Maaf lama baru update.
Disclaimernya masih sama kayak chapter sebelumnya. Terima kasih atas reviewnya
Siang itu suasana di thousand sunny begitu sunyi, sepertinya semua kru menjadi malas untuk bersuara. Sang koki berambut pirang mengambil inisiataif untuk memulai percakapan, "Nami-swan, apa kau mau kue" katanya dengan mata berbinar. "Tidak usah", jawab sang navigator singkat. "Robin-chan, apa kau mau. . .", belum sempat Sanji menyelesaikan kalimatnya Robin sudah meninggalkan ruang makan. Robin berjalan menghampiri Zorro yang sedang berbaring di sudut kapal. "Zorro apa kau melihat kapten?" Tanya Robin. "Dia ada di kamarnya", jawabnya singkat. "menurutmu apakah kapten membenci kakanya?", Tanya Robin. "huh bajingan itu bahkan tidak pantas disebut sebagai kakak, setelah apa yang dilakukannya terhadap Luffy", komentar Zorro. Robin menghela nafas sejenak, "Kau tahu mungkin Hiken tidak seburuk itu". Zorro terperanjat, "Apa maksudmu. Apa kau lebih memihak orang itu daripada kaptenmu sendiri'. Robin menatap Zorro, "Bukan itu maksudku". "Lalu apa?", Robin terdiam sejenak, "Kau tahu cinta adalah hal yang rumit. Terkadang karena cinta kau berakhir dengan menyakiti orang yang sangat berarti bagimu'. Zorro menggelengkan kepalanya, "Tidak masuk akal. Seorang pria harusnya melindungi orang yang berarti baginya". Robin tersenyum, "Apakah aku termasuk yang berarti bagimu?". Samurai berambut hijau itu tersenyum, "Tentu saja".
Sementara itu di salah satu kamar. . . Luffy berbaring di tempat tidurnya, kedua tangannya mendekap erat Koran hari itu. Ya, berita utama Koran hari itu adalah tentang Eksekusi Portgas D. Ace pria yang sangat berarti untuknya. Bahkan setelah apa yang terjadi malam itu Luffy tidak dapat membunuh perasaannya kepada Ace. Kebersamaan mereka selama tujuh tahun terlalu indah untuk bisa terhapus oleh kejadian di suatau malam. Pikirannya melayang ke masa-masa indah mereka dulu. Sebelum berlayar ke lautan tiga tahun yang lalu Ace mendekapnya hangat dan berbisik 'You will always be my baby'. Kata-kata itu terus membayangi benaknya. Mungkinkah Ace sudah mengisyaratkan perasaannya yang sebenarnya? Perasaan seorang pria kepada wanita yang dicintainya. Luffy termenung 'mungkin sebenarnya Ace sudah menyatakan sebuah ungkapan cinta tanpa kata cinta'.
Sementara itu di Impel Down. . . Jinbei terbelalak mendengar pengakuan terlarang Ace. Dia tidak pernah menyangka sahabatnya dapat melakukan perbuatan semacam itu. Jinbei menghela nafas, "Apakah kau mencintainya ?" Ace menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu kau harus tetap hidup untuk menemuinya" "Setelah apa yang kuperbuat padanya? Dia pasti membenciku saat ini" "Paling tidak kau masih berhutang maaf padanya" "Perbuatanku sudah tidak mungkin termaafkan" "Kau harus tetap menemuinya untuk meminta maaf dan mengatakan perasaanmu yang sebenarnya kepadanya. Selanjutnya terserah kepada wanita itu"
Sekian untuk chapter ini dan terus terang kata-katanya Ace buat Luffy itu saya ambil dari sinetron kesukaan saya *ketawa gaje*. Mohon Review
