Title : Smile for You

Rated : K+

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Henry

Disclaimer : They belong to themselves, their parents, and God

Warning : AU, BL, yaoi, typo(s), alur gaje :p

Happy Reading~

~0~

Sinar matahari menyeruak masuk ke semua sudut ruangan.

Membagikan panasnya ke seluruh insan yang bernaung di bawah ruang lingkupnya. Seorang pemuda manis berkulit pucat terbaring lemah di atas ranjang, garis kelelahan terpatri jelas di wajah tirus pemuda tersebut. Seorang pemuda manis lainnya tampak setia menunggui pemuda pucat itu.

Kyuhyun P.O.V

"Enggh.."

Ada dimana aku? Ohya, aku baru ingat sekarang kan aku sedang dirawat di rumah sakit. Kulihat sosok Minnie-hyung yang sedang terlelap disamping ranjang. Ingatanku berputar mengingat kejadian kemarin. Aku kehilangan kendali setelah membaca surat dari Wookie. Hhh, saat kemarin aku 'lepas', Minnie-hyung pasti sangat cemas & panik.

"Mianhae, hyung.." lirihku seraya membelai rambutnya pelan. Hihi, aku baru sadar saat terlelap seperti ini wajah Minnie-hyung lucu sekali. Seperti bayi saja.

"Manis.." gumamku. Aku pun tersenyum kecil memandang wajah manisnya. Rasanya sudah lama sekali aku tidak tersenyum seperti ini. Hm, apa ini karenamu Minnie-hyung? Memang aku sangat kecewa dan merasa kehilangan karena diputuskan oleh Wookie. Tapi, kini aku tidak peduli lagi. Wookie memang bukan jodohku. Ya, aku akan berusaha untuk memperbaiki hidupku. Aku akan berusaha untuk membuka lembaran hidupku yang baru. Aish, mengapa aku jadi melankolis seperti ini sih?

"K-kyu.."

Suara lembut itu menyadarkanku.

"Eh, hyung," ucapku.

"Hiks, gwenchana kyu?" isaknya. Segera kurengkuh tubuh mungilnya.

"Ne. Gwenchana, hyung. Jangan menangis, aku tidak suka itu. Aku ingin senyuman yang bertengger di wajahmu, bukan air mata." ucapku sembari mengelus punggungnya pelan. Aku pun melepas pelukanku. Kupegang bahunya dan kutatap lekat-lekat mata bulatnya itu.

"Tersenyumlah, hyung. Arra?" tuturku tersenyum.

"K-kyu.." ucapnya kaget.

"Ne?"

"Arraseo. Kau harus tersenyum juga, Kyu," senyumnya.

"Ne. Lihat sekarang aku sudah tersenyum kan, hyung?" tanyaku menyeringai.

"Aish, Kyu pabbo. Itu sih namanya menyeringai bukan tersenyum!" Minnie-hyung pun cemberut.

"Ini namanya tersenyum, hyung," aku menunjuk bibirku.

"Ck, kau ini! Sini aku ajari cara tersenyum," sergahnya.

"Kalau mau tersenyum, kedua sudut bibirmu harus terangkat seperti ini," ucapnya seraya menyentuh bibirku.

BLUSH.

Wajahku memerah. Ada apa ini? Mengapa saat tangan Minnie-hyung menyentuh bibirku, aku jadi berdebar-debar.

"Kyu.." ucapnya.

"Ne?"

"Coba sekarang kau tersenyum. TERSENYUM bukan menyeringai, ok?" serunya memberi penekanan pada kata 'TERSENYUM'.

"Ok." aku pun tersenyum. Tapi, malah senyuman evil yang kutunjukkan pada Minnie-hyung.

"KYU!" ia menggeplak kepalaku pelan.

"Sakit, hyung!" ucapku tak terima.

"Rasakan itu!" jawabnya tak peduli.

TING.

Sebuah ide jahil terlintas dipikiranku. Hihi, rasakanlah ke-evil-an ku, hyung!

