Disclaimer: One Piece bukan punya saya dan seterusnya.
Warning; Perubahan gender, OOC, dll.
Luffy mendekap erat Koran itu, saat ini tengah terjadi perdebatan sengit dalam dirinya. Di satu sisi kejadian itu meninggalkan luka yang mendalam di hatinya. Akan tetapi adilkah jika kebersamaan indah selama tujuh tahun itu terhapuskan oleh kesalahan fatal di suatu malam. Dua pemikiran yang bertolak belakang ini terus bertarung dalam benaknya, bisikan manakah yang harus diikutinya. Batinnya menjerit, tak ingin kehilangan dia yang berharga.
Suasana mencekam itu terus bertahan hingga waktu makan malam tiba. Makan malam berlangsung tanpa percakapan sama sekali, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Memang hari itu sangat menguras emosi seluruh kru topi jerami. Setelah makan malam berakhir Luffy beranjak dari tempat duduknya, memandang ke arah teman-temanya lalu berkata, "Teman-teman ada yang ingin aku sampaikan. . .". Luffy berhenti sejanak matanya melihat ke arah lain lalu berkata, "Aku akan pergi ke Impel Down dan membebaskan Ace".
"APPPAAAAA", seluruh kru berteriak kaget
"Bagaimana mungkin, setelah apa yang dilakukannya padamu kau masih ingin menolongnya?" Tanya gadis berambut orane dengan pandangan tidak percaya.
"Iya lagipula bukankah itu sangat berbahaya", ussop menambahkan.
"Berbahaya?", tanya Chopper panik.
"Tunggu dulu, bukankah Shirohige nantinya juga akan menyelamatkan Ace. Jadi kurasa kita tidak perlu ikut campur dalam masalah ini", kata Franky mencoba untuk menenangkan.
Sang firstmate yang sedari tadi diam akhirnya ikut bicara, "Dia kapten kita, apapun keputusannya harus kita laksanakan".
Suasana kembali hening sejenak sang musisi akhirnya bicara, "Yohoho aku akan setia sampai mati, walaupun sebenarnya aku sudah mati"*skull joke*
"Baiklah kapten-san apakah kau sudah memiliki rencana", Tanya sang Arkeolog
"Eh, aku belum memikirkan itu", jawab Luffy santai
Seluruh kru langsung sweatdrop mendengarnya. Nami menatap kea rah Luffy, "Kau tahu kita tidak bias begitu saja masuk ke Impel Down, kita perlu rencana"
Sanji langsung berubah ke mode hurricane love, "Nami-swaaan, kau tampak cantik saat sedang serius"
JEDUKK Sanji menghantam dinding, Zorro manatap miris, "Benar-benar tidak bisa baca situasi"
Robin tersenyum, "Aku tahu siapa yang dapat membantu kita menyusup masuk ke Impel Down".
Lagi-lagi keheningan melanda, sepertinya tema hari ini adalah sunyi dan mencekam.
Keesokan harinya. . .
Sementara itu di sebuah rumah seorang pria dan seorang wanita sedang bercakap. "Menurutmu bagaimana perasaan Luffy-chan saat ini?" Tanya pria berambut putih
"Ini sangat rumit", jawab wanita berambut pendek itu singkat
"Apa menurutmu Luffy-chan membenci Ace" Tanya Rayleigh
"Di satu sisi kurasa ya. Tapi aku merasa bahwa jauh di lubuk hatinya Monkey-chan masih menyimpan perasaan tehadap pemuda itu" Shakuyaku menjelaskan
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?"
"Intuisi wanita"
Tak lama setelah itu terdegar suara ketukan, Shakuyaku berjalan membukakan pintu. Beberapa saat kemudian Luffy dan yang lainnya memasuki ruangan, Rayleigh tersenyum bijak. Luffy menatap pria tua itu, "Rayleih-ossan , aku ingin mnyelamtkan Ace"
"Apa kau sudah memiliki rencana" Tanya Rayleigh serius.
Luffy tersenyum mantap, "Robin yang membuat rencana ini"
Rayleigh tersenyum "Baiklah tapi aku akan ikut bersama kalian"
Sekian dulu chapter kali ini, Terima Kasih atas masukkuan berharganya. Untuk chapter selanjutnya Mohon Bantuannya.
