YOU ARE THE FIRST CHAPTER 2
A Eyeshield 21 fanfic
Rated : M
Pair : ShinWakaSaku
Genre : Romance/friendship
Disclaimer: Yusuke Murata & Richiro Inagaki
By : Ai Nikushimi & Kazumi Haruko
Wakana pun pulang ke rumahnya, betapa kagetnya dia, ternyata Sakuraba telah menunggu.
"Eh, Sakuraba?"
"Wakana, kau?" Sakuraba heran melihat penampilan Wakana yang berantakan, "kau kenapa Wakana?"
"A…a…..aku..ak…aku"
"Apa yang telah Shin lakuka terhadapmu?" tanya Sakuraba memegang bahu Wakana dan memasang tatapan yang serius, Wakana tampak ketakutan.
"Aku tidak kenapa-kenapa kok Sakuraba, aku keterpa angin tadi", kata Wakana bohong, Sakuraba tidak percaya, namun ia mengalah.
"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Wakana mengalihka pembicaraan.
"Aku baru saja sampai, kata ibumu kau tak pulang semalaman, kau habis dari mana saja?"
"A…anu,, aku menginap di rumahnya Anezaki", jawab Wakana yang kembali berbohong.
"Ooohhh", Sakuraba hanya ber'oh'.
2 minggu setelah kejadian itu, Wakana pun semakin dekat dengan Shin, Sakuraba pun masih berusaha mendekati Wakana dengan harapan Wakana akan berubah pikiran.
Hingga pada suatu hari Shin mengajak Wakana makan di sebuah restoran mewah yang romantis. Shin memperlakukan Wakana layaknya seorang putri.
"Silakan duduk", kata Shin . Wakana pun duduk.
"Mengapa kau mengajakku kemari?" tanya Wakana.
"Aku sengaja", jawab Shin singkat. Wakana mengernyitkan dahinya heran. Shin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya berupa benda kecil berbentuk kotak berwarna merah.
"Marry me!" seru Shin.
"Eh?" Wakana kaget seolah tidak percaya apa yang dikatakan Shin tadi, Shin membuka kotak itu dan ternyata itu adalah sebuah cincin berlian yang sangat cantik, kemudian dia meraih jemari Wakana dan mengenakannya di jari manis Wakana, Wakana pun memerah.
"Apa jawabanmu?" tanya Shin.
"A,,,aku mau", jawab Wakana gugup.
Shin pun mengecup kening Wakana dan melanjutkan makan malam mereka.
Keesokan harinya, Sakuraba datang ke rumah Wakana, alangkah kagetnya Sakuraba cincin di jari manis Wakana.
"Wakana, i...itu?" tanya Sakuraba sambil menunjuk cincin Wakana.
"A...ano, ini...ini..." Wakana tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
"Apakah Shin?" tanya Sakuraba, Wakana bingung, dia pun hanya mengangguk dan menundukan kepalanya.
Saat itu darah Sakuraba terasa berhenti mengalir, hatinya terasa terbakar, sakit sekali.
"Gomen Sakuraba", maaf Wakana.
Sakuraba hanya diam dan menghela nafas.
"Kau tidak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu, kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama", kata Sakuraba dan langsung pergi dari rumah Wakana, hatinya menjerit sakit.
Setelah hari itu, Sakuraba tidak pernah lagi ke rumah Wakana, hari-harinya hanya diam di rumah, hatinya merasa sakit, sangat sakit!
2 minggu kemudian...
"Haruto, ada surat!" kata nyonya Sakuraba. Tanpa banyak bicara, Sakuraba pun membuka surat itu, alangkah kagetnya dia begitu melihat bahwa itu adalah undangan pernikahan Shin dan Wakana. Diremasnya undangan itu.
"..." teriak Sakuraba.
Semalaman Sakuraba tidak bisa tidur memikirka Shin Wakana dan dirinya.
'Alangkah bodohnya aku', batin Sakuraba.
Esoknya Sakuraba sudah berpakaian rapi dan membawa koper. Ibunya, Nyonya Sakuraba sangat heran.
"Kau mau kemana Haruto?" tanya ibu Sakuraba.
"Aku ada panggilan untuk main film di Hollywood", jawabnya.
"Eh, apa tidak terlalu cepat?"
"Tidak, selain itu aku ingin bermain amefuto di sana! Aku pamit kaa-san", lanjut Sakuraba. Ibunya pun memeluk Sakuraba.
"Apa kau tidak ingin berpamitan dengan teman-temanmu?"
"Tidak usah, aku takut terlambat, lagipula pesawatnya sebentar lagi lepas landas", jawab Sakuraba.
"Hati-hati Haruto-kun!" Ibunya pun menangis. Sakuraba tersenyum lalu pergi meninggalkan ibunya dan meninggalkan kisah cintanya yang pedih.