"H-hyung.. S-sakit.." lenguhku. Kupegang kepalaku dan aku pun berpura-pura sedang kesakitan.

"Kyu, gwenchanayo? Kyu, bertahanlah! Dokter! Suster!" teriak Minnie-hyung panik. Hihi, mukanya lucu sekali. Aku tak bisa menahan tawaku.

"Hmph..haha..hmph..haha," tawaku tak tahan. Sontak Minnie-hyung menoleh ke arahku. Wajahnya merah. Aku tahu pasti sekarang dia sedang menahan marahnya.

1..

.

.

2..

.

.

3..

.

.

"KYUUUU!" teriaknya. Lantas kututup kedua telingaku.

"Sttt! Jangan berisik, hyung! Ingat, ini rumah sakit!" seruku.

"Kau.." ucapnya.

"Ne?" tanyaku pura-pura tak tahu.

"Huh!" Minnie-hyung pun berbalik memunggungiku. Hah? Kok dia tidak marah, sih?

"Minnie-hyung! Hyung!" panggilku. Ia menoleh ke arahku. Pandangannya menusuk dan tajam. Aura hitam juga menguar dari belakang tubuhnya. Aigoo~ Mengapa Minnie-hyung jadi menyeramkan seperti ini?

"Hyung.." ucapku seraya menggengam tangannya.

"Lepaskan! Kau menyebalkan, Kyu!" serunya.

"Mian, hyung! Aku kan cuma bercanda," rayuku. Aish, kalau Minnie-hyung sedang marah dia tambah manis saja.

"Bercanda mu tapi keterlaluan tahu! Sudah, lepaskan tanganku!" Minnie-hyung pun berusaha melepaskan genggamanku pada tangannya.

"Aniyo! Kau harus memaafkanku dulu," ucapku. Aku pun semakin mengeratkan genggaman tanganku padanya. Saling tarik-menarik tangan pun terjadi, hingga akhirnya-

CUP. Otakku masih belum dapat mencerna kejadian yang kini terjadi. Aigoo~~ Gara-gara adegan tarik menarik tadi, Minnie-hyung terjatuh di atas tubuhku dan bibirnya kini menempel di bibirku. Sontak wajah ku dan Minnie-hyung pun memerah.

"Ah, mian Kyu," Minnie-hyung pun beranjak dari atas tubuhku.

"Nado, hyung," balasku. Keheningan terjadi di antar kami berdua. Minnie-hyung menundukkan wajahnya dan tak berani menatapku. Sekarang ia pasti sudah sangat malu. Andai saja aku bisa melihat wajah malu-malunya itu. Tentunya akan sangat lucu sekali. Hehehe.

Kyuhyun P.O.V End

~0~

CKLEK.

"Permisi," Eunhyuk pun masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun.

"Ne, eunhyuk-ah," jawab Sungmin dengan wajah yang masih memerah.

"Bagaimana dengan keadaan anda, Kyuhyun-sshi?" tanya Eunhyuk pada Kyuhyun.

"Ne. Saya merasa sudah baikan, dokter," jawab Kyuhyun.

"Ne."

"Bagaimana, Eunhyuk-ah? Apa Kyu sudah bisa pulang sekarang?" tanya Sungmin.

"Kyuhyun-sshi sudah merasa baikan, kondisinya juga sudah stabil, dan saya juga tidak menemukan gejala-gejala penyakit lain dalam tubuh Kyuhyun-sshi. Jadi Kyuhyun-sshi sudah bisa pulang sekarang," tutur Eunhyuk.

"Ah, syukurlah. Gomawo, Eunhyuk-ah," ucap Sungmin bahagia.

"Cheonmaneyo, hyung. Saya permisi dulu. Annyeong!" balas Eunhyuk seraya pergi.

"Kyu, akhirnya sekarang kau sudah bisa pulang. Senangnya~" ucap Sungmin.

"Ne. Aku juga senang, hyung. Akhirnya aku bisa pulang juga. Aku tidak betah berlama-lama disini." tutur Kyuhyun.

