Please Say "I love U"

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruSaku, SasuIno, SaiHina

Genre : Friendship/Humor

Warning: OOC, there may be a typo, humornya mungkin engga terlalu kerasa, bahasanya juga engga terlalu formal, etc

.

.

Chapter sebelumnya …

"Maaf menunggu lama. Apa yang lain sudah datang?"

"Ap-apa kau bilang!"

"Dasar pria bodoh."

"Nama saya Hinata Hyuuga, mohon bantuannya."

"Haha yang bener?"

"Emangnya kenapa? Apa ada yang salah?"

"Dia?"

.

.

Sakura terkejut melihat seseorang yang berada dihadapannya, "Na-ruto?"

Naruto yang menyadari bahwa ada Sakura di jendela rumah seberang, ikut terkejut, "Kau? Sedang apa kau disana?" tanya Naruto sambil mendekat ke jendela.

"Ini kamarku. Dan kau, apa yang kau lakukan disana? Jangan bilang kalau itu kamarmu."

"Kalau iya, kenapa? Kau tidak suka?" tanya Naruto dengan tatapan menggoda, ihiyy! Ahaha …

"Huh, menyebalkan!" gumam Sakura sambil memalingkan kepalanya untuk menutupi semburat merah di pipinya.

"Hei, kalau dipikir-pikir tidak enakkan kalau kita bermusuhan padahal keluarga kita tetangga yang baik."

"Apa maksudnya?" tanya Sakura mulai curiga.

"Bagaimana kalau kita baikkan?" ajak Naruto.

"Baikkan?"

"He'eh, lagipula kan tidak baik kalau lama bermusuhan, hem? Bagaimana?" tanya Naruto.

Sakura tadinya sedikit ragu, tapi akhirnya dia menyetujui ajakkan Naruto, "Ok."

"Oke oke, baiklah," ucap Naruto kegirangan.

"Oh ya, Bagaimana kalau sebagai hadiah permintaan maaf, kau berkunjung ke kamarku?" ajak Naruto yang membuat Sakura semakin terkejut.

"Apa? Untuk apa aku ke kamarmu?"

"Tentu saja untuk memberi hadiah sebagai gantinya, lagipula itu juga bisa menjadi tanda pertemanan kita," kata Naruto.

"Ah ok, selagi aku tidak melakukan apa-apa. Tapi bagaimana caraku untuk ke kamarmu? Tidak mungkin kan aku langsung loncat ke kamarmu."

"Oh iya, tunggu sebentar." Naruto langsung mencari sesuatu sebagai alat untuk Sakura agar bisa ke kamarnya. Dan sedangkan Naruto sedang mencari, Sakura langsung menyiapkan dirinya dengan memakai parfume dan memakai lipsgloss di bibirnya.

"Sakura! Aku sudah dapat!" seru Naruto sambil memperlihatkan sebuah tangga yang cukup panjang sebagai jembatan Sakura ke kamarnya. Akhirnya dengan rasa takut, dan tubuh yang gemetar Sakura merangkak melewati tangga yang dianggap jembatan itu.

Kini Sakura sudah berada di kamar Naruto. Mereka berdua duduk dipinggir kasur Naruto.

"Hehe, bibirmu begitu mengkilap ya," ucap Naruto.

"Haha tidak juga," balas Sakura yang mulai salah tingkah.

"Baiklah aku ambilkan dulu." Naruto langsung berjalan ke meja belajarnya untuk mengambil sesuatu kepada Sakura. Tiba-tiba Sakura menemukan sebuah buku, yang sepertinya sebuah buku journey milik Naruto. Dia pun langsung mengambilnya dan membacanya.

"Tunggu sebentar, dimana ya? sepertinya aku taruh disini," kata Naruto sambil terus mencari benda itu.

"Kalau begitu carilah sampai dapat," canda Sakura.

Sakura kembali melihat isi journey Naruto dan saat dia membuka halaman selanjutnya. Terlihat beberapa gambar Naruto bersama wanita-wanita cantik disampingnya. Sakura terkejut melihatnya.

"Kau lihat apa?" tanya Naruto yang tiba-tiba sudah berada disamping Sakura, dan pastinya membuat Sakura terkejut dan menutup buku itu dengan cepat.

"Tidak, bukan apa-apa."

