Yohohoho! Gue kembali nih… sekali lagi gue ingetin,

Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!

Berhubung gue adalah author baru, tolong kasih gue saran / pendapat! Cz kata-kata di FF gue salah mulu, makanya gue butuh review! Review positif maupun negative gue terima. Tapi asal jangan keterlaluan aja! Oke?

Oea, gue cinta banget ama pairing Zoro-Robin-Law.. Jadi loe pada yang juga suka pairing itu, buat FF yang banyak tentang mereka ya! Hoho *Ngarep*

Oke.. just check it out!

HAUNTED : MISS UNFORTUNATE

AUTHOR'S POV

" LAW! " Teriak seorang gadis berambut raven kepada sepasang muda-mudi yang sedang mesum (layaknya yang dilakukan Zoro dan Bonney barusan).

Lintas, Law yang tadinya sedang berciuman dengan Alvidapun menghentikan ciuman itu dan menoleh pada gadis yang memanggilnya tadi.

" Robin? " Ucap Law sedikit kaget

" Jadi selama ini kau menghinatiku? " simpul gadis bernama Robin itu kalem

" Memangnya kau pikir bagaimana? " Tanya Law tersenyum licik dan kembali bercumbu dengan Alvida.

Robin menekur cukup dalam, rasa malu menghantui dirinya. Terdengar bisik-bisik orang sekeliling yang memojokkannya. Merasa tidak tahan, Robin mengepal erat tangannya. Air matanya hendak jatuh ke pipi, tapi ia menahan air mata itu dan bersikap lebih tegar.

" TRAFALGAR LAW! MULAI HARI INI KITA PUTUS! " Teriak Robin menggelegar

" Kau pikir aku takut putus denganmu hah? Aku bisa mencari wanita yang lebih cantik darimu,tahu! " Ujar Law tidak mau kalah

" Huh! Maksudmu mencari wanita perek seperti dia? "

" HEI! JAGA UCAPANMU YA! " Teriak Alvida yang merasa terhina. Sedangkan Law memegang tangan kekasihnya itu guna menahannya agar tidak terlibat perkelahian dengan Robin.

" Kau itu memang perek, kan? Semua orang di pub ini tahu! Jadi untuk apa merasa tersinggung begitu? "

" ROBIN! HENTIKAN! " Teriak Law emosi

" Apa yang harus ku hentikan? Bukan aku yang memulai permainan ini, bukan? "

PRANGGG

" BERANINYA KAU! "

TAKK

Seketika, dengan hitungan detik kepala Robinpun telah dilumuri darah segar akibat pukulan botol bir yang sudah dipecahkan Alvida barusan. Semua orang yang melihat aksi itupun berteriak histeris. Bahkan, Zoro yang tadinya sibuk bermesum ria pun menghentikan aktivitasnya.

" Zoro.. kau mau kemana? " desis Bonney menahan tangan Zoro karena tidak terima ditinggal begitu saja

" Sepertinya ada kejadian yang lebih menarik! " Jawab Zoro dan segera menyusup ke kerumunan orang itu guna melihat peristiwa yang sedang terjadi.

" Ck.. sialan! " Batin Bonney kesal

.

.

" RASAKAN ITU! HAHAHA " Tawa Alvida puas melihat Robin yang terdiam dengan darah yang makin membanjiri kepalanya.

Slurp~

Robin menjilat darah di dahinya sembari tersenyum licik. Alvida dan semua orang yang melihatnyapun shock bukan main.

" Kau tidak akan bisa membuatku bungkam dengan botol rongsokan seperti itu! Sekali Perek, maka selamanya akan menjadi perek! " Ucap Robin kalem

" DASAR WANITA JALANG! RASAKAN INI! " Teriak Alvida kali ini menjambak rambut Robin

" AKH! LEPASKAN AKU! "

BUKKK

Tiba-tiba sebuah tendangan mendarat ke perut Alvida. Spontan gadis berambut hitam panjang itupun terjatuh ke pecahan kaca yang ia buat tadi.

" ALVIDA! " Teriak Law cemas dan langsung menghampiri Alvida

" Aw~ sakit~ " rengek Alvida mendapati luka di sikutnya.

" Kau… BERANINYA KAU MEMBUAT GADISKU CEDERA! DASAR WANITA PEMBAWA SIAL! " Teriak Law kepada Robin

" Law? " Batin Robin shock mendengar ucapan Law barusan. Bagaimana bisa kekasihnya sendiri berkata seperti itu padanya? Dan lagi, Law lebih membela gadis itu ketimbang dirinya. Padahal selama ini Law selalu memberlakukan Robin lembut dan bahkan tidak pernah melukai hatinya. Sampai-sampai saking lembutnya Law, Robin sangat mempercayainya dan sangat mencintainya. Namun, tak dapat disangka-sangka, Kenapa Law tega memberlakukan dirinya seperti itu?.

