Misaki side, Hari yang Sama, Pertemuan uang Pertama
Disclaimer: Fujiwara Hiro
Genre : General/Romance
Rated : Tenager
Pair : Ayuzawa Misaki
Ayuzawa Suzuna
Usui Takumi
Warning : Ini hanya karangan loh! Jangan ada yang merasa yah? Kali ini menceritakan tentang sisi dari Misaki karena bagian Usui nya terlalu banyak sih.
Tidak ada review lagi pula baru kali ini dari sisi Ayuzawa Misaki.
Waktu : Hari yang sama pada Chapter 7
Hari menjelang pagi dan matahari pun terbit di ufuk timur menandakan siapnya hari untuk dijelajahi. Pagi itu Ayuzawa telah bersiap siap untuk memulai hari pertamanya dalam LKS. Dengan mengunakan rok hitam, beralaskan sepatu pantopel dan menggunakan kemeja putih, ia pun bergegas ke sekolah untuk menyaksikan pembukaan acara di sekolah kemudian ia pun bergegas menuju barisan yang telah ditentukan sebelumnya.
"Baiklah ini merupakan acara pembukaan LKS pada tahun ini. Dan diharapkan bagi kalian semua agar dapat mengikuti acara ini sampa selesai. Meskipun dengan begitu banyak….," lontar Ketua OSIS yang secepatnya menjadi angin berlalu bagi Ayuzawa.
Acara pembukaan pun dimulai, tanpa adanya suara,namun jelas bahwa keributan yang dapat dimaklumi terjadi pada upacara tersebut, seperti angin yang tak terhiraukan keberadaannya. Ditengah suara gemuru yang menghiasi acara pembukaan tersebut, banyak terdengan ucapat keluhan terhadap accara tersebut
"Lama….," lontar orang yang tak jelas keberadaannya. Sedangkan yang lainnya sibuk mengobrol dengan sesamanya tanpa memperhatikan apa yang sedang berlangsung.
Akhirnya acara pembukaan pun berakhir dengan keluhan yang terlontar begitu saja seperti sesuatu yang biasa.
"Kenapa tidak dari tadi…..," ucap salah seorang lesu."Akhirnya selesai juga, lama sekali, tapi tidak apa-apa karena ini kan yang pertama."
Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena setelah acara pembukaan usai, mereka harus tetap pada posisi semula untuk menerima pengarahan dari kakak senior.
"Baiklah, sebentar kita…..," ucap kakak senior yang bergerak menjauh dari Misaki.
"Em…..," lontar misaki yang hanya termenung tanpa tahu apa yang ingin dikerjakan.
Waktu berlalu begitu cepat hingga tanpa sadar Misaki telah berada dalam ruangan untuk menerima materi.
"Oo, sebelum materi, kalian harus memperkenalkan diri kalian," ucap Koordinator Kelasnya. "Baiklah dimulai dari kamu yang di depan!"
Peserta tersebut pun naik dengan perasaan gugup seakan baru kali pertamanya seraya berkata,"Nama saya….."
Lalu etelah berselang beberapa waktu, tibalah pada giliran Misaki untuk memperkenalkan diri.
"Nama saya Ayuzawa Misaki, kalian bisa memanggil saya Misaki, saya dari kelas 2-1, dan saya berharap bisa menjadi seorang pengurus OSIS," ungkapnya dengan lantang namun masih ada rasa gugup dalam dirinya. Setelah itu, ia pun bergegas duduk kembali, dan menyaksikan temannya memperkenalkan dirinya.
Hingga pada perkenalan diri yang terakhir,"Nama saya adalah K' Subaru, saya akan menjadi koordinator kalian hingga LKS ini berakhir. Jadi biasakanlah diri kalian dengan saya." Ucapnya sambil menengok ke arah pintu meliha pemateri datang. "Baiklah karena pemateri telah datang maka saya serahkan lanjutnya kepada pemateri. Dan tidak lupa, kamu yang mejadi moderator," sambil menunjuk peserta yang berdiri duduk di depan.
Seraya panggilan suruhan tersebut, ia pun begegas mendampingi pemateri, dan duduk disampingnya dan berkata,"Pada kesempatan ini, saya Satsuko selaku moderator akan membuka materi ini dengan ucaban basmalah.'
"Bismillahirrahmanirrahim," serentak semua yang berada di ruangan itu mengucapkannya.