Pembagian undangan pernikahan Shin Wakana pun sudah mulai.
-Apartemen Hiruma—
"Tch!" Hiruma mendengus.
"Ada apa Hiruma?" tanya Mamori yang sedang bermain ke apartemen Hiruma.
"Kekeke, rupanya monster sialan dan manajernya akan menikah".
"Hah? Maksudmu Shin dan Wakana?" Mamori kaget.
"Hn, kenapa? Kaget?" tanya Hiruma.
"Ti...tidak", jawab Mamori.
-Rumah Kobayakawa—
"Sena, ini ada undangan untukmu", kata Ibu Sena, Mihae Kobayakawa. Sena pun menghampiri ibunya dan membuka surat yang berisi undangan itu.
"Hah? Shin menikah dengan Wakana?"
Semua mantan anggota Deimon Devil Bats diundang, mulai dari sang kapten dari neraka Hiruma, mantan manajer Mamori, Sena, Taki bersaudara (digilas Suzuna), Kurita, Musashi, Kumusobi, Monta, Haha Bersaudara, Doburoku, Manabu, Satake, Yamaoka, Cerberus dan Butaberus pun diundang. Apa ada yang terlupa? (Ishimaru: tidak apa-apa, tidak apa-apa).
-Rumah Kaitani—
"Wakana Koharu dan Shin Seijuro akan menikah?" riku kaget setelah membaca undangan yang dia pegang.
-Rumah Otawara—
"Surat seindah apa ini?" tanya Otawara pada dirinya sendiri sambil membulak-balik undangan itu dan dibukanya.
"Bahahaha..." dia tertawa lepas saat membaca undangan itu.
-Rumah Akaba—
"Surat?" Akaba pun membukanya.
"Oh, rupanya mereka akan menikah, ritme mereka memang cocok".
At Church...
Di sebuah bangunan gereja tampak keramaian di hari itu. Tak seperti biasa yang hanya ada pengurus gereja dan kadang orang yang ingin berdoa.
Gedung yang biasanya polos, sekarang berhias pita-pita putih dan bunga yang putih juga.
Tamu-tamu yang ada terlihat tak asing dipandang. Di antaranya Mamori Anezaki, manager Saikyoudai. Hiruma Yoichi, sang kapten dan anggota lainnya. Datang juga Kobayakawa Sena dari Enma dan anggota, tim Ojo, tim Shuuei dan lain sebagainya. Acara ini sepertinya dari salah satu anggota amefuto. Ya, ini hari pernikahan Shin dan Wakana.
Sementara, kedua mempelai dan keluarga berada di ruang bawah gereja.
"Dimana Wakana-chan, ya?" tanya Mamori.
"Dasar Manager Sialan bodoh! Dia tak akan muncul sebelum acaranya dimulai." kata Hiruma kasar. Mereka adalah pasangan kekasih yang teraneh. Tak pernah akur.
"Mamo-nee! You-nii!" teriak gadis berambut biru bersama pemuda pendek berambut karamel.
Mamori menyinggungkan senyum, "Kalian juga datang, ya?"
Gadis bernama Suzuna dan pacarnya Sena menggangguk, "Kapan Mamo-nee dan You-nii menyusul mereka?"
"Eh?" keduanya kaget. Mamori dan Hiruma memerah. Tapi, Hiruma membalikkan badannya menutupi wajahnya dan pergi meninggalkan mereka.
"Hei, Hiruma-kun. Sebentar lagi acaranya akan mulai." Mamori berusaha menghentikan Hiruma. Hiruma menghentikan langkahnya.
"Lalu? Kau mau kita duduk berdampingan?" seru Hiruma. Mamori langsung memerah bak tomat busuk.
"Bu...bukan begitu." Mamori gugup, "Aku kan petugas pembawa mempelai wanita menuju altar."
"Maksudmu aku memandangimu melakukan tugas itu?" Seketika Mamori benar-benar merah. Hampir menuju hitam. Hiruma membalikkan badannya, melihat Mamori dan dua orang pendek(Sena dan Suzuna) disamping Mamori.
Dia melangkah mendekati Mamori. Lima puluh senti lagi jaraknya dengan Mamori, dia pun berbelok menuju kursi. Lalu, duduk.
Yang melihat hanya diam. Namun, Mamori menghela nafasnya lega.
at 10'o clock
Semua tamu sudah duduk, lonceng pun sudah berbunyi. Saatnya acara dimulai.
Dimulai dari masuknya pendeta, doa dan masuk ke inti acara.
Masuklah dua orang melempar kelopak-kelopak bunga di setiap langkah. Mereka adalah Mamori dan Karin. Di belakangnya, ada Wakana memakai gaun putih-sangatputih- dan cagar. Tampak sangat anggun dengan aksen renda-renda seperti pakaian para bangsawan. Shin sendiri sedari tadi berdiri di altar menanti Wakana.