"Oh ya, ini." Naruto langsung memperlihatkan sebuah gantungan yang terdapat sebuah boneka beruang kecil berwarna putih dan memakai pita coklat.

Sakura langsung mengambilnya dari tangan Naruto, "Jadi ini, lucu juga. Tapi cuma ini doang?" tanya Sakura meminta lebih.

"Memangnya kau mau apa lagi?" tanya Naruto dan dibalas dengan cengiran kuda Sakura.

"Sekarang giliranmu," lanjut Naruto.

"Giliran apa?" tanya Sakura polos.

"Sekarang giliranmu yang kasih sesuatu ke aku."

"Kasih sesuatu? Apaan?" kata Sakura sambil berpikir.

"Bagaimana kalau memberikan apa yang aku minta?"

"Ha? Maksudnya?" tanya Sakura tidak mengerti.

"Bukankah, kita berdua cukup dewasa untuk mengerti, iyakan?" tanya Naruto dengan seringainya. Sakura mulai gugup, dia masih tidak mengerti dengan perkataan Naruto yang dia rasa mencurigakan.

"Tidak mungkin, jangan-jangan maksudnya …" batin Sakura.

Tiba-tiba Naruto langsung mendekat ke Sakura dan mencoba menindihnya. Sakura pun mulai ketakutan, dan tidak bisa berbuat apa-apa.

"Mari kita lihat seberapa besar kita tumbuh dewasa," kata Naruto sambil perlahan-lahan mendekatkan kepalanya kearah Sakura.

"Haaa? Bagaimana ini?" batin Sakura ketakutan.

"Ya, ya, you are a virgin. Jangan khawatir Sakura, karena aku akan berusaha untuk lembut," ucap Naruto tepat ditelinga Sakura yang membuat Sakura merinding dan tidak karuan lagi.

Mata Sakura mulai berkunang-kunang, "Aaah~~ tidaaaak …" dan akhirnya dia pingsan di tempat.

"Sakura? Sakura?" panggil Naruto yang bingung sambil mengoncangkan tubuh Sakura yang sudah pingsan.


Cit cit cit …

Konoha Gakuen

Kelas 2-3. Sakura, Hinata dan Tenten sedang menunggu bunyi bel masuk, sedangkan Ino dia sedang ke toilet, katanya sih gitu.

Saat ini sakura masih tidak dapat melupakan kejadian semalamnya bersama Naruto di kamarnya. Dia juga heran, kenapa saat dia membuka matanya, dia sudah terbaring di kasur miliknya yang pastinya di kamarnya? Apa jangan-jangan, Naruto yang memindahkannya? Entahlah, masa bodo dengan itu. Yang pasti Sakura tetap tidak bisa melupakan kejadian kemarin malam.

Hinata dan Tenten yang melihat dari tadi Sakura hanya melamun, bingung dengan temannya satu ini. Mereka pun menghampiri Sakura.

"Sakura …" sapa Tenten dan Hinata.

"Hem …" balas Sakura.

"Kau kenapa, Sakura? Apa ada masalah?" tanya Hinata.

"Ah engga kok, engga ada, aku engga apa-apa." Hinata dan Tenten pun mengerti tapi dia tau pasti ada sesuatu yang disembunyikan Sakura.

Disisi lain …

Ino sekarang sudah berada di bawah pohon Sakura, tempat dimana biasanya ia bersama 3 temannya menghabiskan bekal mereka.

Ya, Ino berbohong kepada temannya kalau ia akan ke toilet, padahal ia akan melakukan niatnya untuk mengucapkan mantera agar bertemu dengan belahan jiwanya.

Ino tidak bisa berbohong kalau ia semenjak kemaren tidak bisa melupakan kata-kata itu. Kata-kata itu yang selalu terngiang di telinganya.

"Ucapkan mantera ini dan kau akan menemukan belahan jiwamu."

Ino langsung mengepalkan kedua tangan di depan dadanya dan memejamkan kedua matanya.

"Tuhan, dan seluruh isi langit yang indah. Pertemukanlah aku dengan belahan jiwaku …"

Setelah mengucapkan mantera itu sebanyak tiga kali, Ino pun langsung membuka matanya, dan ternyata ...

"Hah? Eh?" ucap Ino yang terkaget sambil menutup mulutnya.

Ya, benar saja. Seorang laki-laki tampan berdiri tegak di hadapan Ino. Dia melihat Ino dengan sangat lekatnya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu mendekat ke Ino. Ino tidak tau harus berbuat apa, dia pun hanya diam di tempat.

