Neji Hyuuga, pemuda dari kelas XII-X KonoHigh, sepupu dari seorang Hinata yang terkenal akan kejeniusan dan ketampanannya, walaupun terlihat tidak pernah menunjukkan emosinya; memiliki hati. Dan hatinya sama sekali tidak menyukai gerak-gerik Hinata yang hanya bisa mengagumi Naruto dari jauh. Maksudnya, ia tidak tahan melihat sepupunya tidak mengambil tindakan apapun dalam masalah love-life-nya.
Neji memang bukan siapa-siapa yang berhak ikut campur dalam hidup orang lain, tapi masalah cinta sepupunya membuat dirinya sendiri muak. Memang pada awalnya Neji sangat membenci Hinata, mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang melibatkan sang gadis dan ayahandanya tercinta yang kemudian meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.
Ayahandanya, Hizashi Hyuuga, saat itu diminta untuk menjemput Hinata dari sekolahnya dengan mobil oleh pamannya, Hiashi Hyuuga, yang saat itu memang tidak bisa menjemput Hinata yang belum bisa pulang sendiri, mengingat umurnya baru tiga tahun. Dalam perjalanan melewati terowongan bawah tanah, sebuah truk pengangkut gas yang tepat berada di depan mobil Hizashi dan Hinata meledak akibat tekanan udara di dalam terowongan yang tidak stabil.
Apapun yang berada di dalam radius 12 meter dari pusat ledakan terbakar, dinding terowongan pun hancur dan untungnya, pondasi yang menahan longsornya tanah tidak ikut hancur. Hampir seluruh pengemudi dan penumpang mobil yang terbakar tewas di tempat, yang luar biasa adalah hanya seorang gadis kecil yang dirangkup oleh pamannya selamat. Dan gadis itu adalah Hinata Hyuuga.
Neji yang saat itu baru berumur empat tahun mengira bahwa Hinata melarikan diri tanpa peduli akan ayahandanya. Akibat kebencian Neji terhadap keluarga sepupunya, Neji tidak pernah mendengarkan penjelasan pamannya terhadap kecelakaan tersebut, hingga membuat kebencian Neji terbawa hingga dewasa, sampai akhirnya ia berumur 14 tahun, di mana sang pemuda pertama kali bertemu dengan Naruto.
Namun setelah misteri kecelakaan bertahun-tahun lalu itu terkuak berkat Naruto, Neji berubah dari sepupu pembenci hingga menjadi saudara laki-laki over protective terhadap dua sepupu perempuannya. Dan tentunya, Neji setuju bila Naruto mempunyai hubungan bersama Hinata. Selain Naruto bisa menjaga sepupunya itu, hubungan dengan keluarga Namikaze juga mempunyai manfaat tersendiri, seperti menjalin kerja sama bisnis dengan keluarga Hyuuga…
DBRUKKK! Bunyi debam kembali terdengar dari kamar Hinata di ujung koridor lantai dua kediaman Hyuuga, membuat renungan Neji terhenti seketika.
a NaruHina fanfic
~By Banci Taman Lawang~
Kolom DUP Dari; Untuk; Pesan;
Chapter 4: Realize
DBRUKKK!
Neji memutar matanya.
"Mau coba nge-cek?"
Neji menundukkan wajahnya, memandang wajah tanya Tenten yang tengah menidurkan kepalanya di atas paha Neji. Neji hanya menggeleng menjawab pertanyaan Tenten. Sudah dua kali, saja, Hinata terjatuh di dalam kamarnya sendiri. Kalau bukan karena apa-apa, pasti Hinata tengah berfikir tentang Naruto.
Yang Neji tidak ketahui, adalah, tebakannya yang tepat sasaran.
Kamar Hinata (10 menit yang lalu…)
Hinata, yang tengah duduk merenung di atas tempat tidurnya, memandang ponselnya dengan wajah ragu. 'Naruto-kun sudah selesai makan belum ya? A-aku ingin coba SMS… ah! J-jangan deh, aku 'kan bukan siapa-siapanya… tapi…'
RRRRRIIIIINGGG!
Dering dan getaran tiba-tiba dari dalam genggamannya hampir membuat Hinata menjatuhkan ponsel yang di pegangnya. Dengan cepat, gadis itu membuka ponsel flip-nya dan membuka pesan yang baru masuk.
From: Naruto-kun
To: me 06:54 PM /17/5/xx
Hinata~ :D
Hinata tersenyum.
