Yohohoho! Gue kembali lagi… sekali lagi diingetin,

Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!

Berhubung gue adalah author baru, tolong kasih gue saran / pendapat! Cz kata-kata di FF gue salah mulu, makanya gue butuh review! Review positif maupun negative gue terima. Tapi asal jangan keterlaluan aja! Oke?

Oea, gue cinta banget ama pairing Zoro-Robin-Law.. Jadi loe pada yang juga suka pairing itu, buat FF yang banyak tentang mereka ya! Hoho *Ngarep*

Oke.. just check it out!

HAUNTED : SHOCKED

AUTHOR'S POV

KREKK

Zoro membuka pintu kamarnya dengan kaki, lalu masuk ke dalam rumah dan segera menghampiri sofa yang terletak di ruangan tengah.

BRUKK

Iapun meletakkan tubuh Robin yang sedari tadi ia gendong dengan hati-hati.

" HUAH~ ternyata dia berat juga! " Omel Zoro sembari melirik Robin yang tertidur di atas sofa.

" Ngg.. " Lirih Robin sembari memperbaiki tidurnya

Zoro menghela nafas berat,

" Teganya laki-laki itu memperlakukan wanita seperti ini! " Ucap Zoro tanpa sadar mengelus rambut Robin. Lalu berangsur ke pipinya.

" Tsk… "

Tiba-tiba saat tangan Zoro menyentuh pipi Robin yang memar, Robin meringis kesakitan. Zoro yang melihatnyapun berinisiatif mengobatinya.

Beberapa menit kemudian,

Zoro telah mengobati luka bekas pukulan botol bir di kepala Robin, ia juga telah memasangkan perban yang membeliti kepala gadis itu. Kini tinggal membersihkan wajahnya dari bercak-bercak darah. Mula-mula Zoro menyentuh pipi Robin dengan kain yang sudah dibasahkan dengan air panas guna meredakan memar di wajahnya.

" Jangan! "

Tiba-tiba Robin mengigau dan reflek menahan tangan Zoro. Zoro cukup kaget dan terdiam. Lalu menatap Robin dalam,

" Jangan… jangan… jangan paksa aku melakukannya! Aku takut! " Lirih Robin dengan air mata membasahi wajahnya

Zoro terpana,

" Apa yang sedang ia mimpikan? Kenapa begitu terlihat menyedihkan? " Batin Zoro

" Jangan… kumohon… aku takut! Aku tidak berani… Hiks…"

Robin terus mengigau dan mencengkram tangan Zoro semakin kuat.

" Nona… hei.. bangunlah! Apa kau baik-baik saja? Hei.. " Zoro mencoba membangunkan Robin, tapi gadis itu tetap tidak membuka matanya.

Zoro menatap Robin dalam, entah kenapa, semacam perasaan ingin melindungi gadis didepannya itu berkecamuk di hatinya. Padahal mereka baru bertemu, tapi entah kenapa Zoro merasa begitu dekat dan harus melindungi gadis itu. Bukan hanya karena kasihan, tapi bumbu-bumbu cintapun mulai menggerogoti hatinya. Ya.. inilah yang disebut dengan Cinta pada pandangan pertama.

Kring Kring Kring

Tiba-tiba telepon rumah Zoro berbunyi. Ia pun tersadar dari lamunan dan menghampiri telepon. Lalu mengangkatnya.

" Ya? "

" Oi Marimo brengsek! Kau lagi dimana? Kita ada masalah besar nih! "

" Kau alis pelintir ya? Masalah apaan? "

" Dasar bodoh! Pokoknya ini masalah besar! Tidak bisa dibicarakan lewat telepon! Pokoknya sekarang juga kau sebutkan dimana kau berada! Aku akan segera ke tempatmu untuk merundingkannya! "

" Orang aku di rumahku kok! "

" Oh baiklah! Kalau gitu aku tancap gas ke sana! "

" Ah.. ta.. "

Tut Tut Tut

Belum sempat Zoro menuntaskan ucapannya, Sanji sudah menutup telepon duluan.

" Aish.. dasar alis pelintir kurang ajar! " Omel Zoro meletakkan genggaman telepon rumahnya kasar.

.

.

Ting Tong Ting Tong Es Ton Tong…

KREKK

" Silakan masuk! " Ucap Zoro jutek setelah membukakan pintu

" Ya! Aku tahu! " balas Sanji ikut jutek sembari masuk ke dalam rumah

Zoropun menutup kembali pintunya, lalu menguncinya.

" Ada apa sebenarnya? " Tanya Zoro sembari mengekori Sanji yang berjalan menuju ruang tengah

" Tadi Rayleigh-sama menelponku! Katanya ada lapo….. UWAAAAAA! SIAPA ITU? " Teriak Sanji tiba-tiba saat menyadari ada seorang gadis di atas sofa.

