Yohohoho! Gue kembali lagi dan lagi…
Sebelumnya gue ucapin lagi makasih banyak buat Sugar Princess,Eleamaya-sempai & Moist Fla/Cheeky n' hyuu yang rela mereview Fic jelek gue ini. & Malahan juga bersedia memberi kritik & saran kepada Author amatiran ini. Karena kalianlah, gw jadi semangat ngenext ni FF terus. Hoho
Btw, gue slalu ingetin dan ingetin,
Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!
Oke.. just check it out!
…
Markas Baraque Work
16 Jam sebelum Pengakuan
Setelah berhasil membuka gerbang utama menuju Pusat Markas CPBuster, Zoro, Usopp & Luffy bertemu dengan lorong yang sangat panjang dan gelap. Suasana lorong yang sunyi membuat Zoro dapat merasakan aura tidak nyaman disekelilingnya. Sedangkan Usopp yang terkenal sangat penakut pada hal mistis, memilih untuk memegang ujung kaos Luffy sembari menerawang seisi koridor dengan was-was.
TAP
Tiba-tiba Zoro menghentikan langkahnya, spontan Usopp & Luffy yang berjalan dibelakang Zoro ikut berhenti.
"Ada apa,Zoro?" Tanya Usopp bergema
"Ingat, penjagaan di dalam akan sangat kuat, kurasa kita tidak akan bisa mengalahkan mereka kalau hanya mengandalkan tenaga! Sebaiknya, kita lakukan penyamaran!"
"Hng.. Baiklah! Tapi bagaimana caranya?" Tanya Luffy blo'on
"Ikut aku!" Kata Zoro melanjutkan langkahnya
Setibanya di ujung lorong, Zoro merapat ke dinding dan mengintip keadaan didepan dengan hati-hati.
Tampaklah sebuah ruangan yang sangat luas dan dijagai sangat ketat oleh orang-orang berpakaian serba hitam dan berkacamata. Tubuh mereka sangat kekar dan untungnya saja tiada yang memegang senjata.
"Zoro…." Sahut Luffy yang heran melihat sikap was-was Zoro
"Hei, dengar! Disana ada sekitar 10 orang bodyguard, mereka tidak bersenjata, tapi jangan dianggap remeh. Kita harus bisa menumbangkan mereka semua tanpa terkecuali. Karena jika salah satu dari mereka lolos dan sempat mengadu, ini akan berdampak buruk bagi kita. Kalian mengerti?" Tanya Zoro dengan suara pelan sembari menoleh ke Usopp & Luffy yang dibelakangnya.
"Ya.. kami mengerti!" Jawab ke-2nya manggut-manggut.
"Baiklah, Ayo!" Kata Zoro sambil keluar dari tempat persembunyian dan menghadang para bodyguard itu. Diikuti oleh Usopp & Luffy. Merekapun berjalan dengan gaya gagah berani menghampiri para bodyguard CPBuster itu.
"HEI! SIAPA KALIAN?" Kata para bodyguard itu menghampiri ke-3 agen Baraque Work barusan.
"Kami bukan siapa-siapa! Kami hanya ingin…"
BUGHHH
Tiba-tiba Zoro mengakhiri kata-katanya dengan meloncat dan langsung menjudo seorang bodyguard yang berdiri di depannya. Para teman bodyguard itu kaget dan langsung menghampiri ke-3nya bersiap menangkap mereka. Terkecuali seseorang, yang malahan memilih mengaktifkan earphonenya dan bersiap melapor ke markas. Tapi, Usopp yang menyadarinya segera membidik dengan pistol biusnya.
BHUZZZZ
Bidikan Usopp tepat sasaran, peluru yang berbentuk jarum suntik dari pistol Usopp berhasil mengenai leher si Bodyguard, alhasil belum sempat bodyguard itu bicara, ia sudah pingsan duluan.
