pada Kakuzu.
Lalu Hidan langsung kaget plus shock melihat Asuma bukannya di film ama di komik ia udah bunuh Asuma sampai tewas. Dia melongo sampai surat dari author jatuh dari langit.
"Ini fic gue bukan Naruto versi Masashi Kishimoto kalau aku ikutin versi yang asli elo masih terkubur hidup-hidup di hutan apalah itu," kata Hidan sambil membaca surat dari author yang ganteng ini. * plak *
"Oooooooooo," kata Hidan yang Cuma bisa ber oh ria sehabis baca surat dari author.
"Eh lo kan orang yang gak bisa mati dan bunuh gue di film kan!," teriak Asuma pakai TOA yang di colong dari salesman yang lagi promosi keranjang sampah. *?*
"Iya emang napa? Mau gue santet lagi elo," teriak Hidan sambil bersiap-siap dengan celuritnya *?* dia cuma bisa cengo kenapa senjata kebanggaannya jadi celurit buat nebas rumput sudah gitu karatan lagi. "Woi author! Senjata gue sabit bukan celurit! Gak elit banget sih!," teriak Hidan kelangit pakai TOA yang di rebut dari Asuma. Orang-orang yang ada di situ cuma ketawa ngakak.
"Udah-udah sabar orang sabar di sayang ama DJ," kata Asuma. *?* ( sejak kapan Asuma ikut aliran DJ? )
"Iya bener juga dan untuk kau author urusan kita belum selesai!," kata Hidan sehabis diberi pencerahan oleh Asuma. *?*
"Ayo kita semua masuk!," perintah sang leader Akatsuki dengan tegas dan dengan air liur satu ember. *?*
"Enggak boleh! Kalian kriminal kalian gak boleh masuk ke Konoha!," teriak Asuma dengan semangat.
"Kalau gitu elo nantang kita semua ya. Di film aja elo kalah ama Hidan jadi gue nggak perlu tanda tangan," kata Pein yang salah ngomong.
"Leader salah ngomong un! Yang bener turun tangan un! Turun tangan un!," teriak Deidara pada Pein yang salah ngomong.
"Oh begitu ya. Aku ulang! Kalau gitu elo nantang kita semua ya. Di film aja elo kalah ama Hidan jadi gue nggak perlu turun tangan," kata Pein yang sudah diberitahu kata-kata yang benar.
"Jangan meremehkan gue ya! Gue ini juara satu kalah main Shogi!," kata Asuma yang merasa terhina.
"Yeee. Kalah main Shogi kok di banggain sih. Stres nih si Jenggot Kambing," kata Itachi yang membuat di dahi Asuma ada empat siku-siku.
"Eh keriputan jangan ngehina gue lo! Ciat!," kata Asuma sambil menyerang Itachi dengan pisau cakra miliknya tapi…
"TSUKUYOMI!," kata Itachi dan membuat Asuma langsung bengong kayak Patrick di film Spongebob Squarepants.
"Ayo kita masuk," kata Pein yang mengkomando agar semua anggota Akatsuki masuk ke Konoha dan semua anggota Akatsuki pun memasuki Konoha kayak mau tamasya. *?*
"Wah disini ada jual krim anti keriput gak ya," kata Itachi sambil celingak-celinguk kayak mau maling rumah orang. * di injek Itachi *
Tidak jauh dari sana kira-kira beberapa meter ada kedai makanan dan setelah di close up di sana ada tim Taka yaitu Sasuke, Juugo, Suigetsu, dan Karin yang lagi minum teh hijau.
Mereka sedang berdiskusi tentang rencana penghancuran Konoha.
"Gimana ya cara ngancurin di desa," kata Sasuke sekaligus minum teh hijaunya.
*?*
"Gw punya usul nih Sas! Gimana kalau kita cabutin aja paku-paku di semua bangunan di desa ini dan alhasil satu desa nih ambruk semua deh," kata Suigetsu pada Sasuke tanpa dipikir terlebih dahulu.
