Annyeong, chingudeul (^0^)/

Author dodol telah kembali #plak

Saya gk tahan buat publish ini chap, daripada nanti saya gk tenang waktu mau UN MTK besok, jd mending dipublish aja deh :D

Ohya, chap yg lalu itu baru prolog-nya doang jadi maklum kalo pendek :D

Nah, sekarang baru masuk chap ke-1 ini udah di panjangin loh.

Tapi mian ya kalo ternyata kurang panjang, saya emang paling gk bisa ngetik panjang-panjang :Da

Title : Smile for You

Rated : K+

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk

Disclaimer : Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk belong to themselves, their parents, and God

Warning : AU, typo(s), BL, Yaoi, EYD kacau, alur maksa :p

Happy Reading~

~0~

Kyuhyun P.O.V

Pagi kini menjelang. Sang mentari pun telah menampakkan dirinya kepada dunia.

Aku masih berdiam diri disini-dikamarku. Uh, sulit bagiku untuk beranjak dari tempat tidur. Mengingat kondisi tubuhku yang semakin hari semakin menurun, membuatku susah untuk mempertahankan tubuh ini. Aku mencoba untuk melangkahkan kaki ku menuju kamar mandi dengan bertumpu dinding kamar tidur ku. Hhh, akhirnya sampai juga aku. Dasar payah, untuk ke kamar mandi saja harus sesulit ini. Aku pun membasuh mukaku. Dingin. Tapi dinginnya air ini tak dapat mengalahkan rasa dingin yang bersarang dihati ku. Ku lihat pantulan diriku di cermin, kacau sekali diriku ini. Sungguh ironis. Sekelebat bayangan menyilaukan membuat perhatianku teralih. Tanganku menggapai-gapai entah sesuatu apa itu yang berada di bawah wastafel. Ah, dapat. Ternyata sebuah silet. Mengapa ada silet di sini. Entah apa yang ku pikirkan, tapi tanganku yang memegang silet tersebut tiba-tiba menyayat pergelangan tanganku sendiri. Tanpa kusadari sudah banyak darah yang merembes keluar dari permukaan kulitku. Rasanya sakit, tapi rasa sakit ini..err..menyenangkan. Apa aku sudah bertransformasi menjadi seorang self-injury*. Ah, tidak mungkin. Tapi, rasa sakit ini benar-benar menyenangkan. Biarlah aku melupakan rasa sakit hatiku dengan rasa sakit sayatan ini. Uh, pandanganku buram. Seiring hilangnya kesadaranku, aku merasa sangat tenang. Benar-benar tenang rasanya.

Kyuhyun P.O.V End

~0~

Sungmin P.O.V

TOK. TOK. TOK.

Seperti biasa, kuketuk pintu apartemen Kyu. Sudah menjadi rutinitas bagiku untuk membawakan Kyu sarapan.

"Kyu! Kyu! Buka pintunya, Kyu!" seruku. Mengapa ia tak kunjung membukakan pintu. Biasanya ia sudah bangun. Apa ada sesuatu yang tidak beres. Huh, jangan berpikiran yang aneh-aneh Sungmin. Ku gelengkan kepalaku kuat-kuat. Mungkin Kyu masih tidur, belakangan ini kesehatannya makin menurun saja. Pasti ia butuh waktu istirahat yang banyak. Hhh, ku coba untuk memutar kenop pintunya dan-

CKLEK.

Pintu pun terbuka. Indra penglihatanku disuguhkan pemandangan yang sangat membuat batinku merasa miris. Ya, kamar Kyu. Kamar apartemen Kyu. Benar-benar tak terawat, bagaikan sudah berpuluh-puluh tahun tidak ditempati. Padahal Kyu itu adalah orang yang sangat menjaga kerapihan kamarnya. *mian, kalo salah. maklum, author dodol XD*

"Kyu!" panggilku. Mengapa ia ceroboh sekali sih, membiarkan pintu tak terkunci seperti itu. Kalau ada orang yang berbuat jahat, apa jadinya. Wajar saja kan, di jaman yang modern ini banyak orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.

