Title : Smile for You
Rated : K+
Genre : Romance, Hurt/ Comfort
Cast : Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook, Eunhyuk, Donghae
Disclaimer : They belong to themselves, their parents, and God
Warning : AU, BL, yaoi, typo(s), alur maksa :p
Happy Reading~
~0~
Sungmin P.O.V
Ah, silau. Kubuka mataku dan hangatnya cahaya matahari langsung menerpaku. Kulirik jam beker di meja samping ranjang. Pukul 08.00. Sudah siang ternyata.
"Mianhamnida telah mengganggu tidur anda, Sungmin-sshi." ucap seorang perawat yeoja kepadaku. Rupanya dia yang telah membuka tirai di kamar ini, sehingga cahaya matahari dapat masuk.
"Gwenchana, noona." balasku.
CKLEK.
Seorang perawat yeoja lainnya pun masuk.
"Sungmin-sshi, anda ditunggu oleh dokter Hyukjae di ruangannya. Ini menyangkut keadaan Kyuhyun-sshi." ucap seorang perawat yeoja yang baru masuk itu.
"Ne. Saya akan segera kesana. Kamsahamnida, noona." senyumku. Kedua perawat yeoja tersebut pun tersipu malu melihat senyumanku. Kuakui mereka berdua sangat cantik & manis, tapi aku tidak tertarik dengan mereka. Karena di hatiku hanya ada Kyuhyun seorang.
"Baiklah kalau begitu kami berdua mohon permisi, Sungmin-sshi." ucap mereka seraya pergi. Hhh, aku harus segera menemui dokter Hyukjae sebelumnya aku harus mandi terlebih dahulu.
Pandanganku pun terfokus pada sosok Kyu yang masih tertidur.
"Kyu.." ucapku. Sampai kapan kau akan terus tidur, Kyu? Ayolah cepat bangun, Kyu. Aku mencium kembali keningnya. Setelah itu aku pun segera melesat menuju kamar mandi.
~0~
Ah, segarnya~ Segar sekali rasanya saat air keran yang dingin ini mengguyur tubuhku. Karena sejak kemarin aku belum mandi. Aku tidak peduli dengan keadaan tubuhku, saat itu aku benar-benar panik dengan keadaan Kyuhyun. Ya, prioritas utamaku adalah Cho Kyuhyun.
CKLEK.
Aku melangkah keluar dari kamar mandi. Kubiarkan rambutku ini berantakan.
"Hm, saatnya pergi menemui dokter Hyukjae. Sekarang sudah pukul 08.15. Ia pasti sudah lama menungguku." gumamku.
"Aku pergi dulu ya, Kyu." Kuusap pelan pipi putih Kyuhyun dan aku pun segera pergi.
~0~
Kini aku sedang berdiri di depan ruang dokter Hyukjae. Segera saja ku ketuk pintunya, belum sampai tanganku untuk mengetuk pintu. Telingaku mendengar desahan-desahan seseorang di dalam ruang tersebut. Ternyata pintunya tak terkuci. Aku pun segera masuk dan sontak wajahku memerah melihat dua orang namja yang sedang bergumul mesra di atas meja. Aigoo~~ Itu kan dokter Hyukjae.
BRUK.
Aish, bagaimana ini? Tanganku tak sengaja menyenggol tumpukan buku di meja samping pintu. Segera ku ambil buku tersebut dan ku kembalikan ke tempat asalnya. Saat aku hendak mendongakkan wajahku, kulihat kedua namja itu mematung. Tampaknya mereka menyadari kalau 'kegiatan' mereka telah dipergoki olehku.
"Err...mianhamnida telah mengganggu anda, Dokter Hyukjae." ucapku seraya ingin pergi dari ruang tersebut. Tapi gerakanku terhenti, saat sebuah suara menginterupsiku.
"T-tunggu, Sungmin-sshi! Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap seseorang yang kukenali adalah dokter Hyukjae.