"Punya otak gak loe! Bisa berhari-hari nyabutin paku dari semua bangunan di Konoha! Coba aja loe itung tuh bangunan di Konoha," kata Sasuke kepada Suigetsu yang oon. * di cakar Suigetsu *
"Dari pada gitu kita serang aje nih desa pakai jurus loe Kirin beres deh," kata Juugo yang angkat suara. ( emang suara bisa di angkat )
"Oh ya! Kalau gitu ayo kita h…," kata Sasuke tapi terhenti karena dia melihat sosok yang tidak asing lagi apalagi keriputnya.
"Hantu? Mana hantu?," kata Suigetsu asal-asalan.
"Bukan bego! Aku melihat kakakku," kata Sasuke yang langsung mengamati gerak-gerik kakaknya.
"Ya sudahlah ayo kita hancurin aja nih desa supaya kita bisa hidup dengan tenang," kata Karin ke Sasuke sambil melahap Sukiyaki yang baru di pesannya tapi rombongan Akatsuki yang mendengar kata-kata Karin langsung mendatangi mereka di kedai makanan itu.
"Woi jangan ngancurin nih desa!," kata Itachi yang langsung teriak sambil mengeluarkan hujan lokalnya dan langsung saja Karin, Juugo, dan Suigetsu nutupin makanan dan minumannya dari serangan hujan lokal Itachi.
"Tapi kenapa kak? Kenapa? Bukannya satu klan kita di bunuh demi kedamaian nih desa. Kenapa?," kata Sasuke lebay dan mendramatisir suasana.
"Itu karena….," kata Itachi yang membuat orang penasaran.
"Apa kak? Apa?," teriak lagi Sasuke ke Itachi yang nggak nyelesain kalimatnya.
"Soal nya gue mau cari krim anti keriput nih jadi jangan ancurin nih desa lagipula gue ama semua anggota Akatsuki lain mau ada urusan ke KUAK jadi jangan di ancurin ya," kata Itachi ke Sasuke yang langsung dari rindu langsung mau membantainya.
'Sialan tuh gue pikir alasan yang bagusan dan penting kek, ini malah nyari krim anti keriput,' batin Sasuke setelah mendengar perkataan dari Itachi.
Kemudian tiba-tiba saja muncul orang berkepala durian yang di cat kuning dan berkumis kucing datang bersama wanita berjidad bandara dan memiliki rambut warna pink yang jelek banget. * di banting dan di tempeleng ama Naruto dan Sakura *
"Eh Naruto itu Sasuke dan para anggota Akatsuki!," kata Sakura ke Naruto.
"Iya ayo kita tanya mau apa mereka di desa kita," kata Naruto yang membalas perkataan Sakura dan dia juga penasaran masa para Akatsuki yang biasanya cuma berpasangan sekarang datang bergerombol kayak sapi di peternakan.
Lalu si Sakura pun menepuk bahu salah satu anggota Akatsuki itu yang memiliki rambut merah yaitu Sasori. Si Sasori yang di tepuk bahunya langsung terkejut sampai loncat.
"Eh Suster Ngesot!," kata Sasori yang terkejut karena bahunya di tepuk oleh Sakura.
"Rabun ya lo, wanita cantik bahenol gini di bilang Suster Ngesot," kata Sakura yang narsisnya kelebihan dosis.
"Mana mungkin elo cantik jidad aja kayak lapangan Basket cantikan jug ague," kata Karin yang nggak kalah narsis ama Sakura.
"Enak aja lo nggak ada cantik-cantiknya! Yang ada elo yang lebih jelek dari gue dasar rabun ayam!," kata Sakura yang tidak setuju dengan kata-kata Karin.
"Enak aja lo! Gue gak rabun! Mata gue cuma rabun jauh!," balas Karin gak kalah hebohnya.
