Summary: Tuhan! Bisakah kau kutuk guru sialan itu? Dia mengganggu di saat yang tidak tepat!

Pairing: USUK, AsaKiku, JapTai, HongTai, KoreHong, RoChu, and many more.

Warning: OOC, TYPO, SINET-PHAIL-GAJE-ALAY-LEBE

Disclaimer: I do not own Hetalia or anything
Hetalia (c) Hidekaz Himaruya -sensei


BRUK!

A-aduduh, aku tejatuh dari kursi… Yep, aku masih di sini… Di UKS, menunggu Alfred merasa baikan,

"Aah… Kau sudah bangun, Artie?" tanyanya lembut sambil menggenggam tanganku

"K-kau tidak tidur daritadi?" tanyaku panik

Dia hanya tertawa dan mengelus kepalaku seperti biasa lalu menggeleng. Tangannya mengambil handphone yang ada di kantongnya lalu mulai memainkannya. Sesekali dia tertawa atau ber-komentar sendiri lalu mulai mengajakku berbicara,

"Kita baru jadian tadi…"

"Lalu?" tanyaku tidak mengerti

"Rumor-nya cepat sekali menyebar ya?" ucapnya sambil tersenyum

"A-APAAAAA? BAGAIMANA BISA?" tanyaku kaget sekaligus panik

"Pasti Elizaveta…" jawabnya sambil tersenyum lirih "memangnya, kau tidak mau orang-orang tahu soal hubungan kita?"

Aku terdiam sesaat. Aku masih ingin orang lain berpikir bahwa aku ini normal, bukanlah seorang gay. Masa ketua OSIS gay? Itu kan tidak lucu dan memalukan. Tapi kalau seperti itu, sama saja aku menelantarkan Alfred dan aku tidak mau.

"T-tentu saja aku mau… H-hanya saja…."

Dia memelukku dengan erat lalu berbisik di telingaku,

"Intinya, aku sangat senang AKHIRNYA aku bisa mendapatkanmu…"

Tiba-tiba wajahku terasa panas. Awalnya aku tidak merespon saking tegang dan malunya namun… Dia pacarku, jadi kalau aku sayang padanya… Pasti aku merespon jadi, aku memeluknya juga dengan erat. Tiba-tiba, pintu UKS dibuka dan 2 orang masuk ke dalam dan melihat kami dengan keadaan seperti ini,

"Aiyya, aru… Aku tidak tahu bahwa kalian pacaran, aru…"

B-bukankah rumor-nya sudah menyebar? Kemana saja orang ini?

"Mengejutkan sekali, da…"

"Ivan… Yao…" gumam Alfred lirih sambil tersenyum

"K-kau… ORANG YANG MEMUKUL ALFRED!" ujarku marah sambil menunjuk ke arah Ivan

"T-tunggu, aru! Jangan marahi Ivan, aru!" balas Yao sambil berdiri di depan Ivan, "Kami ke sini ingin meminta maaf, aru… Dan tentunya, menjenguk Alfred, aru…"

Alfred menarik tanganku sambil tersenyum lirih sambil mengatakan, "Terima kasih… Kalian…"

"Sama-sama, da… aku tidak bermaksud… Aku tidak suka bermain kasar, da…" ucap Ivan sambil tersenyum

"Sebagai permintaan maaf kami, kami akan melakukan apapun yang kalian mau, aru…" tambah Yao

Aku mulai berpikir sejenak, 'Apapun yang aku… bukan! Kami mau…?' Tiba-tiba, aku ingat sesuatu yang aku yakin, Yao dapat membantuku mengurus masalah ini,

"Kau… Kakak-nya Hong kan, Yao?" tanyaku dengan nada sarkastis

"Iya, aru… Ada apa, aru?" jawab Yao dengan muka mantap

"Urusi adikmu… Dan Kiku…"

"Hong dan… Kiku, aru?"

OwOwOwOwOwO

Kiku's POV:

"Kiku-chan~"

"Ah! Elizaveta-san…"

Baru saja aku akan masuk kelas, tiba-tiba Elizaveta-san menyapa-ku sambil membawa camera dan handycam kesayangannya,

"Lihat lihat! Alfred & Arthur jadian lhoo~!" ucapnya riang sambil menunjukkan foto-foto di camera-nya

"B-benarkah, Elizaveta-san?" ujarku kaget sambil melihat foto-foto itu

Dulu, Arthur-san milikku, sekarang… Dia adalah milik Alfred-san yakni, sahabatku sejak dulu. Aku sudah tidak ada rasa samasekali pada Arthur-san jadi, aku akan menyerahkan dia sepenuhnya pada Alfred-san. T-tiba-tiba.. Aku merasa aku harus pergi ke toilet,

"E-elizaveta-san… A-aku harus ke toilet…"