"Kyu!" panggilku lagi. Kemana perginya ia. Sudah kucari-cari sosoknya di seluruh penjuru kamar ini, tapi hasilnya nihil. Tetap saja aku tidak menemukan keberadaan si pecinta starcraft itu. Ku coba untuk menenangkan kemelut di hatiku kali ini. Aku benar-bnar cemas dan khawatir padanya. Seketika pandanganku terfokus pada kamar mandi di apartemennya itu. Sungmin pabbo! Mengapa kau bisa melewatkannya. Dengan perasaan berkecamuk, ku coba untuk beranjak mendekati kamar mandi tersebut.

KRIETT.

Pintu pun terbuka. Terlihat sesosok namja yang sedang bergumul dengan dinginnya lantai keramik kamar mandi tersebut. Ku tajamkan indra penglihatanku dan-

"AIGOO, KYU!" teriakku. Aku segera berlari ke arah sosok yang tergeletak di lantai itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kyu.

"Kyu, gwenchanayo?" tanyaku. Ku balikkan tubuhnya dan seketika mataku membulat. Pasalnya, kini ku dapati sosoknya yang pucat bagai mayat. Terlihat darah merembes keluar dari pergelangan tangannya. Begitu banyak darah yang di tumpahkan dari tubuhnya itu, sampai-sampai mengotori baju ku dan baju milik Kyu. Indra penglihatanku mendapati sebuah benda mengkilat yang tergeletak tidak jauh dari tubuh Kyu. Ah, ternyata sebuah silet. Jangan-jangan Kyu, kau-

"Kyu, bertahanlah!" seruku. Mengapa kau melakukan hal ini, Kyu. Mataku sudah berkaca-kaca, air mata pun sudah menggenang di pelupuk mata. Tidak boleh, Sungmin. Di saat seperti ini aku tidak boleh menangis, aku harus tetap bertahan. Tenang saja Kyu, aku akan menyelamatkanmu!

Sungmin P.O.V End

~0~

Sungmin segera memanggil Ambulance dan Kyuhyun pun dibawa ke UGD untuk segera mendapat pertolongan pertama.

Kini, Sungmin sedang duduk tenang di ruang tunggu. Hatinya sangat cemas & khawatir, bertolak belakang sekali dengan parasnya. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, Sungmin menunggu dengan kemelut di hatinya.

KRIETT.

Seorang dokter berambut hitam keluar dari dalam ruang UGD. Raut mukanya terlihat sangat lelah. Sungmin pun bergegas menghampiri sang dokter dan ia pun melihat tag name bertuliskan Lee Hyuk Jae yang dikenakan oleh dokter tersebut.

"Bagaimana dengan keadaan Kyuhyun, dokter Hyukjae? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Sungmin tak sabar.

"Ne, Kyuhyun-sshi sudah berhasil melewati masa-masa kritisnya. Untung anda cepat membawanya ke sini, kalau tidak bisa-bisa nyawa Kyuhyun-sshi tak selamat. Tapi, tenang saja sekarang ia hanya butuh istirahat." jelas dokter Hyukjae.

"Syukurlah. Jeongmal gomawo, dokter Hyukjae. Apakah sekarang saya bisa melihat keadaan Kyuhyun?" tanya Sungmin lagi.

"Ne. Sekarang anda sudah bisa melihat keadaan Kyuhyun-sshi, Sungmin-sshi. Kalau begitu saya permisi dulu." jawab dokter Hyukjae seraya pergi.

CKLEK.

Sungmin masuk ke dalam ruang Tulip 11, ruang tempat dimana Kyuhyun sekarang dirawat. Ya, setelah mendapat pertolongan pertama di ruang UGD, Kyuhyun langsung dipindahkan ke ruang tersebut.