Saat laki-laki itu sudah merasa cukup dekat dengan Ino, ia pun langsung mengangkat tangannya untuk mengambil kelopak sakura yang gugur berterbangan dan jatuh di atas rambut Ino. Ia kembali menatap Ino dan berlalu pergi meninggalkan Ino yang keheranan.

Ino merasa kakinya lemas, dia pun terjatuh berlutut, dengan wajah tidak percaya akan hal ini.

"Yang benar saja, betul-betul ketemu ?"

.

20 menit lagi pelajaran pertama akan dimulai. Siswa-siswi yang menunggu melakukan aktivitas mereka masing-masing. Kini Sakura, Hinata dan teman baru mereka Tenten tengah mencari dimana Ino, karena semenjak tadi dia belum juga kembali ke kelas.

"Ino mana ya? kok engga ada?" kata Hinata.

"Katanya ke toilet, tapi engga ada juga," keluh Tenten.

"Jangan-jangan dia nyasar ke toilet cowo lagi," canda Sakura yang membuat kedua temannya tertawa.

Tiba-tiba Sakura tersenggol siswi yang sedang berlari menuju kearah pintu gerbang. Dan lama kelamaan siswi yang lain juga menuju kearah pintu gerbang. Sakura dan Hinata yang penasaran dengan keributan itu langsung menghampirinya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

"Pangeran ! Pangeraaan !" teriak siswi-siswi dengan histerisnya.

Sakura, Hinata dan Tenten mencari kesempatan untuk melihat siapa yang dimaksud dengan 'Pangeran' itu. Apakah dia adalah 'Pangeran' William? Atau 'Pangeran' Harry? Atau juga malah … 'Pangeran' kodok?

"Sudahlah, ayo kita kembali mencari Ino. Aku sudah bosan melihat ini," ucap Tenten dengan ketusnya yang sepertinya sudah tau keributan yang selalu ada di tiap harinya.

"Tunggu, tunggu sebentar, aku penasaran nih," kata Sakura.

Dan akhirnya mereka pun dapat melihat pemuda yang disebut-sebut 'Pangeran' tersebut.

Pemuda berambut emo, bermata onyx, berparas tampan, dan kini ia berjalan cool melewati puluhan siswi yang mengitarinya. Tidak dapat dibohongi kalau Sakura dan Hinata mengkagumi ke kerenannya. Tetapi semua itu memudar saat mereka menyaksikan kejadian satu ini.

Dari arah sebelah kanan si 'Pangeran' itu tiba-tiba tanpa diduga seorang siswi yang sedang berlari tanpa sengaja menabrak 'Pangeran'. Siswi itu terjatuh.

Kini keributan puluhan fans 'Pangeran' terdiam, terpaku penasaran dengan yang akan terjadi selanjutnya.

Siswi itu dengan ragu-ragu menatap siapa yang ditabraknya. Matanya terbelalak setelah dia lihat bahwa yang ditabraknya adalah orang yang cukup ditakuti di sekolah ini. Matanya terasa memanas sekarang, dia pun menunduk dan berdiri sambil tetap menunduk. Badannya terasa kaku, tidak bisa bergerak sama sekali pun. Yang ditabrak, kini menatap si penabrak dengan tatapan tajam dan terlihat menintimidasi.

"Bodoh. Tidak punya mata, hah?" tanyanya datar tapi tetap dapat dirasakan hawa menyeramkan.

Siswi itu terbata-bata dalam kata-katanya. "A-a-aku … ma-maaf …"

"Hha …" Pangeran itu tertawa mengejek. "Tidak punya mata, dan sekarang kau menjadi bisu. Benar-benar bodoh," katanya sangat mengejek dan dengan cepat menusuk hati si siswi dengan tajamnya.

Sakura pun yang secara tidak langsung dapat merasakan bagaimana sakitnya siswa itu, hampir saja dia menghajar Pangeran itu, tetapi Tenten dan Hinata menjegatnya.

Setelah itu, sang 'Pangeran' pun kembali berjalan dan mengacuhkan si siswi yang menabraknya dan siswa-siswi yang mengelilinginya.

Saat sang 'Pangeran' sudah cukup menghilang dipelupuk mata mereka. Mereka semua langsung bubar dan melanjutkan kegiatan mereka tadi. Sedangkan si siswi itu pun berlari dan menangis.