"Ah, silakan Kiku-chan!" tawa Elizaveta-san riang sambil memberiku jalan untuk lewat

OwOwOwOwOwO

Aah… Yokatta nee… Akhirnya, urusanku di toilet selesai dan aku sudah merasa lega~ Aku segera berjalan menuju kelasku saat tiba-tiba, Yong Soo menghadangku dengan Hong yang berjalan di belakang-nya,

"Mau kemana… Kiku?" tanyanya dingin

"Ke kelas tentu saja… Kalau kau tidak keberatan, biarkan aku lewat…" jawabku tenang

Dia tetap menghalangi jalanku dan Hong berdiri di belakangnya melihat ke arahku dengan wajah rasakan-pembalasanku-dasar-pengkhianat. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi jadi aku berusaha menerobos untuk lewat,

"Sumimasen…" terobosku

Tapi, Yong Soo malah mendorongku dan memojokkanku di depan loker. Aku dapat merasakan punggungku sangat sakit karena berbenturan dengan loker-loker itu,

"Y-yong Soo…"

"KAU PIKIR KAU BISA MENGHINDARIKU, KIKU?"

"S-sumimasen, Yong Soo… Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicara—AKH!"

Ini gila! Tiba-tiba, dia menonjokku dengan keras di bagian perut. Sakit… Tiba-tiba, Hong berjalan ke arahku dengan wajah dinginnya dan berkata,

"Rasakan itu, pengkhianat… Mei milikku…"

M-mei? Ahh… Gadis cantik itu… Dia milikku…

"Bagaimana, Hong? Aku sudah melaksanakan tugasku dengan baik… Ini bukti dariku!" ucap Yong Soo sambil berusaha memeluk Hong

"hh… Bodoh… Tidak usah merayuku…" jawab Hong sambil menepis tangan Yong Soo

T-tunggu… Jadi… Yong Soo melakukan ini karena… Dia ingin membuktikan pada Hong bahwa dia cinta padanya? T-tapi kenapa aku yang jadi korbannya? Dari awal, Mei sudah menyukaiku jadi memang sudah seharusnya dia jadi milikku kan?

"KIKU!" teriak seorang gadis. Aku menoleh dan melihat, Mei sedang berlari ke arahku.

"M-mei…" jawabku lirih

Tiba-tiba, Mei berjalan ke arah Hong yang sedang tersenyum senang ke arah gadis cantik itu. Namun, Mei langsung menamparnya dengan keras tanpa basa-basi,

"Mei… Kenapa… Kau menamparku…?"

"KAU GILA HONG? APA YANG KAU LAKUKAN PADA KIKU?" teriaknya

"Mei… Kiku berusaha merebutmu dariku… Sadarlah!" bujuk Hong sambil memegang tangan Mei

Mei menepis tangan Hong dan berkata, "di sini, aku yang menentukan Hong…" dia menarik nafas panjang, lalu melanjutkan, "Kiku lebih baik darimu…"

Hong tertegun, "KENAPA? KENAPA MEI?"

"Lihat dirimu sekarang! Dulu kau tak seperti ini! Pendiam, dingin, cuek… Bahkan sekarang kau menyakiti Kiku!" Mei menarik tanganku lalu melanjutkan lagi, "Kiku… Jauh lebih baik daripada kau… Kita putus…"

Mei menuntunku berjalan ke UKS. Aku benar-benar kesakitan sekarang ini dan lemas. Rasanya, sudah ingin memejamkan mata saja dan memang itu yang kulakukan. Hal terakhir yang kuingat adalah… Wajah cantik Mei yang dibasahi air mata-nya sendiri dan 2 sosok orang yang menggendongku ke UKS…

OwOwOwOwOwO

Yao's POV:

Membantu Arthur dengan cara mengatasi permasalahan adikku? Aku tidak tahu Hong punya masalah dengan Kiku. Dia tidak pernah bercerita apapun kepadaku… Ya, dia anak yang tertutup. Hal itu terkadang membuatku pusing memikirkan jalan pikirannya yang tidak jelas. Meskipun aku tidak tahu permasalahan apa yang dimiliki Hong dengan Kiku, aku harus menyelesaikan masalah itu! Ini, demi permintaan maafku dan Ivan kepada Alfred dan Arthur,

"Yaoyao… Sekarang kita mulai kemana, da?" tanya Ivan sambil membetulkan syal-nya

"Entahlah, aru… Bahkan, aku tidak mengerti masalah apa yang dimaksud Arthur, aru…" jawabku lirih

Tiba-tiba, Ivan menggandeng tanganku dan menarikku dengan berlari kecil. Aku kaget dan meskipun ini lari kecil, aku sudah terlalu tua sehingga aku tidak bisa menjaga nafasku dengan baik,