Di lain sisi, Zoro dan Luffy di kepung oleh 6 orang bodyguard yang terlihat licik dan kuat. Luffy dan Zoropun merapat dan memasang kuda-kuda bersiap melawan para bodyguard itu kapanpun mereka memulainya.
"HIYAAAATTTTTTT!"
Tiba-tiba seorang bodyguard yang di depan Luffy melompat ke atasnya dengan kepalan tangan besar yang bersiap meninju wajah Luffy, tapi sigat Luffy mengelak dan langsung menendang perut pria itu dengan cekatan.
BRUGHH
Bodyguard itupun terjatuh ke lantai. Melihat satu temannya gugur begitu mudah, ke-5 bodyguard yang lainnya langsung menyerbu bersamaan.
"HIYAAAAAAAAATTTTTTTTT~"
BUGGHHHBUGHH
Sigat Zoro meninju dagu 2 orang bodyguard yang meloncat ke arahnya dengan ke-2 tangannya, sehingga membuat ke-2 pria itu kembali melayang kebelakang dan terbanting ke tanah.
Luffy yang diserang oleh 3 orang sekaligus dihujami dengan tendangan-tendangan keras dan uncontrol, tapi ia dapat mengelak dengan lihainya, sampai saat itu, Luffy yang tersudut memilih salto di udara dan berputar sangat cepat seperti badai.
"HYAAAAAAAATTT!"
BUGHBUGHBUGH
BRUKK
Ke-3 bodyguard yang mengepungnya terkena hantaman kaki dan tonjokan sekaligus. Tidak sanggup bertahan, ke-3nyapun tepar dilantai dengan gigi yang retak dan mulut berdarah.
HUPP
Luffy mendarat dengan mulus.
Kini tinggal Usopp melawan 2 bodyguard lainnya. Ia mundur beberapa langkah saat ke-2 pria itu mulai menyudutkannya,
"Kau tidak akan bisa lari,penakut!" Ucap salah seorang dari mereka tersenyum licik
Usopp mengernyitkan dahinya, seumur hidup, panggilan penakut adalah panggilan yang sangat ia benci. Tidak terima dengan perkataan itu, Usopppun menodongkan pistol biusnya ke arah ke-2 pria itu.
"AKU BUKAN PENAKUT,BODOH!" Teriak Usopp kesal sembari menekan knop pistol, spontan ke-2 bodyguard itu takut dan mengelak. Tapi gagal, karena Usopp sudah mengunci targetnya,
BHUZZZZZZZ BHUZZZZZZZ
Ke-2 bodyguard itu berhasil tekena jarum bius di bahunya.
BRUKK
Mereka tepar di lantai dengan tak sadarkan diri.
"Shishishi.. Good Job!" Kata Luffy tertawa dan memberi jempol pada Usopp.
Usopp tersenyum pongah,
"Iya dooong~" Katanya bangga
"Hei! Ayo ambil pakaian para bodyguard ini. Kita menyamar sebagai mereka!" Celetuk Zoro sembari membuka baju seorang bodyguard yang pingsan
"Woah~ SUGOIIII~~" Kata Luffy yang merasa menyamar itu adalah hal yang keren.
.
.
Tampak Robin sedang duduk menekur di sebuah ruangan yang disediakan Chrocodile khusus untuknya. Tangannya di borgol ke belakang, sedang kakinya terikat dengan tali. Robin yang semestinya dilayani oleh Chrocodile dengan baik karena mengingat akan membantunya meledakkan Stadion, malah memilih menyekap Robin karena alasan takut wanita itu akan berubah pikiran dan memberontak.
KREKK
Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Robin mengangkat kepalanya dan menoleh ke pintu. Seorang gadis berambut pink tersenyum sinis kearahnya,
"Bagaimana keadaanmu, wanita bodoh?" Tanya gadis berambut pink itu sembari menghampiri Robin. Tapi Robin hanya bungkam dan kembali menekur.