Kemudian Sakura yang emosi langsung menampar wajah Karin lalu Karin membalas dan akhirnya mereka berdua malah berkelahi sampai akhirnya mereka berdua di lerai ama Suigetsu dan Naruto dan akhirnya mereka berdua bisa melerai keduanya setelah kena tonjokkan Karin dan Sakura. Yang melihat perkelahian itu Cuma bisa sweatdrop.
"Eh lo kan Pein ngapain lo disini?," kata Naruto yang melihat makhluk ber pierching di sebelahnya.
"Emang napa hah? Apa urusan loe bocah Kyuubi? Terserah gue mau di sini kek disana kek," kata Pein sangar dengan logat premannya.
"Enak aja gue bukan kakekmu! Amit-amit jabang bayi deh! Ogah gue punya cucu wajah abstrak kayak lo," kata Naruto yang mendengar kata "kek" dari kalimat yang di ucapkan Pein.
"Wajah gue masih ada bentuk lihat nih!," kata Pein sambil unjuk gigi.
"Udah Pein sabar aja gak usah di peduliin tuh anak," kata Konan dengan bijaksana.
"Sigh. Ok Kon gue juga gak mau berurusan dengan jinchuuriki mesum kayak dia," jawab Pein ke Konan sambil menunjuk-nunjuk Naruto yang ada di hadapannya.
"Lo itu kan sama aja kayak dia leader," kata Kisame yang membuka aib Pein ke semua orang yang ada di sana.
"Pantes aja elo kan murid Sennin Mesum pantas aja sama mesumnya," kata Naruto yang membuat Pein bergidik karena dia gak mau image coolnya *?* rusak.
"Enak aja! Jangan samain gue ama guru Jiraya! Gini-gini gue ini sebenarnya anggota Akatsuki yang memiliki wibawa paling tinggi!," teriak Pein yang tidak mau di katakan mesum.
"Hmmm. Begitu ya kalau gitu gue test aja elo!," kata Naruto lalu setelah itu dia langsung menggunakan Oiroke no Jutsu di depan Pein dan alhasil si Pein langsung nosebleed di tempat dan pingsan terkapar dengan hidung berdarah sementara itu si Deidara langsung nutupin lubang di topeng Tobi di sebelahnya si Sasori melihat nya dengan seksama. ( ketularan virus mesum Pein )
"Astaga! Ampuni leader Ya Jashin tolong beri leader hidayah agar tidak mesum lagi," teriak Hidan dan setelah itu dia langsung membaca mantra yang aneh. Dan kemudian si Jiraya datang ke sana dan melihat keadaan karena dia mendengar kalau Akatsuki menyerang desa bergerombol dan dia langsung terkejut melihat mantan muridnya Pein tergeletak bersimbah darah. *?*
"Eh Konan kenapa nih si Pein a.k.a Yahiko a.k.a Nagato?," tanya Jiraya pada mantan muridnya itu.
"Ini tadi dia bla bla bla… ( author malas nulis )," kata Konan yang menjelaskan ke Jiraya apa yang terjadi pada Pein dan Jiraya langsung mengerti.
"Ok dah gue sadarin aja nih Pein," kata Jiraya pada Konan.
"Tapi gimana caranya un!," kata Deidara yang ikut dalam perbincangan mereka.
"Ok lihat baik-baik ya anggota Akatsuki cara menyadarkan Pein yang baik dan benar," kata Jiraya kepada anggota Akatsuki.
"Oi Pein mau ikut gak ngintip cewek di pemandian air panas," kata Jiraya di telinga Pein dan akhirnya Pein bangkit dari kubur. *?* ( ralat maksudnya bangkit dari pingsannya )
"Gue ikut mana-mana! Gue gak sabar nih!," teriak Pein gaje yang membuat semua orang dalam radius satu kilometer langsung sweatdrop. *?*
"Oh mau ikut kalau gitu ikut gue," kata Jiraya sambil mengulurkan tangan kepada Pein yang lagi duduk di tanah dan mereka berdua pun pergi bersama-sama ke pemandian air panas untuk mengintip cewek mandi.