"Ne." ucapku. Aku diam dan menunggu tanpa membalikkan badanku. Aku tahu pasti mereka berdua malu karena ada seseorang yang telah memergoki mereka. Ya, itu aku. Aku yang telah memergoki mereka. Padahal tadi dokter Hyukjae yang menyuruhku untuk datang ke ruangannya. Dasar, pagi-pagi begini sudah melakukan hal seperti itu. Harusnya kan dilakukan saat malam-malam saja. Kugelengkan kepalaku kuat-kuat. Aish, apa yang kau pikirkan Sungmin?
"Annyeong, Sungmin-sshi." senyum seorang namja berambut pirang kepadaku, ia hendak keluar dari ruang ini. Rupanya tadi dia yang telah bemesra-mesraan dengan dokter Hyukjae. Semburat pink juga masih menghiasi pipinya.
"Annyeong." balasku. Kulihat tag name nya bertuliskan Lee Donghae.
"Sungmin-sshi.." panggil dokter Hyukjae.
"Ne." aku berjalan mendekat menuju dokter Hyukjae.
"Silahkan duduk, Sungmin-sshi." ucapnya. Segera ku dudukkan diriku ke atas kursi yang telah tersedia. Sama seperti namja bernama Lee Donghae tadi, semburat pink pun menghiasi pipi dokter Hyukjae. Tampak sekali kalau ia sedang gugup.
"Begini Sungmin-sshi. Saya menyuruh anda ke sini untuk membicarakan perihal keadaan, Kyuhyun-sshi." ucap dokter Hyukjae.
"Ne."
"Hm, saya ingin bertanya pada anda. Sebenarnya apa yang terjadi pada Kyuhyun-sshi? Saat saya hendak menanganinya, saya melihat bekas sayatan benda tajam. Apa itu sebuah kecelakaan tak disengaja atau memang...disengaja?" tanyanya panjang lebar.
"Sebenarnya saja juga kurang tahu, dok. Saat menemukannya saya memang sempat melihat sebuah silet tergeletak disampingnya." jawabku.
"Hm, baiklah. Saya ingin bertanya sekali lagi, mungkin ini bersifat privasi. Apa ada sebuah kejadian buruk yang menimpa Kyuhyun-sshi sebelumnya?" tanyanya lagi.
"Ne. Memang sebelumnya Kyu sempat ditinggalkan oleh pacar yang amat dicintainya. Itu membuatnya menjadi seorang pemurung." ucapku miris.
"Baiklah saya rasa cukup sampai di sini saja pembicaraan kita. Sepertinya Kyuhyun-sshi sempat ingin mengakhiri nyawanya & kini kondisi jiwanya pun masih labil. Saya mohon anda dapat menjaganya baik-baik. Saya mohon permisi Sungmin-sshi, saya masih ada keperluan lain." tutur Dokter Hyukjae seraya pergi.
"Ne. Kamsahamnida, dokter Hyukjae." ucapku.
Apa benar yang dikatakan oleh Dokter Hyukjae?
~0~
Aku sedang berjalan di koridor rumah sakit yang ramai ini. Aku hendak kembali ke ruang kamar Kyu.
Perhatianku terahlikan oleh sesosok namja mungil yang sangat kukenal. Kim Ryeowook. Sedang apa ia disini? Aku berjalan menghampirinya.
"Wookie.." panggilku. Ia menoleh kaget kepadaku.
"Sungmin-hyung!" senyumnya seraya memelukku erat. Dialah Kim Ryeowook. Mantan namjachingu-nya Kyu yang telah membuat Kyu menjadi seperti ini. Mengingat hal itu membuatku tersenyum miris. Ya, kuakui aku memang cukup dekat dengannya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini, Wookie?" tanyaku.
"Penyakit appa-ku kambuh lagi, hyung." jawabnya sedih.
"Benarkah? Hwaiting, Wookie." ucapku seraya menepuk pundaknya.
"Ne. Jeongmal gomawo, hyung. Hyung sendiri sedang apa disini? Apa Kyu juga.." tanyanya.
"Ya, Kyu ada disini. Karena Kyu memang sedang dirawat disini." jawabku. Kulihat ia tampak kaget.
"Waeyo, Wookie.." lirihku.
"Maksud hyung?" tanyanya tak mengerti.
"Waeyo? Mengapa kau meninggalkan Kyu, Wookie? Tak tahukah kau, kalau Kyu berada disini karena.." aku tak sanggup meneruskan perkataanku. Mataku sudah berkaca-kaca. Hatiku sakit, kalau mengingat keadaan Kyu sekarang.