"JAWAB AKU!" Bentak gadis itu sembari menenggadahkan kepala Robin
"Cuih~"
Tiba-tiba Robin meludahi wajah gadis itu. Perona yang merasa jijik dan direndahkan, spontan menampar wajah Robin.
PLAK
"DASAR TIDAK TAHU DIRI!" Teriak Perona marah sembari menjambak-jambak rambut Robin. Robin hanya pasrah menerima siksaannya, karena keadaan tubuhnya yang tidak bisa melakukan apa-apa .
"PERONA-SAN!"
Tiba-tiba seorang gadis berambut hijau mendatangi Perona dan melerainya untuk tidak menyiksa Robin lagi.
"HUAAAH!" Teriak Perona emosi saat melepas jambakannya dari Robin
Robinpun tersandar ke dinding, bibir bagian bawahnya berdarah, sedangkan pelipisnya membiru.
"Perona-san! Apa yang kau lakukan? Kalau dia mati gimana?" Kata gadis berambut hijau tadi menunjuk-nunjuk Robin.
"LIHAT INI! DIA BERANI MELUDAHIKU!" Teriak Perona sembari membersihkan wajahnya
"Hei hei.. sudahlah! Kau jangan menyiksanya lagi, dia adalah harta terpenting bagi kita saat ini! Kalau dia mati, kitapun akan mati,tahu!"
"Ha~h.. Baiklah, kalau bukan karena kau,Camie-san,.. mungkin aku sudah membunuhnya dari tadi!" Kata Perona mengerling jijik Robin
"Lagian apa yang kau lakukan disini?" Tanya gadis bernama Camie itu heran
"Aku kesal,Camie-san! Gara-gara kehilangan HandPhone, Chrocodile-sama memarahiku habis-habisan! Lihat ini…" Ujar Perona sembari menyengseng kaki celananya, dan tampaklah sejumlah memar di betis gadis itu.
"Jadi Chrocodile memukulmu lagi?" Tanya Camie ngeri
"Begitulah! Dia sangat suka menyiksa orang! Makanya aku juga ingin melampiaskannya pada orang lain!" Ujar Perona dengan suara meninggi dan mengerling Robin lagi.
"Baiklah.. kau sudah melakukannya,bukan? Jadi saatnya meninggalkan ruangan ini. Jangan sampai Chrocodile melihat kita ada di ruangan ini! Yuk!" Ajak Camie
Perona mengangguk, lalu berlalu meninggalkan ruangan setelah sebelumnya menendang Robin.
BUGG
"Sudah-sudah.. ayo cepat!" Sergah Camie menarik Perona
BLAM
.
.
Zoro, Usopp & Luffy telah ready dengan pakaian menyerupai bodyguard. Tidak lupa, mereka juga memakai topi dan kacamata para bodyguard yang barusan berhasil mereka tumbangkan agar penyamaran terlihat lebih sempurna.
"Mmmhhhmm….mmhmhmmmm"
Terdengar suara berontak para Bodyguard yang sudah diikat masal dan disumpal mulutnya dari sudut ruangan. Usopp menoleh ke sumber suara,
"Jangan berisik!" Kata pria berhidung panjang itu kepada para bodyguard yang meronta-ronta ingin lepas.
"Hei! Ayo pergi!" Celetuk Zoro sembari berjalan meninggalkan para bodyguard yang setengahnya dalam keadaan telanjang itu. Usopp & Luffy mengangguk,
"Yes Sir!" Kata mereka tegas sambil mengekori Zoro (lagi).
Beberapa menit kemudian, Zoro, Usopp & Luffy sampai di ruangan yang sangat besar dan mewah., Luffy menerawang seisi ruangan dengan kagum, tidak menyangka dibawah tanah ada ruangan sebesar dan semewah itu. Sedang Usopp, hanya ternganga dan terpaku melihat puluhan bodyguard yang berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Ba…bagaimana ini?" Desis Usopp ketakutan dan berpeluh dingin di samping Zoro
"Santai saja! Kita sekarang adalah bagian dari mereka!" Bisik Zoro menenangkan Usopp. Usopppun menghela nafas berusaha tenang, ya.. walaupun sekujur tubuhnya masih menggigil ngeri.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya seorang pria jangkung yang tampak seperti seorang ketua bodyguard menghadang ke-3 agen Baraque Work itu.