Pelempar bunga berhenti ketika hampir sampai ke altar, memberi jalan kepada pengantin wanita untuk mendampingi calon suaminya.
Pendeta mulai berbicara, "Shin Seijurou, apakah kau mau mendampingi istrimu, Wakana Koharu dengan penuh cinta disaat senang maupun susah sampai maut memisahkan kalian?"
"Iya, aku mau. " jawab Shin pasti.
"Pakaikanlah cincin ini di jari manis orang yang akan menjadi istrimu." kata Pendeta. Shin memakaikan cincin itu di jari Wakana. Wakana tersenyum lembut.
"Dan, Wakana Koharu, apakah kau mau mendampingi suamimu, Shin Seijurou dengan penuh cinta disaat senang dan susah sampai maut memisahkan kalian?"
"Iya, aku mau." kata Wakana.
"Pakaikanlah cincin ini dijari manis orang yang akan menjadi suamimu." Wakana memasang cincin dijari Shin.
"Dengan begini, kalian telah menjadi suami-istri yang tidak akan bisa terceraikan oleh manusia. Kecuali diceraikan oleh Tuhan. Amin." tutur Pendeta, "Silakan mencium pasangan kalian." Shin dan Wakana melakukan Wedding Kiss.
Semua undangan pun bertepuk tangan, Shin dan Wakana tampak bahagia.
Pemberkatan telah selesai. Isak tangis keluarga mempelai sudah pecah. Kini sepatah dua kata dari keluarga dan teman.
Diantaranya orangtua Shin, orangtua Wakana, Otawara yang digantikan oleh Takami karena kentutnya yang super bau, dan yang terakhir membuat tamu kaget. Dia adalah Hiruma. Setelah menyampaikan sepatah dua kata, dia malah melamar Mamori. Membuat Mamori terkejut tak menyangka akan terjadi disana.
Kemudian, pelemparan bunga dari Wakana. Bukannya melemparkan, malah mempermainkan orang yang hendak mengambil bunga itu. Padahal mereka sudah bersiap-siap.
Satu...
Dua...
Tiga...
Wakana melemparkan bunga hut ke sembarang arah. Dan yang berhasil adalah...
Jreng-jreng, jreng-jreng...
Mamori! Dia begitu gembira mendapat bunga yang diisukan orang yang mendapatnya akan segera menikah.
"Wah, Mamo-nee, selamat ya! Jadi tuh sama You-nii!" kata Suzuna jahil, yang dijahili hanya memerah.
Sementara Sena menutup mulut Suzuna dengan tangannya yang gemetaran. Takut kalau Akuma datang menerjang mereka dari belakang.
Tiba saatnya untuk pengantin baru menjalani kehidupan baru. Shin menggandeng tangan Wakana keluar dari gereja. Di depan gedung terparkir mobil limosin. Mereka masuk dan meninggalkan teman seperjuangan mereka.
Satu minggu kemudian...
Keluarga Shin hidup dengan aman dan tentram.
Pagi ini, keluarga kecil itu sedang sarapan bersama.
"Tak terasa pernikahan kita sudah seminggu." kata Wakana lalu menyuap mulutnya.
"Iya." jawab Shin, "Masakanmu enak sekali."
Wakana hanya tersenyum mendengar pujian dari suaminya itu. Di suapnya lagi mulutnya. Tapi, kali ini berbeda. Tak bisa di telannya. Malah keluar alias muntah.
Wakana keluar masuk kamar kecil untuk muntah. Shin heran.
"Koharu, sepertinya kamu..."
"Ah, sepertinya aku..."
Mata mereka terbelalak,
"HAMIL!"
Selesai?
Belum readers...
*OMake*
~6 years latter~
"Eh, Hikaru! Kenapa wajahmu memar? Terus pakaian kamu juga kusut! Apa kamu jatuh?" tanya Wakana kepada anaknya yang baru pulang sekolah, anak yang mirip dengan Shin itu menangis.
"Kamu kenapa? Ayo cerita pada kaa-san!" perintah Koharu sambil mengelus rambut anaknya.
"Aku digilas pake inline skatenya Suzume dan dipukul pake sapu oleh Yami, huhuhu, kaa-san", anak yang bernama Hikaru Shin itu masih menangis.
"Kok bisa?" tanya Shin.
"Hikaru meminjam i-podnya Yami dan i-podnya terbelah jadi 2, pdahal Hikaru cuma pingin pinjam", kata Hikaru masih menangis.
"Lalu, kenapa Suzume melindasmu?" tanya Koharu.
"Aku meledakkan PSP-nya Suzume-chan", jawab Hikaru masih menangis lalu memeluk Koharu.
Koharu dan Seijuro hanya sweatdrop.
'Dia seperti Seijuro!' batin Koharu.
==========================FIN====================
R
E
V
I
E
W
