Yohohoho! Gue kembali lagi dan lagi…
Sebelumnya gue mau ngucapin makasih banyak buat Sugar Princess yang rela mereview FF jelek gue ini. Karena dia juga,aku semangat ngenext ni FF. Hoho
Makasih banyak ya Sugar-san.^^
Btw, gue slalu ingetin dan ingetin,
Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!
Berhubung gue adalah author baru, tolong kasih gue saran / pendapat! Cz kata-kata di FF gue salah mulu, makanya gue butuh review! Review positif maupun negative gue terima. Tapi asal jangan keterlaluan aja! Oke?
Oea, gue cinta banget ama pairing Zoro-Robin-Law.. Jadi loe pada yang juga suka pairing itu, buat FF yang banyak tentang mereka ya! Hoho *Ngarep*
Oke.. just check it out!
…
HAUNTED : THE TRUTH
AUTHOR'S POV
Tampaklah seorang laki-laki berambut hijau dan 3 buah anting di telinganya sedang menyusuri koridor lantai 2 Universitas Ohara. Langkahnya yang tampak tergesa-gesa menandakan ia sedang memiliki keperluan penting yang harus segera diselesaikan.
TAP
Tiba-tiba laki-laki itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu yang berukirkan tulisan 'Ruang Archaelogist'. Ia menjulurkan tangan untuk membuka pintu itu,
KREKK
Pintu terbuka, Semua orang yang berada di ruangan itupun menoleh padanya. Zoro tidak memperdulikan tatapan-tatapan tajam yang mengarah padanya, ia hanya focus pada tujuan utamanya. Menemukan si Calon bom bunuh diri itu secepatnya.
"Hei,Apa yang kau lakukan?" Kata seorang dosen yang sedang mengajar di ruangan itu sembari menghampiri Zoro yang sibuk celingukan mencari keberadaan Robin
Tapi Zoro hanya bungkam tidak mengacuhkan sang dosen. Semua mahasiswa/I terlihat saling berbisik-bisik melihat tindakan Zoro.
Menyadari tidak ada sosok Robin di dalamnya, Zoropun segera berbalik dan berlalu meninggalkan ruangan itu.
BLAM
Pintu tertutup cukup keras, semua mahasiswa/I hanya terdiam menyaksikan tindakan Zoro yang membuat penasaran itu. Sedangkan sang dosen, tiba-tiba meninggalkan ruangan dan mengejar Zoro.
"JIMBEI-SAMA!" Teriak para mahasiswa/I di ruangan itu kaget melihat Jimbei yang tiba-tiba pergi.
.
.
ZORO'S POV
Sial, ternyata benar dugaanku. Gadis itu sudah tidak masuk kelas lagi. Saat ini dia pasti sudah bersama dengan Baroque Work. Sialan~!
DRAP DRAP DRAP
"HEI ANAK MUDA!"
Tiba-tiba terdengar sebuah suara langkah kaki menghampiriku dari belakang. Akupun menghentikan langkah dan berbalik, ternyata orang yang memanggilku tadi adalah dosen di ruang Archeologist tadi. Ia memperlambat langkahnya dan berdiri di hadapanku. Suara nafasnya yang tidak teratur membuatku yakin kalau dia sudah berusaha mengejarku sedari tadi.
"Siapa kau?"
"Aku adalah Jimbei, dosen pembimbing di kelas Archaelogist!"
"Lalu?"
"Tadi, kau seperti sedang mencari seseorang! Kau mencari Nico Robin,bukan?"
Spontan aku terbelalak mendengar ucapan pria jangkung dan gendut itu.
"Bagaimana kau tahu?" Tanyaku heran
"Hm.. kau datang ke kelasku seperti ingin mencari seseorang, tetapi saat ku rasa kau tidak menemukan orang itu,makanya kau pergi begitu saja. Sedangkan yang sedang tidak hadir saat ini hanyalah Nico Robin. Karena itulah aku tahu kau sedang mencarinya."
"Oh.. tapi.. apa kau tahu dimana dia saat ini?" Tanyaku spontan
Laki-laki paruh baya itu menggelengkan kepalanya dengan wajah menyesal.
"Maaf, tapi aku tidak tahu pasti dimana keberadaannya! Makanya aku mengejarmu ingin meminta pertolongan!"
"Tolong apa?"
"Jika kau sudah bertemu dengannya, tolong hubungi aku ke nomor ini!" Kata laki-laki itu menyodorkan sebuah kertas berisi nomor ponsel ke tanganku.
"Memangnya kau ada perlu apa dengannya?" tanyaku sembari memasukan kertas tadi ke dalam saku
"Ada sebuah masalah yang harus kuluruskan padanya! Kalau tidak,ia pasti akan melakukan hal yang akan membuat orang-orang celaka!" Ucap laki-laki bernama Jimbei itu menunduk.
Apa maksud ucapannya?. Kenapa ucapannya itu seolah mengisyaratkan kalau dia sangat mengenal Nico Robin? Jangan-jangan…
"Hai.. Kau tahu kalau Robin adalah calon bom bunuh diri,ya?" Tanyaku tersenyum sinis. Jimbei mengangkat kepalanya, lalu menatapku dengan mata shock.
"Ba..bagaimana kau tahu?"
"Karena aku adalah agen rahasia! Aku berniat membatalkan rencananya! Jadi cepat beritahu aku dimana ia sekarang sebelum ia benar-benar melakukannya!"