Zoro mendongak menatap pria jangkung itu,
"Kami diutus Brook-sama untuk menyampaikan sebuah pesan pada Nico Robin!" Jawab Zoro tenang
"Tapi kau harus izin dulu pada Tuan Chrocodile!"
"Baiklah.. aku akan minta izin darinya!"
"Masalahnya Tuan Chrocodile sedang tidak berada disini!" Kata pria jangkung itu
Zoro tersenyum sinis,
"Bingo! Ini adalah momen yang pas!" Batin Zoro senang
"Kalau begitu biarkan kami menunggu didalam!"
"Baiklah! Kalau Brook-sama yang memerintah, apa boleh buat! Silahkan~" ucap pria jangkung itu sembari mundur dan memberi jalan kepada Zoro, Usopp & Luffy.
Zoro mengangguk, lalu mengkode Luffy & Usopp agar mengikutinya.
TAP TAP TAP
Ke-3 pria itu melangkah diantara para bodyguard yang berdiri membentuk koridor di sekeliling mereka. Para bodyguard yang terlihat kuat itu hanya diam dan berdiri kokoh membiarkan ke-3nya berjalan menuju pintu tempat ruangan utama, sehingga membuat suasana diruangan terasa dingin dan was-was.
Sampai saat itu, setibanya di depan pintu yang terukir gambar naga, Zoro menjulurkan tangannya untuk membuka pintu.
KREEK
Pintu terbuka, Ke-3nyapun langsung masuk ke ruangan. Dan Secara otomatis, pintupun kembali tertutup.
BLAMM
Usopp terlonjak kaget,
"Huah~ mengerikan sekali~" Batinnya lega
"Ternyata mereka mudah juga untuk dikelabuhi ya!" Kata Luffy tertawa tanpa beban
Zoro mengangguk, lalu menatap sekeliling. Kali ini ruangan ini tampak lebih aman dari pada ruangan barusan. Karena tiada seorangpun yang tampak didalamnya. Usopp mencolek-colek Zoro, Zoropun menoleh ke rekannya itu.
"Ada apa?" Tanya Zoro heran
"Kenapa diruangan ini ada banyak pintu?" Usopp balik bertanya sembari mengerling 5 buah pintu besar di depannya.
Zoropun menerawang sekeliling,
"Sepertinya ini adalah ruangan penghubung menuju masing-masing bilik utama markas ini. Aku jadi penasaran dengan apa yang ada di balik pintu itu. Dari 5 buah pintu itu, dimana kemungkinan mereka menyandra Nico Robin?" Ucap Zoro sembari memperbaiki letak topinya.
Usopp mengusap-usap dagunya,
"Sepertinya pintu itu!" Kata Luffy dan Usopp beriringan sembari menunjuk pintu yang sama, Pintu ke-5.
Zoro menoleh ke arah tunjukan ke-2 rekannya itu.
"Kenapa kalian yakin itu adalah ruangannya?" Tanya Zoro heran
"Insting lelaki!" Jawab Usopp & Luffy serentak sembari menunjuk kepala masing-masing. Zoro hanya sweatdrop, lalu berbalik ke arah pintu itu.
"Baiklah! Ku percayakan semuanya pada insting lelaki kalian!" Ucapnya sembari melangkah ke pintu. Usopp & Luffypun kembali mengekor.
KREKK
Belum sempat Zoro mendorong pintu itu, ternyata pintu itu sudah terbuka duluan. Spontan Usopp terlonjak kaget dan mundur dengan peluh dingin.
