Summary: Tuhan! Bisakah kau kutuk guru sialan itu? Dia mengganggu di saat yang tidak tepat!
Pairing: USUK, AsaKiku, JapTai, HongTai, KoreHong, RoChu, and many more.
Warning: OOC, TYPO, SINET-PHAIL-GAJE-ALAY-LEBE
Disclaimer: I do not own Hetalia or anything
Hetalia (c) Hidekaz Himaruya -sensei
Hal yang mereka lakukan selanjutnya, membuatku sangat terkejut. Kiku mencium Mei! Sepertinya sangat dalam karena aku bisa mendengar suara lidah mereka saling beradu. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan... Aku cukup cemburu, tapi bukan itu intinya! Intinya adalah... Kiku telah mengkhianati Hong!
OwOwOwOwOwO
Aku segera berdiri dan 'nyaris' membuka pintu kelas saat Alfred menarik tanganku,
"Jangan! Sudah kubilang jangan kan?" larangnya sambil berbisik
"Git! Ini masalah besar! Ini namanya pengkhianatan!" jawabku marah sambil berbisik juga
"Sebaiknya, kau jangan tergesa-gesa…" ucap Alfred "Ini akan berjalan sesuai takdir…"
Dia menarik tanganku lalu berlari menuju lantai 3. Aku tidak bisa berlari dengan cepat jadi sesekali aku tersandung atau semacamnya. Dia menepuk pundakku lalu berkata,
"Kau tidak bisa memainkan game ini…"
"M-maksud-mu apa?" tanyaku dengan alis berkerut
"Kau tidak ada di game ini… Begitupula aku… Kita ada di game yang berbeda, dan punya storyline sendiri…" Katanya lagi
"M-maksudmu apa, Al?"
"Karena aku… Su—" KRIIIIIIIIIIIIIIIIING
Git! Apa sih yang dilakukan guru bodoh itu? Ini kan sudah jam pulang! Masih saja membunyikan bel! Sengaja memotong pembicaraan Alfred ya?
OwOwOwOwOwO
Hong's POV:
Ini merepotkan. Kenapa aku harus membersihkan rumput-rumput di bawah jendela kelas? Aku tidak melakukan apa-apa. Yong Soo yang melakukannya. Aku tidak tau sudah berapa lama aku mengerjakan tugas ini. Saat ini, aku sedang berdiri di depan jendela kelas 2-A dan… Tunggu! Itu kan suara Mei?
"Aku sangat senang bisa di sini bersamamu, Kiku..." terdengar suara Mei berbicara
"Bagaimana dengan Hong?" tanya Kiku pelan. Ah, namaku disebut. Ada apa ini?
Aku segera mengubah poisisi-ku mirip pengintai. Aku berdiri di balik jendela dan memperhatikan mereka berdua
"Hong? Aaah... Aku sudah bosan dengan dia... Dia terlalu pendiam dan cuek..." Mei membalikkan badannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Kiku "Aku lebih suka denganmu... Aku cinta padamu..."
"Aku juga..." balas Kiku. Lalu, mereka berciuman
Aku benar-benar shock dengan ini semua. Ciuman yang dilakukan Mei dengan Kiku, bukanlah ciuman yang biasa dilakukan Mei denganku. Ciuman ini lebih… Ber-bunyi? Yang jelas, aku bisa mendengar suara lidah mereka saling beradu. Aku hanya bisa berdiri terpaku di sini. Melihat mereka melakukan hal yang jelas-jelas bisa dibilang itu adalah pengkhianatan.
Awas saja kau, Kiku… Jangan kau remehkan kemampuanku…
OwOwOwOwOwO
Arthur's POV:
Aku masih terpikir kata-kata Alfred tadi… Game? Dunia ini ya dunia ini… Pikirannya benar-benar sudah ter-kontaminasi oleh game! Lagipula, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang. Mungkin, aku akan ke ruang guru dulu untuk menyerahkan tugas-tugas ini. Baru setelah itu aku akan…Kiku?
"Arthur-san!"
G-gawat! Dia mendekat! D-dia mau apa ya?
"Arthur-san, hari ini ada tempat kosong sepulang sekolah tidak?"
"E-eh? Maksudmu apa, Kiku?" tanyaku bingung sambil menahan rasa nervous
"Iya… Ruangan yang kosong… Yang tidak dipakai oleh klub hari ini sepulang sekolah…" jawabnya
Ah! Menurut dugaanku, dia pasti ingin melakukan sesuatu dengan Mei di ruangan kosong itu. Aku tidak bisa diam saja… Aku harus mencegah masalah ini… Sesungguhnya, hari ini banyak sekali ruangan kosong tapi… Aku tidak akan membiarkan Kiku tau!
"U-umm… Ruangan kosong ya? S-sepertinya tidak ada… M-memangnya untuk apa?"
Dia tampak berpikir sebentar. Ha! Ketahuan kau, Kiku! Dari cara berpikirmu, sudah ketahuan kau akan menggunakan ruangan itu untuk berhubungan dengan Mei. Kau tidak bisa berbohong padaku!