"Maksud hyung apa? Jangan-jangan Kyu dirawat disini gara-gara...aku?" tanyanya. Ia terus mengguncang-guncangkan tubuhku, namun guncangannya perlahan menjadi pelan. Matanya pun berkaca-kaca sepertiku. Melihat kelakuaannya, ia tampak masih mencintai Kyu. Tapi, mengapa.. Mengapa kau malah meninggalkan Kyu, Wookie?
"Ne. Kyu menjadi seperti ini karena ia masih mencintaimu, Wookie. Mengapa kau meninggalkannya?" tanyaku.
"Itu.. Itu.. Aku tidak bisa, hyung. Aku sudah dijodohkan oleh appa-ku, aku tidak mau mengecewakannya. Lagipula.." ia memotong perkataannya.
"Lagipula apa, Wookie? Memangnya apa kau mau dijodohkan oleh Appa-mu?" tanyaku. Aku tak peduli dengan orang-orang yang memandang kami dengan tatapan bingung.
"Bukan begitu, hyung. Kalau aku tidak mau melakukan hal ini, akan ada banyak orang yang tersakiti. Salah satunya adalah appa." jawabnya.
"Apa kau tidak tahu kalau Kyu juga terluka karenamu?" tanyaku.
"Aku tahu, hyung. Aku juga tahu kalau Kyu terluka karenaku. Tapi, apakah hyung tau kalau aku juga berat untuk melakukan hal ini. Aku selalu dihantui oleh perasaan bersalah, hyung. Aku pikir ini semua adalah yang terbaik. Mungkin memang takdir tak merestui kami bersama. Dan aku yakin kalau Kyu nanti akan menemukan seseorang yang lebih baik daripada aku." jelas Wookie panjang lebar.
"Ne. Jeongmal mianhae, Wookie. Aku memang tidak tahu karena aku tidak merasakan berada dalam posisimu." aku pun memeluk Wookie erat.
"Gwenchana, hyung. Jeongmal gomawo. Tolong sampaikan maafku pada Kyu ya, hyung." ucapnya.
"Ne. Apa kau tidak mau langsung meminta maaf pada, Kyu? Mumpung Kyu sedang berada disini." ucapku sembari melepas pelukanku.
"Aniyo. Aku tidak kuat untuk bertemu dengannya, hyung. Aku titip kata maaf dan ini ya, hyung." Wookie menyerahkan sebuah amplop kecil padaku.
"Apa ini, Wookie?" tanyaku sembari menerima amplop tersebut.
"Didalamnya terdapat surat dariku untuk Kyu. Tadinya aku sempat ragu untuk menulis surat ini karena aku tidak berani untuk memberikannya. Tapi setelah kupikir-pikir akhirnya aku membuat surat ini dan untungnya aku bertemu denganmu, hyung. Jadi aku bisa menitipkan surat ini padamu." tutur Wookie.
"Ne, baiklah aku akan memberikan surat ini pada Kyu." ucapku seraya tersenyum.
"Jeongmal gomawo, hyung." balasnya.
"Hm, kalau begitu aku pergi dulu ya Wookie. Semoga appa-mu cepat sembuh." ucapku seraya pergi.
"Ne." Wookie pun tersenyum padaku.
Hm, semoga masalah ini cepat selesai.
Sungmin P.O.V End
~0~
Ryeowook P.O.V
"Hm, kalau begitu aku pergi dulu ya Wookie. Semoga appa-mu cepet sembuh." ucap Sungmin-hyung seraya pergi.
"Ne." aku tersenyum menanggapinya. Hhh, aku merasa lega sekarang. Aku sudah berhasil menyampaikan suratku pada Kyu. Aku merasa sangat bersalah saat meninggalkan Kyu tanpa penjelasan, makanya aku menjelaskan semuanya dalam surat itu. Semoga saja Kyu mengerti. Aku benar-benar tak punya pilihan lain, banyak sekali yang akan tersakiti bila kita terus melanjutkan hubungan kita. Salah satunya appa dan Yesung-hyung.