"I-ivan! Tunggu, aru…" panggilku seraya berhenti dan melepaskan tanganku dari genggamannya

"Ada apa, da?" tanyanya khawatir

"I-ini tidak ada gunanya… Aku benar-benar payah…" aku menutupi kedua mataku dengan tanganku, "Aku memang kakak yang payah.. Bahkan aku tidak mengetahui masalah adikku sendiri… Kalau begini caranya, bagaimana kita bisa—"

Ada yang mengehentikan pembicaraanku yaitu… Ivan… Dia melumat bibirku dengan lembut sambil menggenggam tanganku dengan erat,

"Kau kakak yang baik, Yaoyao… Ini semua salah Hong dan sikapnya, da…" ucapnya sambil tersenyum

Aku tersenyum padanya… "Terima kasih, Ivan…"

"KIKUUUU-!" terdengar jeritan seorang gadis yang kurasa kukenali

Aku dan Ivan segera berlari menghampiri dan melihat apa yang terjadi… Di sana, ada Kiku yang tergeletak di lantai dengan luka-luka di wajah dan tangannya lalu di sampingnya, ada Mei yang menangis dan memeluk Kiku. Tunggu! Bukankah Mei itu pacar adikku? Yang jelas, aku dan Ivan tidak bisa diam saja. Kami segera membawa Kiku ke UKS dan Mei mengikuti di belakang kami sambil menangis sesenggukan.

Kami sampai di UKS dan menemukan Alfred dan Arthur masih di sana, sedang mengobrol. Mereka kaget saat Ivan menggeletakkan Kiku di kasur sebelah Alfred. Mei masih menangis dan memeluk Kiku dengan erat. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

"Mei, bisakah kau ceritakan pada gege apa yang terjadi, aru?" tanyaku lembut pada Mei

Dia mengangguk dan menceritakan semuanya yang kini bisa kumengerti dan aku tahu alasan kenapa akhir-akhir ini Yong Soo sering main ke rumahku dan Hong, juga alasan mengapa sikap Hong sangat aneh akhir-akhir ini.

"Sekarang, kau mengerti kan Yao?" tanya Arthur yang kini duduk di pangkuan Alfred

Aku mengangguk lemah ke arah Arthur dan tidak tahu harus berbicara apalagi. Ivan memperhatikan luka Kiku dan mengambil obat yang ada. Berhubung Ivan assisten dokter UKS, dia bisa tahu obat apa saja yang cocok untuk luka Kiku. Dia mengambil beberapa obat dan kapas dengan cekatan, lalu mulai mengobati Kiku,

"Ini tidak bisa dibiarkan, aru!"

"E-eh? Yao?" tanya Alfred bingung

"Aku akan lakukan sesuatu pada Hong nanti… Lihat saja, aru…"

OwOwOwOwOwO

Hong's POV:

Ini menyakitkan… Aku tidak bisa menyalahkan Kiku atas semua ini… Kiku benar, Mei sudah tidak cinta lagi padaku dan sekarang, dia cinta pada Kiku… Aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk memenangkan hati Mei yang sudah terlanjur tertutup untukku. Kini, aku sendirian… Menangis… Berlutut… Menyesali perbuatan dan sikap-sikapku… Tiba-tiba, tangan itu meraih badanku. Tubuhnya yang besar dan hangat memelukku dengan erat,

"Hong… Jangan menangis, da ze…"

Kenapa dia masih di sini? Apa yang dia mau dariku? Kenapa dia masih mau menungguku setelah semua perbuatanku padanya selama ini?

"Kenapa kau di sini, Yong…?"

"Karena kau di sini…"

Dia memper-erat pelukannya dan berbisik di telingaku, "Saranghae yo, Hong…"

Namun, entahlah… Aku belum bisa membalas itu sekarang… Sekarang ini, aku hanya bisa diam di pelukannya yang hangat

OwOwOwOwOwO

"KENAPA KAU TIDAK CERITA, ARU?"

"…"

Aku tidak suka ini… Aku tidak suka apabila Yao gege marah padaku. Yaahh… Sekarang ini aku bisa mengakui bahwa ini semua memang kesalahanku. Yao gege memang memaklumi, namun dia marah karena sikap tertutupku dan kekerasan yang kulakukan pada Kiku hanya demi pelampiasan amarah. Dan yang lebih parah lagi, aku menggunakan perantara orang yang sangat mencintaiku sejak dulu… Teman masa kecilku yang selalu setia padaku… Yang selalu ceria dan tersenyum polos… Yong Soo…

"Kenapa kau bawa Yong Soo ke dalam masalah ini, aru?"