Kyuhyun dan Sungmin pun kembali ke apartemen mereka. Karena Sungmin takut kalau Kyuhyun akan mengulangi perbuatannya yang lalu, ia memutuskan untuk sementara waktu tinggal bersama di apartemen Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri sangat senang dengan keputusan Sungmin untuk tinggal bersamanya sementara waktu. Bahkan ia berharap agar Sungmin dapat terus selamanya tinggal bersama ia.

~0~

"Senang rasanya aku bisa kembali ke sini," ucap Kyuhyun. Kini Kyuhyun dan Sungmin berada di apartemen milik Kyuhyun.

"Ne. Aku juga senang, Kyu! Eh, aku lupa belum memberitahu si Mochi," Sungmin menepuk dahinya.

"Memang hyung mau memberitahukan hal apa kepada si Mochi?" tanya Kyuhyun.

"Tentang keadaanmu Kyu. Kemarin Mochi menelponku, katanya dia dan Mimi mau menjengukmu," jawab Sungmin. Mendengar pernyataan Sungmin membuat Kyuhyun mengingat kejadian saat ia 'lepas', terbesit rasa bersalah di benaknya.

"Kyu.." panggil Sungmin. Tampaknya Sungmin menyadari perubahan pada raut wajah 'dongsaeng'nya itu.

"Ne, hyung?" Kyuhyun pun tersadar dari lamunannya.

"Kau ini, janganlah melamun terus! Bahaya tahu?" tutur Sungmin sembari meletakkan ujung jari tengahnya di dahi Kyuhyun.

"Huh, aku tahu hyung. Aku bukan anak kecil lagi," cemberut Kyuhyun.

"Haha, bagiku kau ini tetaplah 'dongsaeng-ku' Kyu," ucap Sungmin sembari menjauhkan jarinya dari dahi Kyuhyun.

"%*$€$%*.." rutuk Kyuhyun tak jelas. Melihatnya membuat Sungmin tersenyum kecil.

"Kau ini ngomong apa sih, Kyu? Ya sudah, aku mau memberitahu si Mochi dulu. Pergi ke kamarmu dan bereskan barang-barangmu!" perintah Sungmin.

"Ne. Ne. Hyung ini sudah seperti Umma-Umma saja deh!" tutur Kyuhyun.

"Aish, anak ini ya. Sudah sana pergi ke kamarmu!" perintah Sungmin -lagi-. Kyuhyun pun pergi ke kamarnya.

"Kutelpon Mochi ah," gumam Sungmin sembari merogoh saku celananya. Terlihat sebuah handphone pink dengan gantungan kelinci yang berwarna pink juga =="

KLIK-

"Yoboseyo?"

"Yoboseyo. Hei, Mochi!"

"Waeyo, hyung?"

"Aku ingin memberitahukan kalau sekarang Kyu sudah kembali dari rumah sakit. Kini kami sedang berada di apartemennya."

"Syukurlah~ Aku dan Mimi-ge akan segera kesana untuk menengok keadaan Kyu."

"Ne. Aku tunggu ya~"

"Ne. Annyeong, hyung."

"Annyeong."

KLIK.

"Sambil menunggu Mochi dan Mimi, aku mau membuat makanan dulu ah," ucap Sungmin berlalu menuju dapur.

~0~

"Hyung, makanannya sudah siap belum? Aku sudah lapar nih," tutur Kyuhyun. Ia pun mendudukkan dirinya di salah satu kursi meja makan.

"Sebentar lagi siap! Nanti Mochi dan Mimi mau ke sini, Kyu! Sekalian saja kita ajak mereka makan bersama," balas Sungmin.

"Ne. Jinjja? Sudah lama aku tidak bertemu couple begajulan(?) yang satu itu," ucap Kyuhyun.

"Siapa yang kau sebut couple begajulan, Kui Xian?" tanya seorang namja berambut merah bernama Zhoumi.

"Mochi? Mimi? Mengapa kalian bisa tiba-tiba masuk ke sini?" tanya Sungmin.

