Disclaimer : Naruto just Masashi Kishimoto's kalau ini punya aku mungkin akan berganti judul jadi Sasuke Sakura /plakk
Warning : OOC, typos, dan mungkin masih banyak lagi.
Main Pair : SasuSaku~~
Oh iya, buat info, jika ada 'xxxx' itu artinya inner. Enjoy ~
Chapter 2 : Integrity
Minggu pagi ini, Uchiha Sasuke dan mobil sport kesayangannya melaju ke kediaman Haruno. Tau darimana dia kediaman teman sebangkunya itu? Sasori. Dengan alasan mau mengerjakan tugas kelompok Asuma-sensei. Bahkan Sakura sendiri tidak tau-menau mengenai kunjungan tiba-tiba bungsu Uchiha ini.
Ting Tong, bel kediaman Haruno berbunyi.
"Kenzo coba buka pintu! Lihat siapa yang datang!" Sakura yang sedang berada di dapur menuangkan sereal untuk kedua adiknya teriak cukup keras agar kedua adiknya yang sedang ada di ruang tv mendengar. Setelah itu, ia pun hendak keluar untuk mengetahui siapa yang datang.
"Kenzo siapa yang da—" Sakura terkesiap.
"Sa..suke? Ada apa?"
"Hn, aku ingin mengajakmu pergi" jawab Sasuke tenang.
"Sasuke-nii masuk yuk kita nonton avatar sama-sama!" Kenzo tiba-tiba menarik tangan Sasuke.
"Kenzo! Raja api lagi bertarung sama aang nih! Cepet kesini!" Kenzi teriak dari ruang tv..
"Yaudah deh masuk dulu yuk!" Sakura pun akhirnya mengajak Sasuke masuk.
"Mau minum apa?"
"Enggak usah repot-repot!"
"Enggak apa-apa kok! Santai aja!"
"Milkshake eukaliptus aja nee-chan!" Kenzi menjawab. Sasuke tersenyum kecil.
"Aku enggak tanya sama kamu! Lagipula kita tidak menyediakan minuman macam itu!"
"Jus tomat deh ya?" tawar Sakura.
"Boleh deh!"
Tak lama Sakura keluar dari dapur membawa segelas jus tomat yang err-menggairahkan Sasuke (?)
Sakura pun meletakan segelas jus tomat itu di depan Sasuke yang sedang duduk di karpet di ruang tv bersama Kenzi dan Kenzo.
"Thanks!"
"Jadi ada apa nih?" Sakura mencoba membuka obrolan.
"Hn, aku ingin mengajakmu pergi!" jawab Sasuke singkat.
"Pergi? Kemana?"
"Terserah kamu"
"Gomennasai, aku lagi disuruh jaga rumah dan menjaga kedua bocah ini!" Sakura menolak halus.
"Emang Kaa-san dan Tou-san mu kemana?"
"Ke luar kota, ke rumah kerabat di Suna"
"Ehm..kita ajak aja Kenzo sama Kenzi"
"Sasuke-nii mau ngajak kita pergi?" Kenzo antusias.
"Ke Timezone yuuk! Seharusnya hari ini kita ke Timezone sama Kaa-san dan Tou-san, eh mereka malah pergi ke Suna!" sambung sang kakak yang lahir 5 menit lebih awal, Kenzi.
Sasuke terlihat berbisik pada dua bocah itu.
"Ayo ke Timezone! Nanti Sasuke-nii belikan apa aja yang kalian minta! Kalau aku kesini lagi, aku bawa es krim yang banyak buat kalian. Tapi bujuk Sakura-nee supaya mau ikut!" bisik Sasuke.
"Ngebicarain apa sih?" Sakura kesal di kacangin.
"Nee-chan ayo ke Timezone! Minggu ini kan jadwal kita main ke Timezone!" tukas Kenzi.
"Tapi kan Kaa-san dan Tou-san gak ada sayang!" ucap Sakura lembut.
"Yaudah kita pergi sama Sasuke-nii aja!" jawab Kenzo.
'Kenapa mereka harus sekompak dan segigih ini?' batin Sakura.
"Enggak boleh! Nanti Sasuke-nii nya repot kalau pergi sama kalian!"
"Enggak repot kok!" Sasuke semakin menyudutkan Sakura.
"Tuh kan! Sasuke-nii nya enggak keberatan nee-chan!" Kenzi makin membujuk Sakura.
"Pokoknya aku mau demo ke depan gedung parlemen kalau nee-chan enggak mau ngajak kita ke Timezone sama Sasuke-nii!" Ancam bocah satunya, Kenzo.
"pffft" Sasuke nampak menahan tawa saat mendengar Kenzo mengucapkan itu.