"A-aku ingin menggunakan ruangan itu untuk membuat komik…" jawabnya
"Hmm… Kenapa tidak di kelasmu saja?" tanyaku dengan senyum licik
"A-atto… K-kelasku…"
Tiba-tiba, ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang. Dia berdiri di sampingku sambil menenteng jaket coklat kesayangannya. Orang itu tidak lain adalah… Alfred? Apa yang kau lakukan di sini?
"Hari ini banyak ruangan kosong kok, Kiku…" ujar Alfred sambil tersenyum
"E-eh? Alfred? Jangan sembarangan! Aku ini Ketua OSIS! Jadi akulah yang ta—"
"Justru karena kau ketua OSIS, tidak seharusnya kau berbohong kan..?" potong Alfred sambil mengelus kepalaku
"A-ah… Terima kasih, Alfred-san! Apa kau punya kunci ruangan itu?" tanya Kiku senang
Tidak salah lagi! Untuk apa Kiku meminta kunci ruangan itu?
"Ini…" jawab Alfred sambil melempar kunci bertuliskan angka 509
"Ah… ini pas sekali… Terima kasih, Alfred-san…" puji Kiku sambil membungkuk, lalu pergi
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Alfred saat ini… Apa yang dia rencanakan? Apa jangan-jangan, dia yang ada di balik semua ini? Yang membuat aku dan Kiku putus, yang membuat Kiku merebut Mei dari Hong, lalu membuat Hong terluka? Apakah Alfred ada dendam tertentu pada Hong? Aku benar-benar tidak mengerti…
"Al! Jujurlah padaku, apa rencanamu?" tanyaku kasar
"HAHA! Aku tidak punya rencana apa-apa…" jawabnya diiringi dengan tawa khasnya
Refleks, aku menonjok pipinya, "JAWAB YANG BENAR!"
Alfred mengelus pipinya perlahan lalu tersenyum lagi,
"Aku hanya membiarkan semuanya terjadi… Karena aku ingin mengatakan kalau aku—" KRIIIIIIIIING
Ekhm! Guru sialan itu lagi. Kali ini, guru itu tidak akan luput dari kutukanku!
OwOwOwOwOwO
Aku benar-benar tidak tahan lagi. Kali ini, guru itu benar-benar akan menerima amarahku! Selalu saja memotong pembicaraan Alfred denganku melalui bel-nya 'tersayang'. Aku segera berlari ke lantai 3 ke ruangan informasi. Aku membuka pintunya dengan keras dan berteriak,
"Siapa yang mengontrol bel-nya, hah?"
Tampak seorang laki-laki berambut panjang dikuncir satu sedang berciuman dengan seorang laki-laki dengan rambut abu-abu dan memakai syal. Awalnya, mereka tetap melanjutkan namun, aku mengulang perkataanku lagi,
"SIAPA YANG MENGONTROL BEL-NYA?"
Mereka berhenti melakukan adegan 'terpuji' mereka dan menengok ke arahku,
"Aku, aru… Memangnya kenapa, aru?" jawab laki-laki berambut panjang itu
"Kau! Wang Yao, kan? Jadi kau yang mengontrol bel-nya, hah?" emosi-ku memuncak dan aku segera mengepalkan tinjuku
"Iya… Aku yang mengontrol-nya, aru… Ada masalah, aru?" tanyanya bingung seolah-olah tidak punya salah apapun (baginya mungkin ya, tapi bagiku kesalahannya sangat besar)
"RASAKAN INI, GIT!" teriakku sambil melayangkan tinju ke arah Yao
"Kolkol…." Seseorang mencegat tinjuku dengan pipa air-nya, bermaksud melindungi Yao
"K-kau… Jangan halangi aku!" ujarku memberontak
"Jangan sakiti Yaoyao, da… Hadapi aku dulu…" katanya dingin sambil mengangkat pipa air-nya dan melayangkannya ke arahku
BUUUUGH!
.
.
Kenapa… Kenapa? Apa yang dia lakukan? Kenapa harus dia?
OwOwOwOwOwO
Alfred's POV:
Unn… Dimana aku? Ah, ini UKS kan? Ternyata aku tidak apa-apa… Aku pikir, pipa air milik Ivan bisa membunuh-ku. Tapi mana mungkin? Aku kan HERO…
Aku melirik ke arah sampingku dan di sana ada seseorang… Seseorang… Yang benar-benar kucintai…
"BLOODY GIT! Apa yang kau lakukan, bodoh?" teriaknya sambil mengucek matanya
Aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Aku tidak suka melihatnya ber-sedih… Apalagi sampai menangis seperti ini… Rasanya, hatiku seperti tertusuk. Aku mulai mengelus kepalanya seperti biasa… Sebagai tanda kasih sayangku untuknya yang takkan pernah dia sadari. Ukh… Kepalaku terasa sakit…
"A-artie… Kau… Tidak apa-apa?" tanyaku lirih sambil mengelus kepalanya
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu!" tangisnya
Dia berusaha menghentikan air matanya sendiri namun dapat kulihat dia gagal. Air matanya bertambah deras membasahi pipinya. Aku mengusap pipinya lembut, dan berusaha menghentikan air matanya,
"Kenapa… k-kau… menangis, Ar…tie?" tanyaku lagi
"Aku khawatir, git! Aku merasa bersalah! Ini semua masalahku tapi malah kau yang jadi korban…" tangisnya kencang
"Aku tidak apa-apa… I-ini demi kamu, Artie…" jawabku berusaha menenangkannya
"Aku kesal bel sekolah selalu menghentikanmu mengatakan sesuatu yang ingin kau katakan padaku… Aku penasaran!"