Sakura masih tidak terima dengan kelakuan orang itu. Benar-benar kejam, sadis dan sebagainya.

"Laki-laki macam apa itu! tidak menghargai seorang wanita. Ugh! Kalau aku jadi cewe itu, aku udah bejek-bejek tuh orang! Nyebeliiin!" gerutu Sakura sambil memperagakan jika ia menghajar sang 'Pangeran kejam' itu.

"Makanya sudah ku bilang tidak usah dilihat kan?" kata Tenten.

"Hn, aku kira tadi itu ada sesuatu yang lebih berkesan. Dan ternyata perkiraanku salah," ucap Hinata dengan wajah khawatir dengan keadaan siswi tadi.

"Memangnya siapa sih orang itu? Sombongnya …" ucap Sakura.

"Dia itu 'Pangeran' sekolah ini," kata Tenten.

"Pangeran?" tanya Sakura dan Hinata berbarengan.

"Maksudnya?" tanya Sakura kembali.

"Baiklah akan ku jelaskan satu persatu …" Tenten pun mulai menjelaskannya.

"Di sekolah yang damai, nyaman dan tentram ini, ternyata terdapat sekelompok siswa yang disebut-sebut oleh siswi lain dengan sebutan Three Prince," kata Tenten.

"Three Prince ?" tanya Sakura dan Hinata.

"Ya, mereka adalah Three Prince. Tiga cowo idaman siswi-siswi yang ada di sekolah ini dan asal kalian tau beberapa guru pun mengakui hal itu," ucapnya.

"Jadi begini, setiap tahunnya sekolah kita selalu mengadakan pemilihan yang sebenarnya tidak terlalu penting menurutku. Itulah pemilihan Prince and Princess. Kandidat Prince yang selalu terpilih itu adalah : Pertama, Sasuke Uchiha. Sasuke itu siswa yang tadi kalian lihat itu. Orang yang sombong, dingin, kejam dan menyebalkan. Tapi walaupun begitu, dia tetap menjadi salah satu cowo idaman wanita saat ini. Itu karena, kekerenannya, ketampanannya dan yang paling penting kekayaannya yang tujuh turunan engga akan habis. Dia adalah pewaris dari perusahaan Uchiha Corp yang sangat terkenal itu. Dan kalian tau? Sekolah kita ini adalah milik dari–"

"Orangtua Sasuke Uchiha," potong Sakura dan Hinata yang sudah bisa menebak.

"Udah bisa ditebak rupanya, hehe …"

"Oke, aku lanjutkan. Kandidat kedua adalah Sai Uchiha. Kakak kelas kita. Dia adalah saudara sepupu Sasuke. Mereka sama-sama tampan, tapi untuk sifatnya sangat bertolak belakang dengan Sasuke. Sai walaupun dilihat wajahnya sangat dingin dan mencurigakan, sebenarnya dia itu sangat ramah dan sopan. Dia sangat pintar dalam bidang seni, apalagi melukis. Lukisannya itu selalu terkenal di Jepang ini." Jelas Tenten, Sakura dan Hinata yang mendengarkan hanya mengangguk-angguk mengerti.

"Dan yang terakhir, Naruto Uzumaki, teman sekelas kita–" kata-kata Tenten terpotong.

"Apa? Na-Naruto?" Sakura terkejut mendengar nama itu.

"Ya, Naruto."

"Bagaimana mungkin dia bisa menjadi kandidat Prince? Dia itu kan sangaat …" ucap Sakura.

"Aku tau. Tapi dengar ya, kalau kalian tidak melihat kebrandalannya si Naruto itu, pasti kalian akan langsung jatuh cinta denganya, iya'kan?" kata Tenten sambil menunjuk kearah Sakura dan Hinata. Sakura dan Hinata hanya bisa tersenyum dan mengiyakan.

"Naruto adalah pewaris dari Namikaze Corp, perusahan milik orangtuanya–"

"Hah! Apa?" teriak Hinata dan Sakura yang makin terkejut.

"Tapi bukannya dia …" kata Sakura.

"Hn, orangtuanya sudah meninggal sejak ia berumur 8 tahun. Dan saat itu dia diasuh oleh Ayah angkatnya yang bernama …. Siapa ya namanya?"

"Jiraya," jawab Sakura tiba-tiba.