"Wookie-ah sedang apa kau diluar sini? Ayo kita masuk." ucap Yesung-hyung. Dia adalah orang yang dijodohkan denganku. Yesung-hyung itu anak dari sahabat appa, ia seorang namja yang tampan dan sangat baik padaku. Selain itu, ia juga sangat tulus mencintaku. Aku pun sudah mulai bisa untuk mencintainya.
"Ne. Tadi aku bertemu dengan teman lamaku, hyung." jawabku seraya tersenyum padanya.
"Oh. Mari kita masuk, aku ingin melihat keadaan appa-mu. Kajja!" ajak Yesung-hyung dengan semangat yang menggebu-gebu. Aku terkekeh melihat tingkahnya, ia seperti anak kecil saja. Aku pun masuk ke dalam ruang perawatan appa.
Tahukah kau, Kyu? Inilah alasanku menerima perjodohan appa-ku. Aku benar-benar tak punya pilihan lain. Lagipula ada 'dia' yang selalu berada disampingmu. Aku benar-benar merasa seperti orang jahat kalau aku terus bersamamu. Karena 'dia' pasti akan sangat tersakiti. 'Dia' sangat mencintaimu, Kyu. Tak adil rasanya kalau aku merebutmu dari'nya'. Aku yakin 'dia'lah yang terbaik untukmu. Semoga kau juga menyadarinya dan membalas rasa cinta'nya' itu.
Ryeowook P.O.V End
~0~
Sungmin P.O.V
CKLEK.
Aku melangkah masuk ke dalam ruang rawat Kyu. Hm, ternyata Kyu belum bangun juga. Ku berjalan mendekat ke ranjang dan kutaruh surat dari Wookie di dalam laci meja.
KRIUKK.
Aduh, perutku sudah mengaum untuk diisi nih.
Tadi sepertinya aku lupa untuk sarapan. Pukul 09.00. Pantas saja perutku keroncongan ternyata sudah siang dan aku belum makan sama sekali sejak kemarin. Hm, tapi aneh juga ya? Padahal kemarin aku benar-benar tidak makan, tapi aku malah tidak lapar. Apa rasa panik seseorang itu bisa melupakan rasa lapar ya? Ah, lebih baik aku membuat roti selai saja untuk kumakan. Pasalnya kini otakku mulai kacau.
"Roti dan...selai strawberry." gumamku. Kuambil sebungkus roti tawar dan setoples selai strawberry dari dalam laci(?). Kuolesi selai strawberry pada roti dengan menggunakan pisau. Setelah selesai, aku langsung memakan roti buatanku. Hm, rasanya pas dan enak.
"Enghh.." lenguh seseorang. Aku begitu kaget saat melihat Kyu yang sudah terbangun.
"Kyu, gwenchanayo?" tanyaku sembari membantunya untuk duduk.
"Gwenchana, hyung. Apa yang terjadi? Kok aku bisa berada disini." ia balik bertanya padaku.
"Kemarin saat aku ingin mengantarkan sarapan untukmu, aku menemukanmu tergeletak di kamar mandi. Aku sangat panik, makanya aku segera membawamu ke rumah sakit ini. Dan kau tidak kunjung bangun sejak kemarin, aku benar-benar khawatir. Syukurlah kau sudah bangun sekarang, Kyu." aku pun memeluk Kyu dengan erat.
"Ne, hyung. Tapi apakah kau bisa melepas pelukanmu? Sesak.." ucap Kyu. Refleks aku segera melepas pelukanku.
"Mianhae, Kyu. Aku tidak sengaja, habis aku terlalu senang karena kau akhirnya bangun juga. Hehehe." cengirku.
"Ne. Kau menganggap ku seperti tidak akan bangun saja, hyung." ucapnya seraya tersenyum kecil.
DEG.
Kubulatkan mataku tak percaya. Kyu tersenyum? Apa ini bukan mimpi? Aku mengucak mataku untuk memastikan bahwa ini bukanlah mimpi. Hah, ternyata ini kenyataan. Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum lagi, Kyu.
"Hyung.. Minnie-hyung.." Kyu melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.
"Ne. Waeyo, Kyu?" tanyaku.
"Kau kenapa, hyung? Kok melamun?" tanyanya.