Hey Naruto-kun… :)
From: Naruto-kun
To: me 06:55 PM /17/5/xx
Hei! Hei! Besok Hinata ada di kantor madding konohigh ga?
'Na-Naruto-kun mencariku?'
Aaada… aku mau menyerahkan artikel yang aku cari kemarin…
From: Naruto-kun
To: me 06:55 PM /17/5/xx
Baguslah. Aku 'kan masih dalam hukuman tuh,
.
.
…pulang bareng lagi yuk? Arahnya 'kan sama. :P
'NA-NARUTO-KUN NGAJAK AKU PU-PULANG BARENG LAGI? KYAAAAA' jerit Hinata dalam hati layaknya seorang fans yang tengah bertemu dengan idolanya.
Boleh… :D
From: Naruto-kun
To: me 06:56 PM /17/5/xx
YEAHHHH! Oh iya, Hinata-chan, 'masa aku nemuin surat,
yang alamat tujuannya 'Naruto-kun' pas lagi nyortir buat kolom DUP!
DHEG! Surat dengan alamat tujuan 'Naruto-kun' ? Hati Hinata terasa berat. Apakah itu surat cinta dari seseorang?
Dan dalam sekejap, Hinata berada di dalam dilemma, apakah ia harusnya ikut bahagia mengetahui Naruto mendapatkan surat cinta atau ia harus sedih karena bukan dirinya yang menulis surat cinta itu…? Lagi pula itu belum tentu surat cinta.
Tanpa basa-basi Hinata memainkan jarinya di atas keypad ponsel-nya lagi.
Mmmmaasa? Suratnya bagaimana?
DRRRIIIIIINGGGG!
From: Naruto-kun
To: me 05:57 PM /17/5/xx
Kertasnya oranye! Pakai tinta biru gemerlap gitu'
Terus isinya gini:
.
.
.
.
.
.
'Ganbatte! Dari: Lavender Snow'
Kamar Hinata… (Present time)
DBRUKKK!
Dalam sekejap tubuh Hinata terbentur dengan lantai dingin yang menyadarkan gadis tersebut dari ketidak pekaannya terhadap dunia. Mengapa dirinya harus duduk di ujung tempat tidur? Gadis itupun tidak mengetahui jawabannya. Tapi yang pasti sekarang adalah…
"SU-SURAT ITU!"
Hinata menarik tubuhnya bangun dengan paksa, rambutnya yang panjang berantakan. Rasa sakit di punggung tidak dihiraukan saking terkejut dan ketidak percayaannya gadis itu.
Gadis berambut indigo yang tengah kesakitan itu menyeret tubuhnya mendekati meja belajarnya, merogoh tas sekolahnya, mencari secarik kertas yang disimpan dalam amplop jingga… ia tidak menemukannya.
'I-I-Ini… …tidak mungkin!'
#x#x#
Somewhere... unknown...
"Suratnya sudah dibaca oleh target." kata suara berat menyapa dinding kotor sebuah ruangan, emnimbulkan gema yang terbawa angin.
"DEMI APA? Lo yakin?" tanya suara yang lain, suara yang menggambarkan pemuda lelaki periang.
"Ya. Aku yakin." jawab suara sebelumnya, mengkonfirmasi pernyataannya.
"YESH! MISSION ONE ACCOMPLISHED!" suara ketiga masuk ke dalam percakapan, berteriak dengan semangat.
"Jangan senang dulu," suara pertama menjawab dengan nada tidak tenang.
"Ah, iya ya! Besok giliran siapa?"
"The Priestess."
_End of chapter_
End Notes: CLIFF HANGERRRR! HAHAAHAHAHAHA (*annoyingbitchmodeON) YOSH! Akhirnya saya bisa meng-update cerita ini lebih cepat dari pada yang saya duga! (tolong jangan bunuh saya karena chapter ini lumayan pendek =D )
Tadinya saya ingin menaruh cerita flashback masa kecilnya Hinata dan Neji… (lumayan buat nambahin jumlah kata) tapi saya ingat kalau cerita ini 'kan berpusat pada perkembangan relationship antara NARUTO dan Hinata… so… yeah. Saya ga jadi naruh flashback itu… *shrug* Lagi pula saya sedang brainstorming mengekstrak sebuah plot menjadi cerita untuk chapter ke dua cerita saya yang berjudul "Rewind"…
And… GUESS WHAT! Nilai UN saya sudah keluar, dan nilai saya sama sekali tidak mencapai ekspektasi saya… *memojokkan diri di pojok ruangan*
Review… …please?