"Nah, iya benar. Tapi, bagaimana kau bisa tau? Tanya Tenten bingung.

"Ah? I-itu …" kata Sakura yang terbata-bata.

"Sudahlah, lanjutkan lagi Tenten," ucap Hinata tiba-tiba yang membuat Sakura menarik napas lega.

"Oh baiklah. Ya, sekarang dia diasuh oleh Ayah angkatnya yang bernama Jira-Jiraya itu tadi. Tapi katanya, warisan itu masih belum bisa didapatkan oleh Naruto, karena syarat-syaratnya masih belum bisa dipenuhi," jelas Tenten.

"Lalu setelah itu?" tanya Sakura.

"Bagaimana dengan Princessnya?" tanya Hinata.

"Oh ya, Princessnya adalah Karin. Dia itu kakak kelas kita yang satu kelas dengan Sai. Dia selalu menjadi satu-satunya kandidat dan pemenang Princess sekolah," jelas Tenten.

"Ha? Gimana bisa begitu? Terus siswi yang lainnya?" tanya Sakura.

"Siswi yang lain tidak ada yang berani mengikuti pemilihan Princess sekolah karena mereka semua takut dengan adanya Karin disana yang sangat sadis jika ada siswi lain yang menghalangi keinginannya untuk menang," ucap Tenten.

"Kenapa begitu?" tanya Sakura yang tidak setuju dengan kelakuan Karin.

"Lalu yang menjadi pemenang Prince tahun ini itu adalah …?" tanya Hinata.

"Untuk tahun ini belum ditetapkan. Tapi untuk tahun kemarin itu adalah …. Sasuke Uchiha."

.

Tiga orang gadis cantik nan sexy, melonggak berjalan menelusuri koridor kelas. Semua siswa yang ada disana terus menatap mereka dengan tatapan terpesona.

Itu, pasti, karena mereka bertiga adalah sekelompok siswi yang 'katanya' tersempurna di sekolah ini. Tapi bagaimana menurutmu ?

Tiga siswi it uterus berjalan sampai saat dia mendadak terhenti dengan adanya sosok 'Pangeran' dihadapan mereka saat ini.

"Stop!" siswi yang berjalan ditengah dan sepertinya leadernya memerintahkan teman lainnya untuk berhenti mengikutinya.

Ketiga temannya itu bingung, "Ada apa, Karin?" tanya seorang gadis berambut sebahu yang kelihatan bingung. "Ayo, kembali jalan, kau tau'kan, aku tidak suka selalu diperhatikan seperti ini. Menjijikan," ucap gadis lainnya yang berambut biru tercepol rapih dan di rambutnya terhias sebuah bunga yang sewarna dengan warna rambutnya.

"Kalian ini, apa kalian tidak lihat siapa yang ada di hadapan kalian berdua sekarang ini, hah?" tanya gadis yang bernama Karin itu dengan wajah bahagia seperti habis melihat pangeran berkuda putih.

Karin langsung menunjukan arah pada satu titik. Dan yang dimaksudnya adalah, sudah pasti–

"Sasuke …" seru Matsuri dan Konan berbarengan.

Karin langsung menghampiri Sasuke yang sedang berkumpul bersama dua temannya.

"Hai Pangeran," sapanya.

Yang di sapa pun menengok dan saat dia tahu siapa yang menyapanya dia langsung kembali menghadap kearah sebelumnya.

Karin yang merasa tidak ada respon dari Sasuke itu pun langsung terlihat sedikit kesal. Tapi dia mencoba untuk sabar dan kembali menggoda– eh salah! Maksudnya menyapa Pangeran mereka itu.

"Pagi, Sasuke. Apa kau sebegitu jahatnya sampai menghiraukanku?" tanya Karin dengan suara menggoda.

"Diam Karin. Aku sedang malas berurusan denganmu," jawab Sasuke dengan tatapan yang memang malas.

"Sudahlah Karin. Sasuke tidak mempan dengan godaanmu yang seperti itu. Kau cari mangsa yang lain saja," celetuk siswa yang bersama Sasuke yang dikenal dengan nama Naruto, sahabat karibnya.

"Diam kau Naruto," geram Karin dengan wajah sinisnya.