" Baiklah… kalau aku memang pembawa sial, aku tidak akan muncul dihadapanmu lagi! Terima kasih atas semua perhatianmu selama ini! Aku menghargainya! "

TAP TAP TAP

Segera saja, setelah mengucapkan kata perpisahan itu Robinpun berlalu meninggalkan Law. Semua orang yang melihat keoptimisan Robinpun berdecak kagum dan terpesona akan keberanian gadis itu. Mereka berbisik satu sama lain, sedangkan Law hanya diam tanpa kata memandang punggung Robin yang mulai hilang dari pandangannya.

Zoro yang melihat keadaan Robin merasa iba dan diam-diam mengikutinya. Namun, tiba-tiba saja Bonney, Tashigi beserta Margareith datang dan menahan Zoro.

" Zoro-kun.. kau mau kemana? " Tanya Bonney menatap Zoro dalam

" Maaf ya… sepertinya aku ada urusan mendadak! Bye..bye! " Ucap Zoro dan langsung berlalu mengejar Robin

" ZORO! " Teriak ke-3 gadis itu, tapi Zoro tidak mendengarnya dan hanya berlari mengejar Robin yang sudah keluar dari pub.

Setelah berunding dengan Nami barusan, Sanjipun memutuskan mencari Zoro untuk mengajaknya pulang dan membantu Nami menyelidiki gadis berambut pink yang dikenal bernama Perona tadi. Namun, setelah sekian lama mencari, Sanji tidak jua menemukan pria berambut hijau itu. Bosan mencari di lantai 1, Sanjipun naik ke lantai 2. Namun, ia cukup kaget dengan apa yang baru saja terjadi di lantai itu. Bercak darah dan pecahan botol berserakan dimana-mana, pelayan Pub juga tampak masih repot membersihkan lantai tersebut. Serta beberapa orang gadis tampak menggerutu dan penuh amarah di ujung sana.

" Apa yang terjadi? " Batin Sanji penasaran

" Sial! Berani-beraninya si Zoro itu meninggalkanku sebelum memuaskanku! Huh! Dasar tidak bertanggung jawab! " Ujar Bonney melempar-lempar kacang yang di piring ke lantai

" Gara-gara cewek tadi sih! Ngapain juga nyari sensasi di sini! " Timpal Tashigi sembari meneguk birnya

" Bener tuh! Cewek jalang itu pake nyari sensasi sih! Makanya Zoro jadi ketarik dan memutuskan mengejarnya dan menelantarkan kita seperti ini! " Omel Margareith

" Hei! Kau tahu dari mana dia mengejar wanita jalang itu? " Tanya Tashigi heran

" kau jangan bodoh dong! Jelas-jelas Zoro pergi dari kita tepat saat gadis itu pergi! Positif dia pergi menghampiri gadis itu,dong! "

" Hei hei hei! Ada benernya juga sih! Tapi memangnya Zoro mengenalnya? "

" Mana ku tahu! " jawab Margareith angkat bahu

" Oh~ Jadi si marimo itu pergi mengejar gadis yang menghancurkan lantai 2 pub ini? Huh.. sejak kapan dia jadi play boy begini? " Batin Sanji geleng-geleng kepala

" Hua~h.. baiklah.. kalau gitu aku pulang duluan aja! Untuk apa pusing-pusing kalau si marimo sendiri sedang bersenang-senang! " Oceh Sanji santai dan berlalu meninggalkan pub.

ZORO'S POV

Aku terus mengikuti gadis yang (kalau tidak salah) bernama Robin tadi ke gang yang cukup sempit di dekat pub. Entah kenapa, ia benar-benar sangat menarik dan membuatku penasaran. Ia sangat berani dan kuat, tapi kurasa dengan keadaan seperti sekarang ini, ia sangat membutuhkan pertolongan. Melihat jalannya yang mulai oleng dan tidak seimbang, aku makin iba dan tidak tega membiarkannya berjalan lebih jauh. Ia memegang kepalanya yang dari tadi masih mengeluarkan darah segar, entah pusing atau sejenisnya, ia menghentikan langkahnya dan berjongkok sambil bersandar pada dinding gang. Spontan aku mempercepat langkah dan berdiri di depannya. Ia yang tadinya menekur, mengangkat kepala dan menatap ke arahku.

ZIIINGGGGG

Suasana menjadi begitu hening dan sunyi. Aku bisa melihat jelas warna bola matanya yang berwarna biru indah. Matanya yang sayu dan seolah memancarkan rasa kesepian membuat tanganku tergerak ingin menghapus air mata yang membasahi pipi gadis itu. Tapi segera kuurungkan niatku saat seketika gadis itu menutup matanya dan terkulai lemas dengan tubuh tersandar ke dinding gang.

TBC