Annyeong, chingudeul (^0^)/ Hm, saya masih bingung mau bikin Kyu jadi self-injury atau enggak nih :Da Persentasenya 51% sama 49% *gaya lu*. Kepastiannya nunggu chap depan aja ya, saya mau semedi dulu di Gua XD

Title : Smile for You

Rated : K+

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk, Henry, Zhoumi

Disclaimer : They belong to themselves, their parents, and God

Warning : AU, BL, yaoi, typo(s), alur maksa, gore (just a little bit) :p

Happy Reading~

~0~

Kyuhyun P.O.V

"Enghh.." lenguhku. Hhh, kepalaku berat sekali. Kukerjapkan mataku. Putih. Semuanya putih. Sebenarnya aku ada dimana?

"Kyu, gwenchanayo?" tanya seseorang. Ah, itu kan suara Minnie-hyung. Aku menoleh dan mendapati Minnie-hyung sedang membantuku untuk duduk.

"Gwenchana, hyung. Apa yang terjadi? Kok aku berada disini?" tanyaku.

"Kemarin saat aku ingin mengantarkan sarapan untukmu, aku menemukanmu tergeletak di kamar mandi. Aku sangat panik, makanya aku membawamu ke rumah sakit ini. Dan kau tak kunjung bangun sejak kemarin, aku benar-benar khawatir. Syukurlah kau sudah bangun sekarang, Kyu." jelas Minnie-hyung sembari memelukku erat.

"Ne, hyung. Tapi apakah kau bisa melepas pelukanmu? Sesak.." ucapku. Ia refleks segera melepas pelukannya.

"Mianhae, Kyu. Aku tidak sengaja, habis aku terlalu senang karena kau akhirnya bangun juga. Hehehe." cengirnya.

Dasar Minnie-hyung.

"Ne. Kau menganggap ku seperti tidak akan bangun saja, hyung," ucapku seraya tersenyum kecil.

Minnie-hyung terdiam. Kenapa sih dia?

"Hyung.. Minnie-hyung.." aku melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

"Ne. Waeyo, Kyu?" tanyanya.

"Kau kenapa, hyung? Kok melamun?" tanyaku.

"Ani. Aku hanya sedang bahagia sekarang, Kyu." jawabnya seraya tersenyum.

"Oh." aku pun hanya bisa ber'oh' ria.

"Ohya kyu, aku baru ingat. Ini untukmu," ucap Minnie-hyung sembari menyerahkan sebuah amplop padaku.

"Apa ini, hyung?" tanyaku tak mengerti.

"Itu surat dari Wookie." ucapnya.

DEG.

Mwo? Ini surat dari Wookie? Raut wajahku pun berubah. Kini, aku memandang surat ini dengan tatapan datar. Mulai saja ku membaca isi surat ini.

.

.

.

Kyu,

Ini aku Wookie. Pertama-tama aku ingin mengucapkan jeongmal mianhae karena saat pertemuan kita yang lalu aku telah meninggalkanmu seenaknya. Mianhae, mianhae Kyu. Bukan maksudku untuk seperti itu. Saat itu aku sangat bingung dan pikiranku benar-benar kacau. Appa-ku menjodohkanku dengan namja anak temannya. Aku tak punya pilihan lain. Itu adalah permintaan terakhir dari Appa-ku. Akibat penyakit kronis yang diderita olehnya, beliau di vonis bahwa masa hidupnya tinggal tak lama lagi. Aku benar-benar tak kuasa untuk menolak permintaannya. Jujur, saat itu aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu malah. Dan sekarang aku pun mencoba untuk melupakan perasaanku, tapi rasanya sulit sekali. Ya, tapi aku akan mencoba. Kita mungkin tak bisa bersatu. Kupikir inilah yang terbaik untuk kita berdua, Kyu. Aku tau masih ada seseorang diluar sana yang lebih baik daripada aku. Mianhae, Kyu. Mianhae. Aku harap kau mengerti. Sekarang kita sudah punya jalan masing-masing. Tapi kita masih bisa berteman kan, Kyu? Semoga kau lebih bahagia tanpaku. Mianhae dan gomawo untuk semuanya.

Signed,

Kim Ryeowook

.

.

.

Hm, baru saja aku selesai membaca suratnya, suara Minnie-hyung pun menginterupsiku.

"Kyu, aku mau keluar sebentar ya. Ada yang menelponku," tuturnya.

"Ne. Hyung." balasku.

CKLEK.

Minnie-hyung pun keluar. Kupandangi kembali surat ini. Cih, menyebalkan! Kuremas surat dari Wookie dan kubuang ke lantai.