"Si..siapa?" Batin Usopp melihat 2 orang wanita keluar dari pintu itu, yaitu Perona & Camie.
"Siapa kalian?" Tanya Perona kepada ke-3 laki-laki di depannya itu
"Hmm.. Kami utusan dari Brook-sama! Dia menyuruh kami menyampaikan sebuah pesan kepada Nico Robin!" Jawab Zoro berusaha tenang
"Pesan apa itu?" Tanya Perona angkuh
"Maaf.. Brook-sama bilang kami tidak boleh memberitahukannya pada siapapun kecuali Nico Robin!" Ujar Zoro kalem
"HUH! Sombong Sekali Pria Kurus Itu! Belum jadi Wakil bos saja dia sudah begitu,apalagi kalau sempat jadi Wakil Bos! Sial!" Omel Perona
"Hei Hei! Diamlah! Biarkan saja mereka menyampaikan pesan itu! Kelihatannya sangat penting sekali!" Kata Camie menatap Zoro seksama
"Yayaya.. baiklah! Silakan masuk!" Ujar Perona malas dan memberi jalan. Zoropun melangkah masuk, seperti biasa, Usopp & Luffy mengekor.
"EITSS!"
Tiba-tiba Camie membarokade jalan Usopp & Luffy yang hendak masuk ke ruangan berikutnya bersama Zoro.
"A..ada apa?" Tanya Usopp ngeri
Zoro menoleh ke belakang,
"Hanya satu orang! Kalian tunggu disini!" Kata Camie serius
Usopp & Luffy melirik Zoro, Zoropun memberikan isyarat kepada ke-2nya agar menuruti perkataan gadis itu.
"Baiklah.. kami tunggu disini!" Jawab Luffy bersikap tenang dan berdiri di depan pintu. Usopp menelan ludah, lalu ikut berdiri di samping Luffy. Zoro tersenyum pada ke-2 rekannya itu, lalu melanjutkan langkah menuju ke ruangan tempat Nico Robin berada.
BLAM
Camie menutup pintu, Lalu ia menarik Perona ke pintu ke-3.
"Ayo Perona-san! Califa-sama telah menunggu kita di Stadion!" Kata Camie santai. Spontan Usopp yang mendengarnya terlonjak kaget.
"Menunggu di Stadion?..Jangan-jangan… itu adalah pintu menuju Stadion?" Batin Usopp cemas menatap pintu ke-3 yang tadi dimasuki Perona & Camie.
.
.
Zoro berdiri di depan pintu yang sangat tinggi dan besar di depannya. Kali ini ia sangat yakin, bahwa dibalik pintu itu pasti ada Nico Robin yang selama ini ia cari-cari.
Zoro memberanikan diri mendorong pintu itu, dan saat pintu terbuka,
KREKK
Tampak seorang wanita berambut raven dengan tangan terborgol dan kaki terikat sedang terduduk di sudut ruangan. Keadaannya terlihat sangat kasihan. Zoro melangkahkan kakinya menghampiri wanita itu. Lalu bersimpuh di depannya dan mengangkat dagu wanita itu guna memastikan keadaannya.
"Robin… apa kau baik-baik saja?" Tanya Zoro cemas sembari mengguncang-guncang tubuh Robin
Robin membuka matanya pelan, lalu menatap Zoro yang sedang bersimpuh didepannya.
"Siapa kau?" Desis Robin lemas
"Aku akan membawamu dari sini! Ayo ikut bersamaku!" Kata Zoro sembari menarik lengan Robin untuk berdiri. Tapi Robin menahan tubuhnya.
"TIDAK AKAN! Siapapun kau, aku tidak akan meninggalkan tempat ini! Aku tidak akan kabur, karena keingananku belum tercapai! Laki-laki itu.. harus mati!" Ujar Robin berambisi.
Zoro menatap Robin seksama, lalu kembali menjongkok ke depannya.