Aku terkejut. Padahal, itu hanyalah pernyataan-pernyataan cintaku untuknya yang selalu gagal kusampaikan karena Yao dan Ivan yang entah kenapa selalu tepat waktu membunyikan bel untuk menutupi kata-kata itu. Aku merasa lega dan senang karena bisa menahan perasaan itu dan menyatakannya pada Arthur saat kami sudah dewasa nanti tapi, aku tidak tahu kalau ini justru membuat Arthur kesal, penasaran, dan marah… Sekarang ditambah lagi… Membuatnya sedih…
"Maafkan aku, Artie…"
Dia melihatku dengan mata emeraldnya yang berkilau dan basah akibat air mata,
"Kenapa kau meminta maaf?"
"Karena aku membuatmu kesal… Karena aku selalu gagal mengatakannya…" aku menarik nafas, "maukah kau mendengarkan kata-kata itu… dan menganggapnya serius?"
"Tentu saja… Kumohon, beritahu aku…" senyumnya
"Aku suka padamu sejak lama! Aku mencintaimu… Arthur Kirkland, maukah kau… jadi pacarku?"
OwOwOwOwOwO
Arthur's POV:
"Arthur Kirkland, maukah kau… jadi pacarku?"
Tuhan… Apa yang harus kulakukan? Aku baru saja putus dengan Kiku dan sekarang, aku ditembak Alfred… Teman sebangkuku yang sangat akrab denganku. Jantungku berdebar-debar… Aku merasakan pipiku sangat panas saat ini. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku senang tapi… Aku tidak tahu…
"Arthur?"
Aku menggenggam tangannya erat dan menundukkan kepalaku, berusaha menyembunyikan wajahku yang merah menahan malu,
"K-kalau aku jawab 'IYA' bagaimana?"
Aku dapat merasakan, genggaman kuat tangan Alfred yang menandakan dia gembira. Aku segera mendongakkan kepalaku untuk melihat wajah penuh luka-nya yang ternyata tersenyum lebar. Mata sapphirenya berbinar senang, dan pipinya sedikit merona…
"Terima kasih!" ujarnya senang seraya memelukku dengan erat
"G-git…" Jawabku pelan sambil membalas pelukannya dengan erat
Hubungan kami, diresmikan dengan ciuman pertama kami di UKS. Ciuman yang menandakan bahwa kami telah menjadi satu…
OwOwOwOwOwO
"Hong… Jangan menangis…" aku memeluknya dengan erat
"Aku sudah tidak tahan lagi… Mereka mengkhianati-ku…" tangisnya sambil memelukku
Aku tidak suka melihat orang yang sangat kucintai diperlakukan seperti ini. Menangis karena tersiksa, dengan hati yang perih… Sungguh… Orang yang berani melakukan ini pada orang yang kucintai, tidak akan pernah kuampuni! Orang itu adalah…
"Berani-nya kau beginikan Hong, Kiku… Lihat saja… Aku akan membalasmu, da ze…"
Wihh! Chapter 2 kilat nih! Maap yak kalo ancur... Gomen, gomen TT^TT
Btw, maaf ya kalo ntar saya update NEXT CHAPTER-nya telat... Saya mau belajar buat Ujian Minggu Depan jadi... Wish me Luck bae yaa... Saya HIATUS selama 1 minggu! Maaf ya yang udah penasaran... /sapelu /geer /najes /gaadaice
Reply Review:
Al-chan 456: Bel itu memang mengganggu =w= Indo sama Belarus... Ntar diperhitungkan ya, kalo mereka beneran dibutuhin ^^" /digaplok
BlackYuki: Hadeeeh... Anda peramal ya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda, sudah terjawab di Chapter ini B") (tapi nasibnya si Hong masih samar-samar... /samaaja /plak) yaahh... Ditunggu nasib Hong (?) selanjutnya yaa... /apaini
Higashiyama-san: Jawaban dari pertanyaan anda adalah... Karena... Bel adalah... Tokoh Utama B"D /salah/ aku ga bikin Kiku-nya Dark!Japan... Mungkin ini OOC sangadh, tp lupa kutulis :") /salahemot/ thanks saran-nya yaa...
yukaeri: KYAAA! Hong saya tercinta telah sampai di peradaban ini! (?) B)) tapi... ternyata bukan guru =w= /lha? /gimanatah? /dibuang/ tapi kalo mau gampar Ivan & Yao, silakaan /dibekeppakeshinatty /digebokpakepipaair/ makasih ripiuw-nya ya, nak... Anda nakal tidak nurut sama saya! B)) /opo
DAH! Ingat motto kita untuk hidup damai dan sejahtera (?)
RnR pweaaaaase~ OwO