"Sasuke, bagaimana kalau kita–" tiba-tiba Sasuke meninggalkan Karin. Wajah Karin dan kedua temannya nampak bingung. Teman-teman Sasuke pun menertawainya walaupun hanya tawa kecil yang ditahan. Tetapi, Karin masih bisa mendengarnya. "Kenapa kalian tertawa?"

"Ha? Siapa yang tertawa? Mungkin itu cuma perasaanmu saja, Princess," ucap siswa bertato merah di kedua pipinya, yang dikenal bernama Kiba sambil menekankan kata 'Princess'.

Naruto dan Kiba langsung berjalan menyusul Sasuke sambil tetap tertawa. Karin yang merasa terejek langsung menghentakkan kakinya kesal.

"Kurang ajar mereka! Lihat saja, mereka pasti akan kubalas lebih kejam."

.

Jantungnya masih berdegup kencang, masih mengingat kejadian tadi. Hem, Ino masih tidak bisa percaya dengan kejadian tadi. Itu masih membuatnya tidak bisa mengeluarkan satu kata pun dari dalam mulutnya. Ino terus menunduk.

Saat ia berbelok ditikungan koridor kelas. Tiba-tiba dia menabrak seseorang. Ino pun mundur beberapa langkah. Saat ia melihat siapa yang ditabraknya, ternyata dia adalah–

"Sasukeee!" panggil seseorang yang berlari menyusul Sasuke.

"Hei, kenapa kau meninggalkan kami dengan nenek lampir itu?" kesal Naruto.

"Eh? Kau menabrak orang lagi ya?" tanya Kiba dengan polosnya.

Ino yang sadar yang dimaksud adalah diam langsung tersadar dari lamunannya.

"Aku? Dia yang menabrakku bodoh!" kesal Sasuke. Mereka bertiga langsung menatap Ino.

"Maaf, aku tidak sengaja," kata Ino sambil menunduk untuk menutupi wajahnya dari Sasuke.

"Ya terserah, lain kali hati-hati kalau berjalan," ucap Sasuke dan langsung meninggalkan Ino dan lagi-lagi dua temannya itu yang kebingungan dengan perkataan Sasuke yang tidak biasanya.

Tiba-tiba Sasuke memberhentikan langkahnya dan berbalik menatap Ino.

"Tunggu sebentar, sepertinya aku pernah melihatmu," ucap Sasuke yang membuat Ino terkejut.

Ino berbalik menghadap Sasuke dengan salah tingkah, "Apa? Siapa yang kau maksud? Kita belum pernah bertemu kok, hehe …" Sasuke terlihat heran dengan gadis aneh satu ini.

Krriiingg ! Bel masuk telah berbunyi, membantu Ino menyelesaikan urusannya satu ini.

"Ah! Sudah masuk, aku masuk duluan ya, maaf sebelumnya sudah menabrakmu. Err sampai jumpa!" Ino pun langsung melesat berlari meninggalkan Sasuke.

"Aduh! apa yang aku katakan tadi? benar-benar bodoh!" batin Ino.

Sasuke yang ditinggalkan secara aneh, terheran-heran dengan tingkah gadis yang berhadapan dengannya tadi. "Hha .. gadis aneh, tapi lumayan juga."

Pelajaran pun dimulai. Semua siswa-siswi terus mencatat materi yang diberikan guru mereka, kecuali satu siswi yang satu ini. Ya, dia adalah Ino yang masih memikirkan kejadian tadi yang dimana dia bertemu dengan Sasuke. Pemuda yang percaya atau tidak percaya adalah belahan jiwanya. Tetapi, tiba-tiba Ino membuyarkan pemikirannya itu. Dia masih tetap tidak percaya dengan semua ini. Akhirnya ia pun kembali mencatat dengan tetap sekali-kali teringat akan hal tersebut.


Bel istirahat pun telah tiba. Semua murid langsung berkeliaran di sepanjang sudut sekolah. Hinata yang disuruh untuk mengumpulkan buku-buku temannya akhirnya ia menuju ke ruang guru.

Saat ia ingin membuka pintu ruang guru. Tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam. Hinata terkejut dan dia pun berhadapan dengan seorang siswa yang ikut terkaget dengan adanya Hinata tepat didepannya.

"Maaf, aku tidak sengaja," seru Hinata sambil menundukan kepalanya.

"Ya, engga apa-apa," ucap siswa itu dengan ramah.