"Dengarkan aku…. Tidak ada gunanya kau berbuat begini! Karena musuh kau yang sebenarnya adalah Chrocodile!"
"APA MAKSUDMU?" Bentak Robin kesal
"Jimbei telah menceritakan semuanya padaku…."
"Jimbei?" desis Robin terbelalak
Zoro mengangguk,
"Ya.. Jimbei bilang orang yang mem…."
NGGGGGG
Tiba-tiba ucapan Zoro terputus saat ada sebuah panggilan di Earphonenya. Zoro mengaktifkan earphone itu,
"Zoro.. gawat! Mereka telah tahu keberadaan kita! Sekarang mereka sedang berjalan menuju ruang penghubung! Cepat bawa gadis itu keluar dan pergi ke pintu ke-3! Itu adalah pintu yang langsung menembus menuju stadion! Kami tunggu kau disana! Tut Tut Tut.." Ucap Usopp dari seberang
Zoro terpaku, lalu kembali menatap Robin yang sedang menunggu penjelasannya.
"Sekarang juga ikut denganku.!" Kata Zoro langsung menarik Robin
"TIDAK! LEPASKAN AKU!" Teriak Robin memberontak menahan tubuhnya
Zoro yang mulai kesusahan membawa Robinpun tiba-tiba menyandarkan tubuh wanita itu ke dinding dan menyekap mulutnya agar ia tidak berteriak lagi.
"Dengar, Ayahmu bukanlah orang yang membunuh ibumu! Chrocodile menjebaknya, dan ia membuat seolah-olah ayahmulah yang membunuh ibumu! Orang yang sesungguhnya membunuh ibumu itu….. adalah Chrocodile sendiri!" Ucap Zoro serius masih menyekap mulut Robin,
Robin yang shock mendengar perkataan Zoro barusan membelalakkan matanya. Zoro yang menyadari perasaan Robin melepaskan bekapannya,
"Tidak mungkin…" Lirih Robin dengan air mata menggenangi pelupuk matanya terduduk lesu
"Aku tahu perasaanmu! Tapi kita harus segera pergi dari sini!" Kata Zoro memegang bahu Robin
Tapi Robin tidak mengacuhkan Zoro.
Zoro berdecak kesal, tanpa blablabla, iapun langsung menyeret Robin, Tapi tiba-tiba Robin tersandung.
"ARGHHH!" Jerit Robin kesakitan
Zoro menghentikan langkahnya. Ia hampir saja lupa kalau kaki Robin saat ini sedang terikat. Akhirnya ia memutuskan mengangkat tubuh Robin, Robin membelalakan matanya,
"APA YANG KAU LAKUKAN?" Kata Robin kaget
"Aku akan membawamu keluar!"
TBC
Hiyaaaaaaa~~~
Gimana? Ceritanya kepanjangan yak? Hahay
Actionnnya amburadul, semoga bisa dimengerti! Habis, ini pertama kali aku bikin part action sih! Hoho
Keep RnR ya ^^v
Sesi Balas Review…..
Eleamaya-sempai (Main manggil2 aja)
Wawah, ternyata sempai teliti bgt ya, aku aja ampe nggak nyadar lho #Dasar ceroboh!. Maaf ya sempai, aku jadi bikin image Sanji blo'on gini, tapi khilaf, nggak niat kok! Hoho.. Btw makasih lagi sarannya,sempai! Akan kuusahakan untuk tidak pake POV yg ganti2 deh. Karena emang sih ngebingungin juga pake campur2 gitu. Jadi nggak enak dipandang *Nah lho?*
Su-chan Hah? Beneran? Jadi kamu kelas 2 SMA juga.. huahahaha.. kita sebaya dong. Ya, makasih ya udh review lg, *Smoga g bosen2 dah*.. Tentang Romance, aku sedang mengusahakannya agar lebih cepat. Jiahahaha *Sok!*
Oya, ditunggu Fanfict OP ver. Kamu ya.. Hehe ^^