"Wah si leader malah pergi buat ngintip cewek yaudah kita pergi aja langsung ke KUAK," kata Hidan mengomando semua anggota Akatsuki minus Pein.
"Eh tunggu dulu emang kalian mau ngapain pergi ke KUAK?," tanya Naruto kepada Hidan dan anggota Akatsuki lain yang mau pergi ke KUAK.
"Aku mau ngantar nih para orang sesat yang mau bertobat dari kesesatannya," kata Hidan seperti ustadz.
"Perasaan elo aja sesat," kata Naruto ke Hidan.
"Enak aja gue gak sesat! Lagian mereka mau masuk aliran DJ kok," kata Hidan yang membantah kata-kata sesat dari Naruto.
"Oh yaudah kalau gitu Sakura ayo kita cari guru Kakashi," kata Naruto pada Sakura. "Dan kau Sasuke ngapain lo disini jangan-jangan mau ngancurin desa ya," kata Naruto lagi sambil menoleh kearah Sasuke.
"Benar sekali Naruto akan ku cukurkan desa Konoha ini," kata Sasuke yang salah ngomong.
"Yang bener hancurkan! Bukan cukurkan!," kata Suigetsu membisiki Sasuke yang tidak bisa di golongkan membisik tapi terdengar kayak teriak aja.
"Oh iya ya. Itu maksudku! Ralat-ralat!," kata Sasuke kayak radio butut yang udah rusak dan siap untuk di buang di tempat sampah * di cincang Sasuke * sementara Naruto dan Sakura sweatdrop di tempat melihat kelakuan aneh bin ajaib tak mereka sangka dia yang sikapnya dulu cool sekarang berubah menjadi error bin semprul.
"Eh Dan kita lari aja yuk daripada terlibat dalam perbincangan mereka," kata Kisame yang nggak mau ikut-ikutan nanti dia jadi terlibat perkelahian dua tuyul a.k.a Sasuke dan Naruto. * di Chidori dan Rasengan *
"Eh kami cabut dulu ya semoga DJ menyertai kalian semua," kata Hidan pada Tim Taka, Naruto dan Sakura.
"Eh Hidan senpai dimana sih KUAK Tobi penasaran nih," kata Tobi sambil mengemut lolipop yang di colong dari anjing liar. *?*
"Nanti juga sampai kok, ikutin aja gue dan Konan nanti panggil leader pakai telepati nanti ya biar dia tau lokasi kita di mana," kata Hidan panjang lebar dan memerintah bagaikan seorang ketua.
"Ok Dan! Tapi nanti aja gue telepati si Pein sewaktu kita sampai ke KUAK," jawab Konan kepada Hidan.
"Oi Hidan kita bener gak nih jalan kita un. Jangan sampai kesasar un," kata Deidara ke Hidan.
"Iya, iya, gak mungkin juga gue kesasar waktu nyari bijuu aja gue nggak pernah kesasar gue ini kan shinobi yang professional," kata Hidan menjelaskan sekaligus menyombongkan dirinya pada semua anggota Akatsuki minus Pein yang lagi ngintip cewek mandi dengan Jiraya.
"Yeee enak aja padahal gue yang sering nunjukin lo jalan waktu ada jebakan aja elo gak sadar padahal itu cuma jebakan buat nangkep monyet elo malah kejebak dan minta bantuin gue," kata Kakuzu dengan nada mengejek dan membuat semua anggota Akatsuki minus Pein ketawa ngakak.
"Yaelah Zu. Elo kan udah janji gak nyeritain kejadian itu pada orang lain," kata Hidan dan bersabar agar nggak marah supaya bunga hutangnya kagak di tambah Kakuzu.
"Eh iya ya ayam sorry gue lupa," kata Kakuzu sok bahasa Inggris padahal bahasa Inggris aja gak bisa.
'Dasar kakek-kakek tua bangka sudah pikun rupanya,' batin Hidan dan dia gak mau bisik-bisik soalnya kalau kedengaran Kakuzu bisa mati dia lunasin hutangnya.