"Shit!" umpatku. Mataku tertuju pada sebuah pisau kecil yang terletak diatas meja. Tanpa pikir panjang segera ku raih pisau tersebut.

"Hahaha.." tawaku. Ku ambil surat yang telah ku remas tadi. Masa bodoh dengan selang infusku yang mengeluarkan darah.

"Mati! Mati! Mati!" seruku sembari menusuk-nusuk surat Wookie dengan pisau kecil tadi. Kuluapkan semua emosiku kepada kertas yang tak berdosa ini. Toh, kertas ini benda mati. Jadi aku tak peduli.

"Hhh.. Hhh.." nafasku memburu. Aku benar-benar kesal. Kecewa. Sedih. Marah. Semuanya bercampur jadi satu. Terus saja kutusuk-tusuk surat ini. Hhh, lama-lama aku pun merasa pandanganku semakin buram. Badanku terasa lemas dan tanganku pun tak kuasa lagi untuk menggenggam pisau ini. Seiring dengan rubuhnya tubuhku, samar-samar terdengar teriakan khawatir seseorang. Ah, pasti itu Minnie-hyung. Mianhae, hyung.

Kyuhyun P.O.V End

~0~

Sungmin P.O.V

"KYU!" teriakku. Tubuh Kyu pun rubuh. Segera kuhampiri Kyu dengan perasaan khawatir.

"Kyu! Kyu, gwenchanayo?" tanyaku seraya menepuk-nepuk pipinya. Ah, darah. Selang infus Kyu berdarah(?).

"Suster! Dokter! Tolong kesini!" teriakku.

BRAK!

"Waeyo, Sungmin-sshi? Omona! Apa yang terjadi dengan Kyuhyun-sshi?" tanya dokter Hyukjae panik.

"Tolong Kyu, dokter! Dia sepertinya pingsan. Lihatlah, selang infusnya." jawabku panik. Aku dan dokter Hyukjae mengangkat tubuh Kyu ke atas ranjang.

"Suster, tolong bawakan infus baru untuk Sungmin-sshi." perintah dokter Hyukjae kepada seorang perawat. Setelah mendapat perintah dari dokter Hyukjae, perawat tersebut pun segera bergegas pergi.

"Bagaimana dengan keadaan Kyu, dokter?" tanyaku.

"Hhh, syukurlah. Kyuhyun-sshi baik-baik saja." jawabnya. Aku menghembuskan nafas lega.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi, Sungmin-sshi?" tanya dokter Hyukjae.

"I-itu saya sendiri juga kurang tahu, dok. Lagi-lagi saat saya tak ada di sampingnya, hal buruk ini menimpa Kyu." tuturku sedih.

"Tenanglah, Sungmin-sshi. Kyuhyun-sshi seperti ini bukan karena kesalahan anda." dokter Hyukjae pun tersenyum.

"Hah? Maksud anda?" tanyaku tak mengerti.

"Saya tahu perasaan anda, Sungmin-sshi. Anda pasti merasa bersalah kan? Saya tahu kalau anda sangat mencintai Kyuhyun-sshi kan? Sebagai seorang dokter tugas saya bukan sekedar untuk memeriksa atau mengobati luka fisik dari pasien, tapi saya juga ingin dapat mengobati luka hati dari pasien saya. Pasien yang saya maksud bukan hanya seseorang yang masuk ke rumah sakit, tapi juga seseorang seperti anda. Seseorang yang membutuhkan pertolongan dari saya. Dengan cara saya menyembuhkan Kyuhyun-sshi, pasti Sungmin-sshi juga akan bahagia bukan?" tutur dokter Hyukjae.

"D-dokter.." lirihku. Aku sungguh tak menyangka kalau dokter Hyukjae dapat berkata seperti itu.

GREP.

Dokter Hyukjae pun memelukku.

"Hwaiting, Sungmin-sshi. Anda pasti bisa menghadapi semua ini," ucapnya seraya mengelus punggungku.

TES.

Air mataku pun menetes. Aku sungguh tak menyangka kalau dokter Hyukjae dapat mengerti perasaanku. Padahal aku baru bertemu dengannya kemarin. Jeongmal gomawo, Dokter Hyukjae.

Sungmin P.O.V End

~0~

"Hyukkie-ah.." panggil seorang namja.

"Ah, Hae.." ucap dokter Hyukjae. Ia pun melepas pelukannya.

"Annyeong, Sungmin-sshi." ucap namja bernama Donghae.

"Annyeong, Donghae-sshi." jawab Sungmin.

"Hyukkie, kau pasti mulai berceramah lagi," ucap Donghae kepada Hyukjae.

"Aish, hae! Aku kan hanya ingin menolong Sungmin-sshi. Masa tidak boleh?" cemberut Hyukjae.