"Kamu tau kata itu darimana coba? Mana ada anak kecil demo-demo segala?" tanya Sakura gemas.
Dan ketiga makhluk – Sasuke,Kenzo,Kenzi- itu pun terus menatap Sakura. Tatapan memohon.
"Baiklah..baiklah… tapi jangan sampai waktu makan malam!"
"YEAAY!" teriak si kembar, dan tiba-tiba toss dengan Sasuke.
Timezone~
Ken-twins sedang asyik bermain permainan yang ada di Timezone. Sementara Sasuke Sakura duduk di salah satu kursi dengan meminum coke. Sejak sampai di Timezone 2 jam lalu, Sasuke hanya diam. Tidak ada basa-basi apalagi pembicaraan serius.
Sakura's POV
"Sebenarnya aku mau ngomong sesuatu!" ucap Sasuke tenang sembari terus menggenggam coke miliknya.
"Ngomong apa?"
"…"
"Sas?"
Sasuke hanya diam menggenggam minumannya. Aku pun tidak mengerti Sasuke ini kenapa.
'Ini orang kenapa sih? Tadi katanya mau ngomong. Pas udah mau di dengerin gini malah diem. Aneh!' batinku
"Kalau kamu enggak mau ngomong juga, aku mau pulang sama Kenzo Kenzi. Udah kesorean!"
Sasuke pun menarik nafas panjang-panjang. Lalu menghembuskannya perlahan. Lama seperti itu. Namun Sakura pun tidak mau bertanya lagi, ia sudah jengah dan pasrah kalau mengobrol dengan Sasuke.
Akhirnya Sasuke buka suara.
"Aku pernah punya pacar Ra"
Aku mengernyitkan dahiku.
'dia ingin cerita masalah pribadinya?'
"Te..terus?"
"Dia suka sama pantai, tepatnya sama sunset"
"Makanya tepat di hari ulang tahunnya, aku ngajak dia ke pantai. Liat sunset."
"Oh…dia pasti senang!"
"Enggak tau deh kalau yang itu!" ucap Sasuke, masih menunduk dan hanya menatap ke arah sepatu kets nya.
"Loh…kok?"
"Karena, orangnya udah gak bisa ditanyain lagi" Suaranya agak serak.
"Di pantai itu, aku nekat mengajak dia naik perahu ke tengah laut. Padahal dia sempat enggak mau. Karena memang dia enggak bisa berenang" Tangannya perlahan meremas kasar rambutnya. Menunjukkan ke-frustasi-an yang memuncak. Juga rasa bersalah yang besar.
"Tapi aku terus ngebujuk dia, hingga akhirnya dia mau" Lanjutnya.
"Tapi di luar rencana, ada badai tiba-tiba. Dan perahu kami tidak seimbang. Dia jatuh di tengah laut. Tenggelam. Tapi aku berhasil menolong dia" Sasuke kembali menunduk dalam-dalam. Meskipun sangat kecil, tapi aku dapat mendengar suara isakan tangis.
'Dia menangis?'
"Tapi kata dokter, dia telat di bawa ke rumah sakit. Dan dia..dia..koma. Hingga akhirnya…meninggal. Aku telah membunuh dia" suaranya semakin parau.
"Karena itu..aku enggak mau dekat-dekat dengan perempuan" ucapnya tiba-tiba. Kontan membuatku terlonjak kaget. Aku hanya mengangguk mengerti. Padahal agak heran juga. 'Aku kan juga perempuan'
"Maka dari itu Ra, aku butuh bantuan kamu. Kamu mau nggak pura-pura jadi cowok?" Kini onyx itu menatap emeraldku. Onyx yang biasanya dingin kini menatap emeraldku lembut.
"Hah? Jadi cowok?" kaget. Tentulah aku kaget. Sejak 15 tahun lalu aku tidak pernah mendengar orang memohon sama aku untuk menyamar jadi cowok.
"Buat apa?" lanjutku.
"Kamu nyamar jadi cowok terus pura-pura kita itu punya hubungan sejenis. Atau lebih dikenal dengan homo. Pasti mereka langsung ilfeel dan akhirnya mundur"
"Tapi gimana caranya coba? Aku kan terdaftar disana sebagai murid pe-rem-pu-an Sasuke!"
"Itu mudah, Kepala Sekolah di Konoha Gakuen adalah pamanku. Uchiha Madara itu pamanku. Dan Kakashi-sensei dia adalah kerabat dekat keluargaku" jelasnya panjang lebar.
"Tapi…tapi…"
"Please Ra, aku mohon! Bantu aku! Aku mau menebus semuanya sama Hinata" Sasuke terus memohon. Kali ini kedua tangannya pun menggenggam tanganku. Onyxnya makin lama terasa makin menghipnotisku.