"Iya. Kalian ini main nyelonong aja," ucap Kyuhyun.

"Sudah bagus kita yang masuk ke sini, kalau maling yang masuk ke sini bagaimana jadinya?" sergah Zhoumi tak terima.

"Maksudmu?" tanya Sungmin tak mengerti.

"Hyung~ Lihatlah, pintu depan! Tadi saat kami datang, pintunya terbuka lebar. Ya sudah kami langsung masuk saja ke sini dan untungnya kami lah yang masuk, kalau orang lain yang masuk atau misalnya pencuri, bagaimana jadinya?" tutur Henry. Setelah mendengar penuturan Henry, Sungmin pun menatap tajam pada Kyuhyun. Sedangkan yang di tatap malah hanya bercengir ria.

"Mian hyung! Aku tak sengaja," ucap Kyuhyun.

"Selalu saja kau seperti itu, Kyu. Cobalah untuk menghilangkan sifat cerobohmu itu," balas Sungmin sembari berkacak pinggang.

"Ne. Ne. Aku tahu," jawab Kyuhyun.

"Untung saja Mochi dan Mimi datang!" seru Sungmin.

"Ya sudah, hyung. Lagipula pasti sekarang sudah aman, pintunya kan sudah ditutup sama si Mochi dan Mimi-ge," balas Kyuhyun.

"Apa maksudmu, Kui Xian?" tanya Zhoumi tak paham.

"Jangan bilang kalau kalian tidak menutup pintunya kembali," tebak Sungmin.

"Mimi-ge?" tanya Henry.

"Ne?"

"Tadi kita langsung masuk saja kan, gege?" tanya Henry lagi.

"Ne. Tadi kita kan memang langsung masuk dan-"

"Biar aku tebak. Saat kalian datang tadi, kalian langsung masuk dan lupa untuk menutup kembali pintunya," ungkap Sungmin.

"Ne. Kau benar, hyung!" jawab Henry.

"Pabbo-ya! Biar aku saja yang menutup pintunya!" ucap Sungmin kesal sembari berlalu pergi. Sedangkan Kyuhyun, Henry, dan Zhoumi hanya bisa melihat kepergian(?) Sungmin. Sepertinya otak mereka bertiga masih dalam proses load. Ckck, poor Sungmin!

TBC~

A/N : Annyeong chingudeul (^0^)/ Saya membawa chap 5 nih. Huh, kenapa makin kesini malah makin gaje ya ==" Ya mungkin ini karena otak saya lagi konslet. Dan perlu saya tekankan bahwa saya sedang terkena virus 2M (Males Mengetik), padahal banyak ide cerita bertebaran di otak saya. Hhh, saya usahakan agar chap depan dapat update cepat dan ceritanya lebih serius ya :D

Dan ini balasan untuk review chap yang lalu :)

af13knight :

Annyeong~ Mian, bukan af yg burem. Itu aku yg lg burem, bisa2nya nulis chara di cast tp gk ada di storynya. Beginilah otak lg konslet ==" Emang si Kyu tuh bikin susah aja kerjaannya XD *digaplok sparkyu* Kyu self-injury? Huwahaha, liat aja nanti XD *evil laugh* Gomawo atas reviewnya ^_^

Cho Jang Mi :

Annyeong~ Emang si Kyu dari sononya udh kacau, kasian tuh Mimi Mochi Minnie jd korban, wkwk XD Siksa Kyu? Huwahaha, liat nanti ya XD *evil laugh* Gomawo atas reviewnya ^_^

LittleLiappe :

Annyeong~ Loh? Apa yg pendek? Yak, jangan jodohkan aku dgn ddangkoma :o Mau jd apa nanti anakku, kalau appa nya si ddangko :o

Awas ya, ku jodohkan nanti kau dgn heebum :p Gomawo atas reviewnya ^_^

Ira Cloudsomnia :

Annyeong~ Ne, gwenchana ^^ Makasih ya udh nge-fave fic dodol macam gini :) *hug* Gomawo atas reviewnya ^_^

yennie kyu :