"Jangan marah dong, chagi. Aku kan cuma bercanda," jawab Donghae seraya mengelus kepala Hyukjae dengan lembut.

"Hae, malu dilihat Sungmin-sshi." Hyukjae melepaskan tangan Donghae dari kepalanya. Wajahnya pun memerah.

"Ne. Gwenchana, dokter Hyukjae," sergah Sungmin.

"Hm, baiklah kalau begitu saya permisi dulu Sungmin-sshi. Kalau ada apa-apa segera beritahu saya ya? Dan satu lagi, Sungmin-sshi dapat memanggil saya cukup dengan Eunhyuk saja. Saya tidak mau memberi jarak pada pasien saya. Dan saya juga tidak mau disamakan dengan pelawak Lee Hyuk Jae. Hehe.." ucap Hyukjae.

"Ne, dok- maksud saya eunhyuk. Anda juga bisa memanggil saya cukup dengan Sungmin saja," balas Sungmin.

"Haha, kalian berdua sangat lucu. Katanya ingin menghilangkan jarak pemisah, tapi masih saja bicara se-formal itu," Donghae pun tertawa menanggapi percakapan antara Hyukjae & Sungmin.

"Hae! Hari ini kau begitu menyebalkan tahu," sergah Hyukjae.

"Ah, mian. Tapi, saya- eh aku masih agak canggung," ucap Sungmin.

"Gwenchana, Sungmin." jawab Hyukjae.

"Eh ngomong-ngomong, kau itu lebih muda atau lebih tua dariku?" tanya Hyukjae pada Sungmin.

"Hm, umurku 22 tahun." jawab Sungmin.

"Hoho, umurku 20 tahun, hyung," cengir Hyukjae.

"Wah, hebat ya kau sudah bisa menjadi dokter di umur yang semuda ini," senyum Sungmin.

"Ya begitulah, hyung,"

"Baru begitu saja sudah sombong. Aku juga seorang dokter dan umurku lebih muda darimu, Hyukkie," ejek Donghae.

"Yak, Lee Donghae. Kau kan hanya beberapa bulan lebih muda dariku,"

"Tetap saja, aku yang lebih muda," Donghae pun menjulurkan lidahnya.

"Kau menyebalkan, Hae! Kupastikan kau tak dapat jatah selama sebulan!" sergah Hyukjae.

"M-Mwo? Andwae! Jangan gitu dong, chagi," rayu Donghae.

Hyukjae dan Donghae terus bertengkar layaknya suami istri. Sedangkan Sungmin hanya tersenyum menanggapi tingkah childish dari kedua dokter muda tersebut. Setidaknya Sungmin dapat sedikit merasa terhibur dengan adanya couple EunHae.

"Mianhae, chagi. Ayo kita pergi, kita tidak boleh mengganggu Sungmin-hyung & Kyuhyun. Tadi kan kau yang bilang kalau mau pergi, tapi mengapa masih ada disini?" tutur Donghae.

"Hae!"

"Ne. Ne. Arraseo," Donghae pun mengalah.

"Huh, dasar. Mian ya hyung, kalau kita berdua menganggu. Kita permisi dulu ya." senyum Hyukjae seraya menyeret(?) Donghae pergi.

"Ne. Hati-hati Eunhyuk-ah, Donghae-ah," Sungmin pun melambaikan tangan kepada duo EunHae.

'Terimakasih Tuhan, kau telah mengirimkan orang-orang yang baik padaku!' ucap Sungmin dalam hati.

~0~

TBC~

A/N : Mianhae chingudeul, kalo mengecewakan ^^ Entah kenapa chap kali ini malah banyak berisi percakapan gaje antara trio Lee, huwahaha XD

EunHaeMin : Siapa yg lu sebut 'trio Lee' hah, author dodol?

Author : Ya, kalian. Emangnya siapa lagi? #tampang santai

EunHaeMin : *Ngasah golok*

Author : Hoho, santai man~ *ngacir*

EunHaeMin : Heh, jangan pergi lu!

Author : *ada di ujung dunia*

Ok, langsung aja ya. Daripada nanti saya bonyok :D

Dan ini balasan untuk review chap lalu :)

Kyuhyunniewife :

Annyeong~ Oh, itu tidak bisa *plak* Udah tau kan chingu tu piso dapet dari mana :D Itu bukan darah tapi selai strawberry, hoho XD Hwaiting ^0^/ Amien, semoga gk ilang lg :) Gomawo atas reviewnya ^_^

YuyaLoveSungmin :

Annyeong~ Psikopat? Waduh, menyeramkan chingu :D Tapi boleh jg tuh kalo Kyu jd psikopat *dirajam* Kenapa sebel sama Wookie? Kasian, Wookie kan anak tak berdosa *plak* Bukan Wookie yg ngomongnya belibet, tapi author tuh yg belibet, wkwk XD Gomawo atas reviewnya ^_^