"A..aku kan sudah bilang tidak tahu dimana keberadaannya!" Jawab pria itu gagap
"Ah…iya juga ya! Tapi setidaknya kau bisa mengantarku ke tempat tinggalnya kan?"
"Tentu!" Jawab Jimbei mengangguk
"Baiklah,kalau begitu ayo cepat antar aku kesana!"
"Hm.."
Jimbei mengangguk, lalu kamipun segera berlalu menuju rumah Nico Robin.
.
.
Di perjalanan menuju rumah Robin,
"Beritahu aku apa saja yang kau ketahui tentang Nico Robin!" Kataku sembari menyetir mobil
"Baiklah, Nico Robin adalah mahasiswi terpintar di kelasku. Ia sangat tertarik dengan sejarah, tapi ia juga sangat pendiam dan tipe gadis yang tertutup. Ia tidak memiliki teman, kesehariannya hanya dijalani dengan seorang diri. Ku dengar kabar, Ibunya telah meninggal karena dibunuh oleh ayahnya. Sehingga membuat ayahnya menjadi buronan. Tapi datang kabar lain, yang mengatakan bahwa ayahnya adalah salah satu anggota dari Teroris Baroque Work yang sangat terkenal. Sehingga membuat para pasukan makin ingin menangkapnya. Dan akhirnya suatu hari ayahnya berhasil ditangkap, dan dipaksa untuk membuka rahasia teroris terbesar itu di depan semua masyarakat. Robin pernah berkata padaku,kalau ia ingin membunuh Aokiji,ayahnya itu dengan tangannya sendiri. Karena ia ingin membalaskan dendam ibunya! Karna itulah ia melakukan hal ini!"
"Hmm… lalu… apa masalah yang harus kau luruskan itu?"
"Itu.. sebenarnya.. aku adalah mantan Baraque Work juga!"
CIIIIIIITTTTTT
Tanpa sadar aku mengerem mendadak, sehingga membuat goncangan keras pada tubuh kami.
"Huah! Apa yang kau lakukan? Kita bisa mati tahu!" Ujar Jimbei cemas
"Hei.. jadi kau juga bagian dari mereka!"
"Aku ini hanya mantan.. sudah tidak Baroque Work lagi!"
"Baiklah.. apapun itu, jelaskan padaku sekarang juga!" Kataku mulai tenang dan kembali menyetir
"Aku dan Aokiji adalah teman. Suatu hari ia pernah berkata padaku kalau ia ingin mengundurkan diri dari Baraque Work dan ingin memulai hidup baru dengan keluarganya. Tapi Chrocodile yang tidak terima kepergian Aokiji malah menjebaknya dengan membuat seolah-olah Aokiji berselingkuh dengan sahabat istrinya. Hal ini membuat Nico Olvia, istri Aokiji marah dan ingin menceraikan Aokiji. Tapi malang, suatu malam saat Nico Olvia sedang sendiri di rumahnya, Chrocodile datang dan membunuh Nico Olvia. Aokiji yang kembali pulang saat kejadian itu memergoki Chrocodile dan berniat membunuhnya karena telah membunuh istrinya. Tapi, Chrocodile berhasil lolos. Dan malahan memfitnah Aokiji membunuh istrinya karena polisi menemukan sidik jari Aokiji di pisau yang dipakai Chrocodile untuk membunuh Nico Olvia. Padahal pisau itu dipegang Aokiji karena ingin membunuh Chrocodile. Makanya sejak kejadian itu, Aokiji menjadi buronan. Tapi suatu hari Aokiji dapat ditangkap, dan momen itupun dimanfaatkan oleh Aokiji untuk membongkar semua borok Chrocodile! Nah, hal yang ingin ku sampaikan pada Robin adalah kebenaran bahwa ayahnya bukanlah orang yang membunuh ibunya. Jadi dia tidak perlu melakukan hal bodoh itu." Terang Jimbei sedih
"Sial.. jadi dugaan kami selama ini benar! Bahwa ketua organisasi Baraque Work itu sebenarnya adalah Chrocodile,si calon Presiden Jepang saat ini. Sialan!" Umpatku kesal
"Ya.. dia memang sialan! Karena itulah kita harus segera menghancurkannya! Sebelum ia bertindak lebih jauh lagi! Kalau Aokiji berhasil membuka borok Chrocodile, maka ia akan menyelamatkan Negara kita. Karena Chrocodile telah merencanakan sebuah rencana licik untuk menghancurkan negeri ini! Jadi kita harus bertindak cepat!"
"Ya.. aku tahu! Lebih baik segera mencari Robin dulu sebelum dia menghancurkan stadion itu!" Kataku serius dan mengemudikan mobil secepat kilat.
BUUUUUUUMMMMMMMM *Ngebut*
.
.
"Ini adalah rumahnya! Ayo kita periksa, mungkin ada sebuah petunjuk yang mengatakan dimana dia berada saat ini!" Kata Jimbei sembari membuka paksa pintu rumah Robin
Zoro hanya mengangguk.
KREKK
Pintupun berhasil terbuka, mereka berduapun masuk ke dalam rumah itu. Tapi di lain sisi, tanpa disadari, seseorang memantau mereka. Orang itu mengeluarkan Handphonenya, lalu menghubungi seseorang.
"Agen Rahasia berambut hijau itu datang dengan si penghianat Jimbei!" Katanya tersenyum licik.
TBC
Gimana? Apa terlalu berbelit-belit?
Ya.. otak lagi nggak fungsi nih. Jadi malas mikir. Hoho
RnR aja ^^
