Yohohoho! Gue kembali lagi dan lagi…
Sebelumnya gue ucapin lagi makasih banyak buat Sugar Princess & Moist Fla/Cheeky n' hyuu-sukanolongin yang rela mereview Fic jelek gue ini. & Malahan juga bersedia memberi saran kepada Author amatiran ini. Karena kalianlah, gw jadi semangat ngenext ni FF terus. Hoho
Btw, gue slalu ingetin dan ingetin,
Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!
Oke.. just check it out!
HAUNTED : LIMIT
…
Markas Baraque Work
19 Jam sebelum Pengakuan
Zoro membopong tubuh kurus Brook ke dalam ruangan gelap yang didalamnya tersedia 2 buah kursi dan sebuah meja tempat introgasi biasa dilakukan. Pria jangkung berambut afro itu membuka matanya perlahan saat menyadari suasana yang tadinya terang menjadi gelap gulita seketika.
BRUKK
Tiba-tiba Zoro menghempaskan tubuh Brook ke atas kursi. Spontan Brook yang sudah kritis memuntahkan darah dari mulutnya.
"UHUK..UHUK!"
"Cuih! Keadaanmu sangat memprihatinkan! Apa gunanya kau setia pada bosmu kalau kau hanya akan menderita sendiri begini! Lebih baik kau beritahu aku dimana Nico Robin, maka setelah itu hukumanmu akan kuperingan! Bagaimana?" Tawar Zoro tersenyum sinis
"Jangan membohongiku,bodoh! Aku tidak akan tertipu begitu mudah dengan kata-kata murahanmu itu!" ujar Brook sambil menyeka bercak darah di sekeliling mulutnya.
Zoro menghela nafas, bermaksud agar emosinya tidak ikut terpancing keluar. Karena jika itu terjadi, maka bisa saja pria jangkung didepannya itu akan keluar dari ruangan ini sebagai mayat.
"Aku ini bukan tipe pria pembohong tau! Jika kau memberitahuku dimana posisi Robin saat ini, kami akan segera bergerak untuk menggagalkan niatnya. Jika kami berhasil, secara tidak langsung kau itu sudah berjasa menyelamatkan Negara ini. Makanya hukumanmu akan lebih ringan. Memangnya kau tidak mau hidup tentram apa? Hidup layaknya orang-orang normal!"
"Tsk.. memangnya kau sendiri hidup layaknya orang-orang normal,hah?"
"Setidaknya aku berada di pihak yang benar! Sedangkan kau,.. kau itu jelas berdiri di pihak yang salah.! Hidupmu tidak ada artinya lagi. Kau bekerja untuk orang yang licik. Ia menjadikanmu anjing peliharaannya dengan mengutusmu mencabut satu persatu nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Cobakan pada dirimu sendiri, andai saja orang yang paling kau cintai mati dengan tak wajar, bukankah itu sangat menyakitkan!" terang Zoro
Brook terdiam. Ia menekur cukup dalam merenungkan apa yang barusan dikatakan pria berambut hijau itu. Kalau dipikir-pikir, Zoro memang benar menurutnya. Karena, Apa gunanya ia hidup kaya kalau batinnya sendiri tidak tentram?.
"Bagaimana? Kau sudah memikirkannya?" Tanya Zoro melihat sikap Brook yang lebih tenang.
"Ck.. Tidak kusangka aku akan memberitahukannya juga padamu!"
Seketika seuntai senyuman mengambang di wajah Zoro saat perkataan Brook barusan mengisyaratkan bahwa ia akan mengatakan keberadaan Robin saat ini.
"Baiklah! Katakan dimana tempatnya!" Ujar Zoro mendekatkan wajahnya ke Brook. Brook menelan ludah,
"Tempatnya adalah di Markas bawah tanah CPBuster, daerah Logue Town!"
"Sial.. Ternyata markasnya sangat dekat dengan stadion itu! Huh! Lalu dimana pintu masuk ke ruangan bawah tanah itu?" Tanya Zoro mendesak Brook
"Pintu itu terletak di dalam bangunan tua bekas kebakaran dekat stadion itu! Kau tinggal masuk ke sana. Dari pintu, melangkah sebanyak 9 langkah, lalu lantai yang sedang kau pijakan itu adalah pintunya. Kau injak lantai itu sebanyak 3 kali, nanti otomatis lantai yang ada didepanmu akan membentuk sebuah tangga ke dalam tanah yang menghubungkanmu ke Markas besar CPBuster. Tapi kuperingatkan, penjagaan di dalam markas itu sangat kuat, kau harus berhati-hati.." Terang Brook serius
"Baiklah! Kalau begitu aku langsung bergerak!" Kata Zoro sambil berlari ke luar ruangan.