"Baiklah, marilah kita bersama sama mengucapkan….," ucap Satsuko yang tanpa terasa telah berlalu beberapa menit."Karena pemateri sudah berada di tempat maka dengan ini disilahkan."
"Terima kasih moderator, baikah pada kesempatan ini kita akan mempelajari tentang…..," ucap pemateri yang hingga pada saat itu tidak terasa bahwa materi tersebut telah usai seraya berkata,"Baiklah demikian materi ini, apakah ada pertanyaan? Untuk itu saya serahkan pada moderator."
"Baiklah apakah ada pertanyaan," lontar moderator.
Melihat seseorang di ujung ruangan mengankat tangan, lalu berkata,"Baiklah anda dipersilahkan! Tolong sebutkan nama dan kelas."
"Nama saya Ayuzawa Misaki dari kelas 2-1, baiklah yang ingin saya tanyakan adalah…..," ucapnya pada waktu itu hingga akhirnya pertanyaan tersebut telah usai dengan jawaban yang cukup memuaskan.
Kemudian mereka lalu dikumpulkan kembali di lapangan untuk menerima arahan tugas pada hari itu. Misaki pun berjalan dengan rasa letih akibat aktivitas tersebut hingga sore, menuju lapangan yang memberikan suasana lebih sejuk dibandingkan di ruangan.
"Kalian dikumpulkan di sini untuk menerima tugas hari ini," ungkap Usui dengan keras.
"Ah…," serentak semua peserta mengeluh.
"Ya tugas pada hari ini yaitu membuat jurnal tiga lembar, timbal balik, dan tulis tangan serta membuat makalah tentang LKS yang dikumpul pada esok hari. Tapi untuk makalah akan diberi kelonggaran hingga pada hari terakhir. Ya itu saja dari saya cukup sekian," kata Usui menuruni mimbar lapangan upacara.
Lalu tanpa sadar, itulah pertemuan antara Misaki dan Usui yang pertama. Dan Misaki pun kemudian pulang sambil mengeluh mengapa harinya begitu berat dan begitu banyak tugas pada hari itu. Tanpa tersadar, ia pun mengingat Usui orang yang memberikan tugas tersebut, betapa mengesalkannya dia. Dan ia pun sampai dirumahnya, diam tanpa kata, dan bergegas masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
"Ah….banyaknya tugas, capek ini orang, ada lagi tugas, belum lagi besok, apakah yang akan terjadi. Semua ini karena dia yang mendesain semuanya seperti ini. Jadinya….Ah…,saya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana," keluhnya sambil mengerjakan tugas yang diberikan dirumahnya
Tanpa sadar begitu banyak waktu yang terlewatkan hingga pada suatu ketika ada ketukan pintu dari luar.
"Tok…tok…tok, Misaki, ayo makan, ini kan sudah lewat jam 10. Kamu belum tidur bukan?" kata ibunya sedikit khawatir.
"Iya bu, sebentar lagi," ucapnya sambil menbuka pintu yang terkunci.
"Baik, dimeja masih ada makanan, jadi makan dulu baru masuk kamar ya?" kata ibu misaki sambil mengantar misaki ke ruang makan.
"Iya bu, ibu tidak usah khawatir, lebih baik ibu sekarang istirahat," kata Misaki dengan sedikit menyuruh.
Lalu ibunya pun begegas pegi ke kamarnya untuk tidur sesuai suruhan anaknya. Lalu adiknya pun datang menyapa di ruang makan.
"Hai, bagaimana di sekolah, pasti siksa kan? Begitulah kalau mau cari yang susa. Lebih baik kan jalani saja hari hari mu dengan santai," ungkap Suzuna meremehkan.
"Hah…..diam saja, sebelum aku marah, sudah banyak hal yang membuatku kesal. Apakah kau mau jadi pelampiasanya," ungkap Misaki dengan aksen muka mengancam.
"Tidak terima kasih," Bergegas Suzuna pun pergi dan meninggal kan Misaki yang kemudian sendiri lagi.
Lalu setelah Misaki selesai makan, ia pun bergegas kembali ke kamarnya dan melanjutkan tugas yang belum rampung tersebut.
WARNING!
Ini hanya cerita sampingan jadi tidak masuk dalam cerita sesungguhnya, hanya seperti dibalik layar gitu. Pernah liat film kan? Yang kayak gitu.