Tercium bau obat-obatan khas rumah sakit saat Sungmin melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang di dominasi oleh warna putih tersebut. Arah pandangannya pun tertuju pada sesosok tubuh yang terbaring pucat di atas ranjang. Ya, sosok itu. Ia sangat kenal dengan sosok itu, sesosok namja ceria dengan tingkah yang selalu manja. Tapi, itu dulu. Sekarang sudah tidak ada sosok 'Cho Kyuhyun' yang akan bertingkah manja kepadanya, yang selalu merengek kepadanya dan yang paling membuat hati Sungmin sangat miris adalah ketika ia tak lagi bisa melihat senyuman ceria dari seorang Cho Kyuhyun. Sungmin pun kembali memutar memori masa lalunya saat bersama Kyuhyun.

-Flashback-

"Minnie-hyung~" panggil Kyuhyun.

"Ne. Waeyo, Kyunnie?" tanya Sungmin.

"Antar aku ke mall, hyung. Aku ingin membeli PSP baru, kemarin PSP-ku jatuh berkeping-keping saat dipinjam si Mochi." cemberut Kyuhyun.

"Mwo? Kok bisa?" tanya Sungmin lagi.

"Ya bisalah, hyung~ Saat Mochi meminjam PSP-ku dia tidak mau gantian, kurebut saja PSP-nya eh malah jatuh. Tapi sebagai gantinya Mochi mau membelikanku video game baru. Oh, yeah!" jelas Kyuhyun dengan raut senang.

"Pabbo-ya, Kyu! Itu sih namanya kau yang salah." sergah Sungmin.

"Kok aku? Sudahlah hyung, ayo antar aku~" rengek Kyuhyun sembari menarik-narik tangan Sungmin.

"Iya-iya. Tapi jangan tarik-tarik aku, Kyu!" ucap Sungmin.

"Hehe. Minnie-hyung emang hyung-ku yang paling baik!" cengir Kyuhyun.

.

.

.

"Akhirnya aku beli PSP baru juga. Gomawo, Minnie-Hyung~" ucap Kyuhyun sembari bergelayut manja di lengan Sungmin.

"Cheonmaneyo, Kyunnie." balas Sungmin seraya tersenyum.

"Aku akan traktir hyung makan es krim, mau nggak?" tawar Kyuhyun.

"Tentu saja aku mau, Kyu." balas Sungmin dengan mata berbinar-binar.

"Baiklah. Minnie-hyung tunggu disana saja ya, biar aku yang beli es krim nya." Kyuhyun pun menunjuk sebuah bangku kosong di pinggiran taman.

"Ne. Hati-hati, Kyu." ucap Sungmin.

.

.

.

"Es krim datang!" seru Kyuhyun. Ia membawa 1 cone es krim strawberry chips & 1 cone es krim melon vanilla.

Sungmin pun tersenyum menyambut Kyuhyun.

"Yang ini untukmu, Minnie-hyung." Kyuhyun pun memberikan 1 cone es krim strawberry chips kepada Sungmin.

"Gomawo, Kyunnie!" Sungmin pun menerima es krim tersebut dengan senang hati.

"Eh, es krim mu rasa apa Kyu?" tanya Sungmin sembari menjilat(?) es krim nya.

"Rasa melon dengan sedikit vanilla, hyung mau?" tawar Kyuhyun seraya menyodorkan es krim nya.

"Ani, aku tidak suka. Rasanya hambar dan tidak manis, Kyu." tutur Sungmin.

"Justru aku tidak suka yang manis-manis, hyung. Kecuali-" Kyuhyun memotong ucapannya.

"Kecuali apa Kyu?" tanya Sungmin penasaran.

GREP.

Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat. Sungmin pun tersentak & wajahnya memerah.

"K-kyu.." panggil Sungmin.

"Ne. Kecuali, Minnie-hyung. Satu-satunya hal manis yang kusukai di dunia in adalah Minnie-hyung." tutur Kyuhyun.

Sungmin pun tersenyum menanggapinya.

"Hyung, aku ingin kau janji padaku." rengek Kyuhyun.

"Mworago, Kyunnie?" tanya Sungmin.

"Aku ingin hyung selalu di sampingku & selalu tersenyum untukku, arra?" jelas Kyuhyun.

"Arraseo. Kau juga harus berjanji ya, Kyunnie?" jawab Sungmin.