"…Yong Soo sendiri yang memintanya… Gege…"

Yao gege menarik nafas panjang lalu dia menyeruput tehnya. Dia bangun dan mengucapkan kalimat terakhirya sebelum pergi ke kamar,

"Minta maaf lah pada Kiku dan Mei, aru… dan… Hilangkan perasaanmu pada Mei jika memang dia sudah tidak cinta padamu lagi, aru…"

"T-tapi gege!" panggilku. Namun, dia mengabaikanku dan naik ke lantai 2, menuju kamarnya

Apa yang harus kulakukan… Aku memang harus memindahkan hatiku dari Mei… Tapi pada siapa? Apakah aku harus memindahkan hati dan perasaanku pada orang itu? Yong Soo?

OwOwOwOwOwO

Arthur's POV:

Haah… Alfred dan Kiku belum sembuh jadi, tiap hari aku dan Mei harus menjenguk ke UKS… Mereka tidak mau dibawa ke rumah sakit entah kenapa. Bagi mereka, UKS adalah rumah sakit yang nyaman… Tidak perlu bayar, dan tidak ada gangguan dari suster. Hanya kami, penjenguk dan terkadang dokter datang lalu pergi lagi.

Aku dan Mei sudah hamper sampai di depan pintu UKS saat kami melihat sesuatu yang membuat kami kaget… Di sana… Di depan pintu UKS… Ada Yong Soo dan Hong… Mereka membungkukkan ke arah dalam dan kami langsung tau bahwa pintu UKS dalam keadaan terbuka. Sepertinya, mereka habis menjenguk Kiku. Tiba-tiba, aku merasakan Mei mencengkeram lengan bajuku dengan kencang,

"H-hong… Mau apa lagi kau…?" tanyanya dingin

"A-ah, Mei! Aku dan Yong Soo hanya ingin minta maaf padamu dan Kiku…" jawab Hong sambil tersenyum

"Maafkan kami, da ze!" tambah Yong Soo sambil membungkukkan badannya

"Enyahlah kalian…" balas Mei dingin lalu segera masuk ke UKS

Jujur saja, aku merasa kasihan pada Yong Soo dan Hong jadi aku menghampiri mereka dan menepuk pundak mereka, bermaksud menghibur,

"Kalian hebat, mau meminta maaf… Aku yakin, Kiku dan Mei memaafkan kalian…"

Mereka berdua saling bertatapan lalu tersenyum ke arahku,

"Terima kasih Ketua OSIS, da ze!" ujar Yong Soo riang sambil menggandeng tangan Hong

"Xiexie, gege…" tambah Hong sambil tersenyum

Mereka berjalan pergi dari UKS sambil bergandengan tangan dan tampak sangat lengket. Saling mencium, dan berpelukan dengan mesra… Well, sepertinya mereka sudah jadian karena kejadian kemarin… Aku turut berbahagia… Terutama untuk Yong Soo yang aku tahu sudah 4 tahun lebih memendam perasaan cinta pada Hong.

Aku segera masuk ke UKS dan Alfred langsung menyambutku dari atas tempat tidur,

"Artie~!"

"Halo, Al…" jawabku seraya mencium bibirnya dengan lembut

"Konnichiwa, Arthur-san…" sapa Kiku dengan lembut

"O-oh! Hai, Kiku…" balasku sambil tersenyum. Syukurlah, sekarang aku benar-benar tidak punya rasa lagi untuk Kiku.

Mei duduk di samping tempat tidur Kiku sambil tertawa kecil. Yaahh… Mungkin ini memang akhir yang bahagia… Kan?

OwOwOwOwOwO

"Thai-san… Kumohon…"

"Aku… Merasa tidak enak pada Alfred…"

"Kenapa Alfred lagi?" Awas saja Alfred… Kau yang menyebabkan semua ini…


Notes:

Yokatta nee: Syukurlah

Sumimasen: Permisi/maaf

Saranghae yo: Aku mecintaimu (Korea)

Xiexie: Terima kasih

Gege: Kakak (laki-laki)

Maaf bila terdapat kesalahan informasi dan penulisan yang salah atas kata-kata yang saya tulis

Haaah... Akhirnya saya kembali setelah HIATUS GAJE itu readers! Inilah sinet baru yang saya produksi B") /plak/ Maaf ya kalo lama, sebenernya udah mau ngelanjutin dari hari Jum'at minggu kemarin, PAS setelah UKK corettercintacoret tapi, belum punya ide & masih capek gitu.. Otak isinya Matematikaaaa semua /pdhlnilaimathjelek/ Sekali lagi, Gomenasai minna~

Semoga berkenan di hati para readers semua... Wait for Next Chapter yaa... Insya Allah, saya akan update dengan cepat, tepat, dan padat /lukiraberita

DAH! Ingat motto kita untuk hidup damai dan sejahtera (?)

RnR pweaaaaase~ OwO