"Ani. Aku hanya sedang bahagia sekarang, Kyu." jawabku seraya tersenyum.
"Oh." ia pun hanya bisa ber'oh' ria.
"Ohya kyu, aku baru ingat. Ini untukmu." ucapku sembari menyerahkan surat dari Wookie kepada Kyu.
"Apa ini, hyung?" tanyanya.
"Itu surat dari Wookie." ucapku.
Hening.
Raut wajah Kyu pun berubah. Tatapannya datar. Ia mulai membaca surat dari Wookie tanpa ekspresi. Benar-benar sulit ditebak jalan pikirannya.
Gasuma nomu mianhe
Nodo sarangbadgo shipho hanunde
Mothnan nan aphumman jwoso
Gasuma nomu mianhe
Hangsang gudewa gathi hagophunde
Ibyolman nawa hamkkehago
Mearichorom handu balchag
Dwieman soitjyo
Ponselku berdering.
"Ah Kyu, aku ingin keluar sebentar. Ada yang menelponku." ucapku.
"Ne, hyung." jawabnya.
Aku melangkahkan kakiku keluar. Setibanya diluar, aku pun mengangkat panggilan pada ponselku.
KLIK-
"Yoboseyo?"
"Yoboseyo. Ini aku Henry, Minnie-hyung."
"Oh. Waeyo, Mochi?"
"Sekarang Kyu sedang dirawat di rumah sakit ya, hyung? Mianhae, aku belum sempat menjenguk ke sana."
"Ne. Kyu memang sedang dirawat. Gwenchana, Mochi."
"Kira-kira kapan Kyu akan pulang? Aku ingin menjenguknya besok bersama Mimi-ge, hyung."
"Jinjja? Aku juga tidak tahu, Mochi. Nanti kau akan kuberi tahu deh."
"Sip. Gomawo, hyung. Titip salam ya dariku & Mimi-ge untuk Kyu. Annyeong."
"Ne. Annyeong."
KLIK.
Hm, ternyata si Mochi yang menelpon. Aku segera kembali ke dalam ruang rawat Kyu.
"Tadi Mochi yang menelpon katanya-" ucapanku terpotong. Aku sangat kaget. Pasalnya, kini kulihat Kyu sedang bersimpuh di lantai dengan raut wajah seperti orang kesetanan. Ia terus menusuk-nusuk surat dari Wookie dengan sebuah pisau kecil ditangannya. Dan ada noda merah di pisau itu.
"KYU!"
~0~
TBC~
.
.
.
A/N : Annyeong, chingudeul ^0^/ *senyum lima jari* Gimana udah baca chap ini? Mau keroyok saya atau nimpuk saya juga boleh ^^ Coba aja kalau bisa :p
Maaf ya update nya lama (_ _") Sebenernya saya pengen publish dari lusa kemaren, tapi file ff ini hilang. Jadilah saya harus mengetik ulang ff ini, apalagi penyakit saya sempat kambuh. Jadi baru bisa publish sekarang T~T *gegulingan* Next chap, akan saya cepat saya update deh ^~^
Dan ini balasan untuk review chap yang lalu :)
Shiori and Shiroi :
Annyeong~ Hm, apakah nanti Kyu jd self-injury atau gk, liat aja ya chap depan :D Biasa itu si Kyu baru liat silet, jadinya main silet2an gitu XD Biarinlah, jarang2 kan Hyukkie jd dokter :D Ya, ini udah update meskipun lama update-an nya XD Gomawo atas reviewnya ^_^
Pipit-SungminniELFishy :
Annyeong~ Heh? Jangan coba2 buat nyiksa Teukie :o Nanti dah Hyukkie dijadiin main cast, lg galau nih :D Kalo Sungmin jd self-injury setuju gk? XD Bedalah yg otak IPS mah :p Gomawo atas reviewnya PPS-K :D
Kyuhyunniewife :
Annyeong~ Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan ya :D Wookie masih sayang sama Kyu tuh, tp dy mencoba untuk melupakan Kyu :D Gomawo atas reviewnya ^_^
Minnie Chagiy4 :
Annyeong~ Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan ya :D Tenang aja, Minnie gk bakal menderita kok ^^ Ini udah update :D Gomawo atas reviewnya ^_^