"Ne. Aku berjanji." senyum Kyuhyun.

-Flashback End-

Masih teringat di memori Sungmin, saat ia serta Kyuhyun saling menautkan kelingking dan berjanji untuk bersama.

'Apa kau masih ingat dengan janji kita, Kyu?' lirih Sungmin dalam hati.

~0~

Sungmin P.O.V

Aku melangkah mendekati ranjang, tepatnya diatas ranjang tersebut terbaring sosok lemah Kyuhyun. Ku tarik sebuah kursi ke samping ranjang, dan aku pun segera menduduki kursi tersebut.

Ku amati tubuh rapuh itu, kulit putih susunya terlihat lebih pucat dari biasanya. Ku genggam tangannya dan tanpa kusadari bulir-bulir air mata jatuh dari mataku. Runtuh sudah pertahananku. Aku tidak kuat lagi melihatnya seperti ini.

"K-kyu.." panggilku diiringi isakan pelan. Berharap bahwa ia akan bangun dengan senyuman ceria bertengger di wajahnya. Sayang itu hanyalah harapan kosong. Karena pada kenyataannya, ia tak kunjung bangun. Bola mata cemerlangnya kian bersembunyi di balik kelopak matanya.

Tuhan, andai aku punya satu permintaan. Aku minta agar Kau mengembalikan senyuman ceria 'dongsaeng-ku'. Asal Kau tahu Tuhan, aku rela melakukan apapun demi mengembalikan senyumannya. Senyuman polos & tulusnya bukan sekedar senyuman kosong yang dipaksakan.

Kau tahu, Tuhan? Selama ini aku selalu tersenyum untuknya, apapun yang terjadi aku selalu tersenyum. Tapi aku takut, aku takut aku tidak dapat melihatnya tersenyum lagi. Aku selalu berpikir bila aku selalu tersenyum, mungkin ia juga akan membalasnya dengan senyuman. Tapi apa, yang aku dapatkan hanyalah raut terluka.

Sakit.

Itulah yang ku rasakan saat ini.

Rasanya aku ingin meninggalkan dunia ini saja, Tuhan. Tapi, tolonglah setidaknya berikan aku kesabaran dan ketabahan. Aku tidak ingin meninggalkan dunia ini sebelum melihat senyumannya lagi. Tolonglah kabulkan permohonanku ini, Tuhan.

Hhh, ku pejamkan mataku & ku tarik napas pelan-pelan. Yang ingin ku lakukan sekarang adalah mencoba untuk tenang.

Ku hapus air mataku & ku eratkan genggamanku padanya.

"K-kyunnie.. Gwenchanayo?" tanyaku. Aku tahu ia tidak akan menjawab pertanyaanku, tapi aku tetap bersikukuh untuk mengajaknya bicara.

"Kyu, bangunlah. Cepatlah sembuh." ucapku.

"Kau tahu, Kyu? Aku sangat tidak kuat melihatmu seperti ini. Bangunlah, Kyu. Bangunlah dari keterpurukan ini. Aku tahu kau pasti bisa." tuturku.

"Saranghae, Kyunnie. Yeongwonhi saranghae." aku pun mencium keningnya.

"Dan kau tak perlu membalas perasaanku ini, Kyu. Karena aku sudah tahu, di matamu kau hanya menganggapku sebagai 'hyung-mu' bukan? Aku hanya ingin agar kau kembali seperti Kyu yang dulu. Arraseo, Kyu?" tanyaku.

Hening.

Tak ada jawaban.

Hhh, setidaknya aku sudah mengutarakan semua isi hatiku ini. Ya, aku merasa sedikit lega sekarang.

Tuhan aku mohon sekali lagi agar kau dapat mengembalikan senyumannya. Senyuman tulus & polosnya.

TBC~

A/N : Sekedar catatan chingu,

*Self-injury itu orang yg selalu melukai dirinya sendiri. Dengan melukai dirinya sendiri, ia dapat merasa tenang. Itu dia lakukan agar dapat melupakan kenangan terburuknya. Tapi, perlu diingat. Ia hanya melukai dirinya sendiri dan ia tidak melukai orang lain.