"TUNGGU!" Tiba-tiba Brook menghentikan langkah Zoro,
"Ada apa?"
"Sebelum masuk ke koridor menuju pusat markas, akan ada sebuah gerbang besar yang menanyakan kode organisasi padamu. Maka, kau jawab saja 'Thousand Sunny'!. Apa kau ingat?"
"Thousand sunny?" Ulang Zoro
Brook mengangguk, Zoropun tersenyum.
"Baiklah! Aku pergi!" Teriak Zoro berlalu meninggalkan ruangan itu
BLAM
Terdengar bunyi pintu ruangan itu di tutup sangat rapat. Brook menghela nafas,
"Ini memang adalah yang terbaik! Semoga dia berhasil!" Batinnya berharap
.
.
DRAP DRAP DRAP
Terdengarlah langkah kaki Zoro yang terburu-buru menuju mobilnya.
KREK
Ia membuka pintu mobil, lalu masuk ke mobil itu dan segera mengemudikannya ke tempat tujuan.
Ditengah perjalanan, Zoro mengaktifkan earphonenya yang tersambung ke ruang Pengawas.
"Aku sudah tahu dimana posisi gadis itu!" Kata Zoro sambil menyetir
"BENARKAH? DIMANA ITU?" Teriak suara Nojiko dari seberang
"Di Markas Besar CPBuster yang terletak di Bangunan tua bekas kebakaran samping Stadion."
"HEI! JANGAN BERCANDA! MANA MUNGKIN BANGUNAN BOBROK ITU MENJADI MARKAS BESAR MEREKA!"
"Bangunan itu memang bukan markas besar mereka. Tapi, Bangunan itu adalah pintu masuk menuju markas CPBuster yang terletak di bawah tanah. Sekarang aku akan segera ke sana, kau persiapkan pasukan. Nanti jika aku memberi kode, maka lepaskan pasukan. Oya, aku akan membawa Usopp & Luffy bersamaku!"
"Baiklah.. Kalau begitu hati-hati!"
"Tentu saja. Tapi dimana Nami & Rayleigh? Kenapa aku tidak mendengar suaranya?" Tanya Zoro heran
"Saat ini mereka sedang di Rumah Sakit!"
"NANNI? Siapa yang sakit? Ah iya… Jimbei ya…"
"Bukan hanya laki-laki bernama Jimbei itu, tapi Sanji juga!"
"NANNI? Memangnya alis pelintir itu kenapa?"
"Ia terkena ledakan bom yang berasal dari rumah Nico Robin?"
"Hah? Bom di rumah Nico Robin? Lalu bagaimana keadaannya?"
"Sanji sih tidak apa-apa! Tapi Jimbei, sepertinya kita akan kehilangan saksi itu!"
"Dia sangat kritis ya?" Tanya Zoro berat
"Sepertinya begitu! Tapi bilang, dia akan baik-baik saja. Karena ia dirawat oleh yang senior itu!" Terang Nojiko
"Oh..aku mengerti! Baiklah, cepat kau beritahu Usopp & Luffy, sebentar lagi aku tiba di tujuan!"
"Ne!" Jawab Nojiko sigap
.
.
Logue Town,
17 Jam sebelum Pengakuan
CIIITTT
Zoro menghentikan mobilnya di pinggir trotoar yang terletak di depan bangunan tua yang dimaksud Brook tadi. Spontan Usopp, Luffy & Franky yang sedari tadi mengawasi stadion itupun melihat kedatangan Zoro (karena posisi Stadion & Bangunan yang dekat) menghampirinya.
"Jadi benar tempatnya ada di dalam bangunan itu?" Tanya Usopp menunjuk bangunan dengan dagunya karena telah diberitahu Nojiko barusan.
"Ya, laki-laki itu bilang begitu!"
"Lalu? Kenapa aku tidak ikut menyusup ke dalam?" Tanya Franky menunjuk dirinya sendiri
"Karena kau akan bertugas mengawasi dari luar!"
"Oh..aku mengerti!"
"Baiklah.. kalau begitu ayo kita segera masuk!" Celetuk Luffy berlalu duluan ke bangunan, Usopp & Zoro saling pandang, lalu seolah mengambil ancang-ancang, merekapun ikut berlari menuju bangunan.
"Good Luck,teman-teman!" Batin Franky sembari membawa mobil Zoro meninggalkan bangunan itu.