Siswa itu pun akan berjalan saat Hinata juga akan berjalan masuk. Saat siswa itu berjalan lewat arah kiri, Hinata pun sama berjalan diarahnya, dan saat sebaliknya Hinata pun juga begitu. Mereka pun tertawa malu. Dan akhirnya mereka bisa berjalan dengan arah yang benar.

"Sudah dulu ya," ucap siswa yang tidak dikenal Hinata itu. Siswa itu langsung berjalan meninggalkan Hinata. Hinata menatap siswa itu sebentar dan ia pun tanpa sadar tersenyum. Dan ia pun kembali jalan dan lalu berhenti saat ada yang memanggil.

"Saaai~~" panggil seorang siswi pada siswa yang ditemui Hinata tadi. Hinata pun langsung memperhatikan mereka berdua. Hinata ternga-nga karena sekarang dia tau, siswa yang ia temui tadi adalah Sai Uchiha.

.

Oo Skip Time oO

Setelah pelajaran dimulai kembali, bel istirahat kedua pun tiba. Hinata lagi-lagi disuruh untuk mengambil beberapa buku diruang seni. Hinata pun tanpa sungkan menuju ke ruangan itu.

Saat ia tiba didepan ruangan itu, dia pun langsung membuka pintunya dan mulai mencari buku-buku yang harus temukannya itu.

"Ah! Ini dia. Akhirnya ketemu juga," ucap Hinata sambil melihat sebenarnya buku apa yang dia cari sedaritadi.

"Hoaaaauhm …" seseorang menguap, tapi itu bukan Hinata melainkan orang lain diruang itu.

Hinata terkejut dan langsung mencari sumber suaranya. Dan ternyata dia semenjak tadi tidur di sofa tanpa sepengetahuan Hinata. "K-kau?"

"Ah? Kau lagi? Kenapa kita sering ketemu ya? jangan-jangan kita berjodoh," ucap siswa yang bernama Sai itu yang membuat Hinata tersipu malu dan menundukan kepalanya.

"Aku cuma bercanda. Oh ya namaku Sai Uchiha, kalau kau siapa?"

"Aku Hinata Hyuga."

"Salam kenal ya Hinata. Kau sedang mencari sesuatu ya?" tanya Sai.

"Iya, maaf aku tidak tau kalau sedaritadi ada kau disini," ucap Hinata.

"Tidak apa kok. Karena sedaritadi aku tidak menemukan inspirasi untuk melukis, jadinya aku ngantuk dan ketiduran deh," ucap Sai sambil kembali merebahkan tubuhnya di sofa.

"Hehe … begitu? Kalau begitu, aku duluan ya," ucap Hinata lalu berjalan menuju pintu. Tetapi langkah kakinya terhenti saat lengannya ditahan oleh Sai. Hinata kaget dan langsung menengok kearah Sai.

"Apa kau mau membantuku, Hinata?" tanya Sai.

"Membantu apa?" tanya Hinata yang keheranan. Sai pun menatap Hinata dengan tatapan mempesona.

"Apa kau mau jadi model di lukisanku?"

?

.

.

Xx To be Continued xX

.

.

Sakura Haruno : Kelas 2-3 KONOHA GAKUEN, Lahir 28 Maret, tinggi 161 cm

Ino Yamanaka : Kelas 2-3 KONOHA GAKUEN, Lahir 23 September, tinggi 162 cm

Hinata Hyuga : Kelas 2-3 KONOHA GAKUEN, Lahir 27 Desember, tinggi 160 cm

Naruto Uzumaki : Kelas 2-3 KONOHA GAKUEN, Lahir 10 Oktober, tinggi 170 cm

Sasuke Uchiha : Kelas 2-1 KONOHA GAKUEN, Lahir 23 Juli, tinggi 172 cm

Sai Uchiha : Kelas 3-1 KONOHA GAKUEN, Lahir 25 November, tinggi 176 cm

..

Aduuh maap yaa semua, chap kali ini kurang begitu seru. Terus juga maap kalo aku lama updatenya hehe soalnya aku sibuk berat sama PR yang sejibun buseng dah!

Oh ya aku mau kasih bonus aah~~ …

Biar keliatan rada nyata buat dikhayalin ehe aku mau kasih liat stuff-stuff di Fict ku satu ini ehe caranya buat liat buka aja profil aku, nanti disana ada deh ehehe (padahal ini ga terlalu penting yee)

Sip! Sampai jumpa di Chapter selanjutnyaaa …