Chapter 3
AKAMARU
By slepping-cute
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, typo, dan maaf banget kalau tata penulisannya salah, soalnya sudah lama tidak menulis lagi. T_T
Akamaru's POV
"Baiklah, keluarkan anjing-anjing itu dari kandangnya, bawa mereka ke kebun belakang," kata kepala penjaga kepada anak buahnya. Anak buahnya segera bertindak seperti yang diperintahkan oleh ketuanya tersebut. Aku dikeluarkan dengan paksa dan dibawa ke kebun belakang oleh salah seorang petugas.
Saat aku tiba di kebun, ternyata sudah banyak anjing yang dilepas disana termasuk Pein dan kawan-kawannya. Aku melihat kebun itu, kebun dibatasi oleh pagar besar dan kokoh -supaya anjing tidak bisa kabur-, kebun ini lumayan luas dan cukup terawat.
"Baiklah, kalian diberi waktu 15 menit untuk berlari dan bermain di tempat ini. Tapi jangan ada yang berkelahi! Ingat itu!" kata seorang petugas kepada kami(anjing).
Setelah petugas itu pergi, Pein mendatangiku.
"Hai anjing kecil!" sapanya.
"Apa?" tanyaku sedikit ketakutan.
"Masih ingat dengan urusan kita?"
"Ya,"
"Apa kau takut?" katanya dengan senyumannya yang mengerikan.
"A-aku ti-ti-dak takut!" kataku berbohong, Ibu, tolong aku.
"Benarkah?"
"Sudah habisi saja dia, Pein! Ayo-ayo!" teriak teman-teman Pein, menyemangati ketuanya itu.
Pein tersenyum sinis, "Sesuai keinginan kalian teman-teman, aku akan menghabisi dia!"
Pein memasang kuda-kudanya siap menyerangku, aku sudah mempersiapkan diri untuk menerima serangan dari Pein, aku tahu pertahanan ku tidak akan mempan menghadapi kekuatan Pein, apalagi tubuhku kecil tapi setidaknya aku sudah berusaha. Pein mengambil jarak dariku, dengan senyum kemenangan dia berlari kearahku, siap menyerangku. Kuku tajamnya dia keluarkan, dan sebentar lagi kuku tajam itu akan segera menembus kulitku.
"Bersiaplah Akamaru!" teriak Pein,
"Apa yang sedang kalian lakukan?" teriak seorang petugas yang membuat langkah Pein terhenti.
'Oh, shit!' batin Pein.
Terima kasih, Ibu, aku senang melihat kedatangan petugas tersebut.
Teman-teman Pein yang melihat ada petugas datang langsung kabur meninggalkan ketuanya. Pein yang melihat teman-temannya pergi meninggalkan dia, berlari mengejar mereka.
"Dasar anjing-anjing nakal! Sudah saya peringatkan agar tidak berkelahi masih tetap bandel!" gerutu petugas itu. Lalu dia melihat kearahku. "Hei kau, ayo ikut aku!" aku mengikuti langkah petugas itu.
"Ada yang mau membelimu," kata petugas tanpa melihat ke arahku.
Siapa?
"Itu dia," kata petugas seakan-akan mengerti akan pertanyaanku.
Aku melihat kearah orang yang ditunjuk petugas itu. Orang yang akan membeliku adalah seorang pria putih pucat, rambut panjang, dan tinggi. Wajahnya menakutkan, sepertinya dia agak sinting.
"Oh, anjing yang manis. Aku yakin istriku pasti suka," kata orang itu.
"Aku juga berfikir seperti itu, Pak Orochimaru," kata petugas yang membawaku sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan segera membelinya,"
Oh..tidak..
Aku duduk termanggu sambil melihat pemandangan dari kaca jendela mobil. Aku duduk di jok belakang mobil sedan tuanku, tuan Orochimaru, pemilik baruku.
"Hahaha, anjing kecil sepertimu enaknya diapain ya? Direbus? Digoreng? Dicincang? Hmmm pasti lezat, hahaha." Tawa Orochimaru.
Ini sudah kedua kalinya aku mendengar dia berkata seperti itu. Sungguh memuakkan. Aku dibeli untuk dimakan. Kenapa dia tidak mencari anjing kampung saja? Kenapa harus aku? Kenapa aku dibeli oleh orang seperti ini? Banyak pertanyaan yang berputar di kepalaku. Tapi yang terpenting sekarang adalah aku harus membebaskan diri dari orang sinting ini.
Tiba-tiba mobil berhenti. Tuan Orochimaru keluar dari mobilnya dan berlari-lari kecil menuju kamar mandi umum terdekat. Tapi dia lupa satu hal. Aku masih di mobil –tanpa dirantai- dan pintu mobilnya tidak tertutup dengan rapat. Ini kesempatanku. Aku melompat ke jok depan, keluar melalui celah pintu mobil dan berlari sekencang-kencangnya. Terdengar olehku suara majikanku yang berteriak-teriak memanggilku, mungkin dia sudah sadar meninggalkan ku sendirian tanpa dirantai atau ia sadar pintu mobilnya tidak tertutup rapat tapi itu semua sudah terlambat aku telah kabur darinya, berlari tanpa tujuan yang jelas tapi tidak terikat dengan apapun, dan sekali lagi aku diselamatkan dari bahaya.
_To be continued_
MAAF!
Maaf banget saudara-saudara,
Saya baru mengupdate fic ini, udah lebih dari setahun :'(
Bukannya saya lupa dengan fic ini,
Tapi karena virus "MALAS"
Jadi gak update-update, padahal idenya udah ada,
Tapi karena malas, jadi hilang idenya deh.
Huhuhuhu
Tolong maafkanlah….
Untuk Kibanya,, akan keluar chap depan, janji ^^v
Dan saya tidak akan melantarkan fic ini kelamaan,
Status saya : aktif *siapa yang peduli?*
Jangan lupa REVIEW ya….Please….
Sampai ketemu chap depan
See you^^