Apa chingudeul mau kalau Kyu aku buat jadi self-injury beneran?

Dan ini balasan untuk review chap lalu :)

Shiori and Shiroi :

annyeong~

makasih udh di bilang daebak ^^

#hug

iya, dodol yg warna item itu loh XD #plak

knp prolog? aku jg gk tau XD

ini udh update ^^

mian kalo mengecewakan (_ _)

gomawo atas reviewnya ^_^

LittleLiappe :

annyeong~

ini udh lanjut kok, chingu ^^

naruh ati? gimana caranya, chingu?

#plak

gomawo atas reviewnya ^_^

RizmaHuka-huka :

annyeong~

kemaren baru prolog-nya doang eonn, jadinya pendek :D

Wookie ninggalin Kyu gara2 udah ditunangin sama appa-nya :D

makasih ya, eonn ^^

#bow

gomawo atas reviewnya ^_^

Aoi :

annyeong~

ini udah update chingu ^^

mian ya kalo lama :D

gomawo atas reviewnya ^_^

Pipit-SungminniELFishy :

annyeong~

Pipit Patimah Subarjo-KHAN :D

#sesuai keinginan anda

pendek? skrng udh panjang kan? :D

#ting-ting

ini sebenernya project lama sih :D

Sungmin kan mantan gw, jd gk boleh diejekin :p

gomawo atas reviewnya ya uyut DJL XD

Minnie Chagiy4 :

annyeong~

iya, aku sengaja nge buat Kyu jadi tersiksa kayak gitu, kekeke XD

#ditimpuk Sparkyu

ini udh update, chingu :D

gomawo atas reviewnya ^_^

Dina LuvKyumin :

annyeong~

makasih udh di bilang keren, saya emng keren kok, kekeke XD

#bukan lu yg keren

Kyu emng suka sama Minnie, tapi cuma sebatas hubungan 'dongsaeng-hyung' doang :D

ini udh update :D

gomawo atas reviewnya ^_^

Inha ELF SparkyuHyukBum :

annyeong~

sebenernya Wookie tu terpaksa ninggalin Kyu, chingu :D

aku sengaja buat Kyu nelangsa soalnya biasanya kan Sungmin yg nelangsa, kekeke XD

Kyu emng gk peka nih :D

gomawo atas reviewnya ^_^

Rhie chan Aoi sora :

annyeong~

kemaren kan cuma prolog doang saeng, jadi pendek :D

aish, Mochi nya di bungkus aja ya terus kirim ke sini XD

Wookie itu mau tunangan sama aku loh XD, eh gk deng boong ^^

ini udh update, mian kalo mengecewakan (_ _)

gomawo atas reviewnya ^_^

Cho Kyuka :

annyeong~

makasih udah suka ^^

#hug

buat aku Minnie sama Wookie dua-duanya imut kok, tapi yg paling imut itu Hyukkie XD #plak

ini updatenya, mian kalo mengecewekan (_ _)

gomawo atas reviewnya ^_^

af13knight :

annyeong~

huwaa, jangan disiksa Wookie-nya nanti Yesung marah loh :O

tenang aja aku bakal buat Kyu yg menderita, kekeke :)

#evil laugh

gomawo atas reviewnya ^_^

sparkyuminnie :

annyeong~

kemaren cuma prolog doang saeng, skrng udh panjang kan? :D

iya nih Kyu gk peka, aku kasih Minnie buat kamu aja deh :D

#dimutilasi Kyu

gomawo atas reviewnya ^_^

.

.

.

Gk ada yg ketinggalan kan? :Da

Ok, saya masih butuh saran dari para reader, reviewer, dan juga silent reader ^^

Dan buat yg udh baca sampai sini, review ya :D

Review dari kalian sangat berarti buat aku loh :D

Mohon doanya ya supaya aku besok bisa menempuh UN dengan baik, doakan juga supaya hasilnya bagus, amien :)

So, mind to review? :3