KREKK
Luffy membuka pintu bangunan yang rapuh itu dengan hati-hati. Tampaklah ruangan yang kosong, kotor dan gelap di depannya.
"Mana pintunya,Zoro?" Tanya Luffy heran
Zoro hanya diam. Ia melangkah pelan dari pintu sesuai instruksi dari Brook tadi.
"..9 TAP!"
Zoro menghentikan langkahnya di hitungan ke 9, Usopp & Luffy hanya terpana.
TAP TAP TAP
NGIIIIKKKKKK
Tiba-tiba setelah Zoro menginjak-injak lantai itu sebanyak 3 kali, lantai-lantai di depannya bergerak turun dan membuat sebuah tangga yang mengarah ke suatu tempat. Usopp & Luffy hanya ternganga.
"WOAH~ SUGOIIIIII!" Teriak Luffy dengan mata berbintang-bintang
"Ayo!" Kata Zoro memimpin jalan menuruni tangga itu. Usopp & Luffypun mengekor di belakang.
"Wuah~ besar sekali ruangan di bawah ini!" Kata Usopp memandang tempat yang sangat luas di sekelilingnya yang tampak seperti gua. Zoro hanya diam dan focus kedepan.
TAP
Tiba-tiba Zoro menghentikan langkahnya. Usopp & Luffy ikut berhenti.
"Ini dia!" Batin Zoro tersenyum angkuh
"Ada apa Zo…."
"Shout The Code Of Organisation!" Tiba-tiba ucapan Usopp terputus saat sebuah suara bergema dari gerbang itu.
"Su..suara apa itu?" Kaget Usopp & Luffy yang berpelukan karena kaget
Zoro maju selangkah ke depan, Usopp & Luffy hanya menatapinya,
"Thousand Sunny!" Ujar Zoro santai
"MATCH! You Are Allowed to Meddle in!"
NGGGGGGGGGGGGGGG
Tiba-tiba setelah suara itu merespon ucapan Zoro, pintu gerbang yang besar itupun terbuka lebar.
"Ayo!" Ajak Zoro sambil duluan masuk ke dalam gerbang itu.
"B..Baik!"sahut Usopp & Luffy ikut masuk
TBC
Oke oke… ceritanya kok lama amat ya kelarnya. Hoho
RnR,Please ^^v
Kalo bisa sisip ide juga ya.. hoho
.
Mau coba balas review kayak gini, Boleh ya (?) hehe
Su-chan Jadi kamu suka SanNa juga Su-chan.. syukurlah..
Aduh2, pada pusing ya baca ceritanya yang dibalik-balik n nggak lengkap, aku malah juga pusing *Nah lho?*. Habis, tiap aku mau ngenext FF ini, slalu aja ide nggak nyambung datang ke otakku sih, jadi begini deh hasilnya. Maaf ya jadi ngecewain gini FFnya. Kalo aku jadi reader mah, aku pasti juga bakal ngomen ceritanya yg nggak jelas gini. Inilah akibatnya kalo ngenext FF nggak baca ulang dulu, main publish aja. Mohon maaf ya.. Semoga aku tidak mengulangi kesalahan yg sama lagi.
Cheeky n' hyuu Iya Che-san (Asal manggil nama orang), setelah aku baca kembali FF ini, ternyata nggak jelas banget ya (?). Banyak part yg diSkip2, ceritanya jadi bertele-tele deh. Maaf ya ceritanya jadi ngecewain gini. Tapi makasih banget sarannya, aku akan berusaha lebih keras lagi *Cieileh*.
Sebenernya aku sekarang lagi ujian sekolah, makanya nggak sempat mereview ulang cerita ini. Habis ngetik, langsung dipublish dah. Nggak ada pengecekan ulang. Makanya jadi ancur gini. Nggak diedit2 sih. Mana buatnya Cuma sekitar 1 jam-an lagi. *Emang amatiran bgt dah*. Bikin cerita ini karena lagi nggak mood & malas belajar. Astaga, kok jadi curhat gini? Adeh2. Btw tentang panggilan itu, mending jangan panggil sempai deh, aku kan masih author kelas teri. Masih belum mengenal EYD maupun kata2 di KBI. Jadi banyak kata-kata ancur gitu. Dan lagi, sebenernya aku masih umur 16 taon (kelas 2 SMA), jadi berasa aneh gimana gitu kalo dipanggil Sempai. Hoho..
Oke, sekian aja dulu. Ternyata utk balas Review aku udh ngabisin 1 halaman . Hahay…
Don't Forget…. RnR