Annyeong~ Iya, si Kyu agak2 aneh gara2 ditolak cintanya sama saya XD Hehe, gk deng boong ^^v Kyu nya sekarang udh agak2 mulai merhatiin Umin kok :D Gomawo atas reviewnya ^_^

Cho Kyuka :

Annyeong~ Apa yg kependekan, chingu? O.O *mutados*

Iya mereka emng geje, tp walaupun gt saya cinta sama si Unyuk, wkwk XD Kyu dimasukin kardus? Wah ide bagus XD Tp, kira2 pake kardus apa ya enaknya? Pake kardus ind*mie, bisa gk ya? XD Gomawo atas reviewnya ^_^

pity mbumkyuminelf4ever :

Annyeong~ Ini udah lanjut kok chingu :) Mian kalo lama (_ _) Gomawo atas reviewnya ^_^

Yugana Ran :

Annyeong~ Iyakah? Mian deh kalo chapnya kependekan, hehe :D Sama, saya jg lagi galau chingu ==" Wah bagus deh, akan diusahakan supaya gk ada kesalahan lg :) Trio Lee emng aneh, hehe tp saya cinta sama mereka semua XD Hwaiting ^0^ Gomawo atas reviewnya ^_^

Ina SparkyuHyukBum :

Annyeong~ Lambat ya? Sama kayak authornya, lambat XD Yg penting lambat tp pasti :D Apakah skrng masih lambat? Kali2 EunHae jd pinter, kasian XD Kyu disini udh kuliah :D Mereka emang mesra sampe buat saya jd iri T^T Gomawo atas reviewnya ^_^

Shiori and Shiroi :

Annyeong~ Iya, chagideul wkwk XD *plak*

Hehe, hidup EunHaeMin ^0^ wkwkwk, kirain chapter ini bakal

seserius kemaren~

untung sedikit dicairkan dengan

percakapan EunHaeMin XD Hae, emang suka nongol sembarangan XD *digaplok Hae*

Iya tuh si Kyu gk kenapa2 :D Oh, i know i know :D Gk kenapa2 kok, kirain Roi sama Ori tuh ngetiknya berdua gt :D Kalian selalu bareng ya, berarti mandi jg bareng dong Gomawo atas reviewnya ^_^

Pipit-SungminniELFishy :

Annyeong~ Biarin gaje yg penting asik XD Huwahaha, liat nanti aja dah XD *evil laugh* Bukan gw yg bilang kalau si Umin sama Hae pantat lebar ya :p Lu kan ya bilang :p Jeh, babon otaknya mah kecil tau *sotoy* Gomawo atas reviewnya, jelek :p

Sam Ran Rin :

Annyeong~ Iya, malahan kemungkinan 10+, wkwk XD Hehe, boong deng ^^v Aku jg masih bingung :D Hoho, hidup EunHae ^0^ Hidup Ika XD *dirajam* Gomawo atas reviewnya ^_^ *nebar-nebar garem*

YuyaLoveSungmin :

Annyeong~ Boleh jg tuh kalo si Kyu jd psikopat :D Tp bisa jd tambah panjang urusannya :o Hoho, kita sesama evil. Huwahaha *evil laugh* Apa yg dikit? Kali2 aja EunHae jenius gt, saking jeniusnya mereka ikut kelas akselerasi *bener gk nih tulisannya?* Jadi dokter muda gt XD Gomawo atas reviewnya ^_^

Kyuhyunniewife :

Annyeong~

Iya, itu sele :D Mending tanya aja ke Wookie nya langsung XD Gomawo atas reviewnya ^_^

KYUyunJAE04 :

Annyeong~ Iya tuh, HaeHyuk terlalu hiperaktif XD Ini udh lanjut chingu :) Gomawo atas reviewnya ^_^

tzera :

Annyeong~ Ok, bakal aku bilangin, wkwk XD Gomawo atas reviewnya ^_^

.

.

.

Selesai :D

So, mind to review? :3