"Tapi..kenapa harus aku? Kenapa enggak cowok beneran yang di kelas aja? Sasori-kun misalnya"
"Karena…karena mereka enggak ada yang cocok. Semuanya itu tidak ada tampang homo. Kalau aku nekat ngelakuin itu sama cowok di kelas, pasti Karin dan lainnya tau. Dan lagi Sasori mana mau jika dimintai pemintaan bodoh seperti ini" tuturnya.
'Jadi kau fikir aku ini bodoh eh?'
"Haaah…" aku menghela nafasku berat.
"Gimana ya Sas…"
"Bagaimana dengan shikamaru?"
'Semoga dia akan mempertimbangkannya'
"Shikamaru? Astaga…bahkan dia itu hanya tertarik dengan satu hal. Ti-dur"
'Aku sebenarnya mau bantu dia. Tapi…kenapa harus menyamar jadi cowok?'
"Ayolah Ra… Please! Orangtua kamu tidak perlu tau, karena ini hanya sandiwara sesaat. Dan…kalau ada orang yang kamu suka, kita bisa akhiri ini" Onyx itu menatap ke dalam emeraldku. Dalam dan makin dalam.
'oh crap'
Saat itu aku sadar, emeraldku tak kuasa menolak pesona onyx ini.
"Baiklah…tapi pastikan tidak akan ada yang terjadi dengan prestasiku di sekolah" Aku luluh. Tatapan itu benar-benar memabukkan. Seakan hanya memberiku 2 jawaban. 'Ya atau Aku bersedia'.
"Pasti! Rencana kita ini tidak akan merusak hidupmu!" Kini tangan besarnya kembali meraih tanganku. Menggenggamnya lembut dan..
"Nee-chan sama Sasuke-nii benar-benar pacaran yah?" Kenzo tiba-tiba muncul di hadapan kami.
sigh 'anak ini benar-benar merusak moment penting'
Dan sederet rencana di kepala Sasuke pun menunggu untuk terealisasikan.
TBC
Mind to review?
Buat readers aku minta maaf (‾ʃƪ‾). Waktu aku ngetik FF ini di word, aku memang tidak mengetik disclaimer, warning, dan semacamnya. Karena aku fikir, nanti bisa aku edit setelah aku upload. Dan sebenarnya udah aku edit. Dan sekarang sudah aku edit~~ Dan waktu aku ngedit itu pun aku sebenarnya menambah author's note di bawah, kalau fic ini mungkin akan sama dengan Fairish karangan mba Esti itu. Karena memang awalnya aku berniat seperti itu. Tapi di chapter ini aku merubah ceritanya kok. -Berasa ada yang beda gak dari Fairish?- Maaf kalau masih ada bagian yang mirip (‾ʃƪ‾).
Hoshizuki Akari : Pertama, terimakasih udah baca FF ini hehehe. Sai atau gaara yah ? Di awal aku memang mau memunculkan Gaara nanti. Tapi kalau Sai… semoga ada ide yah :D Oh iya salam kenal juga~ \(´▽`)/
Harunozuka : hai! Terima kasih udah baca FF ini hehehe. Dan ini sudah aku update~ Happy Reading~
Lonelyclover : emm..terimakasih udah baca FF ini :D iya aku memang terinspirasi dari novel itu. Dan sebenarnya udah aku warning di author's note kalau mungkin ceritanya sama kaya Fairish. Eh author's note dan disclaimer dll gak muncul -_- Iya di chapter 2 ini aku buat agak beda sama Fairish. Tapi mungkin masih ada bagian yang sama /plakk hehehe..
Yusei'Uzumaki'Fudo : hai! Terimakasih sudah baca FF ini~ dan untuk disclaimer dan lain-lain itu udah aku edit lagi~~ Emm boleh nanya gak? AU di warning itu maksudnya apa yah? /plakk. Happy reading~
Akane Fukuyama : iya aku emang terinspirasi dari Fairish. Dan di chapter 2 ini aku buat agak beda. Tapi enggak tau deh nyambung atau enggak -_- ohiya terimakasih udah baca FF ini :D
Sakura-chaNoRuffie : terlalu pendek yah? Maaf~ habisnya menurutku TBC nya pas disitu -_-v ohiya termiakasih udah baca FF ini~ :D
Thia Nokoru : Iya ini aku sudah update :D, sebelumnya terimakasih sudah baca FF ini :D
Deidei Rinnepero13 : Pasti kamu Dei shipper? Aku Sasu shipper *loh ehehe sebelumnya terimakasih udah baca FF ini :D dan ini aku sudah update chapter 2. Happy reading~
Nu-Hikari Uchiha : Iya… ehehe hmm disclaimer dan lain-lain udah aku edit kok sekarang :D