Cho Jang Mi :

Annyeong~ Kyu kan mau pensiun jd evil *sotoy* Bukan Umin tuh yg stress, tapi Kyu, huwahaha- *dibekep* Gomawo atas reviewnya ^_^

Pipit-SungminniELFishy :

Annyeong~ Maap gw lupa, lu kan otak babon XD Astajim, dikeroyok Sparkyu baru tau rasa loh :o Kertas nya gk dirobek2 cuma ditusuk2 doang XD Lu tah yg stress :p Gomawo atas reviewnya DPL+SPL :p

Mauyeppaelf :

Annyeong~ Iya kasian tuh Kyu, tp gantian ah biasanya kan yg menderita tu Umin :D Ini udh lanjut, chingu ^^ Mian kalo gk kilat. Gomawo atas reviewnya ^_^

Af13knight :

Annyeong~ Mwo? Kyu gila? Chingu mau nusuk jantungnya Kyu, pake ini aja nih *nyodorin samurai* Hohoho, ok ok akan kubuat Kyu menderita gara2 Minnie *evil smile* Gomawo atas reviewnya ^_^

Dina LuvKyumin :

Annyeong~ Iya, Wookie dijodohin tuh sama appa-nya. Dia kan anak yg berbakti pada orang tua *apa hubungannya* Kyu lg maen piso-pisoan, chingu XD Ini udh update, mian kalo gk cepet ^^a Hwaiting ^0^/ Gomawo atas reviewnya ^_^

sparkyuminnie :

Annyeong~ Tenang aja saeng, Minnie bakal tetep sabar kok :D Okelah kalau begitu~ Eonn akan menyiksa Kyu, tapi nanti lah lg bingung mau nyiksa macam apa nih, huwahaha *evil laugh* Gomawo atas reviewnya ^_^

Yugana Ran :

Annyeong~ Gwenchana, chingu ^^ Ho, ada typo(s) ya? Makasih chingu udh ngasih tau, nanti bakal aku perbaikin lagi ^^ Kyu jadian sama Minnie nanti ya kapan2 XD *plak* Hehe, boong deng :D Teukie nanti deh dimasukin :D Hwaiting ^0^/ Gomawo atas reviewnya ^_^

KYUyunJAE04 :

Annyeong~ Aku jg gk tau chingu, tanya aja ke Kyu nya langsung, kekeke XD Isi suratnya Wookie udh tau kan, chingu :D Ini udh update chingu, mian gk kilat ^^ Gomawo atas reviewnya ^_^

LittleLiappe :

Annyeong~ Mending Teukie sama aku aja chingu, Umin nya buat kamu ok :D Kyu emang sengaja aku buat nelangsa, chingu *dikeroyok sparkyu* Gomawo atas reviewnya ^_^

tzera :

Annyeong~ Si Kyu kesel tuh, makanya dy nusuk2 suratnya Wookie :D Udh tau kan isi suratnya Wookie, chingu :D Dan isinya tuh bkn resep makanan, wkwk XD Gomawo atas reviewnya ^_^

Sam Ran Rin :

Annyeong~ Ok, terserah aku ya :D Nanti KyuMin bakal bikin aku menderita *plak* Haha, boong deng chingu XD Sebenernya Umin tuh pengen nonton tp dy udh keburu ketauan sama EunHae tuh, huwahaha XD Gomawo atas reviewnya ^_^ *nebar-nebar pasir*

Cho Kyuka :

Annyeong~ Si Kyu lg kesel tuh, makanya dy tusuk2 tu surat :D Kali ini bukan aku yg naro piso disitu, Umin tuh yg naro :D (Sungmin : Kan lu yg nyuruh, thor. Author : Ah masa? Sugmin : *ngasah golok* Author : *ngacir*) Hoho, Kyu emng payah tuh gk nyadar kalo Umin tu imut *plak* Gomawo atas reviewnya ^_^

Shiori and Shiroi :

Annyeong~ Gwenchana, chagiyadeul XD *plak* Wookie hidup sejahtera, adil, & makmur kok sama Yeppa :D Kyu kan emng udh dari sononya gila, wkwk XD *dirajam Kyu* Ini udh update chingu :D Gomawo atas reviewnya ^_^ Eh, btw aku penasaran loh. Kalian ini kar ber-duo, terus cara kalian nge-review tu gimana? Apa gantian gitu ngetiknya? Apa bareng2 ngetiknya?

Jeongmal gomawo buat semuanya yang udah mau baca ff dodol saya ini ^_^

So, mind to review? :3