Masa Lalu, Konflik, Masih Tertutup

Disclaimer: Fujiwara Hiro

Genre : General/Romance

Rated : Tenager

Pair : Usui Takumi

Gerard Walker

Hanazono Sakura

Ayuzawa Misaki

Warning : Dialog tidak ada pad chapter ini sampai chapter 7 jadi sabar ya?

Sebelumnya…

Usui bertemu denga Maria yang mengaku fans terhadapnya. Dia menganggap bahwa Maria itu dapat dipercaya dan mulai terbuka dengannya. Setelah selang beberapa waktu akhirnya mereka pun bertemu di suatu tempat. Fans Usui yaitu Maria mulai menanyakan tentang masa lalu Usui.

Suatu hari seorang anak kecil tengah bermain bersama teman temannya. Keceriaan yang terpancar menjadikan hari itu begitu membahagiakan. Namun itu hanya diluarnya saja. Karena masalah sebenarnya ada dilalam keluarga. Dia yang biasa dipanggil Usui memang tidak terlihat seperti sedang memiliki masalah yang berarti. Akan tetapi dalam rumahnya terdapat kenyataan yang menyedihkan. Setiap pagi keceriaan terpancar dari luar, namun pada malam harinya hanyalah kesedihan yang tumbuh menjadi pohon yang sangat besar.

Dalam kehidupannya pertengkaran antara ayah dan ibunya menjadikanya sangat terpukul. Hal ini dikarenakan saat pagi hari semuanya terlihat rukun, namun setelah semua telah tidur maka pertengkaran pun terjadi. Setiap malam Usui hanya bisa menutup telingga dan berharap untuk tidak mendengar apa yang tengah terjadi diluar sana. Setiap malam dia hanya bisa merasakan sesuatu kepahitan yang tidak terbayangkan. Dan pada pagi harinya harus menjaga semuanya dari kakaknya agar terlihat baik baik saja. Kakaknya tidak menyadari hal itu karena dia pasti telah tertidur sebelum kejadian itu dimulai. Walaupun begitu kerukunan palsu yang diekspresikan tetap membuat Usui bahagia walaupun hanya untuk sesaat.

Suatu hari saat kemarahan semakin memuncak dalam keluarga itu dan semuanya tidak dapat terbendung lagi, masalah lainpun muncul. Ternyata pengeluaran dalam rumah tangga itu lebih besar dari pada pendapatannya. Hal ini terus menumbuhkan rasa pahit akan bersalah dalam diri Usui. Karena mungkin ini adalah kesalahannya. Ayah dan ibunya pyn mulai terang terangan dalam bertengkar dan membuat kedua bersaudara tersebut menjadi tertekan. Disisi lain kata kata yang dikeluarkan rentenir akan hutang yang menumpuk menjadikan tekanan itu semakin kuat. Hal ini lah yang terjadi didalam, sedangkan diluar harus memberi kepalsuan tentang kerukunan sebuah keluarga. Hingga akhirnya rentenir semakin nekat kamipun harus tinggal berpindah pindah untuk merasakan keamanan. Namun bukan keamanan yang kami dapat malahan rasa takut dan tekanan yang terus tumbuh bagai pohon seratus tahun.

Berselang beberapa saat saat semunya tidak dapat terbendung lagi, akhirnya perceraian pun terjadi antara kedua orang tua Usui. Rasa yang dirasakan oleh Usui sangat sakit walaupun tertutup oleh senyman diantara kepergian ku dan kakakku meninggalkan ibu. Semua selalu berkata semuanya akan baik baik saja tapi tetap saja itu hanya kebohongan belaka. Sampai akhirnya perceraian itu telah disahkan dan tidak mungkin lagi untuk kembali, Usui dan kakaknya hanya bisa memendam rasa sakit dan senyum seakan semuanya tidak terjadi. Di Sekolah pun Usui dan kakaknya tetap memendam permasalahan mereka dan berperilaku seperti orang yang memiliki keluarga utuh. Senyuman tetap terpancar walaupun dengan cara yang berbeda, walaupun tidak dapat menangis untuk permasalahan yang terjadi, namun tidak bisa untuk ceria juga.

Semuanya serba salah, Usui pun tidak dapat mencari teman dengan baik dan hanya bisa memendam rasa ingin dimengerti. Semua hanya kebohongan yang ada diluar. Setiap temannya malah mengingatkannya pada hal yang telah terpendam. Dia pun hanya memiliki sedikit teman dan tidak terlalu terkenal. Itulah hari hari Usui secara umum di sekolahnya, walaupun harus menjaga rahasia yang pahit itu hingga ia merasa siap.

To Be Continue...