" Oh.. dia gadis di pub tadi! Aku membawanya pulang karna kasihan! " Jawab Zoro santai

" Hei Marimo! Jangan-jangan… kau dan dia… "

" Oi! Jangan berpikiran negative dong! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu tanpa kemauan ke-2 belah pihak,bego! "

" Tapi mana tahu saja kau melakukannya! Orang dia secantik itu! " Ucap Sanji sembari menghampiri Robin

" Hei! Jangan menganggunya! " Tegur Zoro mendahului Sanji

" Baiklah, sepertinya kita hampir melupakan sesuatu! Tujuanku datang kesini adalah tentang CPBuster! " Ucap Sanji serius

" Apa? Maksudmu CPBuster berulah lagi? "

" Begitulah! Lantas, apa kita bisa bicara ditempat lain? " Tanya Sanji mengerling Robin yang tertidur di sofanya

" oh.. tentu saja! " Jawab Zoro mengerti dengan isyarat mata yang diberikan Sanji, yaitu jangan-bicara-didepan-gadis-ini.

.

.

" Tadi aku bertemu dengan Nami di Pub! Dia baru saja menyamar sebagai pelayan disana! "

" A..apa? Pelayan? Jangan-jangan pelayan yang bertengkar dengan pelanggan tadi? "

" Ya, begitulah! " Jawab Sanji santai

" Sudah kuduga! Lalu, apa tujuan ia menyamar begitu? " Tanya Zoro heran

" Dia sedang mencari informasi tentang Perona si Negative Hollow! "

" Oh.. lalu apa dia mendapatkan informasinya? "

" Tentu saja! Bukan Nami-swaaaan~ namanya kalau gagal dalam hal beginian! Dia berhasil mendapatkan Handphone gadis itu dengan mudah! Dan kau tahu apa? Isi dari Handphonenya merupakan sebuah informasi besar bagi kita! "

" Memangnya apa isinya? " Tanya Zoro penasaran

" Lihat saja sendiri! " Ucap Sanji sembari mengeluarkan beberapa lembar foto dari tasnya ke tangan Zoro. Zoropun mengamati foto-foto itu.

" Bangunan? " Tanya Zoro heran menyadari isi foto itu hanyalah gambar bangunan belaka

" Ya.. itu memang bangunan! Apa kau tahu itu gambar bangunan apa? " Tanya Sanji sembari menyulut rokoknya

" Hmm… Ini kan Stadion Thriller Bark! Lalu apa hubungannya? " Kata Zoro blo'on

" Lalu.. apa kau tahu acara apa yang akan dilakukan di stadion itu dalam waktu dekat ini? " Tanya Sanji mulai membantu Zoro berpikir

" Hng… Kalau tidak salah sih 2 hari lagi disana akan diungkapkan semua rahasia tentang CPBuster oleh mantan anggota teroris itu,bukan? "

" Yap! Tepat sekali! Nah, sekarang coba kutanya padamu! Apa tidak mencurigakan kalau seorang gadis yag disinyalir sebagai anggota dari CPBuster itu menyimpan foto arsitektur stadion di seluruh album fotonya? "

" Tentu saja iya mencurigakan! " Ujar Zoro baru mengerti

" Bingo! Nah, Dengan begini, bisa kita pastikan kalau mereka sedang merencanakan sesuatu pada stadion itu! "

" Maksudmu mereka ingin meledakkan stadion itu untuk membungkan mulut mantan kelompok mereka itu, bukan? " Ujar Zoro pasti

" Ya..begitulah! Dan satu lagi, CPBuster selalu melakukan peledakan dengan cara Bom bunuh diri! Jadi pasti ada seseorang yang akan meledakkan bom itu di stadion! Untuk itu, kita harus secepatnya mencari siapa kali ini yang mereka utus! "

" Ya.. aku tahu! Tapi bagaimana caranya kita mencari informasi siapa yang akan melakukan bom bunuh diri itu? "

" Tenang saja, Nami-swaaaaN~ dan yang lain sedang mencario informasinya kok! "

" Oh.. baguslah! "

Where are you? I need You

Don't leave me here on my own

Tiba-tiba Handphone Sanji berbunyi, iapun mengangkatnya.

" Ya? "

" Sanji-kun! Kita mendapatkan informasi baru tentang si calon bom bunuh diri itu! Disinyalir dia adalah seorang mahasiswi di universitas Ohara. Namanya Nico Robin! Segera aku akan mengirim fotonya! Dan sebaiknya kau dan Zoro mulai beraksi mencarinya malam ini juga! Ini perintah langsung dari Rayleigh-sama! "

" Ya. Aku mengerti! "

" Baiklah, kami juga akan memulai dari sini! Berhati-hatilah! "

Tut Tut Tut

Sanji menghela nafas lega. Lalu menatap Zoro dengan senyuman simpulnya.

" Kenapa? " Tanya Zoro heran

" Sudah kubilang, Nami-swaaaan memang pintar! Kali ini kita sudah mengetahui siapa yang akan meledakkan stadion itu! " Ucap Sanji bangga

" Siapa? "

" Seorang mahasiswi di Universitas Ohara, Nico Robin! "

Sontak, mendengar nama itu, Mata Zoro terbelalak besar.

" Ni..Nico Robin? " Ulangnya shock

TBC

Sudah kubilang, FFku ini Gaje bukan main!

Mungkin reader pada bingung, ini masalahnya kok nggak jelas! Tapi inilah, kalo nulis nggak konsen, hasilnya jadi jelek gini. Tapi tetep di RnR ya…

Oya, aku balas Reviewnya pake nama " ZorBin".

Jadi kalo ada yg balas review kalian dengan nama diatas, itu adalah aku. Karena balas Review Cuma bisa sekali sih, makanya pake nama lain aja. Hehe ^^v