Cho Jang Mi :
Annyeong~ Iya nih Kyu belum sadar tuh kalo ada Sungmin yg manis & baik :D Kyu denger apa enggak, tanya ke Kyu aja XD Gomawo atas reviewnya ^_^
Sam Ran Rinmales login :
annyeong~ Kyu boleh jd self-injury nih? :D Liat chap depan aja ya :D Gomawo atas reviewnya ^_^
Cho Kyuka :
Annyeong~ Yg naruh silet itu author loh :D *plak* Boong deng, gk tau tuh siapa yg naruh silet disitu XD Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan aja ya :D Hm, tenang aku gk bakal nyiksa Kyu kok :) *evil smirk* Gomawo atas reviewnya ^_^
Dina LuvKyumin :
Annyeong~ Tenang, Kyumin bakal bersatu kok :D Kyu jg bakal cinta sama Umin kok :D Ini udh update ^^ Mian gk kilat :Da Gomawo atas reviewnya ^_^
JunJunMinnie :
Annyeonghaseyo, JunJun :) Cho neun Ika imnida :) *bow back* Salam kenal ^^/ Iya nih, kasian Minnie :D Ini udh update :D Gomawo atas reviewnya ^_^
LittleLiappe :
Annyeong~ Huwahaha, liat aja chap depan ok ;D *digebukin* J-jahat? Waduh, saya dibilang jahat, tp emng saya jahat sih, kekeke XD Ini udh update :D Gomawo atas reviewnya ^_^
Inha SparkyuHyukBum :
Annyeong~ Makasih chingu, semoga author bisa nilai 10 semua, amien :D *ngayal* Ya, saking cintanya Kyu sama Wookie jd gitu deh :D Udah tau kan alasan Wookie ninggalin Kyu, chingu :D Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan aja ya :D Gomawo atas reviewnya ^_^
Arisa Adachi :
Annyeong~ Chingu mau jd self-injury juga? Ya udah, nih. *nyodorin silet* Hehe ^^v Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan aja ya :D Gomawo atas reviewnya ^_^
YuyaLoveSungmin :
Annyeong~ Kyu jd self-injury atau gk, liat chap depan aja ya :D Huwahaha *evil laugh* Nyari Wookie, chingu? Tuh *nunjuk Wookie* Sedihkah? Tenang chingu, ff ini gk nge-angst kok :D Gomawo atas reviewnya ^_^
geby seta :
Annyeong~ Ini udh lanjut, chingu :D Mian lama update nya :Da gomawo atas reviewnya ^_^
af13knight :
Annyeong~ Iya, namanya juga teman masa kecil :D Mengapa Wookie bisa jadian sama Kyu? Tanyakanlah pada yg bersangkutan XD *ditimpuk* Af mau nyeburin Kyu ke empang? Sok mangga atuh XD *plak* Gomawo atas reviewnya ^_^
N. Yufa :
Annyeong, Yu-nee~ Tak apalah, eonn :D Iya parah bgt tuh si Kyu :D Hoho, ternyata emng bnyk kata2 'pun' ya :Da Makasih eonn, ini udah dikurangi kok :D Gomawo atas reviewnya ^_^
sparkyuminnie :
Annyeong~ Iya, payah nih Kyu. Kayaknya Kyu udah pikun tuh sama janjinya, wkwk XD *dirajam* Ini udh update, saeng ^^ Mian ya kalo gk cepet ^^a Ok, nanti Kyu kayaknya bakal menderita jg tuh. Huwahaha *evil laugh* Gomawo atas reviewnya ^_^
Kuchiki Hirata :
Annyeong~ Hai juga Kuchiki-san ^^/ Salam kenal ^^ Ini udh update, mian ya gk kilat :D Makasih udh nge-fave :) *hug* Gomawo atas reviewnya ^_^
.
.
.
Selesai \(-^_^-)/ Gk ada yg ketinggalan kan? :Da
Saya mau terimakasih buat yang udah menandai cerita saya ataupun saya sendiri dalam favorite list :) Hiks, saya benar-benar terharu T~T Jeongmal gomawo, chingudeul~ Saranghaeyo~~~ #Hug you all
So, mind to review? :3