"Woi udah jangan banyak bicara lagi kemana nih gue gak sabar lagi lelah gue jalan kaki terus pegel nih udah gitu tadi pagi gak makan lagi," kata Sasori yang udah kelelahan jalan soalnya di langit matahari bersinar dengan teriknya. ( bukannya Sasori tubuhnya itu boneka kok bisa pegel-pegel ya )
"Udah deh ayo kita lurus aja terus soalnya di bagian depan KUAK itu ada warung Soto Banjar," *?* kata Hidan yang menjelaskan pada anggota Akatsuki yang lagi ada disana.
"OOOOOOOOOOOOOOOOO," semua anggota Akatsuki minus Hidan dan Pein Cuma bisa ber "O" ria sehabis mendengarkan penjelasan dari ustadz aliran sesat. * di jitak Hidan *
Selama dalam perjalanan mereka nggak mulus-mulus amat soalnya di Konoha ternyata tersebar warung Soto Banjar yang sangat banyak soalnya ada festival budaya Banjar *?*
dan selama mencari KUAK mereka juga harus menahan lapar karena mereka semua sedang kelaparan tetapi bau Soto Banjar yang menggiurkan membuat mereka makin keroncongan aja. Akhirnya Hidan berhenti di depan sebuah tempat dan anggota Akatsuki yang lain cuma bisa melongo karena mereka berhenti di depan tempat DISCO!
"Woi Dan ternyata ajaran lo itu berasal dari DJ ( disc jockey) di tempat disco yang di depan kita ini ya yang suka ngemix-ngemix lagu hip-hop iya kan! Kalau gitu nih ajaran udah nggak sesat lagi tapi ajaran buat orang gila nih!" teriak Kisame yang teriak-teriak di depan Hidan.
"Yaelah elo malu-maluin aja jelas aja bukan DJ itu! Tuh gedung di sebelahnya kale," kata Hidan sambil nunjuk-nunjuk gedung di sebelah tempat disco yang merupakan KUAK. ( kok kantor urusan agama ada di sebelah tempat disco sih? )
"Eh iya ya Dan tapi kok butut banget ya gedungnya," kata Kisame yang melihat keadaan gedung yang lusuh dan cat yang luntur.
"Mending nih gedung dari markas kita! Kalau markas kita aja gak punya keramik ama lampu kayak gitu," kata Sasori ke Kisame.
"Hey Konan ayo telepati si leader," kata Hidan ke Konan.
"Kalau gitu kita ngapain lagi nih Dan. Gue bosen kalau nunggu di luar kayak gini udah gitu panas lagi kata Itachi sambil ngipas wajahnya pakai kipas yang di colong dari tukang sate. *?*
"Yaudah kita masuk aja dulu Konan kita tunggu aja leader dating di ruang tunggu di dalam," kata Hidan ke Konan yang melakukan telepati Pada Pein.
"Ok ayo masuk panas juga nih kita duduk aja ya di dalam menunggu Pein," kata Konan lalu semua anggota Akatsuki pun memasuki gedung KUAK yang butut dan tidak terawatt dan duduk di ruang tunggu untuk menunggu sang leader Pein.
TO BE CONTINUED
Gimana bagus nggak fic kedua saya? Tapi kalau kependekan chapter ini maaf ya soalnya saya juga harus ngerjain tugas-tugas dari sekolah dan laptopnya di bawa oleh ortu saya jadi maklum kalau updatenya banget. * di lempat tomat busuk ama readers karena lebay * dan aku ingin lagi para readers sekalian lihat kalau ada typo pada fic saya soalnya saya sering salah pencet kalau memencet tombol keyboard. Sekali lagi terima kasih buat yang udah me-review.
DON'T FORGET
R
E
V
I
E
W
Yang banyak kalau bisa berisi pujian. ^_^ * di lempar sandal * Nggak kok boleh juga kritik saran juga flame tapi jangan banyak-banyak soalnya nanti bisa menyebabkan Global Warming. *?*
